A Thing That You didn’t Realize (Oneshot)

 

Tittle : A Thing That You didn’t Realize (Oneshot)
Author : Intansparkddict
Genre : Romance, Angst, Friendship
PG : 13+
Cast : Im Yoona
Shim Changmin

–CY–

Jika bisa memohon untuk memberikan ia kesempatan agar waktu bisa berhenti sebentar. Maka ia akan melakukannya. Memperlambat. Tiap detik jarum jam berjalan. Angin yang berdesir. Serta tiap tetes air yang jatuh dari pucuk daunnya. Seakan bisa menyimpanya, lebih lama. Tak dekat. Namun ia seperti bisa mencium aroma nya. Mendengar derap kaki nya melangkah. Menangkap bayangan dirinya dari sudut mata nya bekerja. Ini waktu yang paling ditunggu. Setelah sekian lama ia menyelesaikan setengah kewajibannya ditempat ini. Duduk. Dengan selalu waspada menatap, memandang, bersembunyi. Dari tempat yang selalu umum. Biasa. Tak dianggap orang.

Berat. Satu langkah yang bisa ia dapatkan. Sangat terlihat berat, untuknya. Walaupun bukan pertama kali. Tapi untuk beberapa kali. Ia selalu berat untuk melihat. Merasakannya, ketika langkah itu makin mendekat. Ia bisa melihat dengan jelas sesuatu yang sering dilupakan banyak orang. Terlebih jika sama seperti nya, orang lain tidak akan memperdulikannya. Namun ia, masih. Memperhatikannya. Hitam. Pekat. Jelas terlihat kumpulan rambut tersebut berkilau hitam, ketika bertabrakan dengan sinar matahari. Menutupi, melindungi kepalanya. Yang terkadang membuat tangan nya bergetar. Membayangkan. Bagaimana jika tangan nya menyentuh miliknya yang lembut.

“Yoona, apa kau mendengarkanku?”

Kedua bola kecil itu. Yang kadang bergerak. Menatap orang yang sedang berbicara disebelahnya. Berkedip. Menyelaraskan oksigen yang akan masuk kedalamnya. Cokelat. Gelap. Terlihat jelas lingkaran kecil ditengah-tengah berwarna putih itu, ketika membesar, terkejut. Ia sangat menyukai warna itu. Melengkung, menjadi kecil, mengiringi bibirnya yang bergerak, tersenyum. Tertawa. Membuat nya kadang ingin menggapai kedua kelopak mata itu. Menyentuh dengan jari nya. Mengecupnya.

“Yoona! Kau sedang mengkhayal?!”

Merasa sedikit sakit. Terkejut. Tepat diatas bahu kanannya, menyadari sebuah tangan mendarat tepat ditempat tersebut. Sukses. Spontan Membuat dirinya menoleh. Menatap seseorang yang memakai pakaian sepertinya, namun dengan warna rambut yang berbeda, cokelat muda, tubuh yang lebih pendek, dan tag nama yang berbeda, sedang menunjukan ekspresi kesalnya. Merengut.

“Yaa Sica! Kenapa kau melakukannya?!” Mengelus bahunya yang sebelumnya membuat dirinya terkejut. Menoleh kearahnya, Menatap wajah temannya itu, kesal, aneh. Bingung.
“Karena kau tidak mendengarkanku.!” Balasnya. Masih menunjukan kekesalannya. Yoona hanya merengutkan bibirnya menatap Jessica. Ingin membalas, tapi ia tahu kesalahannya. Tidak mendengar perkataan Jessica kepada nya sejak tadi. Ia kembali menatap objek, tempat, dimana sebelumnya ia terpaku.

Dan hilang.

Apa yang sebelumnya ia pandangi menghilang. Mata nya menyelusuri seluruh tempat, bagian dimana sebelumnya tempat ia berjalan. Dan memang benar-benar tidak ada. Ia menghela nafas panjang. Kekecewaan memenuhi ruang hati nya.

