Mom Loves Family,, Part 1

cats

 

“Arrggh!!..”

Bunyi deringan dari jam sialan itu terlihat sangat menganggu tidurnya. Ia tidak puas, benar-benar tidak puas. Bagaimana tidak, acara launching produk baru akan diselenggarakan satu hari lagi. Jadi mau tidak mau ia harus melemburkan dirinya untuk menyelesaikan rancangan acara tersebut. Waktu tidurnya benar-benar tak seimbang. Hanya tiga sampai empat jam permalam.

Ia mulai duduk dari pembaringannya. Dengan rambut yang masih berantakan dan mata yang masih dalam keadaan setengah tertutup setengah terbuka, ia menguap dengan lebarnya. Yoona mengalihkan perhatiannya ke tepat sebelah kirinya. Bantal itu sudah kosong, tidak ada lagi kepala suaminya yang menyangga di bantal itu. Yoona memutuskan untuk beranjak bangun dan pergi ke kamar mandi. Bersiap-siap, ia tak mau ditandai sebagai Si Telat Manajer oleh bawahan ataupun atasannya.

 

Melihat waktu yang tak tersisa untuk duduk dan menikmati sarapan pagi yang tersedia, memaksa perutnya yang kosong untuk langsung pergi ke kantornya. Yaa Yoona tetaplah seorang wanita, ia juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk berdandan. Apalagi jabatannya sebagai Manajer baru, ia harus tetap terlihat cantik dan berwibawa didepan atasan dan bawahannya.

Sesaat ia terus tergesa-gesa berjalan melewati dapur menuju ruang tamu sambil berusaha memakaikan high heels hitamnya ke kakinya, ia berhenti sesaat seseorang berdiri tepat dihadapannya

“Tak ada alasan untuk tidak makan. Ini, sudah kupersiapkan untukmu.”

Lee Jonghyun. Dengan sebuah apron yang menutupi sebagian tubuh depannya, menutupi kaos putih dengan celana tidurnya. Ia memberikan Yoona sebuah bekal yang sudah diikat rapi.

“Tapi aku–”

“Tidak. Makan ini, atau kau tak boleh–”

“Baik-baik.!” Dengan cepat Yoona memotong perkataannya dan mengambil dengan sigap bekal tersebut dari tangan Jonghyun.

 

“Tunggu disini, aku akan mengambil Jaehyun.”

Yoona hampir menepuk jidatnya. Bagaimana ia bisa melupakan putranya. Ia sungguh akan menyesal jika ia pergi sampai larut malam tanpa bertemu dan berpamitan dengan Jaehyun. Ibu macam apa dia.

Tak lama Yoona menunggu. Jonghyun yang sudah melepaskan apron dari tubuhnya, menggendong 3 tahun Jaehyun yang masih mengusap-ngusap mata nya di lengan Jonghyun sambil datang ke arah Yoona.

“Jaehyun-ah ucapkan da da untuk Umma..” Ucap Jonghyun seraya mengambil tangan Jaehyun dari wajahnya dan melambaikan tangannya ke arah Yoona.

“Umma, pergi lagi?” Tanya Jaehyun seraya mengeluh. Yoona tersenyum dan menghampiri Jaehyun yang berada digendongan suaminya. Yoona mengecup pipi Jaehyun gemas dan mengelusnya dengan sayang “Umma harus pergi sayang. Jaehyun kan bisa bermain dengan Appa dirumah.”

Jaehyun menunduk lesu mengetahui Umma nya akan pergi dan pulang larut lagi. Yoona yang menyadari itu langsung menarik lembut hidung Jaehyun “Nanti Umma beli kan sebuah robot yang hebat untuk Jaehyun ya? Tapi Jaehyun harus berjanji, jangan nakal dan menuruti perkataan Umma.”

Walaupun Jaehyun masih belum puas jika Umma-nya tidak berada dirumah. Ia tetap mengangguk pelan. Yoona tersenyum dan membelai rambut Jaehyun. “Itu baru anak Umma, sekarang ucapkan da-da kepada Umma..”

 

Jaehyun masih terlihat tidak ikhlas untuk membiarkan Umma-nya pergi, namun dengan terpaksa ia melambaikan tangannya ke arah Yoona “Da-da Umma..”

 

“Da-da Jaehyun..”

