Can I go with You? (oneshoot)

Gambar

Tittle :  Can I go with you?

Author : Intansparkddict

Genre : Sad, angst

Length :

PG : 13+

Cast : Lee Donghae

         Jessica Jung

          Ok Taecyeon
..read more:

Iklan

New Love Part 5

Tittle.         : New Love part 5
Author.     : Intansparkddict
Genre.        : Comedy, Romance
Main Cast : I’m Yoona
Cho Kyuhyun
Lee Donghae

 

“sebenarnya aku… sedang menyukai seseorang” ia menundukan kepala nya terlihat seperti malu, aku tersenyum geli melihat nya saat ini
“Jinjja? Dengan siapa Oppa” aku merasakan pipi ku yang memanas,
“aku menyukai ……”

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

 

“Jessica”
Deg, jantung Yoona terasa seperti berhenti berdetak. Nama yeoja tersebut bukanlah nama yang ia harapkan untuk diucapkan Donghae. Ia sangat berharap jika nama itu adalah namanya, Im Yoona.
Yoona masih duduk mematung menatap Donghae. Donghae pun kelihatan bingung melihat reaksi Yoona yang tiba-tiba menjadi diam.

“Yoona?”
Jessica? Yeoja itu?

“Yoona ah?”
Kenapa bukan aku?

“Yoona, gwenchana?”
Donghae melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Yoona

“Ah ne, wae Oppa?”
Yoona berhasil terbangun dari lamunannya karena melihat lambaian tangan Donghae. Ia tersenyum gugup kepada Donghae

“Ya, aku menyukai Jessica. Bagaimana tanggapanmu?”

“Tanggapanku?”Donghae menganggukan kepalanya, mengiyakan pertanyaan Yoona

“Errr tanggapanku. Ya bagus”
Yoona tersenyum palsu kepada Donghae. Mendengar itu Donghae tersenyum senang ke arah Yoona, ternyata ia tidak salah memilih Jessica sebagai yeoja idamannya. Karena sahabatnya Yoona juga mendukungnya.
Sedangkan Yoona, ia sangat ingin cepat pergi dan tidak mau lagi mendengar curhatan Donghae tentang Jessica. Telinga nya memanas.Hatinya benar-benar bergemuruh. Namja yang telah lama disukainya ternyata malah menyukai yeoja lain.

“Jessica itu yeoja yang ma—”

“Oppa?”
Ucapan Donghae terpotong karena panggilan Yoona

“Ne?”

“Aku ini, siapa untukmu?”
Donghae terdiam sebentar, lalu ia terkekeh geli memandang Yoona. Tangannya pun mengacak-ngacak rambut Yoona

“Kenapa kau tanyakan hal itu padaku? Kau itu, pastinya Dongsaeng kesayanganku”
Dongsaeng? Hanya Dongsaeng?

Yoona kembali tersenyum palsu menatap kearah lain. Rasanya ia sangat ingin marah kepada Donghae, tetapi itu tak mungkin dilakukannya. Karena Donghae belum menjadi miliknya, ia hanya teman masa kecilnya hingga sekarang.
Wajar saja jika Yoona memiliki rasa terhadap Donghae, karena selama ini Donghae sangat memperhatikannya dan menjaga nya. Dan yang Yoona kira selama ini, kasih sayang Donghae terhadapnya adalah kasih sayang Namja terhadap Yeoja, bukannya kasih sayang Oppa terhadap Dongsaengnya.
Donghae terus berbicara tentang Jessica kepada Yoona. Donghae tidak tahu kalau sebenarnya Yoona sama sekali tidak mendengarkannya. Yoona hanya sibuk dengan pikirannya sendiri mencari cara agar ia bisa cepat pergi dari tempat itu.

Trring..

Suara bel pintu cafe tersebut berbunyi menandakan jika ada orang yang baru memasuki cafe tersebut. Beberapa pasang mata pun kadang menoleh karena sedikit terkaget mendengar deringan bel tersebut. Begitu juga Yoona dan Donghae. Donghae melihatnya sekilas karena ia rasa orang yang baru datang itu sama dengan orang-orang yang berada di cafe ini. Ya, tidak dikenalinya.
Lain halnya dengan Yoona, Mata Yoona terus memperhatikan orang itu, karena sampai saat ini pun ia masih sedikit terkejut melihat orang itu. Entah apa yang dipikirkan Yoona, tiba-tiba sebuah senyum terpampang dibibirnya. Ia pun kembali menatap Donghae.

“Oppa!”

“Ne?” Donghae menjawab Yoona sambil menyuapi makanan di mulutnya

“Aku rasa sekarang aku harus menemui namjachinguku”

“Nam-namjachingu?” Donghae berhenti mengunyah makanan yang ada dimulutnya. Lalu ia menatap Yoona.
Tanpa menjawab apapun Yoona berdiri dari tempat duduknya lalu ia menunduk sebentar untuk pamit kepada Donghae. Mata Donghae terus mengikuti gerakan Yoona. Donghae pun melihat Yoona menghampiri namja yang berdiri didekat pintu cafe tersebut. Ya, namja itu adalah orang yang ia lihat sekilas tadi beberapa waktu lalu. Ia melihat Yoona bergelayut mesra di lengan namja itu, karena jarak mereka tidak dekat Donghae tidak terlalu jelas mendengar percakapan yang mereka katakan. Hingga akhirnya Donghae melihat Yoona dan namja itu meninggalkan cafe tersebut.

“Namja itu, sepertinya aku pernah melihatnya. Tapi siapa?”

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kyuhyun pov

“Yaa, kau dimana? aku sudah didepan cafe yang kau bilang”
(Aku sudah didalam, dimeja nomor 25. Cepatlah kau masuk)
Aku mematikan ponselku setelah mengetahui posisi temanku. Aku pun mulai berjalan mendekati pintu cafe tersebut lalu membuka nya perlahan.

Trring..

Aiish bel ini. Kenapa disetiap cafe yang ku kunjungi pasti memiliki bel pintu. Sangat Membuatku risih. Lihat saja, beberapa pasang mata pun langsung melihat ke arahku setelah bel ini berbunyi.
Aku pun mengedarkan mataku mencari meja yang bernomor 25. Teman-temanku pasti sudah lama menungguku, jika aku terlambat kali ini mungkin saja aku tidak jadi ditraktir makan lagi.
Aiiissh kenapa disini begitu ramai, hingga begitu sulitnya aku menemukan teman-temanku.

“13, 21, 5”
Aku pun menghitung meja-meja yang berada di cafe ini. Saat aku mulai berjalan mencari meja bernomor 25 itu. Tiba-tiba saja ada yang memeluk lenganku. Aku pun terhentak dan langsung melihat orang yang memeluk lenganku

“Yoona?” Aku sangat terkejut melihat Yoona yang memeluk lenganku. Dan ia tersenyum manja padaku

“Chagi..”

“Chagi?” Aku mengernyitkan dahiku melihat tingkahnya saat ini. Dan apa yang kudengar. Chagi? Dia memanggilku chagi?

“Yaa apa yang kau lakukan!” Aku sedikit membentak ke arahnya. Tanganku pun terus berusaha melepaskan tangannya dari lenganku. Tapi ia kembali mengaitkan lagi tangannya di lenganku

“Chagi, ayo kita kencan ditempat lain” Yoona menyeretku mendekati pintu keluar cafe tersebut. Tetapi aku berusaha berhenti, menahan agar ia tidak bisa menyeretku lagi. Dan berhasil, ia tidak menyeretku lagi. Dengan cepat kuhempaskan tangannya dari lenganku

“Yaa, apa-apaan kau ini. Datang-dat—-”
Deg..
Ucapanku terhenti karena tiba-tiba Yoona memelukku. Ia memelukku sangat erat, entahlah mungkin ia takut jika aku memberontak lagi padanya. Sebenarnya apa yang ia lakukan saat ini?

“Kyu, kumohon.. bantu aku kali ini”
Yoona berbisik lembut ditelingaku.

“Ma-maksudmu?”
Ia kembali mengeratkan pelukannya. Bibirnya pun hampir menyentuh telingaku.

“Ikuti saja apa yang kulakukan”
Ia lebih berbisik kecil di telingaku. Hingga yang lebih terasa hanyalah deru nafasnya menerpa telingaku. Serius, kenapa hawa disini menjadi panas, apakah cafe sebagus ini tidak memiliki pendingin udara?

Dengan ragu aku pun menganggukan kepalaku.
Yoona melepaskan pelukannya lalu tersenyum kepadaku. Ia menggandeng tanganku dan membawa ku pergi dari cafe tersebut.
Ia pun terus menarikku menjauhi cafe tersebut. Sesekali aku melihat tanganku yang digandeng olehnya. Haaa jantung ku terus berdegup cepat. Apakah ini efek karena Yoona, atau karena aku terlalu lapar?. Makanan.. Oh ya teman-temanku?

Aku pun memberhentikan langkahku dan berhasil membuatnya berhenti menarikku. Ia pun langsung melepaskan tangannya dari tanganku saat melihatku menatapnya dengan tatapan tajamku.

“Mianhe Kyu, Jeongmal Mianhe..” Yoona terus menundukkan kepala nya berulang kali meminta maaf kepada ku

“Yaa apa yang sebenarnya kau lakukan hah!?”
Aku membentak ke arahnya. Ia menutupi kedua telinganya dengan tangannya agar tidak mendengarku . Aku berkacak pinggang melihatnya, menunggu penjelasan darinya.

“Aku tadi.. aku hanya ingin pergi secepatnya dari cafe itu” ia menundukan kepala nya tidak berani menatapku.

“Lalu kenapa kau harus mengajak aku hah!” Aku kembali membentak ke arahnya. Sudah kutebak ia kembali menutupi telinga nya dengan tangannya.

” Dan apa maksudmu memanggilku Chagi ditempat ramai hah?”

“Kalau itu—-”

“Lalu, seenaknya memelukku ditempat umum. Apa yang kau rencanakan padaku hah? Jelaskan!”
Yoona terlihat beberapa kali terhuyung kebelakang karena teriakanku. Aku menghela nafas panjangku. Aku membuang pandanganku dari nya ke arah lain. Ck, dia ini benar-benar..
Saat aku kembali menatapnya kulihat Yoona sudah tidak berada didepanku. Dan saat mata ku menjelajah ke bawah apa yang kudapat, ia sedang berlutut padaku.

“Yaa apa yang kau lakukan? Cepat berdiri!”
Apa-apaan dia ini, berlutut padaku di tempat umum. Lihat saja, beberapa pasang mata melihat ke arahku. Benar-benar memalukan

“Aku tidak mau berdiri sebelum kau memaafkanku”

“Iya iya aku akan memaafkanmu tapi cepat berdiri”
Kau mendapat pengecualian Im Yoona. Jika saja kau tidak begini, aku akan….

“Arraso!”
Aku menghela nafasku melihat nya. Lihat saja, senyum kemenangan terpampang di wajahnya.
Aku sangat kesal, tetapi melihatnya begini.. Itu sudah cukup buat hatiku.

Yaa–yaaa apa-apaan ini, apa nya yang cukup buat hatiku? Yeoja seperti dia, Ck..
Tapi dia sangat manis..

Krrusuk….

Apa? Suara itu?
Yaaa kenapa disaat begini perutku ikut berbunyi. Haaah jika aku tidak terpaksa mengikuti rencana konyol Yoona, mungkin aku sudah pulang dengan perut kenyang.
Dan lihat sekarang, Yoona melihat ku dengan senyuman evil nya.

“Apa kau lihat-lihat!”

“Ani, aku tidak melihatmu”
Ia menjawab dengan polosnya. Lalu ia terkekeh geli memandang ke arah lain. Dia ini memang, benar-benar, sangat…

“Kalau kau lapar Kyu jangan di tahan. Kasihan cacing-cacing perutmu juga jadi kelaparan”

“Siapa yang menahannya!! Aku tidak jadi makan karena semua rencana konyol mu ini!”
Yeoja ini benar-benar.. Menguras tenaga ku. Bisa-bisa nya ia bilang aku diet atau menahan agar tidak makan. Jelas-jelas ia tadi yang menarikku keluar dari cafe itu dengan alasan yang tidak bisa dipandang dengan logika. Aiih bahasaku..

“Hehehe, maaf”
Yaaaa… Aku sangat ingin berteriak kali ini. Kalau saja dia bukan Yoona, mungkin dia ini sudah habis kugoreng, ku cincang-cincang lalu ku sulap menjadi makanan ku. Aaah bahasa ku, terlalu kejam. Tapi saat ini, yeoja ini benar-benar sangat menyebalkan.
Aku menarik tangannya dan kembali menuntunnya berjalan menuju cafe itu, memastikan apakah teman-temanku masih berada disana atau sudah meninggalkanku.

“Mau kemana Kyu?”

“Ke cafe tadi”
Ia pun menarik tangannya dan memberhentikan langkahnya

“Wae?”

“Bagaimana jika Donghae belum pergi dari cafe itu?”

“Mwo? Donghae? Jadi rencana ini, semua ini hanya karena namja itu?!”
Yoona menganggukan kepala nya, mengiyakan pernyataanku.
Apa ini? Donghae? Yoona menarikku hanya karena Donghae? Hingga aku menahan laparku hanya karena Donghae?.
Tidak bisakah orang lain, Jangan Donghae?
Kenapa dunia ini begitu sempit.. Kenapa harus namja itu? Namja itu adalah orang yang sangat bisa menyebabkan mood ku turun dengan drastis.

“Apa peduliku?”
Aku kembali menarik tangan Yoona agar dia mengikutiku.
Benar, apa peduliku? Ini urusan Yoona, jadi aku tidak akan terlibat.

Trrring..

Bel ini kembali berbunyi. Dan bisa ditebak beberapa pasang mata itu pun melihat kami.

“Mana Donghae?”
Tanya ku, Aku menoleh kepalaku agar melihat Yoona, ia pun mendongakkan kepalanya setelah menunduk dari perjalanan tadi. Lalu Yoona mengedarkan mata nya sekelilingku, mungkin mencari Donghae.

“Dia tidak ada” jawabnya sekena nya

“Dia sudah pergi Kyu, dia sudah pergi!!” Lalu ia menjawab lagi dengan kegirangan
Aku pun melihat beberapa mata melihat ke arah kami. Aiissh dia ini, benar-benar yeoja yang memalukan.
Aku pun langsung menarik tangannya dari tempat itu dan kembali mencari meja bernomor 25 itu.

“Kyu, itu!”
Yoona menunjuk ke arah meja bernomor 25 itu, kami pun menghampiri nya.

“Kosong Kyu?”
Tempat ini sudah kosong? Yaaa teman-temanku kenapa pergi terlalu cepat. Traktiranku menjadi terbuang sia-sia

“Ya sudahlah, kita makan disini”

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kenapa hari begitu cepat gelap. Aku memandang ke jalanan dari dalam mobilku. Sesekali aku melihat Yoona yang duduk di samping bangku stir ku. Ia sedang menatap jalanan luar.

“Kyu..”

“Ne..”
Jawabku tanpa menoleh ke arahnya

“Apakah aku tidak cantik?”
Deg,
Kenapa ia tiba-tiba menanyakan hal itu kepadaku.

“Kau tidak cantik, tetapi kau aneh”
Aku terkekeh geli, mencoba bercanda kepadanya. Tetapi sepertinya candaanku tidak dalam waktu yang tepat. Aku mendengar ia menghela nafas panjangnya

“Apakah aku terlalu aneh?” Tanya nya lagi.

“Yoona”
Aku mencoba menjelaskan sesuatu kepadanya tetapi tidak jadi setelah ia menatap ke arahku yang masih fokus menatap jalan

“Apakah aku terlalu aneh hingga tidak ada namja yang menyukaiku?”
Aku pun menepikan mobilku dipinggir jalan, agar bisa leluasa berbicara dengannya.

“Ani Yoona”

“Apa karena aku kurang feminin?”

“Yoona..”

“Apa karena sifatku yang benar-benar memalukan?”

“Yoona..”

“Kenapa dia tidak menyukaiku Kyu? Kenapa dia tidak menyukaiku?”
Aku melihat Yoona meneteskan air mata nya, ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Aku segera memeluknya. Lalu membelai lembut rambutnya. Berharap aku bisa lebih menenangkannya. Yoona juga membalas pelukanku, ia menangis dipundakku.

“Apa kurangnya aku dengan Jessica?”
Jessica?
“Aku telah bersama nya dari kecil hingga sekarang hiks tetapi kenapa Jessica yang memiliki hatinya, hiks kenapa bukan aku Kyu?”
Aku bisa merasakan pundakku yang basah karena air mata nya. Sebenarnya apa yang ia katakan padaku? Aku tidak mengerti apa maksud dari perkataannya. Dan siapa Jessica itu?

“Aku kira ia kesini karena aku, hiks tapi ternyata karena yeoja itu”

“Selama ini—–”
Sebelum ia melanjutkan perkataannya lagi aku melepaskan pelukanku hingga membuatnya sedikit terkaget.

“Yoona, berhentilah menyalahkan dirimu sendiri. Yang kau maksudkan siapa? Jessica, yeoja itu, siapa?”
Aku seperti orang yang tidak sabar ingin mengetahui apa yang sebenarnya Yoona katakan.

“Donghae”
Donghae? Hanya nama itu. Sudah menjawab semua pertanyaanku.
Yoona kembali menangis.
Hanya karena namja itu Yoona, kau menangis?
.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Selama diperjalanan aku terus memikirkan tentang namja itu. Donghae. Haaaah kenapa harus namja itu lagi, apakah didunia ini stok lelaki sudah berkurang?.

Apa bagusnya namja itu? Hingga membuat Yoona jatuh cinta padanya. Kalau aku menjadi yeoja, Donghae jelas jauuh dari tipeku..
Aku menolehkan ke arah sampingku Yoona. Sepertinya ia sudah tertidur. Anak ini, habis menangis langsung tertidur, tidak mau membuang tenaganya habis.

Aku membuka sabuk pengamanku lalu membuka sabuk pengaman Yoona

Clikk

“Kyu”
Yah apakah aku membuat suara sabuk pengaman ini begitu besar hingga membuatnya bangun?

“Kita sudah sampai”
Kataku sambil mengembalikan posisi ku seperti semula. Aaah hawa disini kembali menjadi panas. Ia masih terlihat seperti orang linglung yang baru mengenali rumahnya sendiri. Ck benar-benar lucu
Aku melihat Yoona yang masih terlihat mengantuk perlahan keluar dari mobilku dan masuk ke rumah.

“Aiiish gagal”
Aku memukul dashboard mobilku.

Kenapa ia harus bangun?
Jika ia tidak bangun, aku kan bisa menggendongnya.

“Yaaaa apa yang kupikirkan ini..”
Aku membuka pintu mobilku dan berjalan menuju rumahku.
.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
;

Cklekk..
Aku membuka pintu kamarku. Tanpa melakukan apa-apa lagi aku langsung berbaring di tempat tidurku.

