H-7

There the previous 🙂
*H Teaser
*H-1
*H-2
*H-3
*H-4
*H-5
*H-6

Tittle : H-7
Author : Intansparkddict
Genre : Romance, Engaged
PG : 15+
Cast : Cho Kyuhyun
Im Yoona
Seo Joo Hyun
Lee Gikwang
Shim Changmin

More..

Iklan

H-5

Tittle : H-5
Author : Intansparkddict
PG : 15+
Length: 3.180 w
Genre : Love, Friendship, Enggaged
Main cast : I’m Yoona
Cho Kyuhyun
Seo Joohyun
Shim Changmin

[Ehm.. Mian nih sebelumnya. Post kali ini amburadul. Penyebabnya adalah saya mengupdate lewat ponsel.. Jadi.. Ya begini.. Kekeke :D]

Oke .. Happy reading all!!
More…

Love Can’t be Lost (Oneshot)

Gambar

Tittle : Love, can’t be lost

Author : Intansparkddict

Genre : Sad, Romance

PG : 15+

Cast : Im Yoona

Cho Kyuhyun

Seo JooHyun

Shim Changmin

My second oneshoot. Again,  With my ultimatum couple,  KyuNa.

The plot is mine, not the cast..

If there’s any similarity with another fanfics. Its just intuitively.

Hope you like it guys ~~

Aku tetap percaya dan selalu menunggumu hingga kau menghampiriku.

Tak peduli berapa lama nya hal itu akan terjadi aku akan melakukannya.

Karena hati ini, sudah terlanjur memilihmu

Im Yoona

Aku telah berjanji, entah itu dimimpi mu atau dikehidupan nyatamu.

Walaupun aku pernah menganggapmu tidak ada, percaya lah,

kau akan selalu ada didalam hatiku.

Cho Kyuhyun

***

July 8_2012

Seorang gadis  berdiri menunggu di depan apartemen seseorang.

Walaupun dingin hawa salju masih bisa dirasakannya, tetap tak menurunkan debaran hatinya, tidak sabar menunggu seseorang itu datang.

Sebuah mobil berwarna hitam berhenti di depan apartemen tersebut.  Dengan sigap gadis itu langsung menolehkan kepala nya melihat  mobil itu.

“Dia datang..”

Seorang laki-laki turun dari mobil berwarna hitam tersebut. Tak lama setelah itu seorang gadis juga ikut turun dari mobil itu. Gadis itu langsung menggandeng manja lengan namja tersebut.

Raut wajah gadis yang kerap dipanggil Yoona itu seketika menjadi bingung setelah melihat gadis yang baru turun bersama dengan orang yang sangat ia tunggu.

“Seo-hyun?”

Yoona memanggil gadis itu saat mereka berhenti didepannya.

“Unnie..”

Namja yang masih digandeng oleh gadis yang dipanggil Seohyun itu terlihat bingung melihat gadis yang berada didepannya. Ia merasa tidak mengenali yeoja yang berada didepannya itu. Ia pun melirik Seohyun yang berada disebelahnya menanyakan siapa orang itu.

“Oppa..”

Panggilan Yoona membuat namja itu langsung melihatnya. Yoona tersenyum ke arahnya.. Tangannya pun ikut bergetar mengenggam sesuatu yang akan ia berikan pada namja itu.

“Errr maaf sebelumnya, anda siapa?”

Deg,

Apakah ini sebuah lelucon? Oppa, apa kau ingin bercanda denganku?

“Oppa?”

Yoona kembali memanggilnya lagi. Meminta untuk namja itu mengatakannya lagi,  ia belum mempercayai apa yang namja itu katakan sebelumnya kepadanya.

“Seohyun ah, apakah dia salah satu dari temanku?”

Te-teman?

“Oppa, k-kau sedang bercanda?”

Suara Yoona mulai bergetar. Salah satu Tangannya memegang lengan Kyuhyun.

“Maaf, tetapi aku memang tidak mengenalimu”

Kyuhyun menurunkan tangan Yoona dari lengannya.  Lalu ia menjauhkan diri dari Yoona

Kyuhyun mulai berjalan masuk ke dalam apartemennya meninggalkan Yoona dan Seohyun yang masih berdiri diluar.

Mata Yoona menatap nanar punggung Kyuhyun yang perlahan menghilang dari hadapannya.

“Apa yang telah terjadi?.”

Mata Yoona berbinar meminta penjelasan.

“Oppa, setelah kau pergi ke Jepang.  Ia mengalami kecelakaan yang parah-“

Yoona menutup mulutnya tidak percaya apa yang didengarnya. Mata nya mulai dipenuhi dengan airmata

“Dan dokter, mengvonis kalau ia mengidap amnesia akut-“

“Amnesia.. akut?” Tanya Yoona hati-hati.  Seohyun menganggukan kepala nya

“Penyakit hilang ingatan yang cukup parah, hanya sedikit harapan untuk bisa mengembalikan ingatannya kembali”

“Ini, Tidak mungkin..”

Pluk

Sebuah kotak berhiaskan pita di atasnya terjatuh dari genggaman Yoona. Yoona pun tidak merasakan kalau kotak itu telah terlepas dari genggamannya. Ia benar-benar melupakan hadiah tersebut, dalam kepala nya hanya Kyuhyun, Kyuhyun dan Kyuhyun. Ia benar-benar menyesal, kenapa ia harus berada di Jepang saat Kyuhyun mengalami kecelakaan. Dan sekarang, disaat ia mengharapkan sesuatu yang telah dijanjikan namjachingu nya semuanya telah hilang. Kyuhyun, tidak mengenali nya

***

 

 

“Jika ingatannya dipaksakan untuk teringat kembali, maka ia hanya akan menyakiti dirinya sendiri”

Kata-kata itu kembali membuat air mataku jatuh. Kyuhyun, kecelakaan, amnesia. Kenapa mesti namja yang kucintai merasakannya. Apakah ini cobaan bagiku Tuhan?

15 June_2012

“Oppa, aku akan pergi”

“Mwo? Yoong, jebal jangan tinggalkan aku seperti itu, apakah kau tidak lagi mencintaiku?”

Yoona bangun dari pangkuan Kyuhyun.  Tangannya langsung mencubit hidung Kyuhyun, dan membuat Kyuhyun sedikit meringis.

“Yaa oppa,, bukan pergi meninggalkanmu seperti itu. Aku akan pergi ke Jepang untuk menemui keluargaku yang berada disana”

“Syukurlah.. Eh Jepang? Berapa hari?”

Yoona kembali tidur dipangkuan Kyuhyun

“Bukan hari oppa, tapi 3 minggu!”

“3 minggu? Bisakah kau memberinya diskon? Itu terlalu lama Yoong”

Yoona kembali mencubit gemas hidung Kyuhyun

“Oppa, aku serius. Mereka membutuhkanku disaat itu, dan kurasa 3 minggu waktu yang terbilang cukup untuk bersama mereka.”

“Tapi aku akan merindukanmu Yoong”

Tangan Kyuhyun membelai lembut rambut Yoona.

“Oppa, bagaimana jika kau ikut denganku ke Jepang? Aku akan mengenalkanmu kepada keluarga ku dan orang tua ku”

Mendengar itu tiba-tiba Tangan Kyuhyun berhenti membelai rambut Yoona

“Ani, sepertinya tidak bisa Yoong. Masih banyak laporan yang belum kuselesaikan dikantor. Tapi, aku janji suatu saat aku akan bertemu dengan orang tuamu”

Yoona tersenyum mendengar ucapan Kyuhyun, walaupun masih ada rasa kecewa dihatinya. Kenyamanan sentuhan tangan  Kyuhyun yang membelai pipi nya mampu menghilangkan kekecewaannya dengan sekejap ,

“Kalau aku rindu padamu, bagaimana Yoong?”

Yoona kembali bangun dari pangkuan Kyuhyun. Kedua Mata nya hanya tertuju pada mata Kyuhyun,.

“Jika kau merindukanku-..”

Yoona mendekatkan tubuhnya dengan Kyuhyun

“ tutup kedua matamu. Bayangkan wajahku saat  tersenyum  kepadamu” Kyuhyun mulai menutup kedua matanya. Perlahan ia merasakan jari Yoona yang menyentuh kelopak matanya.

“Lalu,  tutup kedua telingamu,  dengarkan suaraku  saat aku memanggilmu.” Yoona mendekatkan wajahnya ke telinga Kyuhyun. Lalu Ia berbisik lembut di telinga Kyuhyun

“Oppa, saranghae….”

Bisikan itu membuat Kyuhyun tersenyum geli.

“Dan,, aku tak yakin kau akan merindukan yang satu  ini”

Kyuhyun langsung membuka kedua mata nya, karena terkejut dengan ucapan Yoona.

