H-5

Tittle : H-5
Author : Intansparkddict
PG : 15+
Length: 3.180 w
Genre : Love, Friendship, Enggaged
Main cast : I’m Yoona
Cho Kyuhyun
Seo Joohyun
Shim Changmin

[Ehm.. Mian nih sebelumnya. Post kali ini amburadul. Penyebabnya adalah saya mengupdate lewat ponsel.. Jadi.. Ya begini.. Kekeke :D]

Oke .. Happy reading all!!

***

I wasn’t angry.
I understand him. Though I never want to accepted it.
But why..
After I had saved it hard, all time.
Why I have to met him
Again..?

***

I found new one. That I never saw it before.
I still didn’t know.
Why..
I can felt like that..
And now..
I was curious,, really.
About her..

***

Ia melirik kesebuah sebuah layar ponselnya. Menghela nafas. Berpikir. Apa ini akan baik?

Angka tersebut menunjukan ke angka 5. Dimana langit masih kehilangan matahari yang setengah jam lagi akan muncul. Bintang masih berkelap-kelip. Tapi tak dipungkiri jika kerlipan itu sebentar lagi akan hilang. Menarik nafas panjang, tangannya masih mengenggam ponsel lebarnya. Menebak. Mungkinkah ia masih terlelap?

Ia telah memegang knop pintu selama lima menit, namun belum membuat gerakan yang akan membuat benda itu terbuka. Tapi perlahan, ketika ia membuka mata, menarik nafas. Knop pintu itu bergerak, seiring dorongan membuat sebuah celah untuk dirinya. Ia masuk ke rumah itu.

Sama seperti sebelumnya.

Ketika pertama kali melihatnya. Memasukinya. Tepat 13 jam lalu. Memandang sekitar, sebentar. Lalu melanjutkan melangkahkan kaki nya ke ruangan utama. Saat tubuhnya telah tepat berada di depan pintu berwarna coklat. Detakkan hebat. Mengguncang dada nya. Perasaan aneh. Belum pernah ia rasakan selama hidupnya. Berbeda. Dengan degupan lain saat melihat Seohyun.

Apakah perasaan ini yang dialami seorang suami?

Menarik nafas. Membenarkan letak kerapian pakaian piyama dan jaket yang dipakainya. Setelah sudah. Ia membuka nya.

Menghela nafas. Lega. Sekilas melihat keadaan kamar itu sama seperti ia meninggalkannya. Masih remang. Hanya dengan dua lampu tidur yang masih menyala tidak begitu terang di sisi kiri kanan meja yang terletak disamping tempat tidur. Mungkinkah penghuninya juga masih sama? Terlelap? Seperti ia meninggalkannya?.

Namun.

Nafasnya tercekat.

Objek utama yang membuat dirinya sebelumnya cemas. Ternyata tengah santai membaca sebuah majalah di sedikit terang nya lampu tidur yang tepat terletak disebelah dirinya. Kyuhyun terdiam. Mematung. Batinnya tak tenang. Memikirkan tak tentu. Melihat Yoona masih sibuk dengan kegiatan membacanya.

Apakah dirinya tidak menyadari keberadaannya sekarang?

Ia memutuskan untuk menjelaskannya.

“Euhm, Yoona aku–”
Dan benar. Ketika baru dua kata yang diucapkan Kyuhyun, Yoona mendongak. Menatap Kyuhyun yang kini kembali terdiam. Belum melanjutkan kata-katanya. Tatapannya, semakin membuat Kyuhyun gugup. Memikirkan sesuatu yang mungkin sebagaimana seorang istri sedang memikirkan suaminya.

“A-aku hanya pergi keluar sebentar untuk–”
“Aku tidak menunggumu..”. Yoona kembali menatap majalahnya. Membaca. Intonasinya cepat. Mendatar. Menusuk. Ia tidak terlihat takut, gugup, cemas, ataupun yang diperkirakan Kyuhyun sebelumnya.

Santai. Dan tenang.

