Hello.. and Goodbye.. (Oneshot)

Gambar

Tittle : Hello.. and Goodbye..

Author : Intansparkddict

 Cho Kyuhyun

and Im Yoona

and…

Ringkasan :: Ia masih dalam keadaan menunggu. Namun ia dihadirkan oleh sesorang yang dapat kembali mewarnai hidupnya, bahagia. Namun sepertinya waktu berkata lain. Mengatakan bahwa ia harus meninggalkannya, kehilangan setengah jiwa nya..

::::

Gelap. Apakah ini karena malam?.. Namun kegelapan makin menghilangkan pandangan tetap dari kedua matanya. Membuat mata nya mulai sayu, berkedip-  berusaha menangkap cahaya. Langkahnya mulai tidak lurus, sedikit zig-zag untuk menyelaraskan pandangannya. Tapi Waktu terus berjalan. Hingga terang tidak lagi bisa ia tangkap. Meninggalkan gelap seutuhnya setelah kedua mata nya tertutup. Tubuh jatuh, terlunglai.

::::

Kedua mata nya langsung mengarah ke seseorang yang mulai melakukan pergerakan didalam kain selimut. Kedua mata nya masih menyelaraskan cahaya yang baru menganggu tidur panjangnya. Duduk, memandang sekeliling dengan wajah bingungnya. Senyum muncul di bibir Kyuhyun saat melihat wajah bingung itu sekarang tepat menatap wajahnya. Memberikan kehangatan senyuman untuk menyapa nya di pagi hari.

“Pagi.. Kau sudah bangun?”

Wanita itu tidak menjawab. Menatap diam Kyuhyun yang kini sibuk menyiapkan beberapa makanan untuk sarapan  diatas meja bundar kecil tepat didekat tempat tidur tersebut. Setelah selesai dengan kesibukannya Kyuhyun kembali menatap wanita itu tersenyum, tangannya menarik satu kursi keluar agar siap untuk diduduki. mengisyaratkan wanita itu agar duduk di kursi yang telah ia persiapkan.

Kyuhyun tersenyum menatap wanita itu melahap makanan yang ia persiapkan. Melihat tubuh yang tidak terlalu gemuk itu awalnya membuat dirinya tidak percaya jika wanita ini dapat melahap makanan sebanyak ini. Wanita itu memperlambat kunyahannya ketika mendapati Kyuhyun menatap dirinya dengan tersenyum

“Kau lapar?..”

Wanita itu mengangguk dan melanjutkan kunyahannya memakan makanan yang belum habis dipiring tersebut.

Kyuhyun mengamati wajah wanita itu dengan seksama. Mencoba mencari tahu darimana wanita itu berasal, kenapa, dan bagaimana ia bisa menemukannya terbaring lemas di pinggir jalan saat ia pulang berjalan dari minimarket. Wajahnya polos, masih pucat, membuatnya nyaman untuk terus menatapnya

“Nama mu?”

Kyuhyun menunggu wanita itu menyelesaikan tegukan air putih terakhirnya masuk ke kerongkongannya. Hingga ia menutup kedua mata, bernafas lega, tersenyum menandakan kenyangnya dirinya sekarang. Kyuhyun tersenyum geli, ia meletakkan kedua tangannya diatas meja, masih menunggu nya menjawab.

Wanita itu masih terlihat malu ketika Kyuhyun terus saja memandanginya dengan tersenyum, membuat terkadang dirinya menunduk untuk memutuskan kontak mata bertemu dengan mata nya. Namun perlahan ia mulai membuka suara, untuk pertama kali nya

“Im Yoona..”

::::

Malam hari. Ia sungguh suka malam hari. Dimana seluruh langit akan berwarna gelap. Namun itu lah yang dicarinya, disaat langit mulai berganti sampul menjadi biru hitam yang gelap, langit memberikan kesempatan kepada yang terang lainnya untuk memberi pertunjukan diatas sana. Bintang. Malam adalah waktu bintang bekerja, memamerkan ke-terangannya, berkelap-kelip bergantian dengan bintang lainnya. Dan itu saatnya dirinya ikut beraksi, mempersiapkan teropong bintang kesayangannya menatap kelangit yang luas, membantu nya menyelesaikan apa yang dicari nya.