“Benar-benar hari yang melelahk— aaaahh”
Saat aku hendak menoleh ke sisi kiriku. Aku hampir berteriak karena melihat sesuatu. Aku pun megubah posisi ku menjadi duduk.

“Kenapa ia tidur di kamarku?”
Aku menatap Yoona yang tertidur pulas di ranjangku. Dia ini.. Tidur seperti tidak berdosa saja. Di kamarku, di ranjangku pula.

“Eeeeh apa aku yang salah kamar?”
Aku pun bergegas keluar dari kamar ini dan mulai memperhatikan pintu kamarku dan pintu kamar Yoona yang bersebelahan.

“Ani, aku masuk ke kamar ku sendiri”
Aku kembali masuk ke kamarku dan mataku langsung terlihat Yoona yang sedang tertidur nyenyak di ranjangku.
Aku berjalan mendekati Yoona, lalu duduk di tepi ranjangku.

“Yoona”
Aku mencoba membangunkannya. Tetapi ia tidak bergerak

“Yoona!”
Suara ku agak meninggi, tetapi percuma ia masih tidak bergerak.

“Aiiish kenapa dia tidak bangun”
Aku tidak bisa membiarkan dia tidur disini, bisa-bisa aku tidak bisa tidur semalaman karena tidur seranjang dengannya.
Perlahan aku memposisikan tanganku untuk menggendongnya.

“Yaaaaa”
Tangan Yoona menarikku hingga Aku tersungkur jatuh ke ranjangku. Tepat berada di samping Yoona. Kulihat ke lenganku, dipeluk oleh Yoona. Aku berusaha melepaskan tangannya dari lenganku. Haaah kejadian ini persis seperti di cafe tadi.

“Kuat sekali dia ini”
Aku menyerah, aku sudah lelah.
Aku pun terbaring di sebelah Yoona, dengan lenganku masih dipeluknya.
Perlahan mataku saling menutup dengan tenang. Walaupun jantungku terus berdegup dengan kencang.

End Kyuhyun pov

.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
.
                                                                                                                  Yoona pov

Aku perlahan membuka kedua mataku. Hawa disini lebih terasa hangat daripada biasanya. Kenapa disini lebih terlihat gelap. Seperti ada yang memelukku.
Perlahan mataku melihat ke atas, dan apa yang kulihat.

“Kyu-kyuhyun”
Aku menelan air ludahku. Keringat dingin pun mulai menjalar diseluruh tubuhku. Perlahan aku melepaskan diri dari pelukkanya

“Apa yang terjadi?”
Aku memeriksa semua pakaian ku. Huh, Lengkap. Lalu Aku kembali menatap Kyuhyun.

“Kenapa aku bisa tertidur disini?”
Kenapa aku bisa salah kamar dan tertidur disini? Kenapa Kyuhyun tidak membangunkanku? Dan memelukku..
Kenapa rasa nya tidak ingin pergi dari sini. Melihatnya tidur begini tidak sama seperti kelakuannya diluar. Sangat tenang dan damai. Tidak kubayangkan jika dia bangun nanti, mungkin ia langsung berubah menjadi jelmaan devil.

Diluar kontrolku, tanganku mulai mencapai kepala nya membelai rambutnya. Sangat lembut. Entah kenapa senyuman terus terpampang di wajahku melihatnya begini.

Aku menarik tanganku kembali saat melihatnya meringkuh kecil di tidurnya. Perlahan aku turun dari ranjang nya dan berlari kecil keluar dari kamarnya.

Deg..Deg..
Aku berdiri membelakangi pintu kamar Kyuhyun, mengontrol jantung ku agar berdetak seperti biasa.

“Yoona ah, apa yang kau lakukan disana?”

“Ah-ahjumma?”
Jawabku dengan gugup

“Kau tidak bersiap-siap pergi ke sekolah? Nanti kau terlambat..”

“Ah ne ajumma”

“Setelah selesai tolong bangunkan Kyuhyun ya..”
Eomma Kyuhyun pun mulai berjalan meninggalkanku.
Aku menghela nafas legaku. Untung saja aku cepat keluar dari kamar Kyuhyun. kalau terlambat mungkin saja Eomma Kyuhyun melihat ku dan Kyuhyun tidur bersama.

Aku pun bergegas menuju kamarku dan bersiap siap untuk pergi ke sekolah.
.

—————————————————————————–

Setelah bersiap-siap aku pun berjalan menuju kamar Kyuhyun untuk membangunkannya.

Tok..Tok

Aku mulai mengetuk pintu kamarnya. Tetapi tidak ada jawaban. Aku pun membuka knop pintu nya. Kubuka sedikit, tetapi kulihat tidak ada Kyuhyun. Perlahan aku membuka pintu nya dan mulai masuk ke dalam kamar Kyuhyun.

Deg..Deg

“Kyuhyun”
Cklek
Saat aku mulai berjalan mendekati ranjangnya aku mendengar suara pintu terbuka. Kutolehkan kepalaku ke arah sampingku dan terlihat Kyuhyun dengan rambut basah dan celana boxer nya yang baru keluar dari kamar mandi. Dengan segera aku menolehkan badanku dan menutup muka ku.

“Errr Kyu. Aku cu-cuma ingin mem-bangunkanmu saja”
Kataku gugup.. Haaaah mukaku memanas.

“Baiklah, tapi apa kau hanya tetap berdiri disitu terus?”
Aku mendengar suara langkah kakinya seperti mendekatiku

“Ani-aniya. Aku tunggu dibawah”
Aku pun segera berlari dan keluar dari pintu kamarnya.
Jantungku terus berpacu cepat melihat Kyuhyun begitu. Penampilannya tadi sangat… Seksi..

“Huuaaa Yoona apa yang kau pikirkan”

End Yoona pov
.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
.

Kyuhyun pov

Aku terkekeh geli melihat tingkah Yoona saat berlari keluar dari kamarku. Kejadian semalam masih teringat di otakku. Dan juga, kejadian tadi pagi.
Perlahan aku membuka mataku. Dan apa ini, bagaimana bisa aku tertidur dalam posisi begini. Aku melihat Yoona yang tertidur nyenyak dipelukanku. Deru nafasnya bisa ku dengar, dan polos wajah Yoona jika tertidur begini. Apakah aku namja pertama yang melihatnya begini.

Perlahan aku melepaskan dekapanku dari tubuh Yoona. Tapi langsung ku urungkan niatku saat melihat mata Yoona yang mulai mengedip-ngedipkan matanya berulang kali. Aku pun kembali dalam posisi awal, ya berpura-pura tidur.

“Kyu-kyuhyun”
Terdengar suara gugupnya, aku terkekeh geli dalam hatiku. Membayangkan betapa kagetnya Yoona saat melihatku memeluk tubuhnya

“Apa yang terjadi?”
Kutebak, betapa bingungnya ia saat ini.

“Kenapa aku bisa tertidur disini?”
Bodoh, jelas-jelas kau yang salah masuk ke kamarku. Dan langsung tertidur pulas diranjangku.
Entah apa yang ia lakukan saat ini, kenapa tidak terdengar suara-suara nya lagi. Tetapi, perlahan aku merasakan deru nafas yang hangat. Apakah ini milik Yoona.

Aku ingin membuka mata ku sekarang, melihat apa yang ia lakukan sekarang. Saat aku ingin membuka mataku, aku merasakan sebuah tangan membelai lembut rambutku.

Ya Tuhan, jangan sampai Yoona mendengar degupan jantungku ini ..
Entah apa yang kulakukan, tiba-tiba aku menggerakan kakiku sedikit. Dengan cepat belaian tangan yang berada di rambutku telah menghilang.

Bodoh Kyu..

Aku menyesalkan perbuatanku tadi, padahal aku ingin merasakannya sebentar lagi. Belaian tadi sangat membuatku nyaman.
Aku mendengar suara langkah kaki menuruni lantai, kupastikan itu Yoona. Lalu langkah itu berlari kecil menuju pintu dan menutupnya.
Aku langsung merubah posisiku menjadi duduk, dan aku menatap pintu yang tertutup itu.
Aku terkekeh geli memandang pintu itu.
.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

.

“Yoona!”
Aku memandang sedikit ke arah Donghae yang berada di depan meja Yoona, lalu aku kembali terpaku dengan PSP ku

“Kajja kita ke kantin Yoona”
Ku intip sedikit, Donghae memegang tangan Yoona dan mengajaknya ke kantin tetapi Yoona menghempaskannya. Kekeke aku ingin tertawa melihatnya

“Anio, aku tidak lapar”
Mmmb.. Kyuhyun tahan tawa mu. Aku berusaha ocus kembali memainkan games ku

“Tapi Yoona”

“Kyu, temani aku ke perpustakaan”
Tiba-tiba Yoona mengaitkan tangannya di lenganku. Aku hanya memandangnya bingung. Tetapi matanya seolah-olah meminta bantuan ku lagi.

Baiklah, aku penuhi permainanmu ini Yoona.

Aku pun menganggukan kepalaku menerima ajakannya.
Sebelum pergi aku memandang Donghae dengan tatapan menyindirku.

“Kau?”
Tanya nya, sudah ku tebak. Ia pasti baru menyadari kalau aku lah orang yang di café kemarin. Aku terkekeh geli memikirkannya.
.

—————————————————————————-

.

“Kau, kau namjachingu Yoona?”
Aku mendongakkan kepalaku saat Donghae berada didepanku

“Ne?”

“Kutanya, apa kau namjachingu Yoona”
Aku? Namjachingu Yoona? Sejak kapan? Atau jangan-jangan Yoona yang mengatakan kalau aku namjachingu nya

“Ani— ah Ne aku namjachingu nya . Wae?”
Aku lupa kalau aku sedang terlibat dalam permainan Yoona.

Yoona, kau harus membalas budi karena ini

“Yoona tidak pernah mengatakan sebelumnya kalau kau namjachingu nya”

“Memang harus mengatakannya padamu?”
Dia terdiam. Yeah bagus Kyuhyun.

“Apa kau mencintai Yoona?”

“Ah ne.. Aku sangat mencintainya”
Cinta? Bodoh Kyuhyun, kenapa aku harus menjawabnya begitu. Tetapi apakah aku harus berbohong begini?
Bohong? Apa perasaanku ini semuanya bohong?

“Kau, harus menjaganya lebih baik”

“Pasti, aku akan menjaga nya sepenuh hati ku. Lebih dari teman kecilnya dulu”

Hoho.. aku sangat hebat. Kubuat wajahnya menjadi seperti ini, bingung. Hahahah hebat Kyuhyun..
Aku melihatnya menghilang dari hadapanku.

Ck.. Lee Donghae..

End Kyuhyun pov
.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
.

“Yoona”

“Ne?”

“Boleh aku menanyakan sesuatu?”
Yoona menganggukan kepala nya lalu kembali memakan es krim nya.

“Apa yang membuatmu menyukai Donghae?”
Yoona berhenti menjilati es nya lalu menolehkan kepalanya dan langsung menatap Kyuhyun

“Apa maksud pertanyaanmu itu?”

“Ani, aku hanya ingin tahu saja”
Yoona menghela nafasnya lalu menatap ke depan, ke arah tempat anak-anak bermain.
Setelah pulang sekolah Kyuhyun mengajak Yoona untuk berjalan-jalan sebentar, dan disinilah tempat yang dipikirkan Kyuhyun, tempat permainan anak-anak.

“Donghae, namja yang baik”
Kyuhyun mulai menatap Yoona dengan serius saat Yoona mulai berbicara

“Perhatian, penyayang, dan juga sabar”

“Kadang ia juga lucu, bisa membuatku tertawa”
Yoona tersenyum sendiri kala menyebutkan kalimat terakhir tsb. Ia seperti teringat sesuatu.

“Disaat aku dulu dijauhi teman-temanku, hanya Donghae lah yang mendekatiku”

“Disaat dulu aku terjatuh, hanya Donghae yang selalu membantuku”

“Di masa itu, Donghae selalu ada disampingku”
Kyuhyun terus menatap Yoona, ia tidak pernah melepaskan pandangannya dari gadis tersebut.
.

—————————————————————————–
.

Kyuhyun Pov

“Yoona, jangan lupa pasang nama mu didepan pintu kamarmu agar kau tidak salah masuk kamar lagi!”
Aku sedikit berteriak saat menggoda Yoona, terlihat Yoona mendengus kesal terhadap Ku lalu ia masuk kekamarnya dan membanting pintu kamarnya. Aku masih terkekeh geli melihatnya. Kenapa aku senang sekali jika menggoda nya..
Aku membaringkan tubuhku di atas ranjangku. Pernyataan Yoona beberapa hari yang lalu kembali teringat di kepalaku

“Donghae namja yang baik”
Aku juga namja yang baik, terbukti eomma dan ahra noona sering memujiku dengan kata-kata itu jika aku selalu menuruti omongan mereka. ‘Kyu, kau baik sekali’ . Tapi entahlah saat dewasa kini, omongan itu terasa jarang terdengar ditelingaku

“Perhatian, penyayang, dan juga sabar”

Perhatian? Aku orang yang perhatian. Saat masih mempunyai anjing, aku sangat perhatian padanya, memberi nya makan, minum. Tetapi aku tak tahu kenapa ia bisa mati?
Ah lupakan

Penyayang? Aku sangat menyayangi eomma, appa, ahra noona. Itu termasuk dalam golongan penyayang kan? Iyakan?

Sabar? Aku, cukup sabar

‘Yaaaa… Aku sangat ingin berteriak kali ini. Kalau saja dia bukan Yoona, mungkin dia ini sudah habis kugoreng, ku cincang-cincang lalu ku sulap menjadi makanan ku. ‘

Oke oke, cukup dengan bukti itu. Ku akui aku memang bukan orang yang cukup sabar. Tapi jika aku mau, aku bisa merubahnya kan?

“Kadang ia juga lucu, bisa membuatku tertawa”

Lucu? Wah wah, jangan panggil aku Cho Kyuhyun jika aku tidak bisa membuat orang tertawa. Tanya teman se genk ku. Sungmin, eunhyuk, tanyakan kepada mereka seberapa lucu nya aku.

Aku bisa menjadi seperti dirinya, Yoona hanya menyukai itu kan? Aku bisa merubahnya.
Donghae, namja itu? Ck, tidak ada apa-apanya denganku.

End Kyuhyun pov
.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

.

“Mwo? Yoona pulang ke Busan”

“Ah Kyu, kau tidak tuli kan? Ne, Yoona pulang ke Busan tempat tinggal orang tua nya.”

“Tapi dia tidak berbicara tentang hal itu kepadaku”

“Ne, karena dia sangat terburu-buru jadi ia langsung berangkat sebelum kau pulang kerumah”

“Memang terjadi sesuatu?”

“Ayah Yoona sedang sakit parah, dan Yoona ingin sekali merawatnya”
Kyuhyun langsung berjalan meninggalkan noona nya. Ia masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya.

“Kenapa kau tak memberitahuku dulu Yoona?”
.
.
TBC
.

Part 5 hadir,, okeh bagaimana readers?
Ditunggu ya komen nya
Gansamhamnida 😉

Cappucino (oneshot)

Gambar

Annyeong,, asalamualaikum,,, selamat pagi, siang, sore, malam..

Oneshoot hadir,,

.

FF ini Terinspirasi dari Komik Manga jepang yang berjudul sama dengan diatas, jadi yang pernah membaca komik tersebut pasti udah tahu jalan cerita nya. Tapi  di ff ini ada yang author tambahkan dan author kurangkan, kata-katanya aja author sendiri yang rangkai jadi kalo kurang bagus tolong dimaafkan..

Author hanya ingin mengenalkan isi cerita dari Komik tersebut kepada yang belum membaca ataupun yang sudah membaca dan dengan cast yang berbeda.

Mian kalo ada salah satu bias kalian disini Author jadiin peran Antagonis, kalo terlanjur sakit hati dimohon nggak usah nge bash… Oke??!!

Reading, Commenting, and hope you like it..

“No Plagiat”

Title                          : Cappucino

Author                    : Intansparkddict

PG                            : 15+

Genre                     : Romantic, Sad

Cast                          : Im Yoona

Cho Kyuhyun

Find yourself

 

 a/n ======KY==== (pergantian pov)

Cappucino by Wataru Yoshizumi

 

====KY====

Gambar

Ku pertahankan cinta ini demi waktu yang telah lama kita lewati berdua.

Aku mencoba lebih mencintaimu dan aku memaafkanmu.

Mungkin, kau tak pernah memikirkan perasaanku. Mungkin, Kau tak pernah melihat air mataku yang berjatuhan karenamu..

Tahu kah kau? Aku mencintaimu, aku butuh kau…

Aku ingin… Aku ingin sekali….., tapi aku tidak bisa..

Bersamamu,,  hanya membuatku sakit..

**Im Yoona

Gambar

Aku mencintaimu.. Sungguh, aku benar-benar mencintaimu.

Aku ingin menepati janjiku, menikahimu.

Maaf, begitu bodohnya aku tak menyadari kalau aku telah mengkhianatimu..

Aku tak menyadari betapa sulitnya kau menyembunyikan rasa sakitmu terhadapku.

Bisakah kau memaafkanku?

Ternyata kau belum memaafkanku,..

Aku hanya ingin kau tahu, bahwa aku masih mencintaimu

 

**Cho Kyuhyun

@@@@@@

“Gelas?”

“Iya, sebagai tanda peringatan awal kita tinggal bersama.”

Yoona menganggukan kepala nya mantap lalu menyodorkan sepasang gelas couple yang satu berwarna biru dan yang lainnya berwarna pink kepada namjachingu nya

“Tapi gelas yang nanti kita pakai masih bagus…”

Namjachingu Yoona yang bernama Kyuhyun itu mengambilnya dan melihat sekilas gelas itu lalu kembali menatap Yoona

“… terus , barang-barang kita juga sudah cukup banyak”

Kyuhyun pun  menyodorkan gelas tersebut ke Yoona kembali

“Tapi, tetap saja aku menginginkan yang baru”

Yoona menatap Kyuhyun dengan tatapan berharap, baginya gelas itu sangat berarti jika mereka berdua bisa memilikinya, apalagi di awal mereka tinggal bersama. Yoona seakan  bisa membayangkan kehidupan mereka kelak bersama kedua gelas itu.

“Kau yakin dengan yang ini? “ Yoona. Kembali mengangguk mantap lalu menatap Kyuhyun berharap ia benar-benar akan membelinya

“Sepasang gelas couple ini, sepertinya  terlalu klise” Yoona menundukan kepalanya karena kecewa dengan jawaban Kyuhyun tadi, senyumannya tadi berganti dengan raut wajah yang sedih

“Jadi,  aku nggak boleh beli ini…?”  Kata Yoona untuk kembali meyakinkan Kyuhyun, ia memang sangat sangat ingin memiliki gelas itu. sedangkan  kyuhyun hanya menatap Yoona lalu tersenyum geli, kemudian ia berjalan lebih mendekati Yoona, tangannya mengangkat dagu Yoona lalu mengecup bibirnya singkat.

