Unfaithful (Teaser)

Gambar

 Unfaithful

Baca lebih lanjut

Iklan

H-5

Tittle : H-5
Author : Intansparkddict
PG : 15+
Length: 3.180 w
Genre : Love, Friendship, Enggaged
Main cast : I’m Yoona
Cho Kyuhyun
Seo Joohyun
Shim Changmin

[Ehm.. Mian nih sebelumnya. Post kali ini amburadul. Penyebabnya adalah saya mengupdate lewat ponsel.. Jadi.. Ya begini.. Kekeke :D]

Oke .. Happy reading all!!
More…

Love Can’t be Lost (Oneshot)

Gambar

Tittle : Love, can’t be lost

Author : Intansparkddict

Genre : Sad, Romance

PG : 15+

Cast : Im Yoona

Cho Kyuhyun

Seo JooHyun

Shim Changmin

My second oneshoot. Again,  With my ultimatum couple,  KyuNa.

The plot is mine, not the cast..

If there’s any similarity with another fanfics. Its just intuitively.

Hope you like it guys ~~

Aku tetap percaya dan selalu menunggumu hingga kau menghampiriku.

Tak peduli berapa lama nya hal itu akan terjadi aku akan melakukannya.

Karena hati ini, sudah terlanjur memilihmu

Im Yoona

Aku telah berjanji, entah itu dimimpi mu atau dikehidupan nyatamu.

Walaupun aku pernah menganggapmu tidak ada, percaya lah,

kau akan selalu ada didalam hatiku.

Cho Kyuhyun

***

July 8_2012

Seorang gadis  berdiri menunggu di depan apartemen seseorang.

Walaupun dingin hawa salju masih bisa dirasakannya, tetap tak menurunkan debaran hatinya, tidak sabar menunggu seseorang itu datang.

Sebuah mobil berwarna hitam berhenti di depan apartemen tersebut.  Dengan sigap gadis itu langsung menolehkan kepala nya melihat  mobil itu.

“Dia datang..”

Seorang laki-laki turun dari mobil berwarna hitam tersebut. Tak lama setelah itu seorang gadis juga ikut turun dari mobil itu. Gadis itu langsung menggandeng manja lengan namja tersebut.

Raut wajah gadis yang kerap dipanggil Yoona itu seketika menjadi bingung setelah melihat gadis yang baru turun bersama dengan orang yang sangat ia tunggu.

“Seo-hyun?”

Yoona memanggil gadis itu saat mereka berhenti didepannya.

“Unnie..”

Namja yang masih digandeng oleh gadis yang dipanggil Seohyun itu terlihat bingung melihat gadis yang berada didepannya. Ia merasa tidak mengenali yeoja yang berada didepannya itu. Ia pun melirik Seohyun yang berada disebelahnya menanyakan siapa orang itu.

“Oppa..”

Panggilan Yoona membuat namja itu langsung melihatnya. Yoona tersenyum ke arahnya.. Tangannya pun ikut bergetar mengenggam sesuatu yang akan ia berikan pada namja itu.

“Errr maaf sebelumnya, anda siapa?”

Deg,

Apakah ini sebuah lelucon? Oppa, apa kau ingin bercanda denganku?

“Oppa?”

Yoona kembali memanggilnya lagi. Meminta untuk namja itu mengatakannya lagi,  ia belum mempercayai apa yang namja itu katakan sebelumnya kepadanya.

“Seohyun ah, apakah dia salah satu dari temanku?”

Te-teman?

“Oppa, k-kau sedang bercanda?”

Suara Yoona mulai bergetar. Salah satu Tangannya memegang lengan Kyuhyun.

“Maaf, tetapi aku memang tidak mengenalimu”

Kyuhyun menurunkan tangan Yoona dari lengannya.  Lalu ia menjauhkan diri dari Yoona

Kyuhyun mulai berjalan masuk ke dalam apartemennya meninggalkan Yoona dan Seohyun yang masih berdiri diluar.

Mata Yoona menatap nanar punggung Kyuhyun yang perlahan menghilang dari hadapannya.

“Apa yang telah terjadi?.”

Mata Yoona berbinar meminta penjelasan.

“Oppa, setelah kau pergi ke Jepang.  Ia mengalami kecelakaan yang parah-“

Yoona menutup mulutnya tidak percaya apa yang didengarnya. Mata nya mulai dipenuhi dengan airmata

“Dan dokter, mengvonis kalau ia mengidap amnesia akut-“

“Amnesia.. akut?” Tanya Yoona hati-hati.  Seohyun menganggukan kepala nya

“Penyakit hilang ingatan yang cukup parah, hanya sedikit harapan untuk bisa mengembalikan ingatannya kembali”

“Ini, Tidak mungkin..”

Pluk

Sebuah kotak berhiaskan pita di atasnya terjatuh dari genggaman Yoona. Yoona pun tidak merasakan kalau kotak itu telah terlepas dari genggamannya. Ia benar-benar melupakan hadiah tersebut, dalam kepala nya hanya Kyuhyun, Kyuhyun dan Kyuhyun. Ia benar-benar menyesal, kenapa ia harus berada di Jepang saat Kyuhyun mengalami kecelakaan. Dan sekarang, disaat ia mengharapkan sesuatu yang telah dijanjikan namjachingu nya semuanya telah hilang. Kyuhyun, tidak mengenali nya

***

 

 

“Jika ingatannya dipaksakan untuk teringat kembali, maka ia hanya akan menyakiti dirinya sendiri”

Kata-kata itu kembali membuat air mataku jatuh. Kyuhyun, kecelakaan, amnesia. Kenapa mesti namja yang kucintai merasakannya. Apakah ini cobaan bagiku Tuhan?

15 June_2012

“Oppa, aku akan pergi”

“Mwo? Yoong, jebal jangan tinggalkan aku seperti itu, apakah kau tidak lagi mencintaiku?”

Yoona bangun dari pangkuan Kyuhyun.  Tangannya langsung mencubit hidung Kyuhyun, dan membuat Kyuhyun sedikit meringis.

“Yaa oppa,, bukan pergi meninggalkanmu seperti itu. Aku akan pergi ke Jepang untuk menemui keluargaku yang berada disana”

“Syukurlah.. Eh Jepang? Berapa hari?”

Yoona kembali tidur dipangkuan Kyuhyun

“Bukan hari oppa, tapi 3 minggu!”

“3 minggu? Bisakah kau memberinya diskon? Itu terlalu lama Yoong”

Yoona kembali mencubit gemas hidung Kyuhyun

“Oppa, aku serius. Mereka membutuhkanku disaat itu, dan kurasa 3 minggu waktu yang terbilang cukup untuk bersama mereka.”

“Tapi aku akan merindukanmu Yoong”

Tangan Kyuhyun membelai lembut rambut Yoona.

“Oppa, bagaimana jika kau ikut denganku ke Jepang? Aku akan mengenalkanmu kepada keluarga ku dan orang tua ku”

Mendengar itu tiba-tiba Tangan Kyuhyun berhenti membelai rambut Yoona

“Ani, sepertinya tidak bisa Yoong. Masih banyak laporan yang belum kuselesaikan dikantor. Tapi, aku janji suatu saat aku akan bertemu dengan orang tuamu”

Yoona tersenyum mendengar ucapan Kyuhyun, walaupun masih ada rasa kecewa dihatinya. Kenyamanan sentuhan tangan  Kyuhyun yang membelai pipi nya mampu menghilangkan kekecewaannya dengan sekejap ,

“Kalau aku rindu padamu, bagaimana Yoong?”

Yoona kembali bangun dari pangkuan Kyuhyun. Kedua Mata nya hanya tertuju pada mata Kyuhyun,.

“Jika kau merindukanku-..”

Yoona mendekatkan tubuhnya dengan Kyuhyun

“ tutup kedua matamu. Bayangkan wajahku saat  tersenyum  kepadamu” Kyuhyun mulai menutup kedua matanya. Perlahan ia merasakan jari Yoona yang menyentuh kelopak matanya.

“Lalu,  tutup kedua telingamu,  dengarkan suaraku  saat aku memanggilmu.” Yoona mendekatkan wajahnya ke telinga Kyuhyun. Lalu Ia berbisik lembut di telinga Kyuhyun

“Oppa, saranghae….”

Bisikan itu membuat Kyuhyun tersenyum geli.

“Dan,, aku tak yakin kau akan merindukan yang satu  ini”

Kyuhyun langsung membuka kedua mata nya, karena terkejut dengan ucapan Yoona.

“Mworago?”

Yoona tersenyum geli memandang Kyuhyun. Lalu dengan cepat ia mencium bibir Kyuhyun. Membuat Kyuhyun sedikit terhentak tetapi tetap membalas ciuman Yoona.

Yoona melepaskan ciumannya. Nafas yang masih tersengal masih terdengar di telinga mereka.

“Ani. Bahkan ini yang paling kuingat Yoong” Kyuhyun tersenyum sambil menunjuk bibir Yoona. Membuat pipi Yoona merona dan ia memukul pelan dada Kyuhyun, membuat mereka berdua saling tertawa.

Air mataku terus mengalir mengingat kejadian terakhirku dengan Kyuhyun.

Oppa, apakah semua ingatan tentang kita  telah terhapus dari ingatanmu?

Tentangku?

Aku menyeka air mata yang membasahi pipiku.

Dari jauh aku  memerhatikan namja itu, namja yang sangat kucintai bersama dengan gadis lain.

Senyuman itu, memulihkan rasa rinduku.

Tapi, hatiku berkecamuk menahan rasa sakit melihat nya bahagia bersama gadis lain.

Bukankah senyum itu hanya kau tunjukan padaku Oppa?

Apa gadis itu yang mampu menggantikanku dari ingatanmu Oppa?

Tidak adakah sedikit tentangku yang tertinggal di ingatanmu?

Sedikutpun?

***

July 1_2012

“Permisi pak, ini masih ada berkas yang belum ditanda tangani”

Kyuhyun mulai mengambil sebuah pena dan mulai menanda tangani berkas yang diberikan oleh sekertarisnya.

“Gansahamnida”

Sekertarisnya mengambil kembali berkas tersebut dari meja Kyuhyun lalu ia mulai berjalan meninggalkan ruangan Kyuhyun.

Kyuhyun membuang nafas panjangnya sambil menyandarkan kepala nya di papan kursi nya.

Ia melirik kalender yang berada di meja nya.

“ 1 july”

Ia kembali membuang nafasnya

“ Aku merindukanmu Yoona ah”

Ia memejamkan mata nya, mencoba cara yang pernah diberikan Yoona kepadanya untuk mengurangkan rasa rindunya terhadap Yoona.

Kyuhyun membuka mata “Belum cukup Yoong, aku masih merindukanmu”

ia melihat sebuah foto frame yang terletak di atas sudut mejanya. Ya,  foto itu adalah foto Yoona.

Usai melihat foto Yoona yang terpampang di mejanya. Kyuhyun bangkit dari duduknya lalu mengambil kunci mobil yang berada di meja. Dan ia berjalan keluar ruangannya.

Kyuhyun menyalakan mobilnya dan mengemudikannya ke jalanan kota Seoul.

Sambil mengemudi tangannya mengecek ponselnya.

Ia membuang nafasnya

“Tak ada panggilan dari Yoona”

Ia mencoba memanggil nomor Yoona, sayangnya panggilan itu tidak diangkat oleh Yoona.

Ia pun  memasukkan ponselnya kedalam kantong celananya, tiba-tiba ponselnya ala mini kembali.

Ia melihat layar screen ponselnya sedikit lama, sedikit terkejut melihat nama yang memanggilnya.

Tin tin

Suara klakson kendaraan lain yang terdengar kuat berhasil membuat mata Kyuhyun kembali menatap jalanan

“Aaaaarhhhhggg”

###

July 4_2012

“Yoona ah aku mencintaimu..”

“Aku juga mencintaimu oppa. Pergilah  bangun, oppa”

“Ani Yoong, aku tidak mau pergi darimu. Aku ingin selalu bersamamu Yoong”

Kyuhyun mengenggam tangan Yoona erat seakan tidak mau melepaskannya

“Oppa, ini saatnya kau  bangun. Semua orang mengkhawatirkanmu”

Perlahan Yoona melepaskan tangannya dari genggaman Kyuhyun. Ia pun tersenyum. Perlahan tubuhnya menjauh dan menghilang dari pandangan Kyuhyun

“Yoona..”

“Oppa,”

Mata Kyuhyun perlahan mulai saling membuka. Cahaya lampu yang terang membuat matanya sedikit tersilau. Matanya mulai beradaptasi dengan sekeliling. Putih. Cukup menggambarkan ruangan tersebut.

“Oppa..”

Mata Kyuhyun mulai mengarah pada yeoja cantik yang duduk disebelah ranjangnya. Kekhawatiran menggambarkan raut wajah cantiknya. Tetapi, senyum pun terukir saat Kyuhyun mulai menatapnya

“Oppa, kau sudah bangun?”

“Aku-, aku dimana?”

“Kau sedang dirumah sakit oppa”

Kyuhyun mulai berusaha untuk duduk dan dibantu oleh yeoja tersebut. Ia kembali menatap yeoja itu

“Kau,  siapa?” Tanya Kyuhyun

“Oppa, kau tak mengenaliku? Aku Seohyun”

“Seohyun?” Kyuhyun memegang kepala nya mencoba mengingat nama seohyun dikepala nya

“Aaahh” kyuhyun meringis menahan sakit kepala nya karena berusaha mengingat ingatannya.

“Sudahlah oppa, sebaiknya kau istirahat dulu”

Seohyun membaringkan tubuh Kyuhyun kembali.

“Aku akan memanggilkan dokter untukmu”

Mata Kyuhyun terus mengikuti Seohyun hingga menghilang dari pandangannya.

“Oppa..”

Tiba-tiba Suara itu kembali terngiang di telinga Kyuhyun, ia mencoba mengingat siapa pemilik suara itu,  akan tetapi. Semakin ia mencoba memperjelas suara tersebut dengan ingatannya kepala nya menjadi lebih sakit.

Mata nya pun perlahan kembali menutup.

###

6 july_2012

“Kyuhyun ah, bagaimana keadaanmu sekarang?”

“Lumayan membaik, tapi ingatanku belum pulih sepenuhnya”

Changmin memberhentikan dorongannya pada kursi roda Kyuhyun. Lalu menepikannya di kursi taman yang berada dihalaman rumah sakit. Ia pun duduk dikursi tersebut menghadap Kyuhyun.

“Bagaimana dengannya? Ku tebak ia pasti sangat sedih melihat keadaanmu saat ini.”

“Dia? Maksudmu siapa?” Tanya Kyuhyun tidak tahu

“Omo, apakah separah itu Kyu? Hingga membuatmu tidak mengingatnya”

Changmin menatap Kyuhyun  tidak percaya. Ia tidak menyangka kalau Kyuhyun benar-benar tidak mengingat Yoona, yeojachingunya. Padahal yang ia tahu kalau Kyuhyun sangat mencintai Yoona, bahkan Kyuhyun pernah mengatakan padanya jika ia tidak hidup bersama Yoona ia akan meninggalkan dunia ini, ya bunuh diri. Ia pun masih belum percaya kalau cinta sekuat cinta Kyuhyun dan Yoona bisa memudarkan ingatan Kyuhyun terhadap Yoona. Bukankah Kenangan dan cinta, itu ingatan yang paling kuat?. Kalimat itu menjadi keraguan di benak Changmin. Setelah  Melihat keadaan sahabatnya ini

“Yoona, Kyu. Im Yoona. Yeojachingumu.!” Ucap Changmin, sedangkan tangannya menggerakkan bahu Kyuhyun, berharap Kyuhyun langsung sadar dan teringat kembali dengan Yoona.

“Yo-Yoona? Nan Yeojachingu?” Tanya Kyuhyun. Mata nya mulai memandang sekitar. Pikirannya mulai bekerja, mencoba mengingat yeoja yang bernama Im Yoona.

“Aisssh, aku benar-benar tidak ingat.” Ucap Kyuhyun.

“Sedikitpun?” Tanya Changmin

Kyuhyun menganggukan kepalanya.

Changmin menghela nafas lalu menatap nanar Kyuhyun. Ia merasa kasihan terhadap Kyuhyun, kenapa  hanya karena kecelakaan itu membuat hidupnya sedemikian rumit. Kadang ia berfikir mungkin ini kejadian yang wajar, tapi apakah sedemikian parah? Yeoja yang dijadikannya nomor 1 dihatinya mampu menghilang di ingatannya sekejap tanpa meninggalkan sedikitpun tentangnya?

“Oppa, kau disini?”

Perhatian kedua namja itu teralihkan ke pemilik suara yang tiba-tiba datang dan sedikit mengaggetkan mereka.

“Seohyun ah?” Panggil Kyuhyun

“Kau tidak boleh berada disini terlalu lama. Oppa, Kesehatanmu belum pulih sepenuhnya”

Seohyun mengambil alih kemudi dikursi roda Kyuhyun.  Siap mendorongnya untuk membawa Kyuhyun pergi.

Changmin mulai berdiri, ia merasa seperti tidak dianggap oleh yeoja itu.

“Seohyun ssi, apa yang kau lakukan disini?” Tanya Changmin. Membuat Seohyun dan Kyuhyun langsung melihatnya.

“Aku disini Untuk menjaga Kyuhyun oppa” jawab Seohyun sambil tersenyum ala mi Kyuhyun.

“Tapi harusnya bukan kau yang—“

“Kurasa ini sudah waktu mu untuk minum obat. Kajja kita kedalam oppa.  Permisi Changmin ssi..”

Sebelum Changmin melanjutkan kata-kata nya, Seohyun memotong perkataanya. Seohyun pun meninggalkan Changmin dengan mendorong kursi roda Kyuhyun.

Kyuhyun menoleh kebelakang meminta maaf dengan menatap Changmin yang mungkin masih kesal dengan Seohyun.

***

8 August_2012

Mata Yoona menyiratkan kesedihan saat melihat namjachingu nya terbaring lemah di ruangan yang penuh dengan bau obat.

Memang, Kyuhyun belum sepenuhnya sembuh dari kecelakaan itu. untuk mempercepat pemulihan ingatannya sebulan ini ia menjalani rawat jalan. Seminggu dirumah, dan seminggu dirumah sakit, begitu seterusnya hingga sebulan ini.

Membuat Yoona semakin sedih. Percuma, sebulan ini tidak membuahkan hasil. Kyuhyun belum mengenalinya sebagai Im Yoona yeojachingunya. Sebenarnya ia lelah. Hatinya terus terasa sakit melihat Kyuhyun sangat dekat dengan Seohyun. Harusnya itu posisi Yoona, bukan Seohyun.

Pekerjaan Kyuhyun pun terpaksa diserahkan kepada ayahnya lagi, karena kondisi nya kini memang tidak memungkinkan untuk melanjutkan pekerjaan itu.

Perlahan ia membuka pintu ruang inap Kyuhyun. Berjalan mendekati Kyuhyun yang masih sedang tertidur pulas.

Mata nya hanya tertuju pada gerakan dada Kyuhyun. Memastikan itu akan terus bergerak normal. Ia hanya takut. Ia takut jika suatu saat gerakan dada itu berhenti seketika.

Ia meletakan bunga Lily, bunga kesukaannya di sebuah vas kosong yang terletak di sudut meja. Kenapa bukan bunga kesukaan Kyuhyun yang ia beri dan letakan disana?

“Oppa, aku mencium wangi Lily..”

Hidung Yoona terus mencari sumber wangi bunga Lily yang mengusik hidungnya.

Yoona merasakan wangi itu tercium lebih kuat saat wajahnya didekatkan ala mi pakaian yang dipakai Kyuhyun. Kyuhyun makin terkekeh melihat tingkah Yoona yang dibenakknya seperti anjing sedang melacak bau makanan.

“Oppa! Apa kau memakai parfum yeoja?” Tanya Yoona tiba-tiba, satu jari telunjuknya menunjuk wajah Kyuhyun membuat Kyuhyun sedikit terkejut karenanya

“Ani..” Jawab Kyuhyun santai. Yoona curiga melihat Kyuhyun terkekeh geli tidak tahu entah karena apa.

“Lalu kenapa wangi Lily tercium di pakaianmu. Wangi ini kan seperti parfum Lily ku..” Yoona mendekati Kyuhyun kembali, sedikit menarik kaos baju yang dipakai Kyuhyun.

Kyuhyun tidak menjawabnya, lagi-lagi ia hanya terkekeh-kekeh sendiri.

“Mengaku saja Oppa…!” Yoona berkacak pinggang menghadap Kyuhyun.

“Ara.. , aku mengaku. Aku memang memakai parfum Lily. Wae?” Kyuhyun menurunkan kedua tangan Yoona dari pinggang Yoona. Ia tersenyum pada Yoona

“Oppa,, itu memalukaaan… Sejak kapan kau menjadi kelainan begini? Kau masih menyukai ku kan? Apa kau sudah berpindah menyukai namja?” Yoona memukul-mukul bahu Kyuhyun dengan tangannya. Sederetan pertanyaan anehnya pun menghujani Kyuhyun. Kyuhyun menggelengkan kepalanya melihat tingkah yeojachingunya ini.

“Yaaa bodoh. Aku tetap menyukaimu. Aku hanya mencintaimu. Aku tidak akan  tertarik dengan gadis lain apalagi apa? Namja?. Aku masih laki-laki jantan.” Ucap Kyuhyun. Sekarang ia yang berkacak pinggang. Ia heran, kenapa yeojachingunya tidak bisa langsung menangkap apa yang sebenarnya yang ia lakukan ini. Yeojachingunya ini benar-benar polos.

Yoona terdiam dan tertunduk tidak berani menatap Kyuhyun. Kyuhyun  langsung menatap Yoona. Amarahnya mencair saat melihat wajah Yoona

“Jangan salah paham. Aku memakai parfum beraroma Lily. Karena aku tahu kau menyukai bunga Lily. Aku ingin kau selalu nyaman didekatku apalagi ditambah dengan aroma Lily.  Perlahan aku mulai belajar menyukai aroma Lily, dan sepertinya memang berhasil. Tenang saja, parfum ini hanya kupakai jika bersamamu. Kalau aku pakai di acara lain bisa-bisa orang-orang akan berpendapat seperti dirimu tadi”   Intonasi nya kini menjadi lembut, membuat suasana mereka menjadi romantis

Kedua tangan Kyuhyun merangkul pinggang Yoona, membuat Yoona bergeser lebih dekat kepadanya.

 Senyuman Kyuhyun terlihat sangat tulus. Membuat Yoona seketika terpana melihat Kyuhyun, dan juga pengakuan tadi  yang menurutnya sangat romantiiis itu.

“Tapi itu parfum yeoja kan Oppa?”

Jdeeeer.. Pertanyaan ‘polos’ Yoona benar-benar menghancurkan suasana yang ala min itu. Senyuman yang tadinya tulus, berubah menjadi senyuman masam seorang Kyuhyun. Ia melepaskan rangkulan tangannya dari pinggang Yoona

“Yaa Yoona.. Parfum Lily bukan hanya parfum yeoja. Parfum namja pun juga ada yang beraroma Lily. Jadi berhentilah berpikiran macam-macam lagi tentangku” jawab Kyuhyun kesal

Yoona terkekeh geli memandang Kyuhyun. Tangannya ia rangkulkan ke leher Kyuhyun. Membuat Kyuhyun terpaksa memandang kearahnya,

“Oppa, jebal jangan marah. Aku hanya bercanda. Sekarang tersenyum lah lagi. Kau terlihat sangaaat tampan saat tersenyum seperti tadi” ucap Yoona

Kyuhyun memamerkan senyum paksaan kepada Yoona. Yoona terkekeh lagi memandang Kyuhyun. Lalu Ia mengecup singkat pipi Kyuhyun.

“Gomawo..” Ucap Yoona.

Senyuman cerah  terpampang diwajah Kyuhyun. Membalas senyuman tulus Yoona yang sangat indah baginya.

“Oppa, aku membawakan Lily untukmu. Wangi kan Oppa? Kuharap kau bisa langsung mengingat tentang kita lewat bunga ini..”

Tes..

Bunyi tetesan infuse lah  yang menjawab Yoona. Membuat air matanya ikut kembali turun di pipinya.

“Aku,  mencintaimu Oppa..”

Tes..

“Aku-“

Tes..

Yoona belum melanjutkan kata-katanya. Ia tak kuasa menahan air mata nya yang terus turun di pipinya.

“Aku, akan selalu menunggumu Oppa.”

Tes..

“Aku janji..”

Cklekk.

Bunyi pintu dari ruangan itu membuat Yoona segera menyeka air mata nya, dan langsung menoleh untuk melihat siapa yang datang.

Seorang dokter dan seorang suster yang berjalan dibelakang dokter itu berhenti di depan Yoona

“Permisi, apa anda teman Tuan Cho Kyuhyun?”

“ne..”

“Kami meminta sedikit waktu untuk kembali memeriksa Tuan Cho Kyuhyun. Bisakah anda menunggunya diluar?” Tanya Dokter tersebut.