“Mworago?”

Yoona tersenyum geli memandang Kyuhyun. Lalu dengan cepat ia mencium bibir Kyuhyun. Membuat Kyuhyun sedikit terhentak tetapi tetap membalas ciuman Yoona.

Yoona melepaskan ciumannya. Nafas yang masih tersengal masih terdengar di telinga mereka.

“Ani. Bahkan ini yang paling kuingat Yoong” Kyuhyun tersenyum sambil menunjuk bibir Yoona. Membuat pipi Yoona merona dan ia memukul pelan dada Kyuhyun, membuat mereka berdua saling tertawa.

Air mataku terus mengalir mengingat kejadian terakhirku dengan Kyuhyun.

Oppa, apakah semua ingatan tentang kita  telah terhapus dari ingatanmu?

Tentangku?

Aku menyeka air mata yang membasahi pipiku.

Dari jauh aku  memerhatikan namja itu, namja yang sangat kucintai bersama dengan gadis lain.

Senyuman itu, memulihkan rasa rinduku.

Tapi, hatiku berkecamuk menahan rasa sakit melihat nya bahagia bersama gadis lain.

Bukankah senyum itu hanya kau tunjukan padaku Oppa?

Apa gadis itu yang mampu menggantikanku dari ingatanmu Oppa?

Tidak adakah sedikit tentangku yang tertinggal di ingatanmu?

Sedikutpun?

***

July 1_2012

“Permisi pak, ini masih ada berkas yang belum ditanda tangani”

Kyuhyun mulai mengambil sebuah pena dan mulai menanda tangani berkas yang diberikan oleh sekertarisnya.

“Gansahamnida”

Sekertarisnya mengambil kembali berkas tersebut dari meja Kyuhyun lalu ia mulai berjalan meninggalkan ruangan Kyuhyun.

Kyuhyun membuang nafas panjangnya sambil menyandarkan kepala nya di papan kursi nya.

Ia melirik kalender yang berada di meja nya.

“ 1 july”

Ia kembali membuang nafasnya

“ Aku merindukanmu Yoona ah”

Ia memejamkan mata nya, mencoba cara yang pernah diberikan Yoona kepadanya untuk mengurangkan rasa rindunya terhadap Yoona.

Kyuhyun membuka mata “Belum cukup Yoong, aku masih merindukanmu”

ia melihat sebuah foto frame yang terletak di atas sudut mejanya. Ya,  foto itu adalah foto Yoona.

Usai melihat foto Yoona yang terpampang di mejanya. Kyuhyun bangkit dari duduknya lalu mengambil kunci mobil yang berada di meja. Dan ia berjalan keluar ruangannya.

Kyuhyun menyalakan mobilnya dan mengemudikannya ke jalanan kota Seoul.

Sambil mengemudi tangannya mengecek ponselnya.

Ia membuang nafasnya

“Tak ada panggilan dari Yoona”

Ia mencoba memanggil nomor Yoona, sayangnya panggilan itu tidak diangkat oleh Yoona.

Ia pun  memasukkan ponselnya kedalam kantong celananya, tiba-tiba ponselnya ala mini kembali.

Ia melihat layar screen ponselnya sedikit lama, sedikit terkejut melihat nama yang memanggilnya.

Tin tin

Suara klakson kendaraan lain yang terdengar kuat berhasil membuat mata Kyuhyun kembali menatap jalanan

“Aaaaarhhhhggg”

###

July 4_2012

“Yoona ah aku mencintaimu..”

“Aku juga mencintaimu oppa. Pergilah  bangun, oppa”

“Ani Yoong, aku tidak mau pergi darimu. Aku ingin selalu bersamamu Yoong”

Kyuhyun mengenggam tangan Yoona erat seakan tidak mau melepaskannya

“Oppa, ini saatnya kau  bangun. Semua orang mengkhawatirkanmu”

Perlahan Yoona melepaskan tangannya dari genggaman Kyuhyun. Ia pun tersenyum. Perlahan tubuhnya menjauh dan menghilang dari pandangan Kyuhyun

“Yoona..”

“Oppa,”

Mata Kyuhyun perlahan mulai saling membuka. Cahaya lampu yang terang membuat matanya sedikit tersilau. Matanya mulai beradaptasi dengan sekeliling. Putih. Cukup menggambarkan ruangan tersebut.

“Oppa..”

Mata Kyuhyun mulai mengarah pada yeoja cantik yang duduk disebelah ranjangnya. Kekhawatiran menggambarkan raut wajah cantiknya. Tetapi, senyum pun terukir saat Kyuhyun mulai menatapnya

“Oppa, kau sudah bangun?”

“Aku-, aku dimana?”

“Kau sedang dirumah sakit oppa”

Kyuhyun mulai berusaha untuk duduk dan dibantu oleh yeoja tersebut. Ia kembali menatap yeoja itu

“Kau,  siapa?” Tanya Kyuhyun

“Oppa, kau tak mengenaliku? Aku Seohyun”

“Seohyun?” Kyuhyun memegang kepala nya mencoba mengingat nama seohyun dikepala nya

“Aaahh” kyuhyun meringis menahan sakit kepala nya karena berusaha mengingat ingatannya.

“Sudahlah oppa, sebaiknya kau istirahat dulu”

Seohyun membaringkan tubuh Kyuhyun kembali.

“Aku akan memanggilkan dokter untukmu”

Mata Kyuhyun terus mengikuti Seohyun hingga menghilang dari pandangannya.

“Oppa..”

Tiba-tiba Suara itu kembali terngiang di telinga Kyuhyun, ia mencoba mengingat siapa pemilik suara itu,  akan tetapi. Semakin ia mencoba memperjelas suara tersebut dengan ingatannya kepala nya menjadi lebih sakit.

Mata nya pun perlahan kembali menutup.

###

6 july_2012

“Kyuhyun ah, bagaimana keadaanmu sekarang?”

“Lumayan membaik, tapi ingatanku belum pulih sepenuhnya”

Changmin memberhentikan dorongannya pada kursi roda Kyuhyun. Lalu menepikannya di kursi taman yang berada dihalaman rumah sakit. Ia pun duduk dikursi tersebut menghadap Kyuhyun.

“Bagaimana dengannya? Ku tebak ia pasti sangat sedih melihat keadaanmu saat ini.”

“Dia? Maksudmu siapa?” Tanya Kyuhyun tidak tahu

“Omo, apakah separah itu Kyu? Hingga membuatmu tidak mengingatnya”

Changmin menatap Kyuhyun  tidak percaya. Ia tidak menyangka kalau Kyuhyun benar-benar tidak mengingat Yoona, yeojachingunya. Padahal yang ia tahu kalau Kyuhyun sangat mencintai Yoona, bahkan Kyuhyun pernah mengatakan padanya jika ia tidak hidup bersama Yoona ia akan meninggalkan dunia ini, ya bunuh diri. Ia pun masih belum percaya kalau cinta sekuat cinta Kyuhyun dan Yoona bisa memudarkan ingatan Kyuhyun terhadap Yoona. Bukankah Kenangan dan cinta, itu ingatan yang paling kuat?. Kalimat itu menjadi keraguan di benak Changmin. Setelah  Melihat keadaan sahabatnya ini

“Yoona, Kyu. Im Yoona. Yeojachingumu.!” Ucap Changmin, sedangkan tangannya menggerakkan bahu Kyuhyun, berharap Kyuhyun langsung sadar dan teringat kembali dengan Yoona.

“Yo-Yoona? Nan Yeojachingu?” Tanya Kyuhyun. Mata nya mulai memandang sekitar. Pikirannya mulai bekerja, mencoba mengingat yeoja yang bernama Im Yoona.

“Aisssh, aku benar-benar tidak ingat.” Ucap Kyuhyun.

“Sedikitpun?” Tanya Changmin

Kyuhyun menganggukan kepalanya.

Changmin menghela nafas lalu menatap nanar Kyuhyun. Ia merasa kasihan terhadap Kyuhyun, kenapa  hanya karena kecelakaan itu membuat hidupnya sedemikian rumit. Kadang ia berfikir mungkin ini kejadian yang wajar, tapi apakah sedemikian parah? Yeoja yang dijadikannya nomor 1 dihatinya mampu menghilang di ingatannya sekejap tanpa meninggalkan sedikitpun tentangnya?

“Oppa, kau disini?”

Perhatian kedua namja itu teralihkan ke pemilik suara yang tiba-tiba datang dan sedikit mengaggetkan mereka.

“Seohyun ah?” Panggil Kyuhyun

“Kau tidak boleh berada disini terlalu lama. Oppa, Kesehatanmu belum pulih sepenuhnya”

Seohyun mengambil alih kemudi dikursi roda Kyuhyun.  Siap mendorongnya untuk membawa Kyuhyun pergi.

