1001 Days of Them ( Oneshot )

Gambar

 

Ringkasan :

‘Cinta mereka kuat, cinta mereka butuh pengorbanan, tetapi mereka tak bisa saling memiliki tanpa kesabaran’

 

 

 

 

 

Length : 2651 words

Genre : Angst

 

Suatu hari..

 

Tak ada yang disukainya selain membaca buku yang berisi kisah-kisah sejarah kuno. Ia membawa buku ke tiga nya untuk ia lanjutkan, namun dari buku-buku sebelumnya, buku ketiga ini berbeda. Ia tak tahu bahwa ia pernah membeli buku tentang kisah cinta yunani kuno, Orpheus and Eurydice.

“Kau tak akan senang dengan akhirnya.” Mata nya berhenti membaca mendengar suara yang bersumber dari hadapannya. Lelaki itu seakan menangkap tatapan tanya dari gadis yang baru saja ia ganggu kegiatan membacanya “Dari sekian banyak orang yang tidak setuju dengan cerita akhirnya, tapi aku..setuju” ia mengambil salah satu buku Yoona lainnya untuk ia baca.

“Aku tak mengerti Kyuhyun, aku baru saja memulai untuk membacanya.” Bagaimana ia bisa tahu jika ia belum selesai membacanya keseluruhan, harusnya Kyuhyun menanyakannya setelah ia membaca nya.

Kyuhyun berhenti membaca dan melihat Yoona “Aku sarankan kau tidak membaca itu.”

“Kenapa?”

Kyuhyun menutup buku yang ia baca dan menatap Yoona dengan lekat “agar kau tidak kecewa nantinya.”

 

Hari itu, adalah hari ke 98 Yoona dan Kyuhyun

 

 

 

O O O

 

 

Terdapat sepasang laki-laki dan perempuan yang hidup bersama dan bahagia..

 

 

Ia menyesal ia tidak mendengarkannya, ia menyesal untuk membacanya. Bagaimana bisa dunia bisa sekejam itu kepada Orpheus, itu sangat-sangat tidak adil baginya untuk berakhir seperti itu.

“Hei Yoona– Yaa kenapa kau menangis?”

Kyuhyun menatapnya bingung dan khawatir, ia meletakan tas nya dan duduk di sebelah Yoona. Menangkap satu buku terbaring didepan meja yang berada dihadapan mereka sekarang, Kyuhyun menghela nafas. Ia membelai rambut Yoona.

“Tidak bisa seperti itu, itu sungguh tidak adil untuk Orpheus” Yoona berkata pelan seraya menangis. “Orpheus sangat mencintai Eurydice, tapi..tapi–“

“Cinta mereka kuat Yoona..” Kyuhyun menghapus air mata Yoona dan tersenyum menenangkan tangisnya. “Cinta mereka butuh pengorbanan..”

“Tetapi Orpheus sudah berkorban Kyuhyun.” Isak tangis Yoona masih terdengar disela bicaranya. “Tapi kenapa..”

“Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan Yoona, dan begitu juga bagi Orpheus dan Eurydice” Kyuhyun merapikan rambut Yoona agar membuat wajahnya terlihat, ia sudah memperkirakan ini. Buku itu memiliki banyak arti yang mendalam, dan kekecewaan bagi pembaca nya. Namun menurutnya, itu bisa saja sewajarnya terjadi, terlepas dari hal fantasi. Karena menurutnya, realitas dan dunia adalah hal yang kejam.

 

“Pengorbanan, bukan satu-satu nya jalan agar bisa saling memiliki Yoona, semua itu butuh Kepercayaan.”

 

Hari itu adalah hari ke 100 Yoona dan Kyuhyun.

 

 

 

O O O

 

 

 

Ketika Orpheus selalu memainkan alat musik petiknya yang indah , menyanyikan lagu kesukaan Eurydice.

 

 

“Kyuhyun..”

“Hmm?”

Kyuhyun masih membaca buku dengan kepala yang ia baringkan di kaki Yoona. Suara angin yang terkadang menerpa dedaunan pohon membuat tempat itu menjadi tempat favorit mereka.

“Apa kau mencintaiku?”

Kyuhyun menurunkan buku yang dibacanya hingga wajah Yoona kini terlihat dipandangannya. Ia tersenyum tulus kepadanya “Tentu saja Yoona, aku mencintaimu.”

