New Love part 6

Gambar,

New Love part 6

 

Title : New Love part 6

Author : Intansparkddict

Genre : Comedy, Romance

Main Cast :

Cho Kyuhyun

I’m Yoona

Find your self..

 

 

***

 

“Jadi bagaimana sekarang?”

“Bagaimana apanya?”

“Donghae..”

Yoona berhenti melanjutkan membaca novelnya. Ia memandang Kyuhyun dari sudut mata nya. Ia menghela nafas. Kesinambungan cerita yang telah ia baca dari novelnya itu menjadi tidak menarik lagi setelah mendengar nama itu.

“Entahlah..”

Dahi Kyuhyun mengerut. Ia bingung dengan jawaban Yoona. Satu tangannya menurunkan novel yang dibaca Yoona agar ia bisa melihat wajah Yoona dengan utuh. Yoona pun langsung membalas pandangan Kyuhyun setelah novelnya sudah tidak lagi tegak berdiri didepan matanya,. mengerti arti dari tatapan Kyuhyun yang meminta penjelasan.

Aku tidak tertarik lagi”

Yoona mengalihkan perhatiannya kini dengan mengaduk-adukkan jus strawberry menggunakan pipetnya. Meminumnya sesekali tanpa ekspresi.

Dilain sisi Kyuhyun terus memerhatikan Yoona. Sebuah senyuman kemenangan muncul disudut bibirnya, Donghae tidak lagi menjadi namja yang disukai Yoona. Donghae telah kalah telak sekarang. Mungkin setelah kejadian ini perasaan benci yang ditujukan kepada Donghae agak berkurang. Alasan apa yang akan digunakannya lagi untuk membencinya. Tidak ada. Yoona sudah merasa tidak tertarik lagi pada dirinya. Jadi, untuk apa berperang secara konfesional seperti yang lalu.

Kyuhyun terkekeh kecil, hingga Yoona tidak menyadari kekehan Kyuhyun yang sangat mengartikan sesuatu yang aneh itu. Kyuhyun pun berhenti mengkekeh, ia berdehem singkat lalu kembali memasang wajah cool nya.

 

“Kenapa?” Tanya Kyuhyun lagi.

Yoona berhenti meneguk jus nya. Ia kembali memandang Kyuhyun dengan sudut matanya. Menatapnya seakan berbicara tidak-usah-aku-katakan-kau-pasti-sudah-tahu-alasannya. Kyuhyun pun terkekeh geli menatap tatapan Yoona. Ia mengangguk-ngangguk kepala nya menuruti apa kata tatapan Yoona. Hingga ia merasakan ponselnya bergetar dicelana nya. Ternyata ada pesan masuk. Ia pun mulai membaca nya dan membalas pesan tersebut.

“Kyu, sepertinya tidak lama lagi aku akan pergi”  Yoona memecah keheningan. Ia memandang Kyuhyun menunggu seperti apa reaksi Kyuhyun setelah mendengar pernyataannya. Ternyata tidak ada. Sepertinya Kyuhyun tidak mendengar perkataan Yoona, ia masih sibuk dengan pesan singkat yang masuk ke ponselnya tersebut.

Yoona menghela nafasnya. Ternyata Kyuhyun tidak mendengarkannya. Ia mengerdikkan bahu nya. Lalu melanjutkan aktifitasnya meminum jusnya kembali.

 

Yoona baru mendapat pesan beberapa hari yang lalu dari tetangga rumah nya di Busan dulu. Ayah nya sedang sakit. Memang penyakit itu tidak parah. Tapi ia takut akan menjadi tambah parah. Ia memutuskan untuk menemani Ayah nya dan menjaga nya agar ia bisa sembuh. Mungkin dalam waktu dekat ia akan berangkat ke Busan. Ia juga sudah meminta izin kepada ayah dan Ibu Kyuhyun untuk ke Busan, mereka menyetujuinya, malah menyertakan doa kesembuhan untuk Ayahnya. Ahra pun juga telah mengetahuinya, ia juga menitipkan pesan untuk Ayahnya dan dirinya untuk berhati-hati dijalan. Yoona tersenyum didalam hatinya. Keluarga Kyuhyun benar-benar seperti keluarga kandungnya kini. Mereka sangat baik dan memperlakukan Yoona seakan anggota keluarga mereka sendiri. Dan sekarang hanya Kyuhyun yang belum mengetahuinya. Ia tadi hendak menceritakan semua, tapi karena tadi Kyuhyun tidak mendengarnya. Yoona menjadi malas untuk mengulangnya.

Ia juga nantinya akan tahu sendiri. Batinnya.

***

Kyuhyun melangkah kakinya ringan masuk kedalam rumah nya. Dengan wajah yang berseri-seri ia memasuki halaman rumahnya. Menandakan kalau ia sangat semangat hari ini. Benar. Ia memang sangat senang. Karena malam nanti ia hendak mengajak Yoona pergi berdua untuk nonton film dan makan disebuah restoran. Dua tiket yang baru dibeli nya tadi ia pegang dengan hati-hati karena takut jika akan rusak. Sesuatu yang memang telah ia rencanakan sebelumnya. Sebuah langkah untuk lebih dekat dengan Yoona.  Ia tersenyum dengan rencana nya ini.

Kyuhyun mengetuk kamar pintu Yoona.  Tak ada jawaban. Ia ulangi lagi, ternyata tak ada jawaban. Ia pun membuka gagang pintu kamar Yoona.

“Yoona..”

Mata nya mulai memandang sekitar kamar Yoona. Melihat tempat tidurnya yang ternyata kosong.

“Yoona..”

Ia kembali memanggil nama Yoona, melihat ke kamar mandi yang ternyata kosong. Ia pun menggaruk kepala nya bingung dimana keberadaan Yoona. Ia pun turun dari kamar Yoona menuju ruang keluarga dan ruang makan mungkin saja Yoona sedang berada disana.

Ahra yang sedang duduk menikmati acara televisi menjadi terganggu dengan adiknya yang sibuk berjalan mondar mandir dari dapur ke ruang keluarga. Ia tahu, siapa yang sedang dicarinya. Pasti Yoona. Mungkin Kyuhyun tidak mengetahui kepergian Yoona.  Ia yang mulai terasa risih dengan kelakuan pun memanggilnya.

“Kyuhyun”

Kyuhyun menghentikan langkahnya lalu menatap noona nya.

“Mencari Yoona?”

Kyuhyun sedikit bingung bagaimana noona nya langsung bisa mengetahui apa yang sedang dicarinya. Tapi ia elakkan hal itu. Mungkin noona nya akan mengatakan keberadaan Yoona. Karena ia tidak mau rencana awalnya gagal.

“Ne..”

Kyuhyun mulai mendekati Ahra

“Yoona pulang ke Busan..” Ucap Ahra santai sambil melanjutkan tontonanya.

Kyuhyun tersentak. Ia pun langsung duduk disebelah Ahra. Ia menatap Ahra dengan terkejut. Ahra yang mendapat tatapan aneh Kyuhyun melirik Kyuhyun dengan ngeri.

“MWOYA?” Tanya Kyuhyun kaget.

“Ah Kyu, kau tidak tuli kan? Ne, Yoona pulang ke Busan tempat tinggal orang tua nya.” Jawab Ahra malas. Ia menekan-nekan tombol remot televisi mengganti channel tv yang bagus.

“Tapi dia tidak berbicara tentang hal itu kepadaku”

Walaupun suara channel televisi berganti terdengar jelas ditelinga nya. Ia tetap memfokuskan mata nya ke Ahra.

“Mungkin karena ia terlalu terburu-buru jadi ia lupa memberitahumu. Nyatanya kami diberitahu, kau itu yang sering pergi entah kemana jadi berita yang ada dirumah kau tidak mengetahuinya” jelas Ahra, ia tidak membalas tatapan adiknya . Tetap menonton acara televisi.

Kyuhyun yang mendengar ucapan Ahra sedikit merasa kesal yang sedikit menyinggung dirinya. Tapi ia kembali memikirkan Yoona.

“Memang terjadi sesuatu?”

“Ayah Yoona sedang sakit parah, dan Yoona ingin sekali merawatnya” ucap Ahra

Kyuhyun yang mendengar itu langsung berjalan meninggalkan noona nya. Meninggalkan noona nya yang sibuk berceloteh kesal karena sikap adiknya.  Kyuhyun masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya ditempat tidurnya.

Ia mengeluarkan 2 tiket film yang tadi dibelinya. Membuka nya lalu menatapnya lekat. Ia menghela nafas.

 

Rencana nya gagal.

“Kenapa kau tak memberitahuku dulu Yoona?”

***

 

Kyuhyun  berbaring memandang langit-langit kamarnya. Kedua lengannya saling mengapit untuk tempat menopangkan kepala nya. Bosan. Tidak ada suatu kegiatan yang membuat dirinya senang, sangat membosankan. PSP yang sering menjadi pegangannya dulu terbaring diam di sofa kamar nya. Entahlah, ia bosan karena harus memainkan game itu itu terus kemudian memenangkannya dengan mudah. Ia menghela nafas panjang. Sejak kepergian Yoona ke Busan, ia merasa sangat-sangat bosan. Tidak ada yang bisa ia goda, ia kerjai setiap hari nya.

 

Tidak ada yang membuat dirinya selalu menang dan tertawa.

 

Kyuhyun bangkit dari tidurnya, berjalan menuju pintu tepat disebelah kamar nya. Masuk kedalam kamar tersebut, ia melihat kesekeliling ruangan, semuanya dihiasi oleh barang-barang wanita. Terdapat foto-foto yang berjejer rapi di atas meja sang penghuni kamar. Dari foto dirinya kecil, menengah dan hingga kini. Ia mengamati satu-satu foto tersebut. Tersenyum kecil. Ia membayangkan betapa manisnya Im Yoona dulu.

Mata nya berhenti pada sebuah foto Yoona dan seorang lelaki. Ia kembali menghela nafas panjang.

“Ck,, Lee Donghae”

Di foto itu, terlihat bahu Yoona dirangkul oleh Donghae saat masih memakai seragam sekolah. Ekspresi mereka memancarkan aura kebahagiaan. Membuat Kyuhyun makin malas melihatnya. Ia beralih pada sebuah foto yang ukurannya lebih besar daripada foto-foto sebelumnya. Terlihat Yoona sedang menggandeng tangan pria yang usia nya mungkin sudah lanjut. Bisa ditebak bahwa pria itu adalah ayah nya Yoona.

Kyuhyun membanting kasar tubuhnya diranjang Yoona. menghela nafas panjang. Sekedar mengingat saat detik-detik kamar itu masih menjadi miliknya. Tidak. Bukan hal itu yang teringat, melainkan wajah Yoona yang selalu muncul di ingatannya. Mencoba mengedip-ngedipkan mata nya agar pandangan nya tidak lagi hanya mengingat Yoona. Tidak berhasil. Akhirnya ia mengakuinya. Betapa ia sangat merindukan sosok penghuni kamar ini. Yeoja yang baru dikenalnya beberapa bulan. Yeoja yang tiba-tiba merebut hak milik kamar nya. Ya, yeoja itu adalah Im Yoona. Disaat ia ingin merubah sikapnya agar Yoona mau menganggapnya. Yoona malah pergi. Kecewa. Memang, tapi ini bukan salah siapa-siapa. Yoona sangat menyayangi ayahnya, dan semua anak memang harus melakukannya. Ia sangat ingin menyusul Yoona ke Busan. Tapi Ia tidak tahu mesti kemana. Ia tidak pernah ke Busan, bagaimana ia bisa tahu letak rumah ayah Yoona.

 

***

Lima hari kemudian ternyata Yoona belum juga pulang. Kyuhyun pun makin resah. Ia kira tidak lama lagi Yoona akan pulang, ternyata tidak. Sejurus itu, ia memutuskan untuk menyusul Yoona tanpa memikirkan resiko yang mungkin terjadi jika ia pergi kesana.

Ia pun pergi tanpa memberi tahu ke keluarganya yang sebenarnya bahwa ia akan menyusul Yoona. Ia mengatakan kalau ia pergi ke Busan karena ada acara camping yang diselenggarakan dari sekolah nya.

Padahal sebenarnya. Orang tua nya telah mengetahuinya, hanya saja mereka tidak mengatakannya kepada Kyuhyun.

***

Setelah mendengar himbauan pemberitahuan bahwa kota tujuan yang mereka kunjungi telah sampai. Kyuhyun mulai menyiapkan tas yang telah dibawanya untuk turun dari kereta yang telah membawanya berjam-jam hingga sampai di Busan.

Ia membungkuk dan tersenyum kepada masinis yang berdiri dipintu keluar kereta yang tadi dinaikinya. Lalu berjalan keluar dari stasiun Busan.

Ia menghirup nafas segar yang  jarang ditemuinya saat berada di Seoul. Di Busan benar-benar sejuk, masih banyak pepohonan hijau yang mengiringi perjalananya di sana. Mata nya tak henti memandang keadaan kota Busan. Bibirnya pun terus dihiaskan oleh senyuman keterpukauan oleh suasana yang damai dikota Busan. Tidak ada bangunan-bangunan tinggi yang biasa berderet tersusun rapi saat di Seoul, hanya beberapa bangunan toko dan rumah-rumah warga yang berderet disepanjang jalan.

Kyuhyun mengambil secarik kertas dari saku celananya. Kertas yang telah dilipat-lipatnya hingga ukurannya kecil. Ia pun membacanya.

“Kira-kira dimana letak rumah Yoona”

Ia kembali memandang sekitar. Mencari orang untuk bertanya, mana tahu orang itu mau menunjukan tempatnya. Pencarian mata nya berhenti saat melihat seorang laki-laki yang telah agak berumur berjalan mendekatinya. Ia mulai menggunakan kesempatannya untuk bertanya kepada laki-laki tersebut.

“Jogyeo, agashi apakah kau tahu dimana alamat rumah ini ?”

Kyuhyun menunjukan secarik kertas tadi kepada laki-laki tersebut. Menunggu nya agar laki-laki itu bersuara.

“Ah kebetulan alamat ini didekat rumah saya. Kalau mau kita berangkat bersama-sama”

Sepertinya dewi fortuna sedang memihak kepada Kyuhyun sekarang. Tanpa perlu sibuk mencari alamat itu ternyata ada orang yang kebetulan tinggal dekat dengan rumah Yoona.  Ditambah dengan tumpangan gratis. Kyuhyun menyunggingkan senyumnya lalu mengangguk mengiya kan tawaran laki-laki tersebut.

Ternyata laki-laki atau yang biasa dipanggil tuan Park itu adalah tetangga tuan Im atau ayahnya Yoona. Ia pun telah mengetahui maksud kedatangan Kyuhyun yang datang jauh-jauh dari Seoul yang ternyata ingin menemui Yoona, anak perempuan dari tuan Im, tetangganya.

 

Ck, dasar anak muda. Baru ditinggal pasangannya sebentar saja sudah tidak bisa menahan rindu untuk bertemu.

Tuan Park terkekeh geli didalam hatinya.

 

“Kyuhyun ssi kita sudah sampai”

Tuan Park mematikan mesin mobil pick up nya lalu memandang Kyuhyun yang dari tadi hanya memandang keluar jalanan lewat jendela mobilnya.

“Ah ne” Kyuhyun yang baru menyadari kalau dirinya telah sampai di tempat tujuannya tersenyum dan menganggukkan kepalanya kepada Tuan Park. Ia kemudian turun sambil mengaitkan tas punggung ke bahunya. “Gomawo Tuan Park. Sekali lagi Gomawo untuk tumpangannya” Kyuhyun membungkukkan tubuhnya untuk memberi salam kepada Tuan Park.

Tuan Park tersenyum “Ne, cheonmanayo” tangannya menepuk pelan bahu Kyuhyun. “Oh ya, itu rumah tuan Im. Dan dua rumah setelahnya adalah rumah saya. Kapan-kapan mampir ne?” Tuan Park menunjuk rumah Tuan Im dan juga rumahnya. Ia kembali menepuk bahu Kyuhyun pelan sekedar pamit untuk pulang kerumahnya. Kyuhyun membalas senyuman Tuan Park dan kembali membungkukkan badannya.

Kyuhyun masih berdiri menunggu Tuan Park masuk kedalam rumahnya. Setelah dikirannya sudah, ia mulai berjalan menuju rumah yang tadinya ditunjuk Tuan Park. Ia berhenti didepan pintu rumah tersebut. Menarik nafas panjang untuk mengurangi kegugupannya. Satu tangannya sudah disiapkannya untuk mengetuk pintu tersebut.

Ia kembali menarik nafas panjang.

Lalu Mulai mengetuk pintu berbahan kayu. Tiga kali ketukan tidak ada jawaban. Ia ulangi kembali. Kembali tidak ada jawaban. Mulai muncul keraguan dibenaknya kalau rumah itu adalah rumah Yoona.  Ia pun mengintip dari jendela rumah tersebut. Memang kosong. Tetapi muncul ide di otaknya untuk menghubungi nomor Yoona. Sayup-sayup suara dering ponsel yang masih ingat dibenaknya sedikit terdengar ditelinganya. Ia lebih mendekatkan telinganya ke jendela rumah tersebut, dering ponsel tersebut makin jelas terdengar. Ia pun kembali meyakini bahwa rumah itu adalah rumah Yoona.

