Fool To Love You 3 end

Author        : Intansparkddict
Main cast    : Im Yoona
                          Cho Kyuhyun
Others
Genre            : Friendship, Romance
Length          : 4361 words
PG                   : 13+

p.s                  : kata yang bercetak miring (flashback) dan juga (kata hati)

Mata Yoona menatap foto sesosok orang yang dirindukannya, tak ada senyum yang biasa ia tampilkan kala ia melihat sosok itu. Bingung. Rasa bahagia karena melihat sosok itu tertutupi dengan rasa sakit, bukan benci. Tetapi cinta. Bukan, tapi cinta yang masih membekas dihatinya. Cairan bening tertahan di kedua pelupuk mata indahnya, menahan, berharap cairan itu kembali masuk ke balik kedua matanya. Tegar. Ya, ia sangat ingin menjadi wanita yang tegar. Sekeras apapun ia mencoba tetap bertahan, akan berakhir sia-sia. Berhari-hari, Tak ada air mata yang tidak jatuh. bibirnya selalu tertutup, hanya dengan orang tertentu saja ia mau berbicara. Memandang kosong, mungkin telah menjadi kegiatan sehari-harinya.

Tes.. setetes air matanya akhirnya jatuh, memimpin pasukan airmata lainnya yang akan segera ikut menjatuhi pipi Yoona. Tak ada isakan, tak ada kata-kata, dan tak ada ada gerakan, hanya air mata yang menunjukan aksinya.
Kenapa?. Kata-kata itu kembali terngiang dikepalanya, bukan hanya sekali. Tetapi ribuan kali, kenapa, kenapa,dan kenapa. Tak ada yang terjawab. Adakah orang lain yang juga merasakan ini? Adakah orang lain yang bernasib sama dengannya? Ck.. tidak mungkin, tidak ada orang sebodoh dirinya, terlarut-larut dalam kesedihan hanya karena cinta, tidak ada orang yang mau menjadi seperti dirinya yang sangat memuja-muja cinta, berpikir kalau cinta yang dimilikinya adalah cinta sejati. Ck.. Dongeng, ingin akhir yang selalu bahagia, menikah dan hidup bahagia bersama pangerannya. Bodoh, telah menetapkan Kyuhyun menjadi pangeran hidupnya, menjadikan Kyuhyun separuh hidupnya, sangat yakin untuk mencintai Kyuhyun sepenuh hatinya, tetapi sama sekali tidak mengetahui penuh perasaan Kyuhyun, entah iya ataupun tidak. Yoona tetap menganggap Kyuhyun sangat mencintai dirinya .

Dan ternyata semua perasaan itu kini hanya seperti daun-daun yang telah layu dan rontok, karena tidak lagi diberi Sinar Matahari dan Klorofil. Seperti perasaan nya kini, tidak lagi dihiasi oleh Sinar Matahari dan Kyuhyun. Matahari. Hembusan angin meniupkan rambutnya yang tergerai rapi, mencoba menyadarkannya dari kesedihan yang terus menghinggapi dirinya. Kenangan. Hembusan angin itu hanya semakin membuat dirinya terbuai oleh kenangan nya bersama Kyuhyun dan Matahari.

“indahkan Yoong?” Kyuhyun menatap geli kearah yeojachingunya. Yoona. Ia terus membuka bibirnya terperangah dengan pemandangan yang telah tersaji didepan kedua matanya. Matanya jarang berkedip karena takut kehilangan sedetikpun objek yang dilihatnya, menganggukan kepala nya senang ke arah Kyuhyun. Cahaya orange berpadukan cahaya merah perlahan akan menghilangkan tubuhnya dari permukaan bumi. Matahari tenggelam. Sungguh fenomena alam yang indah, walaupun bukan fenomena yang unik karena tiap hari siapapun bisa melihatnya. Tetap, Bagi Yoona matahari tenggelam dan Kyuhyun adalah keajaiban Tuhan yang sangat indah, ia bersyukur hidupnya dihiasi oleh mereka berdua. Kyuhyun dan juga Matahari
Tangan Kyuhyun menggapai wajah Yoona, jemarinya menyusuri lekuk wajahnya, membersihkan walaupun hanya beberapa helai rambut yang menutupi wajah cantik Yoona. Sinar yang akan hilang itu masih berbekas, memantulkan cahaya nya. Membuat Wajah Yoona terlihat lebih indah. Yoona memejamkan kedua matanya, merasakan sentuhan jemari Kyuhyun yang membelai wajahnya. Deru nafas yang teratur saling terdengar di telinga mereka. Degup jantung berdetak cepat mengartikan rasa gugup menyelimuti tubuh mereka. Tangan Kyuhyun menyentuh kelopak mata Yoona yang tertutup membuat kelopak mata itu terbuka dan langsung melihat kearahnya.
“I Love You…”
Hanya tiga kata itu, berhasil mencakup semua perasaan Kyuhyun. Cinta. Suka, Sayang, Rindu, semua yang menggambarkan perasaan hati nya terhadap Yoona telah diucapkannya. Singkat, Padat dan Tepat. Singkat karena hanya tiga kata. Padat karena memiliki arti yang mendalam. Tepat karena tiga kata itu memang benar adanya. Benarkah? Tak pernah terlintas kata itu dibenak Yoona. Ia sangat mempercayai Kyuhyun, terlalu mempercayai Kyuhyun malah. Membiarkan hati nya terbuka lebar hanya untuk Kyuhyun, tidak ada kata ragu dalam hati Yoona. Kyuhyun mencintainya, Kyuhyun benar-benar mencintainya. Kata-kata itu seakan menjadi tiang yang menyangga hati nya, membuat hati nya lebih kuat dan bahagia. Jika tiang itu rapuh dan roboh bagaimana dengan hatinya? Pernahkan Yoona mempertanyakan pertanyaan itu kepada dirinya sendiri? Jawabannya tidak. Kyuhyun mencintainya. Itu adalah harga mati bagi Yoona.karena ia Buta. Yoona telah dibutakan oleh cinta
“I Lov—–“
Salah satu jari Kyuhyun berhasil membuat bibir Yoona tertutup sehingga Yoona tidak sampai melanjutkan kata-katanya. Mata Yoona membulat saat melihat wajah Kyuhyun semakin dekat dengan wajahnya.Tanpa melepasakan jari nya, Kyuhyun memandang intens kea rah mata Yoona.
“Ssshh.. kau tak perlu menjawabnya. Aku sudah mengetahuinya kalau kau juga sangat mencintaiku”
Semburat berwarna merah menghiasi kedua pipi Yoona. Suara lembut Kyuhyun tadi benar-benar berhasil membuat dirinya sangat gugup dan malu. Sangat benar. Yoona memang sangat sangat sangat mencintai Kyuhyun dan itu sangat tidak bisa ia pungkiri lagi. Kyuhyun tersenyum evil kearah Yoona. Benar, ia memang merusak suasana. Suasana romantis dan manis yang berhasil ia perlihatkan kepada Yoona malah ia sendiri yang mengakhirinya, walaupun begitu kalau tidak ada si EvilKyu didunia ini mungkin tidak pernah ada cerita Yoona mencintai seorang Kyuhyun. Karena evil adalah salah satu bagian favorit Yoona
Tangan Yoona mendorong dada Kyuhyun agar menjauhi wajahnya dari wajah Yoona. Hanya wajah, tidak tubuh mereka. Posisi mereka sama seperti tadi sangat dekat sehingga tangan Yoona masih bisa menggapai dada Kyuhyun. Tangan Yoona memukul pelan dada Kyuhun menunjukan kekesalannya terhadap Kyuhyun. Kyuhyun tertawa geli melihat sikap Yoona, ia sangat senang menggoda Yoona hingga membuat pipi nya memerah, karena menurutnya Yoona lebih terlihat cute dengan polesan merah alami yang menghiasi kedua pipi Yoona. Kedua tangan Kyuhyun berhasil menangkap kedua tangan Yoona yang memukul dada nya. Tidak ia tarik, malah ia tekankan kedua tangan Yoona kearah dadanya.
Deg..
Kedua tangan Yoona merasakan detak jantung Kyuhyun, ia melihat kearah kedua tangannya yang masih erat dipegang tangan Kyuhyun. Perlahan arah matanya bergerak keatas hingga kea rah wajah Kyuhyun. Ia mendapati Kyuhyun memandanginya dengan tatapan mendalam.
“bisa kau rasakan Yoona? Ini semua karena mu. Jantung ini, terus bergerak cepat hanya karena dekat denganmu. Tapi aku bahagia. dan ingin selalu berdua denganmu seperti ini. Selamanya..”
Selamanya.. kata terakhir itu terus terngiang-ngiang dikepala Yoona. Selamanya, sama-sama saling mencintai. Selamanya, saling mengisi. Dan selamanya, hidup berdua dan bahagia.. bersama Kyuhyun. Harapan itu seakan sangat mudah digapai oleh Yoona. Melihat kesungguhan Kyuhyun, ia yakin Kyuhyun mencintainya.
“Kyu..”
“Hmm..”
“Bisakah aku meminta sesuatu hal padamu?”
“Apapun itu Yoona.”
“Jangan pernah tinggalkan aku..”
“Tidak akan pernah Yoona..”
Kyuhyun memeluk tubuh Yoona. Mata nya terpejam, sangat indah.. harum wangi rambut Yoona bisa jelas masuk ke hidungnya, membuat nya semakin menyembunyikan kepalanya pada rambut Yoona. Sehingga deru nafasnya bisa membuat beberapa helai rambut Yoona bergerak. Senyuman lembut terus tampil dibibir nya, menambah ketampanan garis wajahnya. Tangannya membelai halus rambut Yoona. Sinar yang akan hilang itu menyinari mereka berdua, terlihat hanya mereka berdua, sebagai objek utama yang paling terang dan bersinar. Indah…
“Tidak akan pernah..”