“hei, kapan aku bilang tidak boleh.. aku akan segera menjadikannya milikmu, milik Im Yoona seperti kau yang menjadi milikku, milik Cho Kyuhyun!”  jarak mereka berdua kini sungguh dekat, tubuh mereka berdua hanya terpisahkan oleh sepasang gelas yang dipegang Yoona erat, mata mereka saling menatap satu sama lain dan saling mengumbarkan senyum yang manis.

“Gomawo Kyuhyun!” Yoona menarik kyuhyun kedalam pelukannya, ia tersenyum karena  ia merasa sangat beruntung mempunyai namjachingu seperti Kyuhyun.

====KY====

Kyuhyun dan aku sama- sama satu Universitas dalam seminar, saat ini hubungan kami sudah berjalan selama 4 tahun. Dia menyatakan cinta padaku saat kami berada di stasiun kereta setelah pulang dari pesta minum-minum. Saat itu kami masih benar-benar lugu

_Flashback

“Yoona ssi, kau sama sekali tidak terlihat mabuk ya? Padahal aku saja sedikit mabuk” Aku sedikit kaget melihat teman kampusku dulu datang menghampiri ku, mungkin karena kami tidak pernah berinteraksi satu sama lain saat di kampus.

“Itu tidak benar kok, aku hanya tidak terlalu minum banyak saja. Justru kau yang terlihat kuat Kyuhyun ssi”

aku tersenyum singkat  kearahnya tetapi tidak lama keadaan menjadi hening, sepertinya Kyuhyun sedang berpikir, mencari topik yang bagus untuk dibicarakan denganku, dan akhirnya ia buka suara

“Kau tahu?… sejak ujian masuk dulu kita satu kelas!”

“eh?”

“kau hanya 2 baris didepan ku waktu itu”

“benarkah?… Ternyata ingatan mu masih bagus juga ya. Padahal dulu ada banyak yeoja yang masuk ke kelas kita” aku benar-benar tidak menyangka ia masih mengingatku saat itu, mungkin jika ia tidak berbicara dengan ku saat ini aku tidak akan ingat dengan dirinya sekarang

“Soalnya waktu itu… aku merasa kau sangat manis, jadi tanpa sadar aku jadi selalu memandangi mu waktu itu”  Mataku membesar saat ia mengucapkan kalimat itu, sekilas aku melihat pipi nya memerah

“Meskipun aku selalu melihatmu di kampus, tetapi aku tidak berani untuk mengajak mu berbicara..   Jadi.. saat kita satu seminar begini aku merasa seperti orang yang sangat beruntung”    tiba-tiba aku merasa keadaan disini memanas, entahlah aku tidak tahu jawabannya kenapa tapi perkataan nya tadi benar-benar membuat pipiku memanas

“jadi.. Emm kalau kau tidak keberatan,,“.    ia tidak melanjutkan kata-kata nya, Kyuhyun mengubah posisi tubuhnya menjadi menyampingiku, kuperhatikan tingkahnya saat ini ia berusaha menyembunyikan sikap gugupnya.  Tangan Kyuhyun mengelus-ngeluskan tengkuknya, beberapa kali aku melihatnya mengigit bibir bawahnya,  ia benar-benar terlihat sangat manis jika begini.

“Maukah kau jalan dengan.. emmm dengan ku kapan-kapan?” ia menghela nafasnya, seakan mengambil beberapa pasukan oksigen untuk membantunya mengucapkan kata terakhir yang belum ia sampaikan. “kuharap?” Ia mendongakkan kepalanya agar bisa menatap ku, matanya benar-benar menunjukan ketulusanya padaku, aku pun juga bisa melihat pipinya memerah dengan jelas.  Bibirku bergerak untuk membuat senyuman manis, tanpa pikir panjang lagi aku menganggukan kepalaku

‘Kyuhyun benar-benar namja yang manis’

_end flashback

Setelah menjalin hubungan ini, kami sangat jarang sekali bertemu. Bahkan Saat sedang libur kerja pun kami juga sulit untuk bertemu. Apalagi dengan pekerjaan kami yang benar-benar berbeda, aku yang menjadi salah satu pegawai di perusahaan swasta sedangkan Kyuhyun menjadi seorang guru SMA, Sibuk karena pekerjaan dan sering lembur di kantor itu sperti makanan kami sehari-hari, tak ada waktu senggang walaupun hanya untuk makan berdua dengan Kyuhyun saja memang kejadian yang sangat jarang kami temui. dan lagi dengan jarak rumahku dengan rumahnya bisa dikatakan sangat jauh. Untuk mengurangi rasa rindu, tiap malam kami selalu berkomunikasi walaupun hanya lewat telepon, paling tidak  mendengarkan suaranya aku bisa menghilangkan rasa penatku. Tetapi akhirnya aku yang tidak tahan jika hanya berhubungan seperti ini. Seandainya kami punya sedikit waktu seperti layaknya orang dewasa. Bisa bertemu dengannya setiap hari dan melewati hari bersama-sama, dan  akhirnya setelah memikirkan nya dengan matang kami memutuskan untuk menyewa apartemen bersama dan hidup bersama.

‘Minggu depan kami akan mulai pindah’

“kau sudah mengepak semua barang?”

Aku menoleh padanya saat merasakan tangannya semakin erat menggandeng tanganku, kulihat ia masih memperhatikan jalan yang sedang kami lewati.

“Ne,  sudah lumayan banyak. bagaimana denganmu?”

“Aku?” Sekarang gantian ia yang menolehkan kepala nya kepada ku, ia  memasang wajah berpikir, aku mengernyitkan dahiku karena bingung, jangan-jangan ia belum menyiapkannya.

“eh?”   wajah berpikir itu tiba-tiba saja berubah menjadi wajah evil seorang Kyuhyun, ia menunjukan senyuman evilnya ke arahku

“tenang saja, Yoona ku yang manis. Aku akan melakukannya dengan cepat untukmu” Aku memukul dada nya pelan, karena melihat ia menertawaiku. Aku bisa menebak kenapa ia tertawa, pasti karena pipi ku yang berhasil memerah karena ucapanya. Aku mengerucutkan bibirku untuk menunjukan kalau aku kesal pada nya.

ia mencium bibir ku sekilas, aku memberhentikan langkahku untuk menyamainya yang sudah berhenti sejak tadi, ia menatap mata ku dengan mata indah coklatnya, mata nya seakan  berbicara padaku kalau aku hanya miliknya . Tangannya menyentuh bagian belakang kepalaku lalu mendorong sedikit ke arahnya, aku hanya memejamkan mataku seakan pasrah dengan apa yang ia akan lakukan pada ku. Aku merasakan hembusan nafasnya perlahan diwajahku, tepatnya di mataku. Aku merasakan sebuah ciuman hangat mendarat didahiku lembut. Aku membuka mataku saat ia sudah melepaskan ciumannya dari dahiku. Ia tersenyum manis kearahku, ia mengambil satu tanganku dan mengecupnya singkat, lalu menggandeng tanganku kembali untuk melanjutkan perjalanan kami. Aku berjalan dibelakangnya masih dengan tanganku berkaitan dengan tangannya, aku menundukan kepalaku untuk menyembunyikan pipi ku yang memerah dan kuharap,  senyuman ini tidak akan pernah terlepas dari wajahku.

‘Mulai minggu depan’

‘Apapun yang akan terjadi kami akan sering bertemu’

@@@@@@

 “Terima kasih atas kerja kerasnya! Terima kasih sudah membantu kami, Donghae ssi dan Yuri ssi”

“Kalian benar-benar sangat membantu loh!”Aku memberikan mereka minuman dingin sebagai hadiah atas bantuan mereka untuk merapikan semua barang yang baru saja dipindahkan ke apartemen kami.

“Aku lelah sekali, akan lebih baik jika ada seorang namja lagi yang ikut membantu. Besok otot-ototku pasti akan sakit,” Aku dan Kyuhyun tertawa melihat tingkah teman kami  satu ini, ia bernama Donghae

“Yaaa kau ini, seperti tidak ikhlas saja, hehe maafkan si bodoh ini ya Yoona, Kyuhyun”. yeoja satu ini bernama Yuri, ia memukul bahu Donghae karena ucapan Donghae tadi lalu ia meminta maaf pada kami. Lagi-lagi tingkah mereka benar-benar membuat kami tertawa kembali

“Sudah lama ya kita berempat tidak kumpul begini. Terakhir kalau tidak salah setahun yang lalu ya?” Kyuhyun menyeruput minuman dinginya lalu meletakkannya kembali ke meja

“Kau benar” Donghae menganggukan kepala nya menyetujui ucapan Kyuhyun

“Benar-benar sudah lama ya..” Aku menghela nafas lalu memperhatikan kedua teman yang duduk dihadapanku. Donghae dan Yuri adalah teman dekat kami sejak kami di kampus. Lee Donghae adalah teman satu klub dengan Kyuhyun, sedangkan Kwon Yuri dan aku sama-sama mengambil kelas bahasa bersama-sama . Dan begitu aku dan Kyuhyun memulai menjalin hubungan, kami berempat jadi sering bersama. Beda nya dengan kami, mereka berdua bukanlah sepasang kekasih, karena masing masing sudah punya pilihan mereka sendiri-sendiri.

Yuri : Jadi kekasih Donghae? Tidak akan!!

Donghae : Yuri? Huh ., bukan tipe ku!

Aku tersenyum geli mengingat kalimat yang pernah mereka ucapkan didepanku dan Kyuhyun saat dulu.

“Hey, ngomong-ngomong soal kepindahan ini, apa kalian sudah membicarakanya pada orang tua kalian?”Aku dan Kyuhyun sama-sama terdiam setelah mendengar pertanyaan dari Yuri, kami berpandangan satu sama lain.

“Belum kami….” Aku tidak melanjutkan kata-kataku, entahlah aku masih ragu untuk mengatakan nya

“masih merahasiakannya”Aku menoleh ke arah Kyuhyun saat ia melanjutkan perkataanku, ia membalas tatapanku,  ia seperti memberi kode agar aku tetap tenang dan mengatakan yang sebenarnya

“Aku tidak bermaksud menyembunyikannya, tapi aku rasa waktunya kurang tepat” Aku kembali dalam posisi ku awal, menghadap Yuri dan Donghae, seperti biasa jikalau gugup, tanganku selalu bermain dan mengenggam ujung blusku. Sepertinya Kyuhyun melihat sikap ku, ia memang telah mengetahui sejak lama sikap gugup ku itu. Aku menoleh kearah tanganku saat merasakan tangan Kyuhyun mengenggam lembut tanganku, mengelus-ngeluskan tanganku dengan jarinya seakan memberi kan ku kekuatan. Aku pun mendongakkan kepalaku dan mendapati dirinya tersenyum kepadaku. Dan Aku membalas senyumannya

@@@@@@

Setelah mengantarkan mereka pulang didepan pintu, kami berdua berjalan beriringan masuk menuju ruang keluarga

“Kalau begitu bagaimana kalau kita beres-beres dulu?”  Aku menoleh kearahnya lalu menganggukan kepalaku

“Ne, tapi sebelum itu.. Kau mau segelas kopi?”

“Boleh juga..”

“Kau bisa membuatnya kan? Seperti dulu? Cappucino kesukaanku?”  ia tampak lebih semangat setelah mendengar kata-kata kopi, maklum saja ia penggemar berat Cappucino

“Tentu saja, tunggu sebentar ya” aku tersenyum kearahnya lalu berjalan menuju dapur. Aku menuangkan beberapa sendok kopi, gula dan cream susu kedalam dua gelas yang kemarin baru kami beli. Setelah selesai aku memberikan segelas kearah Kyuhyun

“Mashita.. aku suka sekali!”    Kyuhyun tersenyum bahagia setelah menyeruput Cappucino ke mulutnya

“Itukan hanya Cappucino yang kubuat dengan sungguh-sungguh saja” Aku tersenyum geli melihat tingkah Kyuhyun yang seperti mendapat mainan baru hanya karena segelas Cappucino yang kubuat.

“Mulai sekarang.. aku bisa terus minum ini kan?” Kyuhyun menatapku dengan tangan yang masih memegang gagang gelas cappuccino tadi. Aku tidak menjawab pertanyaannya. Tetapi aku menyandarkan kepalaku di bahu nya, menyistirahatkan kepala ku didada bidangnya, untung lah Kyuhyun tidak merasa risih karena tingkahku, mungkin ia kaget tetapi sepertinya ia juga merasa nyaman jika posisi kami berdua seperti ini. Rasa nya ia sedang menatapku, tetapi aku tidak membalas tatapannya aku lebih memilih menikmati posisi ini bersama Kyuhyun. Aku memejamkan mataku, merasakan aroma tubuh Kyuhyun, merasakan nafas Kyuhyun yang jatuh bergantian menimpa kepala ku, membuat tubuhku jadi terasa lebih hangat. Deg… Deg… Deg aku tersenyum geli saat mendengar degup jantung Kyuhyun berdetak cepat, bukannya berpindah posisi aku malah lebih mendekatkan telinga ku ke arah dadanya. Senyuman geli ku tidak kunjung berhenti, aku hanya membayangkan betapa gugupnya Kyuhyun saat ini. Tetapi sepertinya hal ini bukan hanya dirasakan Kyuhyun saja,  aku juga merasakannya hanya saja Kyuhyun tidak dapat dengan jelas mendengarkan degupan jantungku, tidak seperti aku.. hehehe .. Kejadian ini semakin meyakinkan perasaanku bahwa Kyuhyun benar-benar mencintaiku.

“Kenapa senyum-senyum sih?”

“Ah tidak apa-apa heheh”

“eh?”

Tidak apa-apa… Aku hanya bahagia… bersama mu Kyuhyun

Akhirnya dimulai juga… Kehidupanku bersama dengan Kyuhyun

 

@@@@@@@@

From : Yoona

Appaku akhirnya mengetahuinya juga, aku mungkin tidak bisa pulang sekarang. Dia pasti akan menceramahi ku sepanjang malam. Tetapi aku akan menjelaskannya dengan baik dan mendapatkan restunya! Nanti aku akan mengabarimu lagi ..ok?

Yoona^^

Aku mengirimkan pesan kepada Kyuhyun, memberitahukannya kalau malam ini sepertinya aku tidak pulang menemaninya. Yah keluarga ku mengetahui kalau aku dan Kyuhyun tinggal bersama dan akhirnya aku hanya pasrah mendengar ceramah dari Appa ku ini

“Yoona, ada seseorang datang”Aku menoleh saat eomma ku memanggilku , dan saat melihat kearah pintu betapa terkejutnya aku melihat Kyuhyun datang dengan pakaian berjas yang sangat rapi.

“KYUHYUN?” Aku bergegas mendekatinya

“Aku datang secepatnya kemari setelah menerima pesan darimu. Aku rasa akan lebih baik kalau aku langsung yang bertemu dengan kedua orang tuamu”.    Aku menatap Kyuhyun dengan pertanyaan apakah kau yakin . Kyuhyun hanya menganggukan kepalanya dan ia berjalan memasuki ruangan Appa ku.

“Annyeonghaseo , Cho Kyuhyun imnida. Maafkan atas kedatangan saya yang tiba-tiba ini. Saya  datang untuk meminta ijin tinggal bersama Yoona walaupun kami belum menikah…”

“Kami sama sekali tidak punya waktu untuk bertemu karena pekerjaan masing-masing. Saya  hanya takut, perasaan ku padanya akan menghilang atau malah semakin baik. Saya masih belum berpikir akan menikahinya karena saya kira tabungan saya belum mencukupi untuk kehidupan kami, dan anak-anak kami kelak. Dan bagaimanapun juga saya tidak mau kehilangan Yoona, maka dari itu saya memutuskan untuk tinggal bersama Yoona demi mempererat hubungan kami” Walaupun hanya melihatnya dari jauh aku bisa merasakannya kalau Kyuhyun benar-benar serius, Aku kagum dengan  pernyataan Kyuhyun, ia terlihat bersungguh-sungguh

“Saat kau mengatakan belum memikirkan pernikahan, apa itu berarti kau akan menikahi Yoona kalau tabunganmu telah mencukupi?” Tanya Appa ku dengan intonasi yang meninggi, walaupun aku sedikit takut tapi aku memaklumi nya, karena aku tahu appa sangat protektif karena ia  sangat ingin melindungiku.

“Tentu saja, karena itu tujuan saya” Kyuhyun benar-benar serius denganku. ia akan menikahiku. Senyuman bahagia menghiasi wajahku, rasanya aku tidak bisa berhenti tersenyum hanya karena ini.  Aku menatap kedua orang penting didalam hidupku dengan perasaan cemas. Aku melihat appa ku sepertinya ia sedang berpikir keras untuk merestui kami atau tidak, sekilas aku melihat raut muka ragu di wajah appa. Sedangkan Kyuhyun ia menatap appa ku dengan tatapan berharap. Dan akhirnya Appa merestui kami tinggal bersama. Aku menghela nafas lega ku. Aku tersenyum bahagia melihat kedua orang didepanku itu

‘Aku sangat yakin tinggal bersama dengan Kyuhyun selamanya..  Tapi ternyata tidak semudah yang kubayangkan untuk menempuh masa depan bersama-sama’

Aku bahkan tidak menyangka, kalau Kyuhyun akan…. Mengkhianatiku

 

@@@@@@@

====KY=====

“Kyuhyun Songsaenim!”. Aku menoleh kebelakang saat  mendengar seseorang memanggil nama ku

“Victoria ssi?”    Aku terkejut saat melihat salah satu muridku yang masih memakai seragam sekolah datang menghampiriku, di tambah lagi malam ini bukan lah jam nya murid-murid pulang sekolah, murid-murid  lain sudah meninggalkan sekolah ini saat sore tadi. Kira-kira apa yang dilakukan Victoria malam-malam begini disekolah. Dan kenapa ia memanggilku?

“Apa kau sudah mau pulang sekarang? Apa boleh aku berjalan bersama mu sampai stasiun songsaenim?”            Belum sempat aku menjawab pertanyaannya ia langsung menarikku agar berjalan beriringan dengannya

“Songsaenim tinggal dimana?”

“In Sooki”

“Kalau kesana kira-kira berapa lama?”

“Lumayan jauh sih, kira-kira 50 menit…”

“Sebelumnya aku tinggal didaerah yang lebih dekat, tetapi aku pindah kemarin untuk tinggal bersama pacarku” Saat ditengah perjalanan aku sedikit kaget karena Victoria menanyakan alamatku, dan aku memberitahukannya kalau saat ini aku tinggal bersama Yoona, berdua..

“… begitu ya” aku menoleh kearah Victoria hanya untuk melihat ekspresinya. Aku sedikit bingung karena setelah ia mendengar ucapanku tadi wajahnya menunjukan ekspresi sedih, padahal sebelumnya ia sering mengumbarkan senyum ke padaku. Ada apa dengannya?