Ia mengetuk kembali pintu rumah itu.

“Yoona..”

Panggilnya, menambah suara agar Yoona bisa mendengarnya. Tapi tetap tidak ada jawaban. Ia pun mengacak rambutnya frustasi karena sang pemilik rumah yang ditunggu-tunggu tak kunjung keluar. Ia menghentakkan tangan nya dan tak sengaja mendorong gagang pintu tsb. Bunyi pintu terbuka pun mengaggetkan Kyuhyun, menatap bingung pintu tersebut. Ia memandang sekitar, memastikan ada keberadaan orangkah disana, ternyata tidak ada.

Beberapa dugaan buruk mulai muncul, dari mulai pencuri atau penjahat yang mungkin masuk diam-diam untuk menyergap orang yang didalam. Kepanikkan mulai muncul diwajahnya.

Perlahan ia mulai membuka pintu rumah itu, melangkahkan kakinya perlahan. Tak lupa memasang ancang-ancang mana tahu penjahat yang masuk itu akan menyerangnya. Matanya terus sigap memerhatikan semua sudut rumah Yoona. Bibirnya juga tak berhenti memanggil nama Yoona pelan. Hingga ia berhenti berjalan, berdiri menyender didinding untuk mengintip keadaan dikamar pertama yang pertama ia lihat dan hendak ia masuki.

Kosong.

Ia pun memasuki kamar tersebut. Memandang sekitar. Terdapat pernak-pernik yang sama saat ia memasuki kamar Yoona yang berada dirumahnya. Bisa ditebak mungkin kamar yang ia masuki adalah kamar Yoona.

 

Sepertinya sang pemilik kamar tidak ada dirumah. Batinnya.

 

Ia pun berjalan mengelilingi kamar Yoona, memerhatikan satu-satu apa saja yang berada disana. Ia pun melihat ponsel Yoona tergeletak di meja belajar Yoona. Ia pun mengambilnya.

“Ponselnya disini, tapi dimana pemiliknya?” Ucap Kyuhyun pelan.

 

Please Baby, baby, baby.. Geudaega nae aneh..

 

Lantunan suara perempuan tiba-tiba terdengar jelas ditelinga Kyuhyun. Membuat Kyuhyun menoleh. Matanya kembali bekerja  memandang sekitar.

 

Neomudo gipi deureohwa, bo ilga ironnae sujubeun geobaek..

 

Ia berjalan, mulai mendekati suara itu.

 

Please Baby, baby, baby… salm yeoshi dahgahgah

 

Suara gemuruh air pun juga tak luput dari pendengarannya. Ia tidak melihat kemana ia berjalan, hanya telinga dan kakinya saja yang bergerak mengikuti suara itu.

 

Jageun mokssoriro gakka-i,, neo man deulligeh malhae julge..

 

Kakinya pun mulai berhenti berjalan saat ia merasa suara itu sudah cukup jelas didengarnya. Ia mulai menatap kedepan.

 

Sebuah pintu.

 

Suara gemercik air berdesir terdengar. Hingga beberapa detik kemudian terdapat decitan suara keran air yang diputar untuk memberhentikan air mengalir.

 

Kamar mandi.

 

Itulah yang biasa disebut orang-orang untuk menyebut bagian terpenting dari rumah. Tubuh Kyuhyun menjadi merinding, bukan takut. Hanya saja ia merasakan ada sesuatu yang akan terjadi.

Ia masih berdiri didepan pintu kamar mandi tersebut, malah sangat dekat. Lebih kurang berjarak 15 senti dari tubuhnya.

 

Nanana.. Nanana..

 

Suara itu ternyata belum menghilang, malah makin dekat terdengar. Keringat dingin mulai menetes dari dahi Kyuhyun. Ia telah mengetahui, mungkin ada sesuatu didalam kamar mandi Yoona ini. Seseorang, yang mungkin saja bukan Yoona.

Langkah kaki ringan mulai mendekati pintu tersebut. Hingga suara decitan pintu terbuka.

 

Ternyata seorang wanita.

 

Wanita itu terus menyenandungkan lagu nya. Tanpa fokus dengan apa yang didepannya. Rambut yang basah, dan memakai handuk yang hanya menutupi bagian dada hingga paha nya. Yang bisa disebut, ia selesai membersihkan diri atau mandi. Setelah ia selesai menutup pintu kamar mandinya. Matanya terbelalak melihat apa yang sedang berada didepannya.

 

“KYAAAAA!!!!”

Wanita itu berteriak histeris. Teriakan itu berlangsung cukup lama, karena ternyata orang yang didepannya itu tidak bereaksi apa-apa.

Orang itu hanya memandang wajah dan menuju tubuhnya. Wajah keterkejutan pun muncul di wajahnya. Membuat sang wanita ikut penasaran apa yang dilihatnya. Ia pun ikut memerhatikan apa yang diperhatikan olehnya.

 

Dan ternyata.

 

Handuk yang ia pakai telah merosot hingga kebawah.

 

“KYAAAAAAAAA!!!!”

 

Kali ini sepertinya teriakan wanita itu lebih meninggi. Tangannya sudah terlambat untuk menutupi seluruh bagian tubuhnya. Dan yang hanya bisa ia lakukan adalah berteriak sekencang-kencangnya.

 

Tapi ia berhenti berteriak, karena ada sebuah tubuh yang

 

Memeluknya..

 

Wanita yang ternyata pemilik kamar itu hanya berdiri membeku dipelukan hangat Kyuhyun. Air mata yang ternyata telah muncul dipelupuk mata nya menjadi jatuh. Meluapkan perasaan takut dan

malu.

 

Satu detik.

Dua detik.

Tiga detik.

 

Yoona berusaha mendorong tangannya dari tubuh Kyuhyun yang memeluknya. Tapi ditahan oleh Kyuhyun. Ia tak menyerah, didorongnya lagi tubuh Kyuhyun dan akhirnya terlepas. Sesaat kemudian terjadi kontak mata antar keduanya. Yoona yang menyadari kalau tidak ada sehelai benang pun menutupi tubuhnya, kemudian menatap tubuhnya sendiri.

 

Dan ia menangis.

Merasa malu,

Dan terkejut.

 

Kyuhyun pun kembali memeluknya.

 

Kali ini menggunakan dua tangannya agar Yoona bisa lebih leluasa menangis dibahu nya.

 

“Tetap lah seperti ini. Agar aku tidak bisa melihatmu”

 

Yoona menuruti apa kata Kyuhyun. Ia hanya bisa diam dan menangis. Sejenak, terasa hangat merasuki tubuh dinginnya. Membuat dirinya merasa nyaman. Isakan tangisnya tak berhenti. Dan itu membuat Kyuhyun melakukan sesuatu gerakan tiba-tiba.

Kyuhyun melangkahkan beberapa langkah kakinya sedikit kedepan. Membuat Yoona refleks termundur mengikuti langkah Kyuhyun. Jantung Yoona pun mulai berdegup kencang, menunggu apa yang akan Kyuhyun lakukan padanya.

 

Yoona memejamkan matanya.

 

Sedetik kemudian.

Tidak terjadi sesuatu.

 

Ia merasakan sebuah kain hangat mulai menyelimuti tubuhnya.

Ia pun membuka mata.

 

Terlihat Kyuhyun sedang menutupi tubuhnya dengan handuk yang sebelumnya terjatuh dari tubuhnya.

 

Terakhir.

Ia menjatuhkan tas ranselnya.

Membuka jaket yang dipakainya hingga memperlihatkan kaus biru casual yang dipakainya. Dikaitkannya jaket itu dibahu Yoona. Agar bisa menutupi bagian depan Yoona. Ia menyatukan bagian depan jaketnya itu dengan tangannya. Matanya mengisyaratkan agar tangannya ikut menggantikan tangannya memegang bagian jaket yang disatukannya itu untuk menutupi bagian dada nya. Yoona melakukannya. Sebentar ia menunduk. melihat jaket yang dipakaikan oleh Kyuhyun. Lalu mendongak lagi menatap Kyuhyun yang tersenyum simpul padanya.

 

Kejadian itu membuat Yoona berhenti menangis. Tetapi masih jelas beberapa air mata belum kering dipipinya. Kyuhyun yang mengetahui hal itu. Diangkat jari nya untuk mengelap bagian pipi yang masih basah oleh air mata Yoona.

 

Yoona tak bergeming. Menatap Kyuhyun lekat.

 

“Maaf,  Aku telah melihatmu. Tapi aku memang benar-benar tidak bermaksud-” jari Kyuhyun masih  lekat pada pipi Yoona. Dan membelainya sedikit. “Aku tidak bermaksud melihatmu seperti ini” jarinya kini berjalan menyusuri bibir Yoona, yang ikut dibasahi oleh air mata Yoona. “Aku,  tidak tahu..” Tak terasa kini tangannya sampai didagu Yoona. Kaki nya melangkah mendekati Yoona. makin mendekat. Tepatnya diwajah Yoona.

 

Sekarang benar-benar dekat. Membuat Yoona refleks memejamkan mata nya. Dan tak bergerak sama sekali.

 

Semakin mendekat. Hingga hanya terjarak 2 senti dari bibirnya.

 

Tapi tiba-tiba Kyuhyun

 

Berhenti.

 

“Euhm.. Maaf”

 

Yoona membuka mata nya.

 

Tersirat kekecewaan dibalik mata indahnya.

 

Kyuhyun kembali bergerak mundur keposisinya semula. Mengusap tengkuknya. Ia lalu mengambil ransel yang tadi terletak dibawah. Mengaitkan dibahunya seperti diawal. Ia belum berani menatap Yoona. Hanya menatap kearah lain.

“Euhm.. Aku, akan menunggu diluar.”

 

Kyuhyun berjalan meninggalkan Yoona yang tetap berdiri terus memandangnya. Hingga ia hendak menutup pintu. Melemparkan sebuah tatapan yang belum terlihat artinya.

 

Dan ia menutup pintu.

***

 

“Kyuhyun.”

Kyuhyun menoleh. Segera berdiri melihat Yoona yang telah rapi berdiri didepannya. Memakai sweater biru dan celana putih selutut, dipadu dengan syal putih yang sepadan dengan warna celana nya. Dengan tas selempangan sederhana, bergambar boneka rilakuma yang mengesankan keimutan di permukaan depan tasnya. Rambut nya dijalin satu kebelakang. Membuat Yoona terlihat lebih manis.

Kyuhyun sedikit terpana melihat penampilan Yoona yang sederhana tapi dapat menggetarkan hatinya.

Yoona tersenyum malu mendapati Kyuhyun yang terus memandanginya.

“Aku akan melihat appa dirumah sakit. Jadi apa kau, mau ikut?”

***

 

Kecanggungan disiang hari itu pun menghinggapi mereka berdua. Dari berjalan menuju halte, menunggu bus dihalte  hingga berada didalam bus. Tidak ada yang berani mengeluarkan suara terlebih dahulu. Mungkin karena setelah kejadian itu.

Kini, mereka sedang berada didalam bus. Duduk dipojok kanan belakang.

Memang pengunjung bus sangat sepi, hanya terlihat beberapa orang duduk terpisah-pisah didepan mereka.

Yoona melihat kearah luar jendela. Terus tersenyum seketika angin menerpa wajah manis nya. Kyuhyun yang berada disebelahnya hanya menatap Yoona dengan seksama. Kadang tersenyum diam-diam hanya karena melihat wajah Yoona.

Kadang Yoona memergoki Kyuhyun sedang menatap dirinya. Tapi Kyuhyun cukup cerdas. Ia cepat-cepat mengalihkan pandangannya keluar jendela atau ke depan. Membuat Yoona menjadi sempat ragu.

Dan kembali itulah yang terjadi.

Hening.

Hingga bus yang mereka naiki berhenti tepat dihalte rumah sakit tempat ayah Yoona dirawat.

“Appa!”

Yoona berlari kecil girang seketika pintu ruangan ayahnya terbuka. Berhambur pelukan ke tubuh ayahnya yang sedang duduk ditempat tidurnya.

“Ada apa Putri Yoona ku yang cantik..?”

Yoona melepas pelukkan dari Ayahnya. Menatap ayahnya seakan-akan berbicara melarangnya untuk memanggil dirinya seperti itu. Karena ia malu jika panggilan itu didengar Kyuhyun. Ayah Yoona terkekeh geli melihat tatapan Yoona. Tapi ia pasti akan menurutinya.

Karena apapun untuk Yoona,

Ia akan melakukannya.

 

“Aku membawa seseorang untukmu..”

Ayah Yoona langsung menoleh kearah pintu. Dan terlihatlah Kyuhyun yang memakai kaus casual biru memasuki ruang inap ayah Yoona. Tak lupa dengan senyum simpul nya.

Tak lama Kyuhyun telah sampai didekat tempat tidur ayah Yoona. Berdiri tepat disamping Yoona. Mereka saling mengumbarkan senyum. Belum mengatakan apapun. Hingga Yoona yang memecahkan keheningan antara ayahnya, dirinya, dan juga Kyuhyun.

 

“Sepertinya obat appa telah habis” Ucap Yoona seraya memegang obat-obatan ayahnya yang terletak pas disamping ranjang ayahnya. “Aku akan meminta lagi kepada Suster. Sementara kalian mengobrol dulu sambil menunggu ku kembali.” Yoona yang tadi duduk di sebelah ranjang ayahnya .menatap sebentar Kyuhyun, setelah mendapat anggukan dari Kyuhyun, ia pun tersenyum.

Yoona melangkahkan kakinya pergi meninggalkan ruangan ayahnya. Kyuhyun dan ayah Yoona atau yang biasa dipanggil tuan Im  terus memerhatikan Yoona hingga ia menghilang dari ruang ayah Yoona.

 

“Kyuhyun.”

 

Kyuhyun yang mendapat panggilan pelan itu sontak menoleh ke sumber suara. Yang ternyata adalah ayah Yoona.

 

“Tolong..”

Ayah Yoona membaringkan tubuhnya ke ranjangnya.

 

“Tolong jaga Yoona..” Ia menatap Kyuhyun memohon. Wajah pucat dan tua lebih terlihat sekarang. Menyiratkan kesedihan yang mendalam. Kyuhyun ikut memandang tuan Im, memegang salah satu tangannya seraya mengangguk.

 

Ayah Yoona memang telah menyimpan rahasia ini sangat lama. Tentang penyakitnya. Ia telah mengidap penyakit ginjal kronis selama 5 tahun. Salah satu alasan dirinya mengirim Yoona ke Seoul, adalah agar Yoona bisa tinggal mandiri disana dibantu dengan keluarga Cho jika nanti dirinya telah tiada. Ia telah memikirkan lama hal itu. Tuan Cho dan istrinya juga telah mengetahui tentang ini, tapi karena ia dilarang untuk memberitahu Yoona yang sebenarnya jadi mereka tetap tutup mulut. Walaupun kadang perasaan bersalah menghinggapi mereka.

Mendapat berita kalau tuan Im sakit bukan lagi hal yang mengejutkan bagi mereka. Hanya doa dan semangat yang mereka berikan melalui sambungan telepon. Sekedar memberi tahu keadaan Yoona baik-baik saja bersama mereka di Seoul. Adalah salah satu permintaan tuan Im kepada tuan Cho dan istrinya. Karena hal itu sudah membuat dirinya lega. Dan bisa menikmati masa-masa terakhirnya dengan tenang.

Sebenarnya ia menyesalkan ada yang telah memberitahukan kepada Yoona tentang penyakitnya. Memang ia sangat merindukan putri satu-satunya yang sangat disayanginya itu. Tapi ia tidak mau Yoona melihatnya pergi meninggalkan dirinya. Pergi dari dunia ini. Ia tidak ingin Yoona mempunyai beban karena selalu memikirkannya. Ia ingin Yoona hidup dengan bahagia, dengan dirinya atau

 

Tanpa dirinya..

 

Kyuhyun mendengar semuanya. Perasaan terkejut dan Terharu bercampur adu  mendengar semua cerita dari ayah Yoona. Mempercayakan dirinya untuk menjaga Yoona membuat Kyuhyun seketika bahagia. Tapi juga ia merasa sedih. Ia tidak pernah membayangkan bagaimana jika Yoona nanti mengetahui ayah nya meninggal.

 

Ia juga tidak tahu.

 

Sementara ini, ia hanya bersiap-siap.

 

“Apa yang telah kalian bicarakan tanpa ada aku?”

Seketika pintu terbuka. Memunculkan Yoona dengan sebuah kantong berisi obat-obatan ditangan kirinya. Ia membuat senyuman penasaran kepada ayah nya dan Kyuhyun. Tuan Im dan Kyuhyun pun juga tersenyum melihatnya. Sebuah senyuman yang penuh arti, tapi tidak diketahui oleh Yoona

Tapi tidak lama, ia kemudian berbaur dengan mereka.

