H (Epilog) The Best Moment..

Gambar

Tittle : H-Epilog ( The Best Moment)

Author : Intansparkddict

Length : Romance, Engaged, Fluff, Family

PG : 16+ (maybe)

Cast : Cho Kyuhyun and Im Yoona

And

 

 

Summary :: Hal-hal yang paling berkesan adalah, Momen terbaik yang dilakukan bersama seseorang yang berharga..

 

***

“Jadi kau tak jadi menceraikanku?”

Ia mengangguk

“Jadi kita tak akan berpisah?”

Ia mengangguk

“Jadi.. Apa kau mencintaiku?”

Sesaat Yoona hendak mengangguk tetapi diurungkannya karena ia tak memperkirakan mendapat pertanyaan seperti itu. Ia langsung mendongak, menatap wajah Kyuhyun yang tengah tersenyum menatapnya. Ia menelan ludah. Masih mengunci bibirnya walaupun ia tahu Kyuhyun tengah menunggu jawabannya.

Menatap kedua mata Kyuhyun. Ia seperti mendengar Kyuhyun mengatakan secara langsung -Aku mencintaimu-. Namun ia tak tahu. Ketika langsung disuguhkan seperti ini, sedekat ini. Membuatnya hanya diam, dilengan Kyuhyun. Dada nya memanas ketika lengan Kyuhyun melingkari pinggangnya lebih erat. Membuat dirinya makin mendekat ke tubuh Kyuhyun. Ia memberi jarak melalui telapak tangannya yang ia istirahatkan didada Kyuhyun.

Ia mengambil satu langkah mundur kebelakang dengan ragu, untuk melepaskan dirinya dari pelukkan Kyuhyun. Namun berhenti, ketika Kyuhyun menariknya, jauh lebih kuat. Hingga tubuhnya benar-benar bersentuhan dengan tubuh Kyuhyun. Kyuhyun menatap mata Yoona

“Kau belum menjawabnya Yoona..”

Dari posisinya tersebut Yoona dapat melihat jelas leher dan dagu Kyuhyun. Menyadari Kyuhyun mempunyai tubuh yang tinggi dari dirinya. Mata Yoona menaik, mulai menaik hingga menemukan kedua mata bewarna coklat yang masih menatapnya lembut itu. Namun Yoona kembali menunduk. Hanya untuk menjauhi tatapannya

“a-aku tak tahu, Kyuhyun.. Dengan perasaanku”

Kyuhyun menaikkan dagu Yoona untuk kembali menatapnya. Ketika ia melihat semburat merah menghiasi pipi Yoona. Bibirnya membuat lengkungan. Untuk tersenyum lembut

“Aku akan menunggumu..” Untuk mengubah perasaanmu..

Kyuhyun mengunci bibir Yoona dengan bibirnya. Menciumnya lembut seakan ingin menunjukan seluruh perasaan yang dimiliki nya kepadanya. Dan bibirnya tersenyum saat merasakan Yoona ikut membalasnya, membalas ciumannya.

Ciuman lembut tersebut sungguh berbeda dari sebelumnya. Berbeda ketika ciuman pertama mereka di altar. Lebih terasa dingin, hambar. Namun kali ini, ketika bibir Kyuhyun menyentuh bibir nya. Ia merasa seperti bibirnya menyentuh kapas ketika ia mulai ikut meraih bibir Kyuhyun. Yoona menghembuskan nafas membentur bibir Kyuhyun ketika lengan Kyuhyun lebih mengeratkan pinggangnya. Tangannya ikut memegang pundak Kyuhyun untuk menyelaraskan pergerakannya.

Yoona perlahan membuka mata nya, masih mengeluarkan nafas hangat melalui bibirnya. Ketika Kyuhyun yang pertama melepaskan bibir Yoona. Kedua mata nya seperti tersenyum ketika bertemu menatap mata Yoona. Mata nya turun kebawah hingga menangkap bibir merah Yoona yang masih terbuka untuk bernafas. Ia kembali menatap mata Yoona. Memberi senyum hangatnya

“Apa sekarang telah berubah?”

Yoona hanya diam. Kedipan mata nya terasa masih sangat lambat, tidak sesuai seperti biasanya. Jantungnya berdegup dengan kencang ketika kembali mendapatkan senyuman lembut seperti yang sering ia berikan kepadanya..

Apakah hanya jantungnya yang berdetak. Sepertinya tidak. Dengan sekarang tangannya yang tengah berbaring didada Kyuhyun. Ia dapat merasakan detakan hebat yang membenturkan dada Kyuhyun dengan kulit telapak tangannya.

Kyuhyun memberikan kecupan lembut pada bibir bawah Yoona , untuk menyadarkannya kembali bahwa ia belum menjawab pertanyaannya sebelumnya. Dan itu hanya membuat jantung Yoona berdetak lebih cepat lagi.

Tanpa disangka Kyuhyun. Yoona menggiring dirinya berjalan dengan menarik tangan yang ikut mengenggam tangannya. Dengan dirinya berjalan dibelakang mengikuti Yoona. Dan Yoona ternyata membawa dirinya kekamar mereka.

Setelah mereka berdiri beberapa langkah masuk kedalam kamar tsb. Yoona memberhentikan langkahnya, melepaskan tangan Kytuhyun yang sebelumnya berpautan dengannya. Dan dengan satu gerakan Kyuhyun menutup pintu yang berada dibelakangnya menggunakan kakinya, lalu berdiri didepan Yoona

Ia membersihkan rambut Yoona yang menutupi wajahnya untuk menaruhnya kembali dibelakang telinga Yoona, tersenyum. Sedikit menyeringai

“Kau ingin melakukannya?..”

Semburat berwarna merah muncul kembali dipipi Yoona. Namun kini terlihat lebih merah, dan hangat. Ia tak berani untuk membalas tatapan Kyuhyun. Menatap kedepan yang mana bibir Kyuhyun yang terlihat dimatanya.

Yoona tidak menjawab. Darahnya berdesir dengan hebat ketika tangan Kyuhyun menyentuh pipinya, membelainya

“Jika kau menginginkannya..” Kyuhyun mendekatkan bibirnya ke telinga Yoona “Kita bisa melakukannya sekarang..”

Yoona menelan air ludah ketika telinganya tersentuh oleh nafas hangat dari Kyuhyun. Ia merasakan dua tangan Kyuhyun telah berada dipinggangnya. Menahannya dan mendekatkannya. Dan ketika mata Yoona benar-benar menatap utuh mata Kyuhyun. Tertutup kembali ketika Kyuhyun mendekatkan bibirnya untuk bersentuhan dengan bibir miliknya.

Entah telah beberapa waktu habis untuk menunggu Yoona membuka suara. Dan hingga kini ia belum mengucapkan, membalas pertanyaan dari Kyuhyun. Namun ketika Kyuhyun mulai menyentuh lengannya, pinggangnya, bibirnya yang menyentuh miliknya, Yoona merespon segalanya. Kyuhyun lebih memperdalam ciumannya ketika ia merasakan telapak tangan Yoona menyentuh dagu nya. Seperti menahannya, untuk mempertahankan ciuman tersebut.

Dan setelah itu. Ciuman tersebut berubah menjadi sesuatu yang dipenuhi nafsu dan cinta. Saling menyentuh, menjelajai setiap inci dari kulit mereka. Menunjukan seluruh keinginan, cinta yang di berikan satu sama lain.

***

Sungguh benar kebetulan. Atau ia yang tidak menyadari, ternyata posisi tidurnya kini menghadap kearah jendela kamar mereka yang merupakan pintu untuk menuju balkon. Ketika cahaya itu mulai menggelitik mata nya. Kedua kelopak mata nya dengan ragu untuk melihat sesuatu yang telah menganggu dirinya tersebut. Dan cahaya pagi yang tak terlalu terik tersebutlah yang tengah menyambut dirinya hangat. Yoona terkadang masih menyipitkan mata nya untuk memperjelas penglihatan pada mata nya. Ia mendapat suguhan langit biru sebagaimana letak kamarnya yang terletak dilantai atas rumahnya. Ia menatapnya sebentar lalu berhenti ketika ia merasakan pergerakan sebuah lengan yang tengah melingkarkan pinggangnya erat.