“Ah ne, tidak masalah. Permisi”

Yoona mulai berjalan keluar dari ruang inap Kyuhyun . Ia melihat aktifitas yang berada didalam dari kaca jendela yang terletak dipintu ruangan itu.

“Yoona ah?”

“Oppa..”

###

“Aku-, aku akan selalu menunggumu Oppa”

Suara itu mengusik tidurku, membuat mata ku ingin terbuka untuk melihat siapa orang itu.

Tapi pandanganku belum bisa terlihat dengan jelas.

“Aku janji..”

Samar-samar mata ku menangkap sosok yeoja cantik berdiri didekat ranjangku. Memang aku belum melihatnya begitu jelas tapi bisa kupastikan kalau yeoja itu sangat cantik. Kukerjap-kerjapkan mataku berharap bisa membantu memperjelas pandanganku.

Saat pandanganku mulai terlihat jelas, yeoja itu berbalik membelakangiku, membuat ku tidak bisa melihat wajahnya lagi.

Kulihat ia berjalan keluar dari ruangan ku. Berganti seorang dokter dan suster datang menghampiri ku.

“Ah Tuan Cho, kau sudah bangun? Tolong berbaringlah lagi, kami akan memeriksa kesehatanmu terlebih dulu”

Aku menuruti perkataan Dokter. Aku kembali berbaring di tempat tidurku dan menerima pemeriksaan yang dilakukan Dokter itu.

Sepertinya yeoja itu sering kulihat akhir-akhir ini. Tapi aku tidak mengenalinya, sama sekali. Wajahnya, nama nya tidak terdeteksi di dalam ingatanku.

Tapi perasaanku berbeda, walaupun aku tidak mengenalnya hatiku selalu terasa mengganjal. Apa yang harus aku perbuat, aku tidak bisa langsung mendekati orang yang ‘belum aku kenali’ seperti dia. Samar-samar aku melihat kesamaan wajah nya itu dengan wajah yeoja yang selalu hadir dimimpi ku.

Jika memang ia adalah orang yang berharga bagiku, kembalikan ingatanku Tuhan..  satukan lah aku dengannya..

***

“Oppa, apa kau tidak bisa membantu memulihkan ingatannya?”

“Mian Yoong. Itu diluar kendaliku. Aku hanya sebatas sahabatnya. Tapi aku akan berusaha membantu nya perlahan agar ia mengingat semuanya”

Yoona meneteskan air mata nya. Ia memandang lurus kedepan. Menghela nafasnya.

“Tidak ada yang bisa kulakukan..” Ucap Yoona.

Changmin memandang Yoona dengan tatapan nanar nya. Baru kali ini ia melihat gadis seceria Yoona terlihat sangat sedih dan putus asa.

“Yoong, aku yakin jika kau terus berada didekatnya. Kyuhyun akan kembali mengingatmu dan semua tentang kalian” ucap Changmin

“Apa yang bisa kulakukan Oppa? Tiap aku didekatnya, ia malah menjauhiku. Ia tidak mengenaliku Oppa, dia tidak mengenaliku!” Kini tangisan Yoona pecah. Changmin merasa menyesal megatakan hal tadi kepada Yoona.

“Apakah sebulan waktu yang belum cukup untuk mengingat semuanya.? Tidak usah semuanya, ingatan tentang ku saja tidak!”

Yoona terus menangis dihadapan Changmin. Changmin hanya terdiam menatap Yoona. Ia tidak tahu mau berbicara apa. Tentang ini, ia memang tidak bisa menjawabnya. Ia bukan Tuhan yang bisa langsung merubah keadaan seseorang, ia pun juga bukan seorang Dokter yang mengerti tentang penyakit Kyuhyun, ia hanyalah seorang sahabat. Yang hanya bisa menunggu dan mendukung sahabatnya itu sembuh.

“Yoong, tenanglah.. Ini hanya masalah waktu.” Ucap Changmin.

“Waktu? Aku lelah Oppa.. Hatiku tidak tahan melihat Kyuhyun yang menganggapku seperti orang asing selama ini. Butuh berapa bulan Oppa? Atau butuh berapa tahun?.” Ucap Yoona dengan tangisannya

“Dan Kurasa,, Seohyun telah menggantikan posisiku sekarang. Kyuhyun sangat terlihat nyaman saat didekatnya” intonasi Yoona menurun.

“Kadang, aku sangat berterima kasih kepada Seohyun karena ia telah menjaga Kyuhyun selama dia sakit. Tapi kadang perasaanku berubah menjadi benci kepadanya. Entahlah apa ini yang dinamakan cemburu..” Lanjut Yoona.

Yoona terus menangis. Changmin terlihat bingung  menghadapi Yoona.

Semua fakta yang dikatakan Yoona memang benar, ia pun tidak bisa memungkiri hal itu. Berapa lama Kyuhyun akan terus begini,, ia juga tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Dan Tentang Seohyun, memang benar. Sekarang ini Seohyun lah yang menggantikan sosok Yoona untuk Kyuhyun. Saat Kyuhyun pertama bangun, Seohyun lah yang pertama kali dilihatnya. Seohyun selalu berada disamping Kyuhyun saat Kyuhyun membutuhkannya. Entahlah, tidak ada yang bisa disalahkan dalam keadaan ini.

Tapi ia hanya takut, jika keadaan terus berjalan seperti ini. Mungkin perlahan Kyuhyun akan melupakan ingatannya tentang Yoona dan akan mulai mencintai Seohyun. Persepsi ini ia pendam dalam-dalam. Tidak mungkin ia memberitahu Yoona tentang hal ini. Karena Yoona bisa lebih sedih memikirkannya daripada ini.

“Tenanglah Yoong.. Kita berdoa saja yang terbaik untuk Kyuhyun”

Changmin mengeluskan tangannya dipunggung Yoona. Berharap bisa membantu menenangkan tangisan Yoona.

***

5 October_2012

Tiga bulan telah berlalu. Kyuhyun memang telah pulih sepenuhnya, tapi. Ingatannya tentang Yoona? Belum juga kembali.

Apa yang salah dengan penyakit Kyuhyun? Kenapa hanya Yoona yang tidak ada didalam ingatannya? Keluarga, sahabat, teman, bahkan pekerjaannya pun kini telah ia ingat sepenuhnya. Kenapa yeojachingunya tidak?. Beberapa buku, majalah, koran  telah habis ia baca hanya untuk mengetahui penyakit Kyuhyun. Internet pun belum juga mampu menjawab pertanyaannya.

Kenapa hanya Yoona? Kenapa hanya Yoona seorang yang belum ia ingat? Apa ini yang disebut kutukan bagi Yoona?

Tiga bulan ini, tak henti nya Yoona selalu mengirimkan bunga Lily ke apartemen Kyuhyun. Ia selalu memandang dari jauh kegiatan yang dilakukan oleh Kyuhyun.

Ia selalu ingin berada didekat Kyuhyun, dan sebelum itu ia terus mencoba berada didekatnya. Lalu Apa hasilnya, sama. Kyuhyun berkali-kali menanyakan siapa dirinya, siapa namanya. Hingga saat ini Kyuhyun belum mengenali dirinya.

Belum ditambah lagi kedekatan Kyuhyun dan Seohyun. Orang-orang sekitar terus menyebut mereka berpacaran.

Apa lagi yang perlu digambarkan tentang perasaan Yoona. Benar-benar hancur.

Ia selalu menabahkan hatinya untuk menerima semua kenyataan yang dihadapinya. Hingga saat ini ia memang menepati janjinya terhadap Kyuhyun. Ia mencintai Kyuhyun. Ia akan menunggu Kyuhyun hingga Kyuhyun datang kepadanya dengan kesadarannya sendiri. Semua nya ia tepati.  Tapi apa yang ia dapat? Terlalu menyakiti dirinya.

“Yoong..”

Lamunan Yoona terbuyarkan karena panggilan Changmin.

Changmin baru tiba  diapartemen Yoona. Ia datang  untuk menyampaikan sesuatu. Tapi entahlah, raut wajah Changmin menggambarkan kesedihan dan sedikit penyesalan. Mungkin Yoona telah mengetahui apa yang akan Changmin katakan, pasti tentang Kyuhyun. Tapi ia belum bisa menebak berita apa yang akan Changmin katakan.

“Ada apa dengan Kyuhyun?” Tanya Yoona to the point

“Yoona kau terlihat lebih kurus hari ini..” Ucap Changmin yang sepertinya ingin mengalihkan pembicaraan mereka tentang Kyuhyun. Memang bukan ini tujuan utama nya untuk datang kesini. Tapi baginya ini begitu berat untuk mengatakan langsung kepada Yoona. Ia takut apa yang akan terjadi kepada Yoona setelah mendengarkan berita ini.

“Oppa, katakanlah. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Kyuhyun?” Tanya Yoona tidak sabaran

“Yoona, perbanyaklah makananmu. Lihatlah, kau terlihat pucat begini..” Ucap Changmin. Ia memegang pipi Yoona, menunjukan betapa pucatnya dia.

“Oppa, cepat katakan apa yang terjadi!” Yoona menghempaskan tangan Changmin dari kedua pipi Yoona. Bahu nya bergerak naik turun, nafas amarah kesalnya muncul, tidak sabar untuk mendengar berita tentang Kyuhyun.

Changmin mundur kebelakang. Ia menarik nafas dalam-dalam. Wajahnya kembali menjadi sedih.

“Yoong, berjanjilah setelah mendengar ini. Kau menerimanya dengan tabah”

Yoona menjadi diam. Dalam pikirannya muncul beberapa pernyataan buruk yang terjadi terhadap Kyuhyun, ia terus berdoa semoga bukan apa yang ia pikirkan yang terjadi kepada Kyuhyun.

“Yoona..”

Changmin mulai mendekatkan diri kearah Yoona. Ia menyodorkan sesuatu kepada Yoona, membuat Yoona langsung melihat ke benda itu.

“Undangan?” Tanya Yoona, ia mulai menatap lekat ke Arah Changmin.

Changmin menarik nafas nya dalam sebelum ia mengatakan berita utama yang akan ia katakan.

“Minggu depan, Kyuhyun-“

“Berhenti Oppa, tidak perlu kau lanjutkan lagi”

Ucapan Changmin terhenti karena Yoona tiba-tiba memotongnya.  Sepertinya Yoona telah menangkap berita yang dibawa Changmin itu. Namjachingu nya akan menikah, Kyuhyun akan menikah dengan yeoja lain, bukan dirinya.

Yoona mundur beberapa langkah kebelakang, ia menundukan kepala nya. Beberapa tetes air mata turun dari kedua mata nya, Changmin pun bisa jelas melihatnya.

Changmin memandang Yoona dengan penuh prihatin. Perlahan ia mendekati Yoona.

“Yoona, ini semua-“

“SUDAH, BERHENTI OPPA!!” Yoona berteriak kepada Changmin. Muka nya mulai memerah. Memendam perasaan amarahnya yang sekarang telah muncul hingga akarnya.

Bahu nya bergerak naik dan turun menandakan betapa cepatnya gerakan nafas nya.

Changmin kembali mencoba mendekati Yoona. Ia mencoba menjelaskan semua tentang berita ini.

Sebenarnya ia telah menebak reaksi Yoona setelah mendengar berita ini. Tapi ia belum cukup siap untuk menghadapi jika benar-benar kejadian ini memang benar-benar terjadi.

“Yoona, semua ini terjadi belum tentu karena Kyuhyun benar-benar melupakanmu. Mungkin ia—Yoona..!”

Pandangan Yoona mulai mengabur. Ucapan Changmin tadi tak terlalu jelas terdengar ditelinganya. Kaki nya terasa sangat lemah. Degup jantungnya semakin mencepat. Perlahan tubuhnya makin  melunglai. Kedua mata nya mulai menutup.

“Yoona!!.”

Dengan cepat Changmin menangkap tubuh Yoona yang pingsan

***

8 October_2012

“Oppa, kau mau kemana?”

“Aku pergi sebentar Yoong”

“Jebal, jangan pergi Oppa. Aku tidak mau kehilanganmu”

“Yoona, aku hanya pergi sebentar”

“Tapi nanti kau tidak akan kembali lagi kepadaku”

“Aku akan kembali lagi padamu Yoong, aku janji..”

Yoona mengeratkan pelukannya

“Benar-benar janji?”

“This is my promise just for My Yoona”

Kyuhyun perlahan melepaskan pelukan erat Yoona dari tubuhnya. Sebelum benar-benar ia lepaskan. Ia mengecup singkat dahi Yoona. Ia tersenyum tulus kepada Yoona.

Yoona menatap punggung Kyuhyun yang semakin jauh dari keberadaannya.

“Yoona ah..”

Perlahan mata Yoona membuka. Ia menatap sosok Changmin duduk di kursi dekat ranjang tempat tidurnya.

“Apa yang terjadi?” Tanya Yoona, ia duduk di ranjang nya dan menatap Changmin.

“Kau baru saja pingsan,  kautelah tidur selama 2 jam” jawab Changmin.

Yoona menganggukan kepala nya, mata nya mulai berputar sekeliling. Mencoba mengingat kejadian sebelum ia pingsan tadi.

“Yoona ah..”

Yoona kembali  menoleh ke arah Changmin.

“Wae?”

Changmin menarik nafasnya.

“Sejak kapan kau menyembunyikannya?”

“Apa maksudmu Oppa?”

“Siapa Ayahnya?”

Yoona langsung terdiam. Ia memandang ke arah lain. Menghindari tatapan introgasi Changmin.

“Oppa, apa yang sebenarnya kau katakan?” Tanya Yoona gugup.

“Bagaimana bisa selama 4 bulan ini kau menyembunyikan kehamilanmu dari kami semua? Kenapa Yoona ah?” Changmin memegang bahu Yoona. Meminta Yoona menjelaskan semuanya.

Tapi Yoona tidak buka suara. Ia malah menghindari tatapan Changmin.

“Siapa Ayahnya?” Tanya Changmin lagi.

Changmin memaksa Yoona untuk menatapnya, tapi lagi-lagi Yoona mengalihkannya.

Lelah menunggu, Changmin menurunkan kedua tangannya dari bahu Yoona.

Ia menarik nafasnya.

“Apa ini Kyuhyun?” Tanya Changmin, tapi kali ini intonasi nya lebih terdengar lembut

Yoona tetap tak berani menatap mata Changmin. Tapi perlahan ia menganggukkan kepala nya.

Tebakan Changmin benar. Ia tidak terlalu kaget mendengar ini. Karena ia percaya, Yoona tidak akan mengkhianati Kyuhyun.

Changmin mulai berdiri. Berjalan mondar-mandir di kamar Yoona. Seperti orang berpikir.

Kenapa masalah ini malah makin menjadi sulit. Diminggu terakhir Kyuhyun akan menikah dengan Seohyun, Yoona mengandung anak Kyuhyun. Apakah dengan kehamilan Yoona, Kyuhyun langsung bisa tersadar dan mengingat semuanya?

“Kita harus mengatakan pada Kyuhyun, Yoona,” ucap Changmin tiba-tiba.

“Andwe Oppa. Kita tidak bisa begitu saja mengatakan pada nya kalau aku mengandung anaknya. Ia saja belum mengingatku, bagaimana mungkin ia bisa langsung menerima semua ini” yoona menelungkupkan kepalanya disela kedua lutut kaki nya. Ia benar-benar seperti orang putus asa.

Kadang ia berfikir, tidak ada lagi arti di hidupnya. Tidak ada lagi orang yang mencintainya. Tidak ada lagi orang untuk dicintainya. Pernah terbesit kata Bunuh Diri dibenaknya. Tapi, ketika ia memegang perutnya. Ia baru menyadari, masih ada orang yang akan membutuhkannya, butuh cinta nya, butuh kasih sayangnya. Ya, bayi ini. Calon bayi inilah yang selama ini membuat Yoona tegar. Ia terus berusaha membuat tubuhnya sehat agar bayi nya nanti juga sehat, walaupun kondisi hati dan perasaan nya telah hancur, ini demi bayi nya.

Mungkin, jika Kyuhyun tidak kembali kepadanya. Bayi ini bisa mengganti semuanya, mengganti sosok Kyuhyun bagi dirinya.

“Jadi, apa yang akan kau lakukan Yoona?”

Lamunan Yoona terbuyar karena ucapan Changmin. Ia menoleh tetapi kembali memandang lurus kedepan.

“Aku akan pergi..” Ucap Yoona.

Changmin langsung menoleh ke arah Yoona.

“Maksudmu-?” Tanya Changmin.

“Aku akan pergi dan merawat anak ini sendiri di Jepang. Aku, tidak akan menganggu kehidupan Kyuhyun lagi disini”

“Tapi Yoona, bayi itu darah daging Kyuhyun. Semestinya—“

“Lalu kenapa kalau bayi ini anak Kyuhyun? Aku Ibunya, aku yang mengandungnya! Aku bisa merawatnya sendiri! Tanpa seorang Kyuhyun, aku bisa!” Jawab Yoona sedikit berteriak. Air mata nya mulai muncul. Ia tak kuat menahan emosi nya.

Changmin menghampiri Yoona. Ia menenangkannya.

“kapan kau akan berangkat?” Tanya Changmin

“Secepatnya! Secepatnya sebelum Kyuhyun dan Seohyun menikah”

***

2 February_2013

Umur pernikahan Kyuhyun dan Seohyun telah berjalan hampir 4 bulan. Tapi hanya begitu. Tidak ada yang spesial selama pernikahan mereka. Cinta yang dulu ia umbar kepada Seohyun kini terasa hambar. Perasaan ini seperti naskah yang telah disusun rapi. Tetapi tidak berarti.

Memang di awal bulan pernikahan semua terasa manis. Tapi setelah itu. Semua berjalan seperti biasa. Kyuhyun tidak merasakan sesuatu yang benar-benar yang sangat ia inginkan dulu. Semua itu tidak ia temukan di diri Seohyun.

“Oppa, ayolah. Liburan ini sangat langka bagi kita. Ayo kita pergi kencan Oppa” rengek Seohyun. Ia mengikuti jalan Kyuhyun dari belakang menuju kamar mereka. Kyuhyun membaringkan tubuhnya diranjang, lalu membaca majalah. Seohyun ikut duduk di samping ranjang mereka.

“Ayolah oppa.. Ini sangat jarang.”

“Aku capek Seo. Pekerjaan dikantor kemarin benar-benar membuat kepalaku pusing” jawab Kyuhyun tanpa merubah posisi nya yg masih membaca majalah.

“Maka dari itu, kau membutuhkan refreshing oppa. Aku juga bosan berada dirumah terus”

Kyuhyun menghela nafas. Ia meletakan majalahnya disamping ranjangnya. Lalu ia menatap Seohyun.

“Aku capek Seo. Yang kubutuhkan itu istirahat, bukan jalan-jalan” jawab Kyuhyun

Kyuhyun tidur membelakangi Seohyun. Sikapnya kini memang seperti tidak peduli kepada istrinya. Begitulah Kyuhyun. Tapi Ia  membenarkan apa yang dilakukannya. Ia tidak ingin berpura-pura mencintai Seohyun lebih lama lagi. Lebih baik begini, daripada apa yang ia lakukan selama ini tidak sama dengan kata hatinya.

Setelah kejadian itu. Seohyun jarang sekali berada diapartemen mereka. Setiap Kyuhyun pulang dari kantor, ia tidak berada dirumah. Dan malamnya saat jam tidur mulai menjemput Seohyun baru pulang ke apartemen mereka dan langsung berbaring tidur di samping Kyuhyun.

Awalnya Kyuhyun memang tidak peduli dengannya, tapi makin hari ia makin dibuat penasaran dengan apa yang Seohyun perbuat di luar rumah selama ini. Sikap Seohyun sangat berubah, menjadi dingin. Memang sebenarnya ini yang Kyuhyun harapkan, tapi semua ini benar-benar diluar dugaanya. Awalnya ia kira Seohyun akan terus mencoba membujuknya, tetapi akhirnya memang benar. Seohyun bukan gadis yang ia impikan.

Dan ternyata, semua dugaan Kyuhyun benar..

30 February_2013

Brakk

Kyuhyun membanting beberapa lembar foto di meja Seohyun.

“O-Oppa..”

“Siapa dia hah!”

Kyuhyun menunjuk seorang namja yang sedang memeluk Seohyun di foto itu. Wajah Seohyun sekarang makin terlihat pucat

“D-dia—“

“ Sudah berapa lama kau bermain dibelakangku? Hah!” Teriak Kyuhyun

“Oppa, mianhe”

Mata Seohyun mulai berkaca-kaca. Ia memegang lengan Kyuhyun

“Sudah berapa lama aku dibodohi olehmu hah!..”

Kyuhyun menghempaskan kasar tangan Seohyun dari lengannya. Kali ini Kyuhyun benar-benar marah. Kelakuan Seohyun memang sudah diluar batas.

Seohyun mulai menangis tersedu-sedu.

“Kau memang wanita—“

“Oppa! Berhentilah menyalahkanku lagi.. Aku begini juga karenamu! Aku istrimu, tapi kau tidak memperlakukan aku sebagai istrimu!” Teriak Seohyun.

Semua memang benar. Seohyun berselingkuh karena ia mencari kebahagiaanya, ia mencari pria yang benar-benar mencintainya, yang benar-benar menerima apa adanya.

Kyuhyun termundur beberapa langkah kebelakang. Ia baru menyadarinya, semua ini memang karena nya. Tapi ia benar-benar tidak bisa menerima apa yang telah Seohyun perbuat kepadanya. Ini sudah terlalu jauh.

Emosi Kyuhyun masih meluap-luap, nafasnya masih belum beraturan.

Keadaan menjadi hening, hanya terdengar suara tangisan Seohyun yang tersedu-sedu.

“Segera, Aku ingin kita cerai..”

Secepatnya..

###

“YAAAAA”

Brakk

Sebuah Pot bunga terbelah menjadi dua karena tendangan Kyuhyun.

Hosh..hosh..

Emosinya masih memuncak. Ia masih belum bisa menerima perlakuan Seohyun.

“Ini benar-benar tidak bisa dimaafkan!”

Kyuhyun kembali mengacak-ngacak pot bunga yang sudah hancur.

Tapi Kaki nya tiba-tiba berhenti menendang saat merasakan ada sesuatu yang mengganjal di sekitar pot bunga itu.

Sebuah kotak kecil  berlumuran tanah tergeletak di sela-sela puing pecahan pot tersebut. Karena penasaran Kyuhyun mengambilnya dan membukanya.

“Testpack?”

Ia menemukan sebuah testpack didalam kotak tersebut. Ia melihat ada dua tanda garis di testpack itu,  Ia mengerti tanda tersebut. Tapi yang ia bingung siapa pemilik testpack tersebut?

Seohyun? Tidak mungkin

Ia menarik secarik kertas lipat yang terletak didasar kotak.

 

Oppa.. Kita akan mempunyai anak!!

Aku mengandung bayimu Oppa. Bayi kita..

Apa kau senang Oppa?

Ini adalah hadiah yang kujanjikan sepulang aku pulang dari Tokyo..

Hadiah yang aku pun juga tak mengira nya.

Bagaimana Oppa?

Apa kau akan segera menyiapkan sebuah Pernikahan?

Pernikahan kita?

 Kekeke ^^

 

Your Love, His Cho Kyuhyun.

Im Yoona^^

Deg..

Im Yoona.

Yoona.

“Yoona, saranghe!!”

Kepala Kyuhyun terasa berdenyut hebat. Ia memegang kepala nya, menyentuh bagian kepala nya yang sakit.

“Im Yoona. Yeoja yang paling kucintai seumur hidupku..”

Ia termundur kebelakang. Menyangga tubuhnya di dinding apartemennya.

“Ahhhhh..”

Ia meringis kecil menahan rasa sakitnya

“Jika kau meninggalkanku. Maka, aku akan mencarimu ke seluruh dunia. Hingga aku kembali menemukanmu. Im Yoona..”

“Aaarhhh”

Kyuhyun terduduk dilantai yang masih berserakan tanah dari pot tadi. Rasa sakit dikepala nya makin menjadi.

“Im Yoona, Aku mencintaimu. Kenapa? Karena, aku mencintaimu.. Hmmm maksudnya. Aku mencintaimu karena hanya kau yeoja yang sangat kucintai. Bisa dibilang aku mencintaimu tanpa alasan, kekeke”

“Aakkkh, berhenti..”

Ingatan dan kenangan nya bersama Yoona terus terputar jelas dikepalanya. Semuanya Im Yoona. Seperti film yang kembali menayangkan dengan cepat. Semuanya, apa yang telah ia ala min kepada seorang Im Yoona, apa yang pernah ia lakukan kepada Yoona, diputarkan kembali.

“This is my promise just for My Yoona..”

“My Yoona”

Deg..

Mata Kyuhyun langsung terbuka. Rasa sakit tadi menghilang seketika. Pikirannya terasa lebih segar. Ia merasa seperti baru terlahir kembali didunia ini. Dan kini, ingatannya  telah kembali seperti sebelumnya. Semuanya telah teringat.