Changmin mulai berdiri, ia merasa seperti tidak dianggap oleh yeoja itu.

“Seohyun ssi, apa yang kau lakukan disini?” Tanya Changmin. Membuat Seohyun dan Kyuhyun langsung melihatnya.

“Aku disini Untuk menjaga Kyuhyun oppa” jawab Seohyun sambil tersenyum ala mi Kyuhyun.

“Tapi harusnya bukan kau yang—“

“Kurasa ini sudah waktu mu untuk minum obat. Kajja kita kedalam oppa.  Permisi Changmin ssi..”

Sebelum Changmin melanjutkan kata-kata nya, Seohyun memotong perkataanya. Seohyun pun meninggalkan Changmin dengan mendorong kursi roda Kyuhyun.

Kyuhyun menoleh kebelakang meminta maaf dengan menatap Changmin yang mungkin masih kesal dengan Seohyun.

***

8 August_2012

Mata Yoona menyiratkan kesedihan saat melihat namjachingu nya terbaring lemah di ruangan yang penuh dengan bau obat.

Memang, Kyuhyun belum sepenuhnya sembuh dari kecelakaan itu. untuk mempercepat pemulihan ingatannya sebulan ini ia menjalani rawat jalan. Seminggu dirumah, dan seminggu dirumah sakit, begitu seterusnya hingga sebulan ini.

Membuat Yoona semakin sedih. Percuma, sebulan ini tidak membuahkan hasil. Kyuhyun belum mengenalinya sebagai Im Yoona yeojachingunya. Sebenarnya ia lelah. Hatinya terus terasa sakit melihat Kyuhyun sangat dekat dengan Seohyun. Harusnya itu posisi Yoona, bukan Seohyun.

Pekerjaan Kyuhyun pun terpaksa diserahkan kepada ayahnya lagi, karena kondisi nya kini memang tidak memungkinkan untuk melanjutkan pekerjaan itu.

Perlahan ia membuka pintu ruang inap Kyuhyun. Berjalan mendekati Kyuhyun yang masih sedang tertidur pulas.

Mata nya hanya tertuju pada gerakan dada Kyuhyun. Memastikan itu akan terus bergerak normal. Ia hanya takut. Ia takut jika suatu saat gerakan dada itu berhenti seketika.

Ia meletakan bunga Lily, bunga kesukaannya di sebuah vas kosong yang terletak di sudut meja. Kenapa bukan bunga kesukaan Kyuhyun yang ia beri dan letakan disana?

“Oppa, aku mencium wangi Lily..”

Hidung Yoona terus mencari sumber wangi bunga Lily yang mengusik hidungnya.

Yoona merasakan wangi itu tercium lebih kuat saat wajahnya didekatkan ala mi pakaian yang dipakai Kyuhyun. Kyuhyun makin terkekeh melihat tingkah Yoona yang dibenakknya seperti anjing sedang melacak bau makanan.

“Oppa! Apa kau memakai parfum yeoja?” Tanya Yoona tiba-tiba, satu jari telunjuknya menunjuk wajah Kyuhyun membuat Kyuhyun sedikit terkejut karenanya

“Ani..” Jawab Kyuhyun santai. Yoona curiga melihat Kyuhyun terkekeh geli tidak tahu entah karena apa.

“Lalu kenapa wangi Lily tercium di pakaianmu. Wangi ini kan seperti parfum Lily ku..” Yoona mendekati Kyuhyun kembali, sedikit menarik kaos baju yang dipakai Kyuhyun.

Kyuhyun tidak menjawabnya, lagi-lagi ia hanya terkekeh-kekeh sendiri.

“Mengaku saja Oppa…!” Yoona berkacak pinggang menghadap Kyuhyun.

“Ara.. , aku mengaku. Aku memang memakai parfum Lily. Wae?” Kyuhyun menurunkan kedua tangan Yoona dari pinggang Yoona. Ia tersenyum pada Yoona

“Oppa,, itu memalukaaan… Sejak kapan kau menjadi kelainan begini? Kau masih menyukai ku kan? Apa kau sudah berpindah menyukai namja?” Yoona memukul-mukul bahu Kyuhyun dengan tangannya. Sederetan pertanyaan anehnya pun menghujani Kyuhyun. Kyuhyun menggelengkan kepalanya melihat tingkah yeojachingunya ini.

“Yaaa bodoh. Aku tetap menyukaimu. Aku hanya mencintaimu. Aku tidak akan  tertarik dengan gadis lain apalagi apa? Namja?. Aku masih laki-laki jantan.” Ucap Kyuhyun. Sekarang ia yang berkacak pinggang. Ia heran, kenapa yeojachingunya tidak bisa langsung menangkap apa yang sebenarnya yang ia lakukan ini. Yeojachingunya ini benar-benar polos.

Yoona terdiam dan tertunduk tidak berani menatap Kyuhyun. Kyuhyun  langsung menatap Yoona. Amarahnya mencair saat melihat wajah Yoona

“Jangan salah paham. Aku memakai parfum beraroma Lily. Karena aku tahu kau menyukai bunga Lily. Aku ingin kau selalu nyaman didekatku apalagi ditambah dengan aroma Lily.  Perlahan aku mulai belajar menyukai aroma Lily, dan sepertinya memang berhasil. Tenang saja, parfum ini hanya kupakai jika bersamamu. Kalau aku pakai di acara lain bisa-bisa orang-orang akan berpendapat seperti dirimu tadi”   Intonasi nya kini menjadi lembut, membuat suasana mereka menjadi romantis

Kedua tangan Kyuhyun merangkul pinggang Yoona, membuat Yoona bergeser lebih dekat kepadanya.

 Senyuman Kyuhyun terlihat sangat tulus. Membuat Yoona seketika terpana melihat Kyuhyun, dan juga pengakuan tadi  yang menurutnya sangat romantiiis itu.

“Tapi itu parfum yeoja kan Oppa?”

Jdeeeer.. Pertanyaan ‘polos’ Yoona benar-benar menghancurkan suasana yang ala min itu. Senyuman yang tadinya tulus, berubah menjadi senyuman masam seorang Kyuhyun. Ia melepaskan rangkulan tangannya dari pinggang Yoona

“Yaa Yoona.. Parfum Lily bukan hanya parfum yeoja. Parfum namja pun juga ada yang beraroma Lily. Jadi berhentilah berpikiran macam-macam lagi tentangku” jawab Kyuhyun kesal

Yoona terkekeh geli memandang Kyuhyun. Tangannya ia rangkulkan ke leher Kyuhyun. Membuat Kyuhyun terpaksa memandang kearahnya,

“Oppa, jebal jangan marah. Aku hanya bercanda. Sekarang tersenyum lah lagi. Kau terlihat sangaaat tampan saat tersenyum seperti tadi” ucap Yoona

Kyuhyun memamerkan senyum paksaan kepada Yoona. Yoona terkekeh lagi memandang Kyuhyun. Lalu Ia mengecup singkat pipi Kyuhyun.

“Gomawo..” Ucap Yoona.

Senyuman cerah  terpampang diwajah Kyuhyun. Membalas senyuman tulus Yoona yang sangat indah baginya.

“Oppa, aku membawakan Lily untukmu. Wangi kan Oppa? Kuharap kau bisa langsung mengingat tentang kita lewat bunga ini..”

Tes..

Bunyi tetesan infuse lah  yang menjawab Yoona. Membuat air matanya ikut kembali turun di pipinya.

“Aku,  mencintaimu Oppa..”

Tes..

“Aku-“

Tes..

Yoona belum melanjutkan kata-katanya. Ia tak kuasa menahan air mata nya yang terus turun di pipinya.

“Aku, akan selalu menunggumu Oppa.”

Tes..

“Aku janji..”

Cklekk.

Bunyi pintu dari ruangan itu membuat Yoona segera menyeka air mata nya, dan langsung menoleh untuk melihat siapa yang datang.

Seorang dokter dan seorang suster yang berjalan dibelakang dokter itu berhenti di depan Yoona

“Permisi, apa anda teman Tuan Cho Kyuhyun?”

“ne..”

“Kami meminta sedikit waktu untuk kembali memeriksa Tuan Cho Kyuhyun. Bisakah anda menunggunya diluar?” Tanya Dokter tersebut.

“Ah ne, tidak masalah. Permisi”

Yoona mulai berjalan keluar dari ruang inap Kyuhyun . Ia melihat aktifitas yang berada didalam dari kaca jendela yang terletak dipintu ruangan itu.

“Yoona ah?”

“Oppa..”