Ia mendongak, untuk menatap Kyuhyun yang kedua mata nya masih tertutup. Sesaat ia mengetahui Kyuhyun masih tertidur. Ia mendekatkan tubuhnya yang tertutupi selimut ke tubuh Kyuhyun. Menenggelamkan kepala nya disela-sela leher dan dada bidang Kyuhyun

Darah Yoona kembali berdesir ketika tangan Kyuhyun lebih menarik Yoona mendekat ketubuhnya. Lengannya bersentuhan dengan pinggang miliknya yang hanya tertutupi oleh selimut.

“Selamat pagi..”

Jantung Yoona kembali berdetak kencang seperti malam sebelumnya ketika Kyuhyun menyapa nya dengan bibirnya yang sedikit menyentuh telinga miliknya. Ketika ia mendongak. Ia kembali disuguhkan oleh senyum lembut seorang Kyuhyun. Yoona mengedipkan kedua mata nya namun perlahan ia membalas senyuman Kyuhyun.

Kyuhyun mengecup kilat bibir merah Yoona sedangkan tangannya terus menarik tubuh Yoona mendekat dengannya. Dan kini ia hanya menatap lembut mata Yoona.

Yoona belum menjawabnya. Belum. Ketika malam sebelumnya Kyuhyun terus membisikkan dua kata tersebut ditelinga Yoona, ia tidak mendapat jawaban. Ia hanya mendengar rintihan Yoona, erangan Yoona nya menyebut namanya ketika ia menyelesaikan tugasnya di kasur ini. Dan sesungguhnya ia sangat berharap Yoona akan membalas pernyataannya dengan dua kata tersebut. Namun hingga kedua mata mereka tertutup, Yoona masih belum mengatakannya.

Kyuhyun masih menatap mata Yoona untuk mencari sesuatu, mencari sesuatu yang ia harapkan ia akan mengucapkannya, membalas perasaannya. Namun ia tak dapat mengartikannya. Ia tak dapat mengartikan kedua mata Yoona. Tidak seperti dirinya, yang sangat mudah membaca pikiran Kyuhyun.

Yoona mendapatkan tatapan sendu dari kedua benih cokelat Kyuhyun. Mata yang mencoba masuk ke dalam hatinya. Mata yang mencari sesuatu yang sebenarnya ia tangah sembunyikan. Dan Yoona hanya diam. Menahan mata nya untuk terus membalas tatapan Kyuhyun. Ia ingin Kyuhyun sendiri yang mendapatkan jawabannya, ia ingin Kyuhyun mengetahuinya sendiri tanpa ia harus mengeluarkan kata-kata.

Mata Yoona berkedip tidak percaya ketika ia mendengar deru nafas panjang dari dada Kyuhyun. Ia menatap mata nya yang sekarang menunjukan kekecewaan. Ia merasakan lengan Kyuhyun yang mulai bergerak disekitar pinggangnya untuk kemudian menghilang. Sebelum Kyuhyun benar-benar menjauhi darinya. Yoona memegang lengan Kyuhyun. Dengan satu gerakan ia mencium bibir Kyuhyun. Satu tangannya ia naikkan hingga menyentuh rahang Kyuhyun, menyentuhnya, membelainya, menyelaraskan dengan ciuman mereka.

Dan ketika Yoona melepaskan ciumannya. Ia menangkap kedua mata Kyuhyun dengan berbinar

“Aku juga mencintaimu..”

Senyuman lebar menghiasi bibir Kyuhyun dengan jantungnya yang ikut berpacu dengan kencang. Mata yang sebelumnya sendu berganti menjadi penuh kebahagian ketika mendengar jawaban yang sebelumnya telah ia tunggu akhirnya terucapkan dari bibir Yoona sendiri. Ia kembali meletakkan lengannya untuk melingkari pinggang Yoona dan memeluknya.

Ia mengecup beberapa kali dahi Yoona seraya mengucapkan -aku mencintaimu- berulang kali hingga terdengar tawa kecil keluar dari bibir Yoona.

***

“Aku pulang..”

Ia meletakkan jas yang sebelumnya ia kaitkan dilengannya ke sebuah penggantung pakaian. Satu tangannya melonggarkan dasi nya serta membuka satu kancing kerah yang sebelumnya benar-benar menyiksa dirinya, terutama lehernya. Ia menundukkan kepalanya serendah-serendahnya untuk memudahkan tangan Yoona saat mengambil dasi yang masih melingkar dilehernya untuk digantung bersama jas miliknya.

Kyuhyun mengecup singkat bibir Yoona seusai ia mendongakkan kepala nya.

“Kau belum tidur?”

Yoona menggelengkan kepalanya. Matanya beralih dari mata Kyuhyun kearah lengan pakaian Kyuhyun yang masih rapi dengan kaitan kancing yang belum terlepas, dan tak lama dua tangannya mengikutinya untuk melepaskan tiap kancing yang berada di pergelangan tangan Kyuhyun

“Aku sedang menunggumu..”

Kyuhyun hanya terus memperhatikan Yoona yang masih memprioritaskan seluruh perhatiannya untuk melepas kancing lengan Kyuhyun. Senyum muncul dibibirnya ketika ia mendengar ucapan Yoona yang lebih menjurus rayuan pada telinga nya.

Kyuhyun meniup kan angin dengan jahil ke kedua mata Yoona untuk membuat Yoona menatapnya kembali.

“Apa kau terlalu merindukanku?”

Seringaian senyum Kyuhyun membuat kedua tangan Yoona memukul lumayan keras kearah dada Kyuhyun, hingga ia bisa mendengar hentakan nafas tiba-tiba dari bibir Kyuhyun.

Namun, perlahan kedua telapak tangan Yoona bergerak  kekanan, kekiri, keatas, kebawah, kemanapun sesuka nya untuk menggoda Kyuhyun. Hingga jarinya berhenti, dan menarik kerah kemeja Kyuhyun, masih dengan senyum menggodanya

“Jika aku mengatakan iya, apakah kau mau mengabulkan permintaanku?”

Kyuhyun menaikkan kedua alis nya seraya memberikan senyuman manis kepada Yoona. Ia mengecup singkat dahi nya dan mengangguk sekedar mengiyakan permintaan Yoona

“Kalau begitu.. Aku menginginkan ice cream!. Mango cheesy cream dan strawberry mint with double waffle. Aku ingin memakannya sekarang Kyuhyun. Bisakah kau membeli nya untukku sekarang?”

Rahang Kyuhyun belum bergerak walaupun Yoona telah berhenti berbicara. Bibirnya belum menutup ketika kedua mata Yoona masih berkedip-kedip memohon untuk mengabulkan permintaannya. Pikirannya masih terkejut menyadari permintaan Yoona yang benar-benar tak ia sangkakan untuk dilakukannya pada saat ini.

Bagaimana tidak. Jam telah menunjukan angka dua. Dan diluar langit berwarna biru gelap dengan taburan bintang,  menandakan itu adalah waktu yang tepat dimana hampir seluruh manusia tertidur. Jika saja ada yang masih terbangun. Adakah satu diantara para penjual yang masih membuka kedai ice cream nya untuk menyajikan ice cream bermenu khusus yang ia tahu pasti tidak semua kedai ice cream di kota ini menjualnya.

Kyuhyun menelan air ludah disaat ia menyadari ekspresi Yoona yang masih menunjukan permohonan mengabulkan permintaanya

“Yoona, aku tak yakin mereka masih terbangun saat ini.. Jadi bagaimana–“

“Kyuhyun kau tadi sudah berjanji untuk mengabulkan permintaanku, dan sekarang kau harus melakukannya!”

Dahi Kyuhyun berkerut menanggapi ocehan Yoona yang baru saja memotong ucapannya yang belum selesai ia ucapkan. Mulai memikirkan berbagai cara untuk segera menyelesaikan permintaan aneh sang istri. Namun ternyata otak nya tak memberikannya jawaban. Menghela nafas. Lalu tangannya menyentuh rambut Yoona untuk dibelainya

“Bisakah kau menahannya untuk malam ini? Besok! Besok, aku berjanji akan membelikannya untukmu” Kyuhyun berusaha mengeluarkan senyum terbaiknya untuk merayu agar sang istri menuruti nya. Namun Yoona tak sependapat. Kedua mata nya menatap aneh kearah Kyuhyun dan tangannya menghempaskan tangan Kyuhyun dari kepala nya

“Aku mau ice cream itu sekarang Kyuhyun! Aku menginginkannya sekarang! Aku tak mau jika besok!”

“Tapi sayang, aku tak tahu harus membelinya dimana..”

“Aku tak mau tahu! Pokoknya aku ingin memakan ice cream itu sekarang!”