“Boo!!”
Yoona terhentak kaget saat seseorang mengejutkannya dari belakang. Kenangan itu seakan berhenti berputar dikepalanya seperti kaset yang berhenti berputar menayangkan drama kisah cinta. Ia menolehkan kepalanya kearah belakang dan mendapatkan sesosok sahabatnya yang sedang tersenyum lebar kearahnya. Ia memegang kedua pipinya memastikan tidak ada lagi cairan yang membekas di kedua pipinya. Kering dan dingin. Tak disangka Air mata itu telah mongering dan membuat kulit pipinya menjadi dingin, entahlah. Ia mulai berpikir, berapa lama ia telah memandangi foto itu tadi. Ia baru menyadari, kenangan itu lah penyebabnya.
“Wae Yoona?” mata Sooyoung langsung tertuju pada sebuah foto yang digenggam erat tangan Yoona, seketika wajah ceria Sooyoung langsung muram. Entahlah, ia sangat kesal jika melihat foto orang itu. orang yang telah membuat kehidupan sahabatnya hancur.
“ berhentilah memikirkan namja itu. Berhentilah menyakiti dirimu sendiri Yoona ah” mata Yoona tetap tidak berpindah dari foto itu, meskipun Sooyoung memperingatkannya ia tetap tidak melakukan perubahan apa-apa.
Karena kesal Sooyoung langsung merebut foto Kyuhyun dari tangan Yoona lalu ia membuangnya asal. Yoona terhentak kaget, matanya terus mengikuti gerakan foto yang dilempar Sooyoung tadi. Saat Yoona mulai berdiri untuk mengambilnya kembali tapi tangan Sooyoung memberhentikannya.
“untuk apa Yoona?” Sooyoung memegang pundak Yoona memberi perintah agar Yoona duduk kembali. Yoona hanya menunduk, ia tidak berani menunjukan wajah tangis nya kepada Sooyoung
“jangan lagi sakiti dirimu Yoona. Masih banyak namja lain yang lebih mencintaimu dan bisa membuatmu lebih bahagia dibandingkan dia!”
“untuk apa membuang tenaga mu hanya karena dia? Dia sudah tidak lagi bersamamu Yoona, dia sudah tidak lagi mencintaimu. !!..”
Kalimat terakhir itu sukses membuat Yoona mengangkat kepalanya, ia merasa tidak terima dengan ulasan kata-kata itu. Kyuhyun masih mencintainya, ia sangat yakin hal itu.
“Yoona ah, lupakan dia.. aku tidak tahan melihat keadaanmu yang semakin menurun hanya karena nya” suara Sooyoung mulai melembut, ia mengusap air mata Yoona dengan kedua tangannya. Perlahan Yoona menganggukan kepala nya kepada Sooyoung. Ia mengiyakannya walaupun itu sangat mustahil baginya. Ia sangat mencintai Kyuhyun, sangat mustahil untuk menghilang kan Kyuhyun dari hatinya dan pikirannya dalam waktu yang singkat.
Sooyoung memandang prihatin kea rah Yoona. Sesungguhnya ia juga tidak ingin semua ini terjadi terhadap sahabatnya, Kyuhyun dan juga.. Changmin. ia menyuruh Yoona agar Yoona melupakan Kyuhyun, tetapi itu hanya terpaksa dilakukannya ia tidak ingin melihat kehidupan Yoona makin memburuk. Ia tahu bagaimana rasanya, tetapi hati Yoona lebih lemah dari hatinya. Yoona tidak sekuat dirinya. Selama ini Sooyoung terus memendam sesuatu. dan semua ini berawal dari Changmin.
‘kurasa aku harus melakukan ini’

333

“Changmin! Kau terlalu egois..”
“Egois? Kau bilang aku egois? Aku hanya membuat semua ini tetap terasa adil!”
“Adil? Kau bilang ini adil? Adil ini hanya untukmu, sedangkan yang lainya harus tersakiti karena ‘keadilan’ mu itu”
Pria yang disebut Changmin itu mengepalkan kedua tanganya, ia sangat geram karena perkataan yeoja yang berada dihadapannya
“Apa urusanmu hah? Kau tidak berhak untuk menyampuri urusanku”
“Kau.. kau memang namja yang egois. ”
Mendengar itu, emosi Changmin langsung naik. Tangannya langsung mengambil ancang-ancang untuk menampar pipi yeoja tersebut. Tetapi ia mengurungkan niatnya, ia melihat mata yeoja itu memandangnya dengan tatapan menantang, bukan karena hal itu saja. ia melihat mata yeoja itu berkilau menandakan adanya cairan yang tertahan dikedua bola matanya.
“Soo—Sooyoung”
“Kenapa? Kenapa tidak jadi menamparku? Ayo tampar”
Sooyoung makin memajukan dirinya ia makin menantang Changmin yang berada didepannya. Ia tidak menghiraukan air matanya yang perlahan jatuh dari kedua matanya. Ia merasa sesak didadanya. Pria itu, bahkan berani ingin menamparnya
“Aku mencintainya Sooyoung”
Suara Changmin melemah ,Sooyoung tersenyum palsu kearah Changmin. kalimat itu malah tambah menyesakkan dadanya, walaupun ia telah mengetahuinya dari awal tapi tetap, perasaan sesak ini tidak pernah tertepiskan
“Cinta? Apakah kau merasakan hal yang sama saat kita bersama dulu?”

“Sooyoung”
yeoja yang dipanggil Sooyoung itu mengadahkan wajahnya kearah namja yang memanggilnya
“Hmmm?”
“Aku mencintaimu”
“Aku sudah tahu hal itu” Sooyoung menarik hidung Changmin lalu tertawa geli ke arahnya
“Jadi kau tidak ingin mendengarnya lagi?”
“Ani, aku ingin mendengarnya hingga ribuan kali dari bibirmu” Sooyoung tidur dipangkuan Changmin, ia memegang tangan Changmin dengan kedua tangannya. Dan Tangan Changmin yang lainnya membelai rambut Sooyoung
“Jadi, biarkan aku melakukannya hingga bisa membuatmu bosan mendengarnya”
Sooyoung tertawa geli mendengarnya
“Janji?”
“Janji..” Changmin mencubit geram hidung Sooyoung sehingga membuat mereka berdua tertawa.

Changmin menatap Sooyoung, seberkas rasa bersalah tertampilkan di kedua mata Changmin
“Ne, aku mencintaimu Sooyoung. Tapi, itu semua sudah berlalu.”
Kemana pergi janji itu?
“Lalu, jika akhirnya kau bersama Yoona apakah kau akan mencampakkan nya sama seperti kau mencampakkanku dulu?”
Changmin terdiam, Perkataan mantan kekasihnya itu benar-benar berhasil membuatnya kehilangan kata-kata. Memang benar ia sangat mencintai Sooyoung tapi entahlah kenapa ia bisa jatuh hati kepada Yoona yang berstatus sebagai sahabat Sooyoung sendiri. Ia tidak tahu kenapa ia bisa menjadi sejahat ini
Sooyoung menatap Changmin, sepertinya ia bisa melihat raut wajah Changmin yang sangat gelisah, terlebih karena mendengar kalimat terakhir yang diucapkannya. Air matanya terus membasahi pipinya, jauh didalam hati terdalamnya ia masih sangat mencintai Changmin, walaupun Changmin telah mencampakkannya dan mencintai sahabatnya sendiri. Perasaan sooyoung tidak pernah berubah.
“maaf, maafkan aku Sooyoung ah”
kalimat Changmin sungguh tulus. Ia merasa sangat bersalah melihat yeoja ini menangis.
Tetapi sooyoung tetap tidak berhenti menangis, ia malah membalikkan tubuhnya membelakangi Changmin. lalu ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, membekap agar isakan tangisnya tidak terdengar oleh Changmin.
Siapapun, bisakah memberhentikan air mataku yang terus turun karena namja ini?
Sooyoung merasakan ada tangan yang memutarkan tubuhnya, ia tersentak karena tangan itu tiba-tiba memeluknya
“Cha-Changmin”
Suara parau Sooyoung terdengar saat ia memanggil Changmin. ia sangat merindukan pelukan ini, hangat dekapan Changmin, dan aroma tubuh Changmin yang terasa manis dihirupnya
Bisakah waktu berhenti sebentar?
“maafkan aku Sooyoung, aku memang namja yang egois. Aku tidak ber maksud ingin mencampakkanmu. Tapi perasaanku—“
“Aku mencintaimu Changmin, aku masih sangat mencintaimu. Tak bisakah kau melihatnya selama ini?” Sooyoung memukul dada Changmin berulang kali. ia terus menangis. Dan hingga tangannya lelah memukul Changmin ia menangis didada Changmin, kepalanya ia sembunyikan didada Changmin menahan isakannya yang makin membesar. Sebenarnya ia sangat ingin membenci namja ini tapi entah hati nya idak pernah memunculkan perasaan itu.
Kau sungguh bodoh Changmin
“Sooyoung”
“cukup Changmin, tidak perlu kau mengatakannya. Kau tidak mencintaiku. Itukan yang ingin kau katakan? Aku mengerti”
Dadaku terasa sesak
Sooyoung menjauhkan tubuhnya dari Changmin
“Soo—“
“ biarkan mereka bahagia Changmin. Mereka berdua sama sama saling mencintai. Kau menyakiti mereka Changmin. Apakah kau setega ini menyakiti Kyuhyun, sahabatmu sendiri ?”
Sooyoung menatap Changmin dengan tatapan memohon, ia memegang dada Changmin dengan kedua tangannya.
“dan Yoona. Jika memang kau mencintainya harusnya kau bisa merelakannya bahagia walaupun bukan denganmu. Hidupnya kini menyedihkan setelah kau memisahkannya dengan Kyuhyun. “