Tapi kali ini. Ia tidak melakukannya sendiri. Berjarak 3 meter dari dirinya kini berdiri, terdapat seorang wanita cantik duduk dan ikut memandang langit, tersenyum. Menemaninya dalam diam saat ia masih terlarut dalam pekerjaannya. Namun ia berdiri, menegakan badannya dari sebelumnya membungkuk, mengadahkan mata nya ke lubang penglihatan dari teropong nya saat wanita itu memanggil nama nya tiba-tiba.

Ia langsung menoleh menatapnya.

“Kau pengamat bintang?”

Senyum muncul diwajah Kyuhyun merespon penasaran Yoona yang baru kali ini ditunjukannya. Mengiyakannya dengan menganggukan kepala nya

“Apa ada hal yang aneh?”

Yoona menggelengkan kepala nya, kembali menatap keatas, ketaburan bintang putih di langit yang hitam

“Tidak, aku hanya baru bertemu orang sepertimu.”

Kyuhyun tersenyum. Ia mengikuti pandangan Yoona yang tengah memerhatikan kumpulan bintang yang jelas ia tahu tentang bintang-bintang tersebut

“Apa kah jika menggunakan benda itu akan lebih terlihat indah?”

“Kau akan mendapat jawabannya jika kau mulai mencoba untuk menggunakannya”

Perlahan Yoona menganggukan kepala nya. Ia berdiri, berjalan menuju Kyuhyun yang berdiri dengan teropong bintang berwarna putihnya tersebut. Ia masih memandang Kyuhyun ragu, tapi Kyuhyun mulai mengajarkannya untuk melihat menggunakan teropong bintang tersebut. Ingin membuktikan perkataannya sendiri dengan melihat bintang-bintang bersinar terang lebih jelas menggunakan teropong tersebut.

Mulai saat itu. Kyuhyun pertama kalinya melihat Yoona tersenyum, tertawa. Menunjukan sisi keceriaan yang membuat wajahnya lebih terlihat mempesona. Terkadang, jantungnya ikut berdebar merespon senyuman nya tersebut.

::::

45 hari. Sungguh tak terasa waktu berjalan hingga telah terhitung 45 hari sejak ia menemukan Yoona. Membawanya pulang ke rumahnya, menemani nya, dan hidup dengannya. Namun hingga sekarang ia belum mengetahui informasi tentang Yoona. Ia pernah bertanya, namun Yoona mengatakan kalau ia lupa dengan apa yang telah terjadi dengannya. Setelah itu Kyuhyun berhenti bertanya dan menyimpan kepenasarannya dalam diam.

Hari ini ia mendapat laporan bahwa terdapat bintang yang akan menampakan wujudnya dengan jelas pada tempat tersebut. Ia tak mau melewatkan kesempatan tersebut, demi mendapatkan laporan dari hasil pengamatannya nanti. Ia memutuskan untuk pergi menuju tempat yang bisa menjangkau bintang tersebut dan menginap beberapa hari dengan sebuah tenda. Dan Yoona ikut pergi bersamanya, menemaninya.

Ketika ia sibuk dengan teropong bintangnya ia dikejutkan oleh Yoona yang tiba-tiba berlari di padang rumput tersebut. Mengejar seekor kupu-kupu berwarna kuning yang sebelumnya bertengger di rumput tinggi.

Kyuhyun masih memandanginya, khawatir karena ia tidak bisa memastikan tanah yang dipijaki Yoona seluruhnya rata. Namun ia malah terkekeh geli, menggeleng-gelengkan kepala menatap tingkah Yoona yang berkali-kali gagal menangkap kupu-kupu tersebut. Yoona terus berlari, berputar-putar, dengan rumput yang berkali-kali menerjang rok panjang nya ketika berlari, angin yang selalu membawa rambut panjang Yoona terbang memperlihatkan seluruh lekuk wajah Yoona dari jauh. Senyum selalu muncul dibibir Yoona, mengiringinya berlari, tangannya yang melambai, terkadang ikut menabrak rumput ilalang yang tumbuh tinggi.