“Aku akan menaiki kereta ini, jadi…”tak terasa kaki kami telah menginjakan stasiun tepat di halte Kereta jurusan ku berangkat. Aku menoleh kearah Victoria, menunggunya buka suara karena setelah ucapanku di jalan tadi ia tidak berbicara lagi padaku. Aku menghela nafas

“Baiklah, semoga berhasil ujian minggu depan ya!” Karena Victoria tak kunjung buka suara akhirnya aku yang memutuskan untuk memulainya, aku berpamitan dengan nya dan sekedar memberikan semangat pada muridku ini karena minggu depan angkatan Victoria akan menghadapi ujian sekolah. Ia tersenyum dan menganggukan kepalanya ke arahku lalu ia pamit kepadaku dan mulai berjalan meninggalkanku, aku menunggunya hingga punggungnya tak terlihat lagi oleh mataku. Setelah kupikir ia sudah pergi aku memutuskan untuk naik kereta jurusanku. Tetapi sebelum aku masuk kedalam pintu kereta lagi-lagi ada yang memanggilku.

“Ya, Kyuhyun ssi”  aku menoleh ke sumber suara

“Yesung ssi?”

“Bukankah tadi kau bersama Victoria Song dari kelas senior? Dia manis ya.. nilainya juga bagus”

“Ne”  aku hanya menganggukan kepala menyetujuinya. Memang secara fakta Victoria adalah yeoja yang sangat manis disekolah dan aku mengakui itu

“Pasti dia banyak bertanya, sepertinya ia menyukaimu”                                                                                                                      Aku sedikit terkejut oleh ucapan Yesung tersebut, tetapi setelah menelaah kata-kata Yesung aku menyadarinya, sepertinya muridku itu menyukai ku, aku menebak kalau alasan ia pulang malam hari ini hanya untuk menungguku ditambah ekspresi sedih nya tadi saat aku mulai mengatakan kalau aku tinggal bersama Yoona

“Sepertinya begitu, hari ini saja ia sengaja menungguku pulang” aku menghela nafas panjangku

“Eh serius?…. Asiknya…” Yesung memandang iri kearah ku. aku hanya membalasnya dengan senyuman singkat

“Tapi, aku sudah mengatakannya kalau aku tinggal bersama pacar ku berdua.. Jadi kuharap ia segera menyerah sekarang” aku memandang jauh kearah orang banyak yang sebelumnya tadi dilewati oleh Victoria.

Apa kah benar Victoria menyukaiku? Aku senang dan aku akui itu, tetapi aku sudah memiliki Yoona dan aku harus menjaga perasaannya. Ku kuatkan ini didalam hatiku

@@@@@@@

 “Songsaenim..!”

“Ada yang ingin kukatakan padamu, apa kau ada waktu?”

“Tentu, ada apa?”

“Kita ke tempat yang tidak ada orang ya?..”

Kyuhyun dan muridnya Victoria berjalan menuju jalanan yang sepi

“Mianhe.. Kemarin Aku jauh-jauh datang sampai ke stasiun Oosaki, aku hanya berharap bisa bertemu melihat mu setiap harinya. Dan sejak pagi aku pikir, aku akan bertemu dengan mu lagi.. karena saat itu sepertinya kau tidak bersama dengan pacarmu, tetapi  ternyata saat itu kau sedang bersama dengan pacarmu…” Kyuhyun sedikit terkejut saat Victoria berbicara mengenai Yoona, apalagi beberapa hari yang lalu Kyuhyun dan Yoona tidak sengaja bertemu  dengan Victoria di stasiun, padahal memang Victoria yang ingin menemui Kyuhyun yang biasa pergi dan pulang di stasiun itu

“Dia manis ya…..”

“Victoria —–”

“Meskipun aku sudah mengetahuinya. Tapi bagaimanapun juga aku harus mengatakannya…”. Kyuhyun berulangkali untuk mencoba buka suara tetapi  Victoria selalu saja memotongnya dan melanjutkan pembicaraanya. perasaan  Kyuhyun menjadi gusar entahlah ia juga masih ragu untuk memastikan jawabannya tetapi yang jelas ia merasa kalau Victoria ..

“Saranghe Songsaenim.. Aku selalu memikirkanmu, sampai-sampai aku tidak bisa konsentrasi pada pelajaran hanya karena mu…”

Deg… Kyuhyun langsung memandang wajah Victoria dengan tatapan terkejut, ia sangat terkejut karena ia tidak mengira kalau murid nya akan mengutarakan perasaan langsung dihadapannya

“Victoria ssi?”    Suasana siang itu menjadi hening, percakapan antar guru dan murid ini sangat berbeda dengan yang sebagaimana pantasnya. Dan Kyuhyun merasa ini tidak bisa dilanjutkan lebih lama lagi. Ia harus menghentikan rasa suka muridnya itu kepadanya, karena bagaimanapun juga ia telah memiliki Yoona sekarang.

“Aku senang dengan perasaanmu. Tapi maaf… aku tidak bisa. meskipun aku hanya guru sementara, saat ini aku adalah seorang guru dan kau,, adalah muridku..” Kyuhyun menatap prihatin kearah Victoria, walaupun ia tidak tega menyakiti perasaan muridnya tetapi ia tetap harus melakukan itu. ia harus menjaga perasaan Yoona

“Aku tahu ,, Aku tahu harusnya aku menyerah dari awal… Tapi itu bukanlah hal yang mudah” Perlahan suara Victoria melemah tetapi masih bisa didengar oleh Kyuhyun. Victoria sepertinya tahu kalau ia akan mendapat jawaban seperti ini, tetapi ia tidak menyerah begitu saja ia mencari cara agar ia bisa dekat dengan guru nya, ia mendongakkan kepala nya agar bisa menatap mata Kyuhyun

“Songsaenim, maukah kau kencan denganku?… Hanya sehari saja?”

“Eh..?”

“Mungkin kalau aku mendapatkan hari yang menyenangkan bersamamu, aku bisa berkonsentrasi dalam ujian”

“eh.. tapi…itu.. itu bukan hal yang bagus” Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepala nya untuk menolak ajakan muridnya tersebut, tetapi Victoria tetap juga tidak menyerah.

“Kumohon…” Mata Victoria mulai berair, ia benar-benar memohon pada Kyuhyun, seakan ia tidak mau ditolak untuk permintaan nya satu ini.  Dan  Akhirnya pertahanan Kyuhyun pun goyah, ia tidak tega melihat muridnya  itu menangis.

“Besok… sore tidak ada kelas” Kyuhyun mengucapkannya dengan tidak ikhlas, tetapi walaupun begitu Victoria sangat senang sekali dengan jawaban Kyuhyun

“hanya sekali ya?” Victoria mengangguk-anggukan kepala nya, ia tidak bisa menyembunyikan rasa senang nya lagi. Dan Kyuhyun menghela nafasnya yang berat

@@@@@@

 “Jadi hari ini kau akan pulang cepat kan? ada restoran Italia yang aku ingin kita kunjungi jadi hari ini aku juga akan pulang cepat.”                                                                                                                                                                 Aku sedikit kaget karena ternyata Yoona tidak melupakan rencana kami untuk jalan bersama sore ini, tetapi maaf Yoona, aku telah memiliki janji dengan yang lain yaitu bersama Victoria…

“Mianhe Yoona, hari ini aku tidak bisa,”                aku menghindari tatapan Yoona, aku merasa sangat gugup jika berbohong sambil menatap mata nya

“tidak bisa?”

“Ne, aku ada rapat sesama guru sore ini.. jadi mungkin aku akan pulang larut..”  aku berbohong padanya, walaupun terdengar jelas tapi kegugupan ku masih bisa ter lihat hanya saja  entah Yoona menyadarinya atau tidak, dan kuharap jawabannya tidak.

“begitu ya?.. Tapi,  minggu depan harus jadi ya?”                                                                                                                               sungguh tidak tertebak olehku. Yoona tidak terlihat kecewa sama sekali, malah ia tersenyum manis ke arahku. Aku membalas senyumannya dan menganggukan kepalaku, lalu kami berpamitan untuk pergi ke tempat kerja masing-masing, kami berjalan berlawanan arah.

Aku, sudah berbohong padanya, karena aku tidak bisa berbicara terus terang padanya. jika aku mengatakan padanya kalau aku jalan bersama murid yang sudah kutolak, kira-kira apa reaksi Yoona?

Dan juga aku tidak bisa mengatakan kalau aku jalan bersama seorang murid, yeoja. Yoona pasti sangat merasa sedih. Tetapi sejauh ini, aku tidak merasa bersalah kepada Yoona apa lagi melihat senyuman yang ia berikan pada ku tadi.

‘Sebaiknya aku tidak mengatakannya, .. Yeah..’

Tetapi seharusnya aku bisa  menolak Victoria, tetapi aku tidak tega melihat nya menangis. Dan juga kencan ini hanya berkesan untuk memberinya semangat belajar bukan?, jadi aku akan menolongnya. Tidak ada salahnya kan?

=====KY====

“Yuri, tunggu sebentar ya aku akan menanyakan pada Kyuhyun dulu” aku menekan tombol dialing ku yang langsung memunculkan nomor Kyuhyun, aku menunggunya hingga nada masuk, tetapi yang aku dengar (maaf, nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau sedang diluar jangkauan) aku memutuskannya dan menghela nafas panjang

“ada apa Yoona?”

“….sepertinya ponsel Kyuhyun tidak aktif….” Aku memandang ponselku dan beberapa kali mengecek nomor Kyuhyun memastikan aku tidak salah memasukkannya

“ini aneh, biasanya jika didalam kelas ia hanya merubah volume nya menjadi silent..” aku menutup flip ponselku lalu menatap Yuri yang berada didepanku.

“bisa saja, ponselnya mati Yoona?”

“tapi setiap malam ia selalu mencharger nya kok” Memang benar, tiap malam Kyuhyun selalu mencharger ponselnya dan ia juga selalu memperingatkanku agar aku juga mencharger ponselku.

Tiba-tiba aku teringat percakapan pagi tadi dengan Kyuhyun, tadi pagi ia sangat berbeda, entahlah sepertinya kegugupan mengelilinginya.. Aku memandangi foto ku bersama Kyuhyun di layar ponselku. Aku menghela nafas berat, Kyuhyun tidak pernah begini.

“Yoona, jika kau mengkhawatirkannya. Bagaimana jika kau langsung menghubungi sekolahnya saja?” Tidak salah aku mengajak Yuri keluar, karena ia memang selalu bisa memberiku ide, pantas saja ia diterima di perusahaan internasional.  Aku menganggukan kepalaku lalu tanganku mulai memencet-mencet, mencari kontak Sekolah tempat Kyuhyun mengajar.

(Yeoboseoyo,  Disini dengan Park Jungsoo, in dengan siapa?)

“ah maaf menganggu ini dengan Im Yoona, bisakah saya berbicara dengan Cho Kyuhyun Songsaenim?”

(tunggu sebentar) aku menunggu dengan was-was kuharap Kyuhyun memang berada di sekolah. Agar bisa menghilangkan rasa curigaku kepada Kyuhyun

(Maaf, tapi tuan Cho songsaenim sedang tidak ada kelas hari ini…)  Deg.. jawaban itu benar-benar tidak seperti yang kuharapkan. Seketika bibirku kaku hanya untuk mengucapkan terima kasih kepada sipenerima telepon ini, aku tidak berhenti memikirkan Kyuhyun… Dimanakah ia sekarang?,,,

@@@@@@@

“Uh Yoona,, jangan terlalu depresi begitu sih,..  harusnya kau senang akhirnya kau bisa makan di restoran Italia ini!”.   Entahlah, karena jawaban telepon tadi nafsu makan ku langsung hilang dan sejak tadi aku hanya memain-mainkan garpuku dan mengaduk-ngaduk nya dipiring.

“ah Mian,, Tapi ini sangat mengaggetkanku… selama ini ia tidak pernah berbohong padaku..  Aku, jadi ingin tahu apa yang sedang ia lakukan sekarang. Tetapi aku sama sekali tidak bisa menebaknya” aku meletakkan garpu ku asal, lalu aku menghela nafas panjang

“mungkin saja ini bukan masalah yang besar, mungkin saja ia sedang minum dengan Donghae?”

“eh minum?”

“bisa saja kan? Memang salah jika Kyuhyun minum dengan Donghae?”

“Kalau memang hanya minum dengan Donghae aku tidak masalah, tetapi kalau ternyata bukan?…” mataku menerawang jauh, membayangkan apa yang sedang Kyuhyun lakukan. Tiba-tiba saja wajah yeoja salah satu murid Kyuhyun yang pernah kami temui di stasiun Oosaki beberapa hari yang lalu muncul dibenakku. siapakah dia?…

=====KY=====

Dilain tempat….

“mulai besok kau mulai belajar dengan giat ya?”

“Pasti..!!”

“Gomawo sudah menemani ku hari ini..” aku membalas senyuman Victoria, ia terlihat senang sekali hari ini.. Melihat ia tersenyum begini aku juga merasa lega..

“Ini sudah jam 8 malam, aku harus pulang sekarang. Kau pulang naik bis kan Victoria ssi?” Aku melirik kearah jam tanganku dan melanjutkannya untuk menatap Victoria, kulihat ia menghela nafas panjang

“Aku tidak ingin pulang..”

“Eh?”

“Sebentar lagi saja….

…Temani aku ke pergi ke karaoke”

“Victoria ssi?”

“Kumohon songsaenim, sebentar saja… Kumohon…”                                                                                                                     ia menyatukan kedua tangannya untuk membujukku agar mau menemaninya. Aku memejamkan mata dan dengan ragu aku menganggukan kepalaku

“aku tidak bisa bernyanyi, jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?…

..kau ingin menyanyikan lagu apa?” aku duduk bersebelahan dengan Victoria, aku memandanginya yang dari tadi tidak buka suara.

“sebenarnya, aku tidak ingin bernyanyi”

Aku menoleh kan wajahku ke arahnya

“aku hanya ingin berdua dengan Songsaenim”    aku menaikkan kedua alis mataku, aku kembali menghela nafas..  Victoria, apa lagi ini?

“Songsaenim..” Aku menoleh kearahnya saat ia memanggilku

…cium aku!” aku terkejut mendengar permintaan yang sudah keluar dari perjanjian awal kencan ini

“apa? Aku.. aku tidak bisa melakukannya!” aku menjauhi posisi dudukku dengan nya, aku mengeraskan hati untuk menolak permintaanya. Setiap bersamanya, aku selalu mengingat Yoona, dan juga perasaan Yoona.

“Kumohon… aku hanya ingin ciuman pertamaku bersama orang yang aku cintai yaitu  kau Songsaenim,,”

“Tidak aku tidak bisa!” aku menegaskan kata-kata itu kepada nya, aku benar-benar tidak ingin melakukan hal yang sudah terlalu jauh bersama Victoria. Aku memejamkan mataku dan menyilangkan kedua tanganku didepan dadaku. Beberapa detik kemudian aku membuka kedua mataku, untuk sekedar melihat apa yang sedang dilakukan Victoria sekarang. Hatiku bergetar saat melihat kedua mata indahnya mengalirkan airmata bening dipipi putihnya, sungguh aku tidak tega melihatnya begini. Kulihat kedua tangannya meremas bagian bawah rok nya, sekilas ia mengingatkan aku dengan Yoona, karena sikap gugup Victoria sama seperti yang ditunjukan Yoona. Aku menghela nafas panjang berpikir apa sebaiknya yang kulakukan saat ini. Aku menundukan kepalaku, menelan air ludah ku, perlahan tapi pasti tangan ku mulai menyentuh pipinya,  mendongakkan kepala Victoria dengan kedua tanganku. Ia menangis, aku sangat tidak tahan melihatnya menangis.. aku memejamkan kedua mataku dan menyatukan bibir ku dengan bibirnya.

Akhirnya inilah yang kulakukan.. aku menciumnya…

‘Maafkan aku Yoona’

@@@@@@

====KY====

 “Aku pulang…”

“Selamat datang…

… kau pasti lelah.., apa kau mau segelas Cappucino?”

“Ne, gomawo Yoona..”  aku merasakan sebuah kecupan singkat mendarat di keningku, aku pun tersenyum kearahnya. Dengan semangat aku melangkahkan kakiku menuju dapur untuk membuatkan Cappucino kesukaanya

“Wah,, ini luar biasa… Bagaimana kau membuatnya Yoona?”                                                                                         aku tersenyum geli melihat raut muka nya yang terkagum-kagum dengan penampilan baru Cappucino yang aku buat. Aku membuat sebuah gambar berbentuk hati diatas Cappucino itu dengan cocoa powder,

“aku hanya mempelajari nya dari majalah.. Kau menyukainya?” ia mengangguk kepala nya dan langsung menarikku kedalam pelukannya

“Ne,, Gomawo Yoona…” Aku membalas pelukannya dan meletakkan kedua tanganku melingkari lehernya

“Apa kau tidak jadi meminumnya,”

“Aku akan meminumnya nanti..

… tapi sebelum itu aku ingin melakukan sesuatu,” ia tersenyum evil ke arahku, sepertinya aku mengetahui apa yang ia inginkan sekarang. Dan benar , ia mencium bibirku dengan lembut, tangannya melingkari pinggangku sedangkan tanganku bermain di lehernya. Bibirku juga ikut bergerak menerima ciuman hangatnya…

Saat ini, aku tidak bisa menanyakan pada Kyuhyun kenapa ia berbohong kepadaku.. Dan untuk ini, kurasa ia merasa bersalah karena membohongiku tadi.

Tapi jika nanti.. maka gambar hati yang ada di atas Cappucino itu akan menghilang…

@@@@@@@

1 tahun kemudian

====KY=====

Aku sedang berjalan di koridor Universitas yang dulu pernah ku sekolahi, tujuanku kesini hanya untuk bertemu dengan teman lama. Dan setelah menemui mereka aku memutuskan untuk pulang

“Kyuhyun Songsaenim…!” aku menoleh saat sebuah suara yang sudah terdengar familiar memanggilku. Tetapi saat aku melihat kearah orang yang memanggilku tadi. aku bingung, aku seperti tidak mengingat siapa yeoja ini

“Apa kabar..”     Senyuman itu,,, suara itu,,,,

“ ah VICTORIA SONG?”aku terlonjak kaget karena dugaanku benar, dia adalah Victoria mantan muridku dulu.. memakai baju ala anak mahasiswa seperti ini ia terlihat sangat cantik, penampilannya sekarang benar-benar berbeda sampai membuat aku hampir tidak mengenalinya

Victoria mengajakku jalan berkeliling dan berhenti makan disebuah restoran, tanpa terasa saat ini sepertinya ia dan aku mulai merasa mabuk. Padahal kami hanya meminum  beberapa gelas soju.                              Kami berjalan dijalanan malam Seoul untuk pulang. Ditengah perjalanan tiba-tiba ia memeluk tanganku. Aku yang kaget dengan sikapnya dan  hanya bisa memandangnya heran

“Aku……Masih mencintaimu Songsaenim….”