“Yoona..”

Kyuhyun bergegas berdiri. Masih mengenggam kotak yang berisi testpack tadi ia berlari menuju mobilnya, mengemudikannya ke suatu tempat.

###

“Changmin, (hosh) dimana (hosh) Yoonaaah?” Suara Kyuhyun masih tersengal-sengal oleh deru nafasnya yang berebut untuk dikeluarkan lebih dulu. Changmin yang berada didepannya saja hampir tidak mengerti apa yang dikatakan Kyuhyun.

“Tenang Kyu. Tarik nafas mu dulu. Baru kau katakan”

Kyuhyun mengikuti nasihat Changmin. Beberapa kali ia menarik nafasnya dalam-dalam. Setelah merasa cukup, ia mengatakannya.

“Katakan dimana Yoona Changmin ah! Dimana dia?”

Changmin terdiam. Setelah mendengar nama Yoona ekspresinya langsung berubah. Kyuhyun menjadi bingung melihat Changmin. Ia makin dibuat penasaran karena Changmin tidak lekas menjawab pertanyaannya.

“Cepat katakan dimana Yoona!!” Kyuhyun berteriak lagi didepan Changmin. Digoyang-goyangkannya bahu Changmin karena ia tidak bisa menunggu lebih lama lagi.

“Kyu—“

“Dimana dia!!”

Kyuhyun terus berteriak kepada Changmin. Kali ini ia benar-benar tidak bisa bersabar lebih lama lagi.

Changmin pun menjadi ikut kesal melihat tingkah Kyuhyun yang sangat berlebihan. Tapi ia bahagia, selama berbulan-bulan ini ternyata Kyuhyun telah mengingat semuanya, mengingat Im Yoona. Ia ingin menanyakan bagaimana prosesnya sehingga Kyuhyun tiba-tiba mengingat Yoona. Tapi itu ditahannya. Percuma, jika ia menanyakannya Kyuhyun juga tak mau menjawabnya karena saat ini ia sangat ingin bertemu Yoona.

Changmin menghela nafasnya. Kenapa kejadian ini kembali terjadi pada dirinya. Ia bukan orang yang tepat yang bisa mengatakan hal ini dengan lancar dan sejujur-jujurnya. Karena ia tidak mau mengambil resiko jika ia mengatakannya. Dan lagi ini Kyuhyun, ia tak tahu apa yang terjadi jika Kyuhyun mengetahui hal ini.

“Kyu, tenanglah..”  Changmin memegang kedua bahu Kyuhyun bermaksud membantu  menenangkannya.

“Bagaimana bisa tenang. Aku ingin tahu dimana Yoona sekarang!” Kyuhyun melepaskan tangan Changmin dari bahu nya dan sekarang gentian ia yang memegang bahu sahabatnya.

Changmin menghela nafas berat.  Ia menghindari tatapan Kyuhyun.

“Yoona sekarang berada di Jepang..”

Kyuhyun sedikit terkaget mendengar bahwa Yoona sekarang berada di Jepang, tapi semua ia tepiskan. Ia benar-benar rindu untuk bertemu yeoja nya itu. ia mengangguk mengerti karena jika Yoona ada di Jepang, Yoona pasti tinggal dirumah kedua orang tuanya ia masih menyimpan alamat orang tua Yoona jadi ia bisa langsung menyusul Yoona yang berada disana. Ia bergegas berjalan meninggalkan Changmin yang masih berdiri dengan ekspresi yang tidak membahagiakan.

“Tapi Kyu…”

Panggilan Changmin berhasil membuat Kyuhyun memberhentikan langkah jalannya.

“Yoona tidak berada di rumah orang tua nya..”

Kyuhyun sedikit tersentak, bagaimana Changmin bisa mengetahui apa yang ia pikirkan tadi. Kyuhyun berbalik kembali berjalan keposisi nya tadi, didepan Changmin.

“Jadi, dimana dia?”

***

1 March_2013

Tokyo’s City Hospital

Kyuhyun berjalan cepat seketika ia menapakan kakinya di rumah sakit itu. Mata nya tak berhenti mencari ruangan yang menjadi ruang inap yeoja cantiknya.

Yoona, ia di Rumah Sakit..” 

“Ke-kenapa ia ada disana Changmin ah? Kenapa..”

“Ia…” changmin menghela nafas nya sebelum mengatakan inti dari perkataannya “ia koma Kyu..”

“Tidak mungkin..”

Kyuhyun mundur kebelakang. Menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha tidak mempercayai perkataan Changmin.

“Iya Kyu memang tidak mungkin. Tapi ini benar-benar terjadi!” changmin mengerak-gerakkan bahu Kyuhyun agar mempercayainya. “Ia koma, setelah melahirkan bayimu Kyu..”

Bayi?

Kyuhyun langsung melihat kotak yang berada digenggamanya.

 Jadi Yoona benar-benar hamil?

“Permisi Sus, dimana kamar pasien bernama Im Yoona?”

“ah Nona Im? Mari saya antar Tuan”

Kyuhyun memasuki ruang inap Yoona. Tercium bau obat yang kuat merebak kedalam hidungnya. Yeoja nya, terbaring lemas dengan wajah yang tertutupi oleh alat-alat untuk membantu jalan pernafasannya.

Tes

Air mata Kyuhyun menetes seketika. Mulutnya menganga, tidak mempercayai apa yang ia lihat saat ini. Ia berjalan mendekati ranjang Yoona, melihat wajahnya yang masih bisa terlihat. Cantik,,, dan pucat.

Kyuhyun membelai pipi Yoona

“Maafkan aku..”

Don’t say you are sorry

“Maafkan aku, telah membuatmu seperti ini..”

This is not the end of love to me

“Tidak mengingatmu menjadi Yoona-ku..”

If our part like this

“Meninggalkanmu tanpa melihatmu sebagai Yoona-ku..”

If we become stranger like this

“Menyakitimu tanpa berpikir betapa sakitnya dirimu Yoona..”

It doesn’t matter if the love hurts

“…”

Tak ada jawaban. Kyuhyun menghela nafasnya, menahan isakan tangisnya agar tidak terlalu keras terdengar. Ia mengenggam tangan Yoona yang hangat

“Bisa kau mendengarkan suaraku Yoona..”

Word’s that could not keep the love from getting farther and farther away is making me cry

“Sebenarnya aku tidak pernah melupakanmu Yoona..”

 You’re the One I could never forget

“karena aku selalu mencintaimu Yoona. Selalu..”

Because it’s the final love of my life

“bangunlah Yoona.. aku disini, disisi mu..”

Even if it’s a sad fate. I can’t let go of you..

Kyuhyun masih melihat wajah Yoona dan tubuhnya dengan seksama menantikan gerakan yang mungkin dibuat oleh Yoona.

“Kumohon Yoona, bangunlah..”

Ia kembali menangis. Di letakannya telapak tangan Yoona diwajahnya. Ia merindukan ini. Sangat merindukan tangan lembut itu menyentuh wajahnya. Kyuhyun menangis tepat di telapak tangan Yoona.

“Oppa..”

“Yoona, jika kau bangun kau boleh memukulku sepuasnya. Menggantikan kesalahan ku dimasa lalu saat menyakitimu” ucap Kyuhyun

“Oppa…….”

“Kau boleh pergi meninggalkanku dan mencari namja lain disaat kau bangun Yoong. Kau boleh..”

“Oppa!!”

Kyuhyun tersentak kaget saat tiba-tiba tangan Yoona terlepas dari genggamannya. Dengan jelas ia melihat Yoona sedang menatapnya dengan bingung. Kyuhyun kembali menangis dan kembali mengenggam tangan Yoona.

“Aku terlalu mencintaimu Yoong, hingga membuatku berhalusinasi melihatmu bangun dan sedang menatapku sekarang..”

Yoona menjadi tambah bingung melihat kelakuan Kyuhyun. Bagaimana Kyuhyun bisa menganggap ini semua hanya halusinasinya. Ia benar-benar bangun. Im Yoona benar-benar bangun.

“Yaa Oppa, berhentilah menangis. Kau sedang tidak berhalusinasi paboya..”

“aku? Tidak berhalusinasi?”

Kyuhyun menyingkirkan tangan Yoona yang tadi menutupi wajahnya. Dan untuk kedua kalinya ia melihat Yoona menatapnya. Kyuhyun tersenyum seperti orang bodoh kepada Yoona. Ia benar-benar merasa malu dengan yeoja nya ini.

“Yoona, aku sangat merindukanmu..”

Kyuhyun mengecup singkat tangan Yoona, membelainya lembut dengan jarinya. Yoona tersenyum menanggapi perkataan Kyuhyun. Didalam hatinya ia lebih merindukan Kyuhyun, sangat.

“Maafkan aku Yoona..”

“sudahlah Oppa aku telah memaafkanmu.”

Kyuhyun tersenyum kearah Yoona, dipeluknya tubuh Yoona dengan kedua tangannya. Mereka menikmati pelukan ini, pelukan yang telah lama mereka rindukan.

“errr Oppa. Bisa kau lepaskan. Aku ingin melihat bayi ku..”

###

“Omo.. dia benar-benar tampan, sangat mirip denganku..”

Mendengar ucapan Kyuhyun, Yoona langsung menatap kyuhyun dengan aneh.

“Wae? Memang benar kan, ia sangat tampan seperti ayahnya”

Kyuhyun membelai lembut pipi bayi nya yang masih nyenyak tertidur di pangkuan tangan Yoona.

“Yaa Oppa, bagaimana bisa dengan pedenya kau mengakui anak ku yang tampan ini anakmu?”

“Tidak perlu bukti yang spesifik untuk membuktikan kalau bayi ini anakku. Cukup dengan melihat wajahnya yang tampan orang-orang bisa langsung menebak kalau akulah ayahnya..”

Saat tangan Kyuhyun baru mulai kembali menyentuh pipi anaknya itu tiba-tiba bayi nya itu terbangun, lalu menangis dengan kencang.

“yaa Oppa, lihat apa yang kau lakukan. Dia takut denganmu..” ucap Yoona,

tangannya langsung mengayun-ngayunkan bayi nya yang berada digendonngannya. Ia berjalan menuju ranjang tempat ia dirawat sebelumnya. Duduk diatasnya, lalu mulai memberi asi kepada bayi nya. Seketika  bayi nya tidak lagi menangis, ia telah tenang meminum asi dari ibu nya.

Kyuhyun tersenyum memandang Yoona dan bayi nya. Benar-benar pemandangan yang indah, sebuah pemandangan yang dulu ia idam-idamkan dan kini terpampang jelas didepan kedua matanya. Ia tidak menyangka kalau sekarang ia telah menjadi seorang Ayah.   Ia berjalan mendekati Yoona yang sedang memberi asi kepada bayi nya. Yoona mendongak sebentar melihat Kyuhyun lalu kembali melihat bayi mereka yang mulai tertidur.

“Yoong, kita benar-benar akan menjadi keluarga yang bahagia..”

***

5 June_2015

“Oppa… Luhan…”

Yoona menaiki anak tangga rumah nya, berjalan menuju ruang keluarga nya. Mencari keberadaan suami nya dan anak nya yang hilang saat dirinya sedang memasak didapur.

Ia membuka pintu ruang keluarga mereka.

“Oppa.. Luhan… dimana kalian..”

Kosong. Tidak ada suami dan anaknya yang biasa bermain disana. Ia menutup pintu kamar itu. lalu ia berjalan lagi menuju kamar Luhan, kamar anak mereka.

Tiba didepan pintu kamar Luhan ia pun membuka knop pintu nya.

“Oppa.. Luhan…”

Yoona menghela nafas nya lega lalu tersenyum melihat kearah suami dan anaknya yang ternyata tengah nyenyak tertidur di tempat tidur Luhan. Ia berjalan mendekati tempat tidur mereka. Menutupi tubuh mereka dengan selimut. Ia menciumi dahi suami dan anaknya satu-satu yang masih nyenyak tertidur.

“Have a nice dream..”

dengan pelan-pelan ia berjalan pergi meninggalkan mereka yang tertidur.

“Eomma..”

Baru beberapa langkah berjalan, langkah Yoona terhenti dengan suara rengek an Luhan kecil. Segera Yoona menghampiri anaknya.

“Ada apa Luhan..?”

Luhan menarik tangan Yoona dan mengajaknya tidur bersama.

“Aku ingin dipeluk Eomma..”

Yoona tersenyum geli mendengar ucapan Luhan anaknya. Ia pun menuruti kemauan Luhan, ia berbaring disamping Luhan, karena Luhan berada ditengah-tengah ia berada menghadap Kyuhyun yang masih tidur dengan lelapnya. Dipeluknya Luhan dengan tangannya. Ia tersenyum menunggu anaknya yang sebentar lagi akan menutup mata nya.

“Appa juga ingin dipeluk Eomma..”

Sekarang terdengar suara rengekan orang dewasa yang meniru suara Luhan. Dan benar itu suara Kyuhyun. Suara itu pun juga membuat mata Luhan melek seketika. Yoona terkekeh geli melihat tingkah suaminya itu.

“Oppa, kau membuat Luhan terbangun.”

Kyuhyun menggeser badannya lebih dekat lagi dengan Luhan dan Yoona

“Biar saja, appa juga mau dipeluk Eomma.. bolehkan Luhan ah?”

“Appa tidak boleh..”

Luhan lebih mengeratkan pelukannya dengan Yoona. Seperti tidak mau Eommanya diambil oleh appa nya. Yoona terkekeh geli melihat Luhan yang benar-benar lucu.

“Baiklah, kalau begitu Luhan saja yang Appa peluk..”

Dengan cepat tangan Kyuhyun memeluk tubuh Luhan penuh didekapannya membuat pelukan Luhan dan Yoona terlepas. Yoona pun mendesah melihat anaknya diambil alih oleh Kyuhyun. Ia mendekatkan tubuhnya kea rah Luhan dan Kyuhyun. Lalu  memeluk mereka.

“begini adil kan?” Tanya Yoona.

Luhan mengangguk-anggukan kepala nya tersenyum senang.

“tidak adil, Luhan saja yang penuh dipeluk olehmu. Sedangkan aku hanya mendapat pelukan ujung tangan mu saja.” Keluh Kyuhyun.

Ia mengerucutkan bibirnya berlagak seperti Yoona dulu jika ia marah. Yoona kembali terkekeh, ia mengecup singkat bibir Kyuhyun membuat bibir nya kembali normal seperti semula.

“Oppa, kau benar-benar melebihi Luhan..”

Kyuhyun mengeratkan pelukannya dengan Yoona dan Luhan. Ia menatap mata Yoona dengan intens.

“Baiklah, akan aku maafkan jika kita melanjutkannya nanti malam..”

Kyuhyun tersenyum evil kearah Yoona. Dahi Yoona mengerut mendengar ucapan Kyuhyun. Ia hanya menggelengkan kepala nya melihat suami nya itu.

“Andwe, malam ini Eomma akan tidur bersama Luhan..” tiba-tiba Luhan bersuara. Sontak mereka berdua langsung menatap anak mereka. Yoona pun menjadi tertawa mendengar ucapan anaknya itu. Kyuhyun mendengus kesal karena rencana nya akan digagalkan oleh pangeran evil nya itu.

“yah, Luhan besok saja tidur dengan Eomma. Malam ini biarkan appa  tidur dengan Eomma, ara?”

“Ani, Luhan ingin tidur bersama Eomma!”

Luhan melepaskan pelukan appa nya, lalu menatap appa nya. Sepertinya ia benar-benar telah bersiap untuk berperang dengan appa nya demi memperjuangkan tidur bersama Eomma nya,

“Bukankah Luhan ingin memiliki adik kecil? Nanti appa dan eomma akan memberikannya..” Kyuhyun tersenyum lembut kea rah Luhan, tetapi mendapat tatapan ganas dari istrinya.

“adik kecil?” Tanya Luhan polos.

Kyuhyun mengangguk mengiyakan pertanyaan luhan. Sebelum ia kembali kepada Luhan. Ia memberi tatapan evil kepada Yoona. Memberitahukannya kalau malam ini rencana nya akan berjalan. Sedangkan Yoona hanya memutar kedua bola mata nya.

“ne adik kecil. Bukankah Luhan kemarin menginginkan adik perempuan?”

Luhan mengangguk senang mengiyakan pertanyaan appa nya. Ia memang ingin mempunyai adik perempuan yang cantik dan baik seperti teman-temannya yang rata-rata telah mempunyai adik. Ia ingin menunjukan adik nya yang cantik  nanti kepada teman-temannya.

“kalau begitu Appa dan Eomma akan membuatkannya untukmu..”

Ucapan Kyuhyun mendapat pukulan dari Yoona. Kyuhyun meringis kecil tapi tetap menunjukan raut kebahagiaan diwajahnya.

“Apa Luhan boleh ikut membuatnya?”

“APA?”

***

Cinta, memang selamanya tak selalu indah. Beberapa masalah terus hadir menguji pasangan tersebut. Hanya menunggu waktu berapa lama hingga pasangan itu akan tetap bertahan. Cinta, mungkin memang bisa menghilang dengan sekejap. Tetapi bisakah tidak meninggalkan jejak? Seberapapun  besar nya suatu kecelakaan yang menyebabkan seseorang kehilangan ingatan cintanya. Cinta nya, hanya hilang di ingatannya, tapi hati nya tidak. Karena hati telah menyesuaikan diri dengan cinta.

***

END

 

Lyrics : Because it’s You by Tiffany Hwang (english translate)

Wah, akhirnya selesai juga. Gimana nih dengan happy ending nya, kurang memuaskan? Padahal pengen buat sad end lagi, heheheh.. mian kalo baru nge post. Dan untuk new love, dimohon menunggu ya. Karena detik-detik ujian sekolah akan menghampiri. Jadi tunda dulu buat nulisnya. Ehm dan author lagi ada project ff Kyuna dan Haesica oneshoot. Bagi yang tertarik diharap menunggu ya..

Jangan lupa tulis komentar mu buat fanfic yang ini ya.. ^^

Gomawo..

Intansparkddict

 

Fool To Love You 3 end

Author        : Intansparkddict
Main cast    : Im Yoona
                          Cho Kyuhyun
Others
Genre            : Friendship, Romance
Length          : 4361 words
PG                   : 13+

p.s                  : kata yang bercetak miring (flashback) dan juga (kata hati)

Mata Yoona menatap foto sesosok orang yang dirindukannya, tak ada senyum yang biasa ia tampilkan kala ia melihat sosok itu. Bingung. Rasa bahagia karena melihat sosok itu tertutupi dengan rasa sakit, bukan benci. Tetapi cinta. Bukan, tapi cinta yang masih membekas dihatinya. Cairan bening tertahan di kedua pelupuk mata indahnya, menahan, berharap cairan itu kembali masuk ke balik kedua matanya. Tegar. Ya, ia sangat ingin menjadi wanita yang tegar. Sekeras apapun ia mencoba tetap bertahan, akan berakhir sia-sia. Berhari-hari, Tak ada air mata yang tidak jatuh. bibirnya selalu tertutup, hanya dengan orang tertentu saja ia mau berbicara. Memandang kosong, mungkin telah menjadi kegiatan sehari-harinya.

Tes.. setetes air matanya akhirnya jatuh, memimpin pasukan airmata lainnya yang akan segera ikut menjatuhi pipi Yoona. Tak ada isakan, tak ada kata-kata, dan tak ada ada gerakan, hanya air mata yang menunjukan aksinya.
Kenapa?. Kata-kata itu kembali terngiang dikepalanya, bukan hanya sekali. Tetapi ribuan kali, kenapa, kenapa,dan kenapa. Tak ada yang terjawab. Adakah orang lain yang juga merasakan ini? Adakah orang lain yang bernasib sama dengannya? Ck.. tidak mungkin, tidak ada orang sebodoh dirinya, terlarut-larut dalam kesedihan hanya karena cinta, tidak ada orang yang mau menjadi seperti dirinya yang sangat memuja-muja cinta, berpikir kalau cinta yang dimilikinya adalah cinta sejati. Ck.. Dongeng, ingin akhir yang selalu bahagia, menikah dan hidup bahagia bersama pangerannya. Bodoh, telah menetapkan Kyuhyun menjadi pangeran hidupnya, menjadikan Kyuhyun separuh hidupnya, sangat yakin untuk mencintai Kyuhyun sepenuh hatinya, tetapi sama sekali tidak mengetahui penuh perasaan Kyuhyun, entah iya ataupun tidak. Yoona tetap menganggap Kyuhyun sangat mencintai dirinya .

Dan ternyata semua perasaan itu kini hanya seperti daun-daun yang telah layu dan rontok, karena tidak lagi diberi Sinar Matahari dan Klorofil. Seperti perasaan nya kini, tidak lagi dihiasi oleh Sinar Matahari dan Kyuhyun. Matahari. Hembusan angin meniupkan rambutnya yang tergerai rapi, mencoba menyadarkannya dari kesedihan yang terus menghinggapi dirinya. Kenangan. Hembusan angin itu hanya semakin membuat dirinya terbuai oleh kenangan nya bersama Kyuhyun dan Matahari.

“indahkan Yoong?” Kyuhyun menatap geli kearah yeojachingunya. Yoona. Ia terus membuka bibirnya terperangah dengan pemandangan yang telah tersaji didepan kedua matanya. Matanya jarang berkedip karena takut kehilangan sedetikpun objek yang dilihatnya, menganggukan kepala nya senang ke arah Kyuhyun. Cahaya orange berpadukan cahaya merah perlahan akan menghilangkan tubuhnya dari permukaan bumi. Matahari tenggelam. Sungguh fenomena alam yang indah, walaupun bukan fenomena yang unik karena tiap hari siapapun bisa melihatnya. Tetap, Bagi Yoona matahari tenggelam dan Kyuhyun adalah keajaiban Tuhan yang sangat indah, ia bersyukur hidupnya dihiasi oleh mereka berdua. Kyuhyun dan juga Matahari
Tangan Kyuhyun menggapai wajah Yoona, jemarinya menyusuri lekuk wajahnya, membersihkan walaupun hanya beberapa helai rambut yang menutupi wajah cantik Yoona. Sinar yang akan hilang itu masih berbekas, memantulkan cahaya nya. Membuat Wajah Yoona terlihat lebih indah. Yoona memejamkan kedua matanya, merasakan sentuhan jemari Kyuhyun yang membelai wajahnya. Deru nafas yang teratur saling terdengar di telinga mereka. Degup jantung berdetak cepat mengartikan rasa gugup menyelimuti tubuh mereka. Tangan Kyuhyun menyentuh kelopak mata Yoona yang tertutup membuat kelopak mata itu terbuka dan langsung melihat kearahnya.
“I Love You…”
Hanya tiga kata itu, berhasil mencakup semua perasaan Kyuhyun. Cinta. Suka, Sayang, Rindu, semua yang menggambarkan perasaan hati nya terhadap Yoona telah diucapkannya. Singkat, Padat dan Tepat. Singkat karena hanya tiga kata. Padat karena memiliki arti yang mendalam. Tepat karena tiga kata itu memang benar adanya. Benarkah? Tak pernah terlintas kata itu dibenak Yoona. Ia sangat mempercayai Kyuhyun, terlalu mempercayai Kyuhyun malah. Membiarkan hati nya terbuka lebar hanya untuk Kyuhyun, tidak ada kata ragu dalam hati Yoona. Kyuhyun mencintainya, Kyuhyun benar-benar mencintainya. Kata-kata itu seakan menjadi tiang yang menyangga hati nya, membuat hati nya lebih kuat dan bahagia. Jika tiang itu rapuh dan roboh bagaimana dengan hatinya? Pernahkan Yoona mempertanyakan pertanyaan itu kepada dirinya sendiri? Jawabannya tidak. Kyuhyun mencintainya. Itu adalah harga mati bagi Yoona.karena ia Buta. Yoona telah dibutakan oleh cinta
“I Lov—–“
Salah satu jari Kyuhyun berhasil membuat bibir Yoona tertutup sehingga Yoona tidak sampai melanjutkan kata-katanya. Mata Yoona membulat saat melihat wajah Kyuhyun semakin dekat dengan wajahnya.Tanpa melepasakan jari nya, Kyuhyun memandang intens kea rah mata Yoona.
“Ssshh.. kau tak perlu menjawabnya. Aku sudah mengetahuinya kalau kau juga sangat mencintaiku”
Semburat berwarna merah menghiasi kedua pipi Yoona. Suara lembut Kyuhyun tadi benar-benar berhasil membuat dirinya sangat gugup dan malu. Sangat benar. Yoona memang sangat sangat sangat mencintai Kyuhyun dan itu sangat tidak bisa ia pungkiri lagi. Kyuhyun tersenyum evil kearah Yoona. Benar, ia memang merusak suasana. Suasana romantis dan manis yang berhasil ia perlihatkan kepada Yoona malah ia sendiri yang mengakhirinya, walaupun begitu kalau tidak ada si EvilKyu didunia ini mungkin tidak pernah ada cerita Yoona mencintai seorang Kyuhyun. Karena evil adalah salah satu bagian favorit Yoona
Tangan Yoona mendorong dada Kyuhyun agar menjauhi wajahnya dari wajah Yoona. Hanya wajah, tidak tubuh mereka. Posisi mereka sama seperti tadi sangat dekat sehingga tangan Yoona masih bisa menggapai dada Kyuhyun. Tangan Yoona memukul pelan dada Kyuhun menunjukan kekesalannya terhadap Kyuhyun. Kyuhyun tertawa geli melihat sikap Yoona, ia sangat senang menggoda Yoona hingga membuat pipi nya memerah, karena menurutnya Yoona lebih terlihat cute dengan polesan merah alami yang menghiasi kedua pipi Yoona. Kedua tangan Kyuhyun berhasil menangkap kedua tangan Yoona yang memukul dada nya. Tidak ia tarik, malah ia tekankan kedua tangan Yoona kearah dadanya.
Deg..
Kedua tangan Yoona merasakan detak jantung Kyuhyun, ia melihat kearah kedua tangannya yang masih erat dipegang tangan Kyuhyun. Perlahan arah matanya bergerak keatas hingga kea rah wajah Kyuhyun. Ia mendapati Kyuhyun memandanginya dengan tatapan mendalam.
“bisa kau rasakan Yoona? Ini semua karena mu. Jantung ini, terus bergerak cepat hanya karena dekat denganmu. Tapi aku bahagia. dan ingin selalu berdua denganmu seperti ini. Selamanya..”
Selamanya.. kata terakhir itu terus terngiang-ngiang dikepala Yoona. Selamanya, sama-sama saling mencintai. Selamanya, saling mengisi. Dan selamanya, hidup berdua dan bahagia.. bersama Kyuhyun. Harapan itu seakan sangat mudah digapai oleh Yoona. Melihat kesungguhan Kyuhyun, ia yakin Kyuhyun mencintainya.
“Kyu..”
“Hmm..”
“Bisakah aku meminta sesuatu hal padamu?”
“Apapun itu Yoona.”
“Jangan pernah tinggalkan aku..”
“Tidak akan pernah Yoona..”
Kyuhyun memeluk tubuh Yoona. Mata nya terpejam, sangat indah.. harum wangi rambut Yoona bisa jelas masuk ke hidungnya, membuat nya semakin menyembunyikan kepalanya pada rambut Yoona. Sehingga deru nafasnya bisa membuat beberapa helai rambut Yoona bergerak. Senyuman lembut terus tampil dibibir nya, menambah ketampanan garis wajahnya. Tangannya membelai halus rambut Yoona. Sinar yang akan hilang itu menyinari mereka berdua, terlihat hanya mereka berdua, sebagai objek utama yang paling terang dan bersinar. Indah…
“Tidak akan pernah..”