***

 

Hari pun semakin malam. Kyuhyun telah membuat jadwal kalau malam ini ia harus pulang ke Seoul. Tetapi tidak sendiri. Karena ia kesini untuk menjemput Yoona.

Bahkan sebelum ia meminta untuk Yoona kembali dengan dirinya ke Seoul kepada tuan Im. Tuan Im malah yang meminta duluan, menyuruh Kyuhyun untuk membawa Yoona pulang ke Seoul bersamanya. Karena mungkin tak lama lagi, waktu nya telah habis.

Dua minggu bersama dengan Yoona telah cukup dirasakan Tuan Im. Bahkan sangat membahagiakan. Yoona adalah anak yang baik. Tidak pernah membuat dirinya kecewa sekalipun. Membuat dirinya merasakan beruntungnya dia mempunyai Yoona. Dan sekarang sepertinya waktunya sebagai ayah Yoona sudah cukup. Ia harus pergi, menyusul istrinya yang sudah duluan pergi meninggalkan mereka.

 

Kyuhyun teringat lagi cerita tuan Im. Membuat ia terus memandangi Yoona yang sedang bersenda gurau dengan ayahnya. Tidak sengaja ia terlihat tuan Im menganggukan kepala nya, memberi tahunya bahwa inilah saatnya. Kyuhyun pun ikut mengangguk, lalu berdiri dan berjalan ke arah Yoona. Ia memegang pundak Yoona. Membuat Yoona sontak menoleh kearahnya

 

“Yoona, ayo pulang..”

 

Yoona mengernyitkan dahi nya. Memandang Kyuhyun dengan bingung.

 

“Pulang kemana?”

 

Kyuhyun yang mendapat pertanyaan seperti itu langsung terdiam dan melihat tuan Im,  bertanya apakah boleh ia mengatakannya sekarang. Dan tuan Im mengangguk

 

“Seoul..” Ucap Kyuhyun lirih, tetapi masih terdengar jelas.

“Tapi aku harus menemani appa hingga sembuh”

 

Yoona memeluk bahu ayahnya menggunakan lengan kanannya. Menaruh kepala nya di pundak Ayahnya. Seakan berjanji akan terus menemani ayah nya yang sangat disayanginya hingga sembuh.

 

Kyuhyun pun makin tak tega. Pemandangan itu, tidak tega ia hancurkan. Ia ingin Yoona tetap seperti ini.

Bahagia.

 

Tapi sekali lagi, ini permintaan ayah Yoona.

Dan ia berjanji melakukannya.

 

Tetapi Kyuhyun tetap tak bersuara. Ia kembali tak menaruh hati untuk membawa Yoona, sedangkan tuan Im sendiri menunggu waktu akan habis berputar untuk menjemput dirinya dari dunia ini. Kyuhyun mengepalkan tangannya. Terus menatap Yoona dengan sayu.

Tuan Im memaklumi apa yang dirasakan Kyuhyun. Ia juga sedih. Hatinya sakit. Ia ingin terus bersama dengan putri nya. Ingin menemani Yoona dan melakukan apa yang belum bisa ia lakukan hingga sekarang. Tapi sepertinya itu harapan layu. Penyakit itu, tidak akan hilang seketika dengan mudah. Ia tidak mengeluh. Ini memang takdir. Mungkin ini memang jalan terbaik bagi dirinya dan Yoona. Ia menguatkan hatinya sekali lagi. Ia harus merelakan Yoona.

Dan itu, jangan sampai gagal.

 

“Yoona.. Appa tidak apa. Kau terpaksa meninggalkan sekolah mu lama hanya untuk merawat appa, itu sangat merugikanmu. Appa ingin kau kembali ke Seoul dan melanjutkan sekolahmu. Karena itu yang appa ingin lihat. Ingin melihat Yoona sukses di Seoul..”

Tuan Im berusaha mati-matian agar air mata nya tidak jatuh. Melihat anak nya sedekat ini. Ia tidak mau menunjukan sisi lemahnya kepada Yoona.

Kyuhyun hanya bisa mendengar. Walaupun ia baru bertemu dengan tuan Im sekarang. Tapi ia juga bisa merasakan semua. Menahan pedih bahwa kenyataannya sebentar lagi tuan Im akan pergi. Meninggalkan anak semata wayang nya.

 

“Tapi appa, Yoona bisa kembali sekolah disini. Yoona hanya ingin bersama appa. Disamping appa..”

Berbendung-bendung air sepertinya sudah memaksa untuk dikeluarkan dari mata Tuan Im. Membuat ia memejamkan mata nya. Menahan nafas sesaknya.

 

“Tapi, appa ingin kau pergi ke Seoul. Melanjutkan mimpi mu untuk bersekolah disana. Bukankah appa telah berjanji mengizinkanmu untuk bersekolah disana? Jangan terlalu pikirkan appa. Appa baik-baik saja disini”

Tangan tuan Im mengenggam tangan Yoona. Memberi senyum tulus yang membuat hati Yoona agak luruh dan mengikuti kata ayah nya. Tuan Im membelai lembut rambut anaknya

 

“Tapi appa akan sembuh kan? Janji akan cepat sembuh tanpa ada Yoona?”

Tuan Im mengecup dahi Yoona singkat

 

“Iya, appa akan sembuh untuk Yoona”

Bohong.

Semuanya bohong. Ucapan itu memang doa yang sangat ia harapkan terkabulkan. Tapi sepertinya memang tidak akan terjadi. Kembali, ia menahan air mata nya agar tidak jatuh.

Tuan Im mengambil sebuah kotak yang berada dilaci meja kamar rumah sakit tsb. Sebuah kotak segi empat. Seperti tempat perhiasan yang biasa dijumpai di toko-toko perhiasan, hanya saja ini agak besar.

Ia membuka kotak itu. Mengambil isi didalamnya. Yang ternyata adalah sebuah kalung.

Ia mengisyaratkan agar Yoona duduk berbalik membelakanginya. Setelah sudah ia memasangkan kalung berliontinkan hati dileher Yoona.

Yoona pun kembali berbalik menghadap ayahnya. Memegang kalung itu dan menatapnya seksama.

 

Sangat indah.

 

“Itu, peninggalan Umma- dulu. Sepertinya dipakai olehmu kalung itu terlihat lebih berkilau. Kau cantik Yoona..”

Tuan Im membelai lembut pipi Yoona membuat Yoona tersenyum. Yoona memeluk ayahnya. Berterima kasih tanpa ucapan. Tapi sepertinya ayahnya menerima nya dengan baik.

 

“Yoona.. Ini sudah waktunya”

Tiba-tiba Kyuhyun memecah keheningan. Membuat Yoona melepaskan pelukkannya dan memandang Kyuhyun. Ia mengangguk mengerti dengan peringatan Kyuhyun kalau waktunya sudah datang untuk pergi ke Seoul, meninggalkan Busan. Meninggalkan ayahnya.  Lalu ia kembali  menatap ayahnya.

Yoona kembali memeluk ayahnya. Kali ini jauh lebih erat. Air mata nya pun kini terjatuh.

 

“Aku menyayangimu appa. Sangat menyayangimu.. Segeralah sembuh agar bisa melihatku sukses di Seoul..” Ucap Yoona hampir terisak. Ia benar-benar tidak ingin meninggalkan ayahnya seperti ini. Ia ingin merawat ayahnya hingga sembuh. Tapi ia juga ingin menuruti kata ayahnya agar ia bahagia.

Kalimat terakhir itu sangat tidak mungkin untuk dikabulkan oleh tuan Im. Karena saat itu, mungkin ia tidak berada lagi dibumi ini. Mungkin memang bisa melihatnya, tapi dengan penglihatan berbeda. Sebagaimana orang yang telah mati sedang melihat keadaan bumi setelah dirinya tidak ada

Tanpa Yoona tahu, tuan Im meneteskan air mata dibahu Yoona. Tersenyum bahagia karena rencana nya berhasil. Tangannya mengelap cepat air matanya agar Yoona tidak memergoki dirinya menangis. Ia menumpahkan semuanya dengan pelukan. Hanya mengeratkannya.

 

Karena ia tahu.

 

Pelukkan ini akan menjadi terakhir.

 

Salam perpisahan terakhir  dari dirinya.

 

Yoona melepaskan pelukannya. Mengelap air mata nya yang jatuh lalu mencium pipi kanan ayah nya. Ia pun berdiri. Senyum bahagia terus terpampang di wajah cantiknya. Membuat tuan Im tidak menyesalkan apa yang telah ia perbuat. Ia ingin senyuman itu akan terus terpampang diwajah Yoona. Walaupun ia tidak bisa melihatnya secara langsung. Tapi ia bisa memantaunya dari dunia lain, tempat dimana ia telah pergi dari dunia itu.

 

“Kalau begitu. Jaga diri appa baik-baik. Makan yang teratur dan jangan lupa minum obat mu..”

 

Tuan Im mengangguk seraya tersenyum mengiyakan permintaan Yoona.

 

Yoona menjajarkan dirinya dengan Kyuhyun, menatapnya sebentar mengisyaratkannya kalau dirinya telah siap untuk pulang ke Seoul. Karena sekarang sepertinya ayah nya tidak apa-apa. Ia yakin kalau sebentar lagi ayahnya akan sembuh. Tetapi tetap ada suatu hal yang terus mengganjal hati nya.

 

Melarangnya untuk pergi…

 

Kyuhyun berjalan mendekati tuan Im. Memandangnya sebentar lalu memeluknya.

 

“Tolong jaga dia..”

 

Bisik tuan Im yang terdengar lirih di telinga Kyuhyun.

 

Kyuhyun mengangguk. Lalu melepaskan pelukannya dari tubuh tuan Im.

 

Dan itu yang terakhir.

 

Pelukan terakhir dari tuan Im sekaligus pertama kali bagi dirinya.

***

TBC

***

Uh mian baru nge post. Belum sempet nulis, ketunda karena belajarnya terlalu diforsir untuk ujian 😀 *pinter juga kagak*hehehe

Kayaknya makin membosankan ya cerita nya. Tolong dimaafkan saja. Dan euhm, sepertinya New Love sebentar lagi akan berakhir. Jadi tunggu aja 🙂 ..

 

Gomawo 😉

 

Intansparkddict

New Love Part 5

Tittle.         : New Love part 5
Author.     : Intansparkddict
Genre.        : Comedy, Romance
Main Cast : I’m Yoona
Cho Kyuhyun
Lee Donghae

 

“sebenarnya aku… sedang menyukai seseorang” ia menundukan kepala nya terlihat seperti malu, aku tersenyum geli melihat nya saat ini
“Jinjja? Dengan siapa Oppa” aku merasakan pipi ku yang memanas,
“aku menyukai ……”

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

 

“Jessica”
Deg, jantung Yoona terasa seperti berhenti berdetak. Nama yeoja tersebut bukanlah nama yang ia harapkan untuk diucapkan Donghae. Ia sangat berharap jika nama itu adalah namanya, Im Yoona.
Yoona masih duduk mematung menatap Donghae. Donghae pun kelihatan bingung melihat reaksi Yoona yang tiba-tiba menjadi diam.

“Yoona?”
Jessica? Yeoja itu?

“Yoona ah?”
Kenapa bukan aku?

“Yoona, gwenchana?”
Donghae melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Yoona

“Ah ne, wae Oppa?”
Yoona berhasil terbangun dari lamunannya karena melihat lambaian tangan Donghae. Ia tersenyum gugup kepada Donghae

“Ya, aku menyukai Jessica. Bagaimana tanggapanmu?”

“Tanggapanku?”Donghae menganggukan kepalanya, mengiyakan pertanyaan Yoona

“Errr tanggapanku. Ya bagus”
Yoona tersenyum palsu kepada Donghae. Mendengar itu Donghae tersenyum senang ke arah Yoona, ternyata ia tidak salah memilih Jessica sebagai yeoja idamannya. Karena sahabatnya Yoona juga mendukungnya.
Sedangkan Yoona, ia sangat ingin cepat pergi dan tidak mau lagi mendengar curhatan Donghae tentang Jessica. Telinga nya memanas.Hatinya benar-benar bergemuruh. Namja yang telah lama disukainya ternyata malah menyukai yeoja lain.

“Jessica itu yeoja yang ma—”

“Oppa?”
Ucapan Donghae terpotong karena panggilan Yoona

“Ne?”

“Aku ini, siapa untukmu?”
Donghae terdiam sebentar, lalu ia terkekeh geli memandang Yoona. Tangannya pun mengacak-ngacak rambut Yoona

“Kenapa kau tanyakan hal itu padaku? Kau itu, pastinya Dongsaeng kesayanganku”
Dongsaeng? Hanya Dongsaeng?

Yoona kembali tersenyum palsu menatap kearah lain. Rasanya ia sangat ingin marah kepada Donghae, tetapi itu tak mungkin dilakukannya. Karena Donghae belum menjadi miliknya, ia hanya teman masa kecilnya hingga sekarang.
Wajar saja jika Yoona memiliki rasa terhadap Donghae, karena selama ini Donghae sangat memperhatikannya dan menjaga nya. Dan yang Yoona kira selama ini, kasih sayang Donghae terhadapnya adalah kasih sayang Namja terhadap Yeoja, bukannya kasih sayang Oppa terhadap Dongsaengnya.
Donghae terus berbicara tentang Jessica kepada Yoona. Donghae tidak tahu kalau sebenarnya Yoona sama sekali tidak mendengarkannya. Yoona hanya sibuk dengan pikirannya sendiri mencari cara agar ia bisa cepat pergi dari tempat itu.

Trring..

Suara bel pintu cafe tersebut berbunyi menandakan jika ada orang yang baru memasuki cafe tersebut. Beberapa pasang mata pun kadang menoleh karena sedikit terkaget mendengar deringan bel tersebut. Begitu juga Yoona dan Donghae. Donghae melihatnya sekilas karena ia rasa orang yang baru datang itu sama dengan orang-orang yang berada di cafe ini. Ya, tidak dikenalinya.
Lain halnya dengan Yoona, Mata Yoona terus memperhatikan orang itu, karena sampai saat ini pun ia masih sedikit terkejut melihat orang itu. Entah apa yang dipikirkan Yoona, tiba-tiba sebuah senyum terpampang dibibirnya. Ia pun kembali menatap Donghae.

“Oppa!”

“Ne?” Donghae menjawab Yoona sambil menyuapi makanan di mulutnya

“Aku rasa sekarang aku harus menemui namjachinguku”

“Nam-namjachingu?” Donghae berhenti mengunyah makanan yang ada dimulutnya. Lalu ia menatap Yoona.
Tanpa menjawab apapun Yoona berdiri dari tempat duduknya lalu ia menunduk sebentar untuk pamit kepada Donghae. Mata Donghae terus mengikuti gerakan Yoona. Donghae pun melihat Yoona menghampiri namja yang berdiri didekat pintu cafe tersebut. Ya, namja itu adalah orang yang ia lihat sekilas tadi beberapa waktu lalu. Ia melihat Yoona bergelayut mesra di lengan namja itu, karena jarak mereka tidak dekat Donghae tidak terlalu jelas mendengar percakapan yang mereka katakan. Hingga akhirnya Donghae melihat Yoona dan namja itu meninggalkan cafe tersebut.

“Namja itu, sepertinya aku pernah melihatnya. Tapi siapa?”

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kyuhyun pov

“Yaa, kau dimana? aku sudah didepan cafe yang kau bilang”
(Aku sudah didalam, dimeja nomor 25. Cepatlah kau masuk)
Aku mematikan ponselku setelah mengetahui posisi temanku. Aku pun mulai berjalan mendekati pintu cafe tersebut lalu membuka nya perlahan.

Trring..

Aiish bel ini. Kenapa disetiap cafe yang ku kunjungi pasti memiliki bel pintu. Sangat Membuatku risih. Lihat saja, beberapa pasang mata pun langsung melihat ke arahku setelah bel ini berbunyi.
Aku pun mengedarkan mataku mencari meja yang bernomor 25. Teman-temanku pasti sudah lama menungguku, jika aku terlambat kali ini mungkin saja aku tidak jadi ditraktir makan lagi.
Aiiissh kenapa disini begitu ramai, hingga begitu sulitnya aku menemukan teman-temanku.

“13, 21, 5”
Aku pun menghitung meja-meja yang berada di cafe ini. Saat aku mulai berjalan mencari meja bernomor 25 itu. Tiba-tiba saja ada yang memeluk lenganku. Aku pun terhentak dan langsung melihat orang yang memeluk lenganku

“Yoona?” Aku sangat terkejut melihat Yoona yang memeluk lenganku. Dan ia tersenyum manja padaku

“Chagi..”

“Chagi?” Aku mengernyitkan dahiku melihat tingkahnya saat ini. Dan apa yang kudengar. Chagi? Dia memanggilku chagi?