–CY–

Selanjutnya. Sebagaimana seluruh manusia didunia merasakannya. Menjalani hari demi hari melakukan aktivitas yang menjadi kewajibannya. Dan ia kembali lagi ditempat ini. Duduk ditempat yang sama. Jam yang sama. Seakan-akan sudah menjadi rutinitas yang biasa ia lakukan. Melakukan bersama temannya. Namun tidak melakukannya bersama-sama, karena ia hanya melakukanya sendiri. Menatap pria itu.

Dan prediksi nya salah.
Wajah. Tubuh. Yang ia harapkan datang, dan melewati jalan itu ternyata salah. Setelah sekian banyak orang-orang yang berpakaian sama dengannya melewati koridor itu, Ia tak menangkap sosok itu. Rambut hitam, mata cokelat gelap dengan pandangan lurus yang selalu menarik mata nya untuk tetap menatap kearah itu. Menarik nafas dalam. Kecewa. Frustasi. Bertanya-tanya. Akibat menunggu dengan harapan yang terlalu berlebihan.

Meskipun hingga kini ia belum mengetahui nama nya.

“Shim Changmin.”

Seketika Yoona kaget. Menatap Jessica yang berada disebelahnya tiba-tiba menyebutkan nama seseorang yang belum diketahuinya. Alisnya terangkat.

“Shim Changmin. Kelas 12 7” kini bibir Yoona terbuka. Menatap Jessica lebih bingung. Maksud dari apa yang disebutkan Jessica beberapa waktu yang lalu. Dan yang ia dapatkan hanyalah sebuah senyum simpul dari bibir Jessica. “Orang yang selalu kau pandangi itu. Nama nya Shim Changmin, kelas 12 7”
Lebih. Kini Yoona lebih dibuat terkejut lagi. Shim Changmin, orang yang ia pandangi. Bagaimana bisa Jessica mengetahuinya?. Selama ini ia tidak pernah memberitahu, bercerita apa yang sedang dilakukannya, apa yang ia rasakan. Tidak pernah sekalipun ia menyinggung nya.

Jessica terkekeh. “Terkejut?” Kini ia tertawa. “Mata mu bisa mengatakannya Yoona, kau kira selama ini kau yang selalu menatap koridor itu, objek itu, orang itu, aku tidak mengetahuinya?” Jessica mendecak. “Jika kau lebih memberitahunya padaku lebih awal, aku bisa mencari informasi sebanyak-banyaknya untukmu.”

Ia jelas mengetahui. Kenapa ia bisa menyukai pria yang bernama Shim Changmin tersebut. Diam. Pria itu tak banyak gerak, bicara. Ketika ia melihat dirinya berjalan bersama teman-temannya, ia hanya melihat dirinya diam, mendengarkan cerita teman-temannya. Tak peduli. Begitu banyak teman wanita nya yang cantik berada disekolah ini. Begitu banyak yang atraktif, namun tak pernah ia melihat dirinya benar-benar memandang wanita-wanita itu lama, tergoda, tak seperti teman-teman pria yang berada disekitarnya, selalu memberikan senyum dan tatapan menginginkan. Dingin. Sebuah keuntungan jika ia bisa menatap senyuman itu berulang kali dari bibirnya. Wajahnya. Karena ia benar-benar ingat, hanya terhitung beberapa kali ia bisa melihat dirinya tersenyum. Menampakan deretan giginya. Salah satu alasan terkuatnya membuat dirinya tertarik untuk memandangnya dirinya, selalu. Tinggi. Salah satu yang paling menonjol dari teman-teman se grup nya karena bisa dilihat ia mempunyai tubuh yang tinggi. Sebagaimana Yoona, menyukai pria yang tinggi. Tampan. Tak peduli ia selalu mendengarkan sindiran Jessica kalau Changmin tidak tampan, bukan tipe nya. Namun bagi Yoona, senyum yang jarang hadir di wajahnya itu merupakan hal tertampan yang membuat dirinya tertarik, selalu ingin melihat itu. Yoona selalu bersikeras membalas bahwa Jessica tidak pernah melhatnya tersenyum, hingga ia berpikiran seperti itu.

