You Are Wrong (Chap 1 : Let You Know Me)

20110822_superjunior_kyuhyun_1

Tittle : You Are Wrong Chapter 1 : Let You Know Me

Genre : Romance, Fantasy, Comedy

PG : 15+

Suara hentakan per dari sofa terdengar nyaring sebentar menandakan terdapat sesuatu yang menghantamnya. Dan benar, seorang perempuan terlihat sangat kelelahan membantingkan tubuhnya untuk duduk menyender disofa berwarna merah miliknya. Rambutnya terlihat berantakkan, dengan hampir ditutupi oleh keringat seluruhnya. Ia pun masih memuaskan untuk menghirup oksigen sebanyak-banyaknya karena telah terhitung berjam-jam ia merapikan seluruh barang di ruangan ini.

“Sudah kukatakan, tak perlu membawa barang begitu banyak keruangan ini. Lihat, dua tenaga saja sampai 2 jam menyelesaikannya.”

Bunyi per terdengar kembali karena ditambahnya sesosok perempuan yang memiliki tubuh yang agak kecil dari perempuan yang kini telah meluruskan kaki nya duduk disampingnya. Taeyeon mengambil sebotol minum untuk melepas dahaga sehabis membantu adiknya merapikan dan menaruh barang barang dan perabotannya di kamar yang baru ia sewa. Setelah habis setengah air dari botol minum itu, ia menyodorkan sisanya kearah adiknya.

“Kau tak perlu kesal begitu Unnie, kau sendiri yang bersedia membantuku untuk merapikan barang-barangku.” Yoona tegak dari sandarannya setelah ia ikut meneguk sisa air di botol minum itu, menatap kakaknya yang kini dalam posisi ia sebelumnya.

“Terserahlah. Pokoknya, ini terakhir kali aku melihatmu pindah ke apartemen baru dan membantumu merapikan barangmu. Coba lah untuk menikmati nya tinggal disini lebih dari setahun!” Taeyeon menatap Yoona dengan ujung mata nya, mengomelinya seperti biasa yang ia lakukan.

“Sepenuhnya bukan salahku Unnie, ruangan disebelah apartemenku sebelumnya ternyata Donghae yang menempatinya. Kau tahu aku sangat benci melihatnya setelah aku memergokinya dengan perempuan lain. Rasanya aku ingin sekali melemparinya dengan sepatu hak ku ketika ia melewati depan pintu apartemenku. Untuk menjauhi itu, lebih baik aku pindah dari sana sebelum aku benar-benar melemparkan sepatu ku ke wajahnya.” Yoona kembali menyenderkan punggungnya mengikuti posisi kakaknya. Dengan wajah yang kesal ia menceritakan panjang lebar kenapa harus ia pindah apartemen baru lagi. Ia tak menyadari bahwa ia telah menceritakan hal itu ke Taeyeon beberapa kali, dan ini– mungkin ketiga kalinya.

Taeyeon menghela nafas panjang ketika ia kembali harus mendengar celotehan yang benar-benar kekanakkan dari adiknya. Mendengarkan tentang mantan kekasihnya yang bernama Donghae itu menyelingkuhinya. Walaupun ia juga ikut kecewa dan marah karena lelaki itu menyakiti hati adiknya, namun tingkah laku Yoona yang masih kekanakkan terkadang lebih melelahkan dirinya.

“Aku masih memikirkan hal itu Yoona. Benarkah harga sewa nya semurah itu? Ruangan ini terlihat lebih luas dan aku tak melihat ada cacat sedikitpun. Apakah sebelumnya kau mengenali pemilik apartemen ini?”

Taeyeon memperhatikan kamar apartemen baru Yoona dari posisinya. Dengan memiliki satu kamar mandi dan dapur, harga yang harus nya dibayarkan lebih dari harga normalnya. Mengingat kini tarif pajak di Korea menaik, diperkirakan tak ada lagi harga yang diturunkan untuk menyewakan sebuah kamar apartemen.