“Yaa apa yang kau lakukan!” Aku sedikit membentak ke arahnya. Tanganku pun terus berusaha melepaskan tangannya dari lenganku. Tapi ia kembali mengaitkan lagi tangannya di lenganku

“Chagi, ayo kita kencan ditempat lain” Yoona menyeretku mendekati pintu keluar cafe tersebut. Tetapi aku berusaha berhenti, menahan agar ia tidak bisa menyeretku lagi. Dan berhasil, ia tidak menyeretku lagi. Dengan cepat kuhempaskan tangannya dari lenganku

“Yaa, apa-apaan kau ini. Datang-dat—-”
Deg..
Ucapanku terhenti karena tiba-tiba Yoona memelukku. Ia memelukku sangat erat, entahlah mungkin ia takut jika aku memberontak lagi padanya. Sebenarnya apa yang ia lakukan saat ini?

“Kyu, kumohon.. bantu aku kali ini”
Yoona berbisik lembut ditelingaku.

“Ma-maksudmu?”
Ia kembali mengeratkan pelukannya. Bibirnya pun hampir menyentuh telingaku.

“Ikuti saja apa yang kulakukan”
Ia lebih berbisik kecil di telingaku. Hingga yang lebih terasa hanyalah deru nafasnya menerpa telingaku. Serius, kenapa hawa disini menjadi panas, apakah cafe sebagus ini tidak memiliki pendingin udara?

Dengan ragu aku pun menganggukan kepalaku.
Yoona melepaskan pelukannya lalu tersenyum kepadaku. Ia menggandeng tanganku dan membawa ku pergi dari cafe tersebut.
Ia pun terus menarikku menjauhi cafe tersebut. Sesekali aku melihat tanganku yang digandeng olehnya. Haaa jantung ku terus berdegup cepat. Apakah ini efek karena Yoona, atau karena aku terlalu lapar?. Makanan.. Oh ya teman-temanku?

Aku pun memberhentikan langkahku dan berhasil membuatnya berhenti menarikku. Ia pun langsung melepaskan tangannya dari tanganku saat melihatku menatapnya dengan tatapan tajamku.

“Mianhe Kyu, Jeongmal Mianhe..” Yoona terus menundukkan kepala nya berulang kali meminta maaf kepada ku

“Yaa apa yang sebenarnya kau lakukan hah!?”
Aku membentak ke arahnya. Ia menutupi kedua telinganya dengan tangannya agar tidak mendengarku . Aku berkacak pinggang melihatnya, menunggu penjelasan darinya.

“Aku tadi.. aku hanya ingin pergi secepatnya dari cafe itu” ia menundukan kepala nya tidak berani menatapku.

“Lalu kenapa kau harus mengajak aku hah!” Aku kembali membentak ke arahnya. Sudah kutebak ia kembali menutupi telinga nya dengan tangannya.

” Dan apa maksudmu memanggilku Chagi ditempat ramai hah?”

“Kalau itu—-”

“Lalu, seenaknya memelukku ditempat umum. Apa yang kau rencanakan padaku hah? Jelaskan!”
Yoona terlihat beberapa kali terhuyung kebelakang karena teriakanku. Aku menghela nafas panjangku. Aku membuang pandanganku dari nya ke arah lain. Ck, dia ini benar-benar..
Saat aku kembali menatapnya kulihat Yoona sudah tidak berada didepanku. Dan saat mata ku menjelajah ke bawah apa yang kudapat, ia sedang berlutut padaku.

“Yaa apa yang kau lakukan? Cepat berdiri!”
Apa-apaan dia ini, berlutut padaku di tempat umum. Lihat saja, beberapa pasang mata melihat ke arahku. Benar-benar memalukan

“Aku tidak mau berdiri sebelum kau memaafkanku”

“Iya iya aku akan memaafkanmu tapi cepat berdiri”
Kau mendapat pengecualian Im Yoona. Jika saja kau tidak begini, aku akan….

“Arraso!”
Aku menghela nafasku melihat nya. Lihat saja, senyum kemenangan terpampang di wajahnya.
Aku sangat kesal, tetapi melihatnya begini.. Itu sudah cukup buat hatiku.

Yaa–yaaa apa-apaan ini, apa nya yang cukup buat hatiku? Yeoja seperti dia, Ck..
Tapi dia sangat manis..

Krrusuk….

Apa? Suara itu?
Yaaa kenapa disaat begini perutku ikut berbunyi. Haaah jika aku tidak terpaksa mengikuti rencana konyol Yoona, mungkin aku sudah pulang dengan perut kenyang.
Dan lihat sekarang, Yoona melihat ku dengan senyuman evil nya.

“Apa kau lihat-lihat!”

“Ani, aku tidak melihatmu”
Ia menjawab dengan polosnya. Lalu ia terkekeh geli memandang ke arah lain. Dia ini memang, benar-benar, sangat…

“Kalau kau lapar Kyu jangan di tahan. Kasihan cacing-cacing perutmu juga jadi kelaparan”

“Siapa yang menahannya!! Aku tidak jadi makan karena semua rencana konyol mu ini!”
Yeoja ini benar-benar.. Menguras tenaga ku. Bisa-bisa nya ia bilang aku diet atau menahan agar tidak makan. Jelas-jelas ia tadi yang menarikku keluar dari cafe itu dengan alasan yang tidak bisa dipandang dengan logika. Aiih bahasaku..

“Hehehe, maaf”
Yaaaa… Aku sangat ingin berteriak kali ini. Kalau saja dia bukan Yoona, mungkin dia ini sudah habis kugoreng, ku cincang-cincang lalu ku sulap menjadi makanan ku. Aaah bahasa ku, terlalu kejam. Tapi saat ini, yeoja ini benar-benar sangat menyebalkan.
Aku menarik tangannya dan kembali menuntunnya berjalan menuju cafe itu, memastikan apakah teman-temanku masih berada disana atau sudah meninggalkanku.

“Mau kemana Kyu?”

“Ke cafe tadi”
Ia pun menarik tangannya dan memberhentikan langkahnya

“Wae?”

“Bagaimana jika Donghae belum pergi dari cafe itu?”

“Mwo? Donghae? Jadi rencana ini, semua ini hanya karena namja itu?!”
Yoona menganggukan kepala nya, mengiyakan pernyataanku.
Apa ini? Donghae? Yoona menarikku hanya karena Donghae? Hingga aku menahan laparku hanya karena Donghae?.
Tidak bisakah orang lain, Jangan Donghae?
Kenapa dunia ini begitu sempit.. Kenapa harus namja itu? Namja itu adalah orang yang sangat bisa menyebabkan mood ku turun dengan drastis.

“Apa peduliku?”
Aku kembali menarik tangan Yoona agar dia mengikutiku.
Benar, apa peduliku? Ini urusan Yoona, jadi aku tidak akan terlibat.

Trrring..

Bel ini kembali berbunyi. Dan bisa ditebak beberapa pasang mata itu pun melihat kami.

“Mana Donghae?”
Tanya ku, Aku menoleh kepalaku agar melihat Yoona, ia pun mendongakkan kepalanya setelah menunduk dari perjalanan tadi. Lalu Yoona mengedarkan mata nya sekelilingku, mungkin mencari Donghae.

“Dia tidak ada” jawabnya sekena nya

“Dia sudah pergi Kyu, dia sudah pergi!!” Lalu ia menjawab lagi dengan kegirangan
Aku pun melihat beberapa mata melihat ke arah kami. Aiissh dia ini, benar-benar yeoja yang memalukan.
Aku pun langsung menarik tangannya dari tempat itu dan kembali mencari meja bernomor 25 itu.

“Kyu, itu!”
Yoona menunjuk ke arah meja bernomor 25 itu, kami pun menghampiri nya.

“Kosong Kyu?”
Tempat ini sudah kosong? Yaaa teman-temanku kenapa pergi terlalu cepat. Traktiranku menjadi terbuang sia-sia

“Ya sudahlah, kita makan disini”

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kenapa hari begitu cepat gelap. Aku memandang ke jalanan dari dalam mobilku. Sesekali aku melihat Yoona yang duduk di samping bangku stir ku. Ia sedang menatap jalanan luar.

“Kyu..”

“Ne..”
Jawabku tanpa menoleh ke arahnya

“Apakah aku tidak cantik?”
Deg,
Kenapa ia tiba-tiba menanyakan hal itu kepadaku.

“Kau tidak cantik, tetapi kau aneh”
Aku terkekeh geli, mencoba bercanda kepadanya. Tetapi sepertinya candaanku tidak dalam waktu yang tepat. Aku mendengar ia menghela nafas panjangnya

“Apakah aku terlalu aneh?” Tanya nya lagi.

“Yoona”
Aku mencoba menjelaskan sesuatu kepadanya tetapi tidak jadi setelah ia menatap ke arahku yang masih fokus menatap jalan

“Apakah aku terlalu aneh hingga tidak ada namja yang menyukaiku?”
Aku pun menepikan mobilku dipinggir jalan, agar bisa leluasa berbicara dengannya.

“Ani Yoona”

“Apa karena aku kurang feminin?”

“Yoona..”

“Apa karena sifatku yang benar-benar memalukan?”

“Yoona..”

“Kenapa dia tidak menyukaiku Kyu? Kenapa dia tidak menyukaiku?”
Aku melihat Yoona meneteskan air mata nya, ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Aku segera memeluknya. Lalu membelai lembut rambutnya. Berharap aku bisa lebih menenangkannya. Yoona juga membalas pelukanku, ia menangis dipundakku.

“Apa kurangnya aku dengan Jessica?”
Jessica?
“Aku telah bersama nya dari kecil hingga sekarang hiks tetapi kenapa Jessica yang memiliki hatinya, hiks kenapa bukan aku Kyu?”
Aku bisa merasakan pundakku yang basah karena air mata nya. Sebenarnya apa yang ia katakan padaku? Aku tidak mengerti apa maksud dari perkataannya. Dan siapa Jessica itu?

“Aku kira ia kesini karena aku, hiks tapi ternyata karena yeoja itu”

“Selama ini—–”
Sebelum ia melanjutkan perkataannya lagi aku melepaskan pelukanku hingga membuatnya sedikit terkaget.

“Yoona, berhentilah menyalahkan dirimu sendiri. Yang kau maksudkan siapa? Jessica, yeoja itu, siapa?”
Aku seperti orang yang tidak sabar ingin mengetahui apa yang sebenarnya Yoona katakan.

“Donghae”
Donghae? Hanya nama itu. Sudah menjawab semua pertanyaanku.
Yoona kembali menangis.
Hanya karena namja itu Yoona, kau menangis?
.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Selama diperjalanan aku terus memikirkan tentang namja itu. Donghae. Haaaah kenapa harus namja itu lagi, apakah didunia ini stok lelaki sudah berkurang?.

Apa bagusnya namja itu? Hingga membuat Yoona jatuh cinta padanya. Kalau aku menjadi yeoja, Donghae jelas jauuh dari tipeku..
Aku menolehkan ke arah sampingku Yoona. Sepertinya ia sudah tertidur. Anak ini, habis menangis langsung tertidur, tidak mau membuang tenaganya habis.

Aku membuka sabuk pengamanku lalu membuka sabuk pengaman Yoona

Clikk

“Kyu”
Yah apakah aku membuat suara sabuk pengaman ini begitu besar hingga membuatnya bangun?

“Kita sudah sampai”
Kataku sambil mengembalikan posisi ku seperti semula. Aaah hawa disini kembali menjadi panas. Ia masih terlihat seperti orang linglung yang baru mengenali rumahnya sendiri. Ck benar-benar lucu
Aku melihat Yoona yang masih terlihat mengantuk perlahan keluar dari mobilku dan masuk ke rumah.

“Aiiish gagal”
Aku memukul dashboard mobilku.

Kenapa ia harus bangun?
Jika ia tidak bangun, aku kan bisa menggendongnya.

“Yaaaa apa yang kupikirkan ini..”
Aku membuka pintu mobilku dan berjalan menuju rumahku.
.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
;

Cklekk..
Aku membuka pintu kamarku. Tanpa melakukan apa-apa lagi aku langsung berbaring di tempat tidurku.

“Benar-benar hari yang melelahk— aaaahh”
Saat aku hendak menoleh ke sisi kiriku. Aku hampir berteriak karena melihat sesuatu. Aku pun megubah posisi ku menjadi duduk.

“Kenapa ia tidur di kamarku?”
Aku menatap Yoona yang tertidur pulas di ranjangku. Dia ini.. Tidur seperti tidak berdosa saja. Di kamarku, di ranjangku pula.

“Eeeeh apa aku yang salah kamar?”
Aku pun bergegas keluar dari kamar ini dan mulai memperhatikan pintu kamarku dan pintu kamar Yoona yang bersebelahan.

“Ani, aku masuk ke kamar ku sendiri”
Aku kembali masuk ke kamarku dan mataku langsung terlihat Yoona yang sedang tertidur nyenyak di ranjangku.
Aku berjalan mendekati Yoona, lalu duduk di tepi ranjangku.

“Yoona”
Aku mencoba membangunkannya. Tetapi ia tidak bergerak

“Yoona!”
Suara ku agak meninggi, tetapi percuma ia masih tidak bergerak.

“Aiiish kenapa dia tidak bangun”
Aku tidak bisa membiarkan dia tidur disini, bisa-bisa aku tidak bisa tidur semalaman karena tidur seranjang dengannya.
Perlahan aku memposisikan tanganku untuk menggendongnya.

“Yaaaaa”
Tangan Yoona menarikku hingga Aku tersungkur jatuh ke ranjangku. Tepat berada di samping Yoona. Kulihat ke lenganku, dipeluk oleh Yoona. Aku berusaha melepaskan tangannya dari lenganku. Haaah kejadian ini persis seperti di cafe tadi.

“Kuat sekali dia ini”
Aku menyerah, aku sudah lelah.
Aku pun terbaring di sebelah Yoona, dengan lenganku masih dipeluknya.
Perlahan mataku saling menutup dengan tenang. Walaupun jantungku terus berdegup dengan kencang.

End Kyuhyun pov

.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
.
                                                                                                                  Yoona pov

Aku perlahan membuka kedua mataku. Hawa disini lebih terasa hangat daripada biasanya. Kenapa disini lebih terlihat gelap. Seperti ada yang memelukku.
Perlahan mataku melihat ke atas, dan apa yang kulihat.

“Kyu-kyuhyun”
Aku menelan air ludahku. Keringat dingin pun mulai menjalar diseluruh tubuhku. Perlahan aku melepaskan diri dari pelukkanya

“Apa yang terjadi?”
Aku memeriksa semua pakaian ku. Huh, Lengkap. Lalu Aku kembali menatap Kyuhyun.

“Kenapa aku bisa tertidur disini?”
Kenapa aku bisa salah kamar dan tertidur disini? Kenapa Kyuhyun tidak membangunkanku? Dan memelukku..
Kenapa rasa nya tidak ingin pergi dari sini. Melihatnya tidur begini tidak sama seperti kelakuannya diluar. Sangat tenang dan damai. Tidak kubayangkan jika dia bangun nanti, mungkin ia langsung berubah menjadi jelmaan devil.

Diluar kontrolku, tanganku mulai mencapai kepala nya membelai rambutnya. Sangat lembut. Entah kenapa senyuman terus terpampang di wajahku melihatnya begini.

Aku menarik tanganku kembali saat melihatnya meringkuh kecil di tidurnya. Perlahan aku turun dari ranjang nya dan berlari kecil keluar dari kamarnya.

Deg..Deg..
Aku berdiri membelakangi pintu kamar Kyuhyun, mengontrol jantung ku agar berdetak seperti biasa.

“Yoona ah, apa yang kau lakukan disana?”

“Ah-ahjumma?”
Jawabku dengan gugup

“Kau tidak bersiap-siap pergi ke sekolah? Nanti kau terlambat..”

“Ah ne ajumma”

“Setelah selesai tolong bangunkan Kyuhyun ya..”
Eomma Kyuhyun pun mulai berjalan meninggalkanku.
Aku menghela nafas legaku. Untung saja aku cepat keluar dari kamar Kyuhyun. kalau terlambat mungkin saja Eomma Kyuhyun melihat ku dan Kyuhyun tidur bersama.

Aku pun bergegas menuju kamarku dan bersiap siap untuk pergi ke sekolah.
.

—————————————————————————–

Setelah bersiap-siap aku pun berjalan menuju kamar Kyuhyun untuk membangunkannya.

Tok..Tok

Aku mulai mengetuk pintu kamarnya. Tetapi tidak ada jawaban. Aku pun membuka knop pintu nya. Kubuka sedikit, tetapi kulihat tidak ada Kyuhyun. Perlahan aku membuka pintu nya dan mulai masuk ke dalam kamar Kyuhyun.

Deg..Deg

“Kyuhyun”
Cklek
Saat aku mulai berjalan mendekati ranjangnya aku mendengar suara pintu terbuka. Kutolehkan kepalaku ke arah sampingku dan terlihat Kyuhyun dengan rambut basah dan celana boxer nya yang baru keluar dari kamar mandi. Dengan segera aku menolehkan badanku dan menutup muka ku.