Jari telunjuk Yoona beberapa kali ditunjukan ke arah dada Kyuhyun. Menekankan tiap kata yang diucapkannya dengan pergerakan tangannya. Intonasinya terdengar lebih mengecam, memaksa, bukan untuk memohon lagi.

Kyuhyun menghela nafas. Satu tangannya naik memegang pelipisnya. Memijat sedikit untuk merileksasikan kelelahan dirinya untuk berada dalam posisi ini. Jika saja ia bisa mengatakan semua keluhan yang menimpa dirinya ketika dikantor kepada Yoona, mungkin ia akan sedikit tidak banyak menyimpan banyak pikiran.

Tetapi hal itu diurungkannya untuk dilakukan hanya karena ia sudah merasa cukup, bahagia dengan apa yang ada didepannya ini. Setelah seharian ia berkutat dengan banyak dokumen nya, keluh itu terhapuskan ketika ia mendapat senyuman hangat ketika ia membuka pintu rumah, lelah itu menghilang ketika tangan Yoona membantu dirinya melepaskan jas dan kemeja yang telah menemaninya setelah bekerja, stress itu menghilang ketika ia mendengar berita, kejadian yang diceritakan oleh Yoona bagaimana anak mereka kini mulai bergerak, mulai menendang perut Yoona. Ia merasa sangat cukup, akan kebahagiaan yang sangat ia syukuri itu.

Selama ini ia selalu berusaha untuk menjadi suami yang baik. Dengan ia meminimaliskan waktunya di kantor untuk seharian berada dirumah memantau keadaan Yoona, menemani dirinya untuk check up ke dokter, menemaninya untuk berjalan kaki ditaman, memenuhi permintaan yang sungguh banyak hal yang tidak lazim dan baru ia temui.

Ini bukan permintaan yang pertama kali nya, karena Yoona sangat sering meminta banyak hal dan untungnya masih bisa dilakukan oleh Kyuhyun. Namun sekarang, sepertinya permintaan Yoona telah mencapai level tersulit dari sebelum-sebelumnya. Dan itu cukup membuat Kyuhyun lebih berpikir keras untuk memenuhi permintaanya.

Kyuhyun ternyata tidak menyadari kediaman yang ia lakukan saat ini, sibuk memikirkan cara untuk dapat melakukannya. Dan itu membuat Yoona menjadi khawatir dan bersalah. Tangan Yoona mengambil tangan Kyuhyun dari pelipisnya agar ia bisa melihat wajah Kyuhyun lebih jelas. Kyuhyun langsung mendongak ketika tangannya dipegang oleh Yoona, ia mendapat wajah khawatir sang istri sedang menatapnya

“Kyuhyun, kau tidak apa? Aku tidak bermaksud untuk terlalu memaksamu. Tapi permintaan ini–“

Tak ingin membuat sang istri merasa bersalah Kyuhyun memotong ucapan Yoona dengan memberikannya kecupan kilat dibibirnya dan sukses membuat Yoona diam dan menatapnya “Aku tahu.. Ini bukanlah permintaanmu melainkan permintaan anak kita. Jadi..” Tubuh Kyuhyun merosot kebawah hanya untuk mencium cepat perut Yoona yang besar dan membelainya lembut “aku akan berusaha memenuhinya. Apapun itu permintaannya..”

Yoona tersenyum haru ketika melihat Kyuhyun yang sedang berinteraksi dengan calon anak mereka yang masih berada dalam perutnya. Mengajaknya berbicara, mendengarkan gerakannya, membelai perutnya. Semua itu membuat kebahagiaan memenuhi hati nya. Tangan Yoona membelai lembut rambut Kyuhyun. Tak berhenti mengucap syukur karena memiliki suami, seperti ini.

***

Tangannya sedikit meremas rambut pendeknya seperti menunjukan ia tengah frustasi. Pakaiannya tidak terpakai rapi lagi,  dengan jas yang terbuka, dasi yang melonggar, dua kancing kerah terbuka, masih menyandang tas yang sebelumnya ia bawa bekerja. Perasaannya, seperti kehilangan sesuatu. Ketika ia melihat lipatan selimut dan satu bantal yang terbaring rapi tepat disebelah pintu dimana ia berdiri sekarang ini.

Ia telah terhitung lebih dari tiga kali mengetuk pintu tersebut seraya memanggil nama sang istri memohon untuk membukakan pintu tersebut untuknya. Tangannya telah berusaha menggerakan knop pintu berharap akan terbuka segera, namun melihat kenyataan bahwa pintu tersebut dalam keadaan terkunci membuat dirinya makin pasrah.

Ia menghela nafas panjang sebelum melangkahkan kaki nya menuju arah timur dimana berada sebuah pintu tempat pilihan terakhirnya.

Kyuhyun membuka pintu secara perlahan agar ia tidak membuat suara yang bisa membangunkan seseorang. Ia meletakkan tas yang disandangnya tepat disebelah pintu terbuka, beberapa langkah setelah ia masuk. Melepaskan jas nya dan dasi nya.

Ia mendekat beberapa langkah lalu berhenti hanya untuk tersenyum memandang sosok kecil berambut sedikit ikal itu sedang terbalut nyenyak diselimut bergambar pesawat dan tempat tidur yang juga bergambar pesawat yang jelas ia tahu bahwa icon kartun tersebut adalah beberapa jenis pesawat yang terdapat di permainan starcraft.

Ia juga tak habis pikir. Dari beberapa permainan yang terkenal atau tokoh kartun yang sering bermain di televisi ia hanya menunjuk kearah tempat tidur tersebut ketika Kyuhyun masih menggendongnya di lengannya. Kyuhyun tertawa polos ketika Yoona mendengus saat melihat tangan mungil itu sendirilah yang memilih tempat tidur bergambar pesawat tersebut, Yoona menuduh kalau pangeran kecil Yoona tersebut telah dicuci otaknya oleh Kyuhyun karena benda-benda yang dipilihnya selalu bergambar pesawat dan tulisan besar yang berejakan StarCraft.

Kyuhyun menggeleng tersenyum mengingat kejadian dua tahun yang lalu disaat pangeran kecil mereka secara resmi memiliki kamar pribadinya sendiri.

Dengan hanya melepaskan sepatu hitamnya Kyuhyun perlahan merambat ke tempat tidur yang tak terlalu besar tersebut untuk berbaring tepat disebelah putra satu-satunya tersebut.

Satu tangannya ia lipat untuk menjadi bantal kepala nya, sedangkan tangan lainnya ia gerakkan untuk membelai lembut rambut ikal yang sangat mirip sedikit dari yang ia milikki saat ini.

Bibir Kyuhyun melengkung naik. Dua hal yang sangat berharga dalam hidupnya adalah pangeran kecilnya ini dan Yoona. Merupakan hal yang pertama ia rindukan, hal pertama yang membuat ia ingin segera pulang kerumah, hal pertama selalu diberikannya kecupan didahi karena untuk Kyuhyun, orang yang pernah mendapat kecupan dahi dari nya, menandakan orang tersebut adalah orang yang paling disayanginya, bagian hidupnya.

“Appa..”

Kyuhyun tersentak ketika ia mendapat dua mata bulat yang sangat familiar dihidupnya tersebut berkedip pelan menatapnya. Kyuhyun segera menutup kedua mata nya, berpura-pura tidur. Menyesali dirinya karena ia telah membangunkan putra nya masih  di tengah malam ini.

“Appa! Appa!..”

Sosok kecil itu mendekatkan dirinya ke tubuh besar Kyuhyun. Seakan mengetahui kalau ayahnya tersebut berpura-pura tidur.

Kyuhyun perlahan membuka kedua kelopak mata nya, hanya untuk mendapatkan tatapan pertanyaan dari dua mata besar tersebut. Ia tersenyum

“Luhan kenapa bangun? Ini masih malam..”

Kyuhyun membelai rambut ikal Luhan dan pipi tembamnya pelan. Kegiatan yang sangat sering ia lakukan karena Kyuhyun sangat menyukai ketika jari nya bergesekkan dengan rambut ikal nya (yang ia tahu mendapat dari siapa), jari nya menyentuh pipi nya yang lembut (ia sangat tahu hal ini merupakan milik siapa). Didalam diri Luhan, segala nya tampak sangat familiar bagi Kyuhyun

“Aku tadi mendapatkan mimpi Appa!..”

Luhan sedikit bersorak riang, seperti yang biasa ia lakukan ketika ingin menceritakan sesuatu kepada Kyuhyun

“Mimpi? Benarkah? Apa yang terjadi dalam mimpi Luhan?”