Yoona tersenyum kecil mendengar jawaban Kyuhyun, kini ia memainkan rambut Kyuhyun.

“Kyuhyun..” Tangannya terus digerakkan membelai rambut Kyuhyun “Apa kau mencintaiku seperti Orpheus mencintai Eurydice?”

Kyuhyun bangun dari pangkuan kaki Yoona, duduk berhadapan dengannya. Ia mengelus pipi Yoona dan mengecup dahi nya lembut “Seperti apapun itu Yoona, aku ingin menjadi Orpheus mu Yoona..” Yang selalu mencintaimu hingga kapanpun.

 

Hari itu adalah hari ke 126 Yoona dan Kyuhyun.

 

 

 

O O O

 

 

 

Eurydice tiba-tiba jatuh terlelap dipangkuan Orpheus, entah mengapa ia tak mau bangun lagi.

 

 

Air mata itu turun hingga entah beberapa tetes. Ia tak menangis dengan kencang, hanya menangis terisak menahan suaranya. Meskipun didalam kafe tersebut bukan hanya ada mereka, namun yang bisa ia dengar dan membuat air mata nya turun adalah kata-kata Kyuhyun.

“Kita tak akan bisa Yoona, aku tak bisa menjalani hubungan jarak jauh.” Kyuhyun mengenggam kedua tangan Yoona di atas meja, menatapnya yang menangis terisak. Jarinya mengelus punggung telapak tangannya.

Yoona tak tahu ini akan terjadi, ia hanya datang dengan hati berbunga karena Kyuhyun memanggilnya. Ia tak tahu Kyuhyun akan pergi segera, meninggalkan Jinan untuk Seoul. Melanjutkan karir nya di ibukota negara mereka tersebut. Dan ketika Kyuhyun akan meninggalkan Jinan, bukankah itu berarti ia juga akan meninggalkan dirinya?

“Aku bisa mempercayaimu dan mencintaimu selalu dari sini Kyu, kita bisa selalu memanggil satu sama lain dari ponsel, kita bisa bertemu satu sama lain di akhir minggu. Kita bisa melakukannya asal kita-” Yoona sangat mencintai Kyuhyun, sungguh mencintainya. Ia mencintainya, hingga ia akan mengorbankan apapun agar ia bersama Kyuhyun, agar mereka tetap bersama.

Kyuhyun mengenggam tangan Yoona lebih erat, ia menggelengkan kepalanya “Aku harap kita bisa Yoona, tetapi aku tak bisa. Aku mencintaimu karena kau berada disisi ku Yoona, bukan di tempat yang jauh.”

Kyuhyun mengecup dahi Yoona.

“Maafkan aku Yoona..”

 

Hari itu adalah hari ke 378 Yoona dan Kyuhyun.

 

 

O O O

 

 

 

Alat musik petik itu, selalu mengiringi Orpheus yang terus berjalan untuk mencari dan membuat Eurydice kembali ke sisinya.

 

 

Wanita ini tak berhenti sampai disitu. Ia ingin melanjutkan kisah cinta nya. Ia selalu belajar dan bekerja agar ia bisa berhasil dalam rencananya tersebut, ia ingin bisa pergi ke sana, menyusulnya, dan memeluknya sangat erat karena ia sungguh merindukannya.

Begitu banyak pengorbanan yang ia lakukan hanya agar ia bisa pergi ke Seoul. Ia tak lagi melanjutkan cita-citanya menjadi seorang penulis karena kini ia memfokuskan untuk menjadi seorang yang memakai pakaian rapi untuk bekerja di kantor. Waktu dan uang untuk membiayai pendidikannya dan keperluannya tidak lah dalam jumlah sedikit. Namun baginya itu semua tidak ada artinya jika semua itu bisa digantikan oleh Kyuhyun yang kembali ke sisi nya.

“Selamat nona Im, kau mulai bisa bekerja esok hari disini..”

“Terima kasih Tuan Kim..” Yoona membalas jabatan tangan pimpinannya tersebut.

Hidup di Seoul berarti harus memiliki pekerjaan disana, dan syukurlah dari 3 lamaran yang ia kirimkan ke beberapa perusahaan, perusahaan ini dengan tangan terbuka menerimanya.