“Errr Kyu. Aku cu-cuma ingin mem-bangunkanmu saja”
Kataku gugup.. Haaaah mukaku memanas.

“Baiklah, tapi apa kau hanya tetap berdiri disitu terus?”
Aku mendengar suara langkah kakinya seperti mendekatiku

“Ani-aniya. Aku tunggu dibawah”
Aku pun segera berlari dan keluar dari pintu kamarnya.
Jantungku terus berpacu cepat melihat Kyuhyun begitu. Penampilannya tadi sangat… Seksi..

“Huuaaa Yoona apa yang kau pikirkan”

End Yoona pov
.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
.

Kyuhyun pov

Aku terkekeh geli melihat tingkah Yoona saat berlari keluar dari kamarku. Kejadian semalam masih teringat di otakku. Dan juga, kejadian tadi pagi.
Perlahan aku membuka mataku. Dan apa ini, bagaimana bisa aku tertidur dalam posisi begini. Aku melihat Yoona yang tertidur nyenyak dipelukanku. Deru nafasnya bisa ku dengar, dan polos wajah Yoona jika tertidur begini. Apakah aku namja pertama yang melihatnya begini.

Perlahan aku melepaskan dekapanku dari tubuh Yoona. Tapi langsung ku urungkan niatku saat melihat mata Yoona yang mulai mengedip-ngedipkan matanya berulang kali. Aku pun kembali dalam posisi awal, ya berpura-pura tidur.

“Kyu-kyuhyun”
Terdengar suara gugupnya, aku terkekeh geli dalam hatiku. Membayangkan betapa kagetnya Yoona saat melihatku memeluk tubuhnya

“Apa yang terjadi?”
Kutebak, betapa bingungnya ia saat ini.

“Kenapa aku bisa tertidur disini?”
Bodoh, jelas-jelas kau yang salah masuk ke kamarku. Dan langsung tertidur pulas diranjangku.
Entah apa yang ia lakukan saat ini, kenapa tidak terdengar suara-suara nya lagi. Tetapi, perlahan aku merasakan deru nafas yang hangat. Apakah ini milik Yoona.

Aku ingin membuka mata ku sekarang, melihat apa yang ia lakukan sekarang. Saat aku ingin membuka mataku, aku merasakan sebuah tangan membelai lembut rambutku.

Ya Tuhan, jangan sampai Yoona mendengar degupan jantungku ini ..
Entah apa yang kulakukan, tiba-tiba aku menggerakan kakiku sedikit. Dengan cepat belaian tangan yang berada di rambutku telah menghilang.

Bodoh Kyu..

Aku menyesalkan perbuatanku tadi, padahal aku ingin merasakannya sebentar lagi. Belaian tadi sangat membuatku nyaman.
Aku mendengar suara langkah kaki menuruni lantai, kupastikan itu Yoona. Lalu langkah itu berlari kecil menuju pintu dan menutupnya.
Aku langsung merubah posisiku menjadi duduk, dan aku menatap pintu yang tertutup itu.
Aku terkekeh geli memandang pintu itu.
.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

.

“Yoona!”
Aku memandang sedikit ke arah Donghae yang berada di depan meja Yoona, lalu aku kembali terpaku dengan PSP ku

“Kajja kita ke kantin Yoona”
Ku intip sedikit, Donghae memegang tangan Yoona dan mengajaknya ke kantin tetapi Yoona menghempaskannya. Kekeke aku ingin tertawa melihatnya

“Anio, aku tidak lapar”
Mmmb.. Kyuhyun tahan tawa mu. Aku berusaha ocus kembali memainkan games ku

“Tapi Yoona”

“Kyu, temani aku ke perpustakaan”
Tiba-tiba Yoona mengaitkan tangannya di lenganku. Aku hanya memandangnya bingung. Tetapi matanya seolah-olah meminta bantuan ku lagi.

Baiklah, aku penuhi permainanmu ini Yoona.

Aku pun menganggukan kepalaku menerima ajakannya.
Sebelum pergi aku memandang Donghae dengan tatapan menyindirku.

“Kau?”
Tanya nya, sudah ku tebak. Ia pasti baru menyadari kalau aku lah orang yang di café kemarin. Aku terkekeh geli memikirkannya.
.

—————————————————————————-

.

“Kau, kau namjachingu Yoona?”
Aku mendongakkan kepalaku saat Donghae berada didepanku

“Ne?”

“Kutanya, apa kau namjachingu Yoona”
Aku? Namjachingu Yoona? Sejak kapan? Atau jangan-jangan Yoona yang mengatakan kalau aku namjachingu nya

“Ani— ah Ne aku namjachingu nya . Wae?”
Aku lupa kalau aku sedang terlibat dalam permainan Yoona.

Yoona, kau harus membalas budi karena ini

“Yoona tidak pernah mengatakan sebelumnya kalau kau namjachingu nya”

“Memang harus mengatakannya padamu?”
Dia terdiam. Yeah bagus Kyuhyun.

“Apa kau mencintai Yoona?”

“Ah ne.. Aku sangat mencintainya”
Cinta? Bodoh Kyuhyun, kenapa aku harus menjawabnya begitu. Tetapi apakah aku harus berbohong begini?
Bohong? Apa perasaanku ini semuanya bohong?

“Kau, harus menjaganya lebih baik”

“Pasti, aku akan menjaga nya sepenuh hati ku. Lebih dari teman kecilnya dulu”

Hoho.. aku sangat hebat. Kubuat wajahnya menjadi seperti ini, bingung. Hahahah hebat Kyuhyun..
Aku melihatnya menghilang dari hadapanku.

Ck.. Lee Donghae..

End Kyuhyun pov
.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
.

“Yoona”

“Ne?”

“Boleh aku menanyakan sesuatu?”
Yoona menganggukan kepala nya lalu kembali memakan es krim nya.

“Apa yang membuatmu menyukai Donghae?”
Yoona berhenti menjilati es nya lalu menolehkan kepalanya dan langsung menatap Kyuhyun

“Apa maksud pertanyaanmu itu?”

“Ani, aku hanya ingin tahu saja”
Yoona menghela nafasnya lalu menatap ke depan, ke arah tempat anak-anak bermain.
Setelah pulang sekolah Kyuhyun mengajak Yoona untuk berjalan-jalan sebentar, dan disinilah tempat yang dipikirkan Kyuhyun, tempat permainan anak-anak.

“Donghae, namja yang baik”
Kyuhyun mulai menatap Yoona dengan serius saat Yoona mulai berbicara

“Perhatian, penyayang, dan juga sabar”

“Kadang ia juga lucu, bisa membuatku tertawa”
Yoona tersenyum sendiri kala menyebutkan kalimat terakhir tsb. Ia seperti teringat sesuatu.

“Disaat aku dulu dijauhi teman-temanku, hanya Donghae lah yang mendekatiku”

“Disaat dulu aku terjatuh, hanya Donghae yang selalu membantuku”

“Di masa itu, Donghae selalu ada disampingku”
Kyuhyun terus menatap Yoona, ia tidak pernah melepaskan pandangannya dari gadis tersebut.
.

—————————————————————————–
.

Kyuhyun Pov

“Yoona, jangan lupa pasang nama mu didepan pintu kamarmu agar kau tidak salah masuk kamar lagi!”
Aku sedikit berteriak saat menggoda Yoona, terlihat Yoona mendengus kesal terhadap Ku lalu ia masuk kekamarnya dan membanting pintu kamarnya. Aku masih terkekeh geli melihatnya. Kenapa aku senang sekali jika menggoda nya..
Aku membaringkan tubuhku di atas ranjangku. Pernyataan Yoona beberapa hari yang lalu kembali teringat di kepalaku

“Donghae namja yang baik”
Aku juga namja yang baik, terbukti eomma dan ahra noona sering memujiku dengan kata-kata itu jika aku selalu menuruti omongan mereka. ‘Kyu, kau baik sekali’ . Tapi entahlah saat dewasa kini, omongan itu terasa jarang terdengar ditelingaku

“Perhatian, penyayang, dan juga sabar”

Perhatian? Aku orang yang perhatian. Saat masih mempunyai anjing, aku sangat perhatian padanya, memberi nya makan, minum. Tetapi aku tak tahu kenapa ia bisa mati?
Ah lupakan

Penyayang? Aku sangat menyayangi eomma, appa, ahra noona. Itu termasuk dalam golongan penyayang kan? Iyakan?

Sabar? Aku, cukup sabar

‘Yaaaa… Aku sangat ingin berteriak kali ini. Kalau saja dia bukan Yoona, mungkin dia ini sudah habis kugoreng, ku cincang-cincang lalu ku sulap menjadi makanan ku. ‘

Oke oke, cukup dengan bukti itu. Ku akui aku memang bukan orang yang cukup sabar. Tapi jika aku mau, aku bisa merubahnya kan?

“Kadang ia juga lucu, bisa membuatku tertawa”

Lucu? Wah wah, jangan panggil aku Cho Kyuhyun jika aku tidak bisa membuat orang tertawa. Tanya teman se genk ku. Sungmin, eunhyuk, tanyakan kepada mereka seberapa lucu nya aku.

Aku bisa menjadi seperti dirinya, Yoona hanya menyukai itu kan? Aku bisa merubahnya.
Donghae, namja itu? Ck, tidak ada apa-apanya denganku.

End Kyuhyun pov
.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

.

“Mwo? Yoona pulang ke Busan”

“Ah Kyu, kau tidak tuli kan? Ne, Yoona pulang ke Busan tempat tinggal orang tua nya.”

“Tapi dia tidak berbicara tentang hal itu kepadaku”

“Ne, karena dia sangat terburu-buru jadi ia langsung berangkat sebelum kau pulang kerumah”

“Memang terjadi sesuatu?”

“Ayah Yoona sedang sakit parah, dan Yoona ingin sekali merawatnya”
Kyuhyun langsung berjalan meninggalkan noona nya. Ia masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya.

“Kenapa kau tak memberitahuku dulu Yoona?”
.
.
TBC
.

Part 5 hadir,, okeh bagaimana readers?
Ditunggu ya komen nya
Gansamhamnida 😉

New Love Part 4 (Why I Feel Like This…)

Gambar

Cast  :  Cho Kyuhyun

            Im Yoona

            Others

 

 

Why I feel like this…

—————————————-00000000000000000000000000

Yoona Pov

“Yoona ssi” aku pun menoleh kearah suara yang memanggil namaku. Winkk,, aku menelan air ludah ku dan langsung menoleh kearah semula, aku langsung menutup mukaku

“ arghhh ani Yoong dia itu gila” aku menggeleng-gelengkan kepalaku , frustasi setelah apa yang kulihat tadi. Cho Kyuhyun mengedipkan mata nya kepada ku. Tiba-tiba saja pipiku memanas, akupun mengelus-ngelus pipiku berharap agar cepat kembali seperti semula

“hahahaha” terdengar suara evil namja tersebut, akupun meremas-remaskan tanganku

“dasar Kyuhyun gilaa” aku berteriak dan memukulkan buku ke arahnya, sayangnya ia telah berhasil menghilang duluan.

Setelah kejadian ciuman itu ia sangat sering menggoda ku, pergi sekolah, pulang sekolah, mungkin tiap ia lewat depan kamarku, ia selalu melakukan hal-hal yang bisa membuat pipiku memerah. Itulah yang membuatku bingung, jika harusnya sikap kita biasa-biasa saja jika ia sering melakukannya tetapi kenapa aku begini? Kenapa pipiku langsung memerah? Aiishh

Gee~~~gee~~~baby~~~baby

Tiba-tiba suara handphoneku berbunyi, aku langsung mengambilnya. Aku pun tersenyum lebar saat melihat nama yang ada di layar hp ku..

“yeoboseoyo”

“OPPA…!!”

End Yoona pov

 

——————————–00000000000000000000000000000000000000000

 

Kyuhyun Pov

Aku tertawa saat berhasil menggodanya, kulihat ia salah tingkah dan….pipinya ikut memerah. Aku masih tertawa didepan pintu kamarnya sampai aku melihat ia mulai mencari benda untuk melemparkannya kearah ku, lantas aku langsung berlari keluar dan berdiri di samping dinding kamarnya.

Gee~~~gee~~~baby~~~baby

Kudengar suara ringtone hp seseorang berbunyi aku pun langsung bisa menebak bahwa itu berasal dari hp Yoona, aku berniat untuk melangkahkan kakiku pergi karena aku diajari untuk tidak boleh menguping pembicaraan orang. Tetapi tiba tiba aku merasa tertarik saat kumelihat Yoona sangat bahagia memandangi hp nya.  Aku pun sedikit mengintip dari sudut pintu yang terbuka menajamkan telinga ku agar semua yang dikatakan Yoona bisa terdengar jelas olehku.

“yeoboseoyo” kulihat Yoona sangat bahagia, ia tersenyum sangat lebar.

“OPPA…!”  Oppa? Aku baru sekali ini mendengar Yoona memanggil orang dengan sebutan Oppa, apa itu namjachingu nya? Tapi bisa saja itu kakaknya? Aiishh,,, aku melanjutkan kegiatan mengintip dan mengupingku

“ne nado bogoshipoyo Oppa..!!” kulihat Yoona berguling-guling di kasurnya sambil memeluk gulingnya, sampe segitu bahagianya? Ck dasar aneh …

“ne aku baik-baik saja Oppa,  tinggal disini sangat menyenangkan,  walaupun ada—–“  tiba-tiba ekspresi Yoona cemberut, ia juga tidak melanjutkan kata-katanya. Aku pun lebih mendekatkan telingaku

“ssh ada seorang namja yang sangat menyebalkan disini, aku selalu diganggunya oppa”  Yoona berbisik dibalik gulingnya, tetapi untungnya aku masih bisa mendengarnya . Eh namja? Maksudnya aku? Namja yang berada dirumah ini kan hanya 2 orang, aku dan appa. Eh Mana mungkin Appa yang selalu menganggunya, jelas-jelas aku! Aku menggertakan gigi ku, berani nya ia mengadukan pada orang yang tidak jelas itu. Aisssh Yoona awas saja

“Mwo Oppa akan pindah kesini?” aku terkaget dan langsung menyembunyikan kepalaku saat melihat Yoona tiba-tiba berdiri diatas kasurnya, huft….. aku kira ia melihat ku, ternyata tidak.  sepertinya ia juga kaget karena obrolan dari telponnya. Perlahan aku mengintipnya kembali, ya pada posisi semula.

“ahh, aku kira kau akan menemaniku tinggal disini Oppa” nada suara Yoona menjadi turun, dan perlahan-lahan ia duduk kembali dikasurnya

“Mwo? Oppa akan Pindah ke sekolah ku?” aku langsung mundur dan terduduk lagi saat melihat Yoona tiba-tiba berdiri lagi, beda nya ini di lantai. Aisssh lagi lagi aku tertipu karena nya. Karena merasa tanggung untuk mendengarkannya sampai habis aku pun kembali mengintipnya.

“yaak Kyu, kau sedang ngapain?” tiba-tiba Ahra Noona memanggilku spontan aku langsung berdiri tegap sedikit melangkah menjauhi pintu kamar Yoona

“Ani Noona, aku hanya……” aku memutarkan bola mataku mencari ide yang tepat untuk membungkam mulut noona ini

“hanya apa?…. ah Kyu kau mengintip Yoona yah?” Noona memberikam senyuman evilnya padaku sementara alis mata nya bergerak turun keatas turun keatas

“a-aniiyaa, aku tadi hanya mencari barang yang jatuh disekitar sini” aku pun berpura-pura melihat-lihat kebawah seperti orang sibuk menyari sesuatu

“Eonni…? Kyuhyun?” aku pun mendongakan kepalaku stelah mendengar suara tadi.

“Yoo—Yoona?” aku mundur beberapa langkah menjauhinya, terkaget akan kedatanganya yang tiba-tiba.

“Kyu tadi….” Tatapan evil dari noonaku membuyarkan lamunanku, ia mendekati Yoona dan masih memberikan senyum evilnya padaku. Aku pun bergegas menghampirinya dan membekap mulut noona ku ini. Yoona memberikan kami tatapan bingungnya, ia bingung karena perilaku kami tadi, terakhir ia menatap mataku dengan bingung seperti menjelaskan  ada-apa-ini .

“emmmh aku tadi sedang………” aku masih bingung untuk menjawabnya, aku masih berpikir jawaban yang pas dan masuk akal . sementara noona ku berusaha melepaskan diri dari ku, aku menahannya sekuat mungkin.

“aww” refleks aku melepaskan tanganku dari mulut noona ku, aku mengelus-elus kan tangan ku merasakan sakit akibat gigitan dari noona ku.  ia langsung berlari ke dekat Yoona

“mengintipmu” noona menjawabnya langsung, ia tersenyum senyum menghadap yoona dan sesekali kearah ku.

“maksud noona? Yoona menjawabnya dengan tatapan bingung, syukurlah ia belum menyadarinya

“iya Kyuhyun mengintipmu tadi, aku melihatnya” ia menunjuk-nunjuk ku dan memberitahu ke yoona kalau aku tadi mengintipnya.