###

“Aku-, aku akan selalu menunggumu Oppa”

Suara itu mengusik tidurku, membuat mata ku ingin terbuka untuk melihat siapa orang itu.

Tapi pandanganku belum bisa terlihat dengan jelas.

“Aku janji..”

Samar-samar mata ku menangkap sosok yeoja cantik berdiri didekat ranjangku. Memang aku belum melihatnya begitu jelas tapi bisa kupastikan kalau yeoja itu sangat cantik. Kukerjap-kerjapkan mataku berharap bisa membantu memperjelas pandanganku.

Saat pandanganku mulai terlihat jelas, yeoja itu berbalik membelakangiku, membuat ku tidak bisa melihat wajahnya lagi.

Kulihat ia berjalan keluar dari ruangan ku. Berganti seorang dokter dan suster datang menghampiri ku.

“Ah Tuan Cho, kau sudah bangun? Tolong berbaringlah lagi, kami akan memeriksa kesehatanmu terlebih dulu”

Aku menuruti perkataan Dokter. Aku kembali berbaring di tempat tidurku dan menerima pemeriksaan yang dilakukan Dokter itu.

Sepertinya yeoja itu sering kulihat akhir-akhir ini. Tapi aku tidak mengenalinya, sama sekali. Wajahnya, nama nya tidak terdeteksi di dalam ingatanku.

Tapi perasaanku berbeda, walaupun aku tidak mengenalnya hatiku selalu terasa mengganjal. Apa yang harus aku perbuat, aku tidak bisa langsung mendekati orang yang ‘belum aku kenali’ seperti dia. Samar-samar aku melihat kesamaan wajah nya itu dengan wajah yeoja yang selalu hadir dimimpi ku.

Jika memang ia adalah orang yang berharga bagiku, kembalikan ingatanku Tuhan..  satukan lah aku dengannya..

***

“Oppa, apa kau tidak bisa membantu memulihkan ingatannya?”

“Mian Yoong. Itu diluar kendaliku. Aku hanya sebatas sahabatnya. Tapi aku akan berusaha membantu nya perlahan agar ia mengingat semuanya”

Yoona meneteskan air mata nya. Ia memandang lurus kedepan. Menghela nafasnya.

“Tidak ada yang bisa kulakukan..” Ucap Yoona.

Changmin memandang Yoona dengan tatapan nanar nya. Baru kali ini ia melihat gadis seceria Yoona terlihat sangat sedih dan putus asa.

“Yoong, aku yakin jika kau terus berada didekatnya. Kyuhyun akan kembali mengingatmu dan semua tentang kalian” ucap Changmin

“Apa yang bisa kulakukan Oppa? Tiap aku didekatnya, ia malah menjauhiku. Ia tidak mengenaliku Oppa, dia tidak mengenaliku!” Kini tangisan Yoona pecah. Changmin merasa menyesal megatakan hal tadi kepada Yoona.

“Apakah sebulan waktu yang belum cukup untuk mengingat semuanya.? Tidak usah semuanya, ingatan tentang ku saja tidak!”

Yoona terus menangis dihadapan Changmin. Changmin hanya terdiam menatap Yoona. Ia tidak tahu mau berbicara apa. Tentang ini, ia memang tidak bisa menjawabnya. Ia bukan Tuhan yang bisa langsung merubah keadaan seseorang, ia pun juga bukan seorang Dokter yang mengerti tentang penyakit Kyuhyun, ia hanyalah seorang sahabat. Yang hanya bisa menunggu dan mendukung sahabatnya itu sembuh.

“Yoong, tenanglah.. Ini hanya masalah waktu.” Ucap Changmin.

“Waktu? Aku lelah Oppa.. Hatiku tidak tahan melihat Kyuhyun yang menganggapku seperti orang asing selama ini. Butuh berapa bulan Oppa? Atau butuh berapa tahun?.” Ucap Yoona dengan tangisannya

“Dan Kurasa,, Seohyun telah menggantikan posisiku sekarang. Kyuhyun sangat terlihat nyaman saat didekatnya” intonasi Yoona menurun.

“Kadang, aku sangat berterima kasih kepada Seohyun karena ia telah menjaga Kyuhyun selama dia sakit. Tapi kadang perasaanku berubah menjadi benci kepadanya. Entahlah apa ini yang dinamakan cemburu..” Lanjut Yoona.

Yoona terus menangis. Changmin terlihat bingung  menghadapi Yoona.

Semua fakta yang dikatakan Yoona memang benar, ia pun tidak bisa memungkiri hal itu. Berapa lama Kyuhyun akan terus begini,, ia juga tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Dan Tentang Seohyun, memang benar. Sekarang ini Seohyun lah yang menggantikan sosok Yoona untuk Kyuhyun. Saat Kyuhyun pertama bangun, Seohyun lah yang pertama kali dilihatnya. Seohyun selalu berada disamping Kyuhyun saat Kyuhyun membutuhkannya. Entahlah, tidak ada yang bisa disalahkan dalam keadaan ini.

Tapi ia hanya takut, jika keadaan terus berjalan seperti ini. Mungkin perlahan Kyuhyun akan melupakan ingatannya tentang Yoona dan akan mulai mencintai Seohyun. Persepsi ini ia pendam dalam-dalam. Tidak mungkin ia memberitahu Yoona tentang hal ini. Karena Yoona bisa lebih sedih memikirkannya daripada ini.

“Tenanglah Yoong.. Kita berdoa saja yang terbaik untuk Kyuhyun”

Changmin mengeluskan tangannya dipunggung Yoona. Berharap bisa membantu menenangkan tangisan Yoona.

***

5 October_2012

Tiga bulan telah berlalu. Kyuhyun memang telah pulih sepenuhnya, tapi. Ingatannya tentang Yoona? Belum juga kembali.

Apa yang salah dengan penyakit Kyuhyun? Kenapa hanya Yoona yang tidak ada didalam ingatannya? Keluarga, sahabat, teman, bahkan pekerjaannya pun kini telah ia ingat sepenuhnya. Kenapa yeojachingunya tidak?. Beberapa buku, majalah, koran  telah habis ia baca hanya untuk mengetahui penyakit Kyuhyun. Internet pun belum juga mampu menjawab pertanyaannya.

Kenapa hanya Yoona? Kenapa hanya Yoona seorang yang belum ia ingat? Apa ini yang disebut kutukan bagi Yoona?

Tiga bulan ini, tak henti nya Yoona selalu mengirimkan bunga Lily ke apartemen Kyuhyun. Ia selalu memandang dari jauh kegiatan yang dilakukan oleh Kyuhyun.

Ia selalu ingin berada didekat Kyuhyun, dan sebelum itu ia terus mencoba berada didekatnya. Lalu Apa hasilnya, sama. Kyuhyun berkali-kali menanyakan siapa dirinya, siapa namanya. Hingga saat ini Kyuhyun belum mengenali dirinya.

Belum ditambah lagi kedekatan Kyuhyun dan Seohyun. Orang-orang sekitar terus menyebut mereka berpacaran.

Apa lagi yang perlu digambarkan tentang perasaan Yoona. Benar-benar hancur.

Ia selalu menabahkan hatinya untuk menerima semua kenyataan yang dihadapinya. Hingga saat ini ia memang menepati janjinya terhadap Kyuhyun. Ia mencintai Kyuhyun. Ia akan menunggu Kyuhyun hingga Kyuhyun datang kepadanya dengan kesadarannya sendiri. Semua nya ia tepati.  Tapi apa yang ia dapat? Terlalu menyakiti dirinya.

“Yoong..”

Lamunan Yoona terbuyarkan karena panggilan Changmin.

Changmin baru tiba  diapartemen Yoona. Ia datang  untuk menyampaikan sesuatu. Tapi entahlah, raut wajah Changmin menggambarkan kesedihan dan sedikit penyesalan. Mungkin Yoona telah mengetahui apa yang akan Changmin katakan, pasti tentang Kyuhyun. Tapi ia belum bisa menebak berita apa yang akan Changmin katakan.

“Ada apa dengan Kyuhyun?” Tanya Yoona to the point

“Yoona kau terlihat lebih kurus hari ini..” Ucap Changmin yang sepertinya ingin mengalihkan pembicaraan mereka tentang Kyuhyun. Memang bukan ini tujuan utama nya untuk datang kesini. Tapi baginya ini begitu berat untuk mengatakan langsung kepada Yoona. Ia takut apa yang akan terjadi kepada Yoona setelah mendengarkan berita ini.

“Oppa, katakanlah. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Kyuhyun?” Tanya Yoona tidak sabaran

“Yoona, perbanyaklah makananmu. Lihatlah, kau terlihat pucat begini..” Ucap Changmin. Ia memegang pipi Yoona, menunjukan betapa pucatnya dia.