Sesaat Yoona melambaikan tangannya ke putranya ia menangkap wajah suaminya yang tengah menatap dirinya. Yoona tersenyum dan maju kembali untuk memberi kecupan singkat di pipi Jonghyun. “Da-da Appa..”

Jonghyun menarik tangannya “Jangan pulang terlalu larut.” Memberi peringatan kepadanya.

Yoona mengelus tangan Jonghyun, “Akan ku usahakan Oppa..”

 

¤ ¤ ¤ ¤ ¤

 

 

“Aku pesan Jus Stroberi.” Yoona mengatakan singkat kepada pelayan lalu mengangguk setelah mendengar pelayan tersebut membacakan kembali pesanan ke tiga orang tersebut. Setelah pelayan itu pergi, Sooyoung melihat aneh ke arahnya.

“Kau tidak memesan makanan Yoona? Kau bilang kau belum memakan apapun dari pagi.”

Yoona hanya tersenyum membalasnya dan ia mengambil tas yang berada disamping bawah kursinya untuk mengeluarkan sesuatu. “Tidak perlu, aku sudah membawa makanan sendiri.”

Sesaat Yoona membuka tutup dari tempat bekal tersebut, ketiga orang itu tercengang melihat isi nya. “Wah Unnie, makanan mu terlihat enak.” Komentar Seohyun.

Yoona menelan ludah ia juga tidak percaya bagaimana bisa Jonghyun menyiapkan ini semua sangat rapi, sangat sempurna. Mengetahui suaminya itu pintar memasak, ia tidak meragukan. Rasa makanan ini pasti sama baiknya dengan penampilannya.

“Kau benar beruntung menikahi Jonghyun Yoona.” Puji Sooyoung yang kedua mata nya menatap Yoona yang lahap menikmati bekalnya. Seohyun mengangguk setuju, “Kadang-kadang aku juga ingin mencicipi masakan Yonghwa oppa, tapi karena kesibukannya dikantor, kurasa ia tak sempat.” Seohyun meletakkan dagu nya ditangannya, menatap iri ke arah sahabatnya yang ia pikir sangat sangat beruntung karena memiliki suami yang selalu memasakannya makanan yang lezat.

“Ya karena kita selalu berada dirumah, kurasa itu pekerjaan kita sebagai istri Seohyun-ah, memasak untuk keluargaa” Sooyoung kini menatap Yoona “Tetapi kenapa malah kau yang sibuk sedangkan suami mu melakukan segalanya dirumah Yoona? Apa kau benar-benar tidak merasa kalau kalian sedang melakukan hal yang tidak lazim?”

Yoona menyeruput jusnya untuk sekedar membantu pengunyahan agar segera masuk ke perutnya, ia membuang nafas lega lalu menggeleng “Bukan masalah besar eonnie, kami sudah membicarakannya dan memutuskannya. Apalagi saat aku baru saja mendapatkan promosi, sangat disayangkan kalau aku menolak dan membuang tawaran itu mentah-mentah.”

Awalnya Yoona tak pernah menyangka akan secepat itu ia mendapatkan promosi dan menaikkan jabatan pada posisi kerjanya. Malah dulu, ia berencana untuk segera berhenti kerja karena ia merasa ia tak pernah berubah dan maju selama melakukan pekerjaan itu. Namun, siapa yang tahu mungkin saja itu hoki nya?

“Ya tapi kau selalu bekerja, bekerja dan bekerja. Kau pergi ketika Jaehyun masih tidur, dan pulang ketika Jaehyun tertidur pulas. Kapan kau bisa bertemu putramu? Bagaimana kau bisa menjalankan tugasmu sebagai seorang ibu?”

“Eonni..” Seohyun memegang lengan Sooyoung untuk menenangkan Sooyoung agar tidak terlalu emosi, memang ini bukan pertama kali Sooyoung dan Seohyun membicarakan hal ini, menegur Yoona tentang hal ini. Namun Yoona belum juga merubah pikirannya. Malah ia berpikir bahwa keputusannya adalah hal yang paling tepat untuk dirinya dan keluarganya.

“Sooyoung unnie benar unnie, Jaehyun masih berumur 3 tahun, ia masih memerlukan sosok ibu yang 24 jam berada didekatnya.” Seohyun kembali membantu Sooyoung untuk merubah pikiran Yoona. Ia juga merasa kasihan terhadap Jaehyun, bayi yang berumur tiga tahun tetapi tak selalu sempat bertemu ibunya meskipun mereka tinggal bersama.