Tubuh Luhan sangat kecil, karena sekarang lengan Kyuhyun berpindah dengan mudah melingkari punggung nya.

“Di mimpi Luhan: Luhan berada disebuah pesawat yang sangat besar di luar angkasa! Luhan mengendarai pesawat itu berkeliling, melihat planet dan bintang. Lalu, saat Luhan pulang ke planet yang Luhan tinggali, Luhan menemukan sebuah pesawat yang jauh lebih kecil dari pesawat Luhan terparkir didekat rumah Luhan! Dan ketika Luhan ingin mendekati pesawat itu– mimpi itu terhenti karena Luhan malah bangun..”

Kyuhyun menatap antusias ketika kedua tangan mungil Luhan keluar dari dalam selimut hanya untuk membuat simulasi dari mimpinya. Dengan tangannya yang ia jadikan pesawat miliknya, benda-benda disekitarnya seperti mata, hidung, bibir Kyuhyun dijadikannya planet dan bintang untuk di terbangi oleh tangan pesawatnya.

“Sayang sekali Luhan tak sempat melihat pesawat kecil tersebut..” Kyuhyun tertawa geli melihat keluh Luhan disertai desahan imut yang ia tahu sangat mirip dengan seseorang

“Jika Luhan ingin melihat pesawat itu kembali, minta saja kepada Tuhan agar Luhan diberikan kesempatan lagi untuk melanjutkan mimpi Luhan yang belum terselesaikan..” Kyuhyun membelai rambut ikal Luhan seraya merapikan tiap-tiap helai poni yang berada didahi Luhan.

Tak terasa waktu berjalan cepat, hingga terkadang Kyuhyun tak sadar ia telah mendapatkan sosok kecil berusia lima tahun nyata berada dihadapannya. Ia menjalani hidup dengan sangat bahagia hingga ia terlalu malas untuk melihat tanggal, jam.

Benaknya membuka memori, ketika dimana Luhan kecil hadir dan ia sendiri ikut, benar-benar melihat prosesnya. Ia tak henti-hentinya berterimakasih, mengucapkan -aku mencintaimu- saat tubuh Yoona mengeluarkan Luhan kecil dengan selamat.

Ketika Kyuhyun pertama kali mencoba untuk memandikan Luhan karena ia sungguh iri melihat Yoona yang asyik dan mengajak 5 bulan Luhan bermain dengan air. Dan saat itu ia juga benar-benar baru merasakan ocehan seorang ibu rumah tangga ketika ia hanya melakukan kesalahan kecil

“Kyuhyun! Tangannya tidak begitu, tapi begini!”

Kyuhyun hanya diam menurut ketika tangan Yoona membenarkan posisi tangannya untuk menggendong 5 bulan Luhan dengan benar. Sedangkan Luhan kecil hanya sibuk bergumam-gumam kecil disela-sela pelajaran memandikan dirinya yang diberikan kepada sang Ayah.

“Kyuhyun! Sabunnya jangan sampai terkena mulut, hidung, dan juga mata nya..”

Instruksi Yoona benar-benar dipraktekan oleh Kyuhyun dengan lembut dan hati-hati. Setelah ia selesai memberi sabun keseluruh tubuh Luhan, hingga saatnya tepat ia akan memberikan sabun ke wajah Luhan, ia dapat merasakan Yoona yang berada disampingnya seakan sedang membawa golok untuk membunuhnya jika saja kali ini ia membuat kesalahan.

Dan ternyata Kyuhyun berhasil sukses melewati segala macam rintangan untuk memandikan Luhan. Ia menyadari benar bahwa misi kali ini memang terlampau sulit dari pada saat ia membuatkan susu atau bubur untuk Luhan.

Yoona membantu sedikit Kyuhyun untuk mengeringkan tubuh putra mereka dengan handuk, hingga terakhir, ia benar-benar terkejut ketika Kyuhyun langsung mengangkat Luhan tinggi-tinggi hanya untuk bermain dengannya. Yoona tersenyum seraya menggelengkan kepala nya menatap pangeran kecil nya dan pangeran hati nya bermain dengan riang walaupun hanya dengan tawa riang Luhan yang baru bisa membalas perkataan Kyuhyun

“Hei Yoona!..”

Baru saja Yoona tiba untuk memberikan berbagai perlatan bedak ataupun minyak untuk dipakaikan ketubuh Luhan hanya untuk menaruh perhatian ke Kyuhyun ketika ia memanggilnya.

Yoona berdiri menatap Kyuhyun yang berada disamping nya dengan tangan yang masih memegangi Luhan yang telah terbaring dan kedua mata yang berbinar

“Kau tahu apa yang sangat kusukai dari bayi kecil ini?”

Yoona hanya diam, menunggu. Karena ia tahu Kyuhyun sendiri yang akan menjawab pertanyaannya.

“Kedua mata nya..”

Yoona mengikuti pandangan Kyuhyun yang mendarat tepat di mata besar pangeran kecil mereka yang berkedip pelan dan polos. Ia memandang Kyuhyun kembali disaat ia mendapati Kyuhyun berpindah untuk menatapnya sekarang. Yoona merasakan kecupan lembut mendarat didahi nya sedikit lama hanya untuk turun untuk mengecup mata sebelah kiri nya

“Karena mereka sangat mirip dengan milikkmu..”

Kyuhyun tersenyum sangat lembut, membuat hati Yoona bergetar. Seperti biasa.

Mata Luhan yang berkedip polos masih menatapnya, menunggu, bingung atas diam dirinya dan senyum yang tiba-tiba muncul dibibirnya, menyadarkan dirinya kembali dan membuat senyuman dibibirnya makin merekah.

“Appa.. Tidak tidur dengan Umma?”

Kyuhyun terkejut mendapat pertanyaan  tiba-tiba Luhan. Hingga ia tak sadar senyuman lebarnya perlahan memudar lalu menghilang. Betapa pintar nya anak ini bisa menebak kenyataan yang terjadi pada diri Kyuhyun tanpa ada sesuatu yang terucapkan dari bibir Kyuhyun. Kyuhyun menghela nafas. Ia sangat tahu kecerdikan yang dimiliki Luhan adalah turunan dari..

“Appa ingin tidur dengan Luhan..” Kyuhyun menggeleng dan memberikan kecupan cepat didahi Luhan.

“Tapi kan tempat tidur Luhan tidak cukup untuk menampung tubuh Appa..”

“Kata siapa? Nyata nya ini.. Appa tidur denganmu..”

Yah, sepintar-pintarnya Luhan. Kyuhyun adalah pemberi bibit nya, ia masih menang pengalaman atas hal ini. Maklum saja, Luhan baru 5 tahun hadir didunia ini. Sedangkan Kyuhyun..

“Tapi nanti Umma tidur sendirian..”

Luhan masih berusaha untuk menolak walaupun tidak dengan langsung mengatakan tidak kepada ayahnya. Ia memberi tatapan khawatir kepada Kyuhyun seakan membayangkan betapa kesepiannya ibu nya tidur tanpa ada ayahnya disampingnya. Yaa, Luhan sangat menyayangi Ibu nya, sangat peduli.

Luhan tiba-tiba bangun dari tidurnya. Duduk, membuat selimut yang sebelumnya menutup hingga dadanya jatuh pada pangkuannya.

“Appa tidak boleh tidur disini!..”

Kini Luhan benar-benar kembali menjadi seorang bocah kecil yang merengek pada Ayahnya. Dan itu sukses membuat alis Kyuhyun naik. Ia ikut duduk

“Luhan,  Appa tidak mempunyai pilihan lain..”

Perkiraan Kyuhyun salah. Ternyata melawan kepada seseorang yang berumur lima tahun tak semudah yang ia bayangkan. Hei, Luhan masih bayi kecil baginya, lagipula dia putra nya. Bagaimana ia bisa berdebat dan akhirnya kalah dengan pria sekecil ini.

Luhan mendengus kesal kearah Kyuhyun “Appa payah!” Lalu dengan gerakan cepat ia turun dari tempat tidurnya dengan masih memegang sisi ujung ranjangnya karena mengingat tubuhnya yang masih kecil tak sebanding dengan jarak ranjang nya dengan lantai.

“Yaa Luhan! Kau mau kemana!?”

Kyuhyun hanya bisa memanggil nama nya melihat Luhan kecil berlari ke luar kamar dan menuju suatu tempat.