Seakan tahu apa yang sedang dipikirkan Kyuhyun. Ia tidak berbohong. Karena benar ia tidak sedang menunggu. Ia hanya tidak bisa tidur. Lalu membaca majalah, mungkin saja akan dapat cepat membantu mata nya lelah. Tetapi ternyata tidak. Mata nya tidak tidur. Hanya tertutup, sebagaimana mata manusia yang sedang tidur. Namun sebenarnya, ia masih bisa berpikir. Mendengar jelas, apa-apa saja yang menganggu nya. Ia berusaha tidak membuka mata nya, tetapi ketika mendengar sesuatu seperti decitan pintu, mata nya spontan terbuka. Melihat, dan ternyata hanya suara jendela yang diterpa angin. Sialnya setelah itu, perkiraannya benar. Kedua mata nya selalu memberontak untuk terus terbuka, memaksa nya untuk tetap terjaga. Dan selama itu. Kepala nya tak berhenti berpikir. Membuat dirinya kesal, lalu beralih melakukan kegiatan agar kepala nya berhenti berpikir. Yaitu membaca. Tak disangka ia telah menghabiskan banyak waktu hanya untuk memahami lembaran-demi lembaran majalah itu. Dan hingga Kyuhyun membuka pintu tersebut.

Ketika ia merasakan ranjang nya bergerak tidak stabil, ia menoleh sebentar. Dan benar. Kyuhyun kini sedang berbaring disampingnya. Namun mata nya belum tertutup. Terbuka, menatap keatas.

“Aku tidak tahu jika kau pengidap insomnia..”
“Itu datang ketika sedang banyak pikiran.”
“Memang apa yang sedang kau pikirkan?”
Kyuhyun menatap keatas kanan, kearah Yoona yang sekarang terdiam. Sekilas Yoona meliriknya lalu menatap majalah lagi. “Entahlah. Sesuatu yang mungkin kau harapkan untuk kupikirkan..”

Kyuhyun terdiam. Menghindari tatapan Yoona. Baru saja, beberapa detik yang lalu ia memikirkan hal itu. Namun tatapan Yoona terasa Sangat rawan. Seperti juga mengetahui apa yang sedang dipikirkannya.
“Maaf..”
Ucap Kyuhyun lembut. Mata nya tampak selalu tak tenang. Menatap. Menghindar keseluruh arah.
“Untuk apa?”

“Untuk sebelumnya..”
Yoona terdiam. Ia mengerti maksud Kyuhyun. Mungkin kejadian malam tadi. Ketika ia meninggalkan dirinya sendiri dimana merupakan malam pertama nya sebagai seorang suami dan istri, hanya untuk seorang. Seohyun.

“Tapi kau tahu. Aku benci sendiri.”
Mata Kyuhyun yang sebelumnya tertutup. Spontan terbuka. Mata nya berkedip, sedikit tidak normal. Cepat. Memastikan ia tidak salah mendengar. Namun tak lama. Ia menghembuskan nafas pelan.

“Maaf.” Sedikit penyesalan tampak diwajah Kyuhyun. ” Tapi aku harus mengatakan kepadanya..”

“Apakah ia meminta mu untuk kembali?” Kyuhyun spontan mendongak. Menatap Yoona.

“Yoona..”

“Jika aku menjadi dirinya, aku pasti akan melakukan hal itu.” Yoona menatap balas tatapan Kyuhyun. Ia tahu ia tidak pantas mengatakan hal itu. Tapi ia bukanlah orang yang selalu mendendam, jika menurutnya tidak baik. Ia akan mengungkapkannya “Namun terkadang, hal itu tidak selalu benar.” ia beralih menatap kedepan.

Menghirup udara.

“Jika ini berlangsung lebih lama. Ini akan lebih menyakitkan pihak ketiga.” Yoona kembali menangkap mata Kyuhyun. Mata nya tepat berada di bayangan lingkarang mata Kyuhyun. Tegas. “Dimana aku, atau dia yang berada dalam posisi itu.”

“Haruskah kita mempercepat perceraian kita?”
“Kau kira perceraian dapat dilakukan dengan mudah?”
Kyuhyun terdiam.