“Boo!!”
Yoona terhentak kaget saat seseorang mengejutkannya dari belakang. Kenangan itu seakan berhenti berputar dikepalanya seperti kaset yang berhenti berputar menayangkan drama kisah cinta. Ia menolehkan kepalanya kearah belakang dan mendapatkan sesosok sahabatnya yang sedang tersenyum lebar kearahnya. Ia memegang kedua pipinya memastikan tidak ada lagi cairan yang membekas di kedua pipinya. Kering dan dingin. Tak disangka Air mata itu telah mongering dan membuat kulit pipinya menjadi dingin, entahlah. Ia mulai berpikir, berapa lama ia telah memandangi foto itu tadi. Ia baru menyadari, kenangan itu lah penyebabnya.
“Wae Yoona?” mata Sooyoung langsung tertuju pada sebuah foto yang digenggam erat tangan Yoona, seketika wajah ceria Sooyoung langsung muram. Entahlah, ia sangat kesal jika melihat foto orang itu. orang yang telah membuat kehidupan sahabatnya hancur.
“ berhentilah memikirkan namja itu. Berhentilah menyakiti dirimu sendiri Yoona ah” mata Yoona tetap tidak berpindah dari foto itu, meskipun Sooyoung memperingatkannya ia tetap tidak melakukan perubahan apa-apa.
Karena kesal Sooyoung langsung merebut foto Kyuhyun dari tangan Yoona lalu ia membuangnya asal. Yoona terhentak kaget, matanya terus mengikuti gerakan foto yang dilempar Sooyoung tadi. Saat Yoona mulai berdiri untuk mengambilnya kembali tapi tangan Sooyoung memberhentikannya.
“untuk apa Yoona?” Sooyoung memegang pundak Yoona memberi perintah agar Yoona duduk kembali. Yoona hanya menunduk, ia tidak berani menunjukan wajah tangis nya kepada Sooyoung
“jangan lagi sakiti dirimu Yoona. Masih banyak namja lain yang lebih mencintaimu dan bisa membuatmu lebih bahagia dibandingkan dia!”
“untuk apa membuang tenaga mu hanya karena dia? Dia sudah tidak lagi bersamamu Yoona, dia sudah tidak lagi mencintaimu. !!..”
Kalimat terakhir itu sukses membuat Yoona mengangkat kepalanya, ia merasa tidak terima dengan ulasan kata-kata itu. Kyuhyun masih mencintainya, ia sangat yakin hal itu.
“Yoona ah, lupakan dia.. aku tidak tahan melihat keadaanmu yang semakin menurun hanya karena nya” suara Sooyoung mulai melembut, ia mengusap air mata Yoona dengan kedua tangannya. Perlahan Yoona menganggukan kepala nya kepada Sooyoung. Ia mengiyakannya walaupun itu sangat mustahil baginya. Ia sangat mencintai Kyuhyun, sangat mustahil untuk menghilang kan Kyuhyun dari hatinya dan pikirannya dalam waktu yang singkat.
Sooyoung memandang prihatin kea rah Yoona. Sesungguhnya ia juga tidak ingin semua ini terjadi terhadap sahabatnya, Kyuhyun dan juga.. Changmin. ia menyuruh Yoona agar Yoona melupakan Kyuhyun, tetapi itu hanya terpaksa dilakukannya ia tidak ingin melihat kehidupan Yoona makin memburuk. Ia tahu bagaimana rasanya, tetapi hati Yoona lebih lemah dari hatinya. Yoona tidak sekuat dirinya. Selama ini Sooyoung terus memendam sesuatu. dan semua ini berawal dari Changmin.
‘kurasa aku harus melakukan ini’

333

“Changmin! Kau terlalu egois..”
“Egois? Kau bilang aku egois? Aku hanya membuat semua ini tetap terasa adil!”
“Adil? Kau bilang ini adil? Adil ini hanya untukmu, sedangkan yang lainya harus tersakiti karena ‘keadilan’ mu itu”
Pria yang disebut Changmin itu mengepalkan kedua tanganya, ia sangat geram karena perkataan yeoja yang berada dihadapannya
“Apa urusanmu hah? Kau tidak berhak untuk menyampuri urusanku”
“Kau.. kau memang namja yang egois. ”
Mendengar itu, emosi Changmin langsung naik. Tangannya langsung mengambil ancang-ancang untuk menampar pipi yeoja tersebut. Tetapi ia mengurungkan niatnya, ia melihat mata yeoja itu memandangnya dengan tatapan menantang, bukan karena hal itu saja. ia melihat mata yeoja itu berkilau menandakan adanya cairan yang tertahan dikedua bola matanya.
“Soo—Sooyoung”
“Kenapa? Kenapa tidak jadi menamparku? Ayo tampar”
Sooyoung makin memajukan dirinya ia makin menantang Changmin yang berada didepannya. Ia tidak menghiraukan air matanya yang perlahan jatuh dari kedua matanya. Ia merasa sesak didadanya. Pria itu, bahkan berani ingin menamparnya
“Aku mencintainya Sooyoung”
Suara Changmin melemah ,Sooyoung tersenyum palsu kearah Changmin. kalimat itu malah tambah menyesakkan dadanya, walaupun ia telah mengetahuinya dari awal tapi tetap, perasaan sesak ini tidak pernah tertepiskan
“Cinta? Apakah kau merasakan hal yang sama saat kita bersama dulu?”

“Sooyoung”
yeoja yang dipanggil Sooyoung itu mengadahkan wajahnya kearah namja yang memanggilnya
“Hmmm?”
“Aku mencintaimu”
“Aku sudah tahu hal itu” Sooyoung menarik hidung Changmin lalu tertawa geli ke arahnya
“Jadi kau tidak ingin mendengarnya lagi?”
“Ani, aku ingin mendengarnya hingga ribuan kali dari bibirmu” Sooyoung tidur dipangkuan Changmin, ia memegang tangan Changmin dengan kedua tangannya. Dan Tangan Changmin yang lainnya membelai rambut Sooyoung
“Jadi, biarkan aku melakukannya hingga bisa membuatmu bosan mendengarnya”
Sooyoung tertawa geli mendengarnya
“Janji?”
“Janji..” Changmin mencubit geram hidung Sooyoung sehingga membuat mereka berdua tertawa.

Changmin menatap Sooyoung, seberkas rasa bersalah tertampilkan di kedua mata Changmin
“Ne, aku mencintaimu Sooyoung. Tapi, itu semua sudah berlalu.”
Kemana pergi janji itu?
“Lalu, jika akhirnya kau bersama Yoona apakah kau akan mencampakkan nya sama seperti kau mencampakkanku dulu?”
Changmin terdiam, Perkataan mantan kekasihnya itu benar-benar berhasil membuatnya kehilangan kata-kata. Memang benar ia sangat mencintai Sooyoung tapi entahlah kenapa ia bisa jatuh hati kepada Yoona yang berstatus sebagai sahabat Sooyoung sendiri. Ia tidak tahu kenapa ia bisa menjadi sejahat ini
Sooyoung menatap Changmin, sepertinya ia bisa melihat raut wajah Changmin yang sangat gelisah, terlebih karena mendengar kalimat terakhir yang diucapkannya. Air matanya terus membasahi pipinya, jauh didalam hati terdalamnya ia masih sangat mencintai Changmin, walaupun Changmin telah mencampakkannya dan mencintai sahabatnya sendiri. Perasaan sooyoung tidak pernah berubah.
“maaf, maafkan aku Sooyoung ah”
kalimat Changmin sungguh tulus. Ia merasa sangat bersalah melihat yeoja ini menangis.
Tetapi sooyoung tetap tidak berhenti menangis, ia malah membalikkan tubuhnya membelakangi Changmin. lalu ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, membekap agar isakan tangisnya tidak terdengar oleh Changmin.
Siapapun, bisakah memberhentikan air mataku yang terus turun karena namja ini?
Sooyoung merasakan ada tangan yang memutarkan tubuhnya, ia tersentak karena tangan itu tiba-tiba memeluknya
“Cha-Changmin”
Suara parau Sooyoung terdengar saat ia memanggil Changmin. ia sangat merindukan pelukan ini, hangat dekapan Changmin, dan aroma tubuh Changmin yang terasa manis dihirupnya
Bisakah waktu berhenti sebentar?
“maafkan aku Sooyoung, aku memang namja yang egois. Aku tidak ber maksud ingin mencampakkanmu. Tapi perasaanku—“
“Aku mencintaimu Changmin, aku masih sangat mencintaimu. Tak bisakah kau melihatnya selama ini?” Sooyoung memukul dada Changmin berulang kali. ia terus menangis. Dan hingga tangannya lelah memukul Changmin ia menangis didada Changmin, kepalanya ia sembunyikan didada Changmin menahan isakannya yang makin membesar. Sebenarnya ia sangat ingin membenci namja ini tapi entah hati nya idak pernah memunculkan perasaan itu.
Kau sungguh bodoh Changmin
“Sooyoung”
“cukup Changmin, tidak perlu kau mengatakannya. Kau tidak mencintaiku. Itukan yang ingin kau katakan? Aku mengerti”
Dadaku terasa sesak
Sooyoung menjauhkan tubuhnya dari Changmin
“Soo—“
“ biarkan mereka bahagia Changmin. Mereka berdua sama sama saling mencintai. Kau menyakiti mereka Changmin. Apakah kau setega ini menyakiti Kyuhyun, sahabatmu sendiri ?”
Sooyoung menatap Changmin dengan tatapan memohon, ia memegang dada Changmin dengan kedua tangannya.
“dan Yoona. Jika memang kau mencintainya harusnya kau bisa merelakannya bahagia walaupun bukan denganmu. Hidupnya kini menyedihkan setelah kau memisahkannya dengan Kyuhyun. “

333

“Eonni, kau dimana? Aku sudah sampai”
(Nah, sekarang pergi lah ke meja no 3. Tunggu lah disana, sepertinya eonni akan terlambat. Arasso?)
“Ara, tapi jangan terlalu lama eonni. “
(ne, sekarang mulailah mecari meja itu. dan Bye..)—Tiiit
Yoona memasukan ponselnya kedalam tasnya. Kakinya mulai melangkah dan mencari meja nomor 3. Ia pergi ke restoran ini karena diminta Sooyoung untuk menemaninya makan. Dan mungkin Sooyoung juga ingin membicarakan sesuatu hal kepadanya.
Langkah kaki Yoona terhenti karena matanya telah menemukan papan meja bernomor 3 tidak jauh dihadapannya, ia mulai mendekati meja tersebut tetapi terhenti lagi karena ia menemukan seorang namja yang menduduki kursi dari meja tersebut. Ia tidak bisa melihat wajah namja itu karena ia duduk membelakangi Yoona.
“apa Eonni lupa memesan meja itu terlebih dahulu?” batin Yoona
Ia mencari ponselnya kembali dan memanggil kontak Sooyoung.
(wae Yoona?)
“Eonni, apa kau lupa memesan meja tersebut? Meja itu sudah ditempati orang lain.”
(ah jinjja? Tapi eonni telah memesan tempat itu jauh jauh hari, bagaimana bisa ada orang yang menempati tempat tersebut)
“Eonni apa mungkin kau lupa dengan nomor meja nya? Mungkin tempat yang kau pesan bernomor lain”
(Ani yoong. Aku bukan tipe orang yang pelupa. Meja yang sudah kupesan itu memang meja bernomor 3)
Yoona menghela nafas
“lalu eonni sekarang dimana”
(aku masih terjebak macet Yoong, disini sangat padat.)
“lalu bagaimana denganku eonni? Apa aku pulang saja?”
(Andwe.. kau tetap pergi ke meja itu, dan perlahan suruh pergi orang yang menduduki tempat itu)
“tapi kalau ia tidak mau?”
(Yoona,)
Terdengar suara memohon dari balik ponsel Yoona. Yoona menghela nafas lagi
“ah arra arra.. sudah dulu eonni” —Tiiit
Yoona kembali memasukkan ponselnya dan mulai berjalan mendekati namja tersebut.
“Maaf, sebenarnya meja ini—“
Yoona tidak melanjutkan kata-katanya. Ia tersentak saat mulai mengetahui namja itu.
“Yoona, kau disini?”
Yoona menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia masih kaget dengan namja yang berada didepannya.
Namja yang duduk itu mulai berdiri menghampiri Yoona
“Gwenchanayo? Sedang apa kesini? Ingin bertemu dengan seseorang?”
Perlahan Yoona menurunkan kedua tangannya, ia berusaha untuk menatap mata namja itu
“Nan gwenchana. Ne aku ada janji dengan Sooyoung eonni. Dan di meja ini kami telah memesannya, bagaimana kau bisa mendudukinya? Apa kau tidak diberi tahu oleh pelayan disini?”
Yoona berusaha agar bersikap seperti biasa. Walaupun dihatinya sedang terjadi kegemuruhan akibat bertemu namja ini
“Jinjja? Sooyoung? Aku juga diminta sooyoung agar kesini dan juga dimeja ini. Meja nomor 3”
Namja itu mengambil papan nomor yang berada di meja itu lalu ia menunjukannya kepada Yoona.
Yoona tidak mempercayai ini, ia mulai sibuk mencari ponsel ditasnya. Kegugupannya pun mulai terlihat saat ia mulai menekan-nekan tombol diponselnya. Saat ia mulai menelpon nomor Sooyoung ternyata ada pesan yang masuk. Ia sedikit tersentak karena melihat pengirim pesan itu adalah eonni nya

From : Eonni Sooyoung
Sepertinya kau telah berada di meja itu. ^^
Mianhe yoong, ternyata disini macetnya tidak selesai-selesai. Karena lelah menunggu akhirnya Eonni memutuskan pulang. Mianhe jeongmal Mianhe, kuharap kau tidak semarah itu padaku 😀 . jangan sedih, eonni telah mengirimkan orang kesana agar kau tidak kesepian dan ada yang menemanimu makan. Berbagi cerita lah kepadanya karena ia orang yang sangat asyik untuk diajak bebicara. Jebal, jangan marah padaku arraso.. ^^
Your Eonni 

“aissh Jinjja”
Yoona menghela nafasnya lalu menatap namja yang ada dihadapannya itu
“eonni telah merencanakan ini semua” terang Yoona
“Mwo? Rencana? Maksudmu kita berdua?”
Yoona menganggukan kepalanya, mengiyakan pertanyaan namja itu tadi, helaan nafas kembali dilakukan Yoona
“Aku tidak ada keperluan denganmu, jadi lebih baik aku pulang saja”
Kenapa kau muncul lagi dihadapanku
Yoona lebih mengeratkan tali tas yang dipakainya, ia menundukan badannya untuk berpamitan kepada namja itu
“apa kau akan pulang begitu saja? Paling tidak biarkan aku mentraktir mu makan Yoona. Janji awalmu pergi kesini hanya untuk makan kan? Jadi biarkan aku yang menggantikan memenuhi janjimu itu”
Hatiku bahkan perlahan belajar untuk melupakanmu
Langkah Yoona terhenti mendengar perkataan namja itu. ia membalikkan badannya dan menatap kembali namja itu
“sebenarnya aku tidak terlalu lapar. Dan Janji ku bukan hanya untuk makan disini tapi juga ingin membicarakan sesuatu dengan eonni. lalu sekarang karena ia tidak datang jadi tidak ada lagi keperluanku untuk berada disini”
Namja itu tidak membalas perkataan Yoona.
“Kalau begitu aku pulang Kyuhyun ssi.. annyeong”
“Tapi aku ada keperluan denganmu!”
Yoona mendongakkan kepalanya, ia tersentak karena tangannya langsung digenggam oleh Kyuhyun.
Bisakah kau berhenti?

333

“Jadi kau mau pesan apa?”
Kyuhyun menutup buku menu dengan tangannya. Lalu ia berhenti untuk menatap Yoona
“sudah kubilang aku tidak terlalu lapar”
“baiklah, biar aku yang pesankan untukmu.”
Kyuhyun kembali membuka buku menu tersebut
“Yoona tidak menyukai makanan pedas , jadi…”
Kyuhyun bergumam sendiri sambil terus mencari makanan yang cocok untuk dipesankan untuk Yoona. Yoona membulatkan matanya saat mendengar gumaman Kyuhyun.

“Yoong”
“Apa makananya tidak enak?” Kata Kyuhyun masih dengan mengunyah makanan yang ada dimulutnya
“Ani” balas Yoona yang terus mengaduk-ngadukkan makanan yang ada di atas piringnya
“Jadi kenapa tidak dimakan?”
“Karena..”
“Karena apa?” Kyuhyun meletakkan garpu dipiring nya lalu ia menatap Yoona
“Err, Aku tidak suka makanan pedas”. Yoona tersenyum malu kearah Kyuhyun tangannya menggosok gosokkan tengkuknya yang tak gatal.
Kyuhyun tersenyum geli melihat tingkah yeojachingunya , badannya ia condongkan kedepan agar bisa lebih dekat dengan Yoona walaupun tertahan oleh meja. Ia menggapai rambut Yoona lalu mengacak-ngacaknya sambil tersenyum.
“Im Yoona, sejak kapan kau merahasiakan ini dari Cho Kyuhyun?”
Yoona mengerucutkan bibirnya, tangannya pun sibuk merapikan kembali rambutnya
“Selama aku mengenal seorang Cho Kyuhyun” jawab Yoona
“Kenapa kau merahasiakannya?” Kyuhyun meletakkan kedua tangannya untuk menopang dagu nya sambil menatap Yoona
“Entahlah, aku hanya ingin beradaptasi denganmu.” Mendengar itu Kyuhyun menegakkan duduknya kembali
“Im Yoona jangan menyakiti dirimu demi beradaptasi denganku. Aku jadi lebih merasa bersalah”. Kyuhyun memandang sendu ke arah Yoona, sedangkan Yoona menaikkan alisnya
“Yaa Cho Kyuhyun kau sok romantis”
senyum evil terpampang diwajah Kyuhyun. Melihat itu Yoona mencubiti lengan Kyuhyun
“aku serius Yoona” Yoona berhenti mencubiti tangan Kyuhyun. Kyuhyun mengenggam salah satu tangan Yoona di atas meja
“Mulai sekarang katakan saja sejujurnya, aku bukan orang lain buatmu. Aku namjachingumu. Apa pun yang membuatmu resah, tidak suka, katakan saja. Walaupun itu hal yang sangat kecil,. Namja ini akan setia mendengarkanmu. Apa kau lupa? Namja ini akan berjanji akan membahagiakanmu, dan namja ini juga tidak akan pernah menyakitimu”
Mata Yoona berbinar memandang Kyuhyun, sehingga ia tidak mampu membalas perkataan romantis namjachingunya
“Yoona, apa kau terlalu tersentuh?”
Yoona mengenggam kuat tangannya yang digenggam Kyuhyun. Kyuhyun tertawa sedikit meringis karena genggaman kuat Yoona
“Ara ara, ayo kita pesan ulang makanan yang tidak pedas untuk mu dan juga untukku”
Tidak terlihat jelas kalau Yoona sedang tersenyum menatap Kyuhyun. Kyuhyun belum menyadari kalau sedari tadi yoona terus menatapnya.
“yang ini bagaimana?”
Kyuhyun menunjukan gambar makanan yang ia pilih kepada Yoona. Lamunan Yoona terbuyarkan karena pertanyaan Kyuhyun
“terserah kau saja”
Kyuhyun tersenyum lalu memberikan buku menu tersebut kearah pelayan
“bagaimana kabarmu Yoona?” Tanya Kyuhyun.
Yoona yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri dikagetkan oleh pertanyaan Kyuhyun
“hah?”
“aku Tanya bagaimana keadaanmu” Kyuhyun tersenyum lalu tangannya mengacak pelan rambut Yoona
“keadaanku? Baik. Aku Baik-baik saja”
aku tidak baik Kyuhyun.
Yoona tersenyum palsu kearah Kyuhyun. Setelah itu ia hanya menundukan kepalanya
“Bagus kalau begitu.” Kata Kyuhyun. Ia pun terus menatap Yoona yang berada didepannya, sedangkan Yoona nyalinya tidak cukup untuk terlalu lama menatap Kyuhyun.
Bisakah kau jangan menatapku?