“…aku tidak bisa melupakanmu, walaupun sudah setahun ini.. Saat aku masuk kuliah aku banyak bertemu namja-namja, tetapi… Aku hanya bisa melihatmu Songsaenim…”

Aku mengedip ngedipkan mataku berulang kali menatap Victoria karena merasa pandanganku mulai kabur karena efek soju yang kuminum tadi, aku seperti melihat yeoja yang didepanku ini adalah Yoona

… Apa kah aku terlihat tidak baik? Sampai kau menolakku?” Mendengar ucapan yeoja ini aku kembali menyadari bahwa yeoja yang memeluk tanganku bukan Yoona, melainkan Victoria. Walaupun aku sadar jika dia bukanlah Yoona aku tidak melakukan apa-apa tetap dalam posisi begitu, seperti merelakan Victoria melakukan apapun terhadap ku..

“Terima kasih… itu membuatku sangat senang. Tetapi aku……” Saat ini aku masih bisa mendengar semua kata-kata yang dikeluarkan Victoria dan sebelum aku menyelesaikan jawabanku             Victoria  tiba-tiba memelukku, ia menyembunyikan kepala nya didada ku, kali ini aku merasa pipiku memanas, entah efek dari alcohol yang kuminum tadi atau karena Victoria….?

Aku membiarkannya berada dipelukanku, perlahan aku menggerakkan tangan ku untuk mencapai puncak kepalanya, aku benar-benar terbuai olehnya. Ingin rasanya aku menghentikan semua ini, karena Yoona. Tapi melihat Victoria, aku tidak tega..

Dan akhirnya kami melakukannya..

Kami melakukannya, sebuah hal yang memang tidak boleh dilakukan. Bisakah ini disebut mengkhianati? Entahlah aku kurang yakin.. Malam ini, biarkan aku bersama Victoria ..

 

Yoona .. Apa ini salah?

====KY=====

 

Dilain tempat

Aku menunggu Kyuhyun dengan menonton acara-acara di televisi, mata ku pun tak pernah absen mengecek perubahan jarum jam yang terus bergerak. Aku menghela nafas setelah melihat jam sudah menunjukan 10 malam.

Kyuhyun lama sekali, aku ingin tahu apa ia akan  pulang untuk makan malam bersamaku atau tidak. Biasanya kalau ia ada acara minum-minum ia selalu memberitahuku. Aku melihat ponsel ku, kembali menekan nomor Kyuhyun yang telah hapal di kepalaku, aku meletakkan ponsel ke telinga ku, menunggu nya dengan waswas.

“kenapa dia tidak mengangkatnya?” aku mematikan ponselku dan kembali menghela nafas panjang.

@@@@@@

CKLEKKK..

Aku terbangun dari tidurku saat mendengar suara decitan pintu tertutup, aku mengambil jam weker yang berada di samping tempat tidurku untuk melihat jam sekarang.

‘5 pagi.’ Aku turun dari tempat tidurku dan berjalan menuju dapur. Aku melihat Kyuhyun sedang meminum air mineral didapur, aku berjalan sedikit mendekatinya

“Kyuhyun..”

“oh Yoona,,,

,,,maaf aku membangunkanmu ya?”ia meletakkan air mineral itu diatas meja, mataku selalu mengikuti gerak geriknya

“apa yang kau lakukan kemarin?..”

“Maaf, aku terlalu banyak minum dengan Sungmin Songsaenim dan juga yang lainnya. Aku terlalu banyak minum dan tanpa sadar aku ketiduran….”. entahlah, sepertinya Kyuhyun menyembunyikan sesuatu dariku, ia terlihat sangat gugup hanya untuk mengatakan alasan tadi

“….maaf kemarin aku tidak menghubungimu..” ia tersenyum ke arahku untuk memastikanku. Tetapi senyuman itu benar benar berbeda dari senyuman yang biasa ia tunjukan padaku, biasanya aku selalu membalas senyumannya, tapi kali ini bibirku terasa kaku untuk membuat senyuman,, aku masih menaruh curiga padanya. Ia melangkahkan kakinya berjalan kearah sampingku dan perlahan meninggalkanku.

Shuuuu~~~  saat melewati tubuhku Dengan jelas, aku mencium sesuatu wangi yang manis ditubuhnya, seperti aroma parfum yeoja. Hatiku terasa sesak, pikiran ini selalu datang saat Kyuhyun mulai melakukan hal yang benar-benar aneh. Selingkuh,, kata-kata itu terngiang-ngiang di otakku, tak tahu awal kata itu tiba-tiba muncul di otakku, apakah ini bisa disebut  ia mulai mengkhianatiku?…. Aku menoleh kebelakang untuk menatapnya tetapi ternyata tubuhnya telah menghilang dari pandanganku. Tak terasa mataku meneteskan air mata nya satu persatu dan mengaliri pipiku.

Kyuhyun… Kau pembohong yang bodoh..

@@@@@@

Setelah malam itu, Kyuhyun jadi sering pulang larut dengan alasan ada acara minum-minum.

“aku tidak perlu kau buatkan makan malam. Kau juga tidak perlu menungguku, tidur saja duluan..”

Awalnya ia mengatakannya dengan kaku, tetapi sekarang ia sudah mulai terbiasa mengatakannya. Aku rasa ia sedang membodohiku, atau ia sedang menungguku untuk mengatakan pisah?

Meskipun aku ingin menangis dan menuduhnya. Tetapi aku tidak bisa melakukannya. Jika aku melakukan hal itu kami pasti akan bertengkar, dan aku tidak mau kehilangannya. Aku takut 5 tahun yang sudah kami lalui bersama tidak berarti apapun.    Aku putuskan untuk masih bertahan, dan… hanya ini yang bisa kulakukan

 

Aku benci Kyuhyun dan juga diriku sendiri…

Kyuhyun….

@@@@@@@@

====KY=====

“apa? Kau jalan dengan yeoja lain, siapa yeoja itu?”aku sudah menebak dengan reaksi Donghae setelah ia mendengar pengakuan ku tadi

“Yeoja yang dulu menjadi muridku, saat aku mengajar di  SMA nya Ia menyatakan cinta kepadaku, awalnya aku tidak memiliki perasaan kepadanya, tetapi begitu bertemu dengannya kembali dia menjadi mahasiswi yang sangat cantik. Dia bilang kalau ia masih mencintaiku, dan dia tidak bisa melupakanku..”       tidak sengaja aku tersenyum saat menceritakan Victoria kepada Donghae. Donghae menatapku dengan tatapan sinisnya, mungkin ia benar-benar heran denganku karena bisa-bisa nya aku tersenyum saat sedang membicarakan yeoja lain, bukan Yoona.

“lalu bagaimana dengan Yoona? Apa kau sudah memutuskannya?”

“aku tidak bisa melakukannya, aku sudah berjanji untuk menikahinya.. lagi pula aku masih mencintainya,, tetapi perasaan ini berbeda”

“Kalau kau memang mencintainya dan akan menikahinya, mau apa lagi? Kau hanya perlu untuk memilih salah satunya dan bersiap untuk menyakiti yang lainnya!!” aku sedikit terkejut melihat perubahan intonasi Donghae, aku memang sudah menebaknya dari awal, tapi ini semua tidak seperti yang aku harapkan. Kukira Donghae akan lebih bersimpati padaku dan mendukungku

“bagaimanapun juga kau harus cepat memutuskan hubungan mu dengan yeoja itu!

…kau mengerti?” aku tidak menjawab pertanyaan Donghae tadi. Aku menerawang melihat kearah depan, berpikir apa sebaiknya yang kulakukan sekarang jika semuanya sudah terlanjur seperti ini.

‘Aku tahu,, kalau aku harus mengakhiri semua ini secepatnya. Tetapi aku tidak bisa menghancurkannya begitu saja, aku tidak ingin melihat Victoria menangis. hubungan ku dengan Yoona juga terlihat baik-baik saja, selama ini aku selalu merasa kebaikan dan senyuman dari Yoona, jadi aku merasa tidak ada penyesalan…. Sama sekali…’

@@@@@@@

====KY====

Aku menapaki kaki ku di gang sempit menuju apartemem kami, aku baru pulang lembur dari kantorku.

“sudah jam 9, cepat sekali” aku melihat jam tanganku, aku tidak menyangka aku telah lama lembur dikantor, padahal aku hanya menyelesaikan beberapa file.  Sambil berjalan aku sempat memikirkan untuk menu makan malam kami nanti. dan Sampai sekarang pun Kyuhyun belum menghubungiku, jadi… mungkin ia akan pulang telat , Lagi…

“mudah-mudahan di kulkas masih ada sayuran, jadi nanti aku bisa membuat sup”

BRUMMMM__BRRUMMM

Aku menoleh kepala ku kebelakang  karena aku mendengar suara mesin motor yang sangat kuat, dan kulihat motor itu mengarah kesini. Belum sempat aku menghindar  tiba-tiba tubuhku terhempas ke dinding gang tepat disebelahku,

“Ahhhhh” aku memegangi bahu kiriku yang terasa sangat sakit karena menindih dinding itu dengan keras, aku langsung berdiri dan mendapati tas jinjing ku sudah tidak tergantung dibahu kananku.

Tidak… ….    Mungkinkah…… Tas ku… Aku harus bagaimana?

Deg… deg… deg..                                                                                                                                                             jantungku bedetak sangat cepat, aku merasakan seluruh tubuhku mengginggil. Aku memejamkan mata ku berharap agar bisa berpikir jernih

‘Tenang..  Yoona, tenang.. Aku harus menghubungi Polisi.. Disini pasti ada kantor pos polisi. Dompetku.. Kartu pass.. dan semuanya tercuri… Aku harus segera mengcancel semua kartu kreditku dan atm nya..

Dan,,, ponselku?… oh ya di kantongku’  aku merogoh kantungku dan berharap segera mendapatkan ponselku. Akhirnya Aku mendapatkan ponselku, saat aku ingin menekan nomor aku kembali mendengar suara motor seperti tadi. Aku sangat takut, bagaimana jika penjahat tadi kembali kesini, dengan cepat aku menekan nomor  Kyuhyun.

Aku memegangi dada ku, mataku terpejam, tubuhku ikut bergetar karena takut akan kejadian tadi terulang lagi.. dalam hatiku aku selalu memanggil nama Kyuhyun

Kyuhyun…. Kyuhyun..

Kyuhyun…. Aku takut!! Kumohon datanglah secepatnya!!’ aku mengatakan nya diponselku, walaupun aku tahu belum ada jawaban dari Kyuhyun

(telepon yang anda tuju sedang tidak aktif atau sedang diluar area)

Deg… jantungku seperti berhenti mendadak setelah mendengar jawaban itu. jawaban itu sama sekali bukan jawaban yang ingin kudengar saat dalam keadaan seperti ini .. kedua kaki ku mulai melemah, aku sangat ingin menangis, tetapi aku tidak bisa. aku merasa mata ku tidak memperbolehkan ku mengeluarkan air matanya untuk ini,

‘kau harus kuat Yoona, harus’

Tidak… aku tidak takut lagi, tapi hatiku makin terasa sesak..

Akhirnya aku memutuskan untuk menelpon Donghae agar ia datang mengantarkanku ke kantor polisi. Setelah menyelesaikan berkas-berkas untuk kasusku tadi,  Donghae mengantarkanku pulang ke apartemenku dan Kyuhyun, ia memutuskan untuk menemani ku sampai Kyuhyun pulang

@@@@@@

“Kalau terjadi apa-apa denganmu jangan ragu menghubungiku, misalkan Kyuhyun tidak ada disampingmu, aku selalu siap membantumu”

“Gomawo Donghae…” aku tersenyum ke arahnya

“huh, apa  yang  sedang dilakukan anak itu sekarang? Tengah malam begini.. dia lama sekali” aku mendengar desisan Donghae. Dan tiba-tiba ingatan tentang yeoja itu, dan sikap Kyuhyun malam itu muncul lagi di benakku.. Kyuhyun…

“Dia pasti…

…. Sedang bersama yeoja lain” aku menghela nafas ku panjang, aku memandang kosong ke arah lain.

“Yoona ah…”

“Kyuhyun… ia mengkhianatiku” air mataku mulai muncul di pelupuk mata ku, awalnya sudah kutahan tetapi air mata ini telah keluar membanjiri pipiku. ternyata mata ini lah yang tidak kuat menahan gejolak perasaan ku ini, mata ini tidak sanggup menahan air mataku untuk menyalurkan  rasa perih nya hatiku . Aku menundukan kepalaku untuk menutupi tangisan ku

CKLEKK …

“aku pulang…”   aku bisa menebak bahwa itu adalah Kyuhyun, ia telah pulang. Tetapi aku sama sekali tidak menoleh kearahnya, kepala ku masih tetap menunduk

“Maaf aku terlambat,,,, Loh Donghae? Kenapa kau ada disini?”

“……”

Kyuhyun menatap kearahku dengan tatapan bingung, sepertinya ia telah menyadari sesuatu telah terjadi padaku

“a-apa terjadi sesuatu?”

“Jangan hanya bisa menanyakan apa yang telah terjadi, darimana saja kau hah? Kenapa kau tidak menyalakan ponselmu? Yoona baru saja dicuri, tas nya dicuri.. Dan kau? Huh….!” Kyuhyun terkejut mendengar ucapan Donghae tadi, ia menatapku kembali dan berjalan kearahku

“Yoona, apa kau terluka? Kau baik-baik saja kan?”                                                                                                                            tangannya membelai rambutku dengan lembut, tetapi aku menghempaskan tangan nya kasar

“aku tidak baik-baik saja…

… AKU TIDAK BAIK-BAIK SAJA!!!!!” aku berteriak kepada Kyuhyun, aku langsung berlari menuju kamar ku dan Kyuhyun, aku mengunci pintu kamar itu

“Yoona….”

=====KY=====

 “Jadi kau belum memutuskan hubungan dengan yeoja itu?…….  Yoona sudah mengetahui tentang hal itu “aku terkejut mendengar kalimat terakhir yang dikatakan Donghae. Jadi, selama ini Yoona telah mengetahuinya?.  Tanpa menanggapi Donghae yang masih berada dibelakangku, Aku berlari mengejar Yoona dan ternyata aku terlambat, ia telah mengunci pintu kamar ini.

Tanganku mengetuk pelan pintu berbahan kayu itu, aku memandang lurus pintu itu membayangkan apa yang sedang ia lakukan sekarang.

“hiks… hiks..”  Aku mendengarnya… aku mendengarnya, Yoona sedang menangis.

Tidak Yoona, kumohon berhenti menangis, bodohnya diriku hingga membuat yeoja yang ku cintai menangis..  Walaupun aku tidak melihat Yoona secara langsung tetapi aku bisa membayangkan betapa kecewa nya ia terhadap diriku.

“Yoona… boleh aku masuk?” aku mencoba nya kembali, berharap ia mau membukakan pintu nya untukku, tetapi ternyata ini  sangat jauh Dari yang kuharapkan.

“TIDAK… JANGAN DEKATI AKU!!”  Aku mengerti, walaupun ini pertama kali nya ia berteriak kepadaku, aku tahu.. ini masih belum pantas untuk membalas semua perbuatan hina ku selama ini dibelakangmu Yoona.

“Maafkan aku Yoona.. aku benar-benar minta maaf… Aku…..” aku menghela nafas, tidak melanjutkan kata-kataku.. aku mendengarnya, ia berteriak memberontak agar aku berhenti bersuara

“Sudah cukup aku tidak mau mendengarnya… PERGI SANA!!”

“Yoona…” Mata ku sayu, aku hentakkan keningku ke pintu lalu  membiarkan keningku menempel dipintu itu, kedua tanganku menahan tubuhku agar tidak ikut terkulai bersama keningku. Mata ku tidak berhenti memandangi pintu itu. pintu yang memisahkan ku dengan Yoona, pintu yang menghalangi ku untuk kembali memeluk Yoona dengan kedua tanganku, Pintu yang melarangku masuk untuk meminta maaf atas perbuatan ku ini kepada Yoona. Kalau memang bisa, Pintu ini akan aku ajak berbicara dan memintanya untuk membukakan kunci nya sendiri tanpa bantuan Yoona. Kurasakan kedua kaki ku melemas karena terlalu lama  mendengar tangisan Yoona yang membuat semakin lemah nya hatiku.. Aku tidak kuat lagi. Tubuhku perlahan merosot kebawah membelakangi pintu itu, aku menelungkupkan kepalaku di pertengahan kedua lutut ku. Aku memutuskan untuk menunggu Yoona disini, dan aku akan menjelaskan semuanya Yoona .. aku janji..

‘Hiks…hiks…’

“Yoona,,”

Aku sudah memberi kesan yang salah. Harusnya semua ini berjalan dengan baik. Tetapi ternyata selama ini Yoona tahu, tapi ia hanya memilih tetap diam dan membiarkan hati nya terluka

Maafkan aku Yoona..

=====KY=====

CKLEKK

Kyuhyun mendongakkan kepala nya melihat kearahku seketika aku memunculkan tubuhku didepan pintu Tetapi aku tidak menghiraukannya, aku tetap berjalan melewatinya. Tetapi tangannya menarik tanganku.

“Yoona, aku,..”

“aku mau mandi, setelah itu tidur. Besok aku harus bangun pagi”                                                                              aku memotong kalimatnya dengan intonasi dingin, aku kembali melanjutkan langkahku tetapi kembali terhenti karena Kyuhyun lagi

“Yoona , tunggu”  ia menarik tangan ku kembali, merubah posisiku agar menghadapnya. Walaupun aku tahu ia sedang menatap ku tetapi aku tidak menatapnya, sampai saat ini aku terus menundukan kepalaku

“Maafkan aku… aku tahu….”

“…..meskipun berkali-kali aku mengatakannya itu tidak akan pernah cukup.. tapi…”

Aku mengalihkan pandanganku kearah lain, aku tidak ingin melihatnya sekarang, tetapi Ia mendongakkan kepalaku memaksa ku agar aku melihatnya

“…. Aku sedang berbicara padamu, kumohon dengarkan aku… Biar aku perjelas kata maaf ku ini”

Setelah itu aku mendengarkan semua cerita nya, meskipun selama ini aku telah menyadarinya. Tapi saat ini aku terlihat lebih syok dari yang kubayangkan sebelumnya, aku tidak menyangka Kyuhyun berbuat jauh seperti itu dibelakangku. Dan sekarang aku mendengar semuanya dari diri nya sendiri.. Dari Kyuhyun. Aku tidak yakin ini bentuk dari respekku karena salah paham… atau aku masih sedikit berharap padanya.

Cappucino nya menjadi dingin sebelum kami meminumnya..

 

@@@@@@@

Malam berikutnya…

Kyuhyun memberitahuku kalau ia sudah berpisah dengan yeoja itu

“kau benar-benar putus dengannya?”

“ne.. meskipun sulit, tetapi aku bisa mengatakannya juga..” aku memandangi wajah Kyuhyun, ia menghela nafas panjangnya..

“aku mengerti…”

“eh…. Maksudmu kau mau memaafkan aku?”