Perasaannya sangat berbunga, ia sudah tak sabar menanti untuk bertemu Kyuhyun. Ia sudah mengetahui posisinya di Seoul, dimana ia bekerja dan dimana ia tinggal. Kini tinggal ia akan menemuinya dan mengucapkan 3 kata yang terakhir ia ucapkan lebih dari dua tahun lalu.

 

Hari itu adalah hari ke 955 Yoona dan Kyuhyun.

 

 

 

O O O

 

 

Akhirnya Orpheus menemukan Eurydice yang tak bernyawa didepan Hades.

 

 

Langit Seoul begitu cerah hingga membuat Yoona selalu tersenyum menghadap kedepan. Kota ini sungguh indah, seperti keadaan hatinya. Hari pertamanya bekerja di perusahaan itu tak sesulit seperti yang ia kira, rekan-rekan kerja nya menerimannya dengan ramah. Dan kini setelah pekerjaannya telah selesai. Semangat yang telah ia siapkan dari pagi belum lah luntur, langkah kakinya seperti membuat dentingan nada riang.

Disaat ia telah sampai didepan perusahaan itu, jantungnya berdegup kencang. Betapa hari ini adalah hari yang sangat ditunggunya dalam hidupnya. Bertemu dengannya kembali, dan memulai kembali. Sesaat ia masuk ke pekarangan kantor tersebut, jantungnya berdegup lebih kencang. Pria itu sungguh terlihat jelas oleh kedua matanya. Berjalan menuju sebuah mobil. Pakaiannya yang berjas, ia lebih tampak berwibawa, dewasa. Tidak seperti Kyuhyun 2 tahun lalu yang masih ia kenal di Universitas.

“Kyuhyun!”

Jarak mereka yang cukup jauh memungkinkan pria itu tidak mendengar nama nya dipanggil. Yoona mempercepat jalannya. Namun tak kurang 20 meter jarak tubuhnya dari pria itu, Yoona memberhentikan langkahnya.

Terdapat seorang wanita berparas manis datang dan mengaitkan lengannya dengan milik Kyuhyun.

 

Hari itu adalah hari ke 956 Yoona dan Kyuhyun.

 

 

O O O

 

 

Eurydice diberi kesempatan untuk hidup kembali oleh Hades, namun dengan satu syarat : Orpheus tak boleh menolehkan kepalanya kebelakang untuk melihat Eurydice di sepanjang perjalanan yang gelap.

 

 

Mata nya sembab, pipinya masih memerah. Hati nya sakit, terdapat rasa amarah yang tak bisa ia lampiaskan. Hari kemarin, jelas ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Kyuhyun bersama dengan seorang wanita Seoul yang manis. Perasaannya tak karuan, terus menebak siapakah wanita itu terhadap Kyuhyun. Apakah selama ini, selama Kyuhyun di Seoul wanita itu menemaninya, berada di sisinya?

Apakah ini alasan Kyuhyun tak mau terus melanjutkan hubungan jarak jauh mereka karena ia menyukai wanita Seoul yang lebih cantik dan baik darinya? Apakah Kyuhyun lebih mencintai wanita itu?

Setetes air mata turun ketika ia memikirkan perkiraan tersebut. Yoona menarik nafas panjang, ia mengelap air mata yang membasahi pipi nya dengan pasti. Ia ingin, ia sendiri yang memastikan siapa wanita tersebut, dari bibir Kyuhyun sendiri.

Yoona yang masih menggunakan pakaian kantornya, berdiri tepat dipintu masuk perusahaan tersebut. Beberapa kali ia ditanya oleh Security yang menjaga disana, namun ia terus bersikeras untuk menunggunya diluar.

Dan orang itu pun muncul.

Kyuhyun dengan tiba-tiba memberhentikan langkahnya.

“Y-Yoona?”

Yoona menunduk memberi salam dan tersenyum “Annyeong Cho Kyuhyun..”

 

 

 

“Dimana kau bekerja? Dimana kau tinggal? Kau tinggal bersama siapa?!” Pertanyaan Kyuhyun terus berturut. Tatapan mata nya masih terlihat belum percaya bahwa wanita yang dulu pernah berada disisi nya kini duduk didepannya menggunakan pakaian kantor.