“Orang tuamu tidak akan membiarkannya begitu saja”

***

Hari ini. Ia telah rapi mengenakan sebuah dress yang bercorak bunga berwarna coklat ditepinya. Yang terlihat rapi, dan manis ditubuhnya. Ia tidak menyukai hal yang terlalu formal. Terlalu kaku. Meskipun ia bukan lah seorang gadis yang ceria. Tapi memang ia tidak menyukai segala sesuatu yang sangat formal ataupun mewah. Ia pergi hanya untuk melihat. Mencari kegiatan, karena tidak ada lagi rancangan yang ia akan cek. Toko nya telah berjalan dengan baik. Dan sekarang ia berjalan, dimana terus bertemu orang-orang sibuk memegang banyak kertas. Banyak tertulis laporan, foto-foto model, ataupun sponsor dan iklan yang tertempel dikertas tersebut. Ia tidak berniat untuk mencari suami nya.

Hanya berjalan.

Ia ingin mendapatkan pemandangan baru. Memasuki perusahaan ini, merupakan hal pertama kali yang dilakukan seumur hidupnya. Langkah kaki nya tampak anggun berjalan, pelan. Mata nya tak berhenti beredar, seakan tidak mau melewatkan sedikitpun gambar-gambar dan poster yang tertempel ditembok dinding. Kini ia memasuki sebuah koridor. Yang belum tahu jelas terletak dimana. Keributan tak terdengar lagi. Manusia pun hanya satu atau dua yang berlalu lalang. Dalam jarak beberapa meter selalu terdapat pintu yang bertuliskan sesuatu yang tidak ia mengerti. Ia tidak terlalu memperhatikan wajah-wajah yang selalu lewat dihadapannya, karena tak terlalu penting baginya, walaupun orang-orang tersebut merupakan bagian dari perusahaan itu. Perusahaan milik suaminya.

Namun.

Tiba-tiba langkahnya terhenti

“Tuan, saya mendapatkan informasi dari para staff. Kalau Nona Cho sekarang sedang mengunjungi gedung. Haruskah saya susul untuk membawanya menemui anda?”
Tangan Kyuhyun berhenti menulis. Ia mendongak menatap sekertaris yang sedang berdiri tepat didepan meja kerja nya. Melirik jam yang ada ditangannya. Lalu ia menggeleng. “Tidak perlu. Ia akan segera kesini jika ingin menemui saya.”

“Baiklah, saya permisi.”

Kyuhyun mengangguk. Menatap tubuh sekertarisnya yang telah menghilang dari balik pintu yang tertutup. Ia melirik kearah jam nya lagi. Jarum pendek berwarna hitam tersebut menunjukan ke arah bawah kanan. Angka 4. Dimana dua jam setelahnya, waktu kerja nya habis.

Berpikir.

Apa yang ingin dilakukannya, pergi kesini? Ke gedung, kantor kerjanya. Dirumah ia tidak pernah membahas tentang urusan kantor, apalagi pekerjaan Kyuhyun. Lalu kenapa tiba-tiba ia kesini?

Entahlah, ia belum mendapatkan jawabannya. Ia kembali melihat berkas yang tertindih-tindih di atas meja nya. Kembali mengingatkan dirinya tugas yang harus diselesaikannya. Tak lama, ia kembali menggerakkan pulpen nya. Menulis hal-hal yang telah ia mengerti. Dan harus diisi.

Tubuh Yoona mematung. Jantungnya berdegup dengan kencang. Kedua tangannya tak terkontrol meremas ujung rok gaunnya. Dada nya benar-benar terasa sesak. Ketika menatap senyuman itu.

Berharap.

Ia tidak menoleh ke arah nya.

Namun ternyata..

“Yoona..?”

Gigi Yoona beradu. Menahan sesuatu yang terasa sesak. Suara itu. Ketika memanggil nama nya. Jelas sangat tersimpan dimemori otak nya. Lembut. Sesuatu yang sangat ia rindukan. Sangat lama. Mata nya mulai berkedip normal. Menatap. Tubuh yang tenyata bukan halusinasi itu tengah berada tak terlalu jauh berada didepannya. Ia memejamkan mata nya. Beberapa kerinduan yang dipendam, satu per satu muncul bergantian dibenaknya. Terbuai. Membuat tangannya mengepal. Kebiasaan yang selalu ia lakukan dahulu.
Mengenggam.

“Aku kecewa denganmu.”