“Tidak, aku tidak mengenalinya. Aku membaca iklan di sebuah koran dan langsung melihatnya kesini. Bukan kau saja yang bingung Unnie, ketika aku melihat kamar ini pertama kali, benar-benar tidak ada masalah yang sebelumnya aku perkirakan hingga kenapa harga apartemen ini bisa sangat murah. Lihat, kamar ini lebih luas dari kamar apartemen ku sebelumnya.” Yoona menunjukkan kesekililing kamar nya, dan kembali menatap kakaknya, tersenyum “Kurasa ini keberuntunganku Unnie,,”

Yoona tersenyum seraya memejamkan kedua mata nya menyandar di sofa. Taeyeon yang sebelumnya menatap adiknya tersebut menoleh kearah jam untuk mengetahui telah berapa lama Ia menghabiskan waktunya disini, hingga ia hampir melupakan rutinitas yang harus ia lakukan setiap harinya. Yoona membuka kedua mata nya melihat kakaknya kini terburu-buru mencari tas yang dibawa nya

“Astaga kenapa aku bisa lupa untuk menjemputnya, nanti ia kembali marah kepadaku untuk setelahnya minta dibelikan mainan.” Taeyeon terus tergesa-tergesa dan kini ia sedang berusaha memakai sepatu hak nya.

“Dia benar-benar sepertimu dulu Unnie..”

“Yaa!!”

“Kalau tidak berarti Baekhyun bukan anakkmu..”

Taeyeon mendengus kesal menatap Yoona yang kini menertawainya. Selesai ia memasang kedua sepatunya ia mulai membuka pintu “Yoona aku pergi,!”

“Titip salam untuk Baekhyun dan Wooyoung Oppa Unnie!!”

Taeyeon tersenyum sebelum ia menutup pintu apartemen Yoona.

Menatap kini jam telah menunjukan pukul 2 siang, Yoona berjalan menuju dapur untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan. Karena perutnya sudah tak sanggup lagi untuk kosong karena dihabiskan energi merapikan barang-barangnya. Melihat hanya ada beberapa mie instan didalam box yang dibawanya, tak ada pilihan lain selain ia harus memakan itu.

Dua cup mie pun telah habis dihabiskannya dengan tak ada sisa walaupun kuah sedikit pun. Membuang nafas kelegaan. Yoona berdiri dari duduknya, terlalu malas untuk membersihkan tempat yang ia pakai untuk makan tadi, berpikir nanti saja ia bersihkan. Karena, toh–ia sendiri yang tinggal sendiri disini, takkan ada yang melihatnya ataupun yang memarahinya karena kepemalasannya. Mengetahui masih ada beberapa waktu yang bisa digunakan. Terutama untuk melakukan hal yang bermanfaat. Yoona pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia berjalan ke kasur empuknya dan membanting tubuhnya ke kasur nya tersebut. Ya tidur adalah suatu kegiatan yang dapat merilekskan tubuh, dan tentunya bermanfaat, menurutnya. Merasa gerah karena sehabis makan tadi, ia pun membuka kaos yang dipakainya hingga tinggal tanktop nya. Menarik selimut tipisnya, dan jatuh terlelap.

o o o

Merasa kebutuhan tidurnya telah tercukupi, kedua matanya refleks meminta untuk terbuka. Dan membuat kedua kelopak mata nya kini perlahan membuka. Tampilan buram dan cahaya yang berusaha masuk kepandangannya, membuat ia sedikit susah untuk memperjelas pandangannya. Yang membuat ia berpikir salah, atau mungkin ia masih berada terbang di mimpinya. Karena ia kini melihat sesosok lelaki yang memiliki warna kulit putih yang sedikit pucat dan memakai kemeja yang juga berwarna putih panjang berdiri menatapnya. Yoona yang masih berpikir ia masih berada dialam mimpinya pun tersenyum, lalu kembali menutup kedua mata nya.

Beberapa detik berlalu, menyadari Yoona bahwa dirinya kini memang benar-benar telah sadar dari alam mimpinya, karena meskipun ia menutup kedua mata nya, tapi ia dapat berpikir, dan bertanya-tanya apa sesungguhnya yang ia lihat sebelumnya. Karena begitu penasarannya, Yoona perlahan membuka kedua matanya, dari awalnya mengintip lalu benar-benar terbuka. Dan ia benar-benar melihat seorang pria yang memiliki rambut ikal berwarna kecokelatan menatapi dirinya. Nafas Yoona tercekat, ketika kedua mata mereka benar-benar bertemu. Yoona pun langsung terduduk terkejut menatap pria yang benar-benar sedang berdiri menatapnya.