Kyuhyun diam menatap Yoona yang aktif, tubuhnya kembali menunjukan responan dari pandangan indah yang ia lihat semenjak tadi. Jantungnya yang terus berdetak dengan kencang, menegangkan tubuhnya untuk tetap berposisi seperti itu. Tapi lamunannya terpecahkan ketika tawa manis Yoona terdengar memanggil nama nya

“Kyuhyun!..”

Kyuhyun tersenyum, membalas lambaian tangan Yoona yang sebelumnya diberikan pada nya. Masih bertahan menatapnya.  namun senyumannya perlahan hilang ketika pandangannya berganti, menjadi pemandangan yang bukan ia pandangi sekarang.

“Oppa!! Aku mendapatkan satu!”

“Apa yang kau dapatkan?”

“Kupu-kupu! Lihat!”

“…”

“Oppa!! Kau membuatnya pergi!”

“Maaf, aku sangat ingin memegangnya.”

“Aku sangat berusaha mendapatkannya, tapi kau malah menerbangkannya..”

“Iya maaf. Oppa akan mendapatkannya lagi untukmu.”

“Bohong, kupu-kupu itu sudah pergi meninggalkan tempat ini”

“Kata siapa? Lalu itu apa?”

“Waah..”

“Yaa Heii!! Jangan berlari..”

 

 

“Kyuhyun!! Aku mendapatkannya!!”

Teriakan Yoona mengembalikan dirinya kembali sadar, melihat Yoona berdiri dengan menyatukan kedua telapak tangannya menutup sesuatu. Ia tersenyum, dan perlahan berjalan menuju tempat dimana Yoona berdiri sekarang.

Malam. Tapi tampaknya bukan seperti malam. Karena kegelapan biru tua yang gelap itu sedikit terkalahkan oleh cahaya rembulan yang penuh benar menampakan dirinya, ditemani teman-teman kecilnya yang berkilauan setiap detik, bertebaran mengisi tiap lahan langit hitam yang kosong. Kedua pasang mata itu sama-sama saling menatap keatas, memandang keindahan cahaya rembulan malam dengan taburan bintang. Dengan hanya memiliki satu kursi lipat, tidak memungkinkan mereka untuk bisa menduduki kursi tersebut. Kini kursi lipat tersebut telah terambil alih oleh tubuh Kyuhyun, dengan ia menyandarkan punggungnya, berusaha menatap langit. Namun punggung Yoona lebih banyak mengambil alih perhatian Kyuhyun, yang sedang berdiri didepannya beberapa langkah dengan kedua tangan mengunci dibelakang, mengadahkan kepala.

“Hei, kau menutupiku.!”

Yoona berbalik menatap Kyuhyun yang sedang berbicara padanya. Sebentar ia bertanya mengisyaratkan dengan jari nya, lalu mendapat anggukan dari Kyuhyun. Yoona mengeluh lucu dengan bibirnya, dengan tidak semangat ia mulai berjalan untuk memberikan pandangan yang luas kepada Kyuhyun.

Kyuhyun tertawa diam menatap keluhan Yoona. Sebelum Yoona benar-benar pergi, satu tangannya menggapai tangan Yoona lalu menariknya tanpa pemberitahuan hingga posisi Yoona menduduki pangkuan kedua kaki Kyuhyun, dikursi lipat tersebut.

Keadaan kembali hening. Kyuhyun memang telah merencanakan ini, tapi ia tidak menduga kalau keadaan mereka menjadi seperti ini, canggung. Ia bisa melihat dengan jelas wajah Yoona yang awalnya terkejut langsung menundukan kepala nya, menutupi kedua pipinya yang telah berwarna merah muda.

Keheningan ia hentikan dengan dehaman nya yang tiba-tiba. Dan itu membuat Yoona sontak menatapnya

“Maaf aku hanya membawa satu kursi. Jadi agar adil-” ucapan Kyuhyun terhenti karena ia baru menyadari betapa dekatnya jarak wajahnya dengan wajah Yoona. Hingga ia bisa melihat dengan jelas lekukan wajah Yoona, mata yang besar, bibir tipis berwarna merah muda, kedua pipi nya pun masih belum terhilang dari semburat berwarna merah.