333

“Eonni, kau dimana? Aku sudah sampai”
(Nah, sekarang pergi lah ke meja no 3. Tunggu lah disana, sepertinya eonni akan terlambat. Arasso?)
“Ara, tapi jangan terlalu lama eonni. “
(ne, sekarang mulailah mecari meja itu. dan Bye..)—Tiiit
Yoona memasukan ponselnya kedalam tasnya. Kakinya mulai melangkah dan mencari meja nomor 3. Ia pergi ke restoran ini karena diminta Sooyoung untuk menemaninya makan. Dan mungkin Sooyoung juga ingin membicarakan sesuatu hal kepadanya.
Langkah kaki Yoona terhenti karena matanya telah menemukan papan meja bernomor 3 tidak jauh dihadapannya, ia mulai mendekati meja tersebut tetapi terhenti lagi karena ia menemukan seorang namja yang menduduki kursi dari meja tersebut. Ia tidak bisa melihat wajah namja itu karena ia duduk membelakangi Yoona.
“apa Eonni lupa memesan meja itu terlebih dahulu?” batin Yoona
Ia mencari ponselnya kembali dan memanggil kontak Sooyoung.
(wae Yoona?)
“Eonni, apa kau lupa memesan meja tersebut? Meja itu sudah ditempati orang lain.”
(ah jinjja? Tapi eonni telah memesan tempat itu jauh jauh hari, bagaimana bisa ada orang yang menempati tempat tersebut)
“Eonni apa mungkin kau lupa dengan nomor meja nya? Mungkin tempat yang kau pesan bernomor lain”
(Ani yoong. Aku bukan tipe orang yang pelupa. Meja yang sudah kupesan itu memang meja bernomor 3)
Yoona menghela nafas
“lalu eonni sekarang dimana”
(aku masih terjebak macet Yoong, disini sangat padat.)
“lalu bagaimana denganku eonni? Apa aku pulang saja?”
(Andwe.. kau tetap pergi ke meja itu, dan perlahan suruh pergi orang yang menduduki tempat itu)
“tapi kalau ia tidak mau?”
(Yoona,)
Terdengar suara memohon dari balik ponsel Yoona. Yoona menghela nafas lagi
“ah arra arra.. sudah dulu eonni” —Tiiit
Yoona kembali memasukkan ponselnya dan mulai berjalan mendekati namja tersebut.
“Maaf, sebenarnya meja ini—“
Yoona tidak melanjutkan kata-katanya. Ia tersentak saat mulai mengetahui namja itu.
“Yoona, kau disini?”
Yoona menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia masih kaget dengan namja yang berada didepannya.
Namja yang duduk itu mulai berdiri menghampiri Yoona
“Gwenchanayo? Sedang apa kesini? Ingin bertemu dengan seseorang?”
Perlahan Yoona menurunkan kedua tangannya, ia berusaha untuk menatap mata namja itu
“Nan gwenchana. Ne aku ada janji dengan Sooyoung eonni. Dan di meja ini kami telah memesannya, bagaimana kau bisa mendudukinya? Apa kau tidak diberi tahu oleh pelayan disini?”
Yoona berusaha agar bersikap seperti biasa. Walaupun dihatinya sedang terjadi kegemuruhan akibat bertemu namja ini
“Jinjja? Sooyoung? Aku juga diminta sooyoung agar kesini dan juga dimeja ini. Meja nomor 3”
Namja itu mengambil papan nomor yang berada di meja itu lalu ia menunjukannya kepada Yoona.
Yoona tidak mempercayai ini, ia mulai sibuk mencari ponsel ditasnya. Kegugupannya pun mulai terlihat saat ia mulai menekan-nekan tombol diponselnya. Saat ia mulai menelpon nomor Sooyoung ternyata ada pesan yang masuk. Ia sedikit tersentak karena melihat pengirim pesan itu adalah eonni nya

From : Eonni Sooyoung
Sepertinya kau telah berada di meja itu. ^^
Mianhe yoong, ternyata disini macetnya tidak selesai-selesai. Karena lelah menunggu akhirnya Eonni memutuskan pulang. Mianhe jeongmal Mianhe, kuharap kau tidak semarah itu padaku 😀 . jangan sedih, eonni telah mengirimkan orang kesana agar kau tidak kesepian dan ada yang menemanimu makan. Berbagi cerita lah kepadanya karena ia orang yang sangat asyik untuk diajak bebicara. Jebal, jangan marah padaku arraso.. ^^
Your Eonni 

“aissh Jinjja”
Yoona menghela nafasnya lalu menatap namja yang ada dihadapannya itu
“eonni telah merencanakan ini semua” terang Yoona
“Mwo? Rencana? Maksudmu kita berdua?”
Yoona menganggukan kepalanya, mengiyakan pertanyaan namja itu tadi, helaan nafas kembali dilakukan Yoona
“Aku tidak ada keperluan denganmu, jadi lebih baik aku pulang saja”
Kenapa kau muncul lagi dihadapanku
Yoona lebih mengeratkan tali tas yang dipakainya, ia menundukan badannya untuk berpamitan kepada namja itu
“apa kau akan pulang begitu saja? Paling tidak biarkan aku mentraktir mu makan Yoona. Janji awalmu pergi kesini hanya untuk makan kan? Jadi biarkan aku yang menggantikan memenuhi janjimu itu”
Hatiku bahkan perlahan belajar untuk melupakanmu
Langkah Yoona terhenti mendengar perkataan namja itu. ia membalikkan badannya dan menatap kembali namja itu
“sebenarnya aku tidak terlalu lapar. Dan Janji ku bukan hanya untuk makan disini tapi juga ingin membicarakan sesuatu dengan eonni. lalu sekarang karena ia tidak datang jadi tidak ada lagi keperluanku untuk berada disini”
Namja itu tidak membalas perkataan Yoona.
“Kalau begitu aku pulang Kyuhyun ssi.. annyeong”
“Tapi aku ada keperluan denganmu!”
Yoona mendongakkan kepalanya, ia tersentak karena tangannya langsung digenggam oleh Kyuhyun.
Bisakah kau berhenti?

333

“Jadi kau mau pesan apa?”
Kyuhyun menutup buku menu dengan tangannya. Lalu ia berhenti untuk menatap Yoona
“sudah kubilang aku tidak terlalu lapar”
“baiklah, biar aku yang pesankan untukmu.”
Kyuhyun kembali membuka buku menu tersebut
“Yoona tidak menyukai makanan pedas , jadi…”
Kyuhyun bergumam sendiri sambil terus mencari makanan yang cocok untuk dipesankan untuk Yoona. Yoona membulatkan matanya saat mendengar gumaman Kyuhyun.

“Yoong”
“Apa makananya tidak enak?” Kata Kyuhyun masih dengan mengunyah makanan yang ada dimulutnya
“Ani” balas Yoona yang terus mengaduk-ngadukkan makanan yang ada di atas piringnya
“Jadi kenapa tidak dimakan?”
“Karena..”
“Karena apa?” Kyuhyun meletakkan garpu dipiring nya lalu ia menatap Yoona
“Err, Aku tidak suka makanan pedas”. Yoona tersenyum malu kearah Kyuhyun tangannya menggosok gosokkan tengkuknya yang tak gatal.
Kyuhyun tersenyum geli melihat tingkah yeojachingunya , badannya ia condongkan kedepan agar bisa lebih dekat dengan Yoona walaupun tertahan oleh meja. Ia menggapai rambut Yoona lalu mengacak-ngacaknya sambil tersenyum.
“Im Yoona, sejak kapan kau merahasiakan ini dari Cho Kyuhyun?”
Yoona mengerucutkan bibirnya, tangannya pun sibuk merapikan kembali rambutnya
“Selama aku mengenal seorang Cho Kyuhyun” jawab Yoona
“Kenapa kau merahasiakannya?” Kyuhyun meletakkan kedua tangannya untuk menopang dagu nya sambil menatap Yoona
“Entahlah, aku hanya ingin beradaptasi denganmu.” Mendengar itu Kyuhyun menegakkan duduknya kembali
“Im Yoona jangan menyakiti dirimu demi beradaptasi denganku. Aku jadi lebih merasa bersalah”. Kyuhyun memandang sendu ke arah Yoona, sedangkan Yoona menaikkan alisnya
“Yaa Cho Kyuhyun kau sok romantis”
senyum evil terpampang diwajah Kyuhyun. Melihat itu Yoona mencubiti lengan Kyuhyun
“aku serius Yoona” Yoona berhenti mencubiti tangan Kyuhyun. Kyuhyun mengenggam salah satu tangan Yoona di atas meja
“Mulai sekarang katakan saja sejujurnya, aku bukan orang lain buatmu. Aku namjachingumu. Apa pun yang membuatmu resah, tidak suka, katakan saja. Walaupun itu hal yang sangat kecil,. Namja ini akan setia mendengarkanmu. Apa kau lupa? Namja ini akan berjanji akan membahagiakanmu, dan namja ini juga tidak akan pernah menyakitimu”
Mata Yoona berbinar memandang Kyuhyun, sehingga ia tidak mampu membalas perkataan romantis namjachingunya
“Yoona, apa kau terlalu tersentuh?”
Yoona mengenggam kuat tangannya yang digenggam Kyuhyun. Kyuhyun tertawa sedikit meringis karena genggaman kuat Yoona
“Ara ara, ayo kita pesan ulang makanan yang tidak pedas untuk mu dan juga untukku”
Tidak terlihat jelas kalau Yoona sedang tersenyum menatap Kyuhyun. Kyuhyun belum menyadari kalau sedari tadi yoona terus menatapnya.
“yang ini bagaimana?”
Kyuhyun menunjukan gambar makanan yang ia pilih kepada Yoona. Lamunan Yoona terbuyarkan karena pertanyaan Kyuhyun
“terserah kau saja”
Kyuhyun tersenyum lalu memberikan buku menu tersebut kearah pelayan
“bagaimana kabarmu Yoona?” Tanya Kyuhyun.
Yoona yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri dikagetkan oleh pertanyaan Kyuhyun
“hah?”
“aku Tanya bagaimana keadaanmu” Kyuhyun tersenyum lalu tangannya mengacak pelan rambut Yoona
“keadaanku? Baik. Aku Baik-baik saja”
aku tidak baik Kyuhyun.
Yoona tersenyum palsu kearah Kyuhyun. Setelah itu ia hanya menundukan kepalanya
“Bagus kalau begitu.” Kata Kyuhyun. Ia pun terus menatap Yoona yang berada didepannya, sedangkan Yoona nyalinya tidak cukup untuk terlalu lama menatap Kyuhyun.
Bisakah kau jangan menatapku?