“Apa yang kau lakukan disini!!? Siapa kau?!!”

Tatapan kedua mata lelaki itu perlahan menyorot kebawah, tepat pada tubuh Yoona. Dengan timbulnya senyuman menyeringai dan tatapan yang masih lengket ditubuh Yoona tersebut. Yoona pun ikut melihat apa yang sedang dilihat lelaki itu pada dirinya. Begitu terkejutnya ia kini bahwa ia baru menyadari bahwa ia hanya memakai tanktop yang memperlihatkan belahan dadanya. Dengan cepat Yoona menarik selimut tipisnya dan menutupi tubuhnya.

“Yaa!! Apa yang kau lihat Pria Bodoh!!! Dan apa yang sedang kau lakukan disini?!! Ini apartemenku!!”

Pria itu tertawa kecil seraya menggelengkan kepala nya.

“Apa begini perilaku seorang wanita?”

Tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan Yoona, kini pria itu malah balik bertanya, dengan senyuman meremehkan “kau lihat diluar? Waktu tidur siangmu sungguh sudah melewati batas!”

Yoona yang tidak terima dengan perkataan pria aneh yang tiba-tiba masuk ke kamarnya kini pun menjawab “apa urusanmu? Dan kau ini siapa? Berani-beraninya memasuki apartemen seorang wanita tanpa izin!”

“Ini tempatku. Dan kini kau benar-benar telah mengotori tempatku” Pria itu berjalan dan menemukan beberapa sampah bungkus mie instan yang masih tergeletak di meja dapurnya, mengangkatnya dengan jijik lalu kembali meletakkannya.

Yoona yang terus memantau apa yang dilakukan pria itu, menelan ludah ketika menemukan sampah bungkus mie yang malas untuk ia bersihkan sebelumnya. “Tempatmu?! Yaa! Aku sudah mentandatangani kontrak setahun dengan pemilik apartemen ini, bagaimana bisa kau mengatakan bahwa ini tempatmu?!”

Pria itu tertawa kecil, lalu menolehkan kepalanya kebelakang untuk menatap Yoona yang tengah sibuk mencari kaosnya dan memakainya

“Kau akan segera mengetahui semuanya..”

Sebelum Yoona bisa berteriak dan mengejarnya, lelaki itu berjalan menuju pintu yang terbuka lalu terdengar suara pintu tertutup dengan kencang. Yoona pun berlari kecil menuju pintu tersebut dan membuka nya untuk mengejar pria tersebut. Namun ketika ia telah keluar dari kamar apartemennya memutar pandangannya kesegala arah ia tak menemukan adanya punggung atau tubuh seorang pria yang berjalan pergi. Sungguh aneh, benar-benar aneh. Karena kepergian lelaki itu hanya berselisih waktu beberapa detik dengan ia mengejarnya. Jika pun pria itu berlari, tubuhnya pun pasti terlihat. Tapi ia benar-benar tak menemukan seorang pun. Koridor apartemen itu benar-benar sepi.

Benar-benar aneh.

o o o

Setelah kejadian hari itu. Ketika ia bertemu seorang pria berperawakan putih dan tinggi di dalam kamar apartemennya, Yoona melanjutkan aktivitasnya seperti biasa. Walaupun terkadang jika ia sedang beristirahat sejenak. Pertanyaan-pertanyaan tentang pria misterius itu selalu mendatangi kepalanya. -Siapa dia berani-berani masuk keapartemen baru ku?— dan pertanyaan-pertanyaan itu akan berakhir dengan emosi yang membuncah tubuhnya.

Kesal karena ia tak kunjung mendapatkan jawabannya, Yoona berdiri tegak dari duduk santainya. Baru menyadari ternyata diluar lukisan langit sudah berubah menggelap. Membuat mata nya melirik ke arah jam tangannya.

“Saatnya tutup!..”