333

Kyuhyun dan Yoona berjalan beriringan di pinggir sungai Han. Sepertinya hubungan mereka hampir membaik, hanya saja Yoona yang masih terlihat ragu-ragu dan kurang yakin. Sedangkan Kyuhyun, ia terus berusaha mendekati Yoona kembali dan membuat hubungan mereka seperti dulu lagi.
Mata mereka berulang kali mencuri kesempatan untuk saling melihat. Tangan mereka berdua yang bebas bergelantungan kadang saling bersentuhan membuat mereka kembali saling menatap. Sepanjang perjalanan hanya keheningan yang terjadi.
Mereka berdua terus berjalan hingga langkah Kyuhyun terhenti karena melihat seseorang didepannya
“Hyung”
Orang yang dipanggil hyung itu memposisikan tubuhnya dari menghadap sungai Han ke arah orang yang memanggilnya itu. Orang itu tersenyum
“Hyung, aku bisa jelaskan ini” perlahan Kyuhyun mendekati orang itu, sedangkan Yoona hanya bingung melihat Kyuhyun yang berlagak seperti orang yang memohon kearah Changmin
“Kyu, kau mengenal Changmin?” Yoona menghampiri Kyuhyun. Kyuhyun menoleh sebentar ke arah Yoona tetapi ia tidak memberi jawaban apapun kepada Yoona
Yoona memang belum mengetahui kalau Kyuhyun dan Changmin telah bersahabat lama, karena selama Kyuhyun menjadi namjachingunya, ia tidak pernah melihat mereka berdua dekat. Hal itu terjadi karena Changmin tidak satu sekolah dengan mereka. Apalagi sebelum nya Changmin pernah mengungkapkan perasaan kepada dirinya sebelum ia menjadi kekasih Kyuhyun. Yoona belum memberitahu hal itu kepada Kyuhyun.
“Hyung ini semua bukan seperti yang kau pikirkan” kata Kyuhyun.
Yoona semakin dibuat bingung dengan 2 namja yang berada didepannya ini
“Sudah lah Kyuhyun”
Perkataan namja itu sukses membuat Yoona dan Kyuhyun langsung menatap ke arahnya
“H-hyung?”
Changmin memegang kedua bahu Kyuhyun dengan kedua tangannya
“Lupakan semua yang dulu pernah aku katakan padamu Kyu. Dan sekarang kembalilah kepada Yoona” Changmin tersenyum ke arah Kyuhyun
Kyuhyun masih bingung melihat Changmin
“Maaf, selama ini aku menjadi sahabatmu yang tidak baik, aku terlalu egois untuk mementingkan diri sendiri. padahal kau, sangat tersakiti dengan keegoisanku ini” Changmin melihat ke arah Yoona sebentar lalu kembali menatap Kyuhyun
“Kau, kembali lah padanya. Aku tahu kau masih mencintainya.” Changmin menepuk pundak Kyuhyun, lalu ia berjalan kea rah Yoona.
“Yoona, maafkan aku” Changmin tersenyum ke arah Yoona, lalu ia berjalan menjauh. Mereka berdua menatap kepergian Changmin.
“Hyung!”
Kyuhyun sedikit berlari mengejar Changmin, tetapi terlambat. Changmin telah pergi.
Yoona menghampiri Kyuhyun.
“Kyu..”
Kyuhyun berbalik menghadap Yoona , ia tersenyum kearahnya.
“Changmin..” Yoona menatap Kyuhyun seperti meminta penjelasan.
“Dia, adalah sahabatku” terang Kyuhyun. Yoona sedikit merasa kaget, lalu ia menatap kearah lain
“Dia, menyukaimu” Yoona langsung menatap Kyuhyun. Tangannya mengeratkan tali tas yang dibawanya. Yoona mengigit bibir bawahnya. Ia tidak mengira kalau Kyuhyun juga mengetahui kalau Changmin dulu menyukainya. Kyuhyun masih belum menatap Yoona, ia mengadahkan kepalanya menghadap langit.
“Ani, dia mencintaimu. Tapi aku telah merebut mu darinya” Kyuhyun menutup matanya. Perasaan bersalah masih terasa didirinya. Tapi apa daya, cinta telah mengubah semuanya
“Kyu..” Yoona memanggil Kyuhyun, ia masih menatap Kyuhyun.
Kyuhyun membuka matanya lalu melihat kearah Yoona,
“Jadi semua ini..” Yoona tidak melanjutkan kata-katanya. Kyuhyun menganggukan kepalanya, ia sepeti mengerti apa yang akan Yoona katakan. tetapi ia tidak menatap mata Yoona.
Yoona menyadarinya. Semua ini terjadi bukan seperti yang ia kira. Kyuhyun berubah, Kyuhyun menjauhinya itu semua demi persahabatan mereka. Ia menyadari, bahwa bukan hanya dia yang tersakiti. Tetapi Kyuhyun, ia lebih tersakiti. Memilih antara sahabat atau pacar, bukan pilihan yang mudah.
Kenapa aku baru menyadarinya
“aku ini. Jahat ya Yoong” Kyuhyun tersenyum kepada dirinya sendiri. Meremehkan diri sendiri. Walaupun begitu Yoona masih bisa melihat kesedihan terpancar dari kedua matanya.
Yoona memeluk Kyuhyun, gerakan tiba-tiba itu membuat Kyuhyun sedikit terhuyung tetapi tidak jatuh. Kyuhyun memandang kea rah Yoona, walaupun saat ini hanya rambut Yoona yang bisa ia lihat. Karena Yoona memendamkan wajahnya kedada Kyuhyun. Ia merasakan Tangan Yoona memeluk pundaknya erat.
Hiks..Hiks
Kyuhyun merasakan dada nya mendingin. Dingin karena air mata Yoona yang jatuh di baju nya. Ia terus memandangi Yoona, perlahan tangannya ikut memeluk Yoona. Sekedar menenangkan Yoona yang sedang menangis
“Maafkan aku Kyu”
Suara lembut Yoona belum bisa menutupi suara paraunya. Ia lebih mengeratkan pelukkannya. Ia sangat merasa bersalah terhadap Kyuhyun. Kenapa dulu ia memutuskan Kyuhyun, ia sangat-sangat menyesal. Ia merasa kalau ia yang paling disakiti padahal kenyataanya. Ia lah yang menyakiti orang lain, bukan hanya Kyuhyun tetapi juga Changmin.
Kyuhyun melonggarkan pelukannya. Ia menggeleng. tangannya mengadahkan muka Yoona. Jari nya menyentuh matanya, pipinya untuk menyeka air matanya. Ia mengeluskan jarinya ke pipi Yoona.
“semua ini. Salahku.”
Yoona kembali memeluk Kyuhyun erat, dan ia kembali menangis. kali ini tangisannya lebih kuat.
“jika aku tahu ini dari awal. Hiks, semua ini tidak akan terjadi.”
Kyuhyun kembali menggelengkan kepalanya, tidak membenarkan pernyataan Yoona. Ia mengecup dahi Yoona singkat membuat Yoona mengadahkan kepala nya ke arah Kyuhyun. Kyuhyun menyentuh bibir Yoona, melarangnya untuk mengucapkan kata-kata yang menyalahkan dirinya lagi.
“Aku mencintaimu Yoona”
Aku lebih mencintai mu Kyu
Perlahan Kyuhyun mendekati Yoona. Dan Yoona memejamkan matanya seperti tahu apa yang akan Kyuhyun lakukan padanya. Saat hidung mereka berdekatan Kyuhyun berhenti bergerak.
“Yoona buka matamu”
Yoona membuka kedua matanya, ia mengerjap-ngerjapkan kedua matanya. Pipinya seketika merona kembali melihat wajah Kyuhyun yang sangat dekat dengan wajahnya
Pemandangan ini, sangat kurindukan
Kyuhyun menarik tangan Yoona agar mendekatinya. Ia langsung mencium bibir Yoona, dengan mata terbuka Yoona bisa melihat dengan jelas wajah kyuhyun saat menciumnya. Dan itu juga yang dirasakan Kyuhyun.
Kyuhyun melepaskan ciumannya. Deru nafas Yoona terasa di wajahnya. Ia memegang kedua pipi Yoona yang merona merah. Ia kembali mengecup bibir Yoona singkat.
“Perasaanku, tidak pernah berubah. Apapun yang terjadi, perasaan ku terhadapmu tak pernah berubah. Jika aku mulai mencintai seseorang, maka aku berjanji akan berusaha membuatmu bahagia. Dan Aku telah menetapkannya pada satu orang, dan itu kau Im Yoona.”
Yoona kembali meneteskan air matanya. Ia terharu mendengar kata-kata Kyuhyun. Kyuhyun masih mencintainya, dan semua perasaan ini ternyata tidak salah. Ia sungguh beruntung bertemu dan mencintai Kyuhyun
“Yoona, bisa kau memaafkan aku dan, kita kembali lagi?”
Entah ini yang keberapa kalinya Yoona kembali memeluk Kyuhyun, tangisannya pun malah tambah menjadi
“Ne Kyu hiks aku mau hiks, aku mau”
Kyuhyun terkekeh geli memandang Yoona

333

“ehm.. ehm. Pelukkan jangan di tempat umum dong.” Suara Sooyoung mengaggetkan pasangan yang sedang dimabuk cinta itu
“yee sirik aja eonni”
“huu, awas aja kalo Changmin udah pulang, kami kalahkan kemesraan kalian.”
“setahuku Hyung bukan tipe romantis”
“siapa bilang, aku lebih tahu darimu Kyu.”
“Ani, Kyuhyun adalah namja paling romantisss sedunia” Yoona tiba-tiba memotong lalu Yoona memeluk lengan Kyuhyun dengan manja. Kyuhyun terkekeh geli melihatnya.
“Lebai” sambung Sooyoung
“biarin..” kata Yoona
Kehidupan mereka pun kembali seperti semua, Kyuhyun dan Yoona kembali berpacaran lagi. dan Changmin, ia pergi ke luar negeri untuk sekolah. Tapi ia berjanji kepada Sooyoung kalau ia akan kembali. Sooyoung juga bersedia menunggu Changmin untuk kembali ke Korea dan kembali ke sisinya lagi.

____END____

Berakhir….
Huaaaa seneng banget ff chapter pertama yang aku selesaiin.
Dan kayaknya endingnya ini maksa banget ya, hehehe mian ..
Tapi author masih berharap reader puas..
Okeh ditunggu yah tanggapannya.. 😉

Cappucino (oneshot)

Gambar

Annyeong,, asalamualaikum,,, selamat pagi, siang, sore, malam..

Oneshoot hadir,,

.

FF ini Terinspirasi dari Komik Manga jepang yang berjudul sama dengan diatas, jadi yang pernah membaca komik tersebut pasti udah tahu jalan cerita nya. Tapi  di ff ini ada yang author tambahkan dan author kurangkan, kata-katanya aja author sendiri yang rangkai jadi kalo kurang bagus tolong dimaafkan..

Author hanya ingin mengenalkan isi cerita dari Komik tersebut kepada yang belum membaca ataupun yang sudah membaca dan dengan cast yang berbeda.

Mian kalo ada salah satu bias kalian disini Author jadiin peran Antagonis, kalo terlanjur sakit hati dimohon nggak usah nge bash… Oke??!!

Reading, Commenting, and hope you like it..

“No Plagiat”

Title                          : Cappucino

Author                    : Intansparkddict

PG                            : 15+

Genre                     : Romantic, Sad

Cast                          : Im Yoona

Cho Kyuhyun

Find yourself

 

 a/n ======KY==== (pergantian pov)

Cappucino by Wataru Yoshizumi

 

====KY====

Gambar

Ku pertahankan cinta ini demi waktu yang telah lama kita lewati berdua.

Aku mencoba lebih mencintaimu dan aku memaafkanmu.

Mungkin, kau tak pernah memikirkan perasaanku. Mungkin, Kau tak pernah melihat air mataku yang berjatuhan karenamu..

Tahu kah kau? Aku mencintaimu, aku butuh kau…

Aku ingin… Aku ingin sekali….., tapi aku tidak bisa..

Bersamamu,,  hanya membuatku sakit..

**Im Yoona

Gambar

Aku mencintaimu.. Sungguh, aku benar-benar mencintaimu.

Aku ingin menepati janjiku, menikahimu.

Maaf, begitu bodohnya aku tak menyadari kalau aku telah mengkhianatimu..

Aku tak menyadari betapa sulitnya kau menyembunyikan rasa sakitmu terhadapku.

Bisakah kau memaafkanku?

Ternyata kau belum memaafkanku,..

Aku hanya ingin kau tahu, bahwa aku masih mencintaimu

 

**Cho Kyuhyun

@@@@@@

“Gelas?”

“Iya, sebagai tanda peringatan awal kita tinggal bersama.”

Yoona menganggukan kepala nya mantap lalu menyodorkan sepasang gelas couple yang satu berwarna biru dan yang lainnya berwarna pink kepada namjachingu nya

“Tapi gelas yang nanti kita pakai masih bagus…”

Namjachingu Yoona yang bernama Kyuhyun itu mengambilnya dan melihat sekilas gelas itu lalu kembali menatap Yoona

“… terus , barang-barang kita juga sudah cukup banyak”

Kyuhyun pun  menyodorkan gelas tersebut ke Yoona kembali

“Tapi, tetap saja aku menginginkan yang baru”

Yoona menatap Kyuhyun dengan tatapan berharap, baginya gelas itu sangat berarti jika mereka berdua bisa memilikinya, apalagi di awal mereka tinggal bersama. Yoona seakan  bisa membayangkan kehidupan mereka kelak bersama kedua gelas itu.

“Kau yakin dengan yang ini? “ Yoona. Kembali mengangguk mantap lalu menatap Kyuhyun berharap ia benar-benar akan membelinya

“Sepasang gelas couple ini, sepertinya  terlalu klise” Yoona menundukan kepalanya karena kecewa dengan jawaban Kyuhyun tadi, senyumannya tadi berganti dengan raut wajah yang sedih

“Jadi,  aku nggak boleh beli ini…?”  Kata Yoona untuk kembali meyakinkan Kyuhyun, ia memang sangat sangat ingin memiliki gelas itu. sedangkan  kyuhyun hanya menatap Yoona lalu tersenyum geli, kemudian ia berjalan lebih mendekati Yoona, tangannya mengangkat dagu Yoona lalu mengecup bibirnya singkat.

“hei, kapan aku bilang tidak boleh.. aku akan segera menjadikannya milikmu, milik Im Yoona seperti kau yang menjadi milikku, milik Cho Kyuhyun!”  jarak mereka berdua kini sungguh dekat, tubuh mereka berdua hanya terpisahkan oleh sepasang gelas yang dipegang Yoona erat, mata mereka saling menatap satu sama lain dan saling mengumbarkan senyum yang manis.

“Gomawo Kyuhyun!” Yoona menarik kyuhyun kedalam pelukannya, ia tersenyum karena  ia merasa sangat beruntung mempunyai namjachingu seperti Kyuhyun.

====KY====

Kyuhyun dan aku sama- sama satu Universitas dalam seminar, saat ini hubungan kami sudah berjalan selama 4 tahun. Dia menyatakan cinta padaku saat kami berada di stasiun kereta setelah pulang dari pesta minum-minum. Saat itu kami masih benar-benar lugu

_Flashback

“Yoona ssi, kau sama sekali tidak terlihat mabuk ya? Padahal aku saja sedikit mabuk” Aku sedikit kaget melihat teman kampusku dulu datang menghampiri ku, mungkin karena kami tidak pernah berinteraksi satu sama lain saat di kampus.

“Itu tidak benar kok, aku hanya tidak terlalu minum banyak saja. Justru kau yang terlihat kuat Kyuhyun ssi”

aku tersenyum singkat  kearahnya tetapi tidak lama keadaan menjadi hening, sepertinya Kyuhyun sedang berpikir, mencari topik yang bagus untuk dibicarakan denganku, dan akhirnya ia buka suara

“Kau tahu?… sejak ujian masuk dulu kita satu kelas!”

“eh?”

“kau hanya 2 baris didepan ku waktu itu”

“benarkah?… Ternyata ingatan mu masih bagus juga ya. Padahal dulu ada banyak yeoja yang masuk ke kelas kita” aku benar-benar tidak menyangka ia masih mengingatku saat itu, mungkin jika ia tidak berbicara dengan ku saat ini aku tidak akan ingat dengan dirinya sekarang

“Soalnya waktu itu… aku merasa kau sangat manis, jadi tanpa sadar aku jadi selalu memandangi mu waktu itu”  Mataku membesar saat ia mengucapkan kalimat itu, sekilas aku melihat pipi nya memerah

“Meskipun aku selalu melihatmu di kampus, tetapi aku tidak berani untuk mengajak mu berbicara..   Jadi.. saat kita satu seminar begini aku merasa seperti orang yang sangat beruntung”    tiba-tiba aku merasa keadaan disini memanas, entahlah aku tidak tahu jawabannya kenapa tapi perkataan nya tadi benar-benar membuat pipiku memanas

“jadi.. Emm kalau kau tidak keberatan,,“.    ia tidak melanjutkan kata-kata nya, Kyuhyun mengubah posisi tubuhnya menjadi menyampingiku, kuperhatikan tingkahnya saat ini ia berusaha menyembunyikan sikap gugupnya.  Tangan Kyuhyun mengelus-ngeluskan tengkuknya, beberapa kali aku melihatnya mengigit bibir bawahnya,  ia benar-benar terlihat sangat manis jika begini.

“Maukah kau jalan dengan.. emmm dengan ku kapan-kapan?” ia menghela nafasnya, seakan mengambil beberapa pasukan oksigen untuk membantunya mengucapkan kata terakhir yang belum ia sampaikan. “kuharap?” Ia mendongakkan kepalanya agar bisa menatap ku, matanya benar-benar menunjukan ketulusanya padaku, aku pun juga bisa melihat pipinya memerah dengan jelas.  Bibirku bergerak untuk membuat senyuman manis, tanpa pikir panjang lagi aku menganggukan kepalaku

‘Kyuhyun benar-benar namja yang manis’

_end flashback

Setelah menjalin hubungan ini, kami sangat jarang sekali bertemu. Bahkan Saat sedang libur kerja pun kami juga sulit untuk bertemu. Apalagi dengan pekerjaan kami yang benar-benar berbeda, aku yang menjadi salah satu pegawai di perusahaan swasta sedangkan Kyuhyun menjadi seorang guru SMA, Sibuk karena pekerjaan dan sering lembur di kantor itu sperti makanan kami sehari-hari, tak ada waktu senggang walaupun hanya untuk makan berdua dengan Kyuhyun saja memang kejadian yang sangat jarang kami temui. dan lagi dengan jarak rumahku dengan rumahnya bisa dikatakan sangat jauh. Untuk mengurangi rasa rindu, tiap malam kami selalu berkomunikasi walaupun hanya lewat telepon, paling tidak  mendengarkan suaranya aku bisa menghilangkan rasa penatku. Tetapi akhirnya aku yang tidak tahan jika hanya berhubungan seperti ini. Seandainya kami punya sedikit waktu seperti layaknya orang dewasa. Bisa bertemu dengannya setiap hari dan melewati hari bersama-sama, dan  akhirnya setelah memikirkan nya dengan matang kami memutuskan untuk menyewa apartemen bersama dan hidup bersama.

‘Minggu depan kami akan mulai pindah’

“kau sudah mengepak semua barang?”

Aku menoleh padanya saat merasakan tangannya semakin erat menggandeng tanganku, kulihat ia masih memperhatikan jalan yang sedang kami lewati.

“Ne,  sudah lumayan banyak. bagaimana denganmu?”

“Aku?” Sekarang gantian ia yang menolehkan kepala nya kepada ku, ia  memasang wajah berpikir, aku mengernyitkan dahiku karena bingung, jangan-jangan ia belum menyiapkannya.

“eh?”   wajah berpikir itu tiba-tiba saja berubah menjadi wajah evil seorang Kyuhyun, ia menunjukan senyuman evilnya ke arahku

“tenang saja, Yoona ku yang manis. Aku akan melakukannya dengan cepat untukmu” Aku memukul dada nya pelan, karena melihat ia menertawaiku. Aku bisa menebak kenapa ia tertawa, pasti karena pipi ku yang berhasil memerah karena ucapanya. Aku mengerucutkan bibirku untuk menunjukan kalau aku kesal pada nya.

ia mencium bibir ku sekilas, aku memberhentikan langkahku untuk menyamainya yang sudah berhenti sejak tadi, ia menatap mata ku dengan mata indah coklatnya, mata nya seakan  berbicara padaku kalau aku hanya miliknya . Tangannya menyentuh bagian belakang kepalaku lalu mendorong sedikit ke arahnya, aku hanya memejamkan mataku seakan pasrah dengan apa yang ia akan lakukan pada ku. Aku merasakan hembusan nafasnya perlahan diwajahku, tepatnya di mataku. Aku merasakan sebuah ciuman hangat mendarat didahiku lembut. Aku membuka mataku saat ia sudah melepaskan ciumannya dari dahiku. Ia tersenyum manis kearahku, ia mengambil satu tanganku dan mengecupnya singkat, lalu menggandeng tanganku kembali untuk melanjutkan perjalanan kami. Aku berjalan dibelakangnya masih dengan tanganku berkaitan dengan tangannya, aku menundukan kepalaku untuk menyembunyikan pipi ku yang memerah dan kuharap,  senyuman ini tidak akan pernah terlepas dari wajahku.

‘Mulai minggu depan’

‘Apapun yang akan terjadi kami akan sering bertemu’

@@@@@@

 “Terima kasih atas kerja kerasnya! Terima kasih sudah membantu kami, Donghae ssi dan Yuri ssi”

“Kalian benar-benar sangat membantu loh!”Aku memberikan mereka minuman dingin sebagai hadiah atas bantuan mereka untuk merapikan semua barang yang baru saja dipindahkan ke apartemen kami.

“Aku lelah sekali, akan lebih baik jika ada seorang namja lagi yang ikut membantu. Besok otot-ototku pasti akan sakit,” Aku dan Kyuhyun tertawa melihat tingkah teman kami  satu ini, ia bernama Donghae

“Yaaa kau ini, seperti tidak ikhlas saja, hehe maafkan si bodoh ini ya Yoona, Kyuhyun”. yeoja satu ini bernama Yuri, ia memukul bahu Donghae karena ucapan Donghae tadi lalu ia meminta maaf pada kami. Lagi-lagi tingkah mereka benar-benar membuat kami tertawa kembali

“Sudah lama ya kita berempat tidak kumpul begini. Terakhir kalau tidak salah setahun yang lalu ya?” Kyuhyun menyeruput minuman dinginya lalu meletakkannya kembali ke meja

“Kau benar” Donghae menganggukan kepala nya menyetujui ucapan Kyuhyun

“Benar-benar sudah lama ya..” Aku menghela nafas lalu memperhatikan kedua teman yang duduk dihadapanku. Donghae dan Yuri adalah teman dekat kami sejak kami di kampus. Lee Donghae adalah teman satu klub dengan Kyuhyun, sedangkan Kwon Yuri dan aku sama-sama mengambil kelas bahasa bersama-sama . Dan begitu aku dan Kyuhyun memulai menjalin hubungan, kami berempat jadi sering bersama. Beda nya dengan kami, mereka berdua bukanlah sepasang kekasih, karena masing masing sudah punya pilihan mereka sendiri-sendiri.

Yuri : Jadi kekasih Donghae? Tidak akan!!

Donghae : Yuri? Huh ., bukan tipe ku!

Aku tersenyum geli mengingat kalimat yang pernah mereka ucapkan didepanku dan Kyuhyun saat dulu.

“Hey, ngomong-ngomong soal kepindahan ini, apa kalian sudah membicarakanya pada orang tua kalian?”Aku dan Kyuhyun sama-sama terdiam setelah mendengar pertanyaan dari Yuri, kami berpandangan satu sama lain.

“Belum kami….” Aku tidak melanjutkan kata-kataku, entahlah aku masih ragu untuk mengatakan nya

“masih merahasiakannya”Aku menoleh ke arah Kyuhyun saat ia melanjutkan perkataanku, ia membalas tatapanku,  ia seperti memberi kode agar aku tetap tenang dan mengatakan yang sebenarnya

“Aku tidak bermaksud menyembunyikannya, tapi aku rasa waktunya kurang tepat” Aku kembali dalam posisi ku awal, menghadap Yuri dan Donghae, seperti biasa jikalau gugup, tanganku selalu bermain dan mengenggam ujung blusku. Sepertinya Kyuhyun melihat sikap ku, ia memang telah mengetahui sejak lama sikap gugup ku itu. Aku menoleh kearah tanganku saat merasakan tangan Kyuhyun mengenggam lembut tanganku, mengelus-ngeluskan tanganku dengan jarinya seakan memberi kan ku kekuatan. Aku pun mendongakkan kepalaku dan mendapati dirinya tersenyum kepadaku. Dan Aku membalas senyumannya

@@@@@@

Setelah mengantarkan mereka pulang didepan pintu, kami berdua berjalan beriringan masuk menuju ruang keluarga

“Kalau begitu bagaimana kalau kita beres-beres dulu?”  Aku menoleh kearahnya lalu menganggukan kepalaku

“Ne, tapi sebelum itu.. Kau mau segelas kopi?”

“Boleh juga..”

“Kau bisa membuatnya kan? Seperti dulu? Cappucino kesukaanku?”  ia tampak lebih semangat setelah mendengar kata-kata kopi, maklum saja ia penggemar berat Cappucino

“Tentu saja, tunggu sebentar ya” aku tersenyum kearahnya lalu berjalan menuju dapur. Aku menuangkan beberapa sendok kopi, gula dan cream susu kedalam dua gelas yang kemarin baru kami beli. Setelah selesai aku memberikan segelas kearah Kyuhyun

“Mashita.. aku suka sekali!”    Kyuhyun tersenyum bahagia setelah menyeruput Cappucino ke mulutnya

“Itukan hanya Cappucino yang kubuat dengan sungguh-sungguh saja” Aku tersenyum geli melihat tingkah Kyuhyun yang seperti mendapat mainan baru hanya karena segelas Cappucino yang kubuat.

“Mulai sekarang.. aku bisa terus minum ini kan?” Kyuhyun menatapku dengan tangan yang masih memegang gagang gelas cappuccino tadi. Aku tidak menjawab pertanyaannya. Tetapi aku menyandarkan kepalaku di bahu nya, menyistirahatkan kepala ku didada bidangnya, untung lah Kyuhyun tidak merasa risih karena tingkahku, mungkin ia kaget tetapi sepertinya ia juga merasa nyaman jika posisi kami berdua seperti ini. Rasa nya ia sedang menatapku, tetapi aku tidak membalas tatapannya aku lebih memilih menikmati posisi ini bersama Kyuhyun. Aku memejamkan mataku, merasakan aroma tubuh Kyuhyun, merasakan nafas Kyuhyun yang jatuh bergantian menimpa kepala ku, membuat tubuhku jadi terasa lebih hangat. Deg… Deg… Deg aku tersenyum geli saat mendengar degup jantung Kyuhyun berdetak cepat, bukannya berpindah posisi aku malah lebih mendekatkan telinga ku ke arah dadanya. Senyuman geli ku tidak kunjung berhenti, aku hanya membayangkan betapa gugupnya Kyuhyun saat ini. Tetapi sepertinya hal ini bukan hanya dirasakan Kyuhyun saja,  aku juga merasakannya hanya saja Kyuhyun tidak dapat dengan jelas mendengarkan degupan jantungku, tidak seperti aku.. hehehe .. Kejadian ini semakin meyakinkan perasaanku bahwa Kyuhyun benar-benar mencintaiku.