Yoona menghela nafas panjang lagi, “Seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, Semua itu bukannya tidak kupikirkan Unnie, Seohyun. Jonghyun selalu memiliki waktu berada dirumah, kupikir ia bisa selalu menemani Jaehyun.” Yoona menatap bekal yang belum sepenuhnya ia habiskan “Kau tahu Jonghyun bisa melakukan semua ini, semua ini yang belum aku yakini bisa sendiri kulakukan.”

“Tapi Yoona, pernahkah kau memikirkan apa yang dipikirkan Jonghyun?” Sooyoung menyentuh tangan Yoona untuk membuatnya melihatnya “Jonghyun itu seorang suami, yang harusnya bekerja dan tidak mengerjakan semua pekerjaan seorang istri.

Sebenarnya, Yoona tidak pernah memikirkan hal itu. Karena ia pikir suaminya adalah tipe orang yang langsung membicarakan sesuatu yang menganggunya, ia kenal benar dengan Jonghyun, Jonghyun akan membicarakan semua hal yang menganggunya kepada dirinya. Tentang masalah ini, melihat Jonghyun tak terlalu menjadikan hal ini menjadi masalah besar. Menurut Yoona, hal itu tidak apa.

Namun, jahatkah ia jika ternyata pikirannya selama ini salah? Tidak memikirkan tentang perasaan Jonghyun.

 

 

¤ ¤ ¤ ¤ ¤

 

“Aku pulang.”

Melangkahkan kakinya kedalam rumah. Ia sudah memperkirakan bahwa semua penghuni rumah ini telah terlelap. Bagaimana tidak? Jam sudah menunjukan ke angka sebelas.

Sebenarnya sebelumnya ia telah berniat akan pulang tepat pada waktunya, tidak memperdulikan berkas-berkas yang menumpuk di mejanya. Namun sepertinya sudah menjadi kebiasaan bagi dirinya untuk menyelesaikan semua sebelum ia meninggalkan kantor. Akhirnya ia lembur lagi untuk hari ini.

 

Yoona memutuskan untuk mengunjungi kamar Jaehyun sebelum ia ke kamarnya. Ia sungguh menyesal kepadanya, tidak bisa kembali mengantarnya tidur. Namun ketika ia berjalan melewati ruang keluarga, ia melihat bayi kecilnya dan suaminya tertidur pulas di sofa panjang dengan tangan Jonghyun memeluk erat tubuh Jaehyun yang kecil.

Yoona tersenyum. Betapa beruntungnya ia memiliki dua orang yang benar-benar akan menemaninya sepanjang hidup. Dua orang yang menjadi bagian hidupnya. Yoona mendekati mereka.

Dengan telah melepas kardigan dan tas nya, Yoona membelai kepala kedua nya. Mengecup dahi kedua nya, berterima kasih dalam diam kepada Tuhan karena masih diberikan kesempatan kepadanya untuk memiliki kedua orang ini. Perlahan Yoona mengangkat tubuh Jaehyun dari pelukkan Jonghyun, ia ingin meletakkan Jaehyun di tempat tidurnya agar ia bisa tertidur lebih nyaman.

 

“Yoona..”

Sesaat ia menenangkan Jaehyun yang hampir terbangun di lengannya. Suara kantuk Jonghyun membuatnya menoleh kearah suaminya

“Kau lembur lagi.”

Yoona menggigit bibir bawahnya perlahan mengangguk, ia mengakui kesalahannya, benar-benar mengakui kesalahannya. “Biar aku meletakkan Jaehyun ditempat tidurnya Oppa.” Yoona berjalan meninggalkan Jonghyun dibelakang, kepala Jaehyun yang bersandar dengan nyaman dipundak Yoona yang hanya bisa terlihat jelas oleh Jonghyun.

Yoona mendengungkan nada lagu untuk menidurkan Jaehyun yang sempat meringis ketika tidak menemukan kehangatan lagi dari tubuh Yoona. Tangan Yoona membelai rambut yang berada menutupi dahi Jaehyun.