333

Kyuhyun dan Yoona berjalan beriringan di pinggir sungai Han. Sepertinya hubungan mereka hampir membaik, hanya saja Yoona yang masih terlihat ragu-ragu dan kurang yakin. Sedangkan Kyuhyun, ia terus berusaha mendekati Yoona kembali dan membuat hubungan mereka seperti dulu lagi.
Mata mereka berulang kali mencuri kesempatan untuk saling melihat. Tangan mereka berdua yang bebas bergelantungan kadang saling bersentuhan membuat mereka kembali saling menatap. Sepanjang perjalanan hanya keheningan yang terjadi.
Mereka berdua terus berjalan hingga langkah Kyuhyun terhenti karena melihat seseorang didepannya
“Hyung”
Orang yang dipanggil hyung itu memposisikan tubuhnya dari menghadap sungai Han ke arah orang yang memanggilnya itu. Orang itu tersenyum
“Hyung, aku bisa jelaskan ini” perlahan Kyuhyun mendekati orang itu, sedangkan Yoona hanya bingung melihat Kyuhyun yang berlagak seperti orang yang memohon kearah Changmin
“Kyu, kau mengenal Changmin?” Yoona menghampiri Kyuhyun. Kyuhyun menoleh sebentar ke arah Yoona tetapi ia tidak memberi jawaban apapun kepada Yoona
Yoona memang belum mengetahui kalau Kyuhyun dan Changmin telah bersahabat lama, karena selama Kyuhyun menjadi namjachingunya, ia tidak pernah melihat mereka berdua dekat. Hal itu terjadi karena Changmin tidak satu sekolah dengan mereka. Apalagi sebelum nya Changmin pernah mengungkapkan perasaan kepada dirinya sebelum ia menjadi kekasih Kyuhyun. Yoona belum memberitahu hal itu kepada Kyuhyun.
“Hyung ini semua bukan seperti yang kau pikirkan” kata Kyuhyun.
Yoona semakin dibuat bingung dengan 2 namja yang berada didepannya ini
“Sudah lah Kyuhyun”
Perkataan namja itu sukses membuat Yoona dan Kyuhyun langsung menatap ke arahnya
“H-hyung?”
Changmin memegang kedua bahu Kyuhyun dengan kedua tangannya
“Lupakan semua yang dulu pernah aku katakan padamu Kyu. Dan sekarang kembalilah kepada Yoona” Changmin tersenyum ke arah Kyuhyun
Kyuhyun masih bingung melihat Changmin
“Maaf, selama ini aku menjadi sahabatmu yang tidak baik, aku terlalu egois untuk mementingkan diri sendiri. padahal kau, sangat tersakiti dengan keegoisanku ini” Changmin melihat ke arah Yoona sebentar lalu kembali menatap Kyuhyun
“Kau, kembali lah padanya. Aku tahu kau masih mencintainya.” Changmin menepuk pundak Kyuhyun, lalu ia berjalan kea rah Yoona.
“Yoona, maafkan aku” Changmin tersenyum ke arah Yoona, lalu ia berjalan menjauh. Mereka berdua menatap kepergian Changmin.
“Hyung!”
Kyuhyun sedikit berlari mengejar Changmin, tetapi terlambat. Changmin telah pergi.
Yoona menghampiri Kyuhyun.
“Kyu..”
Kyuhyun berbalik menghadap Yoona , ia tersenyum kearahnya.
“Changmin..” Yoona menatap Kyuhyun seperti meminta penjelasan.
“Dia, adalah sahabatku” terang Kyuhyun. Yoona sedikit merasa kaget, lalu ia menatap kearah lain
“Dia, menyukaimu” Yoona langsung menatap Kyuhyun. Tangannya mengeratkan tali tas yang dibawanya. Yoona mengigit bibir bawahnya. Ia tidak mengira kalau Kyuhyun juga mengetahui kalau Changmin dulu menyukainya. Kyuhyun masih belum menatap Yoona, ia mengadahkan kepalanya menghadap langit.
“Ani, dia mencintaimu. Tapi aku telah merebut mu darinya” Kyuhyun menutup matanya. Perasaan bersalah masih terasa didirinya. Tapi apa daya, cinta telah mengubah semuanya
“Kyu..” Yoona memanggil Kyuhyun, ia masih menatap Kyuhyun.
Kyuhyun membuka matanya lalu melihat kearah Yoona,
“Jadi semua ini..” Yoona tidak melanjutkan kata-katanya. Kyuhyun menganggukan kepalanya, ia sepeti mengerti apa yang akan Yoona katakan. tetapi ia tidak menatap mata Yoona.
Yoona menyadarinya. Semua ini terjadi bukan seperti yang ia kira. Kyuhyun berubah, Kyuhyun menjauhinya itu semua demi persahabatan mereka. Ia menyadari, bahwa bukan hanya dia yang tersakiti. Tetapi Kyuhyun, ia lebih tersakiti. Memilih antara sahabat atau pacar, bukan pilihan yang mudah.
Kenapa aku baru menyadarinya
“aku ini. Jahat ya Yoong” Kyuhyun tersenyum kepada dirinya sendiri. Meremehkan diri sendiri. Walaupun begitu Yoona masih bisa melihat kesedihan terpancar dari kedua matanya.
Yoona memeluk Kyuhyun, gerakan tiba-tiba itu membuat Kyuhyun sedikit terhuyung tetapi tidak jatuh. Kyuhyun memandang kea rah Yoona, walaupun saat ini hanya rambut Yoona yang bisa ia lihat. Karena Yoona memendamkan wajahnya kedada Kyuhyun. Ia merasakan Tangan Yoona memeluk pundaknya erat.
Hiks..Hiks
Kyuhyun merasakan dada nya mendingin. Dingin karena air mata Yoona yang jatuh di baju nya. Ia terus memandangi Yoona, perlahan tangannya ikut memeluk Yoona. Sekedar menenangkan Yoona yang sedang menangis
“Maafkan aku Kyu”
Suara lembut Yoona belum bisa menutupi suara paraunya. Ia lebih mengeratkan pelukkannya. Ia sangat merasa bersalah terhadap Kyuhyun. Kenapa dulu ia memutuskan Kyuhyun, ia sangat-sangat menyesal. Ia merasa kalau ia yang paling disakiti padahal kenyataanya. Ia lah yang menyakiti orang lain, bukan hanya Kyuhyun tetapi juga Changmin.
Kyuhyun melonggarkan pelukannya. Ia menggeleng. tangannya mengadahkan muka Yoona. Jari nya menyentuh matanya, pipinya untuk menyeka air matanya. Ia mengeluskan jarinya ke pipi Yoona.
“semua ini. Salahku.”
Yoona kembali memeluk Kyuhyun erat, dan ia kembali menangis. kali ini tangisannya lebih kuat.
“jika aku tahu ini dari awal. Hiks, semua ini tidak akan terjadi.”
Kyuhyun kembali menggelengkan kepalanya, tidak membenarkan pernyataan Yoona. Ia mengecup dahi Yoona singkat membuat Yoona mengadahkan kepala nya ke arah Kyuhyun. Kyuhyun menyentuh bibir Yoona, melarangnya untuk mengucapkan kata-kata yang menyalahkan dirinya lagi.
“Aku mencintaimu Yoona”
Aku lebih mencintai mu Kyu
Perlahan Kyuhyun mendekati Yoona. Dan Yoona memejamkan matanya seperti tahu apa yang akan Kyuhyun lakukan padanya. Saat hidung mereka berdekatan Kyuhyun berhenti bergerak.
“Yoona buka matamu”
Yoona membuka kedua matanya, ia mengerjap-ngerjapkan kedua matanya. Pipinya seketika merona kembali melihat wajah Kyuhyun yang sangat dekat dengan wajahnya
Pemandangan ini, sangat kurindukan
Kyuhyun menarik tangan Yoona agar mendekatinya. Ia langsung mencium bibir Yoona, dengan mata terbuka Yoona bisa melihat dengan jelas wajah kyuhyun saat menciumnya. Dan itu juga yang dirasakan Kyuhyun.
Kyuhyun melepaskan ciumannya. Deru nafas Yoona terasa di wajahnya. Ia memegang kedua pipi Yoona yang merona merah. Ia kembali mengecup bibir Yoona singkat.
“Perasaanku, tidak pernah berubah. Apapun yang terjadi, perasaan ku terhadapmu tak pernah berubah. Jika aku mulai mencintai seseorang, maka aku berjanji akan berusaha membuatmu bahagia. Dan Aku telah menetapkannya pada satu orang, dan itu kau Im Yoona.”
Yoona kembali meneteskan air matanya. Ia terharu mendengar kata-kata Kyuhyun. Kyuhyun masih mencintainya, dan semua perasaan ini ternyata tidak salah. Ia sungguh beruntung bertemu dan mencintai Kyuhyun
“Yoona, bisa kau memaafkan aku dan, kita kembali lagi?”
Entah ini yang keberapa kalinya Yoona kembali memeluk Kyuhyun, tangisannya pun malah tambah menjadi
“Ne Kyu hiks aku mau hiks, aku mau”
Kyuhyun terkekeh geli memandang Yoona

333

“ehm.. ehm. Pelukkan jangan di tempat umum dong.” Suara Sooyoung mengaggetkan pasangan yang sedang dimabuk cinta itu
“yee sirik aja eonni”
“huu, awas aja kalo Changmin udah pulang, kami kalahkan kemesraan kalian.”
“setahuku Hyung bukan tipe romantis”
“siapa bilang, aku lebih tahu darimu Kyu.”
“Ani, Kyuhyun adalah namja paling romantisss sedunia” Yoona tiba-tiba memotong lalu Yoona memeluk lengan Kyuhyun dengan manja. Kyuhyun terkekeh geli melihatnya.
“Lebai” sambung Sooyoung
“biarin..” kata Yoona
Kehidupan mereka pun kembali seperti semua, Kyuhyun dan Yoona kembali berpacaran lagi. dan Changmin, ia pergi ke luar negeri untuk sekolah. Tapi ia berjanji kepada Sooyoung kalau ia akan kembali. Sooyoung juga bersedia menunggu Changmin untuk kembali ke Korea dan kembali ke sisinya lagi.

____END____

Berakhir….
Huaaaa seneng banget ff chapter pertama yang aku selesaiin.
Dan kayaknya endingnya ini maksa banget ya, hehehe mian ..
Tapi author masih berharap reader puas..
Okeh ditunggu yah tanggapannya.. 😉

FOOL TO LOVE YOU PART 2 (the fact is..)

Gambar

 

 

 

FOOL TO LOVE YOU PART 2

Cast : Im Yoona

          Cho Kyuhyun

           Others

 

 

Back again yeyyy .. part ke dua datang ..

Disini semuanya akan terbongkar,

Dan disini hanya Kyuhyun yang menjadi heeheheheh baca aja sendiri,,

The story is mine, not the cast…. And don’t copy this right.

 

 

The fact is…..

 

 

“KYUHYUN SSI”

“ne”

BUGH….

Sebuah tonjokan berhasil mendarat di pipi Kyuhyun.

Kyuhyun hanya bisa meringis, mengelap darah yang sedikit keluar dari celah bibirnya,, ia tidak membalas pukulan tersebut ,sepertinya ia tahu akan arti pukulan itu.