“Yoona. Ternyata ia cukup terkenal.” Yoona menoleh, menatap Jessica yang memberikan ekpresi tidak enak kepada nya. Yoona hanya menunggu nya hingga ia berbicara. “Ternyata, selain kau, banyak wanita yang menyukainya.”

Yoona menghela nafas. Sebenarnya ia tidak menduga jika banyak wanita yang menyukainya. Karena sosok Changmin adalah seseorang yang pendiam, tidak peduli, dingin, dan jarang tersenyum. Sifat-sifat yang dibenci banyak wanita. Terlebih ketika ia mendengar celotehan Jessica tentang jeleknya wajah Changmin yang tak pernah tersenyum itu, heran karena banyak wanita bisa menyukainya. Namun ketika ia menatapnya kembali, begitu banyak hal ditubuh Changmin yang menarik. Hingga ia mengerti. Kenapa ia, dan wanita-wanita lainnya menyukai dirinya.

Karena ia Penasaran.

–CY–

Jessica selalu memaksanya untuk menghampirinya. Berbicara dengannya. Dan itu selalu ditolak mentah-mentah oleh Yoona. Disamping menjaga kegengsian sebagai seorang wanita. Ia malu. Bahkan ia tak berani menatap kedua mata cokelat pekat itu lama. Jika hal itu terjadi, maka ia akan seperti orang bodoh berdiri didepannya.

Pernah. Satu hari. Jessica tak bisa menemani nya untuk mengantar dirinya pergi ke perpustakaan untuk mengambil buku yang akan menjadi pelajaran di jam selanjutnya. Jalan sendiri, dan itu sangat tak terbiasa untuknya. Karena ia selalu mendengarkan celotehan Jessica panjang yang membuat perutnya geli. Dan kini ia hanya diam. Kadang menatap lurus kedepan, ke bawah, ke kedua kakinya untuk menuju perpustakaan yang letaknya lumayan jauh dari kelas nya.

“Ah.” Tiba-tiba tubuhnya mundur kebelakang untuk menyeimbangkan tubuhnya agar ia tidak terjatuh. Memegang lengan kirinya yang baru terhempas dengan tubuh yang sepertinya lebih tinggi dari nya. Perlahan mata nya merayap ke atas untuk sekedar melihat siapa yang telah menghempas tubuhnya.

Sangat familiar.

Hingga ia menatap kedua bola mata cokelat pekat itu. Membuat nafasnya tercekat. Seketika darah mengalir cepat didalam tubuhnya, berdesir. Merasakan degupan cepat sesaat ia menangkap kedua mata nya. Bibirnya terbuka, namun tertutup kembali karena sepertinya ia terlalu sulit untuk mengeluarkan suara.

“Ma-af.”

Setidaknya. Satu kata itu yang merupakan hasil keberusahaannya untuk mengeluarkan suara. Hanya mendapat balasan itu. Tatapan lurus yang berasal dari kedua mata indah cokelatnya membuat dirinya bergidik. Namun tetap terasa nyaman, dan menginginkan lebih untuk menatapnya, lebih lama. Dan hingga tatapan itu putus ketika ia dan dirinya mendengar namanya dipanggil oleh salah satu temannya. Yoona menatapnya menoleh kesamping yang ia ketahui tempat dimana temannya itu memanggilnya. Ia hanya bisa terpaku melihatnya. Hingga ia menghilang pergi,

tanpa meninggalkan tatapan terakhir untuk nya.

–CY–

Setelah kejadian tatap menatap itu. Setiap Yoona selalu melaksanakan rutinitas nya untuk menatap Changmin, maka ia juga mendapatkan Changmin menatap balas ke arahnya. Namun hanya sebentar. Sekali. Karena Changmin menatapnya hanya dengan satu kedipan dari kelopak matanya, mengalihkannya, menjauhi, untuk lanjut mendengarkan teman-teman lainnya berbicara. Tapi Yoona tetap bertahan. Tetap melihat nya hingga ia menghilang dari keramaian orang-orang yang melewati koridor itu.