“iya.. aku akan melupakan semuanya…”                aku tersenyum dan berdiri dari duduk ku , aku berjalan menuju dapur. Tetapi langkah ku terhenti saat Kyuhyun merangkul ku dari belakang, ia menyanggakan kepalanya diatas kepalaku.. kedua tanganku ikut memegang kedua tangannya yang saling bertautan memelukku, aku tersenyum membiarkan Kyuhyun dan aku  dalam posisi ini, kuharap kami akan tetap seperti ini.

Bagaimanapun juga aku sangat mencintai Kyuhyun, aku tidak mau semuanya berakhir…  semua orang pasti pernah melakukan sebuah kesalahan. Yang penting akhirnya dia kembali padaku. Aku rasa aku harus memaafkannya dan melupakan semua yang telah terjadi..

Tenang saja semuanya akan dimulai dari awal..

 @@@@@@@

Tapi.. ternyata ini sulit dari yang kubayangkan. Sepintas kami memang terlihat seperti sebelumnya. Tetapi, tetap saja semuanya berbeda dari sebelumnya. Tiap pulang dari pekerjaan masing-masing aku dan Kyuhyun selalu menghabiskan waktu membaca buku-buku dirumah. Selama itu kami tidak memulai percakapan seperti layaknya pasangan kekasih lakukan, berbicara hanya seperlunya saja. Kami berkomunikasi dengan tatapan mata, tetapi tidak ada juga yang berani memulai suatu percakapan.. dan akhirnya keadaan seperti itu berlanjut hingga waktu menunjukan untuk tidur

“Setelah kejadian ini, semuanya masih belum berjalan dengan baik. Hubungan kami masih kaku….” Aku duduk berhadapan dengan Donghae dan memulai curhatan ku tentang Kyuhyun kepadanya

“….aku ingin tahu bagaimana perasaan Kyuhyun. Aku takut menanyakan nya langsung kepada nya. Apa dia mengatakan sesuatu padamu Donghae?”

“Ani..”

“Aku ingin tahu, apa Kyuhyun benar-benar sudah putus dengan yeoja itu.”

“eh? Jadi kau berpikir kalau Kyuhyun masih jalan dengan yeoja itu? .. Itu tidak mungkin” Donghae mencoba meyakinkan ku bahwa Kyuhyun sudah putus dengan yeoja itu, tapi sayangnya aku merasakan hal lain.

“Ani, bukan seperti itu..

… bukan berarti aku ingin bukti, hanya saja aku terlalu sensitif”  aku menghela nafas ku sebelum melanjutkan kata-kata ku, sepertinya Donghae masih terlihat syok karena pernyataan ku tadi

“Setiap hari nya Kyuhyun selalu pulang lebih cepat.. Tetapi, tetap saja ada satu hari dimana Kyuhyun selalu pulang terlambat…”

“…saat itu terjadi, hatiku merasa sesak dan berpikiran untuk meninggalkannya baru aku bisa merasa agak tenang… ”

“…saat Kyuhyun menerima SMS , aku selalu khawatir kalau sms itu dari yeoja itu…. selama ini dia memang baik padaku, aku senang dan merasa lebih baik, tetapi masalah sepele ini tetap saja tidak bisa kulupakan dengan mudah. Begitu aku teringat kalau ia pernah mengkhianatiku, hatiku selalu merasa sakit. Mungkin itu muncul karena emosi ku, entahlah”             aku menyenderkan punggungku ke papan kursi, aku memejamkan mataku setelah menceritakan semua yang kupendam sebelumnya kepada Donghae, aku memilih Donghae karena ia adalah sahabat dekat Kyuhyun, karena kutahu ia sangat mengenal Kyuhyun dan juga hubungan kami.

“bagaimanapun juga, semuanya sudah berakhir Yoona, semuanya pasti akan cepat berlalu”

“Ya, kau benar…

… tetapi sekarang aku,, hanya bisa bertahan saja”

Setelah mendengarkan semua curhatan batin yang masih mengangguku.  Donghae  memutuskan untuk mengantarkan ku pulang. Awalnya ia memaksa ku untuk menaiki mobilnya, tetapi aku menolaknya, selama ini aku terbiasa untuk berjalan kaki sampai rumah. Dan akhirnya Donghae mengikuti ku berjalan kaki

“Kau,, juga sudah lama bersama Jessica bukan? Apa kalian tidak pernah ada masalah?…

… Kalian ini terlihat akur sekali ya, aku jadi iri”

“apakah terlihat seperti tu? Tidak seperti itu..

…Selama ini aku tidak pernah mencintai Jessica sedikitpun” pernyataan itu benar-benar membuatku terkejut, aku memandang Donghae

“eh! ,, Tapi kenapa kau mau menjadi pacarnya?”

“Itu karena Jessica ingin selalu berada bersamaku apapun yang terjadi…”.  Aku kembali melihat ke arah jalan yang kami lewati tetapi telinga ku masih terfokus mendengarkan Donghae

“… Aku sudah menolaknya berkali-kali, aku juga sudah mengatakan padanya kalau ada orang lain yang aku sukai. Tapi ia bilang itu tidak masalah sampai jika yeoja itu melihatku pun ia tidak peduli…”.                                     Ia menghela nafas panjang sebelum melanjutkan kata-katanya

“… Jessica adalah yeoja yang tidak kusukai, walaupun begitu  aku tidak pernah membencinya. Dan aku putuskan untuk jalan dengannya” aku benar-benar kaget. Aku tidak menyangka kalau selama ini Donghae tidak mencintai Jessica, yeojachingunya. Padahal menurut ku mereka seperti pasangan sejati, jarang terkena masalah dan tetap akur. Tetapi ternyata…

“Memangnya, yeoja seperti apa yang kau sukai? Apa aku mengenalnya?”

“Dia adalah pacar teman dekat ku, dan saat ini yang bisa kulakukan hanya menyerah.”

“ dan itu… kau Yoona“ Aku langsung menolehkan kepala ku menghadap Donghae, aku sangat-sangat terkejut saat kata-kata itu keluar dari mulutnya. Jadi yeoja yang disukainya adalah aku?…

“Sejak pertama kali Kyuhyun mengenalkanmu padaku sebagai pacarnya, aku selalu  menyukaimu. Saat Jessica datang ketempat kita kumpul bersama, itu hanya  karena ia ingin melihatmu…”

“… aku berani mengatakan hal ini, karena aku sudah tidak tahan dengan kelakuan Kyuhyun terhadap mu Yoona. Yang berani menyakitimu dan mengkhianatimu….”

Keadaan menjadi hening karena dari tadi aku tidak buka suara, aku masih syok dengan perkataan Donghae

“….Bagaimana kalau kau putus saja dengan Kyuhyun dan jalan denganku? Kalau kau mengatakan iya maka aku akan memutuskan hubungan dengan Jessica…

….aku akan menunggu jawabanmu, jadi tolong dipikirkan ya..”   Entah ini keberapa kalinya aku benar-benar syok, aku masih berdiri mematung sedangkan Donghae telah meninggalkanku. Donghae mengutarakan isi hatinya padaku, dan sekarang aku benar-benar harus memikirkannya.

======KY=====

Ini tidak berjalan baik, setelah mendengar ucapan Donghae kemarin membuatku benar-benar tidak bisa berkonsentrasi pada pekerjaanku. Donghae adalah namja yang baik, kalau aku bilang aku tidak bahagia berarti aku bohong, tetapi aku menjadi khawatir dengan perasaan Donghae.

‘Kyuhyun juga sama sekali tidak menyadarinya’  tak terasa aku telah sampai didepan pintu apartemen, saat aku hendak membuka knop pintu apartemen, aku mendengar ada seseorang berteriak memanggilku

“Im Yoona ssi..!” aku menoleh kearah sumber suara, dan aku benar-benar terkejut karena yeoja yang memanggilku itu adalah yeoja mantan muridnya Kyuhyun dan itu berarti yeoja itu adalah selingkuhan Kyuhyun

“Berpisahlah darinya! Kumohon, berpisahlah dari  Songsaenim!…” Matanya melotot ke arahku, intonasinya juga tinggi, sampai sampai  tidak membuat mataku terkedip, karena menatap nya tak percaya..

“Hanya karena kebaikan Songsaenim saja ia tidak mencampakkan mu! Karena ia sudah berjanji akan menikahimu dan selama ini ia berusaha untuk mempertanggung jawabkannya!…

…Meskipun yang sangat ia sukai adalah adalah AKU!” Aku termundur kebelakang karena benar-benar syok. Bagaimana ia tahu hal itu? apakah Kyuhyun yang memberitahukannya?, dan kata- kata terakhirnya itu berhasil membuat wajahku pucat. Kyuhyun lebih menyukainya? ..

“MUNDUR….. BIARKAN SONGSAENIM BEBAS!!”   kaki ku terus  refleks mundur kebelakang, tubuh ku masih bergetar karena teriakannya tadi. Saat tubuhku terhenti oleh pintu apartemenku aku segera langsung membuka knop pintu dan berlari masuk kedalamnya

“Yaaa tunggu… Kau mau lari ya….?”

Aku berdiri menyender pada pintu, aku masih mengatur nafasku yang tidak beraturan

Hosh…hosh,, keringat dingin mulai membasahi tubuhku

@@@@@@

“Victoria melakukan itu?”

“Kau bilang kau sudah putus dengannya?”

“Ne, aku sudah mengatakannya dengan jelas kalau semuanya telah berakhir.. Tapi sebenarnya aku masih menerima sms dan telpon darinya tapi aku sudah mereject semuanya..”

Aku menatap nya tak percaya, karena dugaanku selama ini benar

“… dan soal dia menguntitku sampai ke rumah aku minta maaf… “

“kenapa ia bisa tahu rumah kita?”

“saat jalan bersama, dia ingin sekali melihat aku tinggal dimana. Jadi aku membawanya kesini untuk melihat apartemen ini sekali…..”  aku terkejut dengan ucapan Kyuhyun, rasa marah mulai menyelimuti tubuhku. Aku terus menatapnya dengan tatapan curiga

“… Tentu saja aku tidak membawanya masuk”

“MEMANG TIDAK BOLEH!!!” aku berteriak penuh emosi kepada Kyuhyun, apa? Ia tidak menceritakan bagian ini saat dulu. Ia tidak pernah mengungkit-ungkit tentang hal ini. Sebenarnya apa yang masih kau sembunyikan Kyuhyun?

“mata nya melototiku dengan tajam,, ini pertama kalinya aku diteriaki dengan perasaan kebencian seperti itu!!.. Aku pikir dia akan memukulku” tanganku saling memeluk sama lain, aku masih merasa takut dengan tatapan yeoja itu tadi. Ia sangat membenciku, aku bisa melihatnya

“Tidak mungkin, Victoria bukan yeoja seperti itu!” aku menoleh ke arahnya dan memandangnya dengan marah

“LALU SEPERTI APA HAH? KENAPA KAU MASIH SAJA MEMBELA NYA? … YANG KAU LAKUKAN ITU HANYA SEMAKIN MEMBUATKU KESAL!!…”.   aku berteriak kepadanya, memprotes apa yang Kyuhyun katakan, bisa bisanya ia lebih membela yeoja itu ketimbang aku yang sudah bersama nya bertahun-tahun

“Hanya karena kau berjanji akan menikahiku kau memilihku! Meskipun kau lebih menyukai yeoja itu!… itulah yang dia katakan”

“Tidak… dia sudah salah mengerti,, aku hanya mencintai—–“

“Kau mengatakan seperti itu, bukankah itu artinya kau sudah membodohi dia hah!!!” hosh…hosh…hosh.. nafas ku tersengal-sengal, aku terlalu emosi untuk mengucapkan semua yang ada dipikiranku. Karena ini tidak bisa kukontrol lagi

“jadi kau… benar-benar belum memaafkanku ya?”

“aku ingin… Aku sangat ingin memaafkanmu.. Tetapi, aku tidak bisa mempercayaimu lagi!”  entah ini keberapa kalinya aku berteriak pada nya. Perlahan air mataku muncul di kedua pelupuk mataku. Aku menundukan kepalaku untuk memberikan waktu agar air mataku bisa keluar dengan lancar tanpa dihalangi oleh kemarahanku. Setelah cukup berpikir  aku mendongakkan kepala ku agar aku bisa menatap Kyuhyun

“Aku sudah tidak tahan lagi…. Bersama dengan mu, hanya membuatku sakit hati…..”

“… aku sudah tidak merasa bahagia lagi…. Aku tidak bisa berharap apa-apa lagi…”

“…. Lebih baik,,,”

“…..kita berpisah saja….”

@@@@@@@

“Rasa nya enak sekali,, kopi ini juga enak”. aku berhenti mengunyah makanan dimulutku saat menyadari Yuri sedang memandangiku dengan wajah prihatin

“jangan depresi begitu dong Yuri” aku tersenyum ke arahnya sedangkan ia menghela nafas melihat senyuman ku

“habisnya.. aku tidak menyangka kalian berdua akan berpisah. Sampai sekarang pun aku masih tidak bisa mempercayainya”

“Maaf sudah membuatmu kaget. Selama ini kau selalu sibuk, padahal aku selalu ingin membicarakannya denganmu”

“ah.. begitu ya, Maaf Yoona, aku tidak bisa menjadi kekuatan untuk mu disaat keadaan penting seperti itu..” Yuri memasang raut wajah yang menyesal

“ah tidak, aku malah senang aku tidak melibatkanmu dalam masalah ku”

“Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang? Apartemenmu?….”

“Kami akan segera pindah dari sana. Tetapi sebulan ini kami sedang mencari tempat lain, jadi bulan depan kami baru mulai pindah”

“Jadi, sampai saat ini kalian masih tinggal bersama?”

“Ya… begitulah”

“Parah sekali” Yuri menyeruput kopi nya lalu meletakkannya kembali ke meja

“Aku juga berpikir begitu..  Kadang aku merasa ingin memperbaiki hubungan kami, tetapi yang ada malah rasa sakit, jadi kurasa itu sudah tidak mungkin lagi…..

… lagipula kami berpisah secara baik-baik. Jadi aku merasa lebih tenang. Kami sudah bisa berbicara seperti biasanya”

“Jadi seperti itu.. Meskipun kalian sudah berpisah kalian tidak seperti orang yang membenci satu sama lain…

… tapi aku tetap tidak mengerti, kalau aku yang dikhianati, aku pasti akan membencinya, sedangkan kau?”

“Aku juga sempat berpikir seperti itu, tetapi kurasa ini semua karena cinta.. Cinta itu memang selalu memberikan kekuatan yang tidak biasa” aku tersenyum kearah Yuri, lalu aku kembali menyeruput kopi hangat ku. Yuri menganggukan kepalanya tetapi matanya tetap memancarkan keheranan memandangiku

“Yoona, apa kau sudah membicarakan tentang hal ini kepada kedua orang tua mu?”

“Ne, belum lama ini aku pulang ke rumah utuk menemui mereka… Aku semakin depresi melihat reaksi kedua orang tua ku, mereka sama sekali tidak memarahi ku, mereka malah…”

_flashback

“Maaf, meskipun kalian sudah memberikan ijin dan berjanji untuk segera menikah suatu saat nanti.. tetapi sepertinya itu tidak bisa kami lakukan” aku menundukan kepala ku saat berhadapan dengan appa dan eomma, mereka berdua menatapku, entahlah aku juga belum mengerti tatapan itu, yang ku tahu mereka pasti sangat kecewa karena ku

“Tidak apa-apa. Kami tidak peduli janji itu, yang kami inginkan hanya kebahagiaanmu”    aku sedikit terkejut mendengar eomma mengatakan itu, ternyata ia tidak marah padaku. Tetapi entah lah dengan appa, kulihat ia masih menatapku, aku semakin menundukan kepalaku

“saat kamu memutuskan untuk menikah, tapi itu malah membuatmu merasa tidak nyaman, kau malah akan kehilangan semuanya,,”

“itu benar, kami lega kau berpisah sebelum semua itu terjadi..” aku membesarkan mataku  saat appa dan eomma mengatakan hal itu, aku kira mereka akan memarahiku, tetapi ternyata mereka sangat mengerti perasaanku. aku sangat terharu.. tak terasa aku menangis, aku menangis didepan kedua orang tuaku, bukan karena kecewa karena Kyuhyun, tetapi aku tersentuh dengan ucapan kedua orang tuaku.

_end flashback

“mereka begitu baik padaku, sebaliknya aku malah menangis karena terharu oleh perkataan mereka”                   aku tersenyum kepada Yuri, aku tersenyum mengingat saat aku berbicara dengan kedua orang tua ku beberapa waktu lalu

“Yoona,, kalau ada yang bisa kulakukan katakan saja…”                                                                                               Yuri memandangku dengan wajah prihatin. Ia mengenggam kedua tanganku , seakan memberiku kekuatan

“Gomawo Yuri, gwenchana.. aku tidak apa-apa”                aku tersenyum kearah Yuri untuk menunjukannya kalau aku yeoja yang kuat

@@@@@@

Aku duduk di sofa apartemen ku, tanganku mencari kontak Donghae setelah ketemu aku menekan tombol yang menyambungkan ku ke nomornya, aku meletakan ponselku ditelingaku menunggu si penerima mengangkatnya. Aku bertekad akan menjawabnya, aku akan menjawab tawarannya itu..

(Yeoboseoyo)

“Donghae … ini Yoona…

… maaf kalau selama ini aku belum menghubungimu”

(Aku sudah dengar dari Kyuhyun kalau kalian sudah berpisah)

“Ne, tapi maafkan aku.. aku tidak bisa jalan denganmu..”

(…)

“Kalau aku melakukan itu, Kyuhyun bukan hanya kehilangan yeojachingu nya tetapi ia akan kehilangan teman terbaikknya.. Aku tidak mau menjauhkan mu dari Kyuhyun..”

(baiklah, aku mengerti itu Yoona)

“Gomawo Donghae, aku senang sekali kau mengerti…. Dan, Donghae…”

(Ne)

“Jessica adalah yeoja yang baik,, lihatlah dia lebih dekat sebagai kekasihmu..”

(…. Aku mengerti…. Gomawo Yoona, aku tutup dulu ya, bye!!)

“Ne, sampai nanti…”

@@@@@@@@@@@

Ini saatnya..

 

Aku berjalan memasuki kamar ku dan juga kamar Kyuhyun

“sudah beres?” aku mendekati Kyuhyun yang sedang sibuk mengemasi barang-barangnya, aku duduk di sampingnya

“Yeah.. akhirnya tepat waktu juga” ia menyeka keringat yang ada di dahi nya lalu ia tersenyum padaku

“aku lapar, aku akan membeli makanan di Supermaket” aku berdiri menoleh sebentar kearahnya. Dan melanjutkan langkah kaki ku menuju pintu

“aku ikut..” aku tersenyum saat ia berjalan mengejarku

“Bagaimana kalau kita ke toko kue di depan stasiun?… disana makanannya enak” Kyuhyun menganggukan kepala nya menyetujui ucapanku aku membalasnya dengan senyumanku.

Kami berjalan beriringan, tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Kami berdua hanya sibuk memandangi arah jalan yang sedang kami lewati, memikirkan sesuatu di pikiran masing-masing.. Entahlah……               Ini mungkin akan menjadi yang terakhir, aku berjalan dengan Kyuhyun bersama-sama sampai stasiun.