Dan ketika Kyuhyun mengikuti Luhan dengan berjalan dari belakang. Ia berhenti menggerakan kaki nya, menemukan tangan kecil Luhan terus mengetuk kamar dirinya, dan juga Yoona

“Umma!..”

Kyuhyun menggeleng tersenyum. Ia perlahan melangkahkan kakinya, pelan mendekati Luhan

“Umma.. Ini Luhan, buka pintunya Umma!..”

Kyuhyun mendecak. Ehm, sedikit meremehkan karena melihat perjuangan dan panggilan Luhan sama sekali tidak membuat pintu itu terbuka. Ya, dia saja yang lebih berumur tak dapat mengubah pikiran Yoona bagaimana bisa anak berumur lima tahun ini bisa mengubah pikiran istrinya

“Umma..” Luhan kecil memulai rengekkannya. Ia berhenti mengetukkan tangannya, hanya diam menatap pintu. Dan suara nya bergetar

“Sudahlah Luhan, Umma sedang tidak—- Yoona!”

Tak disangka. Pintu terbuka. Membuat Kyuhyun yang sebelumnya berlutut untuk menenangkan Luhan, menjadi berdiri. Mata nya berbinar menatap kehadiran Yoona dengan gaun tidur nya sedang menatap Luhan. Mata nya tersenyum  mengikuti pergerakan Yoona yang langsung menggendong Luhan kecil dilengannya seraya mengusap-usapkan punggung nya untuk menenangkan Luhan nya yang ingin menangis

“Luhan kenapa bangun?” Tangan Luhan mengucek mata nya untuk mengusap air mata yang tak jadi turun. “Luhan ingin tidur bersama Umma..”

Yoona sedikit terkejut ketika tangan kecil Luhan langsung memeluk leher nya untuk memendamkan kepala nya dibahu Yoona. Yoona hanya tersenyum seraya terus mengusap punggung Luhan ketika telinga nya mendengar bibir Luhan yang menguap. Namun ketika kedua mata nya tertangkap oleh senyuman hangat Kyuhyun senyuman dibibirnya menjadi menghilang. Karena ia kembali ingat bahwa ia sedang marah kepada nya

Yoona membanting langkahnya untuk kembali masuk kedalam kamarnya. Satu tangannya masih merangkul kepala Luhan yang bersandar dibahu nya. Dengan perlahan ia membaringkan Luhan di tengah tempat tidur miliknya, dan juga Kyuhyun.

Ia berdiri setelah menyelimuti Luhan yang telah tertidur diranjang nya. Lalu berbalik, mengetahui sekarang Kyuhyun tengah berdiri di ujung sudut bagian tempat tidurnya, menatap dirinya.

Yoona meletakkan kedua lengannya didepan dada nya “Aku tak percaya kau menggunakan Luhan untuk hal ini..”

“Aku tidak melakukannya!” Ia mengambil langkah untuk mendekat kearah Yoona “–bahkan aku tidak mengatakan tentang kita kepada nya”

Yoona membuang nafas. “Terserahlah, aku ingin tidur..” Ia berjalan memutar tidak memperdulikan Kyuhyun yang masih berdiri ditempatnya untuk berpindah kesisi ranjang lainnya dimana sisi tersebut tempat ia tidur.

Disaat Yoona baru menutupkan kedua mata nya ia merasakan pergerakkan ranjangnya mendalam yang jelas ia tahu apa arti dari pergerakkan tersebut. Mata nya spontan terbuka lalu langsung melihat kearah seseorang yang masih memakai kemeja dan celana panjangnya menutup kedua matanya sambil tersenyum

“Siapa yang menyuruhmu untuk tidur disini?”

“Aku mengisi tempat yang kosong sayang..”

“Yaa! Cho Kyuhyun!!”

“Ssh..” Kyuhyun meletakkan satu jari telunjuknya dibibirnya lalu lanjut menunjuk Luhan kecil yang sudah tertidur pulas “kau akan membangunkannya..”

Yoona membuang nafas kasar lalu kembali berbaring dengan dua lengan ia silangkan didepan dada nya. Sedangkan Kyuhyun hanya tertawa kecil karena kali ini, sepertinya ia akan menang.

Kyuhyun merubah posisi tidurnya menyamping hanya untuk mendapat jelas pandangan Luhan kecilnya ketika tertidur. Deru nafas yang membuat perut Luhan naik turun dengan teratur membuat Kyuhyun tersenyum

“Ia sangat mirip denganmu..”

Yoona menaikkan alis mata nya, menatap Kyuhyun dengan sudut matanya. Masih mempertahankan hati nya yang  dingin

“Mata besarnya, senyumannya, bahkan tawa lebarnya..”

Yoona tersenyum sudut mendengar pujian dari suaminya “Setidaknya aku memberikan sesuatu yang baik kepada nya. Tidak seperti–“

Kyuhyun berhenti tersenyum “Apa?! Tidak seperti apa katamu! Aku maksudmu?!”

Yoona mengubah posisinya menyamping untuk kini berhadapan dengan Kyuhyun “Ya, siapa lagi kalau bukan dirimu..” Yoona tersenyum, kemenangan.

“Yaa, apa kau tidak menyadari bagaimana bisa bayi kecil ini tumbuh menjadi seseorang yang tampan? Otomatis karena Appa nya!” Senyum Kyuhyun, berbangga.

Yoona mendecak, meremehkan “Kau terlalu percaya diri Kyuhyun. Semua orang mengatakan Luhan sangat mirip denganku. Kecuali, hanya rambut ikal nya ini..” Yoona membelai lembut rambut ikal Luhan lalu mata nya mendarat kearah rambut Kyuhyun

Kyuhyun meremas frustasi untuk merasakkan rambut milikknya dengan tangannya. Dan ia kembali menatap Yoona “Mungkin memang aku tidak menurunkan gen fisikku kepada nya. Tapi, ia bayi kecil yang pintar Yoona. Ia sudah dapat membaca buku cerita ataupun berhitung walaupun ia belum masuk sekolah” Kyuhyun mencium pipi Luhan cepat “Ia mendapatkannya dariku!!..”

“Buku cerita? Ck. Kau telah mencuci otak pangeran kecil ku Kyuhyun!”

“Apa?! Apa maksudmu?”

“Apa kau berpura-pura tidak tahu Kyuhyun?. Seluruh komik yang ia punya, semuanya adalah komik game! Pesawat! Angkasa! Senapan! Yang semuanya berjudul StarCraft!” Yoona memandang Kyuhyun menyalahkan “bahkan seluruh kamarnya berwarna langit angkasa dengan bertemakan pesawat terbang! Dan lagi-lagi StarCraft!” Ia menatap Kyuhyun seperti suami nya adalah musuh yang sudah lama ia incar “Katakan padaku? Kapan kau mencuci otak pangeran kecilku? Karena selama ini kita selalu bersama, aku tak tahu kapan kau melakukannya..”

Kyuhyun menggeleng, tertawa kecil. Ia menarik hidung mancung Yoona untuk mengganti ciuman kening yang ingin ia berikan pada nya karena mengingat keberadaan Luhan kecil ditengah-tengah mereka. Tidak memungkinkan untuk dapat melakukannya “Hei. Apa kau ingin melihat wajahmu?..–kau terlihat sangat manis ketika berdebat hanya karena StarCraft ku dan Luhan..” Yoona menutup bibirnya untuk menjauhkan tatapannya dari Kyuhyun karena wajahnya mulai memerah. Tangan Kyuhyun menggapai rambut Yoona untuk mengacakknya pelan.

“Percayalah. Aku tidak pernah mencuci otak Luhan kita. Hanya saja, mungkin– Luhan kita selalu ikut menonton ketika aku memainkan StarCraft di laptop atau PSPku. Melihat ia sangat antusias melihatnya, jadi aku tidak melarangnya.” Kyuhyun menggapai tangan Yoona dengan tangannya “Jadi maafkan aku ya..”

Mata Yoona seketika berubah menjadi berbinar menatap senyuman tulus Kyuhyun yang diberikan padanya. Merasakan kehangatan genggaman tangannya membuat hati nya yang membeku seketika menjadi meleleh. Namun ia menarik tangannya kembali. Mengubah posisi untuk membelakangi Kyuhyun dan Luhan kecil

“Ganti pakaianmu dan lekaslah tidur!”

Ucap Yoona masih berusaha dingin. Kyuhyun menggeleng dan tertawa kecil. Lalu ia bangun dari tidurnya untuk berjalan ke lemarinya lalu ke kamar mandinya untuk mengganti pakaiannya.