“Oppa, cepat katakan apa yang terjadi!” Yoona menghempaskan tangan Changmin dari kedua pipi Yoona. Bahu nya bergerak naik turun, nafas amarah kesalnya muncul, tidak sabar untuk mendengar berita tentang Kyuhyun.

Changmin mundur kebelakang. Ia menarik nafas dalam-dalam. Wajahnya kembali menjadi sedih.

“Yoong, berjanjilah setelah mendengar ini. Kau menerimanya dengan tabah”

Yoona menjadi diam. Dalam pikirannya muncul beberapa pernyataan buruk yang terjadi terhadap Kyuhyun, ia terus berdoa semoga bukan apa yang ia pikirkan yang terjadi kepada Kyuhyun.

“Yoona..”

Changmin mulai mendekatkan diri kearah Yoona. Ia menyodorkan sesuatu kepada Yoona, membuat Yoona langsung melihat ke benda itu.

“Undangan?” Tanya Yoona, ia mulai menatap lekat ke Arah Changmin.

Changmin menarik nafas nya dalam sebelum ia mengatakan berita utama yang akan ia katakan.

“Minggu depan, Kyuhyun-“

“Berhenti Oppa, tidak perlu kau lanjutkan lagi”

Ucapan Changmin terhenti karena Yoona tiba-tiba memotongnya.  Sepertinya Yoona telah menangkap berita yang dibawa Changmin itu. Namjachingu nya akan menikah, Kyuhyun akan menikah dengan yeoja lain, bukan dirinya.

Yoona mundur beberapa langkah kebelakang, ia menundukan kepala nya. Beberapa tetes air mata turun dari kedua mata nya, Changmin pun bisa jelas melihatnya.

Changmin memandang Yoona dengan penuh prihatin. Perlahan ia mendekati Yoona.

“Yoona, ini semua-“

“SUDAH, BERHENTI OPPA!!” Yoona berteriak kepada Changmin. Muka nya mulai memerah. Memendam perasaan amarahnya yang sekarang telah muncul hingga akarnya.

Bahu nya bergerak naik dan turun menandakan betapa cepatnya gerakan nafas nya.

Changmin kembali mencoba mendekati Yoona. Ia mencoba menjelaskan semua tentang berita ini.

Sebenarnya ia telah menebak reaksi Yoona setelah mendengar berita ini. Tapi ia belum cukup siap untuk menghadapi jika benar-benar kejadian ini memang benar-benar terjadi.

“Yoona, semua ini terjadi belum tentu karena Kyuhyun benar-benar melupakanmu. Mungkin ia—Yoona..!”

Pandangan Yoona mulai mengabur. Ucapan Changmin tadi tak terlalu jelas terdengar ditelinganya. Kaki nya terasa sangat lemah. Degup jantungnya semakin mencepat. Perlahan tubuhnya makin  melunglai. Kedua mata nya mulai menutup.

“Yoona!!.”

Dengan cepat Changmin menangkap tubuh Yoona yang pingsan

***

8 October_2012

“Oppa, kau mau kemana?”

“Aku pergi sebentar Yoong”

“Jebal, jangan pergi Oppa. Aku tidak mau kehilanganmu”

“Yoona, aku hanya pergi sebentar”

“Tapi nanti kau tidak akan kembali lagi kepadaku”

“Aku akan kembali lagi padamu Yoong, aku janji..”

Yoona mengeratkan pelukannya

“Benar-benar janji?”

“This is my promise just for My Yoona”

Kyuhyun perlahan melepaskan pelukan erat Yoona dari tubuhnya. Sebelum benar-benar ia lepaskan. Ia mengecup singkat dahi Yoona. Ia tersenyum tulus kepada Yoona.

Yoona menatap punggung Kyuhyun yang semakin jauh dari keberadaannya.

“Yoona ah..”

Perlahan mata Yoona membuka. Ia menatap sosok Changmin duduk di kursi dekat ranjang tempat tidurnya.

“Apa yang terjadi?” Tanya Yoona, ia duduk di ranjang nya dan menatap Changmin.

“Kau baru saja pingsan,  kautelah tidur selama 2 jam” jawab Changmin.

Yoona menganggukan kepala nya, mata nya mulai berputar sekeliling. Mencoba mengingat kejadian sebelum ia pingsan tadi.

“Yoona ah..”

Yoona kembali  menoleh ke arah Changmin.

“Wae?”

Changmin menarik nafasnya.

“Sejak kapan kau menyembunyikannya?”

“Apa maksudmu Oppa?”

“Siapa Ayahnya?”

Yoona langsung terdiam. Ia memandang ke arah lain. Menghindari tatapan introgasi Changmin.

“Oppa, apa yang sebenarnya kau katakan?” Tanya Yoona gugup.

“Bagaimana bisa selama 4 bulan ini kau menyembunyikan kehamilanmu dari kami semua? Kenapa Yoona ah?” Changmin memegang bahu Yoona. Meminta Yoona menjelaskan semuanya.

Tapi Yoona tidak buka suara. Ia malah menghindari tatapan Changmin.

“Siapa Ayahnya?” Tanya Changmin lagi.

Changmin memaksa Yoona untuk menatapnya, tapi lagi-lagi Yoona mengalihkannya.

Lelah menunggu, Changmin menurunkan kedua tangannya dari bahu Yoona.

Ia menarik nafasnya.

“Apa ini Kyuhyun?” Tanya Changmin, tapi kali ini intonasi nya lebih terdengar lembut

Yoona tetap tak berani menatap mata Changmin. Tapi perlahan ia menganggukkan kepala nya.

Tebakan Changmin benar. Ia tidak terlalu kaget mendengar ini. Karena ia percaya, Yoona tidak akan mengkhianati Kyuhyun.

Changmin mulai berdiri. Berjalan mondar-mandir di kamar Yoona. Seperti orang berpikir.

Kenapa masalah ini malah makin menjadi sulit. Diminggu terakhir Kyuhyun akan menikah dengan Seohyun, Yoona mengandung anak Kyuhyun. Apakah dengan kehamilan Yoona, Kyuhyun langsung bisa tersadar dan mengingat semuanya?

“Kita harus mengatakan pada Kyuhyun, Yoona,” ucap Changmin tiba-tiba.

“Andwe Oppa. Kita tidak bisa begitu saja mengatakan pada nya kalau aku mengandung anaknya. Ia saja belum mengingatku, bagaimana mungkin ia bisa langsung menerima semua ini” yoona menelungkupkan kepalanya disela kedua lutut kaki nya. Ia benar-benar seperti orang putus asa.

Kadang ia berfikir, tidak ada lagi arti di hidupnya. Tidak ada lagi orang yang mencintainya. Tidak ada lagi orang untuk dicintainya. Pernah terbesit kata Bunuh Diri dibenaknya. Tapi, ketika ia memegang perutnya. Ia baru menyadari, masih ada orang yang akan membutuhkannya, butuh cinta nya, butuh kasih sayangnya. Ya, bayi ini. Calon bayi inilah yang selama ini membuat Yoona tegar. Ia terus berusaha membuat tubuhnya sehat agar bayi nya nanti juga sehat, walaupun kondisi hati dan perasaan nya telah hancur, ini demi bayi nya.

Mungkin, jika Kyuhyun tidak kembali kepadanya. Bayi ini bisa mengganti semuanya, mengganti sosok Kyuhyun bagi dirinya.

“Jadi, apa yang akan kau lakukan Yoona?”

Lamunan Yoona terbuyar karena ucapan Changmin. Ia menoleh tetapi kembali memandang lurus kedepan.

“Aku akan pergi..” Ucap Yoona.

Changmin langsung menoleh ke arah Yoona.

“Maksudmu-?” Tanya Changmin.

“Aku akan pergi dan merawat anak ini sendiri di Jepang. Aku, tidak akan menganggu kehidupan Kyuhyun lagi disini”

“Tapi Yoona, bayi itu darah daging Kyuhyun. Semestinya—“

“Lalu kenapa kalau bayi ini anak Kyuhyun? Aku Ibunya, aku yang mengandungnya! Aku bisa merawatnya sendiri! Tanpa seorang Kyuhyun, aku bisa!” Jawab Yoona sedikit berteriak. Air mata nya mulai muncul. Ia tak kuat menahan emosi nya.

Changmin menghampiri Yoona. Ia menenangkannya.

“kapan kau akan berangkat?” Tanya Changmin

“Secepatnya! Secepatnya sebelum Kyuhyun dan Seohyun menikah”

***

2 February_2013

Umur pernikahan Kyuhyun dan Seohyun telah berjalan hampir 4 bulan. Tapi hanya begitu. Tidak ada yang spesial selama pernikahan mereka. Cinta yang dulu ia umbar kepada Seohyun kini terasa hambar. Perasaan ini seperti naskah yang telah disusun rapi. Tetapi tidak berarti.