Mungkin aku tidak akan datang lagi, ke tempat dimana aku tinggal bersamanya selama 1 setengah tahun, mungkin aku tidak melihatnya lagi, namja yang telah menghabiskan waktu bersamaku selama 5 tahun..

Aku melihat beberapa pekerja sibuk memindahkan barang-barang dari apartemen ke sebuah truk, aku melihatnya, barang-barang Kyuhyun perlahan menghilang dari pandanganku

“Yoona, bagaimana dengan yang ini?..” aku menoleh kebelakang saat Kyuhyun memanggilku, aku melihat ia memegang 2 gelas ditangannya. Sepasang gelas berwarna pink dan biru, sepasang gelas yang menjadi tanda awal kami tinggal bersama, sepasang gelas yang selalu menemani kebersamaan kami dan gelas itu yang selalu menjadi tempat Cappucino kesukaan Kyuhyun.

“apa kau akan menyimpan salah satunya?… atau kau..” aku menatap mata nya heran, aku sedikit tertegun dengan kata-kata nya, tapi kuputuskan..

“Buang saja” dengan lantang kukatakan kalimat itu ke pada Kyuhyun walaupun tidak dengan volume yang tinggi, tetapi aku yakin kalau kata-kata itu sangat berarti dalam. Gelas itu, adalah salah satu kenangan manis  kami berdua, dan aku.. tidak mau mengingatnya lagi, aku ingin melupakannya,,, aku ingin melupakan semua kenangan itu, dan juga.. Kyuhyun

“… kurasa kau benar”Kyuhyun menghela nafas lalu kembali memandangi kedua gelas yang dipegangnya

“Kyuhyun, gelas itu.. biar aku yang bereskan”                                                                                                                     Kyuhyun mendongakan kepala nya dan menganggukannya  lalu tangannya menyerahkan kedua gelas itu ke kedua tanganku

“Tuan Cho, kami sudah selesai mengangkat barang –barangmu”

“Ah ne..” Kyuhyun berjalan menuju pintu depan menemui pekerja yang memanggilnya tadi

“Maaf, tapi silahkan truknya berangkat lebih dulu, nanti aku akan segera menyusulnya”

Setelah Kyuhyun berbicara dengan pekerja itu ia menoleh ke arah ku, aku hanya membalas tatapannya, ia mulai berjalan mendekatiku

“Kalau begitu… aku pergi ya…”

Tap..Tap..Tap suara langkah Kyuhyun terdengar jelas ditelingaku

… aku tinggalkan semuanya padamu.. Yoona”                                                                                                                                     kalimat itu sangat lembut menyentuh telingaku. Mataku terus mengikuti arah jalannya , dan Tak terasa ia sudah berada didepanku. matanya menatapku dalam, tetapi aku mengalihkan tatapanku kearah depan. Mata ku membesar saat melihat jarak tubuhnya sangat dekat denganku, aku bisa melihat dada bidangnya perlahan mendekati ku. Tubuhku hangat, Ternyata Kyuhyun memelukku

“Yoona….” Ia berbicara tepat ditelingaku, nafas beratnya beberapa kali menerpa rambutku. Untuk saat ini aku hanya memejamkan kedua mata ku.

“aku benar-benar minta maaf..  “kedua tanganku mengepal, menahan agar tangan ini tidak membalas pelukannya. Sebenarnya, Aku sangat ingin memeluknya, mengeluskan punggungnya. Tetapi inilah pilihanku, aku harus bisa menahan hatiku untuk tidak memeluknya karena kami telah usai…

“terima kasih.. atas semuanya..” hatiku bergetar, mengatur nafasku akibat isakan kecilku. Aku memejamkan mataku..

“Selamat tinggal..

Yoona..”

aku membuka mataku saat mendengar kata-kata terakhir itu keluar dari bibirnya, pandanganku menjadi buram mungkin karena mataku sudah dipenuhi bulir-bulir air mata yang jatuh.

Kata-kata itu menjadi yang terakhir, kata-kata itu memutuskan suatu hal yang sangat sulit,

Kata-kata itu, sangat perih.. Tapi inilah pilihanku,

Betapa nostalgia nya ,, aroma Kyuhyun.. dan kehangatannya saat memelukku seperti ini

Aku harus kuat,,,, meskipun aku merasa sangat kehilangan… tetapi aku harus bertahan..

Perlahan ia melepaskan pelukannya, tangannya berhenti memegang bahuku untuk menatap kedua mata ku. Aku turut memegangi lengannya yang perlahan turun kebawah…  Telapak tangan kami bertemu, ia mengenggamnya sebentar lalu turun kembali sampai bertemu jari-jariku, Dan… itu lah yang terakhir.. tangan ku dan Kyuhyun terlepas meninggalkan semua kenangan kami. Kyuhyun berjalan menuju pintu, tanpa menoleh kearah ku lagi. Dan  Ia menutup pintu.. (CLOSE)

Aku masih dalam posisi ku diam berdiri, lalu aku membalikan tubuhku berjalan menuju kamar ku dan Kyuhyun (dulu).. ku edarkan mata ku ke sekeliling kamar ini.. Kosong … itulah kalimat yang cocok untuk menggambarkan kamar ini.

Tes.. air mataku jatuh kembali.

@@@@@@

2 tahun kemudian

“Yoona ssi ayo kita rapat”

“Ne” aku berjalan menghampiri bos ku yang  mengajakku ke tempat rapat bersama

“Setelah ini ayo kita kunjungi perusahaan B. Apa kau sudah membawa berkasnya?”

“Ne, ada”

Kami berjalan ke luar gedung, aku pun mengadahkan wajahku, agar bisa melihat langit

“cuaca nya cerah ya. Aku harap besok juga bisa seperti ini..”

“memangnya ada apa dengan besok?”

Aku menoleh kearah bos ku dan tersenyum

“Temanku, akan menikah..”

@@@@@@@

Wedding days

“ Selamat ya Lee Donghae..”

“Iya… selamat..”

“wah,, gomawo” aku dan Yuri menghampiri Donghae, hari ini, Hari pernikahannya dengan Jessica

“Jessica ssi sangat cantik sekali. Apa kau sudah menyadari kalau kau mencintainya?” aku tersenyum kea rah Donghae

“Tidak, aku masih belum merasakannya.”

“eh?” aku terkejut

“Tapi perasaanku padanya mulai tumbuh… Tidak ada orang yang tahan bersamaku dan mau tetap berada disisi ku seperti Jessica, jadi aku hadiahkan apa yang selama ini ia harapkan.”

“apa maksudnya?… dan Donghae, jadi kau sudah menyerah dengan Yoona hehehe?” kepala ku langsung menoleh karena perkataan Yuri yang tiba-tiba

“hah, Yuri? Bagaimana kau bisa mengetahuinya?”                                                                                                            aku melototkan mataku kearah Yuri, terkejut karena tak kukira ia mengetahi hal itu

“oh, Yoona telah mengetahuinya ya kalau Donghae jatuh cinta padanya?’

“ya, dan 2 tahun lalu aku ditolak olehnya”

“yaaa, jangan berbicara seperti itu..”.      aku memukulkan tanganku kearah Donghae, karena ia terlalu jujur mengatakan kalau aku menolaknya kepada yuri

“Yuri, kau tahu ya?”

“he eh.. sejak masih kuliah, Donghae kan orang yang mudah terbaca.”

“yaaa, tetapi kita berada diposisi yang sama! Saat itu kan kau juga menyukai Kyuhyun!”  aku tersentak dan langsung menatap Yuri curiga

“uuppps, ketahuan yah? Heheh tapi aku sudah menyerah lebih cepat..”

“ehh, kok aku tidak tahu ya?”

“karena kalian hanya melihat kalian berdua saja sih…” Aku menghela kesal kearah mereka berdua yang meledekku

“Yoona” aku menoleh ke arah Donghae saat ia memanggilku.

“Kyuhyun ada disana, bagaiamana jika kau temui dia?”

“Tentu.. ”

@@@@@

=====KY=====

“Kyuhyun..!”

Aku menoleh ke arah seseorang memanggilku. Betapa terkejutnya aku saat melihat Yoona, ia berjalan menghampiriku

“Yoona?..”

“Apa kabar?”

Kami pun berbicara seperti layaknya orang biasa lakukan, berbagi cerita yang selama ini kami lakukan masing-masing.

“Hmmm .. Sudah lama ya.. Aku, benar-benar depresi waktu itu”

“Aku mencintaimu.. Dan aku, terlalu keras berusaha untuk melupakanmu..”

Aku terdiam, menatap Yoona prihatin. Aku tidak menyangka ternyata sesulit itukah masa lalu yang hancur karena perbuatanku?

“Yoona, apa kau sudah mempunyai kekasih?”

Pertanyaan itu tiba-tiba terlontar dari bibirku,

“Ani.. Aku mana punya waktu..”

“Lagi pula.. Aku masih belum bisa merasakan cinta lagi, aku sudah gagal denganmu.. Dan itu membuatku sedikit takut”

Yoona, kalimat itu semakin membuatku sedih. Sebegitu sulitkah Yoona, karena ku?

Maafkan aku Yoona..

“Tapi sekarang setelah melihat mu lagi dan berbicara denganmu seperti ini, membuatku menjadi lebih baik..”

“Semua rasa sakit ini seperti telah sembuh, dan menjadikan semuanya kenangan indah..”

“Aku rasa.. Aku bisa menemukan cinta yang baru”

Yoona tersenyum tulus padaku. Entahlah melihatnya begini semakin membuat hati ku lega. Walaupun ada sesuatu yang masih kuharapkan.

“Kyuhyun!” Aku menoleh kebelakang saat mendengar suara Donghae memanggilku

“Wae?”

“Kau sudah mengatakannya?  Aku masih mencintaimu sampai sekarang, bisakah kita memulainya dari awal? .. Saranghae Yoona!”

Aku tertegun dengan perkataan Donghae tetapi aku langsung membelakanginya dan mulai berjalan menjauhinya

“Aku tidak bisa..”

“Eh,, kenapa? Padahal kau mempunyai kesempatan itu untuk mengatakannya”. Aku memberhentikan langkahku lalu mengembalikan posisiku menghadap Donghae

“Memang sudah berjalan 2 tahun… Tapi kali ini Yoona yang sekarang terlihat lebih bebas dari sebelumnya, ia sangat terlihat ceria seperti tidak ada beban..”

“Kyuhyun..”

“Dan aku.. Juga harus melakukan hal yang terbaik..”

======

Ring…. Ring…

Yoona merasakan tas yang dipegangnya bergetar, ia bisa langsung menebak bahwa itu berasal dari ponselnya. Ia langsung mengambil dan mulai membuka flip ponselnya agar bisa melihat nama pengirim

From : Shim Changmin

Bagaimana pesta pernikahannya? Bagaimana kalau besok malam kita bertemu? Makan malam bersama dengan ku..

P.s : ini ke 15 kalinya aku mengajakmu keluar. Bukankah ini saatnya kau mengatakan iya?

Shim Changmin

Yoona tersenyum geli setelah membaca pesan itu, kemudian tangannya mulai asik menekan nekan tombol ponselnya itu..

N-E

End ….

Selesai deh..

Mian buat semua yang udah nungguin, kalo yang nggak yaudah hehe. Nih laptop author lagi error, jadi mau login ke wp aja nggak bisa. ini juga udah nyoba 5x ngepost gagal terus. Mudah-mudahan ini bisa.. ff yg lain bakal dilanjutin, tungguin aja.

Peace peace buat Musketeers karena ini nggak kubikin happy end, hahahah akhir-akhir ini lagi seneng baca yang sad jadi malah terinspirasi.. teyus author juga lagi suka banget sama yang namanya ChangYoon, tapi tenang KyuNa still always number 1 in my heart #aseeek .. hahhaaha.  ditambah galau karena nggak bisa nton SM town hahah.. Tapi-tapi ada udah dengerkah kalau ada moment kyuna disana? Huuuh senangnya aku, walaupun sedikit tapi ternyata mereka tetap menunjukannya.. Hahahah

Oke kembali ke ff ..

Bagus kah? Jelek kah? Kalo jelek maklumkan saja ini oneshoot pertama saya, kekekeke ..

Ditunggu komennya.. sip sip

:* musketeers

J Gansamhamnida

New Love Part 4 (Why I Feel Like This…)

Gambar

Cast  :  Cho Kyuhyun

            Im Yoona

            Others

 

 

Why I feel like this…

—————————————-00000000000000000000000000

Yoona Pov

“Yoona ssi” aku pun menoleh kearah suara yang memanggil namaku. Winkk,, aku menelan air ludah ku dan langsung menoleh kearah semula, aku langsung menutup mukaku

“ arghhh ani Yoong dia itu gila” aku menggeleng-gelengkan kepalaku , frustasi setelah apa yang kulihat tadi. Cho Kyuhyun mengedipkan mata nya kepada ku. Tiba-tiba saja pipiku memanas, akupun mengelus-ngelus pipiku berharap agar cepat kembali seperti semula

“hahahaha” terdengar suara evil namja tersebut, akupun meremas-remaskan tanganku

“dasar Kyuhyun gilaa” aku berteriak dan memukulkan buku ke arahnya, sayangnya ia telah berhasil menghilang duluan.

Setelah kejadian ciuman itu ia sangat sering menggoda ku, pergi sekolah, pulang sekolah, mungkin tiap ia lewat depan kamarku, ia selalu melakukan hal-hal yang bisa membuat pipiku memerah. Itulah yang membuatku bingung, jika harusnya sikap kita biasa-biasa saja jika ia sering melakukannya tetapi kenapa aku begini? Kenapa pipiku langsung memerah? Aiishh

Gee~~~gee~~~baby~~~baby

Tiba-tiba suara handphoneku berbunyi, aku langsung mengambilnya. Aku pun tersenyum lebar saat melihat nama yang ada di layar hp ku..

“yeoboseoyo”

“OPPA…!!”

End Yoona pov

 

——————————–00000000000000000000000000000000000000000

 

Kyuhyun Pov

Aku tertawa saat berhasil menggodanya, kulihat ia salah tingkah dan….pipinya ikut memerah. Aku masih tertawa didepan pintu kamarnya sampai aku melihat ia mulai mencari benda untuk melemparkannya kearah ku, lantas aku langsung berlari keluar dan berdiri di samping dinding kamarnya.

Gee~~~gee~~~baby~~~baby

Kudengar suara ringtone hp seseorang berbunyi aku pun langsung bisa menebak bahwa itu berasal dari hp Yoona, aku berniat untuk melangkahkan kakiku pergi karena aku diajari untuk tidak boleh menguping pembicaraan orang. Tetapi tiba tiba aku merasa tertarik saat kumelihat Yoona sangat bahagia memandangi hp nya.  Aku pun sedikit mengintip dari sudut pintu yang terbuka menajamkan telinga ku agar semua yang dikatakan Yoona bisa terdengar jelas olehku.

“yeoboseoyo” kulihat Yoona sangat bahagia, ia tersenyum sangat lebar.

“OPPA…!”  Oppa? Aku baru sekali ini mendengar Yoona memanggil orang dengan sebutan Oppa, apa itu namjachingu nya? Tapi bisa saja itu kakaknya? Aiishh,,, aku melanjutkan kegiatan mengintip dan mengupingku

“ne nado bogoshipoyo Oppa..!!” kulihat Yoona berguling-guling di kasurnya sambil memeluk gulingnya, sampe segitu bahagianya? Ck dasar aneh …

“ne aku baik-baik saja Oppa,  tinggal disini sangat menyenangkan,  walaupun ada—–“  tiba-tiba ekspresi Yoona cemberut, ia juga tidak melanjutkan kata-katanya. Aku pun lebih mendekatkan telingaku

“ssh ada seorang namja yang sangat menyebalkan disini, aku selalu diganggunya oppa”  Yoona berbisik dibalik gulingnya, tetapi untungnya aku masih bisa mendengarnya . Eh namja? Maksudnya aku? Namja yang berada dirumah ini kan hanya 2 orang, aku dan appa. Eh Mana mungkin Appa yang selalu menganggunya, jelas-jelas aku! Aku menggertakan gigi ku, berani nya ia mengadukan pada orang yang tidak jelas itu. Aisssh Yoona awas saja

“Mwo Oppa akan pindah kesini?” aku terkaget dan langsung menyembunyikan kepalaku saat melihat Yoona tiba-tiba berdiri diatas kasurnya, huft….. aku kira ia melihat ku, ternyata tidak.  sepertinya ia juga kaget karena obrolan dari telponnya. Perlahan aku mengintipnya kembali, ya pada posisi semula.

“ahh, aku kira kau akan menemaniku tinggal disini Oppa” nada suara Yoona menjadi turun, dan perlahan-lahan ia duduk kembali dikasurnya

“Mwo? Oppa akan Pindah ke sekolah ku?” aku langsung mundur dan terduduk lagi saat melihat Yoona tiba-tiba berdiri lagi, beda nya ini di lantai. Aisssh lagi lagi aku tertipu karena nya. Karena merasa tanggung untuk mendengarkannya sampai habis aku pun kembali mengintipnya.

“yaak Kyu, kau sedang ngapain?” tiba-tiba Ahra Noona memanggilku spontan aku langsung berdiri tegap sedikit melangkah menjauhi pintu kamar Yoona

“Ani Noona, aku hanya……” aku memutarkan bola mataku mencari ide yang tepat untuk membungkam mulut noona ini

“hanya apa?…. ah Kyu kau mengintip Yoona yah?” Noona memberikam senyuman evilnya padaku sementara alis mata nya bergerak turun keatas turun keatas

“a-aniiyaa, aku tadi hanya mencari barang yang jatuh disekitar sini” aku pun berpura-pura melihat-lihat kebawah seperti orang sibuk menyari sesuatu

“Eonni…? Kyuhyun?” aku pun mendongakan kepalaku stelah mendengar suara tadi.

“Yoo—Yoona?” aku mundur beberapa langkah menjauhinya, terkaget akan kedatanganya yang tiba-tiba.

“Kyu tadi….” Tatapan evil dari noonaku membuyarkan lamunanku, ia mendekati Yoona dan masih memberikan senyum evilnya padaku. Aku pun bergegas menghampirinya dan membekap mulut noona ku ini. Yoona memberikan kami tatapan bingungnya, ia bingung karena perilaku kami tadi, terakhir ia menatap mataku dengan bingung seperti menjelaskan  ada-apa-ini .

“emmmh aku tadi sedang………” aku masih bingung untuk menjawabnya, aku masih berpikir jawaban yang pas dan masuk akal . sementara noona ku berusaha melepaskan diri dari ku, aku menahannya sekuat mungkin.

“aww” refleks aku melepaskan tanganku dari mulut noona ku, aku mengelus-elus kan tangan ku merasakan sakit akibat gigitan dari noona ku.  ia langsung berlari ke dekat Yoona

“mengintipmu” noona menjawabnya langsung, ia tersenyum senyum menghadap yoona dan sesekali kearah ku.