“yaaa noona” aku langsung mengejar noona yang sudah mulai ikut berlari. Saat melewatinya, aku tidak menghiraukanya, aku tidak melihatnya karena aku tidak berani, aku malu menatapnya.  tetapi sepertinya ia melihat kearah ku. Ya, masih dengan tatapan bingungnya. Aku pun terus berlari menjauhinya, tetapi Setelah agak jauh aku menolehkan kepalaku kebelakang memastikan masih adakah Yoona disana.

DEG….

Ia tersenyum, tersenyum malu, , pipinya pun ikut memerah, Ia memeluk sebuah boneka dan tersenyum kearah nya, Sesekali rambutnya tergerak karena dihembuskan angin. Ia terlihat sangaaaat Lucu.

“Cantik..” gumam ku  Aku terhenti saat melihatnya begini, jantungku berdegup lebih keras lagi, aku memegangi dada ku berusaha menenangkan gerakan jantungku ini. Ada apa denganku ini? Jantungku tidak mengikuti apa mauku, apa yang kurasakan saat ini? Apa aku….

———————–00000000000000000000000000000000000000000

 

“mau kemana?” aku melihatnya terburu-buru membereskan buku nya.

“aku ingin menemui seseorang” jawabnya tanpa melihat kearahku.

“oh..” aku membentukan bibirku menjadi o dan meneruskan game yang sempat tertunda tadi, aku masih bisa mendengar langkah kakinya menjauhi tempat duduk kami. Aku tidak terlalu menghiraukan ia akan bertemu dengan seseorang, jadi untuk apa aku—–

“Mwo? Seseorang?” aku langsung berdiri, pikiranku langsung teringat kejadian kemarin. ‘apa kah orang itu..?’ aku  mengaitkan jaket dan tasku, lalu bergegas mengejar Yoona. Sambil berlari mata ku tak henti nya menatap sekeliling mencari sosok nya tersebut. Berharap ia belum terlalu jauh dari sini. Ternyata ia baru berjalan keluar gerbang sekolah, aku melambatkan langkah ku agar bisa menjaga jarak darinya.

‘Sunday’s Café‘

Aku membaca papan tulisan yang berada diatas bangunan tersebut.  Yoona pun memasuki kafe tersebut, Karena takut ketahuan ku putuskan untuk hanya melihatnya dari kaca luar. Kulihat ia menghampiri seorang namja, bibirnya tidak pernah lepas membuat senyuman yang lebar, ia memeluk namja itu dan berbicara dengan namja itu. Hatiku bergejolak, hatiku memanas, hatiku sakit, hatiku…  aku belum mengerti jelas  dengan pertanda yang kurasakan pada hatiku saat  ini….                                    Aku berusaha mendengar percakapan mereka, tetapi sama sekali tidak terdengar, . Karena tidak ingin menghasilkan hasil yang sia-sia aku berusaha memikirkan cara agar bisa masuk kesana tanpa menyadari Yoona kehadiranku.    Seakan menyalakan lampu pada otakku, aku menghampiri seorang yeoja yang baru saja lewat dihadapanku.

“Victoria ssi, maukah kau menemaniku ke kafe itu” aku langsung to the point saat memberhentikan langkah kaki Victoria dan teman-temannya. Kulihat ia mengangguk dan tersenyum malu. Aku langsung menarik tangannya dan memasuki pintu kafe tersebut.

Aku pun memilih duduk di meja nomor 6, setelah mengetahui  Yoona dan namja itu duduk di meja nomor 5. Aku duduk membelakangi Yoona, begitupula dengannya ia membelakangi ku.

“Oppa pesan apa” aku mendongak melihat Victoria menyodorkan buku menu kepada ku, aku langsung mengambilnya dan meletakkan menu itu di depan mukaku hampir menutupi seluruh muka ku, agar terlihat seperti orang yang sedang membaca, tetapi itu hanya ku lakukan karena aku tidak ingin diketahui Yoona kalau aku mengikutinya Lagi..

“hahahaha, Oppa kenapa pindah sekolah kesini”  konsentrasiku memang tidak teralihkan dari percakapan mereka. Sepertinya yoona sangat senang bertemu dengan namja ini

“karena aku merindukan mu hahaha” kudengar suara namja itu sambil tertawa, aku mendengus kesal.

“oppa bisa saja” kudengar Yoona menjawabnya dengan malu-malu. Huft.. apakah namja ini namjachingu nya Yoona? Dari tadi itu saja pertanyaan yang melintas di otakku. Berharap agar jawabannya adalah tidak..

Eh .. tiba-tiba aku meletakkan buku menu itu di meja, aku sedang berpikir, apa yang sedang kulakukan saat ini, kenapa aku mengikutinya sejauh ini,  Kenapa aku sangat penasaran dengan namja ini, Kenapa aku sangat berharap kalau namja itu bukan namjachingu Yoona. Dan Kenapa akhir-akhir ini hatiku sering begini?.. aku mengacak rambutku dan langsung berdiri.

“Aiiissh” aku pun langsung meniggalkan kafe itu, dan juga Victoria. Aku bisa mendengar dengan jelas kalau ia memanggi-manggilku dengan sebutan oppa, tetapi Aku tidak peduli dengannya saat ini, sampai-sampai aku tidak merasa bersalah karena meninggalkannya di kafe itu. Aku hanya peduli dengan hatiku saat ini, mencari jawaban atas tingkah hatiku saat ini karena Yoona.

“Aiish” Yoona langsung menoleh kearah sumber suara tadi, ia sedikit kaget karena suara itu berasal dari namja yang duduk tepat di belakangnya. Mata nya masih mengikuti gerakan namja itu tadi. Ia memperhatikan namja itu dan sepertinya ia mengenal sosok namja itu. Walaupun hanya melihatnya dari belakang terlihat jelas kalau   Namja yang tinggi, kulitnya putih pucat, rambut  keriting, dan memakai jaket biru itu adalah jaket yang sangat mirip dengan jaket yang dikenakan oleh ..

“Kyuhyun?”

————————–00000000000000000000000000000000

“Selamat Pagi murid-murid saya ingin mengenalkan murid baru yang pindah kesini. Silahkan tuan Lee”

“Annyeonghaseo naneun Lee Donghae, mohon bimbingannya”  kulihat seorang namja baru memasuki kelas kami, aku hanya melihatnya sekilas tidak peduli.  tetapi saat aku melihatnya lagi sepertinya namja itu pernah kulihat , dengan cepat pikiranku langsung tertuju kejadian di kafe. Namja itu …

Ia berjalan menuju tempat duduknya yang ternyata berada di belakang kami,  ia melewati jalan yang melewati tempat duduk Yoona.

“Yoona” namja itu tersenyum dan menggerakan rambut Yoona saat melewati Yoona

“Oppa” Yoona memanggilnya malu mendapatkan perlakuan seperti itu dan tersenyum kearah namja yang bernama Donghae itu.

Aku menghela nafas panjang saat melihat kejadian itu di depanku secara langsung. Yoona menoleh kearah belakang saat Donghae memanggilnya terdengar mereka sedang berbicara sambil bercanda. Sesekali ku lirik kearah Yoona terlihat  pipi nya sering memerah akibat perkataan dari Donghae. Aku pun beranjak dari tempat dudukku lalu berjalan menuju pintu kelas.

“Yaa Cho Kyuhyun mau kemana?”

“mau ke kamar kecil songsaenim, tugasmu sudah kuselesaikan dan kuletakkan dimeja”

Entah kenapa aku merasa tidak nyaman berada di kelas setelah kedatangan Donghae, apalagi melihat tingkah nya bila didekat Yoona. Rasanya aku tidak tahan melihat kedekatan mereka seperti itu.

Donghae  terlihat sangat dekat dengan Yoona dan sangat mengenal Yoona. Ku dengar ia pindah kesini hanya ingin dekat dengan Yoona, mungkinkah Donghae menyukai Yoona?                                                                          Yoona, terlihat sangat berharap bertemu Donghae, ia sangat sering tersenyum saat bersama Donghae, kulihat, pipinya juga sering memerah karena Donghae. Bisakah kutarik kesimpulan tentang ini, kalau Mereka sama-sama saling menyukai? Haruskah aku…. Aiiiiissssh’

End Kyuhyun pov

————————————————000000000000000000000000000000000000

 

Yoona Pov

Kulihat beberapa akhir ini ada yang berbeda dengan Kyuhyun. Ia terlihat lebih diam, hanya berinteraksi dengan PSP nya, tidak seperti sebelumnya yang sering memamerkan senyuman evil nya keseluruh orang ani mungkin seluruh orang di muka bumi ini. Di kelas pun ia lebih memilih mendiamkanku, kulihat ia tidak pernah menoleh kearah ku, setiap ku perhatikan ia pasti sedang sibuk membaca buku, atau dengan PSP nya, padahal sebelumnya ia sering memaksa ku agar aku membuatkan Pr nya, sebenarnya itu bisa dikatakan sebagai keberuntunganku karena ia tidak menambah bebanku lagi untuk mengerjakan Pr nya, tapi aku merasa…

Dirumah, setelah ia pulang sekolah ia langsung masuk ke kamarnya dan jarang untuk keluar, mungkin hanya saat makan malam ia keluar dari kamarnya. Ahra eonni juga sering menanyakan perubahan sikap nya tersebut, aku hanya menjawabnya dengan gelengan kepalaku. Saat kulihat eonni berusaha berbicara kepada Kyuhyun, ia hanya menjawab ‘Gwenchana’ atau ‘aku hanya lelah noona aku ingin sendiri’ setelah itu ia kembali mengurung diri dikamarnya lagi dan setelah itu mungkin eonni mengerti keadaanya dan tidak lagi menganggu Kyuhyun.…

Yang  paling ku herankan, ia tidak pernah mengangguku lagi, ia tidak pernah memasuki kamarku lagi, ia tidak pernah merebut makanan ku lagi, dan ia tidak pernah menggoda ku lagi, tiba-tiba saja bayangan saat ia mencium bibirku terlintas lagi dibenakku, aku menutup muka dengan bantalku, kenapa  muka ku jadi panas jika mengingat hal itu lagi. Padahal ini bukan pertama kalinya aku memikirkan ciuman ‘itu’, bahkan tiap melihat wajah Kyuhyun ciuman ‘itu’ yang langsung muncul dipikiranku.

Tok…Tok

Saat lagi asyik memikirkan ciuman ‘itu’ suara ketukan pintu membuyarkan pikiranku. Aku pun berjalan menuju pintu dan membukanya

“Kyu—Kyuhyun”  langkahku termundur kaget saat melihat Kyuhyun yang mengetuk pintu kamarku tadi, sesaat pipi ku sepertinya kembali memerah, mungkin karena aku berpikiran tentang Kyuhyun tadi.

“Maaf aku menganggumu Yoona, aku hanya ingin melihat tugas makalah yang diberikan Songsaenim”

“baiklah tunggu sebentar” aku berjalan menuju meja belajarku mencari tugas makalah yang  baru aku selesaikan kemarin. Semua buku ku periksa satu-satu, tapi aku tidak kunjung menemukan makalah  itu, akhirnya kucari ulang, kuperiksa lagi semua buku ku satu-satu, tapi lagi-lagi makalah itu belum juga kutemukan. Betapa bodohnya aku bisa lupa meletakan tugas itu, padahal jelas-jelas kemarin aku baru menyelesaikannya. Aku pun tidak menyerah, aku mencari keseluruh sudut kamar. Mungkin karena aku tidak kunjung keluar kamar Tiba-tiba Kyuhyun masuk ke kamarku dan menghampiriku

“wae Yoona?”

“Mian Kyu, aku tidak menemukan Makalah ku, padahal aku baru menyelesaikannya kemarin. Babbo Yoona” aku menoleh kearah Kyuhyun, tetapi aku tidak berani menatap mata nya. Ia pun berjalan menuju meja belajarku, ikut membantu mencari makalah ku itu.

“bagaimana bisa hilang? Kau sangat ceroboh sekali”  mendengar itu kulirik ia, ia masih sibuk memeriksa semua buku ku, aku berdiri disampingnya dan mencari lagi makalah ku

“aku lupa meletakannya dimana, saat setelah menyelesaikannya aku langsung tertidur” aku menjawabnya tanpa menoleh ke arahnya tanganku masih sibuk dengan semua buku ku.

“sudah kutebak kau memang bukan orang yang tepat untuk aku andalkan” tanganku berhenti mencari, aku pun langsung menatap ke arahnya, tapi sepertinya Ia pura-pura tidak tahu karena kulihat ia masih sibuk sendiri

“ begitulah..” jawaban itu yang aku lontarkan, walaupun aku merasa sakit hati karena ucapannya tadi tetapi ia benar, aku memang tidak bisa diandalkan.

Karena kupikir makalah itu benar-benar hilang ditambah kami berdua tak kunjung menemukannya, aku merapikan semua buku-buku  dan isi tasku yang berserakan  di lantai. Kulihat ke arahnya,  Kyuhyun masih juga mencari, aku hanya  membiarkannya biar ia yang mengetahuinya sendiri. Aku membawa banyak buku ditanganku untuk meletakannya kembali di meja belajarku. Tiba-tiba aku menginjak sesuatu, sepertinya itu pena. Bodohnya aku setelah mengetahui itu pena aku tidak segera melangkahkan kaki ku, aku malah menyeret kakiku bersamaan dengan pena tadi  dan akhirnya aku terpeleset karena pena tadi,  karena Kyuhyun berada didepanku aku pun langsung terjatuh kearahnya, tidak aku jatuh diatas  tubuhnya.

“aww” aku mendengar ia meringis, karena itu  aku segera membuka mataku

DEG..

Kepalaku tertidur diatas dada nya sedangkan tanganku memegang pinggangnya. Tanganku langsung kupindahkan kearah dadanya mejauhkan kepala ku agar tidak dekat lagi dengan dada nya. Aku mengerjap-ngerjapkan mata ku, semuanya sangat dekat aku bisa melihat seluruh lekuk wajahnya saat ini.  Tidak ada yang berani mengatakannya duluan, kami berdua hanya sibuk mengerjap-ngerjapkan mata kami dan memikirkan sesuatu di otak kami. Sedangkan aku, memohon kepada Tuhan agar Kyuhyun tidak bisa mendengar degupan jantungku yang bergemuruh dari tadi.

Gee~~~~~Gee~~~~Gee~~~~Baby~~~~~Baby

Suara ringtone dari hp ku membuat dunia kami kembali berputar lagi. Aku pun segera berdiri dari tubuhnya, masih dengan menundukan mukaku menutupi jika saat ini pipiku benar-benar memerah, aku berjalan menuju arah hp ku, dan kulihat nama pemanggil di layar hp ku ternyata Donghae oppa. Senyuman terukir kembali diwajahku saat ku melihat nama itu.

“Yeoboseoyo”

“Yoona, bisa kah kau menemani Oppa sekarang”

“Mianhe Oppa aku sedang mengerjakan makalah ku, apa yang ingin kau bicarakan Oppa”

“, aku tidak bisa membicarakan ini hanya melalui telepon, terlalu pribadi. ”

“ne Oppa, tapi Mian aku tidak bisa kali ini”

“ baiklah Yoona, aku tutup dulu bye”

“bye Oppa”

Aku meletakan hp ku diatas meja, lalu menghampiri kyuhyun untuk menyelesaikan merapikan buku ku kembali, terlihat ia masih terpaku melihatku, aku hanya menundukan kepalaku

“dari siapa?” aku menolehkan kepalaku ke arahnya, tetapi ia tidak memandangku lagi

“Donghae Oppa”

“oh.. sepertinya kalian sangat dekat” aku menolehkan wajahku kembali, aku pun tersenyum

“ne, dia itu teman kecil ku”

“sepertinya ia menyukai mu” kali ini aku langsung menghadap pada nya

“Jinjja?” aku merasakan kalau kali ini pipi ku memerah lagi

“ah mana mungkin,ia hanya teman dekatku saja” jawabku langsung

“sepertinya juga kau menyukai nya” aku menatapnya kembali

“ani—aniyo aku tidak menyukainya” aku kembali menyusun buku ku, ingin menutupi kegagapanku. Setelah mendengar jawabanku tadi Kyuhyun tidak menanyakan pertanyaan tentang Donghae lagi

“Kyuhyun”

“ne” ia menjawabku tanpa menatap mataku

“apa saat beberapa hari yang lalu kau pergi ke Sunday’s Café?”