Mata Yoona yang terbuka hanya memandang lurus kepada pintu yang tertutup untuk menunggu seseorang keluar. Dan ketika seseorang yang ditunggunya keluar ia dengan cepat segera menutup mata nya, berpura-pura tidur.

Ia tidak memperkirakan sesuatu terjadi. Namun mata nya spontan terbuka ketika ia merasakan bibir yang hangat menempel dibibirnya lama. Dan ia mendapatkan mata Kyuhyun yang memejam. Saat ia mulai menutup kedua mata nya untuk merespon ciuman Kyuhyun. Kyuhyun melepas kan bibirnya dari bibirn miliknya lalu berpindah untuk mengecup dahi indah Yoona. Yang sedikit membuat Yoona kecewa.

“Selamat malam Yoona..”

Senyuman manis itu lah yang membawa dirinya hingga terlelap.

***

“Kyuhyun!.. Kyuhyun!”

Kyuhyun mengerang kecil dari tidurnya namun ia tetap tak membuka kedua mata nya.

“Bangun Kyuhyun!..”

Kyuhyun yang merasa frustasi dan benar-benar terganggu dari tidurnya langsung membuka kedua mata nya. Mendapat wajah istrinya yang cantik menunggu dirinya terbangun.

Kyuhyun langsung duduk untuk menatap Yoona “Ada apa Yoona?” Mata Kyuhyun yang belum sepenuhnya jelas melihat, berusaha untuk menatap jam dinding yang tergantung dikamar nya “Ini masih tengah malam, ada apa kau membangunkanku?”

“Oh-.i-itu, aku hanya–” Yoona mengiggit bibir bawahnya sebelum ia benar-benar berani menatap pertanyaan mata Kyuhyun “Aku lapar Kyu..”

Kyuhyun bernafas lega. Ia kira sesuatu yang besar terjadi hingga sebelumnya ia masih sangat khawatir. Namun kini ia hanya tersenyum lalu mengusap kepala Yoona. “Lalu pergi lah kedapur. Aku percaya masih ada beberapa makanan instant yang bisa dibuat..” Melihat Yoona yang tidak bereaksi Kyuhyun melanjutkan “Apa kau ingin ditemani denganku?”

Yoona menggelengkan kepala nya. Sekarang ia kembali untuk menjauhi tatapan Kyuhyun seperti ia masih ragu atau belum berani memberitahu apa masalahnya.

“Jadi kenapa?..”

Yoona mengiggit bibir bawahnya lagi. Dan mendongak kembali ketika ia merasakan telapak tangan Kyuhyun membelai pipinya halus

“Sebenarnya aku menginginkan–” Yoona berhenti. Dan Kyuhyun masih menunggu untuk Yoona melanjutkan kata-kata nya “Sebenarnya aku ingin memakan chocobanana cake.. Kyuhyun, malam ini..”

“Apa!?”

Yoona mengiggit bibir bawahnya kembali dan menunduk

“Yoona, sayang. Apa kau tidak bisa memakan yang lain selain itu?. Apa perlu  kubuatkan nasi kari, atau ikan kaleng ataupun pasta malam ini untuk mengganti permintaanmu?”

Yoona menunduk lebih dalam, menggeleng. “Aku hanya mengingikan cake itu Kyuhyun. Sangat ingin..”

Kyuhyun sedikit melonggarkan eratan jaket yang ia pakai dengan tangan kirinya. Lalu tangan kanannya bergerak untuk membuka knop pintu. Menggantungkan jaketnya lalu berjalan melewati ruang tamu dengan menyandang sebuah bungkusan. Hanya untuk menemukan Yoona yang sedang tertawa menatap ke layar televisi. Dan ketika Yoona menyadari kehadirannya. Ia melompat dan belari dengan riang menuju kearah Kyuhyun. Senyuman lebarnya membuat kedua mata nya ikut bergembira seketika ia melihat bungkusan yang tergenggam ditangan Kyuhyun. Yoona memegang pundak Kyuhyun untuk mendorong tubuhnya agar ia bisa mencium bibir Kyuhyun. Ia melepaskan ciumannya lalu dengan cepat mengambil bungkusan yang berada ditangan Kyuhyun. Ia membuka tutup kotak bungkusan tersebut, dan bibirnya kembali membuat senyuman yang lebih lebar. Ia menatap Kyuhyun dengan mata berbinar.

“Terima kasih Kyuhyun! Kau benar-benar suami terbaik yang pernah aku milikki!!” Ucapnya girang

Kyuhyun tertawa kecil seraya tangannya mengacak pelan rambut Yoona. Ia menatap Yoona yang berlari girang menuju kedapur hanya untuk kembali membawa piring dan garpu ditangannya. Lalu ia ikut duduk disebelah Yoona yang masih berantusias dengan cake nya.

“Pelan-pelan Yoona. Tak ada yang ingin merebutnya darimu..” Kyuhyun mengacak kecil rambut Yoona seraya menatap Yoona yang sangat lahap memasukkan beberapa sendok penuh potongan kue kedalam mulutnya. Yoona membalas Kyuhyun tersenyum dengan pipi yang mengembung karena makanannya.

Memikirkan tentang hal ini. Ini sungguh aneh. Yoona memang wanita yang sangat mencintai makan. Tetapi ia selama ini jarang untuk membangunkan dirinya dalam tidurnya hanya meminta untuk membelikan dirinya beberapa makanan yang memang sungguh sulit didapatkan pada jam tertentu. Ia ingat! Kejadian ini sungguh sama yang terjadi pada beberapa hari yang lalu. Benar, 12 hari yang lalu! Sebelum mereka hendak pergi untuk membaringkan tidur diranjang. Yoona tiba-tiba bersuara kalau ia ingin memakan buah-buahan. Sayangnya buah-buahan yang ia minta bukan jenis buah yang tersedia di kulkas. Yaitu semangka dan pisang. Tidak diperkirakan oleh Kyuhyun karena sebelumnya ia tebak buah tersebut adalah strawberry, namun ternyata tidak. Dan, terpaksa. Karena ia tak tega menatap wajah Yoona yang terus memohon ia langsung bergegas untuk mendapatkannya untuk Yoona. Dan kali ini..

“Yoona..”

“Hmm?” Yoona mendongak, namun masih melanjutkan aktivitasnya

“Apa kau tak merasakan sesuatu yang aneh?”

“Maksudmu?” Ucapnya setelah ia menelan yang sebelumnya dikunyahnya

“Ini adalah kedua kali nya kau meminta ku membelikan makanan yang sungguh sulit untuk didapatkan pada jam malam” Kyuhyun membungkukkan kepala nya untuk jelas menatap Yoona “Apa kau benar-benar tidak merasakan sesuatu yang terjadi pada tubuhmu?”

Yoona menurunkan garpu dari bibirnya untuk menataap kearah lain, mengingat sesuatu “Entahlah Kyu, akhir-akhir ini aku hanya selalu ingin memakan makanan yang mengandung  buah-buahan.” Yoona menatap Kyuhyun “Apa itu sesuatu yang aneh?”

Kyuhyun kembali menegakkan tubuhnya seraya menggeleng “Tidak untuk kesehatan. Tapi ini mengingatkanku pada lima tahun yang lalu..” Yoona menaikkan alisnya “lima tahun yang lalu?”

“Disaat kau masih mengandung Luhan kita..”

“Jadi maksudmu–..”

***

“Appa! Appa!”

“Wae Luhan?” Kyuhyun membalikkan lembaran koran untuk selanjutnya ia baca

“Bisakah aku memiliki satu pesawat kecil lagi?”

“Bukankah kau telah memiliki sebox pesawat terbang sayang?” Ucap Kyu masih fokus dengan aktivitas membacanya. Luhan mengeluh kecil, melihat Ayahnya begitu mudahnya menolak tanpa lagi melihat kearahnya.

“Tapi aku mau satu lagi!” Luhan menaikkan tubuhnya dengan berdiri dengan lututnya. Seketika melompat untuk memegang lengan Kyuhyun dengan dua tangannya. Dan sukses membuat Kyuhyun melihatnya. Kyuhyun melipat koran yang sebelumnya ia baca dan ia letakkan dimeja. Tangannya menggapai rambut Luhan, tersenyum karena melihat putra nya mengeluh, sama seperti Ibu nya

“Aku merusakkan Jet Tempur ku. Dan aku ingin memiliki Pesawat Terbang kecil yang mirip dengan pesawat yang ada dalam mimpi ku” Luhan menjelaskan dengan sebelumnya memperlihatkan kepada Ayahnya pesawat Jet nya yang rusak.