“Jaehyun selalu menanyakan kapan kau akan pulang.” Yoona bisa merasakan Jonghyun yang menatap mereka dari dinding pintu. “Jaehyun selalu bersikeras menunggumu hingga pulang” Kini ia merasakan Jonghyun sudah berdiri didekatnya, dibelakangnya “Tapi matanya benar tak menurutinya, ketika aku berbohong padanya kalau kau terjebak macet dijalan atau kau mengunjungi temanmu, ternyata matanya sudah terlelap tidur.”

Jonghyun membelai kepala Jaehyun “Sampai kapan bayi kita akan mengalami seperti ini terus Yoona?” Yoona menatap Jonghyun yang masih membelai kepala Jaehyun “Ia merindukanmu Yoona, Jaehyun merindukan sosok Ibu nya.”

Rasanya miris ia mendengar kata-kata tersebut dari mulut suaminya sendiri, tapi ia tidak bisa langsung- “Jika saja tugas ku dikantor terlalu banyak Oppa, mungkin aku bisa segera pulang dan mengasuh Jaehyun.”

Jonghyun melepaskan tangannya dari dahi Jaehyun “Kukira semua kebutuhan kita sudah terpenuhi Yoona, sebenarnya– kau tak terlalu perlu untuk bekerja hingga larut malam seperti itu.”

Yoona membuang nafas, ia menatap Jonghyun. Lagi-lagi masalah ini, sudah siang tadi ia dinasehati oleh Sooyoung dan Seohyun, kini ketika ia ingin benar-benar beristirahat dirumah. Jonghyun mengungkitnya “Bukankah kita sudah membicarakan hal ini sebelumnya Oppa? Kau sudah menyetujui hal ini. Lagipula.. kau sangat jarang pergi ke kantor karena pelerjaanmu tak terlalu mendesak seperti pekerjaanku. Dan Jaehyun juga sangat dekat denganmu,” Yoona menarik nafas sebelum melanjutkan “Kukira cukup hanya kau, Appa nya. Jaehyun tak terlalu perlu selalu diperhatikan oleh Umma nya.”

“Im Yoona”

Jonghyun cukup terkejut dengan kalimat terakhir Yoona. Ia benar tak memperkirakan Yoona akan berkata seperti itu, ataupun berpikiran seperti itu. Lee Jaehyun adalah anak mereka berdua, bukan hanya anak Jonghyun. Jaehyun juga memerlukan kasih sayang Umma nya, bukan hanya Appa-nya.

Yoona berpaling, ia tak merasa bersalah mengatakan hal itu. Ia merasa itu memang fakta. Ia mulai bisa merasakan perubahan Jonghyun. “Kenapa Oppa? Kau memanggil nama ku ketika kita beragumen seperti ini” Yoona tertawa kecil, seperti menyindir “Benar, kau tak pernah memanggilku dengan nama marga mu ketika kita berdua beragumen. Meskipun aku sudah menjadi istrimu, apa aku tak pantas untuk memakai nama Lee didepan namaku, Lee..Jonghyun?”

“Ya Tuhan, CUKUP YOONA!!”

Jonghyun menarik tangan Yoona sesaat Yoona akan pergi. Ia bisa melihat wajah Yoona, mata nya yang kini menyorotnya marah. Senyuman indah yang biasa ia terima tak ia lihat kala itu. Jonghyun hanya melihat ketidakadilan, kemarahan. Jonghyun hanya ingin Yoona mengerti, mengerti dengan keadaan mereka, terutama keadaan bayi mereka. Namun yang ia dapatkan hanyalah Yoona yang bersikeras ia tidak melakukan kesalahan, dan malah mengalihkan permasalahan ini ke permasalahan kecil, hanya ke sebuah nama! Jonghyun ingin membuka mulutnya namun mendengar suara Jaehyun yang meringis dalam tidurnya membuatnya berhenti. Yoona segera melepaskan genggaman kuat tangan Jonghyun dari lengannya lalu pergi meninggalkan Jonghyun dan Jaehyun.

 

¤ ¤ ¤ ¤ ¤

 

“Appa, bolehkah Jaehyun ikut bekerja bersama Umma?” Jonghyun berhenti mengunyah makanannya mendengar perkataan Jaehyun, matanya langsung tertuju Yoona.

“Jaehyun belum cukup besar untuk ikut Umma bekerja. Jaehyun bisa menunjukan robot baru Jaehyun kepada Appa dirumah..” Sebelum Jonghyun melengkapkan kalimatnya, Yoona memotongnya dan tersenyum manis menatap Jaehyun.