Dan terasa..
Hampa.

Tersadar, kalau ternyata benda itu kini tidak berada lagi digenggamannya. Benda yang sangat ia percayai. Menyimpan banyak janji yang ia nantikan.
Dulu..

Kata-kata itu sungguh tak terlupakan. Sangat sulit menghilang dari memori nya. Yang telah membuat dirinya menangis. Terasa sesak. Sakit..
Namun, ketika ia kembali mendapatkan akal logika nya. Ia tersadar. Apa yang sedang terjadi. Ia membuka mata. Tubuh itu terlihat makin mendekat. Deru nafasnya tak beraturan. Semakin tak terkontrol karena hanya tinggal beberapa meter lagi tubuh itu sampai didepannya.

Seperti kilat.
Yoona membalikkan tubuhnya.

“Yoona.. Aku tidak salah melihatmu bukan?”

Mata Yoona terpejam. Mengigit bibir bawahnya. Saat mendengar suara itu kembali memanggilnya. Hatinya sungguh. Tak bisa tertahan. Sangat masih membekas. ia menahan. Namun, Air mata mulai menetes dipipi nya.
Ia berjalan. Melangkah.

“Yoona..!”
Kembali. Ketika ia mendengar panggilan itu. Jantung nya seketika tertarik sangat dalam. Dan terus. Berusaha cepat, melangkahkan kaki nya menjauhi orang itu. Telinga nya berusaha tidak menghiraukan suara itu, panggilan itu. Terus berjalan, tak tentu arah.
Namun tubuh itu ternyata mengikuti nya. Karena suara nya terus terdengar, makin dekat. Memanggil nama nya. Kepala nya tak sanggup berpikir. Semakin terdesak, mengetahui suara itu makin jelas terdengar ditelinga nya.

Ketika semakin mendekat. Yoona melangkah ke dalam ruangan yang sebelumnya pintu nya terbuka.
Dan benar. Langkah yang diambilnya benar-benar tepat.

Tubuh dan suara itu terlewat, seiring ia menutup cepat pintu tersebut. Ia berdiri. Membelakangi pintu tersebut. Ia membebaskan air mata nya. Yang langsung turun, mengaliri pipi nya.

Kenapa pria itu muncul kembali. Setelah ucapan perpisahan terakhirnya. Lima bulan lalu. Kenapa ia harus bertemu dengannya, melihat wajahnya kembali. Disaat ia perlahan mulai memudarkan senyum lembut yang selalu muncul dibenaknya. Kenapa ia memanggil nama nya (lagi), seperti itu, berulang kali, sesuatu yang membuat dirinya (dulu) makin jatuh kepadanya. Ketika ia mulai belajar untuk tidak merindukan suara itu.

Sulit mendapatkan udara. Hidungnya kini tersumbat karena isakkan yang terus terasa sesak. Tubuhnya perlahan merosot. turun kebawah.

Lelah. Dan Rapuh.

Kyuhyun melirik jam. Menghela nafas. Lagi-lagi ini kembali terjadi. Ia kembali ingkar. Tak terasa telah 120 menit ia melewatkan jam habis kantornya. Dibuktikan dengan jarum pendek di jam tangan kecilnya yang menunjukan angka 8. Ingkar waktu. Penyebab rutinnya ialah kertas-kertas yang selalu tertumpuk di atas meja nya. Yang selalu terbayang dengan tanggung jawab yang menghantui pikirannya ketika menatap berkas-berkas tersebut. Membanting punggungnya kasar ke sandaran kursi putarnya. Membuang nafas. Lega. Berharap hari esok dan esok tidak ada lagi kertas-kertas bertumpuk diatas meja nya. Ia mulai tegak berdiri.