Satu orang bertambah mengetahui perasaannya tersebut. Bukan dari nya. Melainkan dari penceloteh Jessica yang mengatakannya. Kesal diawalnya karena ia masih malu untuk orang lain mengetahuinya. Namun mengingat ia merupakan salah satu teman terdekat nya setelah Jessica, ia menerimanya. Terkejut. Mendengar ternyata Tiffany merupakan salah satu teman lama Changmin, dimana mereka merupakan teman satu sekolah dan teman sekelas. Yoona bernafas lega ketika Tiffany tiba-tiba berbicara bahwa ia tidak dekat dengan Changmin, dan itu membuat pipi nya memerah ketika Tiffany dan Jessica terus menggoda nya. Mendapatkan banyak informasi yang sebelumnya tidak ia ketahui. Dari Tiffany. Sifatnya, kebiasaannya, yang aneh, berhasil membuat perutnya geli. Namun ia tidak merasakan ilfeel, malah ia makin dibuat penasaran oleh cerita Tiffany. Dan itu hanya mendapat gelengan kepala dari Tiffany dan Jessica.

Satu hari. Ia mendapat Tiffany setengah berlari cepat ke arahnya, disusul Jessica yang lebih lambat namun terlihat lebih lelah menuju kearahnya. Yoona berhenti berjalan lalu menoleh kearah mereka. Bertanya apa yang sedang terjadi. Sesaat Jessica telah berdiri disamping Tiffany. Tiffany menatap Jessica sebentar menanyakan sesuatu oleh mata yang tidak dimengerti Yoona. Dan Perlahan Tiffany kembali menoleh kearahnya.

“Yoona, sepertinya kau harus melupakan Changmin.” Sedetik itu juga. Yoona merasakan sesuatu yang tidak baik menganggu hati nya, batinnya. Terlebih, kata-kata Tiffany yang lembut, namun masih terdengar tegas masuk ke telinga nya. Seperti sesuatu yang buruk akan terjadi. Ia hanya diam. Menatap mereka berdua bergantian. Menunggu. Apa yang akan diucapkan mereka selanjutnya.

“Changmin. Mempunyai kekasih.”

–CY–

Hari berganti hari. Setelah kalimat yang diucapkan Tiffany itu. Selalu membayangi nya ketika ia tak sengaja menatap koridor itu. Bertanya. Apa baiknya yang ia akan lakukan sekarang.

Apakah ia harus berhenti?

Dan ia telah langsung menjawab pertanyaan itu sendiri. Bahwa ia memang benar-benar harus berhenti. Menyadari. Memang sebenarnya dari awal ia benar-benar harus berhenti, karena semua yang diharapkannya tidak mungkin terjadi. Dan memang benar tidak terjadi hingga kini. Menyadari, ini hanya suka dari salah satu pihak. Dimana ia menyukainya diam-diam, hanya menatapnya, tanpa melanjutkan tahapan selanjutnya untuk lebih dekat dengannya. Menyadari. Changmin tidak mengetahuinya, tidak mengenalnya. Membuat apa yang semua telah ia lakukan menjadi percuma, yang hanya memunculkan kebahagiaan dihatinya meskipun Changmin tidak pernah mengetahuinya.

Tidak pernah melihatnya.