Dengan hanya suara teriakkan Yoona. Para karyawan-karyawan yang sebelumnya sedang sibuk dengan pekerjaan-pekerjaannya. Seperti menghitung uang, mencuci piring, mengelap meja dan lain-lain. Mempercepat pekerjaannya mendengar sang bos sudah memperintahkankan untuk toko segera ditutup.

Hampir 5 bulan Yoona memulai usaha membuka kedai kopi yang sangat ia idam-idamkan dari dulu. Walaupun toko nya tidak begitu besar dan mewah, tetapi ia telah memiliki lima orang karyawan yang ia percaya untuk membantunya menjalankan bisnis ini.

Yoona mengambil tas jinjingnya lalu berjalan menuju pintu masuk kedai milikknya itu.

“Semuanya, aku pulang dulu. Luna, jangan lupa kau yang memegang kunci!.”

Lima karyawan tersebut sebentar memberhentikan kesibukannya dan membungkuk sebentar untuk juga mengucapkan selamat tinggal kepada atasan mereka yang kini sudah melangkah keluar dari pintu tersebut.

Membuka pintu apartemennya. Yoona masih membiasakan untuk menemukan sekring lampu kamarnya itu. Setelah beberapa detik meraba dinding ia pun menemukan sekring itu. Melepaskan syal dan tas nya ia pun berjalan menuju kamar mandi, menyegarkan tubuhnya dari begitu banyaknya keringat yang ia hasilkan hari ini.

Setelah lebih tiga puluh menit ia memanjakan tubuhnya berendam di bathub miliknya. Ia keluar dari kamar mandi dengan mantel mandi berwarna biru favorit nya. Dengan rambut yang masih ia gulung dengan handuk kecil, Yoona berjalan menuju meja rias untuk memberikan pelembab malam untuk wajahnya.

Ketika ia telah mencapai posisi duduk di kursi riasnya ia menatap cermin didepannya. Yoona, yang awalnya diam menatap pantulan wajahnya sendiri di cermin tiba-tiba tersenyum, menyentuh pipi nya

“Aaaah, aku tak menyadari kalau ternyata aku begitu cantik.” Yoona menolehkan wajahnya kekiri, ke kanan, tersenyum menampakkan deretan giginya. Berpose bermacam gaya dengan wajahnya didepan cermin miliknya.

“Yaaa Im Yoona, kau wanita yang paling cantik. Kau bisa mendapatkan pria yang kau mau dengan mudah. Banyak pria mengantri demi dirimu.. Tunjukanlah pesona mu kepada mereka..”

Kini ia berbicara sendiri dengan ekspresi seksi yang ia buat dengan paksa, membuat gambaran kecupan kiss bye dengan bibir tipis nya. Mengedip-ngedipkan sebelah mata nya, seakan-akan ia adalah model wanita yang sedang memainkan iklan seorang wanita cantik dan seksi sedang mencari seorang pria lajang. Menjadi pede di kamar sendiri, tak masalah bukan. Toh, tak ada yang melihat nya selain dirinya.. Kekehnya dalam hati.

Ia kini melambai-lambaikan tangannya menghadap cermin. Masih memamerkan senyumnya seakan-akan ia sedang berjalan ala model catwalk. Namun suara decakkan meremehkan tertangkap oleh kedua telinga Yoona, membuat ia spontan berhenti melambai-lambaikan tangannya.

Dan mimpi apa ia semalam!– ia kini melihat sosok pria putih dan tinggi yang ia lihat dua hari lalu itu tengah berdiri dengan melipat kedua lengannya dan menyender didinding. Memperlihatkan senyuman mengejek, tertawa melihatnya dari pantulan cermin.

Yoona, yang masih terkaget. Spontan berdiri dan menunjuk pria itu dari pantulan cerminnya.

“Kau!!”

Pria itu menaikkan bahu nya dan alisnya, memberikan mimik muka seakan-akan berbicara What?-ada-yang-salah?. Yoona menggertakan gigi nya lalu membalikkan tubuhnya berhadapan dengan pria yang berdiri 5 meter dari tubuhnya sekarang.

“Apa lagi yang kau lakukan disini?!! Kau bodoh!!”