Sedikit suara serangga-serangga yang biasa berpatroli malam bisa terdengar. Menjadi backsound untuk malam dengan sinar bulan yang terang. Mungkin Ia belum menyadari itu, begitu juga dengan satu tangannya yang melingkari pinggang Yoona, sekedar menahannya dipangkuannya, ia belum menyadari kenapa tangannya bisa berpindah tanpa menimbulkan pemikiran apapun, langsung melingkari, mengenggam, menahan. Kedua mata nya pun masih menatap lekat kedua mata bulat itu, belum menyadari kenapa ia sangat tidak ingin untuk berpindah pandangan dari wajah Yoona.

Ia juga tak mengerti. Kenapa tangan kirinya tersebut perlahan lebih mengeratkan pelukan ke pinggang Yoona, mengenggamnya, mendekatkan kearahnya. Seperti ia belum menyadari ketika wajah cantik itu perlahan mendekati wajahnya seiring pelukan eratnya yang makin ia dekatkan.

Namun ia benar-benar ingat. Ketika bibirnya menyentuh miliknya yang lembut, dan manis.

::::

/Yeoboseyo../

/kenapa kau mengambil milikku?/

/Kau siapa?/

/apa kau telah mendengar kabar dari gadis manismu?/

/a-apa?/

/Aku memberikan penawaran bagus untukmu.. Berikan wanita yang disampingmu padaku, dan aku– akan mengembalikan yeojachingumu–/

 

Angin yang berhembus masih belum bisa membuat Kyuhyun bergerak dari posisinya. Ponselnya masih melekat ditelinga kiri nya. Sedangkan mata nya masih bertahan dengan sosok Yoona yang sedang asyik membaca majalah disofa panjang nya. Nafasnya tercekat. Seakan seluruh saraf tubuhnya seketika tidak lagi berfungsi membuat dirinya sungkan untuk bergerak.

“Yuri-ah, jangan pergi..”

“Oppa..”

“Aku– tak bisa. Aku sangat mencintaimu..”

“…”

“Kumohon, tetaplah disisiku..”

“Aku tak bisa Oppa, aku harus–“

“Kau satu-satunya wanita dihatiku, aku akan selalu mencintaimu..”

 

 

 

 

::::

Hingga tepat pada saatnya. Dimana hari yang telah ditentukan telah hadir menagih apa yang sebelumnya telah direncanakan.

Yoona masih dalam perasaan bahagianya berjalan sedikit melompat mengikuti Kyuhyun dari belakang. Tangannya ikut menari-nari menyentuh ilalang-ilalang yang seakan ikut menyambut kedatangan mereka. Namun langkahnya terhenti ketika pandangannya menangkap sebuah mobil sedan hitam terparkir jauh dari posisinya sekarang. Senyuman ceria nya, mulai menghilang.

Dua orang tampak keluar dari mobil hitam tersebut, seorang pria berjas hitam yang sangat familiar dengannya nya sedang merangkul wanita. yang sangat menyedihkan. Nafas Yoona tercekat. Ia tak melanjutkan langkah kaki nya.

Wajah pria yang tampak lebih tua dari dirinya mulai kembali menyerang benaknya. Perlakuan kejam itu, penderitaan yang harus ia terima ketika ia terpaksa tinggal bersama pria itu. Yang hingga kini ia masih menganggap gila pria tersebut, memaksa dirinya dengan berbagai ancaman yang sungguh menyiksa batinnya. Memaksa dirinya untuk menerima hatinya, memaksanya untuk selalu berada disisi nya, memaksanya untuk menjadi miliknya seutuhnya.

Ia sangat ingat. Ketika segala penderitaanya bersama pria itu berakhir. Saat kesempatan yang selalu ia tunggu akhirnya datang tanpa mengundang keraguannya sedikit pun. Ia berlari sekuat tenaga dari rumah besar tersebut, rumah yang ia sebut sebagai penjara kejam bagi dirinya. Ia terus berjalan, pergi, menjauh, sejauh-jauhnya dari rumah tersebut karena ia tak mau melihat wajah pria itu lagi dihadapannya. Kedua kakinya membawa dirinya seiring terdapat jalan yang panjang didepan mata nya, membawanya pergi entah kemana hanya untuk pergi, menghilang dari daerah tersebut.