Memang di awal bulan pernikahan semua terasa manis. Tapi setelah itu. Semua berjalan seperti biasa. Kyuhyun tidak merasakan sesuatu yang benar-benar yang sangat ia inginkan dulu. Semua itu tidak ia temukan di diri Seohyun.

“Oppa, ayolah. Liburan ini sangat langka bagi kita. Ayo kita pergi kencan Oppa” rengek Seohyun. Ia mengikuti jalan Kyuhyun dari belakang menuju kamar mereka. Kyuhyun membaringkan tubuhnya diranjang, lalu membaca majalah. Seohyun ikut duduk di samping ranjang mereka.

“Ayolah oppa.. Ini sangat jarang.”

“Aku capek Seo. Pekerjaan dikantor kemarin benar-benar membuat kepalaku pusing” jawab Kyuhyun tanpa merubah posisi nya yg masih membaca majalah.

“Maka dari itu, kau membutuhkan refreshing oppa. Aku juga bosan berada dirumah terus”

Kyuhyun menghela nafas. Ia meletakan majalahnya disamping ranjangnya. Lalu ia menatap Seohyun.

“Aku capek Seo. Yang kubutuhkan itu istirahat, bukan jalan-jalan” jawab Kyuhyun

Kyuhyun tidur membelakangi Seohyun. Sikapnya kini memang seperti tidak peduli kepada istrinya. Begitulah Kyuhyun. Tapi Ia  membenarkan apa yang dilakukannya. Ia tidak ingin berpura-pura mencintai Seohyun lebih lama lagi. Lebih baik begini, daripada apa yang ia lakukan selama ini tidak sama dengan kata hatinya.

Setelah kejadian itu. Seohyun jarang sekali berada diapartemen mereka. Setiap Kyuhyun pulang dari kantor, ia tidak berada dirumah. Dan malamnya saat jam tidur mulai menjemput Seohyun baru pulang ke apartemen mereka dan langsung berbaring tidur di samping Kyuhyun.

Awalnya Kyuhyun memang tidak peduli dengannya, tapi makin hari ia makin dibuat penasaran dengan apa yang Seohyun perbuat di luar rumah selama ini. Sikap Seohyun sangat berubah, menjadi dingin. Memang sebenarnya ini yang Kyuhyun harapkan, tapi semua ini benar-benar diluar dugaanya. Awalnya ia kira Seohyun akan terus mencoba membujuknya, tetapi akhirnya memang benar. Seohyun bukan gadis yang ia impikan.

Dan ternyata, semua dugaan Kyuhyun benar..

30 February_2013

Brakk

Kyuhyun membanting beberapa lembar foto di meja Seohyun.

“O-Oppa..”

“Siapa dia hah!”

Kyuhyun menunjuk seorang namja yang sedang memeluk Seohyun di foto itu. Wajah Seohyun sekarang makin terlihat pucat

“D-dia—“

“ Sudah berapa lama kau bermain dibelakangku? Hah!” Teriak Kyuhyun

“Oppa, mianhe”

Mata Seohyun mulai berkaca-kaca. Ia memegang lengan Kyuhyun

“Sudah berapa lama aku dibodohi olehmu hah!..”

Kyuhyun menghempaskan kasar tangan Seohyun dari lengannya. Kali ini Kyuhyun benar-benar marah. Kelakuan Seohyun memang sudah diluar batas.

Seohyun mulai menangis tersedu-sedu.

“Kau memang wanita—“

“Oppa! Berhentilah menyalahkanku lagi.. Aku begini juga karenamu! Aku istrimu, tapi kau tidak memperlakukan aku sebagai istrimu!” Teriak Seohyun.

Semua memang benar. Seohyun berselingkuh karena ia mencari kebahagiaanya, ia mencari pria yang benar-benar mencintainya, yang benar-benar menerima apa adanya.

Kyuhyun termundur beberapa langkah kebelakang. Ia baru menyadarinya, semua ini memang karena nya. Tapi ia benar-benar tidak bisa menerima apa yang telah Seohyun perbuat kepadanya. Ini sudah terlalu jauh.

Emosi Kyuhyun masih meluap-luap, nafasnya masih belum beraturan.

Keadaan menjadi hening, hanya terdengar suara tangisan Seohyun yang tersedu-sedu.

“Segera, Aku ingin kita cerai..”

Secepatnya..

###

“YAAAAA”

Brakk

Sebuah Pot bunga terbelah menjadi dua karena tendangan Kyuhyun.

Hosh..hosh..

Emosinya masih memuncak. Ia masih belum bisa menerima perlakuan Seohyun.

“Ini benar-benar tidak bisa dimaafkan!”

Kyuhyun kembali mengacak-ngacak pot bunga yang sudah hancur.

Tapi Kaki nya tiba-tiba berhenti menendang saat merasakan ada sesuatu yang mengganjal di sekitar pot bunga itu.

Sebuah kotak kecil  berlumuran tanah tergeletak di sela-sela puing pecahan pot tersebut. Karena penasaran Kyuhyun mengambilnya dan membukanya.

“Testpack?”

Ia menemukan sebuah testpack didalam kotak tersebut. Ia melihat ada dua tanda garis di testpack itu,  Ia mengerti tanda tersebut. Tapi yang ia bingung siapa pemilik testpack tersebut?

Seohyun? Tidak mungkin

Ia menarik secarik kertas lipat yang terletak didasar kotak.

 

Oppa.. Kita akan mempunyai anak!!

Aku mengandung bayimu Oppa. Bayi kita..

Apa kau senang Oppa?

Ini adalah hadiah yang kujanjikan sepulang aku pulang dari Tokyo..

Hadiah yang aku pun juga tak mengira nya.

Bagaimana Oppa?

Apa kau akan segera menyiapkan sebuah Pernikahan?

Pernikahan kita?

 Kekeke ^^

 

Your Love, His Cho Kyuhyun.

Im Yoona^^

Deg..

Im Yoona.

Yoona.

“Yoona, saranghe!!”

Kepala Kyuhyun terasa berdenyut hebat. Ia memegang kepala nya, menyentuh bagian kepala nya yang sakit.

“Im Yoona. Yeoja yang paling kucintai seumur hidupku..”

Ia termundur kebelakang. Menyangga tubuhnya di dinding apartemennya.

“Ahhhhh..”

Ia meringis kecil menahan rasa sakitnya

“Jika kau meninggalkanku. Maka, aku akan mencarimu ke seluruh dunia. Hingga aku kembali menemukanmu. Im Yoona..”

“Aaarhhh”

Kyuhyun terduduk dilantai yang masih berserakan tanah dari pot tadi. Rasa sakit dikepala nya makin menjadi.

“Im Yoona, Aku mencintaimu. Kenapa? Karena, aku mencintaimu.. Hmmm maksudnya. Aku mencintaimu karena hanya kau yeoja yang sangat kucintai. Bisa dibilang aku mencintaimu tanpa alasan, kekeke”

“Aakkkh, berhenti..”

Ingatan dan kenangan nya bersama Yoona terus terputar jelas dikepalanya. Semuanya Im Yoona. Seperti film yang kembali menayangkan dengan cepat. Semuanya, apa yang telah ia ala min kepada seorang Im Yoona, apa yang pernah ia lakukan kepada Yoona, diputarkan kembali.

“This is my promise just for My Yoona..”

“My Yoona”

Deg..

Mata Kyuhyun langsung terbuka. Rasa sakit tadi menghilang seketika. Pikirannya terasa lebih segar. Ia merasa seperti baru terlahir kembali didunia ini. Dan kini, ingatannya  telah kembali seperti sebelumnya. Semuanya telah teringat.

“Yoona..”

Kyuhyun bergegas berdiri. Masih mengenggam kotak yang berisi testpack tadi ia berlari menuju mobilnya, mengemudikannya ke suatu tempat.

###

“Changmin, (hosh) dimana (hosh) Yoonaaah?” Suara Kyuhyun masih tersengal-sengal oleh deru nafasnya yang berebut untuk dikeluarkan lebih dulu. Changmin yang berada didepannya saja hampir tidak mengerti apa yang dikatakan Kyuhyun.

“Tenang Kyu. Tarik nafas mu dulu. Baru kau katakan”

Kyuhyun mengikuti nasihat Changmin. Beberapa kali ia menarik nafasnya dalam-dalam. Setelah merasa cukup, ia mengatakannya.

“Katakan dimana Yoona Changmin ah! Dimana dia?”