Pria itu, bukannya menjawab. Malah mendecak, tersenyum meremehkan. Ia membuang nafas kasar kearah lain.

“Memanggilku bodoh. Eh?” Pria itu tertawa dibuat-dibuat “Apa yang baru saja kulihat? Pertunjukan sirkus? Atau, pertunjukan orang gila?”

Bibir Yoona terbuka, seakan ingin mengucapkan sesuatu-namun tak bisa terucapkan. Wajah Yoona memerah padam, percampuran antara rasa malu nya dan kesalnya terhadap pria ini.

“B-bukan urusanmu! Sekarang kau pergi dari apartemenku!!”

Yoona berteriak seraya satu telunjuknya menunjuk ke arah pintu keluar kamar apartemennya. Emosinya benar-benar memuncak. Setelah dua hari ini ia mulai melupakan pria bodoh yang muncul tiba-tiba di apartemennya tanpa izin, namun kini mulut pedasnya muncul lagi didepan wajahnya dalam radius hanya 5meter! Tuhan.. Mimpi apa ia semalam?.

Pria itu kini berdiri tegak dari sandarannya. Masih dengan menunjukan senyum seringaiannya. Ia menatap ke bawah, ke arah Yoona.

“Apa kau lupa yang ku katakan dua hari yang lalu?” Pria itu menaikkan alisnya “Ini. Tempat. Ku!”.

“Apa kau punya bukti ini tempatmu?!! Apa kau mau ku perlihatkan surat kontrakku?!!” Yoona melangkah mendekati pria itu sambil berkacak pinggang, tertawa dibuat-buat meniru tawa pria tadi “Kalau mau bohong, yang masuk akal! Sekolah dimana sih?!” Yoona tertawa menyindir.

Pria itu menurunkan dua tangannya dan meletakan di saku celana putih nya “Aku tidak bohong, kau bisa membuktikannya sendiri.”

“Kau!!–”

Mata Yoona seketika terbelalak. Mulutnya masih terbuka, tatapan tidak percaya ia lemparkan ke arah pria itu.

Bagaimana bisa tangannya yang ia niatkan untuk mendorong pria itu namun–tertembus?

Yoona mencoba kembali, tangannya ia layangkan pukulan ke arah tubuh yang lebih tinggi didepannya itu. Dan hasil nya, tangannya tidak mengenai nya. Tubuhnya seakan-akan transparan. Bagaimana ini bisa terjadi?

“Tidak mungkin..”

Yoona menggeleng-gelengkan kepala nya, tubuhnya perlahan mundur kebelakang. Tawa nya terpaksa, menganggap semua yang terjadi hanyalah lelucon yang sama sekali tak lucu.

“Ini mimpi bukan? Aku masih tertidur bukan?” Yoona mencubiti pipi nya berkali-kali. Mencoba cara yang umum untuk membuktikan ia sedang tertidur atau tidak. Tapi ia merasa sakit, itu berarti, ia sadar bukan?

Pria itu tertawa kecil, ia mengambil satu langkah maju ke arah Yoona, menaikkan alisnya “Bagaimana? Kau sudah membuktikannya bukan?”

Yoona mencoba menggapai nya lagi, namun tak bisa. Tangannya selalu tertembus, ia seperti sedang menangkap angin, tak ada yang didapat. Ketakutannya pun semakin membuncah.

“S-siapa kau sebenarnya?!!”

“Aku? Aku pemilik kamar ini.”

“Bukan! Maksudku, kau ini– kau ini bukan manusia?”

Pria itu tersenyum, menundukkan kepalanya , kedua matanya tepat berhenti didepan mata Yoona. Memberikan tatapan seakan-akan mengatakan menurutmu-bagaimana?

Seperti telah terbiasa akan mendapatkan respon yang sungguh spektakuler. Pria itu sudah menutup kedua telinganya sebelum Yoona mengeluarkan nada oktaf tertinggi nya. Namun sia-sia, teriakan Yoona dapat menembus lapisan tangan yang menutupi telinga nya. Dengan terpaksa ia mengambil tindakan. Ia meletakkan telapak tangannya mendekap mulut Yoona. Membuat spontan teriakan itu berhenti dengan mendapat tatapan yang membelalak menatapnya.