“TEMAN MACAM APA KAU HAH?  BERANINYA KAU MEMACARI YOONA..!!”  namja itu menarik napas seakan menahan amarahnya

“PADAHAL JELAS-JELAS KAU SUDAH MENGETAHUI BAHWA AKU MENYUKAI YOONA” namja itu menarik kerah baju Kyuhyun . Kyuhyun berusaha melepaskan cengkraman tangan sahabatnya dari kerah bajunya

“Hyung, dengarkan aku dulu aku—–” Kyuhyun berusaha meyakinkan

“AIISH TIDAK PERLU KAU JELASKAN AKU SUDAH MENGERTI, KAU MENYUKAI YOONA, PADAHAL KAU TAHU AKU MENYUKAI YOONA” Changmin membentak Kyuhyun kembali, Kyuhyun hanya bisa terdiam. melihat itu        Changmin melonggarkan cengkraman tangannya dari kerah Kyuhyun, ia mundur lalu membelakangi Kyuhyun.  Sebenarnya ia sangat sangat ingin memukul namja itu berulang kali,                tapi sayangnya   namja itu adalah sahabat nya sendiri, ia tidak tega..

“aku sangaat menyukai Yoona, tetapi kenapa kau Kyuhyun?               Kenapa kau?  ”  suara Changmin tiba-tiba melemah

“Mianhe. “  ucap Kyuhyun

“Aku rela jika Yoona berpacaran dengan yang lain, tetapi kenapa kau?”

“kau tahu betapa frustasinya aku saat ditolak Yoona, kau tahu kan?” tiba-tiba Changmin tertawa, bukan tertawa karena lucu, tetapi ia ingat dulu,     saat Yoona menolaknya, hatinya benar-benar hancur,  sampai ia berhari-hari tidak pulang ke rumah,   ia menginap di klub malam,  meminum alcohol untuk  menghilangkan rasa kegalauannya.          Ia tertawa karena heran,    mengapa karena hanya Yoona ia bisa melakukan semua hal itu, mengapa hanya karena Yoona hubungan persahabatan mereka menjadi begini.

“hahah tetapi kau datang disaat hancurnya hatiku, kau datang sebagai semangatku, kau bagaikan pahlawan yang menjemputku dari alam kegalauan yang gelap, hahahaha tetapi ternyata semua itu hanya palsu,      kau membuat aku bahagia kembali lalu melupakan Yoona agar kau bisa memacari nya tanpa menjadi beban untukku! Iya kan?          Hahaha kau benar-benar pintar Cho Kyuhyun,      pantas saja kau pernah memenangkan Olimpiade Fisika,   ehh kenapa aku bisa melupakan hal itu? Jika saja aku telah mengingatnya dari awal mungkin aku tahu rencana mu yang licik itu hahahah Babo Changmin”  Changmin mulai berbicara, tertawa tidak jelas, ia memukul kepala nya sendiri berulang kali.

“Mianhe, tetapi aku mencintainya hyung, sangat sangat mencintainya” Kyuhyun mencoba membela dirinya sendiri

“Cinta? Aku juga mencintai Yoona, tetapi kenapa aku tidak bisa memilikinya sedangkan kau iya Kyu? Ini tidak adil untuk ku Kyu!!  Kenapa Kyu??  Jawab aku?” Changmin menggoyang-goyangkan bahu kyu

“…”

“…”

“Kyu putuskan Yoona”

“a..apa?”

“PUTUSKAN DIA”

“mianhe,   aku tidak bisa”

“PUTUSKAN DIA ATAU AKU YANG PERGI”

“Hyung,   aku tidak bisa..”

“Kyuhyun dengarkan aku, apa kau tidak berpikir hanya karena Yoona kita bisa begini?” Changmin memegang bahu Kyuhyun, agar ia bisa menatap Kyuhyun

“Tidak kah kau merasa kau benar-benar egois Kyu?” Kyuhyun mendirikan kepala nya yang tadi menunduk.

“Hyung, tidak adakah cara lain menyelesaikan ini tanpa memutuskan Yoona?”

“Kau harus memutuskannya Kyu, harus..”

“aku tidak bisa terus melihat kau denganya Kyu, itu terlalu menyakitkan”

“tapi hyung aku tidak bisa begitu saja memutuskannya, aku mencintainya Hyung”

“pikirkan dengan caramu sendiri Kyu,  sahabat mu atau yeojachingumu” Changmin memukul pelan bahu Kyu bermaksud memberi selamat, tapi bagi Kyu itu bukanlah selamat melainkan ujian yang berat. Changmin kemudian pergi meninggalkan Kyuhyun.

 

 

———————————–\\\\\\\\\\\\\\\

 

 

Aku merebahkan badanku di kasur. Aku sangat gusar saat ini, aku terus menelaah kata-kata yang dikatakan hyung kemarin, ‘sahabatmu atau yeojachingumu?’    “Arrggggh” aku benar benar bingung, semuanya sangat penting bagiku, aku tidak bisa memilih satu diantara mereka. Sesaat aku melihat foto ku dengan hyung, aku benar-benar merasa bersalah  padanya, bisa-bisanya aku memacari yeoja yang disukai nya. Tetapi aku tidak bisa memendam perasaan itu, aku mencintai Yoona,    sangat.

~~ohh..ohh..oh~~~~~

Tiba-tiba nada dering hp ku berbunyi, aku melihat layar screen ku ternyata dari Yoona

“yeoboseyo”

“oppa ayo kita pergi ke toko buku”

“Mianhe Yoona, oppa tidak bisa” aku berbohong, saat ini aku sedang ingin sendiri

“yah Oppa padahal ada novel baru, memang ada apa Oppa?”

“mmh,,,, oppa hanya tidak enak badan”  aku berbohong lagi

“Oppa sakit??haruskah aku kesana Oppa?” Terdengar suara panic dari Yoona, aku tersenyum membayangkan wajahnya sekarang

“tidak usah Yoona, Oppa hanya perlu istirahat saja”

“mmh baiklah, istirahatlah Oppa jangan lupa makan sayuran dan minum obatmu”

“ara.. bye Yoona”

“bye Oppa aku mencintaimu”

“…”   aku bingung, kali ini rasanya lidah ini tidak mau mengikuti kata hatiku.

“oppa?” yoona membuyarkan lamunanku.

“ah ne,, aku juga mencintaimu  Tiiiit”

 

 

—————————————\\\\\\\\\\\\\\\

 

 

@class

Sudah 3 minggu ini aku menjauhi Yoona, ia terlihat gusar melihat tingkahku yang tiba-tiba berubah. Saat ia mengajakku pergi selalu saja kutolak hanya dengan satu alasan “maaf Yoong oppa lagi sibuk”  setelah itu ia pergi dengan wajah cemberut dan terus begitu, tetapi ia tidak pernah menanyakan padaku “sibuk kenapa?” “kok tidak bisa terus sih?” kurasa ia hanya memendamnya sendiri.

Maaf Yoong, sebenarnya aku juga tidak tahan terus seperti ini, menjauhimu sama saja menyakiti hatiku sendiri, tetapi…. Aku juga tidak mau menyakiti perasaan hyung lagi aku tidak mau kehilangan sahabatku Yoong, Maafkan aku, aku memang namja terbodoh yang pernah kau kenal.

Sayang, aku tidak berani mengungkapkan kepadanya yang sejujurnya, aku hanya bisa diam    , pasrah menunggu yang akan terjadi berikutnya.

“Kyu itu yeojachingumu lewat” tiba-tiba Sungmin menepuk bahuku dan menunjuk-nunjuk tangannya kearah yeoja, aku pun menoleh dan sudah kutebak itu benar Yoona. Kulihat sekarang Yoona benar-benar berbeda tidak seceria dulu, apa ia berubah? Aisssh hanya pikiranku saja, tetapi saat aku melihatnya lagi perubahan itu memang sangat terlihat, ia lebih sering menunduk, padahal dulu ia selalu memberi sapaan terhadap orang-orang yang disekitarnya.    ‘Yoona….. benarkah?’

“hei Kyu kok akhir-akhir ini kulihat kau jarang bersama dengan Yoona” Tiba-tiba Sungmin duduk dihadapanku

“eh mmmh  itu aku hanya sedang sibuk” jawabku sambil membuka sebuah buku yang belum aku lihat judulnya, sebagai eksyen agar tidak terlalu terlihat mencurigakan. Aku menunggu jawaban dari Sungmin tetapi  ia hanya diam, karena penasaran aku mengintipnya dari celah-celah buku

“yaaak” aku pun kaget melihat muka Sungmin yang sangat dekat padaku, reflex aku mundur dan melemparkan buku-ku tadi asal, ternyata buku ku berhasil menampar pipi Sungmin.

“yaa Kyu appo, aku hanya ingin melihat judul buku yang kau baca, reaksi mu terlalu berlebihan” kata Sungmin sambil terus mengelus-ngelus pipi nya tadi. Aku hanya meringis kecil “heheh Mian Sungmin, aku kira kau mau melakukan sesuatu padaku”  .     “huuu dasar”

 

 

—————————————-\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\

 

 

 

“yeoboseoyo”

“Mwo kau dimana sekarang?” aku melirik jamku, Aigo jam 1? aku bergegas mengambil jaketku dan langsung berlari keluar rumah berjalan tanpa melepaskan telepon dari telingaku, terus berjalan mengikuti panduan dari suara yang sedang meneleponku.

“Yoona ah” aku berhenti  saat melihat seorang yeoja sedang berdiri di sebuah lapangan yang luas dan dekat dengan rumahku. Aku pun mematikan sambungan teleponku, menurunkannya perlahan sambil berjalan mendekatinya, aku menajamkan mata ku agar aku dapat memastikan bahwa yang kulihat itu benar Yoona.

“Oppa? Maaf mengganggumu malam ini, aku hanya meminta waktumu sebentar saja” Yoona tersenyum pada ku. Aku mengangguk tanpa mengeluarkan kata-kata.

Hening… suasana malam ini begitu sunyi, tidak ada yang mau mengeluarkan kata-kata terlebih dahulu, kami berdua sibuk dengan perang batin masing-masing.

“Oppa” tiba-tiba Yoona yang memecahkan keheningan duluan, aku pun mendongak dan menatap mata nya, tetapi sepertinya ia tampak begitu ragu dan nervous sampai ia kadang mengalihkan pandangannya kearah lain

“apakah akan terus berjalan seperti ini?” ia menatapku kembali, matanya kini mulai berkaca-kaca. Aku sangat bisa melihat kesedihan yang begitu mendalam dibalik matanya. Aku tahu apa maksud Yoona tetapi aku tidak mungkin begitu saja mengatakan TIDAK dan mengatakan sejujurnya kepada Yoona, aku juga tidak bisa mengatakan IYA karena itu sangat membohongi diriku sendiri. Akhirnya hanya perang batin inilah yang bisa kulakukan, sedangkan mulutku   seakan terkunci seperti tidak bisa mengucapkan kata-kata lagi

Keheningan kembali terjadi, hanya terdengar desiran angin malam yang berbunyi jelas ditelingaku, kulihat Yoona hanya menunduk, meremas kedua tangannya. Beberapa detik kemudian ia mendongak lagi, berusaha memunculkan ketegaran dihadapanku.