Changmin terdiam. Setelah mendengar nama Yoona ekspresinya langsung berubah. Kyuhyun menjadi bingung melihat Changmin. Ia makin dibuat penasaran karena Changmin tidak lekas menjawab pertanyaannya.

“Cepat katakan dimana Yoona!!” Kyuhyun berteriak lagi didepan Changmin. Digoyang-goyangkannya bahu Changmin karena ia tidak bisa menunggu lebih lama lagi.

“Kyu—“

“Dimana dia!!”

Kyuhyun terus berteriak kepada Changmin. Kali ini ia benar-benar tidak bisa bersabar lebih lama lagi.

Changmin pun menjadi ikut kesal melihat tingkah Kyuhyun yang sangat berlebihan. Tapi ia bahagia, selama berbulan-bulan ini ternyata Kyuhyun telah mengingat semuanya, mengingat Im Yoona. Ia ingin menanyakan bagaimana prosesnya sehingga Kyuhyun tiba-tiba mengingat Yoona. Tapi itu ditahannya. Percuma, jika ia menanyakannya Kyuhyun juga tak mau menjawabnya karena saat ini ia sangat ingin bertemu Yoona.

Changmin menghela nafasnya. Kenapa kejadian ini kembali terjadi pada dirinya. Ia bukan orang yang tepat yang bisa mengatakan hal ini dengan lancar dan sejujur-jujurnya. Karena ia tidak mau mengambil resiko jika ia mengatakannya. Dan lagi ini Kyuhyun, ia tak tahu apa yang terjadi jika Kyuhyun mengetahui hal ini.

“Kyu, tenanglah..”  Changmin memegang kedua bahu Kyuhyun bermaksud membantu  menenangkannya.

“Bagaimana bisa tenang. Aku ingin tahu dimana Yoona sekarang!” Kyuhyun melepaskan tangan Changmin dari bahu nya dan sekarang gentian ia yang memegang bahu sahabatnya.

Changmin menghela nafas berat.  Ia menghindari tatapan Kyuhyun.

“Yoona sekarang berada di Jepang..”

Kyuhyun sedikit terkaget mendengar bahwa Yoona sekarang berada di Jepang, tapi semua ia tepiskan. Ia benar-benar rindu untuk bertemu yeoja nya itu. ia mengangguk mengerti karena jika Yoona ada di Jepang, Yoona pasti tinggal dirumah kedua orang tuanya ia masih menyimpan alamat orang tua Yoona jadi ia bisa langsung menyusul Yoona yang berada disana. Ia bergegas berjalan meninggalkan Changmin yang masih berdiri dengan ekspresi yang tidak membahagiakan.

“Tapi Kyu…”

Panggilan Changmin berhasil membuat Kyuhyun memberhentikan langkah jalannya.

“Yoona tidak berada di rumah orang tua nya..”

Kyuhyun sedikit tersentak, bagaimana Changmin bisa mengetahui apa yang ia pikirkan tadi. Kyuhyun berbalik kembali berjalan keposisi nya tadi, didepan Changmin.

“Jadi, dimana dia?”

***

1 March_2013

Tokyo’s City Hospital

Kyuhyun berjalan cepat seketika ia menapakan kakinya di rumah sakit itu. Mata nya tak berhenti mencari ruangan yang menjadi ruang inap yeoja cantiknya.

Yoona, ia di Rumah Sakit..” 

“Ke-kenapa ia ada disana Changmin ah? Kenapa..”

“Ia…” changmin menghela nafas nya sebelum mengatakan inti dari perkataannya “ia koma Kyu..”

“Tidak mungkin..”

Kyuhyun mundur kebelakang. Menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha tidak mempercayai perkataan Changmin.

“Iya Kyu memang tidak mungkin. Tapi ini benar-benar terjadi!” changmin mengerak-gerakkan bahu Kyuhyun agar mempercayainya. “Ia koma, setelah melahirkan bayimu Kyu..”

Bayi?

Kyuhyun langsung melihat kotak yang berada digenggamanya.

 Jadi Yoona benar-benar hamil?

“Permisi Sus, dimana kamar pasien bernama Im Yoona?”

“ah Nona Im? Mari saya antar Tuan”

Kyuhyun memasuki ruang inap Yoona. Tercium bau obat yang kuat merebak kedalam hidungnya. Yeoja nya, terbaring lemas dengan wajah yang tertutupi oleh alat-alat untuk membantu jalan pernafasannya.

Tes

Air mata Kyuhyun menetes seketika. Mulutnya menganga, tidak mempercayai apa yang ia lihat saat ini. Ia berjalan mendekati ranjang Yoona, melihat wajahnya yang masih bisa terlihat. Cantik,,, dan pucat.

Kyuhyun membelai pipi Yoona

“Maafkan aku..”

Don’t say you are sorry

“Maafkan aku, telah membuatmu seperti ini..”

This is not the end of love to me

“Tidak mengingatmu menjadi Yoona-ku..”

If our part like this

“Meninggalkanmu tanpa melihatmu sebagai Yoona-ku..”

If we become stranger like this

“Menyakitimu tanpa berpikir betapa sakitnya dirimu Yoona..”

It doesn’t matter if the love hurts

“…”

Tak ada jawaban. Kyuhyun menghela nafasnya, menahan isakan tangisnya agar tidak terlalu keras terdengar. Ia mengenggam tangan Yoona yang hangat

“Bisa kau mendengarkan suaraku Yoona..”

Word’s that could not keep the love from getting farther and farther away is making me cry

“Sebenarnya aku tidak pernah melupakanmu Yoona..”

 You’re the One I could never forget

“karena aku selalu mencintaimu Yoona. Selalu..”

Because it’s the final love of my life

“bangunlah Yoona.. aku disini, disisi mu..”

Even if it’s a sad fate. I can’t let go of you..

Kyuhyun masih melihat wajah Yoona dan tubuhnya dengan seksama menantikan gerakan yang mungkin dibuat oleh Yoona.

“Kumohon Yoona, bangunlah..”

Ia kembali menangis. Di letakannya telapak tangan Yoona diwajahnya. Ia merindukan ini. Sangat merindukan tangan lembut itu menyentuh wajahnya. Kyuhyun menangis tepat di telapak tangan Yoona.

“Oppa..”

“Yoona, jika kau bangun kau boleh memukulku sepuasnya. Menggantikan kesalahan ku dimasa lalu saat menyakitimu” ucap Kyuhyun

“Oppa…….”

“Kau boleh pergi meninggalkanku dan mencari namja lain disaat kau bangun Yoong. Kau boleh..”

“Oppa!!”

Kyuhyun tersentak kaget saat tiba-tiba tangan Yoona terlepas dari genggamannya. Dengan jelas ia melihat Yoona sedang menatapnya dengan bingung. Kyuhyun kembali menangis dan kembali mengenggam tangan Yoona.

“Aku terlalu mencintaimu Yoong, hingga membuatku berhalusinasi melihatmu bangun dan sedang menatapku sekarang..”

Yoona menjadi tambah bingung melihat kelakuan Kyuhyun. Bagaimana Kyuhyun bisa menganggap ini semua hanya halusinasinya. Ia benar-benar bangun. Im Yoona benar-benar bangun.

“Yaa Oppa, berhentilah menangis. Kau sedang tidak berhalusinasi paboya..”

“aku? Tidak berhalusinasi?”

Kyuhyun menyingkirkan tangan Yoona yang tadi menutupi wajahnya. Dan untuk kedua kalinya ia melihat Yoona menatapnya. Kyuhyun tersenyum seperti orang bodoh kepada Yoona. Ia benar-benar merasa malu dengan yeoja nya ini.

“Yoona, aku sangat merindukanmu..”

Kyuhyun mengecup singkat tangan Yoona, membelainya lembut dengan jarinya. Yoona tersenyum menanggapi perkataan Kyuhyun. Didalam hatinya ia lebih merindukan Kyuhyun, sangat.

“Maafkan aku Yoona..”

“sudahlah Oppa aku telah memaafkanmu.”

Kyuhyun tersenyum kearah Yoona, dipeluknya tubuh Yoona dengan kedua tangannya. Mereka menikmati pelukan ini, pelukan yang telah lama mereka rindukan.

“errr Oppa. Bisa kau lepaskan. Aku ingin melihat bayi ku..”

###

“Omo.. dia benar-benar tampan, sangat mirip denganku..”

Mendengar ucapan Kyuhyun, Yoona langsung menatap kyuhyun dengan aneh.

“Wae? Memang benar kan, ia sangat tampan seperti ayahnya”

Kyuhyun membelai lembut pipi bayi nya yang masih nyenyak tertidur di pangkuan tangan Yoona.

“Yaa Oppa, bagaimana bisa dengan pedenya kau mengakui anak ku yang tampan ini anakmu?”