Yoona tak menghiraukan pertanyaannya, ia terus ingin langsung ke point yang ingin bicarakan dengan Kyuhyun.

“Apa kau bahagia Kyuhyun?”

Kyuhyun masih belum mengerti maksud dari pertanyaan Yoona. Namun dengan ragu ia menjawab “Ya, aku bahagia Yoona. Bagaimana denganmu?”

Yoona tersenyum “Aku tidak bahagia Kyuhyun..” Ia menarik nafas dan menatap ke arah lain “Setelah kau meninggalkan Jinan, aku kehilangan setengah kebahagiaan dari hidupku.”

“Maafkan aku Yoona”

Yoona menggapai tangan Yoona, mengenggamnya, mengelusnya seperti yang ia dulu lakukan. “Maaf karena aku meninggalkanmu, tapi saat itu aku selalu merindukanmu.”

Yoona tersenyum, “lalu kini, apa kau sudah menemukan wanita itu?”

Mengucapkannya secara langsung ternyata membuat hatinya lebih terasa sakit.

Ekspresi Kyuhyun yang sebelumnya lembut, kini berubah, entah mungkin ia mengerti apa yang dimaksudkan Yoona. Yoona telah mengetahui ia dan wanita itu. Yoona mendengar ia menarik nafas panjang “Dia adalah wanita pilihan Ayahku Yoona, aku tak bisa menolaknya.”

Kembali, secara tak sadar Yoona meneteskan air matanya, tersenyum. Berusaha agar tak terlarut dalam kesedihan, ia melepaskan tangannya dari genggaman Kyuhyun.

“Tapi Yoona, aku masih mencintaimu. Saat di Jinan, hingga kini. Perasaanku masih sama kepadamu.” Kyuhyun memegang bahu Yoona, membuatnya wajahnya tetap mengarah padanya. “Kau tak tahu betapa bahagianya aku mengetahui kau kini berada disini.” Kyuhyun mengusap lembut air mata Yoona. Sungguh, Yoona benar-benar merindukan sentuhan lembut tangan Kyuhyun seperti ini. “Tapi wanita itu–“

Kyuhyun mengecup dahi Yoona membuat Yoona tak melanjutkan kata-katanya. “Kita bisa cari jalan keluarnya Yoona, aku ingin kembali kesisimu.” Kyuhyun membelai pipi Yoona, tersenyum lembut “Berilah aku kesempatan..”

Walaupun keraguan masih menyelimuti pikiran Yoona, namun semua itu dikalahkan karena perasaannya terhadap Kyuhyun yang lebih kuat. Yoona kini menangis, dan Kyuhyun menariknya kedalam dekapannya “Aku mencintaimu Kyuhyun, sama seperti dulu.”

Kyuhyun mengecup puncak kepala Yoona dan mengusap lembut punggungnya “Aku juga Yoona, aku juga”

 

 

Hari itu adalah hari ke 957 Yoona dan Kyuhyun.

 

 

O O O

 

Namun karena begitu gelapnya perjalanan itu membuat Orpheus khawatir dan menolehkan kepalanya kebelakang untuk melihat Eurydice.

 

 

Selama itu mereka memulai untuk kembali bersama, mencoba memulai apa yang telah mereka tinggalkan dua tahun lalu. Cinta mereka kuat, cinta mereka membutuhkan pengorbanan. Tetapi benar, tak hanya cukup sampai disitu. Dua hal itu hanyalah bagian-bagian yang harus dipenuhi. Namun mereka belum memenuhi semua nya.

Yoona yang kini kembali berpikiran positif sudah memikirkan bagaimana masa depannya nanti, bagaimana masa depan nya nanti bersama Kyuhyun. Rencana nya benar-benar akan sukses, benar-benar akan berjalan seperti yang ia inginkan. Masalah wanita itu, Kyuhyun selalu berbicara agar ia tak perlu memikirkan rumit hal itu. Ia berkata akan membicarakan kepada Ayahnya tentang perasaan ia yang sebenar-benarnya. Dan Yoona mempercayai hal itu.

Namun dibalik semua hal itu, masih ada sesuatu yang belum Yoona ketahui.

 

Secara tidak sengaja ia melihat wanita yang bersama Kyuhyun sebelumnya. Ternyata ia adalah putri dari pemilik perusahaan dimana Yoona bekerja. Hati nya kembali merasakan sesak, terlebih ketika ia melihat wanita itu.