“Baik-baik. Kita akan membelinya nanti.” Luhan tersenyum lebar mendengar Ayahnnya yang mengabulkan permintaanya. “Ngomong-ngomong. Apa pesawat itu pesawat yang Luhan ceritakan sebelumnya kepada Appa?” Luhan mengangguk. “Aku telah melihatnya dengan jelas Appa. Malam ini!” Ucapnya tersenyum gembira

Kyuhyun menundukkan kepalanya agar ia bisa mensejajarkan kepala nya ke Luhan yang masih berdiri dengan lututnya disampingnya “Coba ceritakan ke Appa!” Luhan mengangguk

“Jadi, ternyata Pesawat itu adalah adik pesawat milik Luhan. Itu Luhan lihat dari merek nya dan tanggal penciptaannya. Luhan sangat senang memiliki pesawat tersebut, tetapi ketika Luhan ingin menaikinya, pesawat itu berbicara kalau Luhan tidak bisa menaikinya, karena ada orang lain yang benar-benar hanya boleh menaiki pesawat itu” Luhan menarik nafas sebelum ia kembali pada duduknya “Awalnya Luhan kecewa, tapi Luhan juga bahagia ternyata Pesawat Luhan sekarang memiliki teman..”

Kyuhyun awalnya speechless mendengar cerita mimpi Luhan yang dianggapnya luar biasa. Dengan kata-kata Luhan yang sungguh bukan-seperti-anak-lima-tahun-lagi benar-benar membuatnya bangga akan memiliki anak sepintar ini. Namun mimpi anak-anak hanyalah fiksi. Terlihat jelas ketika Luhan mengatakan kalau pesawat miliknya berbicara dan bermain satu sama lain, membuat Kyuhyun sebenarnya ingin tertawa, karena sungguh imajinasi nya langsung menayangkan tentang The Thomas and Friend, kelompok kereta api yang bisa berbicara walaupun dengan masinisnya. Sungguh dunia anak-anak. Membuat perutnya kembali geli. Well, tapi ia cukup bangga.

Kyuhyun tiba-tiba melemparkan pandangannya kesisi kanan nya. Penasaran kenapa sang istri tak muncul-muncul juga dari balik pintu kamar mandi “Yoona, apa yang kau lakukan didalam? Kenapa lama sekali?”

“Tunggu saja Kyuhyun. Sebentar lagi..”

Yoona sedikit teriak agar ia bisa didengar Kyuhyun. Kyuhyun kini melemparkan tatapannya kearah kirinya dimana Luhan masih sibuk memainkan pesawat-pesawatnya.

Mengulang kembali ucapan Luhan tentang mimpinya. Jika dipikirkan lagi dengan seksama. Tentang Pesawat, ia mendapatkan sebuah Adik Pesawat. Pikirannya terhenti untuk menebalkan sebuah kata. A-dik?? Kyuhyun membuka lebar mata nya tidak percaya. Kembali menyatu-nyatukan memori yang sebelumnya ia lakukan. Hal-hal aneh yang terjadi pada Yoona, tentang permintaan malam nya yang aneh. Apakah hal itu yang disebut orang-orang Ngidam? Dan mimpi Luhan, bahwa pesawatnya memiliki adik. Bukankah hal itu berarti–

Kyuhyun dan Luhan langsung melempar pandangannya kearah pintu yang terbuka. Menampilkan Yoona yang tersenyum bahagia. Ia langsung berlari, berhamburan untuk memeluk Kyuhyun dengan erat. Ia sangat bahagia, sangat-sangat bahagia

“Err Yoona–“

“Kau benar Kyuhyun! Kau benar!!” Yoona melonggarkan pelukannya untuk melihat wajah Kyuhyun yang bingung. Kini ia duduk dipangkuan Kyuhyun karena serangan pelukkannya yang tiba-tiba tadi. Kyuhyun menunggu menatap Yoona, dengan dua tangannya kini refleks ia lingkarkan dipinggang Yoona agar mampu menahan tubuh Yoona. Yoona mengiggit bibir bawahnya. Namun kedua mata nya berbinar

“Aku hamil Kyuhyun..”

Garis mata Kyuhyun melengkung dengan indah kebawah. Ketika melihat garis dua positif pada testpack yang diperlihatkan Yoona dengan tangannya. Kyuhyun kembali untuk menatap Yoona. Senyum mulai muncul. Dan kedua mata nya jauh-jauh lebih bersorak gembira. Kyuhyun kembali memeluk Yoona. Lebih erat. Ia mencium kepala Yoona beberapa kali menunjukan betapa bahagianya dirinya sekarang. Yoona tersenyum geli, dan ikut membelai rambut Kyuhyun.

Seseorang yang mematung bingung tersebut masih duduk disofa panjang, mengedipkan kelopak mata nya pada mata nya yang bulat hanya untuk menunggu orang tua nya melepas pelukkan nya dan menyadari keberadaannya sekarang.

Dan, ketika paha Kyuhyun menyentuh sebuah plastik, mungkin berbentuk pesawat. Ia baru menyadari sesuatu. Dengan cepat ia longgarkan pelukannya dan hanya mendapat tatapan bingung dari Yoona. Dari sudut mata nya ia memberitahu Yoona bahwa disamping mereka kini masih terdapat putra mereka, Luhan mereka.

Dan benar. Yoona mendapatkan wajah Luhan kecilnya bingung. Menatap dirinya dengan terus mengedipkan kelopak mata nya. Tak melakukan apa-apa ia hanya tersenyum dengan mengangkat tubuh Luhan kecil untuk berada dipangkuannya. Berada ditengah-tengah tubuh mereka yang sebelumnya terpaut.

“Sayang, kau akan mendapatkan seorang adik..” Ucap Yoona, masih tersenyum, menjelaskan kepada putra nya.

Luhan yang mendongak. Masih tidak mempercayai perkataan Ibu nya “Adik? Maksud Umma?”

Kyuhyun menggelengkan kepala nya lalu mengambil alih Luhan dari tangan Yoona untuk memutar tubuh Luhan agar kini menatap dirinya “Umma hamil sayang. Umma mengandung adikmu!” Kyuhyun meletakkan tangan mungil Luhan agar menyentuh perut Yoona, untuk membelainya “Adikmu, berada disini..” Luhan menatap perut Ibu nya, dan perlahan naik untuk kembali menatap wajah Ibu nya yang sedang tersenyum hangat, mengangguk.

Luhan tak berkata apa-apa lagi selain tersenyum sangat lebar menatap ummanya. Ia berdiri dipangkuan Yoona yang sedang menduduki paha Kyuhyun untuk langsung memeluk leher Yoona. Yoona ikut tersenyum, merasakan Luhan yang tersenyum bahagia dibalik rambut nya. Kyuhyun yang menatap momen tersebut, mengambil langkah terakhir untuk memeluk dua orang yang paling bahagia dihidupnya.

Ia mengecup dahi, dan juga bibir Yoona sebelum ia senderkan kepalanya ke punggung kecil Luhan yang masih memeluk Ibu nya.

Momen berharga adalah, momen yang tercipta bersama dengan orang-orang yang berharga, dicintai. Orang-orang yang menjadi bagian hidup kalian, orang-orang yang membuat kalian takut akan kehilangan mereka, orang-orang yang selalu membuat lengkungan indah dibibir. Dan itu, terjadi dikeluarga Cho Kyuhyun. Dimana keluarga yang sebelumnya hanya terpaut akan kontrak sementara dan berganti menjadi ikatan seluruh hidup mereka. Membuat orang yang kita cintai mencintai kita kembali, bukanlah hal mudah. Tapi dengan Kyuhyun yang masih percaya, bertahan, berusaha agar membuat Yoona mencintainya, ia berhasil melakukannya. Lima tahun tiga bulan pernikahan mereka dihadiahi seorang putra yang tampan. Cho Luhan yang memiliki rambut ikal dan dua mata indah milik Yoona. Cho Luhan yang pintar dan  sangat menyukai Starcraft, mungkin bisa lebih dari level Ayahnya saat ini. Dan ketika kejadian lima tahun terulang kembali. Entah berapa banyak kebahagiaan terpancarkan dalam hati mereka ketika mereka mengetahui beberapa bulan lagi mereka akan memiliki adik baru, adik Cho Luhan.