“Oppa?” ia memanggilku lagi, kulihat ia mengiggit bibir bawahnya

“Ne?” aku hanya bersiap menajamkan telingaku, karena kutahu Yoona sedang ingin membicarakan hal serius kepadaku.

Ia menarik napas dalam-dalam membuangnya

“Kalau begitu…., “ ia memauskan perkataanya dan menarik napas kembali

“ kurasa cukup sampai disini..”  DEG.. jantungku kini berdetak lebih keras, seakan ingin mengeluarkan diri dari tubuhku. Bibirku terus berusaha bergerak untuk mengeluarkan kata TIDAK  tetapi lidahku lagi-lagi teras kelu untuk mengucapkannya

“y-yoona” aku hanya bisa tergagap memanggil namanya, meminta agar ia menjelaskannya lagi agar aku bisa menyalahkan pikiran ku yang selalu menyalahkanku karena kebodohanku. Jangan Yoona jangan katakan kumohon..

“Oppa,, aku ingin kita berakhir sampai disini” JTARRRR seperti kilat yang menyambar hatiku. Rasanya paru-paru ku sudah berhenti bekerja lagi Karena oksigen yang kutarik tidak terlalu menyanggupi seluruh badanku,  Sudah berakhir sudah.

Ia menundukan kepalanya dan menutup mulutnya terdengar suara napas yang berat, seperti suara isakan tangis . Yoona kumohon jangan menangis itu sama saja melukai hatiku.    Kuharap aku bisa mengeluarkan isi hatiku saat ini, sayangnya si BABO CHO KYUHYUN tidak bisa melakukan hal itu. Arrghhh aku bergejolak didalam hati. Tetapi tiba-tiba keberanianku muncul, aku ingin mengatakan sebenarnya kepada Yoona bahwa aku sangat-sangat mencintainya, tetapi sepertinya aku terlambat, sangat sangat terlambat. Aku melihat Yoona berlari meninggalkanku, terdengar jelas suara isakan tangisnya. Aku pun berusaha memanggilnya kembali

“Yoona….Yoona………………..YOONA” aku mengejar nya tetapi sudah terlambat, ia telah menghilang ditelan kegelapan malam. Aku pun terduduk meratapi nasibku. Tibatiba saja air mata berjatuhan di kakiku, aku tidak bisa menahannya lagi, aku tidak bisa membendungnya lagi,,,hiks

“ARRRGGGHHH KYUHYUN BABO”  aku mengerang terus menangisi nya, disebuah lapangan luas aku terduduk sendiri ditengahnya, ditemani malam yang gelap dan angin yang dingin, disitulah semuanya berakhir “SEMUANYA BERAKHIR”

 

 

————————————————\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\

 

 

 

Hari ini aku harus tetap bersekolah, sesaat aku melihat dicermin, tampilanku benar-benar berantakan, karena kejadian semalam aku benar-benar tidak bisa tidur. Kulihat mataku sangat jelas terlihat sembab aku pun mengambil kaca mata yang ada dilemari utuk menutupi sembabnya mataku.

 

@school

 

Aku berjalan menyusuri koridor yang menuju perpustakaan, ya aku hanya ingin menyegarkan otakku. Saat mulai menyusuri rak-rak buku aku dipanggil seseorang.

“Oppa?” kulihat Seohyun melambai-lambaikan tangannya kea rah ku, ia tersenyum dan menghampiriku

“ne Seohyun ah?”

“Oppa bisa menolongku hari ini? Ada pelajaran yang tidak aku mengerti, tolong ajari aku ya Oppa? Ia menggerak-gerakan lenganku dan memasang wajah cute kepadaku.

“ah ne baiklah” ia pun menarik tanganku dan dengan pasrah aku mengikutinya.

——.

“ah oppa akhirnya selesai juga, Gomawo Oppa kau sangat-sangat membantuku”  Seohyun menggerakkan lehernya kekiri kanan untuk meregangkan ototnya. Aku hanya tersenyum dan mengangguk mengiyakan terimakasihnya

“wah Oppa apa itu?” tiba tiba Seohyun menunjuk sesuatu gambar padaku.

“hahaha Oppa itu lucu” ia menggerak-gerakan lenganku dan menunjukan gambar itu padaku, ia tertawa lalu bersembunyi dilenganku

“Yang mana? Yang itu?……hahahaha iya” aku pun ikut menunjuk nunjuk gambar tersebut dan ikut tertawa bersamanya

“lihat yang ini oppa,, benar benar lucu hahahaha” Seohyun menunjuk gambar-gambar lainnya dan spontan aku ikut tertawa bersamanya

“hahahahaha”

BRUKK—

Tawa ku terhenti saat terdengar suara seperti hantaman yang  kuat terjatuh didekatku. Ternyata benar ada seorang yeoja menabrak sudut rak buku saat akan membelok, tapi tunggu yeoja itu….!!!

“Yoona” spontan aku memanggilnya lalu aku menghampirinya dengan segera.

“ne?” ia menoleh kearahku

“kau tidak apa-apa?” aku sangat mengkhawatirkannya

“gwenchana” aku menatapnya dari ujung kepala sampai kaki, memastikan tidak ada yang luka karena hantaman tadi, tapi tiba-tiba aku melihat tetesan darah dari sikutnya. Aku mengernyitkan dahi

“apa ini terlihat baik-baik saja?” aku mengangkat sikutnya yang berdarah lalu menunjukan padanya

“hanya luka sedikit, tidak terasa sakit” ia tersenyum getir, berusaha menarik lengannya kembali, tetapi aku tetap menahannya, aku tidak ingin Yoona kenapa-napa

“omo… tanganmu berdarah” tiba-tiba Seohyun menghampiri kami dan menjajarkan tubuhnya dengan tubuhku. Aku tidak menoleh kearah nya aku hanya masih terfokus kearah Yoona. Karena kulihat darah yang menetes di sikut Yoona semakin banyak aku pun memutuskan agar aku yang mengobatinya.

“Seohyun ah aku akan mengobati Yoona dulu, kau kekelas duluan saja” aku menoleh kearah Seohyun menyuruhnya pergi duluan, kulihat sedikit ekspresi tidak ikhlas dari wajah Seohyun, tetapi aku tidak mempedulikannya, aku masih saja khawatir dengan Yoona.

Setelah melihat Seohyun pergi aku langsung menarik Yoona ke sudut perpustakaan, mendudukinya di kursi, aku pun mengambil kursi untuk tempat duduku juga. Aku menarik kursiku  mendekatinya agar bisa menjangkau tangan Yoona lebih jelas. Aku merogoh saku ku dan mengambil sapu tangan ku. Aku mulai menyentuhkan sapu tanganku ke sikutnya.

“aw…aw” terdengar suara rintihannya, aku pun memperlambat gerakanku agar tidak lagi melukainya

“kau ini….   Selalu ceroboh” kata-kata itu keluar dari mulutku begitu saja, aku tidak berani menatapnya karena sekarang ku yakin dia sedang menatap kearahku aku hanya terus sibuk mengobati lukanya

Sampai akhirnya aku mengikatkan saputanganku ke sikutnya agar lukanya bisa terhindar dari segala jenis kuman “ ini..   sudah selesai” aku pun menjauhi tubuhku dari jarak tadi yang sangat sangat dekat. Ia melihat ikatan saputanganku, mungkin ia bingung lalu ia putar-putar sikutnya agar ia bisa melihat semua bagian saputanganku

“aw” ia merintih kembali, segera aku perbaiki ikatan sapu tangan itu

“jangan digerakkan dulu,   luka mu masih belum kering” aku terus menghembus-hembuskan angin kea rah luka nya berharap dapat menghilangkan rasa sakitnya.

“emmh…..mmmh Gomawo Oppa.. eh maksud ku Kyuhyun ssi” ia menundukkan kepalanya seperti memberi hormat kepada ku. Kyuhyun ssi? Apakah secepat itu ia merubahnya?

Aku hanya tersenyum geli memandang tingkah anehnya lalu mengusap lembut kepalanya

“sama-sama” aku pun tersenyum pada nya dan kulihat dia membalas senyum ku. Ia pun segera berbalik dan ingin pergi dari hadapanku, tiba-tiba aku menarik tangannya. Ia menoleh dan menatapku

“hati-hati Yoong… jangan ceroboh lagi” ia memberiku senyuman, aku pun melepaskan tangannya dan perlahan-lahan ia menghilang dari hadapanku. Yoona…

 

 

———————\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\

Ckleekk

“yaaa Kyu” aku menoleh tiba-tiba saat mendengar suara bunyi pintu terbuka bersamaan dengan suara namja yang memanggilku

“hyung?” Changmin menemui ku? Setelah sebulan ini ia tidak pernah menunjukan batang hindungnya padaku, tiba-tiba ia datang padaku. Syukurlah.. hyung

“Kyu aku rindu padamu” ia memelukku sampai-sampai aku tidak bisa bernapas. Penyakitnya kambuh lagi, ani memang inilah ciri-ciri dia..

“ahh hyung, a—ku ti—dak bis—a ber—napas—sh” ia pun buru-buru melepaskan pelukannya, aku memanfaatkan nya untuk menghirup napas sedalam-dalamnya.

“hehe mian Kyu, aku hanya terlalu bahagia”

“huuuu” aku hanya bisa menyorakinya

“Kyu kudengar kau berhasil?” tiba-tiba hyung bertanya padaku yang sukses membuatku bingung

“berhasil apanya?” aku memutarkan mata ku

“memutuskan Yoona” DEG jantungku berdetak cepat lagi, lidah ku tiba-tiba kelu. Aku pun sukses dibuat bengong hanya dengan kata-kata itu

“Kyu,? Selamat kau berhasil!! Kau benar-benar sahabat sejatiku” ia memelukku kembali, aku hanya dalam posisi tadi, ya mematung.

“hyung….?”

 

 

 

 

TBC————————-]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]

 

Hua hua, akhirnya part ini di post, gimana ?? tell me??? Baguskah?? Jelekkah? Katakan disini…

Tuh kan semuanya terbongkar disini… ini edisi Kyuhyun… Limited edition loh hehehe

Sepertinya ini akan mendekati endingnya, kekeke makanya stay tune..