Ketika Yoona masih sibuk dengan pekerjaannya, wanita itu menghampiri meja rekan kerja yang berada berhadapan dengannya. Dengan tidak sengaja ia bisa mendengar apa saja yang mereka bicarakan. Dan apa yang ia takutkan ternyata benar terjadi

 

“Apa? Kau sudah bertunangan dengan manajer itu?! Manajer Cho Kyuhyun?”

“Ne, dan sekarang aku ingin mengundangmu ke acara pernikahanku bulan depan.”

“Yaa Selamat Jiyeon, semoga kau berbahagia dengan Manajer Cho.”

 

Wanita itu bernama Jiyeon, mereka sudah bertunangan.

Kyuhyun tak pernah berbicara tentang hal itu.

 

Hari itu adalah hari ke 997 Yoona dan Kyuhyun

 

 

O O O

 

 

Karena Orpheus melanggar janjinya, tubuh Eurydice perlahan menghilang dari pandangan Orpheus.

 

 

Ketika Kyuhyun menghampirinya dengan tersenyum. Yoona terus memperhatikan jari manis kiri tangannya, dan di jari itu benar-benar kosong. Tak ada satupun yang melekat disana, ataupun sesuatu yang disebut cincin. Ia mulai berpikir dimana ia bisa menyembunyikan cincin tersebut, bagaimana ia tak pernah memergokinya saat melepaskan cincin tunangan itu. Yoona kembali menatap wajah tersenyum Kyuhyun, dan dari saat itu ia mulai tidak mempercayai Kyuhyun.

“Bagaimana hari mu Yoona, apakah ada sesuatu hingga kau ingin bertemu denganku?”

Yoona terus memperhatikan Kyuhyun yang kini mulai duduk dihadapannya, ia mengambil buku menu dan memulai membacanya “Aku di undang ke acara pernikahan temanku.”

“Itu bagus Yoona, kau bisa bertemu dan membuat lebih banyak teman di acara itu.”

“Acara pernikahan itu dilaksanakan bulan depan.” Kyuhyun berhenti membuka lembaran selanjutnya di buku menu itu. “Pengantin wanita itu adalah putri dari pimpinanku, ia berkata ia telah bertunangan selama 1 tahun dengan kekasihnya” Kyuhyun tiba-tiba mendongak, dan mendapatkan Yoona yang sedang menatapnya dengan tatapan yang tidak seperti biasanya.

“Yoona–“

“Ia akan menikah dengan seorang Manajer yang bekerja di Perusahaan swasta.”

“Aku tak menger–“

“Dan Manajer itu bernama Cho Kyuhyun.”

 

Nafas Kyuhyun tercekat, ia menatap Yoona dengan pandangan tidak percaya “T-tunggu dulu Yoona aku masih belum–“

“Berapa lama waktu yang sudah kau rencanakan untuk membohongiku?” Yoona membuang nafas kasar, jika bisa diakui, ia benar-benar berusaha agar ia tidak menangis.

“Kau berencana untuk mempermainkanku selama dua bulan ini hingga akhirnya kau menikahi wanita bernama Jiyeon itu lalu kau mencampakkanku.” Beberapa kali gigi Yoona bergesekan, kelopak mata nya berkedip cepat tak menentu seperti menghadang sesuatu agar tidak turun.

“Kau pembohong Kyuhyun, kau benar-benar tidak mencintaiku.”

Sekilas, dua tahun pengorbanan yang ia lakukan hanya demi menyusul pria ini. Agar bisa bersama pria ini. Membuat nafasnya sedikit sesak, perasaan ini lebih sakit dari pada saat ia melihat Kyuhyun dengan wanita lain. Ia benci untuk dibohongi, apalagi untuk perasaannya.

 

“Tunggu Yoona! Itu tidak bohong, aku benar-benar mencintaimu.”

Setetes air mata Yoona turun ketika ia mendengar kata-kata itu keluar dari bibir Kyuhyun. Namun ia menghapusnya dengan cepat, “Tidak Kyuhyun” Yoona menatapnya “kau tidak mencintaiku. Jika kau mencintaiku maka kau akan menceritakan semua hal kepadaku dan melepaskanku pergi”

Yoona mendecak, kepalanya mulai menunduk namun terdapat senyuman menyedihkan dari bibirnya “Kau hanya mengasihani aku karena kau tahu pengorbananku, bukan karena kau mencintaiku dengan tulus.” Ia menunduk karena ia tak mau Kyuhyun melihat air mata nya , ia terus berusaha membuang air mata itu agar tak berbekas di pipinya.