“Kenapa senyum-senyum sih?”

“Ah tidak apa-apa heheh”

“eh?”

Tidak apa-apa… Aku hanya bahagia… bersama mu Kyuhyun

Akhirnya dimulai juga… Kehidupanku bersama dengan Kyuhyun

 

@@@@@@@@

From : Yoona

Appaku akhirnya mengetahuinya juga, aku mungkin tidak bisa pulang sekarang. Dia pasti akan menceramahi ku sepanjang malam. Tetapi aku akan menjelaskannya dengan baik dan mendapatkan restunya! Nanti aku akan mengabarimu lagi ..ok?

Yoona^^

Aku mengirimkan pesan kepada Kyuhyun, memberitahukannya kalau malam ini sepertinya aku tidak pulang menemaninya. Yah keluarga ku mengetahui kalau aku dan Kyuhyun tinggal bersama dan akhirnya aku hanya pasrah mendengar ceramah dari Appa ku ini

“Yoona, ada seseorang datang”Aku menoleh saat eomma ku memanggilku , dan saat melihat kearah pintu betapa terkejutnya aku melihat Kyuhyun datang dengan pakaian berjas yang sangat rapi.

“KYUHYUN?” Aku bergegas mendekatinya

“Aku datang secepatnya kemari setelah menerima pesan darimu. Aku rasa akan lebih baik kalau aku langsung yang bertemu dengan kedua orang tuamu”.    Aku menatap Kyuhyun dengan pertanyaan apakah kau yakin . Kyuhyun hanya menganggukan kepalanya dan ia berjalan memasuki ruangan Appa ku.

“Annyeonghaseo , Cho Kyuhyun imnida. Maafkan atas kedatangan saya yang tiba-tiba ini. Saya  datang untuk meminta ijin tinggal bersama Yoona walaupun kami belum menikah…”

“Kami sama sekali tidak punya waktu untuk bertemu karena pekerjaan masing-masing. Saya  hanya takut, perasaan ku padanya akan menghilang atau malah semakin baik. Saya masih belum berpikir akan menikahinya karena saya kira tabungan saya belum mencukupi untuk kehidupan kami, dan anak-anak kami kelak. Dan bagaimanapun juga saya tidak mau kehilangan Yoona, maka dari itu saya memutuskan untuk tinggal bersama Yoona demi mempererat hubungan kami” Walaupun hanya melihatnya dari jauh aku bisa merasakannya kalau Kyuhyun benar-benar serius, Aku kagum dengan  pernyataan Kyuhyun, ia terlihat bersungguh-sungguh

“Saat kau mengatakan belum memikirkan pernikahan, apa itu berarti kau akan menikahi Yoona kalau tabunganmu telah mencukupi?” Tanya Appa ku dengan intonasi yang meninggi, walaupun aku sedikit takut tapi aku memaklumi nya, karena aku tahu appa sangat protektif karena ia  sangat ingin melindungiku.

“Tentu saja, karena itu tujuan saya” Kyuhyun benar-benar serius denganku. ia akan menikahiku. Senyuman bahagia menghiasi wajahku, rasanya aku tidak bisa berhenti tersenyum hanya karena ini.  Aku menatap kedua orang penting didalam hidupku dengan perasaan cemas. Aku melihat appa ku sepertinya ia sedang berpikir keras untuk merestui kami atau tidak, sekilas aku melihat raut muka ragu di wajah appa. Sedangkan Kyuhyun ia menatap appa ku dengan tatapan berharap. Dan akhirnya Appa merestui kami tinggal bersama. Aku menghela nafas lega ku. Aku tersenyum bahagia melihat kedua orang didepanku itu

‘Aku sangat yakin tinggal bersama dengan Kyuhyun selamanya..  Tapi ternyata tidak semudah yang kubayangkan untuk menempuh masa depan bersama-sama’

Aku bahkan tidak menyangka, kalau Kyuhyun akan…. Mengkhianatiku

 

@@@@@@@

====KY=====

“Kyuhyun Songsaenim!”. Aku menoleh kebelakang saat  mendengar seseorang memanggil nama ku

“Victoria ssi?”    Aku terkejut saat melihat salah satu muridku yang masih memakai seragam sekolah datang menghampiriku, di tambah lagi malam ini bukan lah jam nya murid-murid pulang sekolah, murid-murid  lain sudah meninggalkan sekolah ini saat sore tadi. Kira-kira apa yang dilakukan Victoria malam-malam begini disekolah. Dan kenapa ia memanggilku?

“Apa kau sudah mau pulang sekarang? Apa boleh aku berjalan bersama mu sampai stasiun songsaenim?”            Belum sempat aku menjawab pertanyaannya ia langsung menarikku agar berjalan beriringan dengannya

“Songsaenim tinggal dimana?”

“In Sooki”

“Kalau kesana kira-kira berapa lama?”

“Lumayan jauh sih, kira-kira 50 menit…”

“Sebelumnya aku tinggal didaerah yang lebih dekat, tetapi aku pindah kemarin untuk tinggal bersama pacarku” Saat ditengah perjalanan aku sedikit kaget karena Victoria menanyakan alamatku, dan aku memberitahukannya kalau saat ini aku tinggal bersama Yoona, berdua..

“… begitu ya” aku menoleh kearah Victoria hanya untuk melihat ekspresinya. Aku sedikit bingung karena setelah ia mendengar ucapanku tadi wajahnya menunjukan ekspresi sedih, padahal sebelumnya ia sering mengumbarkan senyum ke padaku. Ada apa dengannya?

“Aku akan menaiki kereta ini, jadi…”tak terasa kaki kami telah menginjakan stasiun tepat di halte Kereta jurusan ku berangkat. Aku menoleh kearah Victoria, menunggunya buka suara karena setelah ucapanku di jalan tadi ia tidak berbicara lagi padaku. Aku menghela nafas

“Baiklah, semoga berhasil ujian minggu depan ya!” Karena Victoria tak kunjung buka suara akhirnya aku yang memutuskan untuk memulainya, aku berpamitan dengan nya dan sekedar memberikan semangat pada muridku ini karena minggu depan angkatan Victoria akan menghadapi ujian sekolah. Ia tersenyum dan menganggukan kepalanya ke arahku lalu ia pamit kepadaku dan mulai berjalan meninggalkanku, aku menunggunya hingga punggungnya tak terlihat lagi oleh mataku. Setelah kupikir ia sudah pergi aku memutuskan untuk naik kereta jurusanku. Tetapi sebelum aku masuk kedalam pintu kereta lagi-lagi ada yang memanggilku.

“Ya, Kyuhyun ssi”  aku menoleh ke sumber suara

“Yesung ssi?”

“Bukankah tadi kau bersama Victoria Song dari kelas senior? Dia manis ya.. nilainya juga bagus”

“Ne”  aku hanya menganggukan kepala menyetujuinya. Memang secara fakta Victoria adalah yeoja yang sangat manis disekolah dan aku mengakui itu

“Pasti dia banyak bertanya, sepertinya ia menyukaimu”                                                                                                                      Aku sedikit terkejut oleh ucapan Yesung tersebut, tetapi setelah menelaah kata-kata Yesung aku menyadarinya, sepertinya muridku itu menyukai ku, aku menebak kalau alasan ia pulang malam hari ini hanya untuk menungguku ditambah ekspresi sedih nya tadi saat aku mulai mengatakan kalau aku tinggal bersama Yoona

“Sepertinya begitu, hari ini saja ia sengaja menungguku pulang” aku menghela nafas panjangku

“Eh serius?…. Asiknya…” Yesung memandang iri kearah ku. aku hanya membalasnya dengan senyuman singkat

“Tapi, aku sudah mengatakannya kalau aku tinggal bersama pacar ku berdua.. Jadi kuharap ia segera menyerah sekarang” aku memandang jauh kearah orang banyak yang sebelumnya tadi dilewati oleh Victoria.

Apa kah benar Victoria menyukaiku? Aku senang dan aku akui itu, tetapi aku sudah memiliki Yoona dan aku harus menjaga perasaannya. Ku kuatkan ini didalam hatiku

@@@@@@@

 “Songsaenim..!”

“Ada yang ingin kukatakan padamu, apa kau ada waktu?”

“Tentu, ada apa?”

“Kita ke tempat yang tidak ada orang ya?..”

Kyuhyun dan muridnya Victoria berjalan menuju jalanan yang sepi

“Mianhe.. Kemarin Aku jauh-jauh datang sampai ke stasiun Oosaki, aku hanya berharap bisa bertemu melihat mu setiap harinya. Dan sejak pagi aku pikir, aku akan bertemu dengan mu lagi.. karena saat itu sepertinya kau tidak bersama dengan pacarmu, tetapi  ternyata saat itu kau sedang bersama dengan pacarmu…” Kyuhyun sedikit terkejut saat Victoria berbicara mengenai Yoona, apalagi beberapa hari yang lalu Kyuhyun dan Yoona tidak sengaja bertemu  dengan Victoria di stasiun, padahal memang Victoria yang ingin menemui Kyuhyun yang biasa pergi dan pulang di stasiun itu

“Dia manis ya…..”

“Victoria —–”

“Meskipun aku sudah mengetahuinya. Tapi bagaimanapun juga aku harus mengatakannya…”. Kyuhyun berulangkali untuk mencoba buka suara tetapi  Victoria selalu saja memotongnya dan melanjutkan pembicaraanya. perasaan  Kyuhyun menjadi gusar entahlah ia juga masih ragu untuk memastikan jawabannya tetapi yang jelas ia merasa kalau Victoria ..

“Saranghe Songsaenim.. Aku selalu memikirkanmu, sampai-sampai aku tidak bisa konsentrasi pada pelajaran hanya karena mu…”

Deg… Kyuhyun langsung memandang wajah Victoria dengan tatapan terkejut, ia sangat terkejut karena ia tidak mengira kalau murid nya akan mengutarakan perasaan langsung dihadapannya

“Victoria ssi?”    Suasana siang itu menjadi hening, percakapan antar guru dan murid ini sangat berbeda dengan yang sebagaimana pantasnya. Dan Kyuhyun merasa ini tidak bisa dilanjutkan lebih lama lagi. Ia harus menghentikan rasa suka muridnya itu kepadanya, karena bagaimanapun juga ia telah memiliki Yoona sekarang.

“Aku senang dengan perasaanmu. Tapi maaf… aku tidak bisa. meskipun aku hanya guru sementara, saat ini aku adalah seorang guru dan kau,, adalah muridku..” Kyuhyun menatap prihatin kearah Victoria, walaupun ia tidak tega menyakiti perasaan muridnya tetapi ia tetap harus melakukan itu. ia harus menjaga perasaan Yoona

“Aku tahu ,, Aku tahu harusnya aku menyerah dari awal… Tapi itu bukanlah hal yang mudah” Perlahan suara Victoria melemah tetapi masih bisa didengar oleh Kyuhyun. Victoria sepertinya tahu kalau ia akan mendapat jawaban seperti ini, tetapi ia tidak menyerah begitu saja ia mencari cara agar ia bisa dekat dengan guru nya, ia mendongakkan kepala nya agar bisa menatap mata Kyuhyun

“Songsaenim, maukah kau kencan denganku?… Hanya sehari saja?”

“Eh..?”

“Mungkin kalau aku mendapatkan hari yang menyenangkan bersamamu, aku bisa berkonsentrasi dalam ujian”

“eh.. tapi…itu.. itu bukan hal yang bagus” Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepala nya untuk menolak ajakan muridnya tersebut, tetapi Victoria tetap juga tidak menyerah.

“Kumohon…” Mata Victoria mulai berair, ia benar-benar memohon pada Kyuhyun, seakan ia tidak mau ditolak untuk permintaan nya satu ini.  Dan  Akhirnya pertahanan Kyuhyun pun goyah, ia tidak tega melihat muridnya  itu menangis.

“Besok… sore tidak ada kelas” Kyuhyun mengucapkannya dengan tidak ikhlas, tetapi walaupun begitu Victoria sangat senang sekali dengan jawaban Kyuhyun

“hanya sekali ya?” Victoria mengangguk-anggukan kepala nya, ia tidak bisa menyembunyikan rasa senang nya lagi. Dan Kyuhyun menghela nafasnya yang berat

@@@@@@

 “Jadi hari ini kau akan pulang cepat kan? ada restoran Italia yang aku ingin kita kunjungi jadi hari ini aku juga akan pulang cepat.”                                                                                                                                                                 Aku sedikit kaget karena ternyata Yoona tidak melupakan rencana kami untuk jalan bersama sore ini, tetapi maaf Yoona, aku telah memiliki janji dengan yang lain yaitu bersama Victoria…

“Mianhe Yoona, hari ini aku tidak bisa,”                aku menghindari tatapan Yoona, aku merasa sangat gugup jika berbohong sambil menatap mata nya

“tidak bisa?”

“Ne, aku ada rapat sesama guru sore ini.. jadi mungkin aku akan pulang larut..”  aku berbohong padanya, walaupun terdengar jelas tapi kegugupan ku masih bisa ter lihat hanya saja  entah Yoona menyadarinya atau tidak, dan kuharap jawabannya tidak.

“begitu ya?.. Tapi,  minggu depan harus jadi ya?”                                                                                                                               sungguh tidak tertebak olehku. Yoona tidak terlihat kecewa sama sekali, malah ia tersenyum manis ke arahku. Aku membalas senyumannya dan menganggukan kepalaku, lalu kami berpamitan untuk pergi ke tempat kerja masing-masing, kami berjalan berlawanan arah.

Aku, sudah berbohong padanya, karena aku tidak bisa berbicara terus terang padanya. jika aku mengatakan padanya kalau aku jalan bersama murid yang sudah kutolak, kira-kira apa reaksi Yoona?

Dan juga aku tidak bisa mengatakan kalau aku jalan bersama seorang murid, yeoja. Yoona pasti sangat merasa sedih. Tetapi sejauh ini, aku tidak merasa bersalah kepada Yoona apa lagi melihat senyuman yang ia berikan pada ku tadi.

‘Sebaiknya aku tidak mengatakannya, .. Yeah..’

Tetapi seharusnya aku bisa  menolak Victoria, tetapi aku tidak tega melihat nya menangis. Dan juga kencan ini hanya berkesan untuk memberinya semangat belajar bukan?, jadi aku akan menolongnya. Tidak ada salahnya kan?

=====KY====

“Yuri, tunggu sebentar ya aku akan menanyakan pada Kyuhyun dulu” aku menekan tombol dialing ku yang langsung memunculkan nomor Kyuhyun, aku menunggunya hingga nada masuk, tetapi yang aku dengar (maaf, nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau sedang diluar jangkauan) aku memutuskannya dan menghela nafas panjang

“ada apa Yoona?”

“….sepertinya ponsel Kyuhyun tidak aktif….” Aku memandang ponselku dan beberapa kali mengecek nomor Kyuhyun memastikan aku tidak salah memasukkannya

“ini aneh, biasanya jika didalam kelas ia hanya merubah volume nya menjadi silent..” aku menutup flip ponselku lalu menatap Yuri yang berada didepanku.

“bisa saja, ponselnya mati Yoona?”

“tapi setiap malam ia selalu mencharger nya kok” Memang benar, tiap malam Kyuhyun selalu mencharger ponselnya dan ia juga selalu memperingatkanku agar aku juga mencharger ponselku.

Tiba-tiba aku teringat percakapan pagi tadi dengan Kyuhyun, tadi pagi ia sangat berbeda, entahlah sepertinya kegugupan mengelilinginya.. Aku memandangi foto ku bersama Kyuhyun di layar ponselku. Aku menghela nafas berat, Kyuhyun tidak pernah begini.

“Yoona, jika kau mengkhawatirkannya. Bagaimana jika kau langsung menghubungi sekolahnya saja?” Tidak salah aku mengajak Yuri keluar, karena ia memang selalu bisa memberiku ide, pantas saja ia diterima di perusahaan internasional.  Aku menganggukan kepalaku lalu tanganku mulai memencet-mencet, mencari kontak Sekolah tempat Kyuhyun mengajar.

(Yeoboseoyo,  Disini dengan Park Jungsoo, in dengan siapa?)

“ah maaf menganggu ini dengan Im Yoona, bisakah saya berbicara dengan Cho Kyuhyun Songsaenim?”

(tunggu sebentar) aku menunggu dengan was-was kuharap Kyuhyun memang berada di sekolah. Agar bisa menghilangkan rasa curigaku kepada Kyuhyun

(Maaf, tapi tuan Cho songsaenim sedang tidak ada kelas hari ini…)  Deg.. jawaban itu benar-benar tidak seperti yang kuharapkan. Seketika bibirku kaku hanya untuk mengucapkan terima kasih kepada sipenerima telepon ini, aku tidak berhenti memikirkan Kyuhyun… Dimanakah ia sekarang?,,,

@@@@@@@

“Uh Yoona,, jangan terlalu depresi begitu sih,..  harusnya kau senang akhirnya kau bisa makan di restoran Italia ini!”.   Entahlah, karena jawaban telepon tadi nafsu makan ku langsung hilang dan sejak tadi aku hanya memain-mainkan garpuku dan mengaduk-ngaduk nya dipiring.

“ah Mian,, Tapi ini sangat mengaggetkanku… selama ini ia tidak pernah berbohong padaku..  Aku, jadi ingin tahu apa yang sedang ia lakukan sekarang. Tetapi aku sama sekali tidak bisa menebaknya” aku meletakkan garpu ku asal, lalu aku menghela nafas panjang

“mungkin saja ini bukan masalah yang besar, mungkin saja ia sedang minum dengan Donghae?”

“eh minum?”

“bisa saja kan? Memang salah jika Kyuhyun minum dengan Donghae?”

“Kalau memang hanya minum dengan Donghae aku tidak masalah, tetapi kalau ternyata bukan?…” mataku menerawang jauh, membayangkan apa yang sedang Kyuhyun lakukan. Tiba-tiba saja wajah yeoja salah satu murid Kyuhyun yang pernah kami temui di stasiun Oosaki beberapa hari yang lalu muncul dibenakku. siapakah dia?…

=====KY=====

Dilain tempat….

“mulai besok kau mulai belajar dengan giat ya?”

“Pasti..!!”

“Gomawo sudah menemani ku hari ini..” aku membalas senyuman Victoria, ia terlihat senang sekali hari ini.. Melihat ia tersenyum begini aku juga merasa lega..

“Ini sudah jam 8 malam, aku harus pulang sekarang. Kau pulang naik bis kan Victoria ssi?” Aku melirik kearah jam tanganku dan melanjutkannya untuk menatap Victoria, kulihat ia menghela nafas panjang

“Aku tidak ingin pulang..”

“Eh?”

“Sebentar lagi saja….

…Temani aku ke pergi ke karaoke”

“Victoria ssi?”

“Kumohon songsaenim, sebentar saja… Kumohon…”                                                                                                                     ia menyatukan kedua tangannya untuk membujukku agar mau menemaninya. Aku memejamkan mata dan dengan ragu aku menganggukan kepalaku

“aku tidak bisa bernyanyi, jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?…

..kau ingin menyanyikan lagu apa?” aku duduk bersebelahan dengan Victoria, aku memandanginya yang dari tadi tidak buka suara.

“sebenarnya, aku tidak ingin bernyanyi”

Aku menoleh kan wajahku ke arahnya

“aku hanya ingin berdua dengan Songsaenim”    aku menaikkan kedua alis mataku, aku kembali menghela nafas..  Victoria, apa lagi ini?

“Songsaenim..” Aku menoleh kearahnya saat ia memanggilku

…cium aku!” aku terkejut mendengar permintaan yang sudah keluar dari perjanjian awal kencan ini

“apa? Aku.. aku tidak bisa melakukannya!” aku menjauhi posisi dudukku dengan nya, aku mengeraskan hati untuk menolak permintaanya. Setiap bersamanya, aku selalu mengingat Yoona, dan juga perasaan Yoona.

“Kumohon… aku hanya ingin ciuman pertamaku bersama orang yang aku cintai yaitu  kau Songsaenim,,”

“Tidak aku tidak bisa!” aku menegaskan kata-kata itu kepada nya, aku benar-benar tidak ingin melakukan hal yang sudah terlalu jauh bersama Victoria. Aku memejamkan mataku dan menyilangkan kedua tanganku didepan dadaku. Beberapa detik kemudian aku membuka kedua mataku, untuk sekedar melihat apa yang sedang dilakukan Victoria sekarang. Hatiku bergetar saat melihat kedua mata indahnya mengalirkan airmata bening dipipi putihnya, sungguh aku tidak tega melihatnya begini. Kulihat kedua tangannya meremas bagian bawah rok nya, sekilas ia mengingatkan aku dengan Yoona, karena sikap gugup Victoria sama seperti yang ditunjukan Yoona. Aku menghela nafas panjang berpikir apa sebaiknya yang kulakukan saat ini. Aku menundukan kepalaku, menelan air ludah ku, perlahan tapi pasti tangan ku mulai menyentuh pipinya,  mendongakkan kepala Victoria dengan kedua tanganku. Ia menangis, aku sangat tidak tahan melihatnya menangis.. aku memejamkan kedua mataku dan menyatukan bibir ku dengan bibirnya.

Akhirnya inilah yang kulakukan.. aku menciumnya…

‘Maafkan aku Yoona’

@@@@@@

====KY====

 “Aku pulang…”

“Selamat datang…

… kau pasti lelah.., apa kau mau segelas Cappucino?”

“Ne, gomawo Yoona..”  aku merasakan sebuah kecupan singkat mendarat di keningku, aku pun tersenyum kearahnya. Dengan semangat aku melangkahkan kakiku menuju dapur untuk membuatkan Cappucino kesukaanya

“Wah,, ini luar biasa… Bagaimana kau membuatnya Yoona?”                                                                                         aku tersenyum geli melihat raut muka nya yang terkagum-kagum dengan penampilan baru Cappucino yang aku buat. Aku membuat sebuah gambar berbentuk hati diatas Cappucino itu dengan cocoa powder,

“aku hanya mempelajari nya dari majalah.. Kau menyukainya?” ia mengangguk kepala nya dan langsung menarikku kedalam pelukannya

“Ne,, Gomawo Yoona…” Aku membalas pelukannya dan meletakkan kedua tanganku melingkari lehernya

“Apa kau tidak jadi meminumnya,”

“Aku akan meminumnya nanti..

… tapi sebelum itu aku ingin melakukan sesuatu,” ia tersenyum evil ke arahku, sepertinya aku mengetahui apa yang ia inginkan sekarang. Dan benar , ia mencium bibirku dengan lembut, tangannya melingkari pinggangku sedangkan tanganku bermain di lehernya. Bibirku juga ikut bergerak menerima ciuman hangatnya…

Saat ini, aku tidak bisa menanyakan pada Kyuhyun kenapa ia berbohong kepadaku.. Dan untuk ini, kurasa ia merasa bersalah karena membohongiku tadi.

Tapi jika nanti.. maka gambar hati yang ada di atas Cappucino itu akan menghilang…

@@@@@@@

1 tahun kemudian

====KY=====

Aku sedang berjalan di koridor Universitas yang dulu pernah ku sekolahi, tujuanku kesini hanya untuk bertemu dengan teman lama. Dan setelah menemui mereka aku memutuskan untuk pulang

“Kyuhyun Songsaenim…!” aku menoleh saat sebuah suara yang sudah terdengar familiar memanggilku. Tetapi saat aku melihat kearah orang yang memanggilku tadi. aku bingung, aku seperti tidak mengingat siapa yeoja ini

“Apa kabar..”     Senyuman itu,,, suara itu,,,,

“ ah VICTORIA SONG?”aku terlonjak kaget karena dugaanku benar, dia adalah Victoria mantan muridku dulu.. memakai baju ala anak mahasiswa seperti ini ia terlihat sangat cantik, penampilannya sekarang benar-benar berbeda sampai membuat aku hampir tidak mengenalinya

Victoria mengajakku jalan berkeliling dan berhenti makan disebuah restoran, tanpa terasa saat ini sepertinya ia dan aku mulai merasa mabuk. Padahal kami hanya meminum  beberapa gelas soju.                              Kami berjalan dijalanan malam Seoul untuk pulang. Ditengah perjalanan tiba-tiba ia memeluk tanganku. Aku yang kaget dengan sikapnya dan  hanya bisa memandangnya heran

“Aku……Masih mencintaimu Songsaenim….”