Mian author gak pandai berkata-kata jadi kalo kurang mendapat feelnya tolong dimaklumkan suaja,, hehee.

Membaca komen2 yg kemarin membuat author pingin terbang bersama readers (?) ..

Dan untuk Typho seperti biasa dimaklumkan saja..

Noh poster diatas gimana*nunjuk atas* udah kerenan kan? Ya iyalah yg bikin bukan aku hehe,, ini dari temen aku..

Okehhh ditunggu komenmu temann,, 

Fool To Love You

Gambar

Annyeong… perkenalkan aku intan imnida,, statusku masih writer abal abalan :DD

Aduh maaf maaf maaf banget *bow* ff new love belum aku lanjutin muncul lg ff gaje.. lanjutnnya kemaren kehapus jadi kalo mau lanjut terpaksa ngulang lagi.. mudah-mudahan secepatnya nanti aku post deh lanjutannya.. sekalian nunggu mending baca yang ini ajah…

Oh ya disinii aku membawa ff KyuNa loh,,  *gak ada yang nanya* . tertarik? ayo baca, like dan coment,, kalo bisa kritik tulisan ku biar aku bisa nulis yang lebih bagus lagi,, tenang gak bakal marah kok hehehe,, yang penting jangan nge bash aja, aplgi sama castnya.. kalo gak suka sma cast nya tinggal minggat [?] aja dari sini, dari pada ninggalin jejak gak penting ,, iya nggak? *nanya eunhyuk* *angguk angguk*

The story is mine, not the cast,, no copy,, don’t be silent okay?

Check this fanfic !!!!

Im Yoona

Seorang yeoja berumur 17 tahun, memiliki

wajah yang manis, polos, ceria dan banyak

disukai oleh banyak orang, dibalik wajah

yang ceria itu tersimpan rasa sakit yang

ditahanya

 

Cho Kyuhyun

Seorang namja berumur 18 tahun, sangat terkenal

disekolah karena ketampanannya, pintarnya.

 

Lee Taemin

15 tahun, dongsaeng Yoona, namja imut ini berperilaku

bodoh tetapi sangat sangat sayang terhadap kakaknya.

 

Kim Taeyon

23 tahun, noona kyuhyun, sangat mengerti perasaan

kyuhyun

 

Choi Sooyoung

sahabat dekat yoona, sangat sayang dan peduli terhadap

yoona

“Oppa?”

“Ne..”

“kurasa cukup sampai disini”

“yoona?”

“aku ingin kita berakhir sampai disini”

“ …”

Yeoja itu menunduk, menggeleng lemah agar menahan air matanya tidak jatuh. Namja itu hanya terdiam terpaku melihat yeoja didepannya, tidak tahu akan arti tatapannya itu.

Tidak ada yang tahu bahwa yeoja itu sangat ingin mendengar kata-kata dari namja itu, ingin namja itu menolak agar hubungan ini tetap berlanjut, sayangnya namja itu tidak mau mengeluarkan satu kata pun untuk yeoja tsb. Karena sudah tidak tahan menahan air matanya jatuh yeoja itu berlari sekuat tenaganya meninggalkan namja itu sendirian.

Yoona pov

aku berlari sekuat tenaga untuk menghindarinya, aku mendengar dia memanggil namaku beberapa kali tapi aku tetap melanjutkan pergi menuju taman favoritku, aku terduduk di sebuah bangku panjang di taman tersebut, , aku hanya bisa memandang ke depan, berusaha menjernihkan dan melupakan kejadian yang lalu,, tapi Tes…Tes.. air mataku mengucur kembali, tangisanku pecah , aku tak peduli jika ada orang yang melihat ku sedang begini, aku tak peduli jika nanti sooyoung eonni mencariku, sekarang ini aku hanya ingin sendiri.. “KAU BOHONG OPPA..hiks.. KAU BOHONG…hiks…. KAU… TIDAK LAGI…. MENCINTAIKU” aku berteriak, aku ingin mengeluarkan semuanya disini. “kau…hiks.. hanya terpaksa bersamaku,,hiks,,, kau bosan padaku,,hiks…aku salah membiarkan hubungan ini berjalan lama…seharusnya aku tahu…” “aku…. bodoh oppa” menarik napas dalam dalm “AKU BODOH KARENA TERLALU MENCINTAIMU” aku berteriak kembali. Tiba-tiba kenangan itu muncul di kepalaku.

flashback~~~~~

“yoona ah” terdengar seorang namja memanggil namaku

“Ne? waeyo oppa? aku menoleh kearah nya

“mmmhh….aku…a..aku menyukaimu yoona” dia memejamkan mata, seakan menghindari tatapan ketidak percayaan ku ini

“oppa..?” dia membuka matanya, aku hanya bisa menatap dua pasang mata indahnya,

“maukah kau menjadi yeojachinguku?”

aku hanya diam, menatap matanya lebih dalam lagi, seakan mencari ketulusan dalam matanya.

“yoong…yoong” dia melambai-lambaikan tangannya untuk menyadarkan ku dari lamunanku

“ah…mmh…ne?”aku mengerjap-ngerjapkan mataku lalu aku langsung mengalihkan pandanganku karena aku tidak berani melihatnya.

“hahaha,,, lupakan saja yoong, mungkin kau belum siap, sepertinya cintaku bertepuk sebelah tangan ..” dia sedikit tertawa dan menundukan kepalanya “kita masih bisa bertemankan?” tanyanya sambil memberantakan rambutku, yaa dia sering melakukannya, bukannya merasa kesal,,, tapi aku ingin dia melakukannya terus padaku.  tiba- tiba saja aku menarik tangannya dari atas kepala ku, dia terdiam dan menatapku bingung, aku tetap dalam posisi menggenggam salah satu tangannya.

“ani” tiba-tiba saja kata itu keluar dari mulutku, tatapannya menjadi tambah bingung, aku pun menundukan kepalaku…”bukan itu…” aku menghentikan kata kataku langsung memeluknya. dan berbisik “nado sarangheyo” aku mengeratkan pelukanku dan bersembunyi didadanya agar ia tidak bisa melihat muka ku yang memerah. dia tertawa kecil dan membalas pelukanku. Sungguh aku sangat menginginkan ini, mencium aroma parfum nya, mendengarkan detak jantungnya, merasakan hembusan nafasnya, aku ingin waktu berhenti sejenak agar aku bisa memeluknya lebih lama lagi..

Mimpi ku seakan terbuyar karena dia melepaskan pelukannya, dia menatapku dalam,, tetapi dia malah tertawa  “hmmpphah…hahahaha” sungguh,, ini benar benar menghancurkan suasana

“oppa” aku memukul pelan dadanya dan memanyunkan bibirku, tetapi tiba-tiba saja  CHU~~

dia mencium lembut bibirku aku pun membalasnya dengan setulus hatiku,

end flashback

arrgghh… kenapa ingatan itu muncul lagi, aku pun mengacak-ngacak rambutku berharap ingatan indah itu terusir dari kepalaku, tatapanku kembali lurus kedepan.  kenapa? Kenapa aku bisa sebodoh ini? Mencintai orang yang salah.. Kenapa aku bisa bertemu dengannya, lupakanlah young,, lupakan.. aku menyemangati diriku sendiri..

end Yoona pov

“Yeobseoyo”

“Noona?”

“Ne?”

“apakah yoona noona ada bersama noona?”

“hooaa.. hmm.. ani wae?”

“dia belum pulang sampai sekarang aku sangat khawatir”

“Mwo?”  yeoja itu melihat jam wekernya “Mwo? jam 2 ? Yoona  belum pulang?” yeoja itu pun bergegas turun dari tempat tidurnya

“Ne sooyoung noona,, aku menunggunya daritadi tapi dia belum juga pulang, aku takut dia mungkin diculik lalu dibawa lari dan akupun jadi tinggal sendiri noona,, huueee” terdengar suara taemin yang ingin menangis

“uljima taeminnie,, mungkin noona tau yoona ada dimana,,” sooyoung pun bergegas mengganti baju dan bersiap pergi, tetapi dia baru menyadari telepon yang berhubungan dengan taemin belum diputuskan.

“Taeminnie?”

“Ne noona?”

“aku akan menjemput noona mu”

“aku ikut noonaaaa”

“andwe, kau jaga rumah, kunci pintu, jendela mu,, dan pergilah tidur,, kau tidak mau ada yang menculikmu kan?”

“N..ne noona”

“ Ara, aku pergi sekarang, pu—-TUT…TUT…TUT”

“aish anak ini, tadi dia yang tidak memutuskan, sekarang waktu aku masih bicara langsung di putusnya,, aaissh jinjja” sooyoung berdecak kesal sambil memandangi handphone nya dan segera pergi ke tempat tujuannya.

Sooyoung Pov

Aku bergegas pergi menuju sebuah taman, aku sudah menebak dari awal kalau yoona pasti ada disana sekarang, tempat itu adalah tempat favorit yoona untuk menyendiri , tempat itu hanya aku sendiri yang tahu selain yoona,, itu pun bukan dia yang memberitahuku tetapi aku lah menemukannya sendiri saat mencari yoona untuk pertama kalinya,. apa yang terjadi padanya? apa ini semua karena Kyuhyun ?  Kyuhyun? aiish namja itu, apa yang telah dia perbuat kepada yoona ?.. pikiranku terhenti saat aku mulai melihat yoona yang sedang duduk dibangku dekat taman sambil memandang ke depan, sesekali terdengar suara isak tangisnya,, aku mulai mendekatinya.

“yoong” tanganku meraih pundaknya, dia pun menoleh dan langsung menarikku dalam pelukannya.

“eonni..hiks” aku bisa merasa tetesan air matanya jatuh di pundakku

“uljima..uljima”tanganku mulai membelai rambutnya berharap dia tidak menangis lagi. “ ada apa yoong? cerita sama eonni..” kataku sambil tetap dalam posisi tadi. dia pun melepaskan pelukan tadi dan mulai meyesa kan air matanya “ani..gwenchana eonni” suara nya terdengar parau, aku sangat tahu dia pasti berbohong. “jangan berbohong.. ini pastii berkaitan dengan kyuhyun kan?” dia menoleh padaku dan mulai meneteskan air matanya lagi, sudah kutebak pasti benar jawabannya kyuhyun. “dia menyakitimu? dia menghianatimu, atau dia memutuskanmu?” tanyaku

“ani,, tapi aku lah yang memutuskannya eonni…hiks” wajahnya perlahan lahan menunduk untuk menghindari tatapan tidak percaya dari ku  “kau yang …? bagaimana bisa yoong? kau kan sangat mencintainya” dia hanya menunduk dan tidak mau menjawab pertanyaanku, aku tahu keadaan ini tidak tepat untuk menanyakan pertanyaan untuknya, “ara.. kau tidak perlu menjawabnya sekarang, kau bisa menceritakannya ketika kau siap, kajja kita pulang” aku berdiri dan menarik tangannya dan mengantarnya sampai ke rumahnya.

end pov

yoona pov

Rasanya males banget  pergi ke sekolah. Takut ketemu oppa.. eh Kyuhyun, kalo ketemu mau ngomong apa coba? Kejadian malam tadi memang tidak akan pernah bisa dilupakan. Tapi hari ini aku benar-benar harus ke sekolah ada ulangan sih. Aku mengambil tas ku dan pergi kebawah.  Aku menghampiri dongsaengku yang sedang sarapan.