Memang hidup tak selalu berjalan baik. Tapi asalkan dilakukan bersama, akan menemukan jalan terang yang kembali menemukan kebahagiaan. Ini adalah salah satu momen terbaik yang mereka miliki di lima tahun hidup bersama. Cho Kyuhyun dan Im Yoona. Dua orang yang sebelumnya tak mengenal ternyata memiliki takdir, takdir untuk hidup bersama, terikat bersama. Dan mereka, bahagia..

***

FIN

***

 

 

 

Sungguh panjang. Tak disangka menulis Fluff yang awalnya menganggap tidak ahli ternyata malah membuat rekor terpanjang di fanfic H ini. 🙂

Maafkan saya jika jika awal-awal nya rada-rada menjurus kemana— (saya yakin pasti anda tahu) tapi saya tidak bisa memberhentikannya. Saya khilaf hehe 😀 .

Untuk sebelumnya maaf saya tidak bisa membalas satu-satu komentar anda. Tapi untuk membalas semua, saya ucapkan TERIMA KASIH!!

Jadi. Untuk the epilog ending. Bagaimana menurut mu? (Komentar? Like? Vote?) Thanks again

 

 

 

 

Terima Kasih

Intansparkddict

Iklan

52 thoughts on “H (Epilog) The Best Moment..

  1. keren banget Daebakkkk buat FF ne and buat author ………….makasih udah buat epilognya jadi happy end and jelas ceritanya pa lagi ditambah ma luhan memang cocok luhan jadi anak mereka karena mirip ma kyhyun and yoona
    author yang baik and cantik aku tunggu FF Kyuna lagi smoga author yang baik mau membuat FF kyuna yg seru and keren lagi Gomawo 🙂 🙂

  2. Berlian Kirana berkata:

    DAEBAKK!!!! SERU FF NYA THOR 😀 /CAPSLOCK JEBOL/ mihihi akhirnya baby lulu punya adek :3 waaah itu knp sifat jeleknya gaemgyu nular kelulu semua-__- jahat lu bang nularin yg begituan g kayak yoong unni yg gorgeous nya nular kelulu hehe
    btw part awal dimaapin kok.. bumbu tersendiri bagi ni ff *eeh reader khilaf juga mian ngoook
    boleh dong bikin fluff kyuna lagi? hahaha gumawo ya thor! keep writing!

  3. wuiiih thumbs up deh, standing applause. tata bahasa yg keren sukses bikin senyam-senyum sendiri. Daebak! Great!!

    ini teh happy family banget, bikin ngiri ;;;A;;;
    Good job pokoknya mah lah. Hebat banget. Gatau lg musti comment apa. Thanks for write this amazing epilog. Oh My God!!

    kita pasti nunggu the next kyuna story lagi.
    Lebih byk kyuna lagi yaaa~~
    keep writing ^^

  4. Keren..keren..
    Q sSuka bgt dri bagian Awal sampe akhir..
    Feelx dpet bgt… Bxk scene yg romantis.. Daebak deh..
    Suka.. Klo baca genrex Family gni…
    D tunggu karyamu yg lain Chingu..
    Sumpah!! Ni FF keren banget…

  5. Desbbuing berkata:

    Kyaaaaaa ahirnya ada ff baru kikikik.. Oh iya thor, walaupun ceritanya panjang tapi aku suka kok, soalnya gak ngebosenin.. Keren banget thor, aku ampe senyam-senyum sendiri bacanya.. Romantis baget moment2nya kyuna ama luhan.. Fighting for another ff!^^

  6. veenat berkata:

    kereeeennnnn puooolllll buat epilognya……….
    So sweet…….. Salut buat kyuppa yang begitu mencintai yoona……

  7. rindafishy berkata:

    Spechless .. Kereeen ceritanya thor :DD
    Kirain nggak ada sequel nya , ternyata baguss banget ..
    Daebakk thor ..
    Ditunggu ff lainnya 🙂

  8. Maya luoxiKim berkata:

    kirain udah end, taunya ada epilognya.. aku suka bgt sungguh!! mrka terlalu sweet. kata2 kamu juga teratur mudah di mngerti

  9. oohh it’s so sweeeetttt.. two thumbs up for you thor…
    I like the story very much!!!
    That’s really a very interesting story I’ve ever read.
    Cerita kisah keluarga kecil Kyuhyun dan Yoona ini sungguh membuatku ingin selalu tersenyum di setiap paragrafnya…

    Keep writing, and I’ll wait for your next sweet stories about KyuNa…

  10. Keren banget Intan! XD
    Romantis banget hoohoho XD So sweetnya nggak ketulungan XD
    Masuk akal juga sih Luhan jadi anaknya KyuNa. waa. keluarga bahagia hohoho XD
    Keren lah pokoknya. Bingung mau bilang apa ;agi._.
    Oke, ditunggu karya selanjutnya loh Tan! fighting!’O’)9

  11. KyuNa Musketeers berkata:

    ingin sekali moment ini di jadikan chapter…. tpi tak apalah, ceritanya keren bgt 🙂
    aku senang membacanya

  12. miss kyuyoong berkata:

    anyeong…aku reader baru…
    Nih critanya daebak thor…
    Menyentuh n happy ending,, nysek dri awal bcanya tpi akhirnya sneng…
    Lnjut ff kyuna yg lain thor..
    Keep writing…!!! ^^

  13. Riolita SeLuYoon berkata:

    haha ketawa aku pas baca part ada nama Luhan sebagai anakx Kyuna,,
    wkwk,, mank yoona ama luhan mirip kn thor,,
    bgs bgt bt FF nya thor,, hwaiting bt FF lainnya ya thor,,

  14. LoVeYoOnA berkata:

    Ah,,,ini bener” the best moment,, sumpah! Ini manis bgt,,,kata”nya juga sgt mendalam,,,aku sampe bahagia bgt bacanya…
    Aduh,,,aku bingung mo komen apa lagi,,,,

    ditunggu cerita” yg laen darimu thor^^

  15. makasii untuk epilognya so sweet banget 🙂
    omo yoona di awal udah lgsg ngajak ke kamar dan punya anak si luhan 😀
    keep writing dan lanjutin yg new love yaaa

  16. titakyu haeppa berkata:

    Wawww kereen thor!!!
    Seneng abiss epilog nyaaaa panjaaang sukaa bacanyaa :]
    Kereen thorr keren pokonyaaa!!
    Ff kyuna lagii thorrr?? Plissss *kedipkedipmata*

  17. puspa_sparkyuna berkata:

    wahh jinja .. Keren bngett .suka bnget sma kata2’y .romantis lg and then happy endingg yeaay…

  18. khulwah berkata:

    Waaaaa…. Akhirnya ada epilog ✽^⌣^✽ seneeeng seneeeng seneeenggg…..
    Kirain gak ada part selanjutnyaa. Enggak kok, gak terlalu mengumbar2, hhaha.. Kan sesuai temanya ‘married life’ ;p

    Seruu bgt ni ff… Daebak deh pokoknyaa… Suka KYUNA moment-moment-nyaa
    Lanjuut buat ff KyuNa lagii yaa. Hhiihii…. Ku tunggu 🙂

  19. kyunababy berkata:

    Sweet banget kyaaa xD puas bacanya thor, ih kyuna romantis bgt sih disini…… Kyuhyun juga jadi suami idaman /plak/ 😛 bikin ff kyuna lg dong thor yayaya fighting ^^9

  20. an chae berkata:

    OUWHH….SUNGGUH AQ JATUH CINTA SMA FF KAMU INTAN ESPECIALLY FOR H….(duh capslock nongol),,,sumpah sumpah sumpah keren amat ya Tan……duh duh duh daebak daebak daebak deh 😉

  21. Karena ada adegan itu di awal jadi kurang suka deh thor … ._.v tadinya mau ngasih ‘good’ eh kepencet ‘poor’ maaf ya thor ^^ tapi keseluruhan ff nya keren!

  22. zubaidah berkata:

    Wah.. Kyuhyun perhatian bgt ya ma keluarga,, cinta ma istri sayang ma anak.. Dan gk pernah ngeluh, tentang keanehan istrinya,, disaat hamil.. Bnr2 suami patut dicontoh.

  23. dias puspita berkata:

    Yeeeaay happy end,,gag nyangka ini ff 2th yg lalu,,daaann bner2 baguuuss,, lanjutkAaan perjuanganmu saeng,, izin baca ff lainnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s