“emmmh ani,  memangnya kenapa” aku menghela nafasku, ternyata bukan dia

“saat aku sedang disana, aku seperti melihat mu. Aku pikir dia dirimu, ternyata bukan” tanpa kusadari ia sedang terlihat berpikir. Ia tidak menjawabnya akhirnya aku putuskan memanggilnya kembali

“Kyuhyun”

“ne”

“kenapa kau sedikit berubah akhir-akhir ini?” ragu-ragu aku menanyakannya, aku sangat penasaran dengan jawabanya jadi kuputuskan untuk menatapnya

“huh,, apa yang berubah? Kenapa noona dan kau bisa mengatakan aku berubah? Aku rasa aku sama seperti biasa” ia menatapku kembali, entah jujur atau tidak tetapi ia sangat pede dengan jawabannya itu

“Ani,, aku hanya merasa kau berubah, tidak seperti dulu lagi” aku menggelengkan kepala ku, masih menatapnya

“perasaan mu saja” ia kembali membereskan buku ku lagi. Melihat itu aku juga kembali membereskan buku buku ku. Aku tidak ingin menanyakan pertanyaan lagi, karena kurasa jawabannya tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan ku tadi. Keheningan inilah yang menemani kami sampai ia kembali ke kamarnya sendiri.

———————————–000000000000000000000000000000

“Oppa”  aku melambaikan tanganku saat melihat Donghae Oppa di meja itu, ia tersenyum ke arahku dan aku pun menghampiri nya.

“Mian lama menunggu,” kataku dan langsung duduk dihadapannya

“ah tidak juga Yoona aku baru sampai disini” jawabnya

“apa yang Oppa ingin bicarakan padaku?” aku langsung menanyakan apa yang donghae katakan saat di telepon

“sebenarnya aku… sedang menyukai seseorang” ia menundukan kepala nya terlihat seperti malu, aku tersenyum geli melihat nya saat ini

“Jinjja? Dengan siapa Oppa” aku merasakan pipi ku yang memanas,

“aku menyukai ……”

TBC——————————————[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[

Annyeong New Love part 4 hadir..

Mian, nih ff kayaknya nggak ngena banget, ff pertama selalu saja——– aiiish… hehehehe

paling tidak tinggalkan jejak, 

akhir-akhir ini saya sering kehilangan ide, mungkin kritikan kalian bisa menjadikanku acuan 😀

Gamsahamnida 😉

 

 

 

New Love Part 3

Gambar

 

 

Yoona pun duduk di kursi yang ditunjuk Kyuhyun, untuk menghilangkan kejenuhan ia  membuka tas nya dan mencari buku yang biasa dibacanya.. diawal membaca konsentrasinya sudah hilang karena tepat dibelakangnya terdapat kyuhyun cs yang sedang bersenda gurau, sesekali ia menoleh kebelakang dan mendengus kesal. Ia pun memasukan bukunya kembali lalu berjalan menuju pintu kelas, tetapi tiba-tiba saja ia menabrak yeoja didepannya “aww” yeoja itu terjatuh dan merintih melihat itu yoona membantu ia berdiri dan segera meminta maaf padanya “mianhe,, jeongmal mianhe aku tidak sengaja” yeoja itu hanya melihat yoona dengan kesal “ya—matamu itu dimana jalan aja nabrak orang” Aktifitas Kyuhyun cs terhenti saat melihat sedikit keributan didekat pintu kelas “hei ada apa ini” Kyuhyun menghampiri mereka diikuti eunhyuk dan sungmin dibelakang. “yeoja ini menabrakku, tangan ku sakit oppa” yeoja itu menunjuk yoona lalu memasang ekspresi manja terhadap kyuhyun. Kyuhyun berjalan kearah yoona memerhatikannya sebentar lalu beralih ke Victoria “Omo Victoria ssi kau tidak apa apa? Tidak ada yang luka? Apa tangan mu masih sakit” seketika ekspresi kyuhyun berubah seperti panik. Victoria tersenyum manis dan mengangguk-anggukan kepalanya, melihat itu eunhyuk berjalan menghampiri yoona “Yoona ssi kau tidak apa-apa?” Tanya eunhyuk kepada yoona dengan tampang khawatir. “Hei hyukjae yang ditabrak itu Victoria bukan Yoona, kenapa kau menghawatirkan dia” kyuhyun menimpali “yaa aku menanyakannya karena Yoona terlihat tidak baik-baik saja sedangkan dia tidak” jelas Eunhyuk  memandang sinis kea rah victoria. “begitu tidak baik? Lihat dengan jelas Yoona baik-baik saja kok, iya kan yoona ssi?” Kyuhyun menjawabnya dengan tampang evil sambil melihat kearah yoona, Yoona pun mengangguk ragu mengiyakan pertanyaan Kyuhyun.  Eunhyuk pun membuang nafas lalu menghampiri victoria “Victoria ssi kau tidak apa-apa kan? Tidak ada yang sakit kan?” lalu kembali menatap Kyuhyun “sudah kan? Adil kan.. ck” Kyuhyun hanya mengangguk dan menghampiri yoona kembali “ceroboh sekali sih kamu, jalan aja nabrak orang,,,  ditambah lagi membuat eunhyuk mengomeliku karena mu” yoona mendengus melihat wajah kyuhyun yang marah terhadapnya, sayangnya saja yoona tidak melihat sebuah senyuman evil terpampang sebentar diwajahnya.. Sungmin pun menghampiri mereka “sudah selesaikah tuan dan nyonya-nyonya? Apakah anda tidak ingat ini sudah jam berapa? Apakah anda tidak mendengar suara bel tadi bernyanyi-nyanyi?  Apakah anda tidak ingat kalau hari ini pelajaran awal di ambil Park songsaenim? …… ah sepertinya kalian lupa, tapi untung kau mempunyai teman yang baik, imut, cakep, keren, manis, lucu dan rajin menabung sepertiku karena aku lah yang mengingatkan kalian ke jalan yang benar hehehe” Sungmin pun berjalan bak pahlawan menuju tempat duduk nya  “yak Lee Sungmin” Kyuhyun dan Eunhyuk langsung menghampiri nya dan langsung mengeroyok Sungmin.

 

Kyuhyun Pov

Setelah bel bunyi istirahat berbunyi aku mulai mengeluarkan PSP yang baru kubeli diam-diam kemarin, yaah begitu sehari tanpa PSP membuat hidupku tanpa gairah plus tanganku gatel-gatel krna gak ada benda untuk dipencet2 (?) ,, sesekali aku melihat yoona yang masih sibuk mengemasi bukunya, hahaha lagi-lagi aku tersenyum mengingat hal tadi,, wajah yoona sangat lucu saat aku menyalahkan nya tadi, ‘yoona ssi pembalasanku itu belum seberapa’ aku terkekeh lagi, kegiatan senyum senyum ku berhenti melihat yoona bangun dari duduknya

“hei kau mau kemana?” tanyaku masih terpaku memainkan psp ku “keluar mau lihat-lihat”  aku pun langsung ikut berdiri, dia menatap ku bingung “wae?”tanyaku  “anio” jawabnya lalu dia beranjak pergi  aku pun juga ikut beranjak pergi, aku tetap berjalan dibelakangnya. Sepertinya ia telah menyadari keberadaanku dibelakang tetapi ia masih ragu untuk menoleh ke belakang, aman .. . Setelah mengetahui keadaan aman aku kembali memainkan psp ku, 30 detik kemudian aku melihat kedepan , objek yang aku ikuti itu pun menghilang..  aku pun berhenti mendadak, mataku mulai berjelajah mencari kesamping, kiri kanan, kedepan,  hasilnya nihil .. saat aku ingin mengecek bagian belakang. DEG !! yoona tiba-tiba muncul, wajahnya sangat dekat denganku sampai sampai  hidung kami bersentuhan, wajahku hanya bisa melongo,, aku pun memundurkan langkahku sampai sampai terhenti oleh dinding.. ia berkacak pinggang memandang kesal kearahku, perlahan ia mendekat ke arahku, aku masih terpaku dengan posisi tadi. “ya~~ kau.. kau mengikutiku kan!!” ia sedikit berteriak kepadaku. Aku pun menggeleng lalu membalasnya dengan sesantai mungkin “cih,, siapa yang mengikutimu aku hanya lewat disini dan kebetulan bertemu dengan mu” aku berjalan mengelilinginya memasukan tangan kedalam saku ku agar tetap terlihat keren ;)smirk . kulihat ia masih menatap tajam kearah ku “kau tidak usah berbohong Kyuhyun ssi  aku rasa kau telah mengikutiku dari kelas,, apa yang kau cari hah?” ia mendekatiku sedikit menyinjit agar tatapan tajamnya bisa langsung terekspos oleh mataku. Jariku menyentuh dahinya mendorongnya menjauhi muka nya dari muka ku “yoona ssi pede mu kelewatan yah orang aku mau pergi kekantin, kalo mau pergi ke kantin lewatnya ya lewat SINI” sekarang gantian aku yang mendekatkan mukaku ia memundurkan kepalanya dan langsung membuang muka nya lalu ia langsung pergi dari hadapanku. Aku menatap kepergiannya sampai ia menghilang

“huahahahaha,,” aku memegangi perutku yang terasa pedih menahan tawa ku, aku memegangi dinding agar bisa menyeimbangi tubuhku, tetapi akhirnya keseimbangan badanku runtuh aku terduduk masih tertawa terpingkal-pingkal.,  “BWUAHHHAHhhaha…ha..ha…h” mulutku tertutup seketika dengan posisi berlutut, nyender didinding, megangin perut plus ketawa-ketiwi gak jelas saat bejuta-juta pasang mata (?) melihat ku seperti ini. “ehm..ehm” aku mulai berdiri melakukan gerakan gak jelas seperti merapikan dasi seragamku agar tidak terlihat gugup dan cepat-cepat pergi dari sana “aiish” .

End pov

 

Trriing.. Trring..

“yoona ssi,, pulang dengan siapa?”

“sendiri”

“pulang dengan ku saja gimana?”

“ani, tidak usah”

“ayolah kan lebih cepat jika kuantar”

“anii tidak perlu”

“ya~ hyukjae jangan paksa dong, yoona ssi tidak mau pulang dengan mu, dia ituu mau pulang dengan ku iyakan yoona ssi?”

“ani,, kalian berdua tidak perlu repot-repot mengantarku aku bisa pulang sendiri”

“hahaha, Sungmin ssi kau terlalu pede, lihat kita sama-sama ditolak”

“hei apa-apaan sih kalian berdua ngerebutin pulang dengan yeoja aneh  ini,” kyuhyun datang tiba-tiba memisahkan jarak antara eunhyuk,sungmin dan yoona “dia ini pulang dengan ku”  kyuhyun langsung menarik tangan yoona keluar kelas

“huuuu  dasar Kyu”  sorak eunhyuk dan sungmin bersamaan

 

@Tempat parkir

 karena telah sampai tempat tujuan dan merasakan capek menahan tangan yoona yang dari tadi berontak-berontak ingin lepas akhirnya Kyuhyun melepaskan tangan yoona “yaa~ apa-apaan kau ini aku mau pulang”teriak yoona “oh pulang? Ya udah pulang sono gih” Kyuhyun mengacuhkan yoona dan masuk kedalam mobil nya . Yoona hanya melongo :O, mengernyitkan dahi, mengoceh-ngoceh gak jelas melihat mobil kyu yang pergi melesat dengan cepat meninggalkannya “aku bencii kau Kyuhyun jelekk pabbooo aiiish” yoona melihat sebuah kaleng minuman tiba tiba saja ia mengganti penglihatannya kalau kaleng didepannya itu adalah muka Kyuhyun secepat kilat ia menginjak-nginjaknya sampe kalengnya lepek (?) belum puas ia mengambilnya lalu meremas-remas, meremuk-remukan, meninju-ninjukan kaleng itu sampai tidak berbentuk kaleng lagi dengan tangannya  lalu dibuangnya kaleng itu dengan keras.

 

Malamnya…..

Tok..tok…

Cklek…

“ada ap—?”

“yaa yaa apa-apaan masuk kamar sembarangan” yoona menghalangi jalan kyuhyun yang ingin duduk di kursi belajar yoona

“haa apaan sii cerewet banget, kamar ini masih dalam hak milikku tau “ kyuhyun menggeser badan yoona lalu duduk di kursi belajar yoona, menyingkirkan buku-buku dan peralatan yoona yang ada diatas yoona , stelah merasa bersih ia meletakkan kedua kakinya diatas meja lalu mulai memainkan psp nya.

“ergggghh…” yoona menggeram lalu menarik napas berpikir bahwa tidak ada gunanya melawan si raja iblis tersebut. Ia pergi kedekat kyuhyun mengambil buku-buku dibawah yang dibuang oleh kyuhyun tadi lalu melanjutkan belajarnya tadi dilantai.

“Fire…..Fire…….duamb”

“shoot…shoot……duar…. duar”

“medical…..medical….finished”

“YOU WIN”        

Terdengar suara game yang berasal dari psp Kyuhyun , sepertinya kyuhyun memang sengaja membesarkan volume psp nya agar yoona terganggu..

“huft…” yoona menarik napas, menahan emosi yang dari tadi meluap-luap membakar badannya (?) lalu ia menoleh kearah kyuhyun

“Kyuhyun ssi,, bisakah kau mengecilkan suara PSP mu, itu membuatku tidak konsentrasi”

“ah apa yoona ssi?” kyuhyun menanyakan kembali, ia pura-pura tidak mndengar apa yang yoona bicarakan kepadanya dan tetap memainkan PSP nya

“tolong kecilkan volume PSP mu” yoona mengulangnya dengan suara agak besar

“apa? Aku tidak mendengarmuuuuu” jawab kyuhyun sekena nya dan tetap memencet mencet tombol PSP nya.

Karena emosinya sudah diambang batas jurang (?) yoona menghampiri Kyuhyun merebut PSP nya dan mematikannya.

“yak apa apan kau ini” kyu langsung berdiri dan ingin mengambil PSP nya dari tangan yoona, sebelum tangan kyuhyun mencapai PSPnya yoona pun buru-buru menghalanginya.

“hanya mengecilkan volume dari PSP ini tidak bisa? Biar aku yang melakukannya” yoona menyalakan PSP kyuhyun dan memencet mencet PSP kyu dengan serius agar terlihat mahir dalam mengoperasikan PSP padahal ia tidak tahu apa yang habis dipencet-pencetnya tadi *LOL* .  Setelah selesai  kyuhyun berusaha kembali mengambil Psp nya tetapi yoona telah duluan berlari menuju pintu, ia ingin mengadukannya ke ahra eonni , sepertinya kyuhyun tau apa yang direncanakan yoona, dengan cepat kyuhyun pun mengejarnya, menyalipnya pas didepan pintu kamar yoona, buru-buru ia tutup pintu  itu dan menguncinya. Kyuhyun kembali menatap yoona mendekatinya perlahan-lahan

“kembalikan PSP kuuu” yoona mundur-mundur takut sampai badanya terhenti di sudut  dinding, tetap menggenggam PSP kyuhyun dengan kedua tangannya dan disembunyikan di balik punggungnya.

Kyuhyun meletakan satu tangannya disamping kepala yoona mengunci nya agar yoona tidak bisa pergi lagi. “cepat.. sini PSP kuu” kyuhyun memandang mata yoona tajam

“tidak akan sebelum kau berjanji tidak akan menganggu ku lagi” geleng yoona dan membalas tatapan kyuhyun dengan sama tajamnya.

“aiiish yeoja ini cepat kembalikan” ucap kyuhyun tidak sabaran lalu menarik tangan yoona , tetapi cara ini tidak berhasil, tenaga yoona cukup kuat.

“kembalikan PSP ku atau kau —–“

“kau apa?? Berani apa kau kepadaku hah? Kau tidak akan berani melakukan apa-apa kepadaku, karena nanti akan aku langsung kadukan ke ahra eonni wekk :PPP” yoona juga menantang kyuhyun ditambah dengan lidah ejekan yoona.

“kau yakin?…” Kyuhyun mendekatkan kepalanya ke arah yoona dan mengeluarkan senyuman menggodanya

“a..aku ya..ya..kin…… AKU YAKIN” yoona tergagap tapi langsung ia tepiskan rasa gugupnya dan lebih menantang kyuhyun

“baiklah” kyuhyun memegang kedua pipi yoona, memajukan wajahnya ke wajah yoona dan dan dan

CHUUUU~~~~~

Bibir kyuhyun menyentuh bibir yoona,

1…2…3….4….5 Kyuhyun melepaskan ciumannya, mengatur nafasnya dan tersenyum evil kembali

“apakah kau masih mau mengadukan ‘ciuman’ ini kepada noona?” kyuhyun terkekeh, lagi lagi dengan tawa evilnya, langsung saja ia mengambil PSP dari tangan yoona yang terlihat tidak ada kekuatan lagi untuk menahannya lalu ia pergi menuju pintu, sebelum pintu tertutup ia melongokan (?) kepalanya

“oh ya, juga beritahu berapa lama tadi kita berciuman kepada noona,, hahahah…. ” Cklekk, terdengar suara pintu tertutup.. Yoona masih mematung matung, melongo-longo, ia mencubit-cubit tangannya berharap kalau ini mimpi,, sayang nya “aww” bukan mimpi. Ia mengelap-ngelap bibirnya dengan baju nya, mencari air untuk mencuci bibirnya .. “AKU BENAR BENAR MEMBENCI MU CHO KYUHYUN, DASAR RAJA IBLIIIIIISSSSSS”

 

TBC~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Weeew, I am back ,,, setelah sekian lamaaaaaaaaaa gak nge post lanjutan ff inih. Biasa sibuk bikin kue buat lebaran *ngaduk-ngaduk adonan..   Gimana? Gimana? Gak nyambung kah? Gaje kah? Tell meeee … 😀

Pada bingung kan kenapa belum ada konflik yang muncul di ff ini?? Soalnya perjalanan konflik dari otakku menuju laptop lagi maceet banyak yang mudik sih LHO? :D..