Yoona mundur kebelakang, membuat tangan pria itu jatuh dari mulutnya

“K-kau bisa menyentuhku?” Ia maju kembali, mencoba menyentuh pria itu kembali, namun ia tetap tak bisa menyentuhnya “tapi kenapa aku tak bisa menyentuhmu?”

Pria itu tertawa kecil, menyeringai. Yoona yang tak mendapat jawaban dari pertanyaannya membuat dirinya sebagian merasa kesal dan takut. Dengan sedikit bergetar, ia berusaha berani untuk menghadapi pria–atau makhluk yang ia tidak ketahui asalnya itu.

“A-apa maumu?!”

“Mau ku?” Pria itu tersenyum kembali, menundukkan kepalanya mendekati kepala Yoona. Sepertinya ia senang sekali melihat Yoona ketakutan

“Aku mau kau segera pergi dari apartemen ini.”

“Kalau aku tak mau?”

“Kalau kau tak mau,” Pria itu menyentuh pipi Yoona

“Maka aku akan selalu menganggumu” kepala nya ia turunkan hingga bibirnya sampai didekat telinga Yoona, menyeringai, berbisik

“Hingga kau sendiri yang pergi dari apartemen ini.”

o o o

Taeyeon terus membuka dan memasuki satu-satu ruangan, beberapa menit sebelumnya ia mendapat telepon dari adiknya yang mengatakan bahwa kamar apartemen baru nya tersebut berhantu. Ia yang tak mempercayai perkataan adiknya tersebut ingin membuktikannya sendiri dan mendatangi apartemennya dengan membawa Baekhyun karena ia tak bisa meninggalkan dirinya sendirian di rumah.

Empat ruangan dalam kamar tersebut telah ia masukki untuk ia cek. Taeyeon menaikkan alisnya ketika tidak ada satupun tanda-tanda dari 4 ruangan tersebut berhantu. Dilihat dari segi penerangan, kamar apartemen Yoona memiliki sumber cahaya lampu dari sudut manapun. Ia juga tak menemukan sarang laba-laba ataupun tempat kotor yang biasa menjadi tempat tinggal para hantu. Kamar apartemen Yoona tak memiliki kesan angker sedikitpun, bagaimana bisa ia bilang ada hantu?

“Unnie.. Aku bersumpah kepadamu, aku tidak bohong. Aku baru melihatnya tadi malam.” Yoona terus mengikuti Taeyeon dari belakang, mereka kini kembali keruang tamu tempat Baekhyun sedang duduk dan bermain bersama Bumble Bee nya.

“Yoona kau baru empat hari disini, mungkin kau terlalu paranoid akibat kau menonton film The Conjuring sebelumnya bersama Baekhyun.” Taeyeon kini duduk di sebelah putranya “Kau tahu, setelah menonton itu Baekhyun tak pernah mau ditinggal sendirian. Memang benar film itu tidak bagus untuk ditonton.”

Yoona menciutkan bibirnya, lagi-lagi Taeyeon tak mempercayai atas semua perkataan bukti yang pernah ia lihat di apartemen ini. Ini bukan karena efek ia menonton film horror, tetapi murni ia melihat sendiri pria misterius nan menyebalkan tersebut, ia yakin ia tak berhalusinasi melihat sosok tersebut untuk kedua kalinya.

Setelah satu jam Taeyeon dan Baekhyun menemani Yoona di apartemennya, mereka memutuskan untuk kembali ke rumah mereka. Mengingat Wooyoung, suami Taeyeon sudah segera akan pulang dari kantornya, Taeyeon belum menyiapkan makanan untuk makan malam hari ini.

“Kau sudah 4 tahun hidup sendirian, aku tidak percaya kau mudah goyah begitu saja..” Setelah Taeyeon mengambil tasnya ia melanjutkan seraya menatap adiknya “Kalau memang makhluk yang kau sebut itu benar-benar ada, kurasa ia tak akan menganggumu jika kau tidak menganggunya. Ayo Baekhyun,,” Taeyeon menawarkan tangannya agar Baekhyun segera menggandengnya, Yoona pun mengikuti mereka dari belakang untuk mengantar mereka keluar pintu, ia masih merasa kecewa karena sang kakak pun tak mempercayainya. Ia mengutuk dalam hati, kenapa pria tersebut tak muncul saat Taeyeon ada bersama dirinya, Yoona kembali mencoba memandang ke sekeliling, benar ia tak menangkap sosok pria tersebut.