“pagi taeminnie” aku pun duduk dihadapannya dan menyantap roti

“pagi noona,,,,eh”  aku pun berhenti mengunyah roti yang ada dimulutku karena tersentak panggilan taemin “mata noona bengkak,”  dia pun mendekatkan wajahnya kepadaku, memerhatikan mata ku dengan seksama, dengan cepat aku menyembunyikan wajahku. Aiish.. kenapa aku bias lupa, karena tangisan tadi malam mata ku jadi bengkak gini.. “iya ya? Noona sih tadi malem belajar mulu, jadi kurang tidur.. heheh” aku pun membuat senyum selebar-lebarnya agar tidak membuat curiga saeng ku. “tuh kan noona,, taemin bilang juga apa tidur jangan malem malem,, oh ya td malem noona kemana?” Tanya taemin. “emmm..mhh.. noona…” aku bingung mau menjawab apa, aku pun memainkan pisau selai yang ada di meja makanku untuk menghindari kegugupan “ah noona main ke rumah temen noona tp lupa wktu jadi kemaleman deh,,, hehehe” kataku sambil tersenyum palsu,, lagi lagi tatapan taemin memandangku dengan curiga,, aku pun hanya bisa menunduk berharap dia tidak memandangku lagi.. tiba-tiba dia tersenyum memandangku dan minta izin untuk pergi ke sekolahnya “ne,, hati hati taeminnie” aku pun melambai-lambaikan tanganku padanya “dasar taeminnie” desis ku. Aku pun sedikit melirik kea rah jam tanganku “OMO” aku langsung berlari keluar rumah dengan harapan ‘kali ini tidak terlambat lagi’ yaah seperti yang kalian tahu aku ini orang yang ngulur-ngulur waktu, terlambat itu udah jadi makanan sehari-hariku.. tapi beda waktu aku masih pergi dijemput kyuhyun, aku selalu bangun pagi agar tampil cantik dihadapannya,… eh, kyu..hyun.. kenapa aku bisa mengingat orang itu lagi, aiish jeongmal aku benar-benar harus melupakan namja itu.

End pov

“hai eonni” tangan yoona menyentuh pundak sooyoung

“eh yoona, tumben gak terlambat….eh tunggu” sooyoung menarik dagu yoona agar bisa melihat muka yoona dengan jelas “kau tidak apa-apa kan yoong” sooyoung bertanya dengan suara sedikit melemah

“apa-apaan sih eonni aku baik-baik saja tau” yoona langsung menyingkirkan tangan sooyoung dari dagu nya dan langsung duduk di sebelah sooyoung “ hei,, kau itu tidak usah berbohong mata mu itu aja udah segede bola pingpong nggak bakal bisa ngelak lagi apalagi kalo inget kejadian semalem—bmmmph” belum selesai sooyoung berbicara yoona telah membekap mulutnya “sssttthhh, anggep aja kejadian semalem itu mimpi,, aku gak mau nginget lagi” yoona pun melepaskan tangannya dari mulut sooyoung “tapi yoong, masalah ini gak bakal mungkin mudah untuk cepet dilupain, coba cerita sama eonni”

“eonni, udah aku bilang kan aku nggak apa-apa yang tadi malem itu Cuma mimpi buruk yang numpang lewat doang jadi lupain aja deh!!” yoona berusaha melucu tapi sepertinya tidak ditanggapi oleh sooyoung malah sooyoung menatapnya dengan tatapan seakan meminta penjelasan. “hei yoona, aku serius,, aku tau yang kamu rasain sekarang, keceriaan kamu itu gak bakal mempan nutupin kesedihan kamu itu apalagi ke aku yang udah lama kenal sama kamu, kalo mau cerita ke aku mungkin aku bisa bantu” sooyoung memegang kedua bahu yoona seketika yoona menunduk menahan agar air mata nya tidak jatuh lalu menggeleng pelan “Mian eonni, aku belum bisa” terdengar suara parau yoona, sooyoung hanya bisa membuang nafasnya dan berpikir ‘kenapa bisa ada orang yang punya sifat mudah berubah? Malemnya mewek, pagi nya sumringah, sekarang sedih lagi, mungkin nanti lompat-lompat kegirangan gak jelas’ sooyoung mengerti yoona, mungkin yoona belum bisa mengungkapkannya, “okey baiklah Im Yoona aku akan bantu agar kau melupakannya”  tiba-tiba mata yoona berbinar binar “ benarkah eonni?” sooyoung pun mengangguk “aah aku mencintaimu eonni” yoona langsung memeluk sooyoung. Sooyoung hanya pasrah dipeluk yoona, ‘yoona kau memang sangat aneh’ batin nya

Yoona pov

“eonni, kajja kita ke perpus”

“ani yoong, aku sangat lapar, bagaimana kalo kita ke kantin dulu baru lanjut ke perpus?

“aisssh dasar shiksin”

“ya~~ kau juga shiksin,, dasar shiksin” aku mendengus melihat eonni ku itu, padahal baru istirahat pertama tapi lapernya mirip orang belum makan seminggu, yah memang aku akui kalau aku shiksin tapi kalo ada urusan mendadak gini terpaksa makanan harus jadi pilihan kedua

“ya udah eonni aku ke perpus yah,” aku pun berjalan menuju pintu kelas

“maaf yah yoong, nanti susul eonni di kantin yah” aku membalik badan dan mengangguk kepadanya

Aku pun berjalan memasuki perpus, menjelajahi tiap rak buku untuk mencari buku itu

“hahaaha oppa itu lucu”

“yang mana? Yang itu? …hahhaha iya”

“lihat yang ini oppa,,”

Pencarian ku terhenti ketika mendengar suara yang sepertinya aku kenali, sambil tetap menyari buku yang ku cari mata ku tak berhenti menatap sekeliling mencari sumber suara itu, saat tiba di tikungan rak buku aku terpaku melihat pemandangan didepan ku, seorang namja yang sepertinya sedang bahagia memegang sebuah buku, tetapi tunggu ada seorang yeoja di sebelahnya ekspresinya sama seperti namja tersebut, kalau orang lain melihat bisa saja mereka dikira sepasang kekasih. Aku pun membalikan badan agar bisa secepatnya pergi dari situ tapi sayangnya aku menabrak tikungan rak buku tadi “aww” buku-buku ku terhempas dari tanganku, tidak peduli dengan berdarahnya sikut ku karena tergores sudut rak tadi aku bergegas merapikan buku ku dan pergi dari sini.

“yoona” namja itu memanggilku, aku menarik napas dan membuangnya aku pun berbalik dan mencoba tersenyum kepada nya

“ne?” jawabku se santai mungkin

“kau tidak apa-apa?” dia mulai menghampiriku

“gwenchana” ia menatap ku dari atas sampai bawah

“apa ini terlihat baik-baik saja?” dia mengangkat sikut ku sampai terlihat jelas luka ku yang mulai meneteskan darah,

“hanya luka sedikit, tidak terasa sakit” aku mencoba menarik tangan ku tetapi dia menahannya. Tiba tiba yeoja yang tadi duduk menghampiri kami

“omo, tanganmu berdarah” kata yeoja tersebut, aku hanya meringis menahan pedih luka ini, tetapi aku yakin bahwa pedih ini belum sepermpatnya pedih karena melihat mereka berdua tadi

“seohyun ah aku akan mengobati yoona dulu, kau pergi kekelas duluan saja” namja itu menoleh kearah yeoja yang di panggil seohyun tersebut.yeoja itu mengangguk lemas dan pergi meninggalkan kami Namja itu menarik ku ke sudut ruangan perpus dan mulai mengobati luka ku menggunakan sapu tangannya.

“aw….aw” aku berteriak kecil saat sapu tangan itu menyentuh luka ku, ia pun memperlambat gerakannya

“kau ini,, selalu ceroboh” katanya, tanpa mengalihkan pandangannya dari luka ku,, wajahnya sangat  dekat denganku, aku memejamkan mata agar berhenti menatapnya, aku rindu kedekatan ini…

Dia mengikatkan sapu tangannya di sikutku sambil terus menghembus- hembuskan angin ke luka ku

“ini sudah selesai” aku melihat sikutku, aku memutar-mutar tanganku agar dapat melihat semua bagiannya  “aw” aku meringis kembali “jangan digerakkan dulu, luka mu belum kering” ia merapikan perban/sapu tangan yang ada di sikutku.

“emmmh…mmmh gomawo oppa..eh maksud ku Kyuhyun ssi” ia tertawa kecil dan membelai kepalaku

“sama-sama” ia tersenyum manis  kepada ku, aku membalas senyumnya. Berhenti Kyuhyun, jangan memberi perhatian lebih padaku aku ingin segera melupakanmu. Aku pun berdiri ingin segera menghilang dari hadapannya , tetapi ia menarik tanganku “hati-hati yoong, jangan ceroboh lagi” ia memperingatkanku sambil tersenyum aku hanya mengangguk dan langsung pergi dari ruangan itu.

TBC~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Gimana? Jelek kan? Tolong dimaklumkan.. hehehe

Dan Typo sudah merajalela di ff ini, mau saya berantas tapi tidak sempat lagi, jadi dimohon partisipasi reader untuk memberitahu saya atau apa lah untuk mengusir typo ini.. like comment ya,, aku sangat butuh itu, kalau tidak nanti saya bakal putus asa lagi dan gak berniat ngelanjutin ff ini seperti ff pertama New Love, tapi tenang saja ff New Love bakal aku post kok lanjutannya tapi gak tau kapan, tolong please jebal comment, aku pingin tau tanggapan kalian, cocok kah aku menjadi seorang author…

and last GOMAWOYO *bow* 🙂

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~