Ia berjalan seharian, dengan tanpa makan sedikitpun. Hanya air yang ia temui tidak sengaja untuk memenuhi perutnya, dengan penampilan yang ia tak peduli lagi bagaimana. Yang ia inginkan hanyalah ia akan segera menemukan tempat yang tepat untuk dirinya.

Dan permintaanya terkabul

Seorang pengamat bintang yang sedang berjalan tak sengaja menemukannya terbaring lemas dipinggir jalan lalu membawa dirinya pulang, merawatnya.

Saat itulah ia menganggap bahwa ia benar-benar menemukan tempat yang tepat untuk dirinya, orang yang tepat untuk dirinya.

Kyuhyun yang menyadari ketertinggalan Yoona dibelakang membuatnya menoleh, berputar untuk menatapnya. Wajahnya masih terlihat sama. Diam dan pucat, menyelipkan rasa kebersalahan yang mendalam. Ia mendekati Yoona, menarik tangannya

“Ayo pergi–”

“Tidak mau..”

Yoona melepaskan pegangan Kyuhyun. Bertahan masih berdiri ditempatnya. Wajahnya mulai kembali pucat, dengan memohon menatap Kyuhyun agar ia tidak dibawa pergi menuju orang itu.

Tempat itu luas. Banyak memiliki tumbuhan yang pasti banyak menghasilkan oksigen. Namun Kyuhyun merasa ia tak terlalu penuh menghirup udara segar tersebut. Mata nya tak begitu menatap pekat kedua mata yang mulai bergetar. Menjauhi. Ia perlahan menoleh, untuk menatap sosok wanita yang dicintainya jauh berdiri dengan seorang lelaki yang tak dikenalnya. Badannya ikut berbalik. Menatap kedepan. Bersiap melangkahkan kedua kaki nya untuk menjemput kembali miliknya, kekasihnya

“Jangan pergi!..”

Langkahnya terhenti ketika kedua tangan Yoona mengenggam erat tangannya. Tubuhnya perlahan kembali berbalik. Menatap sosok wanita cantik yang sungguh ia tak bisa untuk bertahan lama menatapnya. Hati nya seperti tertusuk mendapati kedua mata indah itu mulai berair, menatap mata nya. Masuk ke relung jiwa nya, agar ia–mengubahnya. Sesaat ia mengambil satu langkah mundur. Namun Yoona kembali menariknya.

“Kyuhyun.. Jangan pergi, kumohon..”. Lebih erat. Ia merasakan getaran tangan lembut Yoona mengenggam kuat pergelangan tangannya.Suara Yoona lebih terdengar hampir terisak. Rapuh. Benar-benar memohon kepada Kyuhyun. Ia berusaha. Berusaha untuk menjauhi tatapan sedih itu, karena ia benar-benar tidak kuat. Berusaha menjauhi, namun tak terlakukan oleh kedua mata nya

“Aku menyukaimu Kyuhyun..”

“Huh?” Kyuhyun langsung menoleh menatap Yoona yang ia ketahui cepat mengubah posisi kedua matanya untuk menatap kebawah. Ia dapat melihat semburat merah muda muncul dipipi putih Yoona. Membuat dada nya menghangat.

Ia mendengar. Sangat jelas. Namun ia juga tak mengerti kenapa ia harus melakukan hal itu. Membuat dirinya seolah-olah tidak mendengar, tidak menanggapi. Itu salah.

Aku mendengarmu Yoona.

Jantung Kyuhyun terus berdegup dengan kencang. Satu tangannya terangkat. Menyentuh helaian rambut Yoona yang menutupi mata Yoona. Dan tak tahu kenapa tangannya berubah memegang dagu Yoona. Menopangnya, menyuruhnya untuk menatapnya. Ia dapat lebih jelas melihat wajah Yoona yang malu. Ia memberikan senyum manisnya. Dan perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona.

Sebelum Ia benar-benar menutup kedua mata nya. Wajah Yoona berganti dengan wajah Yuri yang memang memiliki sedikit kemiripan di wajah Yoona. Namun ia tak berhenti. Hingga akhirnya ia menutup mata. Mengecup bibir Yoona (Yuri) dengan lembut

 

Ingatan terakhir itu. Ingatan terakhir yang baru saja lewat dibenaknya itu. Membuat dirinya makin ragu. Ia– menyukai Im Yoona, wanita yang tidak sengaja ia temukan. Namun hatinya masih memiliki perasaan itu. Perasaan yang mendominasi nya untuk kekasihnya tersebut Kwon Yuri. Hingga ketika ia mencium bibir Yoona, ia– masih dapat melihat bayangan Yuri di tubuh Yoona dengan jelas.