“Kami pulang ya Yoona. Baekhyun-ah ucapkan selamat tinggal pada Imo..” Taeyeon menoleh kea rah putranya.

“Dadaa Imo, Baekhyun dan Eomma pulang dulu..” Baekhyun kecil melambaikan tangannya seraya sesekali memberikan kissbye ke arah Yoona. Yoona tersenyum geli melihat tingkah keponakannya yang berumur 7 tahun tersebut, ia mengacak kecil rambut Baekhyun dan mengecup pipinya “Dadaa Baekhyun.. jangan nakal ya.”

Setelah kedua orang yang disayanginya tersebut pergi, Yoona menutup dan mengunci pintunya, sebagai jaga-jaga saja agar tak ada orang yang bisa masuk lagi ke apartemennya. Ia menghela nafas panjang, berharap dalam diam semoga pria itu tak akan pernah lagi muncul dihadapan dirinya lagi. Namun, sepertinya harapannya tak dikabulkan. Begitu terkejutnya dia ketika ia memutarkan tubuhnya ia melihat sosok pria yang baru saja ia sebut dalam doa nya tengah duduk santai menyandarkan punggungnya di sofa ruang tamunya. Yoona benar ingin melemparkan sesuatu ke arahnya tepat saat ia melihat senyum menyeringai pria tersebut.

“Sedang kecewa huh?” Kyuhyun tertawa kecil, mengejek

Kyuhyun berdiri dari duduk santainya, ia masih memakai pakaian serba putih yang sebelumnya pernah Yoona lihat. –Makhluk ini benar-benar tak memiliki pakaian lain-, Yoona mengejek dalam hati. Kyuhyun memasukkan kedua tangannya di sakunya, mengerti apa yang ada didalam pikiran Yoona membuat dirinya geli.

“Kau tahu Im Yoona? Kau itu sama seperti yang lainnya..” Yoona tak bergerak dari posisinya, mendengar ini pertama kalinya makhluk tersebut memanggil namanya. Ia tak pernah melepas pandangannya dari Kyuhyun yang kini berjalan agak mendekati tempatnya berdiri “Mengadu kesana kemari karena tak mau ketakutan yang kau miliki menelan habis keberanianmu. Ck, kekanak-kanakkan.” Kyuhyun berhenti lima langkah dari posisi Yoona berdiri, ia melipat kedua tangannya didada nya seraya tersenyum geli dan menggelengkan kepalanya. Tak lama ia mengangkat kepalanya dan spontan menatap Yoona dengan serius “Aku. Benci. Penakut.”

Yoona menggertakan giginya geram, makhluk ini benar-benar memiliki mulut yang tajam, apa selama ia hidup ia tak pernah diajari sopan santun terhadap orang yang baru dikenalnya. Memang, setelah kejadian malam sebelumnya. Sesaat ia membuktikan sendiri bahwa sosok pria didepannya ini bukanlah seorang manusia, ia tak memungkiri perasaan takutnya terhadap hal-hal yang tidak berlogika tersebut. Karena selama ia hidup, ia baru sekali ini bertemu, bahkan berbicara dengan makhluk entah apapun itu namanya (sebenarnya ia agak takut mengakui bahwa pria itu adalah hantu) .

Yoona menarik nafas panjang, berusaha menenangkan dirinya sendiri agar ia tak perlu menghabiskan energinya hanya untuk meneriaki makhluk yang tak jelas tersebut. Yoona mengangkat kepalanya dan menatap Kyuhyun “Jadi sekarang apa maumu?”