Berjalan, mengambil jas yang sebelumnya masih tergantung dipenyangga pakaian. Memakainya cepat, lalu kembali berjalan menuju pintu.
Ruangan para staff yang biasanya terang benderang oleh cahaya lampu dan komputer. Kini tampak remang, karena hanya tinggal satu atau dua lampu yang dinyalakan. Kyuhyun memaklumi nya. Karena jam kerja telah habis dua jam yang lalu. Para karyawannya tentunya telah meninggalkan gedung ini dengan menyelesaikan tugas hari ini. Sekali ia bertemu dengan seorang OB yang ternyata bertugas untuk mengunci gedung malam ini, beruntung ia telah selesai, jadi sang OB tidak perlu memanggil dirinya untuk menyuruh ia meninggalkan gedung ini. Sedikit melakukan percakapan tentang keadaan gedung, Kyuhyun pamit dan sang OB memberi hormat kepada nya. Ia kembali melanjutkan langkah kakinya menuju pintu keluar gedung tersebut.

Memasuki koridor. Yang merupakan koridor ketiga yang ia lewati setelah koridor-koridor yang menjadi jalan pilihannya kali ini, karena salah satu rute pintas untuk cepat sampai menuju tempat parkir mobilnya. Koridor tersebut, Bertumpuk dengan ruangan-ruangan yang jarang terpakai, atau non-aktif, namun sangat dianggap penting (dibutuhkan) untuk berada digedung tersebut. Mengetahui, ia pasti. Karena ia pemimpinnya. Tak mungkin ia tidak mengetahui ciri-ciri ruangan yang dimiliki digedung ini.

Satu pintu..

Dua pintu..

Namun ketika hendak mencapai pintu ketiga. Mata nya terasa.. terganjal.

Sesuatu.

Terbuka.

Pintu yang tertulis hangul Korea dengan arti gudang itu, tidak tertutup rapat. Kurang lebih, 20cm. Pintu tersebut terbuka. Mengintipkan area gelap yang terpancar dari ruangan tersebut. Kyuhyun mendecak. Sedikit menyalahkan OB yang beberapa menit baru ia temui tadi, karena dirinya lupa bertugas untuk mengecek semua pintu ruangan yang berada digedung ini agar tertutup dan terkunci rapat. Menghela nafas. Ia melangkahkan kakinya menuju pintu terbuka tersebut, bermaksud menutupnya agar gedung ini selalu terlihat aman, rapi, tidak tercecer. Tangannya mulai menyentuh gagang pintu berwarna hijau tersebut.

Namun kembali.

Mata nya menangkap sesuatu (kedua) yang mengganjal matanya kembali.
Ia melihat sesosok (seperti) manusia yang tengah duduk di sudut, dekat kardus-kardus yang berlipat-lipat, tertumpuk. Sedikit ragu. Benaknya memungkinkan ia hanya sedang berhalusinasi atau melihat sesosok hantu yang sedang muncul dimalam itu.

Tapi ia tidak peduli.

Rasa penasarannya membuat tangannya spontan mendorong gagang pintu tersebut, membuat pintu tersebut kini benar-benar terbuka lebar.
Dan apa yang kini dilihatnya. Membuat dirinya semakin tak percaya.

“Yoona..?”

***

Seharian ini. Ia tidak mendapatkan pesan dari dirinya. Baik telpon maupun pesan singkat satu atau dua kata yang biasa ia terima. Ia tahu. Kalau dirinya sibuk. Karena belum lama ini dirinya telah mulai memiliki sebuah tanggung jawab yang sangat besar. Tapi tak pernah, selalu luput seperti hari ini. Paling tidak satu pesan. Pengantar nya sebelum ia pergi tidur.

Seperti biasa. Setelah semua yang telah terjadi. Batin dan benaknya selalu tak enak. Sama seperti kini, berburuk sangka, memenuhi hati nya. Dirinya yang terlampau sensitif. Tak sengaja menjatuhkan air mata dipipi nya. Telpon yang sebelumnya selalu tergenggam, perhatian. Kini terletak asal di meja sebelah tempat tidurnya. Dirinya masih terisak, membayangkan sesuatu yang (mungkin) dilakukan dirinya sekarang.

Bertanya.

Apakah ia kini terlupakan?

***

Kyuhyun menghempaskan sebagian tubuhnya di bangku pengemudi. Menutup pintu. Dan menghela nafas. Ia melirik wanita yang duduk disebelahnya. Melemparkan tatapan aneh, membingungkan, sekaligus..

Mengkhawatirkan.