Angin. Hembusan angin membawanya kembali mendongak untuk menatap wajah sedih Yoona. Rahangnya bergetar, ingin mengucapkan sesuatu untuk wanita ini. Namun ia tak dapat.

Karena hatinya selalu mengatakan

Aku mencintai Yuri. Aku mencintai Yuri. Dan aku selalu mencintainya.

Ia tak dapat membentuk kata lagi. Karena kata-kata itu telah terhapus oleh orang yang ia cintai. Kyuhyun kembali mendongak untuk menatap kedua mata Yoona yang berair, ingin menangis. Ia mengatakan nya melalui kedua matanya. Ia menyampaikan lewat kedua mata nya. Berusaha mengantarkannya hingga ke dalam jiwa Yoona.

Maafkan aku. Aku, mencintaimu Yoona..

Dan saat tiba waktunya. Kyuhyun menarik nafas panjang. Kedua mata nya menutup, memutuskan untuk tidak lagi menatap kedua mata sayu itu, mata wanita yang juga ia cintai. Tangannya juga ikut bergetar digenggaman Yoona, masih bisa merasakan, untuk terakhir kali merasakan ketika kulit Yoona bersentuhan dengan miliknya. Satu tangan lainnya mulai ikut menaik. Merambat untuk juga menyentuh tangan Yoona. Mengambilnya. Mengenggamnya, sebelum ia lepaskan dari pergelangan tangannya

“Aku..mencintainya, Yoona.”

Aku lebih mencintai Yuri.. Maafkan aku.. Tapi–

Dan air mata yang sebelumnya tertampung akhirnya turun melalui pipi nya melihat punggung Kyuhyun yang mulai menjauhi dirinya, berjalan menuju wanita tersebut. Hatinya sakit, perih. Melihat pria yang menyelamatkannya, merawatnya, pria yang dicintainya pergi menjauh dari dirinya. Lebih memilih meninggalkannya untuk wanita yang ia belum banyak tahu, namun ia tahu, sangat mengetahui kalau Kyuhyun benar-benar mencintai wanita tersebut.

Yoona terus kembali memanggil nama nya. Berharap ia akan berbalik. Menarik nya kembali dan membawanya. Namun tidak. Kyuhyun terus berjalan dengan menggandeng wanita hingga jauh dari jangkauan mata Yoona. Ia terus menangis, meneriaki nama Kyuhyun untuk mengatakan jangan pergi.. Jangan pergi.. Jangan tinggalkan aku..

Sesaat ia dapat melihat Kyuhyun sedikit menoleh menatap nya, sayu. Ia sungguh berharap, benar-benar berharap. Namun ia kembali merasakan gelap ketika Kyuhyun tidak melakukan apapun.

::::

Ketika seseorang itu pergi namun masih dengan membawa hatimu ditangannya, apakah kau masih menjaga perasaan itu? Ya, telah terhitung beberapa bulan ketika Yuri, kekasihnya meninggalkannya ke luar negeri untuk melakukan pekerjaannya. Ia tak memutuskannya, dan juga tak meninggalkan kata menyuruh untuk menunggunya. Jadi ia memutuskan untuk terus menjaga hatinya, menunggunya.

Hingga ia bertemu dengan Im Yoona. Wanita yang ia tak sengaja temukan, dan ternyata memiliki banyak kemiripan dengan seseorang yang berada dihatinya. Membuat hidupnya kembali, membawa setengah jiwanya kembali muncul. Walaupun bayangan Yuri masih dengan jelas membayangi dirinya. Tak terelakkan ia bahagia! Ia bahagia dengan wanita ini. Hingga ia tak sadar telah mencium bibir wanita itu dengan lembut, dengan seluruh hatinya.