–CY–

Hari terakhir. Setelah ia menghabiskan waktu 3 tahun disekolah ini. Belajar. Bermain. Dan bertemu dengan banyak orang, terutama sahabat-sahabat yang ia miliki. Selanjutnya, setelah selesai dari ini Ia akan melanjutkan ketahap yang lebih tinggi. Dan kini untuk pertama kali nya ia berdandan, cantik. Memakai sebuah gaun berwarna cream dengan higheels yang juga berwarna cream melekat ditubuh langsingnya. Rambutnya tergerai, dan sedikit bergelombang, jatuh tepat berada dikedua bahu nya. Wajahnya dibubuhi bedak, dengan bibir berwarna merah muda. Ia berjalan benar-benar seperti putri hari ini. Banyak orang tak mengenalinya, menanyakan nama nya hingga dua kali untuk menyakinkan bahwa ia adalah Im Yoona, siswi dari kelas 12 1. Ia hanya terkekeh ketika mendapat respon yang sama dari kedua sahabatnya.

Cerita cinta satu pihaknya. Akan menjadi salah satu kenangan yang mungkin akan selalu dikenangnya hingga nanti, meskipun tidak berakhir dengan bahagia. Jika ditanya apakah ia sakit hati. Itu pasti. Setiap orang yang berada diposisi nya pasti akan merasakan hal itu. Namun Yoona tidak mau bertahan lebih lama. Karena ia sadar. Banyak waktu dan perasaan terbuang sia-sia hanya karena cerita cinta satu pihaknya tersebut. Membuat dirinya, benar-benar bertekad bulat untuk melupakan pria bernama Shim Changmin, siswa dari kelas 12 7. Dan sepertinya. Seperti rencana sebelumnya, ia berhasil melakukan itu. Tanpa tangisan. Tanpa keluhan. Hanya membiarkan hati nya menjadi kosong, membuang jauh-jauh apa yang sebelumnya menjadi tempat untuk seorang Shim Changmin.

Terakhir!. Untuk terakhir kalinya, ia ingin melakukan sesuatu. Untuk benar-benar ingin membebaskan dirinya dari perasaan tersebut. Ia ingin bertemu dengannya, sekali. Berhadapan dengannya. Berbicara. Berkenalan. Hanya itu!. Ia hanya ingin melakukan itu dengannya. Untuk menambah kesan terakhir dalam catatan kenangannya. Untuk terakhir.

Sebelum mereka tidak akan bertemu kembali.

Ia. Masih ingat urutan nama nya. Dan ketika saatnya nama nya dipanggil. Ia sangat terpaku menatap kedepan. Menunggu hingga pria itu naik keatas untuk menerima piagam kelulusan, sama seperti dirinya ataupun siswa lainnya. Namun. Ternyata orang yang ditunggu itu tidak muncul, hingga nama nya tidak terdengar kembali karena sudah berganti dengan nama lain. Ia berdiri. Tangannya spontan mengenggam sisi rok gaunnya. Hanya ingin meluapkan emosi nya. Tak seharusnya ia sangat berharap. Dari awal hingga akhir harusnya ia telah mengetahuinya. Bodohnya ia masih mau menginginkan hal itu. Rencana terakhir. Bertemu dengannya. Menertawakan dirinya sendiri. Kini ia lebih terbodohi untuk kesekian kali untuk perasaannya sendiri. Menghela nafas. Ia harus merelakan perasaannya. Menghilangkan. Berhenti. Dan mulai berjalan. Memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Tanpa ingin menoleh kebelakang, lagi.

Memang seharusnya ia tak pernah mengharapkan sesuatu. Walaupun hanya sedikit.

Tak pernah melakukan hal bodoh yang ia lakukan setengah tahun. Hanya untuk melihatnya.

Karena ia benar-benar tahu.

Shim Changmin. Tidak pernah melihatnya, kembali.

–CY–

Nafasnya terengah-rengah. Tak berirama dengan derap langkah kakinya yang cepat. Berlari. Mendapat informasi dari orang yang terdekat. Ia lebih mempercepat lari nya. Tak peduli dengan penampilan yang sudah tidak sama seperti awal ketika ia memakainya.

Ia sangat ingin bertemu dengannya.

Langkah lari nya berhenti. Menatap apa yang sebelumnya dicarinya, dikejarnya. Telah tertangkap oleh kedua mata nya. Jauh. Sangat jauh dari gapaiannya. Namun ia tetap tersenyum. Karena akhirnya ia menemukannya.