“Aku masih ingat kata-kata darimu dulu ‘Cinta mereka kuat, cinta mereka butuh pengorbanan, tetapi mereka tak bisa saling memiliki tanpa kesabaran’ aku baru sadar kata-kata itu memang benar adanya” Yoona mulai mendongakkan kepalanya, membuat air mata itu terlihat jelas jatuh dipipi nya. Ia tersenyum kepada Kyuhyun

“Aku juga bisa menjadi seperti Orpheus, kepercayaanku juga bisa goyah sama seperti Orpheus.”

Yoona mulai berdiri dari kursi nya, menyandang tas di bahu nya. Ia terus memberikan Kyuhyun senyum, dan membungkukkan badannya dalam beberapa detik untuk memberikannya penghormatan seperti orang-orang lainnya lakukan. Sesaat ia akan pergi, Kyuhyun menarik tangannya

“Terserah apa pendapatmu Yoona, aku hanya ingin kau tahu. Cintaku tulus, dan aku selalu melihat mu sama seperti Im Yoona ku yang di Jinan dulu.”

Yoona tersenyum tulus mendengar perkataan Kyuhyun, dengan perlahan ia melepas tangan Kyuhyun dari lengannya

“Terima kasih Kyuhyun, atas semua kenangan ini.” Yoona menghapus air matanya dan tersenyum ceria seperti yang ia sering lakukan bersama Kyuhyun.

“Dan Selamat atas pernikahanmu.”

 

Dan setelah itu, yang Kyuhyun bisa lihat hanyalah punggung Yoona yang semakin lama semakin menjauh dan, meninggalkannya.

 

Hari itu adalah hari ke 1001 Yoona dan Kyuhyun

 

 

Menghilang untuk selamanya..

 

 

 

 

 

 

 

 

O O O

 

 

End

 

 

O O O

 

 Catatan Author :

Comeback Fanfic setelah berbulan-bulan tak memunculkan diri. Hoho, maaf yeh ini Angst. Lagi tak srek buat happy end. Dan maaf kalo ini Gaje, GaNyambung, soalnya pembuatannya ini sungguh cepat. Untuk yang masih kurang ngerti tentang kisah Orpheus dan Eurydice bisa cari di google.

Oh iya dan saya sudah memutuskan bahwa saya tidak hanya akan menulis fanfic Kyuna. Tapi semua pairing Yoona!! (Tergantung inspirasi). Dan dadaaa

 

 

 

 

Terima kasih

 

 

Amoundiestta

 

 

Iklan

46 thoughts on “1001 Days of Them ( Oneshot )

  1. huwaaaaaaaaaaa akhirnya unnie comeback 😥 terharu saya 😀

    ffnya bagus banget, bener-bener mengguras emosi, betapa yoona mencintai kyuhyun dengan begitu dalamnya sampai rela belajar mati-matian sampai mengubur impiannya hanya demi kyuhyun, dan tapi apa yang yoona dapat, hanya sebuah luka yang membuat saya ikut menangis 😥 😥 😥

    saya berharap sangat ff ini ada sequelnya dan dibuat dengan happy end 😉

    emm, unnie I think masih ada typo yang nyempil di ff ni, tapi keseluruhan ok kok 🙂

    next ff yang lain aku tunggu banget, dan saya harap tiap hari unnie share ff 😀 atau minimal 1 minggu sekali share ne 🙂 😀 😉

    • Ya begitulah ceritanya,
      karena cerita Orpheus
      and Eurydice sedih,
      aku buat sama juga di
      ff ini. .. Typo?
      Sepertiny memang ad,
      tp terlalu malas untk
      mgecek ulang, hehe.
      Hehehe you talked so
      easy girl,, gak mungkn
      aku bisa update
      perminggu, aplagi per
      hari.
      Dan terimakasih untk
      komen panjangnya….

  2. Ambar tasra berkata:

    Akhirnya comeback jga , tpi stelah skian lama , yang di post yang sad end , minta sequel dong haha ..