“…aku tidak bisa melupakanmu, walaupun sudah setahun ini.. Saat aku masuk kuliah aku banyak bertemu namja-namja, tetapi… Aku hanya bisa melihatmu Songsaenim…”

Aku mengedip ngedipkan mataku berulang kali menatap Victoria karena merasa pandanganku mulai kabur karena efek soju yang kuminum tadi, aku seperti melihat yeoja yang didepanku ini adalah Yoona

… Apa kah aku terlihat tidak baik? Sampai kau menolakku?” Mendengar ucapan yeoja ini aku kembali menyadari bahwa yeoja yang memeluk tanganku bukan Yoona, melainkan Victoria. Walaupun aku sadar jika dia bukanlah Yoona aku tidak melakukan apa-apa tetap dalam posisi begitu, seperti merelakan Victoria melakukan apapun terhadap ku..

“Terima kasih… itu membuatku sangat senang. Tetapi aku……” Saat ini aku masih bisa mendengar semua kata-kata yang dikeluarkan Victoria dan sebelum aku menyelesaikan jawabanku             Victoria  tiba-tiba memelukku, ia menyembunyikan kepala nya didada ku, kali ini aku merasa pipiku memanas, entah efek dari alcohol yang kuminum tadi atau karena Victoria….?

Aku membiarkannya berada dipelukanku, perlahan aku menggerakkan tangan ku untuk mencapai puncak kepalanya, aku benar-benar terbuai olehnya. Ingin rasanya aku menghentikan semua ini, karena Yoona. Tapi melihat Victoria, aku tidak tega..

Dan akhirnya kami melakukannya..

Kami melakukannya, sebuah hal yang memang tidak boleh dilakukan. Bisakah ini disebut mengkhianati? Entahlah aku kurang yakin.. Malam ini, biarkan aku bersama Victoria ..

 

Yoona .. Apa ini salah?

====KY=====

 

Dilain tempat

Aku menunggu Kyuhyun dengan menonton acara-acara di televisi, mata ku pun tak pernah absen mengecek perubahan jarum jam yang terus bergerak. Aku menghela nafas setelah melihat jam sudah menunjukan 10 malam.

Kyuhyun lama sekali, aku ingin tahu apa ia akan  pulang untuk makan malam bersamaku atau tidak. Biasanya kalau ia ada acara minum-minum ia selalu memberitahuku. Aku melihat ponsel ku, kembali menekan nomor Kyuhyun yang telah hapal di kepalaku, aku meletakkan ponsel ke telinga ku, menunggu nya dengan waswas.

“kenapa dia tidak mengangkatnya?” aku mematikan ponselku dan kembali menghela nafas panjang.

@@@@@@

CKLEKKK..

Aku terbangun dari tidurku saat mendengar suara decitan pintu tertutup, aku mengambil jam weker yang berada di samping tempat tidurku untuk melihat jam sekarang.

‘5 pagi.’ Aku turun dari tempat tidurku dan berjalan menuju dapur. Aku melihat Kyuhyun sedang meminum air mineral didapur, aku berjalan sedikit mendekatinya

“Kyuhyun..”

“oh Yoona,,,

,,,maaf aku membangunkanmu ya?”ia meletakkan air mineral itu diatas meja, mataku selalu mengikuti gerak geriknya

“apa yang kau lakukan kemarin?..”

“Maaf, aku terlalu banyak minum dengan Sungmin Songsaenim dan juga yang lainnya. Aku terlalu banyak minum dan tanpa sadar aku ketiduran….”. entahlah, sepertinya Kyuhyun menyembunyikan sesuatu dariku, ia terlihat sangat gugup hanya untuk mengatakan alasan tadi

“….maaf kemarin aku tidak menghubungimu..” ia tersenyum ke arahku untuk memastikanku. Tetapi senyuman itu benar benar berbeda dari senyuman yang biasa ia tunjukan padaku, biasanya aku selalu membalas senyumannya, tapi kali ini bibirku terasa kaku untuk membuat senyuman,, aku masih menaruh curiga padanya. Ia melangkahkan kakinya berjalan kearah sampingku dan perlahan meninggalkanku.

Shuuuu~~~  saat melewati tubuhku Dengan jelas, aku mencium sesuatu wangi yang manis ditubuhnya, seperti aroma parfum yeoja. Hatiku terasa sesak, pikiran ini selalu datang saat Kyuhyun mulai melakukan hal yang benar-benar aneh. Selingkuh,, kata-kata itu terngiang-ngiang di otakku, tak tahu awal kata itu tiba-tiba muncul di otakku, apakah ini bisa disebut  ia mulai mengkhianatiku?…. Aku menoleh kebelakang untuk menatapnya tetapi ternyata tubuhnya telah menghilang dari pandanganku. Tak terasa mataku meneteskan air mata nya satu persatu dan mengaliri pipiku.

Kyuhyun… Kau pembohong yang bodoh..

@@@@@@

Setelah malam itu, Kyuhyun jadi sering pulang larut dengan alasan ada acara minum-minum.

“aku tidak perlu kau buatkan makan malam. Kau juga tidak perlu menungguku, tidur saja duluan..”

Awalnya ia mengatakannya dengan kaku, tetapi sekarang ia sudah mulai terbiasa mengatakannya. Aku rasa ia sedang membodohiku, atau ia sedang menungguku untuk mengatakan pisah?

Meskipun aku ingin menangis dan menuduhnya. Tetapi aku tidak bisa melakukannya. Jika aku melakukan hal itu kami pasti akan bertengkar, dan aku tidak mau kehilangannya. Aku takut 5 tahun yang sudah kami lalui bersama tidak berarti apapun.    Aku putuskan untuk masih bertahan, dan… hanya ini yang bisa kulakukan

 

Aku benci Kyuhyun dan juga diriku sendiri…

Kyuhyun….

@@@@@@@@

====KY=====

“apa? Kau jalan dengan yeoja lain, siapa yeoja itu?”aku sudah menebak dengan reaksi Donghae setelah ia mendengar pengakuan ku tadi

“Yeoja yang dulu menjadi muridku, saat aku mengajar di  SMA nya Ia menyatakan cinta kepadaku, awalnya aku tidak memiliki perasaan kepadanya, tetapi begitu bertemu dengannya kembali dia menjadi mahasiswi yang sangat cantik. Dia bilang kalau ia masih mencintaiku, dan dia tidak bisa melupakanku..”       tidak sengaja aku tersenyum saat menceritakan Victoria kepada Donghae. Donghae menatapku dengan tatapan sinisnya, mungkin ia benar-benar heran denganku karena bisa-bisa nya aku tersenyum saat sedang membicarakan yeoja lain, bukan Yoona.

“lalu bagaimana dengan Yoona? Apa kau sudah memutuskannya?”

“aku tidak bisa melakukannya, aku sudah berjanji untuk menikahinya.. lagi pula aku masih mencintainya,, tetapi perasaan ini berbeda”

“Kalau kau memang mencintainya dan akan menikahinya, mau apa lagi? Kau hanya perlu untuk memilih salah satunya dan bersiap untuk menyakiti yang lainnya!!” aku sedikit terkejut melihat perubahan intonasi Donghae, aku memang sudah menebaknya dari awal, tapi ini semua tidak seperti yang aku harapkan. Kukira Donghae akan lebih bersimpati padaku dan mendukungku

“bagaimanapun juga kau harus cepat memutuskan hubungan mu dengan yeoja itu!

…kau mengerti?” aku tidak menjawab pertanyaan Donghae tadi. Aku menerawang melihat kearah depan, berpikir apa sebaiknya yang kulakukan sekarang jika semuanya sudah terlanjur seperti ini.

‘Aku tahu,, kalau aku harus mengakhiri semua ini secepatnya. Tetapi aku tidak bisa menghancurkannya begitu saja, aku tidak ingin melihat Victoria menangis. hubungan ku dengan Yoona juga terlihat baik-baik saja, selama ini aku selalu merasa kebaikan dan senyuman dari Yoona, jadi aku merasa tidak ada penyesalan…. Sama sekali…’

@@@@@@@

====KY====

Aku menapaki kaki ku di gang sempit menuju apartemem kami, aku baru pulang lembur dari kantorku.

“sudah jam 9, cepat sekali” aku melihat jam tanganku, aku tidak menyangka aku telah lama lembur dikantor, padahal aku hanya menyelesaikan beberapa file.  Sambil berjalan aku sempat memikirkan untuk menu makan malam kami nanti. dan Sampai sekarang pun Kyuhyun belum menghubungiku, jadi… mungkin ia akan pulang telat , Lagi…

“mudah-mudahan di kulkas masih ada sayuran, jadi nanti aku bisa membuat sup”

BRUMMMM__BRRUMMM

Aku menoleh kepala ku kebelakang  karena aku mendengar suara mesin motor yang sangat kuat, dan kulihat motor itu mengarah kesini. Belum sempat aku menghindar  tiba-tiba tubuhku terhempas ke dinding gang tepat disebelahku,

“Ahhhhh” aku memegangi bahu kiriku yang terasa sangat sakit karena menindih dinding itu dengan keras, aku langsung berdiri dan mendapati tas jinjing ku sudah tidak tergantung dibahu kananku.

Tidak… ….    Mungkinkah…… Tas ku… Aku harus bagaimana?

Deg… deg… deg..                                                                                                                                                             jantungku bedetak sangat cepat, aku merasakan seluruh tubuhku mengginggil. Aku memejamkan mata ku berharap agar bisa berpikir jernih

‘Tenang..  Yoona, tenang.. Aku harus menghubungi Polisi.. Disini pasti ada kantor pos polisi. Dompetku.. Kartu pass.. dan semuanya tercuri… Aku harus segera mengcancel semua kartu kreditku dan atm nya..

Dan,,, ponselku?… oh ya di kantongku’  aku merogoh kantungku dan berharap segera mendapatkan ponselku. Akhirnya Aku mendapatkan ponselku, saat aku ingin menekan nomor aku kembali mendengar suara motor seperti tadi. Aku sangat takut, bagaimana jika penjahat tadi kembali kesini, dengan cepat aku menekan nomor  Kyuhyun.

Aku memegangi dada ku, mataku terpejam, tubuhku ikut bergetar karena takut akan kejadian tadi terulang lagi.. dalam hatiku aku selalu memanggil nama Kyuhyun

Kyuhyun…. Kyuhyun..

Kyuhyun…. Aku takut!! Kumohon datanglah secepatnya!!’ aku mengatakan nya diponselku, walaupun aku tahu belum ada jawaban dari Kyuhyun

(telepon yang anda tuju sedang tidak aktif atau sedang diluar area)

Deg… jantungku seperti berhenti mendadak setelah mendengar jawaban itu. jawaban itu sama sekali bukan jawaban yang ingin kudengar saat dalam keadaan seperti ini .. kedua kaki ku mulai melemah, aku sangat ingin menangis, tetapi aku tidak bisa. aku merasa mata ku tidak memperbolehkan ku mengeluarkan air matanya untuk ini,

‘kau harus kuat Yoona, harus’

Tidak… aku tidak takut lagi, tapi hatiku makin terasa sesak..

Akhirnya aku memutuskan untuk menelpon Donghae agar ia datang mengantarkanku ke kantor polisi. Setelah menyelesaikan berkas-berkas untuk kasusku tadi,  Donghae mengantarkanku pulang ke apartemenku dan Kyuhyun, ia memutuskan untuk menemani ku sampai Kyuhyun pulang

@@@@@@

“Kalau terjadi apa-apa denganmu jangan ragu menghubungiku, misalkan Kyuhyun tidak ada disampingmu, aku selalu siap membantumu”

“Gomawo Donghae…” aku tersenyum ke arahnya

“huh, apa  yang  sedang dilakukan anak itu sekarang? Tengah malam begini.. dia lama sekali” aku mendengar desisan Donghae. Dan tiba-tiba ingatan tentang yeoja itu, dan sikap Kyuhyun malam itu muncul lagi di benakku.. Kyuhyun…

“Dia pasti…

…. Sedang bersama yeoja lain” aku menghela nafas ku panjang, aku memandang kosong ke arah lain.

“Yoona ah…”

“Kyuhyun… ia mengkhianatiku” air mataku mulai muncul di pelupuk mata ku, awalnya sudah kutahan tetapi air mata ini telah keluar membanjiri pipiku. ternyata mata ini lah yang tidak kuat menahan gejolak perasaan ku ini, mata ini tidak sanggup menahan air mataku untuk menyalurkan  rasa perih nya hatiku . Aku menundukan kepalaku untuk menutupi tangisan ku

CKLEKK …

“aku pulang…”   aku bisa menebak bahwa itu adalah Kyuhyun, ia telah pulang. Tetapi aku sama sekali tidak menoleh kearahnya, kepala ku masih tetap menunduk

“Maaf aku terlambat,,,, Loh Donghae? Kenapa kau ada disini?”

“……”

Kyuhyun menatap kearahku dengan tatapan bingung, sepertinya ia telah menyadari sesuatu telah terjadi padaku

“a-apa terjadi sesuatu?”

“Jangan hanya bisa menanyakan apa yang telah terjadi, darimana saja kau hah? Kenapa kau tidak menyalakan ponselmu? Yoona baru saja dicuri, tas nya dicuri.. Dan kau? Huh….!” Kyuhyun terkejut mendengar ucapan Donghae tadi, ia menatapku kembali dan berjalan kearahku

“Yoona, apa kau terluka? Kau baik-baik saja kan?”                                                                                                                            tangannya membelai rambutku dengan lembut, tetapi aku menghempaskan tangan nya kasar

“aku tidak baik-baik saja…

… AKU TIDAK BAIK-BAIK SAJA!!!!!” aku berteriak kepada Kyuhyun, aku langsung berlari menuju kamar ku dan Kyuhyun, aku mengunci pintu kamar itu

“Yoona….”

=====KY=====

 “Jadi kau belum memutuskan hubungan dengan yeoja itu?…….  Yoona sudah mengetahui tentang hal itu “aku terkejut mendengar kalimat terakhir yang dikatakan Donghae. Jadi, selama ini Yoona telah mengetahuinya?.  Tanpa menanggapi Donghae yang masih berada dibelakangku, Aku berlari mengejar Yoona dan ternyata aku terlambat, ia telah mengunci pintu kamar ini.

Tanganku mengetuk pelan pintu berbahan kayu itu, aku memandang lurus pintu itu membayangkan apa yang sedang ia lakukan sekarang.

“hiks… hiks..”  Aku mendengarnya… aku mendengarnya, Yoona sedang menangis.

Tidak Yoona, kumohon berhenti menangis, bodohnya diriku hingga membuat yeoja yang ku cintai menangis..  Walaupun aku tidak melihat Yoona secara langsung tetapi aku bisa membayangkan betapa kecewa nya ia terhadap diriku.

“Yoona… boleh aku masuk?” aku mencoba nya kembali, berharap ia mau membukakan pintu nya untukku, tetapi ternyata ini  sangat jauh Dari yang kuharapkan.

“TIDAK… JANGAN DEKATI AKU!!”  Aku mengerti, walaupun ini pertama kali nya ia berteriak kepadaku, aku tahu.. ini masih belum pantas untuk membalas semua perbuatan hina ku selama ini dibelakangmu Yoona.

“Maafkan aku Yoona.. aku benar-benar minta maaf… Aku…..” aku menghela nafas, tidak melanjutkan kata-kataku.. aku mendengarnya, ia berteriak memberontak agar aku berhenti bersuara

“Sudah cukup aku tidak mau mendengarnya… PERGI SANA!!”

“Yoona…” Mata ku sayu, aku hentakkan keningku ke pintu lalu  membiarkan keningku menempel dipintu itu, kedua tanganku menahan tubuhku agar tidak ikut terkulai bersama keningku. Mata ku tidak berhenti memandangi pintu itu. pintu yang memisahkan ku dengan Yoona, pintu yang menghalangi ku untuk kembali memeluk Yoona dengan kedua tanganku, Pintu yang melarangku masuk untuk meminta maaf atas perbuatan ku ini kepada Yoona. Kalau memang bisa, Pintu ini akan aku ajak berbicara dan memintanya untuk membukakan kunci nya sendiri tanpa bantuan Yoona. Kurasakan kedua kaki ku melemas karena terlalu lama  mendengar tangisan Yoona yang membuat semakin lemah nya hatiku.. Aku tidak kuat lagi. Tubuhku perlahan merosot kebawah membelakangi pintu itu, aku menelungkupkan kepalaku di pertengahan kedua lutut ku. Aku memutuskan untuk menunggu Yoona disini, dan aku akan menjelaskan semuanya Yoona .. aku janji..

‘Hiks…hiks…’

“Yoona,,”

Aku sudah memberi kesan yang salah. Harusnya semua ini berjalan dengan baik. Tetapi ternyata selama ini Yoona tahu, tapi ia hanya memilih tetap diam dan membiarkan hati nya terluka

Maafkan aku Yoona..

=====KY=====

CKLEKK

Kyuhyun mendongakkan kepala nya melihat kearahku seketika aku memunculkan tubuhku didepan pintu Tetapi aku tidak menghiraukannya, aku tetap berjalan melewatinya. Tetapi tangannya menarik tanganku.

“Yoona, aku,..”

“aku mau mandi, setelah itu tidur. Besok aku harus bangun pagi”                                                                              aku memotong kalimatnya dengan intonasi dingin, aku kembali melanjutkan langkahku tetapi kembali terhenti karena Kyuhyun lagi

“Yoona , tunggu”  ia menarik tangan ku kembali, merubah posisiku agar menghadapnya. Walaupun aku tahu ia sedang menatap ku tetapi aku tidak menatapnya, sampai saat ini aku terus menundukan kepalaku

“Maafkan aku… aku tahu….”

“…..meskipun berkali-kali aku mengatakannya itu tidak akan pernah cukup.. tapi…”

Aku mengalihkan pandanganku kearah lain, aku tidak ingin melihatnya sekarang, tetapi Ia mendongakkan kepalaku memaksa ku agar aku melihatnya

“…. Aku sedang berbicara padamu, kumohon dengarkan aku… Biar aku perjelas kata maaf ku ini”

Setelah itu aku mendengarkan semua cerita nya, meskipun selama ini aku telah menyadarinya. Tapi saat ini aku terlihat lebih syok dari yang kubayangkan sebelumnya, aku tidak menyangka Kyuhyun berbuat jauh seperti itu dibelakangku. Dan sekarang aku mendengar semuanya dari diri nya sendiri.. Dari Kyuhyun. Aku tidak yakin ini bentuk dari respekku karena salah paham… atau aku masih sedikit berharap padanya.

Cappucino nya menjadi dingin sebelum kami meminumnya..

 

@@@@@@@

Malam berikutnya…

Kyuhyun memberitahuku kalau ia sudah berpisah dengan yeoja itu

“kau benar-benar putus dengannya?”

“ne.. meskipun sulit, tetapi aku bisa mengatakannya juga..” aku memandangi wajah Kyuhyun, ia menghela nafas panjangnya..

“aku mengerti…”

“eh…. Maksudmu kau mau memaafkan aku?”

“iya.. aku akan melupakan semuanya…”                aku tersenyum dan berdiri dari duduk ku , aku berjalan menuju dapur. Tetapi langkah ku terhenti saat Kyuhyun merangkul ku dari belakang, ia menyanggakan kepalanya diatas kepalaku.. kedua tanganku ikut memegang kedua tangannya yang saling bertautan memelukku, aku tersenyum membiarkan Kyuhyun dan aku  dalam posisi ini, kuharap kami akan tetap seperti ini.

Bagaimanapun juga aku sangat mencintai Kyuhyun, aku tidak mau semuanya berakhir…  semua orang pasti pernah melakukan sebuah kesalahan. Yang penting akhirnya dia kembali padaku. Aku rasa aku harus memaafkannya dan melupakan semua yang telah terjadi..

Tenang saja semuanya akan dimulai dari awal..

 @@@@@@@

Tapi.. ternyata ini sulit dari yang kubayangkan. Sepintas kami memang terlihat seperti sebelumnya. Tetapi, tetap saja semuanya berbeda dari sebelumnya. Tiap pulang dari pekerjaan masing-masing aku dan Kyuhyun selalu menghabiskan waktu membaca buku-buku dirumah. Selama itu kami tidak memulai percakapan seperti layaknya pasangan kekasih lakukan, berbicara hanya seperlunya saja. Kami berkomunikasi dengan tatapan mata, tetapi tidak ada juga yang berani memulai suatu percakapan.. dan akhirnya keadaan seperti itu berlanjut hingga waktu menunjukan untuk tidur

“Setelah kejadian ini, semuanya masih belum berjalan dengan baik. Hubungan kami masih kaku….” Aku duduk berhadapan dengan Donghae dan memulai curhatan ku tentang Kyuhyun kepadanya

“….aku ingin tahu bagaimana perasaan Kyuhyun. Aku takut menanyakan nya langsung kepada nya. Apa dia mengatakan sesuatu padamu Donghae?”

“Ani..”

“Aku ingin tahu, apa Kyuhyun benar-benar sudah putus dengan yeoja itu.”

“eh? Jadi kau berpikir kalau Kyuhyun masih jalan dengan yeoja itu? .. Itu tidak mungkin” Donghae mencoba meyakinkan ku bahwa Kyuhyun sudah putus dengan yeoja itu, tapi sayangnya aku merasakan hal lain.

“Ani, bukan seperti itu..

… bukan berarti aku ingin bukti, hanya saja aku terlalu sensitif”  aku menghela nafas ku sebelum melanjutkan kata-kata ku, sepertinya Donghae masih terlihat syok karena pernyataan ku tadi

“Setiap hari nya Kyuhyun selalu pulang lebih cepat.. Tetapi, tetap saja ada satu hari dimana Kyuhyun selalu pulang terlambat…”

“…saat itu terjadi, hatiku merasa sesak dan berpikiran untuk meninggalkannya baru aku bisa merasa agak tenang… ”

“…saat Kyuhyun menerima SMS , aku selalu khawatir kalau sms itu dari yeoja itu…. selama ini dia memang baik padaku, aku senang dan merasa lebih baik, tetapi masalah sepele ini tetap saja tidak bisa kulupakan dengan mudah. Begitu aku teringat kalau ia pernah mengkhianatiku, hatiku selalu merasa sakit. Mungkin itu muncul karena emosi ku, entahlah”             aku menyenderkan punggungku ke papan kursi, aku memejamkan mataku setelah menceritakan semua yang kupendam sebelumnya kepada Donghae, aku memilih Donghae karena ia adalah sahabat dekat Kyuhyun, karena kutahu ia sangat mengenal Kyuhyun dan juga hubungan kami.

“bagaimanapun juga, semuanya sudah berakhir Yoona, semuanya pasti akan cepat berlalu”

“Ya, kau benar…

… tetapi sekarang aku,, hanya bisa bertahan saja”

Setelah mendengarkan semua curhatan batin yang masih mengangguku.  Donghae  memutuskan untuk mengantarkan ku pulang. Awalnya ia memaksa ku untuk menaiki mobilnya, tetapi aku menolaknya, selama ini aku terbiasa untuk berjalan kaki sampai rumah. Dan akhirnya Donghae mengikuti ku berjalan kaki

“Kau,, juga sudah lama bersama Jessica bukan? Apa kalian tidak pernah ada masalah?…

… Kalian ini terlihat akur sekali ya, aku jadi iri”

“apakah terlihat seperti tu? Tidak seperti itu..

…Selama ini aku tidak pernah mencintai Jessica sedikitpun” pernyataan itu benar-benar membuatku terkejut, aku memandang Donghae

“eh! ,, Tapi kenapa kau mau menjadi pacarnya?”

“Itu karena Jessica ingin selalu berada bersamaku apapun yang terjadi…”.  Aku kembali melihat ke arah jalan yang kami lewati tetapi telinga ku masih terfokus mendengarkan Donghae

“… Aku sudah menolaknya berkali-kali, aku juga sudah mengatakan padanya kalau ada orang lain yang aku sukai. Tapi ia bilang itu tidak masalah sampai jika yeoja itu melihatku pun ia tidak peduli…”.                                     Ia menghela nafas panjang sebelum melanjutkan kata-katanya

“… Jessica adalah yeoja yang tidak kusukai, walaupun begitu  aku tidak pernah membencinya. Dan aku putuskan untuk jalan dengannya” aku benar-benar kaget. Aku tidak menyangka kalau selama ini Donghae tidak mencintai Jessica, yeojachingunya. Padahal menurut ku mereka seperti pasangan sejati, jarang terkena masalah dan tetap akur. Tetapi ternyata…

“Memangnya, yeoja seperti apa yang kau sukai? Apa aku mengenalnya?”

“Dia adalah pacar teman dekat ku, dan saat ini yang bisa kulakukan hanya menyerah.”

“ dan itu… kau Yoona“ Aku langsung menolehkan kepala ku menghadap Donghae, aku sangat-sangat terkejut saat kata-kata itu keluar dari mulutnya. Jadi yeoja yang disukainya adalah aku?…

“Sejak pertama kali Kyuhyun mengenalkanmu padaku sebagai pacarnya, aku selalu  menyukaimu. Saat Jessica datang ketempat kita kumpul bersama, itu hanya  karena ia ingin melihatmu…”

“… aku berani mengatakan hal ini, karena aku sudah tidak tahan dengan kelakuan Kyuhyun terhadap mu Yoona. Yang berani menyakitimu dan mengkhianatimu….”