Hatinya hancur! Bahagia! Sakit! Berbinar! Ia tak tahu harus memutuskan perasaannya. Ketika wanita yang dicintainya kembali dalam keadaan berbahaya. Ia tak berpikir apapun lagi kecuali dapat menyelamatkannya, mengembalikkan dalam pelukkannya. Walaupun ia tahu, bahwa saat itu.. Ia juga akan kehilangan Yoona. Setengah jiwa hidupnya..

::::

 

FIN

 

 

::::

 

 

 

 

Apakah sudah ada yang bisa menebaknya?

Ya! Fic ini saya buat berdasarkan MV Don’t Say Goodbye-nya Davichi. Dengan alur yang sangat sama, tapi ada sedikit perubahan.

Yang belum pernah liat mv nya saya sarankan untuk menonton, dan bagi yang udah liat saya sarankan untuk menonton kembali lalu berkunjung lagi kesini untuk membaca ulang kembali. Karena feel nya pasti lebih, dapet. Lebih, nyesek.

Masalah angts. Akhir-akhir ini saya banyak berkeliling didunia angts (yang sangat sukses menusuk-nusuk hati) jadi saya tidak ada berpikiran untuk mengubahnya menjadi Happy End. Jadi selamat bernyesek-nyesek ria .. :D. (Y..Y)

 

Do Not Copy.. This is my words, my sentences, my imagination (not plot).

Don’t mind to comment. Such a love sick that you felt after reading this. Compliment. Or such critism about my writing. Like, if you want. Vote, if you kind.

Thanks again to someone whose had made the story of MV Don’t Say Goodbye_Davichi. It’s help me so much..

Gomawo 🙂

 

 

 

 

Intansparkddict 😉

Iklan

19 thoughts on “Hello.. and Goodbye.. (Oneshot)

  1. aigoooooooo aku suka banget ma mv tu walaupun endingnnya menykitkan
    pantesan ajha dsri awal aku baca sampe akhir aku bingung kok sama kayag mv davichi tapi disini dh perbedaan sech author kenapa gg dibuat sequelnya tapi yang happy ending gitu 🙂
    ditunggu FF Kyuna yang lainnya Keep Writing Fighting 🙂

  2. LoVeYoOnA berkata:

    Baca pas bagian yg kyuppa nemuin Yoong ama liat bintang itu udah mulai ngeh klo cerita ini mirip sm salah satu mv nya davici tapi aku lupa judulnya apa…..
    Eh ternyata bener….authornya dpt insipirasi dr Don’t Say Goodbay
    keren thor,walaupun ga happy end….

    Ditunggu ffmu yg laen,,,,terutama sequelnya H…..

  3. Rifdah_Musketeers berkata:

    Kebetulan aku suka lagunya Davichi – Dont Say Goodbye. Menurutku ending gantung thor. Tapi tetep keren. Terus berkarya ne ^^

  4. Maya luoxiKim berkata:

    ahh kau keterlaluan cho,,,, dari awal shrusnya kau tak perlu pduli thdp yoong, liat skrg yoong sakit karnmu….eummm….

  5. hixz hixz hixz ,~(*+﹏+*)~ kenapa Yoona harus sakit hati, kenapa ending nya enggak yg lain aja walaupun aq suka dengan genre angst tapi itu berkaitan dengan kematian…

  6. wah… angst tetaplah angst… apapun ceritanya happy ending memang tidak selalu menjadi pilihan untuk penulis yang mengusung tema angst dalam tulisannya…
    dan aku bisa merasakan sesak di dada melalui tulisan ini…
    good job…

  7. YoonAddict berkata:

    iyahh nyesek bnget liat MV satu itu,, huwaaa ;(
    inii end’ny klou di-jadiin happy ending, pstii lebih seru.. Atou sequel thor..?? Heheehe
    tapii ini udah seru keren daebbak kok author 🙂

  8. hiks..hiks ‘nyesk. bcY awaly’ sieh bgss. Ehk pas endinggY. Nyesek kyu oppa tega. Tpi bgs bgt thor. Aq sbnrY. Gx ska klo yoong eoni sakitt. Tpi gx ap” lgh. Skali” hehe. Bgss bgt thor. DaEBAk.kyuna Jjan

  9. Whielf berkata:

    Hiks. ..sad ending T.T,ak jd sdh. . .ak udh pernh nntn mv davichi-don’t say goodbye,dan in sukses bkin ak pengn nangs >.<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s