Tenang,, nanti insyallah bakal aku jemput langsung deh si konflik langsung aku lemparkan ke ff ini hahah ;D…  dan Typho mungkin bakal keseringan muncul, jadi tolong dimaklum kan.. dan lagi maaf kalo pendeek ni ff, ..

Gimana sama evil kyu?? Kurang jahatkah dia?? Yoona nya?? Kurang tersiksa kah dia?? *tawa evil*

Komen loh komen,, semakin banyak yang komen membuat mata ku langsung bersinar terang benderang dan menyuruh si otak memikirkan lanjutannya . kekekeke

Dan poster itu *nunjukatas* jangan dihina, ditertawakan saja 😀 .. maklum author tidak pintar ngedit poto ditambah aplikasi2 kayak photoshop, photoshine, photoscape pada kehapus sama tangan author,, diterima aja oleh mata apa adanya….

Sampingan

New Love part 2

Gambar

Author pov

“kyu, appa mau mengenalkanmu pada seseorang” kata appa kyu setelah acara makan malam selesai.

kyuhyun pun mulai menyiapkan diri untuk mendengarkan appanya

“Kenalkan kyu ini Im yoona dan yoona ini Cho kyuhyun” kata appa kyu

“annyeonghaseo naneun im yoona imnida” kata yoona sambil menundukan kepalanya.

kyuhyun pun tidak membalas sapaan yeoja tersebut, dia hanya memperhatikan yoona dari ujung kaki hingga ujung rambut

Plakk… sebuah jitakan mulus datang kekepala kyu

“appo … issshh noona” keluh kyu sambil mengusap-ngusapkan kepalanya

“pabo,, beri salam juga ke dia” jawab ahra sambil melihat kyu dengan tajam

“aissh ne ne,, Cho kyuhyun imnida” kata kyu dengan ikut menundukan kepalanya

“oh ya, kenapa yeoja ini tadi msuk ke kamar orang tanpa izin dan mengambil baju kotorku?” Tanya kyu

“ oh tadi dia hanya ingin membantu bibi park mencuci baju, padahal sudah dilarang larang, tapi dia tetap ingin membantu,, akhirnya dia hanya bertugas untuk mengambil pakaian kotor saja.. Yoona memang yeoja yang rajin” jelas eomma kyu sambil memuji yoona, melihat itu yoona pun menundukan kepala karena sedikit malu

“yoona ini adalah anak dari teman appa, dia pindah ke seoul untuk melanjutkan sekolah nya disini dan dia appa suruh tinggal disini karena dia seorang yeoja yang belum tahu seluk beluk kota seoul” kata appa kyu

“ne kyu, dia sekarang menempati kamar bermainmu yang berada disamping kamarmu” sambung eomma kyu

“mwo? kenapa dikamar itu! disitu tempat tinggalnya Nintendo PS 1 2 3 ku, PSP ku aissh ,, itu kamar yang sangat cocok untuk tempatku bermain eomma” jawab kyu dengan nada agak sedikit tinggi

“ sudahlah, kau itu juga besar, untuk apa bermain mainan anak anak itu lagi, ” kata eomma kyu

“ jadi dimana PS PS ku itu sekarang?” Tanya kyu

“eomma beri pada sepupu sepupu mu!” kata eomma kyu dengan santai

“mwo? aissh eomma,, lalu PSP kesayanganku? Tanya Kyu lagi dengan muka memelas agar dia mendapatkan jawaban yang bisa membuat hati nya lega

“SUDAH PASTI” belum juga eomma kyu menjawab, ahra dengan cepat menjawabnya dengan memberi penekanan kata ke kyu.

kyu pun tidak bisa berkata apa apa lagi, dia terlihat sedih, kesal, marah karena PSP kesayangannya yang sering dianggap pacarnya itu mudah saja diberi pada oranglain,, padahal dia sudah berusaha keras memecahkan nilai rekor pada game-game yang berada di PSP itu., dia berpikiran semua ini terjadi karena yeoja itu,, dan sekarang kyu pun memerhatikan yeoja itu dengan seksama , tidak ada yang jelek ataupun cacat dimatanya, tetapi karena PSP kesayangannya pergi karena yeoja itu dia mulai mengganti tatapan kagum itu menjadi tatapan evil seorang kyu.

“PSP, dimanakah engkau sekarang? apakah kau sudah makan? (makan = di charger) apakah orang lain memperlakukanmu dengan baik?” kata kyu yang sedang berbaring di atas kasur, dia sedang melihat ke atas atap kamarnya dengan bengong (?) dia terlihatseperti orang yang patah hati karena ditinggalkan yeojachingunya sampai sampai dia tidak menyadari ada ahra yang masuk kedalam kamarnya.

“Kyu” panggil ahra sambil berjalan menuju tempat tidur kyu

“Kyu kau kenapa? Tanya ahra sambil menggoyang-goyangkan tubuh kyu seakan takut terjadi hal hal yang aneh kepada namdongsaengnya ini.

“NOONA BERHENTI” teriak kyu memberontak

“habisnya kau tidak menyahut panggilan noona, jadi noona khawatir kamu terjadi apa apa” jawab ahra sambil memberhentikan kegiatannya itu

“oh ya kyu, appa memasukan yoona ke sekolahmu juga,, jadi nanti kau pergi dan pulang harus bersamanya,, “ kata ahra

“Mwo? kenapa harus? Ani ani aku tidak mau” kata kyu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya

“kau ini, yoona itu pendatang baru di seoul, jadi dia butuh bimbingan mu untuk bersekolah disana, apalgi nanti dia sekelas denganmu, jadi kau mudah memperhatikannya di sekolah” kata ahra

“tapi apa kata teman teman ku nanti jika aku bersama dia terus” kata kyu

“aiissh pabo dia kan cantik, jadi jika mereka menganggap yoona yeojachingumu masa mereka akan mengejekmu,” kata ahra

“tapi … ” kata kyu tapi terpotong

“sudah tidak ada tapi tapian lagi, pokoknya mau tidak mau kau harus melakukanya. sudahlah tidur sana, besok kau kan sekolah, dan jangan lupa kata kataku tadi” kata ahra sambil melangkah pergi dari kamar kyu

“aishh yeoja menjengkelkan” kesal kyu

esooknya …

“kyu bangun,, nanti kau terlambat” kata ahra sambil menggoyang-goyangkan tubuh kyu

“aish noona hari ini tidak usah sekolah, aku ini sudah cukup pintar” kata kyu sambil tetap memejamkan matanya

“baru cukup kan bukan lebih? cepat bangun yoona saja sudah bersiap pergi tapi dia tetap menunggumu,” kata ahra dengan tetap melanjutkan kegiatannya

“salah sendiri mengapa menunggu ku, kalau mau pergi sekolah bisa sendiri dia kan punya kaki” kata kyu sambil membelakangi ahra

“kau sudah lupa dengan perkataanku semalam, kau harus melakukannya” kata ahra dengan nada tinggi

“mmh..” kyu pun tetap tidur tanpa menjawb pertanyaan ahra

“ anak ini memang harus digunakan cara ini,, hana dul set” ahra mengumpulkan sekuat tenaga nya untuk menggunakan cara yang dianggapnya berhasil untuk membangunkan kyuhyun.

Dug .. ahra pun mendorong kyuhyun hingga jatuh dari tempat tidurnya

“Awwh” teriak kyu

“maka nya kalo dibangunin cepet bangun jadi gini kan, cepat bersiap2 lalu sarapan dan berangkat bersama yoona,, aku beri waktu 10 menit” kata ahra

“kau ini kejam sekali noona, cepat pergi aku mau mandi” kata kyu smbil mendorong ahra kelluar kamarnya

………………………………………………………………….

yoona pov

aku sudah menunggunya 30 menit,,, aku sangat tersanjung dengan kata kata Cho ahjussi dan ahjumma kalau mereka ingin melindungiku disini,, tapi aku bukan lah seorang yeoja yang polos, yang sedikit-sedikit takut, aku bisa pergi ke sekolah sendiri tanpa bantuan anaknya yang bernama Cho Kyuhyun itu,,, mungkin ini semua karena mereka perhatian denganku, aku harus menerima nya..

“kyu, makan dulu sarapanmu”ajak eomma kyu saaat melihat kyu sudah keluar dari kamarnya

“tidak perlu eomma, aku berangkat dulu” kata kyu sambil terus berjalan keluar tanpa menghiraukan yoona yang sedang berdiri menunggunya,

apa apaan dia ini, apakah aku tidak terlihat, melewatiku dengan seenaknya saja, apa dia tidak tahu aku telah berdiri menunggunya 30 menit. aish sabar yoona, kau ada dirumah orang, tidak baik jika kau melawannya.

“kyu, ajak yoona pergi bersamamu” teriak eomma kyu

“aissh,, yoona ssi kajja” kata kyu sambil menghadap belakang untuk memanggil yoona

“ne” jawabku sambil mengikuti langkah kyu dari belakang.

sampai di dekat mobilnya aku hanya diam tidak berani langsung masuk ke mobilnya, bisa saja nanti aku langsung kena marah olehnya. lamunanku terehnti karena dia memanggilku.

“cepat masuk, kau kan bisa masuk sendiri masa harus aku yang membukakan” kata kyu dengan ketus kepadaku

“ne” kataku dan aku mulai masuk ke kursi belakang mobilnya,

“yak kau ini kenapa duduk dibelakang cepat pindah kedepan, kau kira aku ini supirmu” kata kyu dengan sedikit nada tingginya

“ ah ne”

iish jika dia bukan termasuk keluarga Cho yang baik, mungkin aku akan…. dia tidak tahu jika aku ini termasuk yeoja kuat di sekolahku dulu, menang adu panco dengan teman laki-laki dikelasku..

end yoona pov

at school …………………………………….

author pov

“hey lihat kyu sunbae pergi bersama yeoja, apakah dia yeojachingunya?”kata yeoja murid sekolah itu

“mungkinkah?,, aku iri sekali dengannya” kata yeoja lainnya.

“aneh sekali sekolah ini, ketika kami sampai banyak sekali murid murid yang melihat kea rah kami sambil sedang berbisik-bisik, apa ada yang aneh” gumam yoona sambil melihat ke sekelilingnya, walaupun sedikit berbisik kyu dapat mendengarnya dengan jelas.

“heeheheh”kyu pun terkekeh dengan senyum evilnya

“wae” Tanya yoona smbil melirik ke kyu

“aku ini kan namja terkenal di sekolah ini, apalagi dengan wajahku yang tampan ,  dan pernah memenangkan olimpiade matematika, jadi siapa yang tidak kenal denganku? mereka melihat begitu karena mereka bingung kenapa kau yeoja yang biasa bisa pergi dengan namja yang tampan sepertiku ini” kata kyu dengan menunjukan senyum evilnya kepada yoona

“narsis sekali namja ini” desis yoona

“apa kau bilang?” Tanya kyu menatap yoona

“ani gwenchana” balas yoona sambil menundukan kepalanya

yoona pun berjalan beriringan dengan kyu, karena dia tidak tahu letak kelasnya dimana jadi dia lebih memilih mengikuti kyu.

“ayo masuk” kata kyu menunjukan kelasnya

“aku sekelas denganmu?” Tanya yoona

“wae? tidak suka? aku juga tidak suka kau sekelas denganmu” kata kyu sambil berjalan masuk ke kelasnya yoona pun mengikuti langkah kyu.

“siapa itu kyu?” Tanya seorang namja yang bernama sungmin kepada kyu

“yeojachingumu suit suit?” Tanya namja yang satu lagi yang bernama eunhyuk

“anio anio.. dia itu… dia itu eemmh …” kyu ragu menyebut yoona siapa

“kalo bukan untukku saja,, dia yeppo” jawab eunhyuk

PLETAK.. sebuah jitakan mulus datang ke kepala eunhyuk

“aish appo kyu” jawab eunhyuk

“dia murid baru disini,.. namanya Im yoona,,” jelas kyu

“ annyeonghaseo naneun im Yoona imnida” bow

“perkenalkan ini sungmin dan ini eunhyuk”

“annyeong yoona” balas mereka berdua

“oh ya sungmin, dimana ada bangku kosong? Tanya kyu kepada sungmin. belum sempat menjawab eunhyuk menimpali

“bangku sebelahku kosong tuh,, yoona duduk denganku saja” kata eunhyuk sambil tersenyum agak yadong ke arah yoona.. kyu pun langsung bergeleng keras..

“ani ani, yoona tidak boleh duduk denganmu, nanti otaknya tertular oleh virus yadongmu” kata kyu

“hehehehe” eunhyuk terkekeh

“gini aja, sungmin kau pindah duduk bersama eunhyuk, jadi yoona duduk bersamaku” jelas kyu

“ahh kyu, apa kau mau menambah dosaku jika duduk bersama eunhyuk ini!! kata sungmin sambil menujuk jarinya kearah eunhyuk “kenapa tidak kau saja kyu yang duduk dengan eunhyuk” Tanya sungmin

“kau ini, aku harus menjaga yeoja ini, jika tidak appa eomma noona ku akan membunuhku” jawab kyu

“baiklah, ini kulakukan demi yoona bukan demi kau kyu” jawab sungmin sambil tersenyum manis kearah yoona

TBC

Mian ya kalo ff ini jelek atau banyak typho, author pengunjung baru didunia perff-an jadi membutuhkan saran kalian.. live comment yah

New Love

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar

 

 

Author                      : Intansparkddict

 

Genre                       : Friendship

 

PG                             : 15+

 

Cast                          : Cho Kyuhyun

                                   Im Yoona

                                     

 

Kyuhyun POV

 

“Hyung, aku pulang dulu ya?”

“Ne Kyu, hati-hati” sahut Sungmin hyung tanpa menoleh kearahku

Hari ini sungguh melelahkan, awalnya hanya untuk bertemu dan berbincang bincang dengan teman temanku malah disuruh ikut tanding basket, yah walaupun bukan pertandingan yang resmi ya sekedar olahraga sedikit karena sekian lama ini aku jarang sekali berolahraga.

 

“Eomma?” panggilku

“Noona?” panggilku

aneh kenapa disini sepi sekali, tak ada orang dirumah, jarang-jarang mereka pergi dalam waktu yang bersamaan.. ya sudah lah aku ingin menyegarkan diri dulu dan langsung beristirahat. Aku pun pergi kemarku dan langsung menuju kamar mandi.

 

saat aku keluar dari kamar mandi dan masih dibalut dengan sehelai handuk, sepertinya ada yang aneh

“Ahkkk” teriak yeoja

aku pun menoleh ke sumber suara yang ternyata berada dekat didepanku.

“Yaak, apa yang kau lakukan disini? Ini kamarku” teriak ku kepadanya

“Yaa aku tau, tapi kau juga jangan berteriak gitu gitu juga kali” balasnya

“hei kau itu siapa, berani-beraninya masuk kekamarku, ini kan ruang privasiku jadi kau harus meminta izin dulu jika ingin masuk,kau itu seorang yeoja apa kau mau mengintipku?”kesalku sambil menunjuk nunjuk jariku kepadanya.

“Asal kau tahu, dari tadi aku mengetuk pintumu itu berkali kali karena tidak ada sahutan aku langsung masuk aja, aku kira juga tidak ada orang disini,, masalah ngintip,  emang aku tahu kalo kamu sedang mandi? Enggak kan, dan harusnya kamu berterima kasih kepadaku karena aku ingin mengambil baju kotormu untuk dicuci” jelasnya panjang lebar sambil membuang muka

“tapi kan ….” tiba tiba dia langsung pergi dari hadapanku,

dibenakku ada sejuta pertanyaan tentang yeoja itu, siapa dia? apa dia seorang pembantu? tapi melihat tampilannya dia tidak cocok dijadikan seorang pembantu, dia cukup cantik.. Eitts cantik? apa benar mata ku ini menilai, apa ada yang salah dengan penglihatanku? Jelas jelas dia yeoja aneh, tidak sopan, dan sepertinya evil juga, sama sepertiku dong..

Oke lupakan tentang yeoja itu, nanti bisa aku tanyakan dengan noona, untuk apa memikirkannya..

“Pabo kyu” desis ku

 

 

 “Kyu,, makan malam sudah siap” teriak Cho Ahra dari luar kamar Kyu, dia adalah noona Kyu

“Ne, aku segera turun” teriak kyu dan mulai berjalan menuju meja makan

“Mwo? sedang apa dia disini? duduk bersebelahan denganku? kenapa eomma tidak menceritakannya dulu?” desis kyu yang tidak cukup terdengar dengan orang-orang disekitarnya

 

TBC