Kyuhyun mengangkat bahunya “Bukankah sudah kukatakan bahwa aku mau tempat ini, ini milikku, ini rumahku! Aku ingin kau segera pergi dari sini”

Yoona tertawa mendengar permintaan yang sebelumnya pernah ia dengar, apakah makhluk ini tak pernah berpikir—“kau kira pindah ke tempat yang baru itu mudah? Dan kau menyuruhku untuk mencari dan pindah ke tempat yang baru lagi? Kau pikir semua itu bisa mudah dilakukan begitu saja?” Yoona ikut melipat tangannya didepan dadanya, seolah-olah ia menerima tantangan dari makhluk tersebut.

“Aku tak peduli apapun itu, yang aku mau hanya tempat ini. Tak peduli bagaimanapun kau harus meninggalkan tempat ini.” Jawab Kyuhyun santai.

Yoona tertawa kecil lalu beberapa detik kemudian wajahnya kembali serius “Aku. Tidak. Mau”

Kyuhyun mengangkat alisnya, ia mendecak, emosinya mulai memuncak karena manusia menyebalkan ini. Dari tiga manusia sebelumnya yang pernah ia temui, baru kali ini ia mendapatkan tantangan yang menjawab ancamannya tersebut. “Jadi kau menantangku Im Yoona?”

Kyuhyun tertawa kemudian melanjutkan “Aku baru saja mengetahui namamu, apa kau menyadari bahwa begitu mudahnya aku dapat menemukan kelemahanmu?”

Entah kenapa setelah beberapa kali ia beradu mulut dengan makhluk tersebut membuat keberanian Yoona makin memuncak. Ia seperti akan melakukan apa saja agar makhluk itu menghilang dari hadapannya, kalau perlu menghilang dari permukaan bumi ini.

“Kau tahu? Kau kira kau begitu menakutkan?” Yoona tertawa mengejek lalu kembali serius, ia melangkah maju hingga kini ia berada satu langkah dari posisi Kyuhyun berdiri “Jangan terlalu berharap, karena bagiku tak ada hal kecil apapun darimu yang membuatku takut.”

Kyuhyun membalas tatapan serius Yoona dengan senyum, entah kenapa ia merasa permainan ini akan menjadi sesuatu hal yang menarik. Ia, sesosok roh. Dan wanita ini, seorang manusia akan bertanding? Kyuhyun pun makin memantapkan hatinya untuk dapat membuat wanita ini lemah dihadapannya agar ia bisa memiliki rumahnya kembali.

“Melihatmu terlalu bersemangat membuatku menerima tantangan beranimu tersebut. Namun sebelumnya—“ Kyuhyun melangkahkan dirinya maju hingga kini mereka berhadapan sangat dekat. Ia merapikan rambut Yoona agar ia bisa melihat telinganya, sentuhan tangan dinginya pun jatuh ke pundak Yoona, dan berjalan lembut menyusuri lengan-hingga ke telapak tangannya. Tubuh Yoona bergidik merasakan sentuhan Kyuhyun, Kyuhyun yang menyadari hal tersebut malah membuatnya makin tersenyum “Mari kita berkenalan dulu Im Yoona—“ Kyuhyun berbisik tepat di telinga Yoona

“Aku Cho Kyuhyun..”

o o o

Author’s note :

Seneng banget ternyata masih ada yang setia sama saya. Karena komentar kalian keluar berbeda dengan dugaan saya, jadi membuat semangat untuk ngepost chapter 1. Yah kira-kira awalnya ginilah, udah dapetlah ya perkenalan mereka. Jadi adakah yang ingin membaca chapter selanjutnya?

p/s = (kemungkinan update cepat ini merupakan hal yang tidak disengajakan, jadi yaa untuk selanjutnya tidak bisa dijanjikan untuk kembali update cepat :D)

Terima Kasih

Intansparkddict

Iklan

55 thoughts on “You Are Wrong (Chap 1 : Let You Know Me)

  1. dias puspita berkata:

    Waaah bener2 menariiik… Kyunya blm mati kaan?tp dmn raganyaa?? Trs apa yg nnti d pilih kyu yaa??
    Suka moment kyunanya,, aplgi sewaktu yoona dg pedenya ngaca sambil nepuk2 wajahnya dn melontarkan pujian2 pd dirinya sendiri,,narsiiiis abiiis… Wkwkkkk
    Lanjuut saeng..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s