Terkejut. Ia benar-benar terkejut mendapatkan dirinya dalam keadaan seperti ini. Entah sadar, atau tidak, ia pun belum dapat jelas menebaknya.

Belum pernah terjadi!

Selama ia bertemu dengannya. Ia belum menemukan sifat ini. Yang sangat tak terduga akan dilakukan oleh dirinya. Seseorang yang tegas, tidak ragu, selalu membicarakan langsung apa yang tidak disukainya dan (sedikit) sering menusuk perasaan orang lain karena kata-kata yang diucapkannya. Berkeadaan seperti ini.

Diam. Tatapan lurus. Lemah. Dan sangat tampak.

Rapuh.

Ia menemukannya duduk bersimpuh di sudut gudang gelap tersebut. Diam. Dan pipi basah karena tempat jalannya air mata mengalir. Kyuhyun Terus memanggil nama nya berulang kali untuk kembali lebih memastikan.
Tapi Yoona hanya menggeleng. Terus menggeleng. Membuat Kyuhyun makin bingung. Ia terus mengatakan
“Kumohon, jangan memanggilku seperti itu..”
Lembut. Sedikit terisak. Jelas terdengar, suara lemah itu disebabkan karena sebelumnya ia menangis. Kyuhyun makin dibuatnya kalut. Ia benar-benar shock, melihat keadaannya seperti ini. Berbeda. Sangat berbeda seperti Im (Cho) Yoona yang selama ini ia temui. Ia berhenti memanggil nama nya, menuruti ucapannya. Perlahan ia memegang telapak tangannya. Basah, ia merasakan kelembaban dingin yang menyebar dikulit telapak tangannya disaat ia menyentuh telapak tangannya. Dengan lembut. Ia mulai bertanya, kenapa, apa yang telah terjadi, siapa yang melakukannya.
Hanya mendapat jawaban.

“Harusnya ini tak pernah terjadi..”
Terisak. Namun Kyuhyun tidak melihat adanya air mata yang turun dipipi nya. Ia benar-benar tidak tahu, bagaimana awal terjadinya, hingga kini dirinya dalam keadaan seperti ini. Sangat-sangat tidak dapat dipercaya.

Yoona berbicara aneh. Meracau. Namun Lembut.

Kyuhyun berpikiran kalau ada sesuatu aneh yang terjadi pada Yoona.

Dan benar.
Ketika ia menyentuh dahi nya. Suhu hangat tak bisa terhindarkan walaupun sedikit terkelabui oleh keringat dinginnya. Kyuhyun bergidik, sedikit terkejut saat merasakan panasnya dahi Yoona. Wajahnya memunculkan kekhawatiran. Ia menatap kedua mata Yoona, lembut. Sedikit mencari sesuatu dimata nya yang mungkin akan memberitahuinya. Namun kosong. Ia menarik nafas.

“Ayo.. Kita pulang..”

Kyuhyun membaringkan tubuh Yoona diranjang. Terlihat Kedua mata nya masih terbuka. Tetapi yang terlihat dibalik kedua matanya hanyalah. Hampa. Kosong. Ia membuka short heel Yoona agar lebih nyaman dibawa terlelap. Menarik selimut untuk menutupi tubuhnya hingga kepinggang. Berdiri. Menatapnya. Tubuh yang kaku, dengan mata terbuka itu membuat kepala nya makin banyak terisi pertanyaan-pertanyaan.

Apa yang telah membuat dirinya begini.

Pikiran itu berhenti ketika terdengar ketukan di sebuah kayu yang berasal dari luar pintu nya. Membuat dirinya menoleh. Berjalan, tanpa ragu segera membuka gagang pintu tersebut. “Apa yang kau lakukan disana?.. Cepat!”

“Kau tidak menyuruhku masuk Kyuhyun!”

“Ara ara. Sekarang cepatlah, sebelum keadaannya tambah memburuk.” Kyuhyun memberi jalan pada orang yang berjas putih tersebut. Memandang (sekilas) kesal, lalu mengikuti nya berjalan dibelakang menuju tubuh Yoona yang terbaring di ranjang. Kyuhyun hanya dapat memerhatikan orang tersebut menyentuh dada atas Yoona menggunakan Stetoskopnya, menyinari cahaya ke kedua mata Yoona menggunakan senter kecilnya. Hanya dapat menunggu. Lalu segera menghampiri, ketika orang itu telah berdiri.