    Daebakk deh 😉

  3. sasom berkata:

    Sequel….sequel…..jebalyo.. .
    yoong eonni daebak ..kyuppa kau sgat…sgat…tak bsa dmengerti…nappeun….

  4. cuteyoongfan83 berkata:

    Akhirnya author muncul juga…. Ceritanya bagus biarpun sad ending… Please bikin ff KyuNa yang lain.

  5. maya luoxi berkata:

    huwaahh, akhirnya comeback. bogoshipo beb. kangen tau sama karya2 kmu…
    dan muncul ff baru, yg wlapun sad, tp sungguh crtanya menarik.sprt biasa.bahsanya teratur.sukaaaaaa:))

  6. Sukaaaaaa…
    Sama ffnya.
    Biarpun sad tapi feelx oke banget.
    Alur cerita dan bahasanya juga keren.
    Ffnya sukses buat q nyesek dan terharu.
    Ditunggu ff selanjutnya..
    Fighting/

  7. yoongyuyoong berkata:

    Sekalinya muncul angst -___-” tapi bagus sih tapi kenapa mesti angst aaah masih nangis nih salah author nih kebagusan nulis ceritanya coba happy end T.T but still good work authornim ditunggu ff yg lain

  8. LoVeYoOnA berkata:

    ho ho ho…akhirnya dirimu cameback thor aku udah nunggu ffmu sekian lama,,
    bagus ceritanya,yah walopun buat hati nyesek…tapi tetep suka
    ditunggu ff selanjutnya^-^ thor

  9. Exofany Shipper berkata:

    Oh my my… sedih bgt, untung gua gk nangis bacany 🙂
    bikin FF yg Happy End lg ya thor FIGHTING

  10. aliah berkata:

    author comeback dgn ff yg angst,,,, ceritanya sedih 😦 untung q ga nangis bacanya ^^ walaupn ceritanya ga happy end tp ttp keren kok thor

  11. Hai ..
    Annyeong ^^
    ini pertama kalinya aku berkunjung kemari
    dan wow !! spechless sekali lihat bahasanya…
    sangat bagus .. dan keren …
    sempat menelan ludah pas Kyu gag ngenalin Yoong, berpikir kalo Kyu itu lupa ingatan, ehh ternyata tidak 😛 ..
    tidak bisa menebak akhirnya jika mereka berpisah 😦
    dan Great, hebat banget kamu .. padahal ini cerita bisa berskala besar, tapi kamu bisa bikin menjadi One Shoot .. sumpah dari dulu tuh selalu gagal total klo yang namanya bikin One shoot apalagi Sad, ujung-2xnya pasti chapter …
    ok, lanjutkan berkarya yah … keep writing…
    Fighting (^-^)9 !!!

    • Hei, annyeong too .. Iya emang bener, awalnya emg rada susah buat oneshot krena takut jadiny gak bagus, tp dgn brjalannya wktu psti bisa bkin sendiri. Aah gak segitunya lah, tapi makasih ya,, apalagi ats komen panjangnya.

  12. gantung.. masa’ kyuna nggak nyatu..
    kyu oppa jahat kenapa mesti bohong, kan bisa cerita sebenarnya ke yoona .. kyu oppa mungkin memang betul cinta tp tidak jujur jd nggak bisa dipercaya dengan ucapanya..
    dtunggu sequelnya dan cerita laenya..

  13. Annisa Fitriana berkata:

    Keren!!! Tadinya dikira kyuhyun bakal sama yoona terus taunya enggakkkkkk.. Ahhhh
    Ditunggu next ff ya

  14. WieHyun berkata:

    Hhuuaa… sad ending…
    Sebenernya kurang suka ma sad ending, tpi bahasanya enak dibaca jdi dilanjut dan aku juga suka bbgt kyuna 😀 Ada FF kyuna yg married life kah ??

    Oh ya aku reader baru..

  15. desbbuing berkata:

    Huaaaaa dalem banget kata katanya… bener bener bagus banget.. walaupun sad end tapi ini bener bener ninggalin pesan yang mendalam.. great… really love it…

  16. gamepagne berkata:

    oh moy god ini mengiris hati banget walaupun udah kebaca endingnya bakal sad tapi tetep aja berkaca-kaca. keren banget.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s