“maksud noona? Yoona menjawabnya dengan tatapan bingung, syukurlah ia belum menyadarinya

“iya Kyuhyun mengintipmu tadi, aku melihatnya” ia menunjuk-nunjuk ku dan memberitahu ke yoona kalau aku tadi mengintipnya.

“yaaa noona” aku langsung mengejar noona yang sudah mulai ikut berlari. Saat melewatinya, aku tidak menghiraukanya, aku tidak melihatnya karena aku tidak berani, aku malu menatapnya.  tetapi sepertinya ia melihat kearah ku. Ya, masih dengan tatapan bingungnya. Aku pun terus berlari menjauhinya, tetapi Setelah agak jauh aku menolehkan kepalaku kebelakang memastikan masih adakah Yoona disana.

DEG….

Ia tersenyum, tersenyum malu, , pipinya pun ikut memerah, Ia memeluk sebuah boneka dan tersenyum kearah nya, Sesekali rambutnya tergerak karena dihembuskan angin. Ia terlihat sangaaaat Lucu.

“Cantik..” gumam ku  Aku terhenti saat melihatnya begini, jantungku berdegup lebih keras lagi, aku memegangi dada ku berusaha menenangkan gerakan jantungku ini. Ada apa denganku ini? Jantungku tidak mengikuti apa mauku, apa yang kurasakan saat ini? Apa aku….

———————–00000000000000000000000000000000000000000

 

“mau kemana?” aku melihatnya terburu-buru membereskan buku nya.

“aku ingin menemui seseorang” jawabnya tanpa melihat kearahku.

“oh..” aku membentukan bibirku menjadi o dan meneruskan game yang sempat tertunda tadi, aku masih bisa mendengar langkah kakinya menjauhi tempat duduk kami. Aku tidak terlalu menghiraukan ia akan bertemu dengan seseorang, jadi untuk apa aku—–

“Mwo? Seseorang?” aku langsung berdiri, pikiranku langsung teringat kejadian kemarin. ‘apa kah orang itu..?’ aku  mengaitkan jaket dan tasku, lalu bergegas mengejar Yoona. Sambil berlari mata ku tak henti nya menatap sekeliling mencari sosok nya tersebut. Berharap ia belum terlalu jauh dari sini. Ternyata ia baru berjalan keluar gerbang sekolah, aku melambatkan langkah ku agar bisa menjaga jarak darinya.

‘Sunday’s Café‘

Aku membaca papan tulisan yang berada diatas bangunan tersebut.  Yoona pun memasuki kafe tersebut, Karena takut ketahuan ku putuskan untuk hanya melihatnya dari kaca luar. Kulihat ia menghampiri seorang namja, bibirnya tidak pernah lepas membuat senyuman yang lebar, ia memeluk namja itu dan berbicara dengan namja itu. Hatiku bergejolak, hatiku memanas, hatiku sakit, hatiku…  aku belum mengerti jelas  dengan pertanda yang kurasakan pada hatiku saat  ini….                                    Aku berusaha mendengar percakapan mereka, tetapi sama sekali tidak terdengar, . Karena tidak ingin menghasilkan hasil yang sia-sia aku berusaha memikirkan cara agar bisa masuk kesana tanpa menyadari Yoona kehadiranku.    Seakan menyalakan lampu pada otakku, aku menghampiri seorang yeoja yang baru saja lewat dihadapanku.

“Victoria ssi, maukah kau menemaniku ke kafe itu” aku langsung to the point saat memberhentikan langkah kaki Victoria dan teman-temannya. Kulihat ia mengangguk dan tersenyum malu. Aku langsung menarik tangannya dan memasuki pintu kafe tersebut.

Aku pun memilih duduk di meja nomor 6, setelah mengetahui  Yoona dan namja itu duduk di meja nomor 5. Aku duduk membelakangi Yoona, begitupula dengannya ia membelakangi ku.

“Oppa pesan apa” aku mendongak melihat Victoria menyodorkan buku menu kepada ku, aku langsung mengambilnya dan meletakkan menu itu di depan mukaku hampir menutupi seluruh muka ku, agar terlihat seperti orang yang sedang membaca, tetapi itu hanya ku lakukan karena aku tidak ingin diketahui Yoona kalau aku mengikutinya Lagi..

“hahahaha, Oppa kenapa pindah sekolah kesini”  konsentrasiku memang tidak teralihkan dari percakapan mereka. Sepertinya yoona sangat senang bertemu dengan namja ini

“karena aku merindukan mu hahaha” kudengar suara namja itu sambil tertawa, aku mendengus kesal.

“oppa bisa saja” kudengar Yoona menjawabnya dengan malu-malu. Huft.. apakah namja ini namjachingu nya Yoona? Dari tadi itu saja pertanyaan yang melintas di otakku. Berharap agar jawabannya adalah tidak..

Eh .. tiba-tiba aku meletakkan buku menu itu di meja, aku sedang berpikir, apa yang sedang kulakukan saat ini, kenapa aku mengikutinya sejauh ini,  Kenapa aku sangat penasaran dengan namja ini, Kenapa aku sangat berharap kalau namja itu bukan namjachingu Yoona. Dan Kenapa akhir-akhir ini hatiku sering begini?.. aku mengacak rambutku dan langsung berdiri.

“Aiiissh” aku pun langsung meniggalkan kafe itu, dan juga Victoria. Aku bisa mendengar dengan jelas kalau ia memanggi-manggilku dengan sebutan oppa, tetapi Aku tidak peduli dengannya saat ini, sampai-sampai aku tidak merasa bersalah karena meninggalkannya di kafe itu. Aku hanya peduli dengan hatiku saat ini, mencari jawaban atas tingkah hatiku saat ini karena Yoona.

“Aiish” Yoona langsung menoleh kearah sumber suara tadi, ia sedikit kaget karena suara itu berasal dari namja yang duduk tepat di belakangnya. Mata nya masih mengikuti gerakan namja itu tadi. Ia memperhatikan namja itu dan sepertinya ia mengenal sosok namja itu. Walaupun hanya melihatnya dari belakang terlihat jelas kalau   Namja yang tinggi, kulitnya putih pucat, rambut  keriting, dan memakai jaket biru itu adalah jaket yang sangat mirip dengan jaket yang dikenakan oleh ..

“Kyuhyun?”

————————–00000000000000000000000000000000

“Selamat Pagi murid-murid saya ingin mengenalkan murid baru yang pindah kesini. Silahkan tuan Lee”

“Annyeonghaseo naneun Lee Donghae, mohon bimbingannya”  kulihat seorang namja baru memasuki kelas kami, aku hanya melihatnya sekilas tidak peduli.  tetapi saat aku melihatnya lagi sepertinya namja itu pernah kulihat , dengan cepat pikiranku langsung tertuju kejadian di kafe. Namja itu …

Ia berjalan menuju tempat duduknya yang ternyata berada di belakang kami,  ia melewati jalan yang melewati tempat duduk Yoona.

“Yoona” namja itu tersenyum dan menggerakan rambut Yoona saat melewati Yoona

“Oppa” Yoona memanggilnya malu mendapatkan perlakuan seperti itu dan tersenyum kearah namja yang bernama Donghae itu.

Aku menghela nafas panjang saat melihat kejadian itu di depanku secara langsung. Yoona menoleh kearah belakang saat Donghae memanggilnya terdengar mereka sedang berbicara sambil bercanda. Sesekali ku lirik kearah Yoona terlihat  pipi nya sering memerah akibat perkataan dari Donghae. Aku pun beranjak dari tempat dudukku lalu berjalan menuju pintu kelas.

“Yaa Cho Kyuhyun mau kemana?”

“mau ke kamar kecil songsaenim, tugasmu sudah kuselesaikan dan kuletakkan dimeja”

Entah kenapa aku merasa tidak nyaman berada di kelas setelah kedatangan Donghae, apalagi melihat tingkah nya bila didekat Yoona. Rasanya aku tidak tahan melihat kedekatan mereka seperti itu.

Donghae  terlihat sangat dekat dengan Yoona dan sangat mengenal Yoona. Ku dengar ia pindah kesini hanya ingin dekat dengan Yoona, mungkinkah Donghae menyukai Yoona?                                                                          Yoona, terlihat sangat berharap bertemu Donghae, ia sangat sering tersenyum saat bersama Donghae, kulihat, pipinya juga sering memerah karena Donghae. Bisakah kutarik kesimpulan tentang ini, kalau Mereka sama-sama saling menyukai? Haruskah aku…. Aiiiiissssh’

End Kyuhyun pov

————————————————000000000000000000000000000000000000

 

Yoona Pov

Kulihat beberapa akhir ini ada yang berbeda dengan Kyuhyun. Ia terlihat lebih diam, hanya berinteraksi dengan PSP nya, tidak seperti sebelumnya yang sering memamerkan senyuman evil nya keseluruh orang ani mungkin seluruh orang di muka bumi ini. Di kelas pun ia lebih memilih mendiamkanku, kulihat ia tidak pernah menoleh kearah ku, setiap ku perhatikan ia pasti sedang sibuk membaca buku, atau dengan PSP nya, padahal sebelumnya ia sering memaksa ku agar aku membuatkan Pr nya, sebenarnya itu bisa dikatakan sebagai keberuntunganku karena ia tidak menambah bebanku lagi untuk mengerjakan Pr nya, tapi aku merasa…

Dirumah, setelah ia pulang sekolah ia langsung masuk ke kamarnya dan jarang untuk keluar, mungkin hanya saat makan malam ia keluar dari kamarnya. Ahra eonni juga sering menanyakan perubahan sikap nya tersebut, aku hanya menjawabnya dengan gelengan kepalaku. Saat kulihat eonni berusaha berbicara kepada Kyuhyun, ia hanya menjawab ‘Gwenchana’ atau ‘aku hanya lelah noona aku ingin sendiri’ setelah itu ia kembali mengurung diri dikamarnya lagi dan setelah itu mungkin eonni mengerti keadaanya dan tidak lagi menganggu Kyuhyun.…

Yang  paling ku herankan, ia tidak pernah mengangguku lagi, ia tidak pernah memasuki kamarku lagi, ia tidak pernah merebut makanan ku lagi, dan ia tidak pernah menggoda ku lagi, tiba-tiba saja bayangan saat ia mencium bibirku terlintas lagi dibenakku, aku menutup muka dengan bantalku, kenapa  muka ku jadi panas jika mengingat hal itu lagi. Padahal ini bukan pertama kalinya aku memikirkan ciuman ‘itu’, bahkan tiap melihat wajah Kyuhyun ciuman ‘itu’ yang langsung muncul dipikiranku.

Tok…Tok

Saat lagi asyik memikirkan ciuman ‘itu’ suara ketukan pintu membuyarkan pikiranku. Aku pun berjalan menuju pintu dan membukanya

“Kyu—Kyuhyun”  langkahku termundur kaget saat melihat Kyuhyun yang mengetuk pintu kamarku tadi, sesaat pipi ku sepertinya kembali memerah, mungkin karena aku berpikiran tentang Kyuhyun tadi.

“Maaf aku menganggumu Yoona, aku hanya ingin melihat tugas makalah yang diberikan Songsaenim”

“baiklah tunggu sebentar” aku berjalan menuju meja belajarku mencari tugas makalah yang  baru aku selesaikan kemarin. Semua buku ku periksa satu-satu, tapi aku tidak kunjung menemukan makalah  itu, akhirnya kucari ulang, kuperiksa lagi semua buku ku satu-satu, tapi lagi-lagi makalah itu belum juga kutemukan. Betapa bodohnya aku bisa lupa meletakan tugas itu, padahal jelas-jelas kemarin aku baru menyelesaikannya. Aku pun tidak menyerah, aku mencari keseluruh sudut kamar. Mungkin karena aku tidak kunjung keluar kamar Tiba-tiba Kyuhyun masuk ke kamarku dan menghampiriku

“wae Yoona?”

“Mian Kyu, aku tidak menemukan Makalah ku, padahal aku baru menyelesaikannya kemarin. Babbo Yoona” aku menoleh kearah Kyuhyun, tetapi aku tidak berani menatap mata nya. Ia pun berjalan menuju meja belajarku, ikut membantu mencari makalah ku itu.

“bagaimana bisa hilang? Kau sangat ceroboh sekali”  mendengar itu kulirik ia, ia masih sibuk memeriksa semua buku ku, aku berdiri disampingnya dan mencari lagi makalah ku

“aku lupa meletakannya dimana, saat setelah menyelesaikannya aku langsung tertidur” aku menjawabnya tanpa menoleh ke arahnya tanganku masih sibuk dengan semua buku ku.

“sudah kutebak kau memang bukan orang yang tepat untuk aku andalkan” tanganku berhenti mencari, aku pun langsung menatap ke arahnya, tapi sepertinya Ia pura-pura tidak tahu karena kulihat ia masih sibuk sendiri

“ begitulah..” jawaban itu yang aku lontarkan, walaupun aku merasa sakit hati karena ucapannya tadi tetapi ia benar, aku memang tidak bisa diandalkan.

Karena kupikir makalah itu benar-benar hilang ditambah kami berdua tak kunjung menemukannya, aku merapikan semua buku-buku  dan isi tasku yang berserakan  di lantai. Kulihat ke arahnya,  Kyuhyun masih juga mencari, aku hanya  membiarkannya biar ia yang mengetahuinya sendiri. Aku membawa banyak buku ditanganku untuk meletakannya kembali di meja belajarku. Tiba-tiba aku menginjak sesuatu, sepertinya itu pena. Bodohnya aku setelah mengetahui itu pena aku tidak segera melangkahkan kaki ku, aku malah menyeret kakiku bersamaan dengan pena tadi  dan akhirnya aku terpeleset karena pena tadi,  karena Kyuhyun berada didepanku aku pun langsung terjatuh kearahnya, tidak aku jatuh diatas  tubuhnya.

“aww” aku mendengar ia meringis, karena itu  aku segera membuka mataku

DEG..

Kepalaku tertidur diatas dada nya sedangkan tanganku memegang pinggangnya. Tanganku langsung kupindahkan kearah dadanya mejauhkan kepala ku agar tidak dekat lagi dengan dada nya. Aku mengerjap-ngerjapkan mata ku, semuanya sangat dekat aku bisa melihat seluruh lekuk wajahnya saat ini.  Tidak ada yang berani mengatakannya duluan, kami berdua hanya sibuk mengerjap-ngerjapkan mata kami dan memikirkan sesuatu di otak kami. Sedangkan aku, memohon kepada Tuhan agar Kyuhyun tidak bisa mendengar degupan jantungku yang bergemuruh dari tadi.

Gee~~~~~Gee~~~~Gee~~~~Baby~~~~~Baby

Suara ringtone dari hp ku membuat dunia kami kembali berputar lagi. Aku pun segera berdiri dari tubuhnya, masih dengan menundukan mukaku menutupi jika saat ini pipiku benar-benar memerah, aku berjalan menuju arah hp ku, dan kulihat nama pemanggil di layar hp ku ternyata Donghae oppa. Senyuman terukir kembali diwajahku saat ku melihat nama itu.

“Yeoboseoyo”

“Yoona, bisa kah kau menemani Oppa sekarang”

“Mianhe Oppa aku sedang mengerjakan makalah ku, apa yang ingin kau bicarakan Oppa”

“, aku tidak bisa membicarakan ini hanya melalui telepon, terlalu pribadi. ”

“ne Oppa, tapi Mian aku tidak bisa kali ini”

“ baiklah Yoona, aku tutup dulu bye”

“bye Oppa”

Aku meletakan hp ku diatas meja, lalu menghampiri kyuhyun untuk menyelesaikan merapikan buku ku kembali, terlihat ia masih terpaku melihatku, aku hanya menundukan kepalaku

“dari siapa?” aku menolehkan kepalaku ke arahnya, tetapi ia tidak memandangku lagi

“Donghae Oppa”

“oh.. sepertinya kalian sangat dekat” aku menolehkan wajahku kembali, aku pun tersenyum

“ne, dia itu teman kecil ku”

“sepertinya ia menyukai mu” kali ini aku langsung menghadap pada nya

“Jinjja?” aku merasakan kalau kali ini pipi ku memerah lagi

“ah mana mungkin,ia hanya teman dekatku saja” jawabku langsung

“sepertinya juga kau menyukai nya” aku menatapnya kembali

“ani—aniyo aku tidak menyukainya” aku kembali menyusun buku ku, ingin menutupi kegagapanku. Setelah mendengar jawabanku tadi Kyuhyun tidak menanyakan pertanyaan tentang Donghae lagi

“Kyuhyun”

“ne” ia menjawabku tanpa menatap mataku

“apa saat beberapa hari yang lalu kau pergi ke Sunday’s Café?”

“emmmh ani,  memangnya kenapa” aku menghela nafasku, ternyata bukan dia

“saat aku sedang disana, aku seperti melihat mu. Aku pikir dia dirimu, ternyata bukan” tanpa kusadari ia sedang terlihat berpikir. Ia tidak menjawabnya akhirnya aku putuskan memanggilnya kembali

“Kyuhyun”

“ne”

“kenapa kau sedikit berubah akhir-akhir ini?” ragu-ragu aku menanyakannya, aku sangat penasaran dengan jawabanya jadi kuputuskan untuk menatapnya

“huh,, apa yang berubah? Kenapa noona dan kau bisa mengatakan aku berubah? Aku rasa aku sama seperti biasa” ia menatapku kembali, entah jujur atau tidak tetapi ia sangat pede dengan jawabannya itu

“Ani,, aku hanya merasa kau berubah, tidak seperti dulu lagi” aku menggelengkan kepala ku, masih menatapnya

“perasaan mu saja” ia kembali membereskan buku ku lagi. Melihat itu aku juga kembali membereskan buku buku ku. Aku tidak ingin menanyakan pertanyaan lagi, karena kurasa jawabannya tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan ku tadi. Keheningan inilah yang menemani kami sampai ia kembali ke kamarnya sendiri.

———————————–000000000000000000000000000000

“Oppa”  aku melambaikan tanganku saat melihat Donghae Oppa di meja itu, ia tersenyum ke arahku dan aku pun menghampiri nya.

“Mian lama menunggu,” kataku dan langsung duduk dihadapannya

“ah tidak juga Yoona aku baru sampai disini” jawabnya

“apa yang Oppa ingin bicarakan padaku?” aku langsung menanyakan apa yang donghae katakan saat di telepon

“sebenarnya aku… sedang menyukai seseorang” ia menundukan kepala nya terlihat seperti malu, aku tersenyum geli melihat nya saat ini

“Jinjja? Dengan siapa Oppa” aku merasakan pipi ku yang memanas,

“aku menyukai ……”

TBC——————————————[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[

Annyeong New Love part 4 hadir..

Mian, nih ff kayaknya nggak ngena banget, ff pertama selalu saja——– aiiish… hehehehe

paling tidak tinggalkan jejak, 

akhir-akhir ini saya sering kehilangan ide, mungkin kritikan kalian bisa menjadikanku acuan 😀

Gamsahamnida 😉