“Bagaimana?”

“Apa yang sebelumnya telah terjadi kepadanya?”

“Aku juga tak tahu.” Mata Kyuhyun mulai menatap Yoona. Memandang, kedua mata yang perlahan saling menutup karena efek dari obat pelelap yang sebelumnya telah disuntikan oleh Dokter tersebut. Dibenaknya kembali muncul ketika dirinya melihat Yoona dalam keadaan bersimpuh. “Aku menemukannya telah dalam keadaan seperti ini.”

Dokter itu ikut memandang Yoona.
“Seperti Depresi. Luka, pikiran yang selama ini telah ia pendam, tiba-tiba kembali terbuka, terkeluarkan.” Ia kembali memandang Kyuhyun. “Ia yang masih belum siap, merasakan shock yang sangat kuat mendera pikiran dan hati nya. Hingga membuat dirinya seperti berhalusinasi, meracau. Dan membuat suhu tubuhnya spontan naik,”

Kyuhyun tak melepas pandangannya dari Yoona, walaupun ia tahu sang dokter sedang memandang dirinya. Kembali berpikir. Penasaran. Apa yang telah membuat seorang wanita yang ia anggap kuat, ternyata bisa menjadi seperti ini. Depresi. Sepertinya ia mempunya masa lalu..

Yang mungkin buruk..

Ia menoleh. Membalas tatapan dokter.
“Jadi,, apa baiknya yang harus dilakukan?” Ia menarik nafas. “Aku benar-benar belum mengenalnya. Belum mengetahuinya.”

Tangan dokter itu memegang bahu Kyuhyun.

“Sementara ini, kau harus selalu menemaninya.” Kyuhyun menoleh menatap dokter tersebut. “Karena sepertinya ia pernah mengalami trauma. Jika ia sendiri. Kesepian..”

Ia kembali melemparkan pandangannya menatap Yoona. Melihat wajahnya kini mengingatkan dirinya ucapan yang pernah ia lontarkan sebelumnya. Ketika dimalam pertama pernikahan mereka, ia malah pergi menemui Seohyun, meninggalkannya tidur hanya seorang diri (walaupun tidak tertidur).

Kalau ia sangat benci untuk berada sendiri.

“Menurutku. Dia wanita yang cantik..”

“Yaa!.. Dia istriku!”

Dokter tersebut tertawa. “Kau tak boleh tamak Kyuhyun. Kau harus memilih satu..” Tangannya menepuk bahu Kyuhyun.

Kyuhyun terdiam. Walaupun ia mengerti. Sahabat sekaligus dokter tersebut sedang bercanda dengannya, namun ia merasa sedikit tersinggung. Dan merasa ucapan itu benar-benar adanya. Ia benar-benar dalam posisi itu. Harus mengalami posisi itu. Menarik nafas.

Changmin yang melihat ekspresi sahabatnya menjadi diam. Ia kembali mengerti. Persoalan yang sedang dihadapi sahabatnya kini benar-benar tidak mudah. Walaupun itu hanya karena wanita. Yang kadang dianggap pria lain remeh, karena wanita. bisa diambil, dan dibuang sesuka hati mereka. Ia bukan mau menakutinya. Karena ia tahu, Kyuhyun telah dewasa, dan (harusnya) telah dapat menentukan jalan hidupnya.

Namun sekarang..

Sepertinya belum.

“Kyuhyun. Cepat ataupun lambat, kau harus menentukannya..”

***

TBC

***

Weh weh.. Hayyy!!!!
I’m back.. Yeah Aha 😀
Berusaha untuk memenuhi permintaan anda. Dan ini lah yang dihasilkan. Hehehe 😉 walaupun kurang romantis, tapi ini benar-benar genre dari fanfic H. (Possibly not your hope how it out,, )
Dua karakter muncul!!!
Satu diketahui dan yang satu lagi.. Hehehe.
I think the conflict was began .. 😀 😀

Oh yaa, untuk postingan selanjutnya. Mau NL atau H??
Satu dulu yaaah .. 🙂

Like always. Comment? Don’t you mind.. Compliment, Judge, Criticsm. I take it all. No Prob.. 🙂

Gomawo 🙂

Intansparkddict 😉

Iklan

72 thoughts on “H-5

  1. Maya luoxi berkata:

    terserah author ajah, yg pting byak moment kyuna nya^^
    eumm,, yg lama lama next part nya, sumpah pnsaran bgtt thor,
    kpan kyu mulai menyukai yoona??
    ahh, gk sbarr.