Hendak berlari, kembali. Namun malah terpaku. Terhenti, melihat dirinya menaiki sebuah taksi. Meninggalkan nya, menatapnya menghilang dengan kendaraan biru tersebut. Menghilang dari sudut mata nya.

“Im Yoona. Aku melihatmu.”

–CY–

Kenyataan yang paling sakit adalah ketika ia tidak mengetahui bahwa dirinya ternyata melihatnya, kembali.*

–CY–

FIN

–CY–

My First ChangYoon Oneshot ..
Setelah sekian lama berharap bakalan bisa bikin fanfic ChangYoon, akhirnya kesampaian juga. πŸ™‚ dengan alur yang tidak berat, namun berakhir sad 😦 muehehe πŸ˜€ (piis) . Dan FYI ,, saya sangat menyukai couple ini.. Sangat,

Don’t mind to comment, like (heyy, its my first changyoon fic) I hope you can appreciate. Or give me some compliment, judge, critical.. Or whatever do you want to say to me (except Bash). Just write down!! πŸ™‚

Gomawoyo πŸ™‚

Intansparkddict πŸ˜‰

 

Iklan

27 thoughts on “A Thing That You didn’t Realize (Oneshot)

  1. uwahhh… ini harus ada sequelnya unni… please buat sequelnya ne… ffnya bener2 keren dach…. pokoknya hrz ada sequel buat ChangYoon bersatu… uxhe unni…

    • Yang aku tulis emg cuma sudut pandang Yoona aja. Sedangkan Changmin— tak ada πŸ˜€ ..
      Mian deh dbkin bingung. Tp aku sengaja buat gantung.. Shortshot.
      Gomawo yaa πŸ™‚

  2. LoveYoonA berkata:

    Wah keren bgt intan… Yah walopun changyoon ga bersatu..
    Ditunggu ff changyoon yg laen ya intan,….fighting!!

  3. ternyata kamu suka ChangYoon juga huahahaha….
    mmm.. untuk ff yang ini aku kurang dapat feel nya (Mianhaeee…) aku terombang ambing masih meraba cerita cinta sebelah pihak ini… kalau menurut aku, ini lebih fokus pada Yoona dan Changmin hanya selingan #hayoapaancuba (?)
    but over all, ceritanya rapi dan runtut…
    sekedar masukan nih, ntar kalo dirimu berniat membuat ChangYoon lagi, mending genre nya diganti, aku sendiri agak gimanaaaa gitu sama genre ‘angst’ hehehehe…
    dah ah, banyak x cakapku ntah apa2 yang dikritik ga jelas…
    keep writing and I will wait for the next stories of yours….

    • Iya,, suka banget ..
      Iyakah? Sy sudh memperkirakanny pemikirn org yg mmbaca ini,, tp ini emg udh direncanakan dgn genre angts, one pov, dn gantung..
      Mksih ats sarannya, tp sy skrg mlai tertarik dgn angts dn ingin membuatnya skali2..
      Tp makasih byk yah.. (Jrg2 ad komen pnjg kyk gni..) Haahha

  4. ah23yuuli berkata:

    annyeong q readers baru disini salam kenal. ^^
    WAH.. author jga suka sma changyoon couple y.. YEAH.. sama donk kayak q. tpi q jga suka sma kyuna couple kok.. kekeke.. ^^
    ffnya keren nyentuh banget tulisannya, trus feelnya q dapet.
    buat ff changyoon yg byk y thor, q tunggu karya2mu
    ^^

  5. Cho kaizi berkata:

    Ohmaigattt thor, ceritanya super duper keren πŸ˜€ yaaa walaupun hrus sad ending
    bikin capternya donk thor, pasti lebih keren
    ceritanya kayak cerita pas aku SMA, tapi ending ceritaku jauh lebih ngenes lagi. Ckck #curcol

    hwaiting thor πŸ˜‰

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s