“Tidak perlu bukti yang spesifik untuk membuktikan kalau bayi ini anakku. Cukup dengan melihat wajahnya yang tampan orang-orang bisa langsung menebak kalau akulah ayahnya..”

Saat tangan Kyuhyun baru mulai kembali menyentuh pipi anaknya itu tiba-tiba bayi nya itu terbangun, lalu menangis dengan kencang.

“yaa Oppa, lihat apa yang kau lakukan. Dia takut denganmu..” ucap Yoona,

tangannya langsung mengayun-ngayunkan bayi nya yang berada digendonngannya. Ia berjalan menuju ranjang tempat ia dirawat sebelumnya. Duduk diatasnya, lalu mulai memberi asi kepada bayi nya. Seketika  bayi nya tidak lagi menangis, ia telah tenang meminum asi dari ibu nya.

Kyuhyun tersenyum memandang Yoona dan bayi nya. Benar-benar pemandangan yang indah, sebuah pemandangan yang dulu ia idam-idamkan dan kini terpampang jelas didepan kedua matanya. Ia tidak menyangka kalau sekarang ia telah menjadi seorang Ayah.   Ia berjalan mendekati Yoona yang sedang memberi asi kepada bayi nya. Yoona mendongak sebentar melihat Kyuhyun lalu kembali melihat bayi mereka yang mulai tertidur.

“Yoong, kita benar-benar akan menjadi keluarga yang bahagia..”

***

5 June_2015

“Oppa… Luhan…”

Yoona menaiki anak tangga rumah nya, berjalan menuju ruang keluarga nya. Mencari keberadaan suami nya dan anak nya yang hilang saat dirinya sedang memasak didapur.

Ia membuka pintu ruang keluarga mereka.

“Oppa.. Luhan… dimana kalian..”

Kosong. Tidak ada suami dan anaknya yang biasa bermain disana. Ia menutup pintu kamar itu. lalu ia berjalan lagi menuju kamar Luhan, kamar anak mereka.

Tiba didepan pintu kamar Luhan ia pun membuka knop pintu nya.

“Oppa.. Luhan…”

Yoona menghela nafas nya lega lalu tersenyum melihat kearah suami dan anaknya yang ternyata tengah nyenyak tertidur di tempat tidur Luhan. Ia berjalan mendekati tempat tidur mereka. Menutupi tubuh mereka dengan selimut. Ia menciumi dahi suami dan anaknya satu-satu yang masih nyenyak tertidur.

“Have a nice dream..”

dengan pelan-pelan ia berjalan pergi meninggalkan mereka yang tertidur.

“Eomma..”

Baru beberapa langkah berjalan, langkah Yoona terhenti dengan suara rengek an Luhan kecil. Segera Yoona menghampiri anaknya.

“Ada apa Luhan..?”

Luhan menarik tangan Yoona dan mengajaknya tidur bersama.

“Aku ingin dipeluk Eomma..”

Yoona tersenyum geli mendengar ucapan Luhan anaknya. Ia pun menuruti kemauan Luhan, ia berbaring disamping Luhan, karena Luhan berada ditengah-tengah ia berada menghadap Kyuhyun yang masih tidur dengan lelapnya. Dipeluknya Luhan dengan tangannya. Ia tersenyum menunggu anaknya yang sebentar lagi akan menutup mata nya.

“Appa juga ingin dipeluk Eomma..”

Sekarang terdengar suara rengekan orang dewasa yang meniru suara Luhan. Dan benar itu suara Kyuhyun. Suara itu pun juga membuat mata Luhan melek seketika. Yoona terkekeh geli melihat tingkah suaminya itu.

“Oppa, kau membuat Luhan terbangun.”

Kyuhyun menggeser badannya lebih dekat lagi dengan Luhan dan Yoona

“Biar saja, appa juga mau dipeluk Eomma.. bolehkan Luhan ah?”

“Appa tidak boleh..”

Luhan lebih mengeratkan pelukannya dengan Yoona. Seperti tidak mau Eommanya diambil oleh appa nya. Yoona terkekeh geli melihat Luhan yang benar-benar lucu.

“Baiklah, kalau begitu Luhan saja yang Appa peluk..”

Dengan cepat tangan Kyuhyun memeluk tubuh Luhan penuh didekapannya membuat pelukan Luhan dan Yoona terlepas. Yoona pun mendesah melihat anaknya diambil alih oleh Kyuhyun. Ia mendekatkan tubuhnya kea rah Luhan dan Kyuhyun. Lalu  memeluk mereka.

“begini adil kan?” Tanya Yoona.

Luhan mengangguk-anggukan kepala nya tersenyum senang.

“tidak adil, Luhan saja yang penuh dipeluk olehmu. Sedangkan aku hanya mendapat pelukan ujung tangan mu saja.” Keluh Kyuhyun.

Ia mengerucutkan bibirnya berlagak seperti Yoona dulu jika ia marah. Yoona kembali terkekeh, ia mengecup singkat bibir Kyuhyun membuat bibir nya kembali normal seperti semula.

“Oppa, kau benar-benar melebihi Luhan..”

Kyuhyun mengeratkan pelukannya dengan Yoona dan Luhan. Ia menatap mata Yoona dengan intens.

“Baiklah, akan aku maafkan jika kita melanjutkannya nanti malam..”

Kyuhyun tersenyum evil kearah Yoona. Dahi Yoona mengerut mendengar ucapan Kyuhyun. Ia hanya menggelengkan kepala nya melihat suami nya itu.

“Andwe, malam ini Eomma akan tidur bersama Luhan..” tiba-tiba Luhan bersuara. Sontak mereka berdua langsung menatap anak mereka. Yoona pun menjadi tertawa mendengar ucapan anaknya itu. Kyuhyun mendengus kesal karena rencana nya akan digagalkan oleh pangeran evil nya itu.

“yah, Luhan besok saja tidur dengan Eomma. Malam ini biarkan appa  tidur dengan Eomma, ara?”

“Ani, Luhan ingin tidur bersama Eomma!”

Luhan melepaskan pelukan appa nya, lalu menatap appa nya. Sepertinya ia benar-benar telah bersiap untuk berperang dengan appa nya demi memperjuangkan tidur bersama Eomma nya,

“Bukankah Luhan ingin memiliki adik kecil? Nanti appa dan eomma akan memberikannya..” Kyuhyun tersenyum lembut kea rah Luhan, tetapi mendapat tatapan ganas dari istrinya.

“adik kecil?” Tanya Luhan polos.

Kyuhyun mengangguk mengiyakan pertanyaan luhan. Sebelum ia kembali kepada Luhan. Ia memberi tatapan evil kepada Yoona. Memberitahukannya kalau malam ini rencana nya akan berjalan. Sedangkan Yoona hanya memutar kedua bola mata nya.

“ne adik kecil. Bukankah Luhan kemarin menginginkan adik perempuan?”

Luhan mengangguk senang mengiyakan pertanyaan appa nya. Ia memang ingin mempunyai adik perempuan yang cantik dan baik seperti teman-temannya yang rata-rata telah mempunyai adik. Ia ingin menunjukan adik nya yang cantik  nanti kepada teman-temannya.

“kalau begitu Appa dan Eomma akan membuatkannya untukmu..”

Ucapan Kyuhyun mendapat pukulan dari Yoona. Kyuhyun meringis kecil tapi tetap menunjukan raut kebahagiaan diwajahnya.

“Apa Luhan boleh ikut membuatnya?”

“APA?”

***

Cinta, memang selamanya tak selalu indah. Beberapa masalah terus hadir menguji pasangan tersebut. Hanya menunggu waktu berapa lama hingga pasangan itu akan tetap bertahan. Cinta, mungkin memang bisa menghilang dengan sekejap. Tetapi bisakah tidak meninggalkan jejak? Seberapapun  besar nya suatu kecelakaan yang menyebabkan seseorang kehilangan ingatan cintanya. Cinta nya, hanya hilang di ingatannya, tapi hati nya tidak. Karena hati telah menyesuaikan diri dengan cinta.

***

END

 

Lyrics : Because it’s You by Tiffany Hwang (english translate)

Wah, akhirnya selesai juga. Gimana nih dengan happy ending nya, kurang memuaskan? Padahal pengen buat sad end lagi, heheheh.. mian kalo baru nge post. Dan untuk new love, dimohon menunggu ya. Karena detik-detik ujian sekolah akan menghampiri. Jadi tunda dulu buat nulisnya. Ehm dan author lagi ada project ff Kyuna dan Haesica oneshoot. Bagi yang tertarik diharap menunggu ya..

Jangan lupa tulis komentar mu buat fanfic yang ini ya.. ^^

Gomawo..

Intansparkddict