“Tapi Umma–”

“Biarkan Umma bekerja Jaehyun. Lagipula Appa ingin sekali melihat robot baru Jaehyun, apa robot itu bagus?” Sekejap mata Jaehyun berbinar ketika ia diajak oleh Jonghyun untuk membicarakan tentang robotnya, ia sangat menyukai mainannya.

Yoona yang melihat Jaehyun yang asyik berbicara tentang mainan baru nya dengan Jonghyun. Ia berdiri dan mengambil tasnya. Sudah saatnya bekerja.

“Yoona, kau tidak menghabiskan sarapanmu.”

Yoona mencium pipi Jaehyun, melihat sekilas ke arah Jonghyun “Aku sudah cukup kenyang.” Ia kembali menatap Jaehyun, tersenyum

“Umma pergi dulu Jaehyun-ah..”

Dan ia bisa merasakan tatapan dari seseorang yang ia tahu siapa dari belakang hingga ia menghilang dari pandangannya.

 

¤ ¤ ¤ ¤ ¤

 

“Aku pulang..”

Ketika ia menginjakkan kaki nya kerumah itu. Perasaannya bahagia. Ia ingin memberi kejutan kepada Jaehyun, karena ia kini pulang lebih awal.

“Jaehyun-ah.. Umma pulang..”

Yoona meletakkan tas dan kardigannya, mulai berjalan tak sabar menemui putra nya.

“Lee Jaehyun.. ”

Suara riang yang ia harapkan memanggil nama nya saat ini. Tak terdengar olehnya. Ia sudah berjalan ke kamarnya, ke kamar mandi, ke dapur, lalu kembali ke ruang tamu. Ia tak juga menemukan Jaehyun yang biasa bermain dengan robot-robotnya dirumah itu. Dan juga, ia tidak menemukan Jonghyun dirumah itu.

Yoona mengambil ponselnya dan menghubungi nomor Jonghyun. Namun ia mendapatkan pesan bahwa ponsel Jonghyun tidak aktif.

Melihat jarum jam masih menunjukan angka 7 malam. Ia yakin sebelumnya mereka masih berada dirumah, dengan Jaehyun yang biasanya menonton kartun malam kesukaannya ditelevisi. Dan Jonghyun yang duduk disebelahnya sambil membaca buku. Yoona menghela nafas.

Kemana perginya mereka berdua?

 

 

 

 

To Be Continue..

 

¤ ¤ ¤ ¤ ¤

Author’s note :
Maaf sangat maaf karena baru update chap 1, tahu lah ya lebaran rata-rata org mudik. Termasuk saya haha. Oh ya sepertinya ini hanya akan sy buat dlm bbrapa chap, krna tahun ini adalah tahun terakhir di tahap aku bersekolah, jadi harus, sangat memfokuskan diri. Dimaklumi, fanfic Jong-yoon kali ini tidak seramai Kyuna fanfic, mengetahui pengunjung disini hampir semua otp nya kyuna. Yaa tapi sang author ini masih mengharapkan feedback bagi para yang telah membaca loooh..
Terima Kasih
 
Amoundiestta
Iklan

10 thoughts on “Mom Loves Family,, Part 1

  1. lanie berkata:

    aq menyukai semua yg dipasangin ma yoona..hee
    yoona bnr2 seorng yg keras kpala..
    jgn smpai menyesal klo ada apa2 ma keluarganya..
    ditunggu kelanjutannya author..

  2. ti3wi3 berkata:

    aduh yoona…kamu ga kasian apa sama jonghyun yg jadi bapak rumah tangga..apalagi sama jaehyun dia masih butuh banget perhatian ibunya…

  3. maya luoxi berkata:

    eumm,gereget bgtt sama yoona. aishh,tdkah dia memikiran mrka??
    dan, jgn blg jonghyun slma ini membawa jaehyun ke tmpat kerjanya”??? hanya krna tdk ingin yoona terganggu..??

  4. LoVeYoOnA berkata:

    hai thor udah lama bgt dirimu ga post ff , saya baru tau klo ada ff baru..
    bagus ceritanya,tapi yoona nya koq gitu ga peduli bgt sama keluarganya malah lebih mentingin kerja ntar klo udah ditinggal baru rasain tuh..
    ditunggu capter 2nya…ini udah oktober lho thor udah lama sejak capter 1 jadi ditunggu!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s