Keadaan menjadi hening karena dari tadi aku tidak buka suara, aku masih syok dengan perkataan Donghae

“….Bagaimana kalau kau putus saja dengan Kyuhyun dan jalan denganku? Kalau kau mengatakan iya maka aku akan memutuskan hubungan dengan Jessica…

….aku akan menunggu jawabanmu, jadi tolong dipikirkan ya..”   Entah ini keberapa kalinya aku benar-benar syok, aku masih berdiri mematung sedangkan Donghae telah meninggalkanku. Donghae mengutarakan isi hatinya padaku, dan sekarang aku benar-benar harus memikirkannya.

======KY=====

Ini tidak berjalan baik, setelah mendengar ucapan Donghae kemarin membuatku benar-benar tidak bisa berkonsentrasi pada pekerjaanku. Donghae adalah namja yang baik, kalau aku bilang aku tidak bahagia berarti aku bohong, tetapi aku menjadi khawatir dengan perasaan Donghae.

‘Kyuhyun juga sama sekali tidak menyadarinya’  tak terasa aku telah sampai didepan pintu apartemen, saat aku hendak membuka knop pintu apartemen, aku mendengar ada seseorang berteriak memanggilku

“Im Yoona ssi..!” aku menoleh kearah sumber suara, dan aku benar-benar terkejut karena yeoja yang memanggilku itu adalah yeoja mantan muridnya Kyuhyun dan itu berarti yeoja itu adalah selingkuhan Kyuhyun

“Berpisahlah darinya! Kumohon, berpisahlah dari  Songsaenim!…” Matanya melotot ke arahku, intonasinya juga tinggi, sampai sampai  tidak membuat mataku terkedip, karena menatap nya tak percaya..

“Hanya karena kebaikan Songsaenim saja ia tidak mencampakkan mu! Karena ia sudah berjanji akan menikahimu dan selama ini ia berusaha untuk mempertanggung jawabkannya!…

…Meskipun yang sangat ia sukai adalah adalah AKU!” Aku termundur kebelakang karena benar-benar syok. Bagaimana ia tahu hal itu? apakah Kyuhyun yang memberitahukannya?, dan kata- kata terakhirnya itu berhasil membuat wajahku pucat. Kyuhyun lebih menyukainya? ..

“MUNDUR….. BIARKAN SONGSAENIM BEBAS!!”   kaki ku terus  refleks mundur kebelakang, tubuh ku masih bergetar karena teriakannya tadi. Saat tubuhku terhenti oleh pintu apartemenku aku segera langsung membuka knop pintu dan berlari masuk kedalamnya

“Yaaa tunggu… Kau mau lari ya….?”

Aku berdiri menyender pada pintu, aku masih mengatur nafasku yang tidak beraturan

Hosh…hosh,, keringat dingin mulai membasahi tubuhku

@@@@@@

“Victoria melakukan itu?”

“Kau bilang kau sudah putus dengannya?”

“Ne, aku sudah mengatakannya dengan jelas kalau semuanya telah berakhir.. Tapi sebenarnya aku masih menerima sms dan telpon darinya tapi aku sudah mereject semuanya..”

Aku menatap nya tak percaya, karena dugaanku selama ini benar

“… dan soal dia menguntitku sampai ke rumah aku minta maaf… “

“kenapa ia bisa tahu rumah kita?”

“saat jalan bersama, dia ingin sekali melihat aku tinggal dimana. Jadi aku membawanya kesini untuk melihat apartemen ini sekali…..”  aku terkejut dengan ucapan Kyuhyun, rasa marah mulai menyelimuti tubuhku. Aku terus menatapnya dengan tatapan curiga

“… Tentu saja aku tidak membawanya masuk”

“MEMANG TIDAK BOLEH!!!” aku berteriak penuh emosi kepada Kyuhyun, apa? Ia tidak menceritakan bagian ini saat dulu. Ia tidak pernah mengungkit-ungkit tentang hal ini. Sebenarnya apa yang masih kau sembunyikan Kyuhyun?

“mata nya melototiku dengan tajam,, ini pertama kalinya aku diteriaki dengan perasaan kebencian seperti itu!!.. Aku pikir dia akan memukulku” tanganku saling memeluk sama lain, aku masih merasa takut dengan tatapan yeoja itu tadi. Ia sangat membenciku, aku bisa melihatnya

“Tidak mungkin, Victoria bukan yeoja seperti itu!” aku menoleh ke arahnya dan memandangnya dengan marah

“LALU SEPERTI APA HAH? KENAPA KAU MASIH SAJA MEMBELA NYA? … YANG KAU LAKUKAN ITU HANYA SEMAKIN MEMBUATKU KESAL!!…”.   aku berteriak kepadanya, memprotes apa yang Kyuhyun katakan, bisa bisanya ia lebih membela yeoja itu ketimbang aku yang sudah bersama nya bertahun-tahun

“Hanya karena kau berjanji akan menikahiku kau memilihku! Meskipun kau lebih menyukai yeoja itu!… itulah yang dia katakan”

“Tidak… dia sudah salah mengerti,, aku hanya mencintai—–“

“Kau mengatakan seperti itu, bukankah itu artinya kau sudah membodohi dia hah!!!” hosh…hosh…hosh.. nafas ku tersengal-sengal, aku terlalu emosi untuk mengucapkan semua yang ada dipikiranku. Karena ini tidak bisa kukontrol lagi

“jadi kau… benar-benar belum memaafkanku ya?”

“aku ingin… Aku sangat ingin memaafkanmu.. Tetapi, aku tidak bisa mempercayaimu lagi!”  entah ini keberapa kalinya aku berteriak pada nya. Perlahan air mataku muncul di kedua pelupuk mataku. Aku menundukan kepalaku untuk memberikan waktu agar air mataku bisa keluar dengan lancar tanpa dihalangi oleh kemarahanku. Setelah cukup berpikir  aku mendongakkan kepala ku agar aku bisa menatap Kyuhyun

“Aku sudah tidak tahan lagi…. Bersama dengan mu, hanya membuatku sakit hati…..”

“… aku sudah tidak merasa bahagia lagi…. Aku tidak bisa berharap apa-apa lagi…”

“…. Lebih baik,,,”

“…..kita berpisah saja….”

@@@@@@@

“Rasa nya enak sekali,, kopi ini juga enak”. aku berhenti mengunyah makanan dimulutku saat menyadari Yuri sedang memandangiku dengan wajah prihatin

“jangan depresi begitu dong Yuri” aku tersenyum ke arahnya sedangkan ia menghela nafas melihat senyuman ku

“habisnya.. aku tidak menyangka kalian berdua akan berpisah. Sampai sekarang pun aku masih tidak bisa mempercayainya”

“Maaf sudah membuatmu kaget. Selama ini kau selalu sibuk, padahal aku selalu ingin membicarakannya denganmu”

“ah.. begitu ya, Maaf Yoona, aku tidak bisa menjadi kekuatan untuk mu disaat keadaan penting seperti itu..” Yuri memasang raut wajah yang menyesal

“ah tidak, aku malah senang aku tidak melibatkanmu dalam masalah ku”

“Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang? Apartemenmu?….”

“Kami akan segera pindah dari sana. Tetapi sebulan ini kami sedang mencari tempat lain, jadi bulan depan kami baru mulai pindah”

“Jadi, sampai saat ini kalian masih tinggal bersama?”

“Ya… begitulah”

“Parah sekali” Yuri menyeruput kopi nya lalu meletakkannya kembali ke meja

“Aku juga berpikir begitu..  Kadang aku merasa ingin memperbaiki hubungan kami, tetapi yang ada malah rasa sakit, jadi kurasa itu sudah tidak mungkin lagi…..

… lagipula kami berpisah secara baik-baik. Jadi aku merasa lebih tenang. Kami sudah bisa berbicara seperti biasanya”

“Jadi seperti itu.. Meskipun kalian sudah berpisah kalian tidak seperti orang yang membenci satu sama lain…

… tapi aku tetap tidak mengerti, kalau aku yang dikhianati, aku pasti akan membencinya, sedangkan kau?”

“Aku juga sempat berpikir seperti itu, tetapi kurasa ini semua karena cinta.. Cinta itu memang selalu memberikan kekuatan yang tidak biasa” aku tersenyum kearah Yuri, lalu aku kembali menyeruput kopi hangat ku. Yuri menganggukan kepalanya tetapi matanya tetap memancarkan keheranan memandangiku

“Yoona, apa kau sudah membicarakan tentang hal ini kepada kedua orang tua mu?”

“Ne, belum lama ini aku pulang ke rumah utuk menemui mereka… Aku semakin depresi melihat reaksi kedua orang tua ku, mereka sama sekali tidak memarahi ku, mereka malah…”

_flashback

“Maaf, meskipun kalian sudah memberikan ijin dan berjanji untuk segera menikah suatu saat nanti.. tetapi sepertinya itu tidak bisa kami lakukan” aku menundukan kepala ku saat berhadapan dengan appa dan eomma, mereka berdua menatapku, entahlah aku juga belum mengerti tatapan itu, yang ku tahu mereka pasti sangat kecewa karena ku

“Tidak apa-apa. Kami tidak peduli janji itu, yang kami inginkan hanya kebahagiaanmu”    aku sedikit terkejut mendengar eomma mengatakan itu, ternyata ia tidak marah padaku. Tetapi entah lah dengan appa, kulihat ia masih menatapku, aku semakin menundukan kepalaku

“saat kamu memutuskan untuk menikah, tapi itu malah membuatmu merasa tidak nyaman, kau malah akan kehilangan semuanya,,”

“itu benar, kami lega kau berpisah sebelum semua itu terjadi..” aku membesarkan mataku  saat appa dan eomma mengatakan hal itu, aku kira mereka akan memarahiku, tetapi ternyata mereka sangat mengerti perasaanku. aku sangat terharu.. tak terasa aku menangis, aku menangis didepan kedua orang tuaku, bukan karena kecewa karena Kyuhyun, tetapi aku tersentuh dengan ucapan kedua orang tuaku.

_end flashback

“mereka begitu baik padaku, sebaliknya aku malah menangis karena terharu oleh perkataan mereka”                   aku tersenyum kepada Yuri, aku tersenyum mengingat saat aku berbicara dengan kedua orang tua ku beberapa waktu lalu

“Yoona,, kalau ada yang bisa kulakukan katakan saja…”                                                                                               Yuri memandangku dengan wajah prihatin. Ia mengenggam kedua tanganku , seakan memberiku kekuatan

“Gomawo Yuri, gwenchana.. aku tidak apa-apa”                aku tersenyum kearah Yuri untuk menunjukannya kalau aku yeoja yang kuat

@@@@@@

Aku duduk di sofa apartemen ku, tanganku mencari kontak Donghae setelah ketemu aku menekan tombol yang menyambungkan ku ke nomornya, aku meletakan ponselku ditelingaku menunggu si penerima mengangkatnya. Aku bertekad akan menjawabnya, aku akan menjawab tawarannya itu..

(Yeoboseoyo)

“Donghae … ini Yoona…

… maaf kalau selama ini aku belum menghubungimu”

(Aku sudah dengar dari Kyuhyun kalau kalian sudah berpisah)

“Ne, tapi maafkan aku.. aku tidak bisa jalan denganmu..”

(…)

“Kalau aku melakukan itu, Kyuhyun bukan hanya kehilangan yeojachingu nya tetapi ia akan kehilangan teman terbaikknya.. Aku tidak mau menjauhkan mu dari Kyuhyun..”

(baiklah, aku mengerti itu Yoona)

“Gomawo Donghae, aku senang sekali kau mengerti…. Dan, Donghae…”

(Ne)

“Jessica adalah yeoja yang baik,, lihatlah dia lebih dekat sebagai kekasihmu..”

(…. Aku mengerti…. Gomawo Yoona, aku tutup dulu ya, bye!!)

“Ne, sampai nanti…”

@@@@@@@@@@@

Ini saatnya..

 

Aku berjalan memasuki kamar ku dan juga kamar Kyuhyun

“sudah beres?” aku mendekati Kyuhyun yang sedang sibuk mengemasi barang-barangnya, aku duduk di sampingnya

“Yeah.. akhirnya tepat waktu juga” ia menyeka keringat yang ada di dahi nya lalu ia tersenyum padaku

“aku lapar, aku akan membeli makanan di Supermaket” aku berdiri menoleh sebentar kearahnya. Dan melanjutkan langkah kaki ku menuju pintu

“aku ikut..” aku tersenyum saat ia berjalan mengejarku

“Bagaimana kalau kita ke toko kue di depan stasiun?… disana makanannya enak” Kyuhyun menganggukan kepala nya menyetujui ucapanku aku membalasnya dengan senyumanku.

Kami berjalan beriringan, tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Kami berdua hanya sibuk memandangi arah jalan yang sedang kami lewati, memikirkan sesuatu di pikiran masing-masing.. Entahlah……               Ini mungkin akan menjadi yang terakhir, aku berjalan dengan Kyuhyun bersama-sama sampai stasiun.

Mungkin aku tidak akan datang lagi, ke tempat dimana aku tinggal bersamanya selama 1 setengah tahun, mungkin aku tidak melihatnya lagi, namja yang telah menghabiskan waktu bersamaku selama 5 tahun..

Aku melihat beberapa pekerja sibuk memindahkan barang-barang dari apartemen ke sebuah truk, aku melihatnya, barang-barang Kyuhyun perlahan menghilang dari pandanganku

“Yoona, bagaimana dengan yang ini?..” aku menoleh kebelakang saat Kyuhyun memanggilku, aku melihat ia memegang 2 gelas ditangannya. Sepasang gelas berwarna pink dan biru, sepasang gelas yang menjadi tanda awal kami tinggal bersama, sepasang gelas yang selalu menemani kebersamaan kami dan gelas itu yang selalu menjadi tempat Cappucino kesukaan Kyuhyun.

“apa kau akan menyimpan salah satunya?… atau kau..” aku menatap mata nya heran, aku sedikit tertegun dengan kata-kata nya, tapi kuputuskan..

“Buang saja” dengan lantang kukatakan kalimat itu ke pada Kyuhyun walaupun tidak dengan volume yang tinggi, tetapi aku yakin kalau kata-kata itu sangat berarti dalam. Gelas itu, adalah salah satu kenangan manis  kami berdua, dan aku.. tidak mau mengingatnya lagi, aku ingin melupakannya,,, aku ingin melupakan semua kenangan itu, dan juga.. Kyuhyun

“… kurasa kau benar”Kyuhyun menghela nafas lalu kembali memandangi kedua gelas yang dipegangnya

“Kyuhyun, gelas itu.. biar aku yang bereskan”                                                                                                                     Kyuhyun mendongakan kepala nya dan menganggukannya  lalu tangannya menyerahkan kedua gelas itu ke kedua tanganku

“Tuan Cho, kami sudah selesai mengangkat barang –barangmu”

“Ah ne..” Kyuhyun berjalan menuju pintu depan menemui pekerja yang memanggilnya tadi

“Maaf, tapi silahkan truknya berangkat lebih dulu, nanti aku akan segera menyusulnya”

Setelah Kyuhyun berbicara dengan pekerja itu ia menoleh ke arah ku, aku hanya membalas tatapannya, ia mulai berjalan mendekatiku

“Kalau begitu… aku pergi ya…”

Tap..Tap..Tap suara langkah Kyuhyun terdengar jelas ditelingaku

… aku tinggalkan semuanya padamu.. Yoona”                                                                                                                                     kalimat itu sangat lembut menyentuh telingaku. Mataku terus mengikuti arah jalannya , dan Tak terasa ia sudah berada didepanku. matanya menatapku dalam, tetapi aku mengalihkan tatapanku kearah depan. Mata ku membesar saat melihat jarak tubuhnya sangat dekat denganku, aku bisa melihat dada bidangnya perlahan mendekati ku. Tubuhku hangat, Ternyata Kyuhyun memelukku

“Yoona….” Ia berbicara tepat ditelingaku, nafas beratnya beberapa kali menerpa rambutku. Untuk saat ini aku hanya memejamkan kedua mata ku.

“aku benar-benar minta maaf..  “kedua tanganku mengepal, menahan agar tangan ini tidak membalas pelukannya. Sebenarnya, Aku sangat ingin memeluknya, mengeluskan punggungnya. Tetapi inilah pilihanku, aku harus bisa menahan hatiku untuk tidak memeluknya karena kami telah usai…

“terima kasih.. atas semuanya..” hatiku bergetar, mengatur nafasku akibat isakan kecilku. Aku memejamkan mataku..

“Selamat tinggal..

Yoona..”

aku membuka mataku saat mendengar kata-kata terakhir itu keluar dari bibirnya, pandanganku menjadi buram mungkin karena mataku sudah dipenuhi bulir-bulir air mata yang jatuh.

Kata-kata itu menjadi yang terakhir, kata-kata itu memutuskan suatu hal yang sangat sulit,

Kata-kata itu, sangat perih.. Tapi inilah pilihanku,

Betapa nostalgia nya ,, aroma Kyuhyun.. dan kehangatannya saat memelukku seperti ini

Aku harus kuat,,,, meskipun aku merasa sangat kehilangan… tetapi aku harus bertahan..

Perlahan ia melepaskan pelukannya, tangannya berhenti memegang bahuku untuk menatap kedua mata ku. Aku turut memegangi lengannya yang perlahan turun kebawah…  Telapak tangan kami bertemu, ia mengenggamnya sebentar lalu turun kembali sampai bertemu jari-jariku, Dan… itu lah yang terakhir.. tangan ku dan Kyuhyun terlepas meninggalkan semua kenangan kami. Kyuhyun berjalan menuju pintu, tanpa menoleh kearah ku lagi. Dan  Ia menutup pintu.. (CLOSE)

Aku masih dalam posisi ku diam berdiri, lalu aku membalikan tubuhku berjalan menuju kamar ku dan Kyuhyun (dulu).. ku edarkan mata ku ke sekeliling kamar ini.. Kosong … itulah kalimat yang cocok untuk menggambarkan kamar ini.

Tes.. air mataku jatuh kembali.

@@@@@@

2 tahun kemudian

“Yoona ssi ayo kita rapat”

“Ne” aku berjalan menghampiri bos ku yang  mengajakku ke tempat rapat bersama

“Setelah ini ayo kita kunjungi perusahaan B. Apa kau sudah membawa berkasnya?”

“Ne, ada”

Kami berjalan ke luar gedung, aku pun mengadahkan wajahku, agar bisa melihat langit

“cuaca nya cerah ya. Aku harap besok juga bisa seperti ini..”

“memangnya ada apa dengan besok?”

Aku menoleh kearah bos ku dan tersenyum

“Temanku, akan menikah..”

@@@@@@@

Wedding days

“ Selamat ya Lee Donghae..”

“Iya… selamat..”

“wah,, gomawo” aku dan Yuri menghampiri Donghae, hari ini, Hari pernikahannya dengan Jessica

“Jessica ssi sangat cantik sekali. Apa kau sudah menyadari kalau kau mencintainya?” aku tersenyum kea rah Donghae

“Tidak, aku masih belum merasakannya.”

“eh?” aku terkejut

“Tapi perasaanku padanya mulai tumbuh… Tidak ada orang yang tahan bersamaku dan mau tetap berada disisi ku seperti Jessica, jadi aku hadiahkan apa yang selama ini ia harapkan.”

“apa maksudnya?… dan Donghae, jadi kau sudah menyerah dengan Yoona hehehe?” kepala ku langsung menoleh karena perkataan Yuri yang tiba-tiba

“hah, Yuri? Bagaimana kau bisa mengetahuinya?”                                                                                                            aku melototkan mataku kearah Yuri, terkejut karena tak kukira ia mengetahi hal itu

“oh, Yoona telah mengetahuinya ya kalau Donghae jatuh cinta padanya?’

“ya, dan 2 tahun lalu aku ditolak olehnya”

“yaaa, jangan berbicara seperti itu..”.      aku memukulkan tanganku kearah Donghae, karena ia terlalu jujur mengatakan kalau aku menolaknya kepada yuri

“Yuri, kau tahu ya?”

“he eh.. sejak masih kuliah, Donghae kan orang yang mudah terbaca.”

“yaaa, tetapi kita berada diposisi yang sama! Saat itu kan kau juga menyukai Kyuhyun!”  aku tersentak dan langsung menatap Yuri curiga

“uuppps, ketahuan yah? Heheh tapi aku sudah menyerah lebih cepat..”

“ehh, kok aku tidak tahu ya?”

“karena kalian hanya melihat kalian berdua saja sih…” Aku menghela kesal kearah mereka berdua yang meledekku

“Yoona” aku menoleh ke arah Donghae saat ia memanggilku.

“Kyuhyun ada disana, bagaiamana jika kau temui dia?”

“Tentu.. ”

@@@@@

=====KY=====

“Kyuhyun..!”

Aku menoleh ke arah seseorang memanggilku. Betapa terkejutnya aku saat melihat Yoona, ia berjalan menghampiriku

“Yoona?..”

“Apa kabar?”

Kami pun berbicara seperti layaknya orang biasa lakukan, berbagi cerita yang selama ini kami lakukan masing-masing.

“Hmmm .. Sudah lama ya.. Aku, benar-benar depresi waktu itu”

“Aku mencintaimu.. Dan aku, terlalu keras berusaha untuk melupakanmu..”

Aku terdiam, menatap Yoona prihatin. Aku tidak menyangka ternyata sesulit itukah masa lalu yang hancur karena perbuatanku?

“Yoona, apa kau sudah mempunyai kekasih?”

Pertanyaan itu tiba-tiba terlontar dari bibirku,

“Ani.. Aku mana punya waktu..”

“Lagi pula.. Aku masih belum bisa merasakan cinta lagi, aku sudah gagal denganmu.. Dan itu membuatku sedikit takut”

Yoona, kalimat itu semakin membuatku sedih. Sebegitu sulitkah Yoona, karena ku?

Maafkan aku Yoona..

“Tapi sekarang setelah melihat mu lagi dan berbicara denganmu seperti ini, membuatku menjadi lebih baik..”

“Semua rasa sakit ini seperti telah sembuh, dan menjadikan semuanya kenangan indah..”

“Aku rasa.. Aku bisa menemukan cinta yang baru”

Yoona tersenyum tulus padaku. Entahlah melihatnya begini semakin membuat hati ku lega. Walaupun ada sesuatu yang masih kuharapkan.

“Kyuhyun!” Aku menoleh kebelakang saat mendengar suara Donghae memanggilku

“Wae?”

“Kau sudah mengatakannya?  Aku masih mencintaimu sampai sekarang, bisakah kita memulainya dari awal? .. Saranghae Yoona!”

Aku tertegun dengan perkataan Donghae tetapi aku langsung membelakanginya dan mulai berjalan menjauhinya

“Aku tidak bisa..”

“Eh,, kenapa? Padahal kau mempunyai kesempatan itu untuk mengatakannya”. Aku memberhentikan langkahku lalu mengembalikan posisiku menghadap Donghae

“Memang sudah berjalan 2 tahun… Tapi kali ini Yoona yang sekarang terlihat lebih bebas dari sebelumnya, ia sangat terlihat ceria seperti tidak ada beban..”

“Kyuhyun..”

“Dan aku.. Juga harus melakukan hal yang terbaik..”

======

Ring…. Ring…

Yoona merasakan tas yang dipegangnya bergetar, ia bisa langsung menebak bahwa itu berasal dari ponselnya. Ia langsung mengambil dan mulai membuka flip ponselnya agar bisa melihat nama pengirim

From : Shim Changmin

Bagaimana pesta pernikahannya? Bagaimana kalau besok malam kita bertemu? Makan malam bersama dengan ku..

P.s : ini ke 15 kalinya aku mengajakmu keluar. Bukankah ini saatnya kau mengatakan iya?

Shim Changmin

Yoona tersenyum geli setelah membaca pesan itu, kemudian tangannya mulai asik menekan nekan tombol ponselnya itu..

N-E

End ….

Selesai deh..

Mian buat semua yang udah nungguin, kalo yang nggak yaudah hehe. Nih laptop author lagi error, jadi mau login ke wp aja nggak bisa. ini juga udah nyoba 5x ngepost gagal terus. Mudah-mudahan ini bisa.. ff yg lain bakal dilanjutin, tungguin aja.

Peace peace buat Musketeers karena ini nggak kubikin happy end, hahahah akhir-akhir ini lagi seneng baca yang sad jadi malah terinspirasi.. teyus author juga lagi suka banget sama yang namanya ChangYoon, tapi tenang KyuNa still always number 1 in my heart #aseeek .. hahhaaha.  ditambah galau karena nggak bisa nton SM town hahah.. Tapi-tapi ada udah dengerkah kalau ada moment kyuna disana? Huuuh senangnya aku, walaupun sedikit tapi ternyata mereka tetap menunjukannya.. Hahahah

Oke kembali ke ff ..

Bagus kah? Jelek kah? Kalo jelek maklumkan saja ini oneshoot pertama saya, kekekeke ..

Ditunggu komennya.. sip sip

:* musketeers

J Gansamhamnida