  2. titakyu haeppa berkata:

    Finallly di publish jugaaa yeyy *dancing* hahhhaa..
    Part 6 jangaan lama” thor plissss.. *tampang melas* can’t wait
    Tp Yg new love jugaa nnti dilanjut kan?

  3. Dian berkata:

    Thor plis plis lanjutin yg H-6. Seru banget ceritanya dapet banget nih. Jangan lama ya kalo bisa besok . Kkkk

  4. Onnixs ciimagnae el'eo berkata:

    Bener bgtt… Kyu Ppa harus segera menentukan hati (?) *kayak judul lagu aje* :p

    Kyuna Moment.na tambahin ea Chingu,, hehe *maunya*

    moga nex part cepet dipublish..
    Miiinn…. 😀

  5. huwaaaaaa daebakkkk….. keren banget….. sebenarnya siapa namja yang uda nyakitin yoona?…. apapun ff yg author publish aku pasti akan membacanya. asalkan main castnya YoonA….

  6. Bagus dan semakin complicated. Tapi aku justru suka yang complicated.. *plak *dirajam readers lain* XD
    Itu yang manggil Yoona mantan pacarnya kan? Penasaran itu siapa.-.
    Nah iya, Kyu harus cepet cepet nentuin keputusan biar nggak runyam. Tapi sejujurnya aku suka yang runyam runyam *plak-_-V*
    Oiya thor, koreksi dikit ya, ada beberapa kesalahan sama tanda baca tuh. Tapi mungkin karna post dihape ya.. Wkwk._.
    Kalo yang lain aku suka! Bahasanya ituloh! Wkwkwk XDXD
    Oke oke, ditunggu H-6 nya deh ya! Fighting!’O’)9

    • Iyakah? Sdh sya perkirakan ini akan menjadi berantakan.. 😦
      Diponsel gk bisa liat fullsite kyk pkek kom/laptp. Jd begini..
      Makasih udh dikoreksi..
      Sneng deh ad yg ngoreksi tulisan ku. 🙂
      Gomawo 😉

  7. Berlian Kirana berkata:

    gonawo author… itu yoong trauma knp yaaa? kasian yoong nyampe shock dipojokan gudang begitu untung ada bang kyu
    waaah aku mau yg H dulu thor!!! udah g sabar apalagi ni conflict udah memanassss
    lanjuuut deh H nya 😉

  8. Rifdah_Musketeers berkata:

    Next thor, Kyuhyun udah mulai khawatir nih yee sama yoona. Ohh iya new love juga di tunggu thor ^^

  9. cho hyun jae berkata:

    heem.. konfliknya udah mulai muncul
    makin penasaran..

    ditunggu lanjutannya..

    penginnya sih H tapi kalo misalkan mau NL ya terserah authornya aja..

    keep writing !

  10. bener tambah miris banget kehidupan yoona, berharap next chapter kyu lebih perhatian ke yoona 😀
    next chapter update soon, aku pengennya H dulu cingu 😀

  11. poor Yoong… ternyata dibalik sikap nya yang misterius dan dingin ternyata dirinya juga wanita biasa yang begitu rapuh dan mudah depresi…
    wish everything gonna be oaky for her, and I hope Kyuhyun will give her much attention and also ‘love’….

    next part I will wait for it, please update as soon as possible…

  12. regilia asri berkata:

    lanjut thor…….
    kasian banget yoona ampe depresi gitu..
    thor boleh usul ga mantannya yoona jangan donghae yaa….
    masalahnya udah biasa kalo donghae…*maaf yang biasnya dongha*
    SEMANGAT!!!!!!!!!!!!!!!!!

  13. rizhandika yulia berkata:

    keren,jempol buat author,lanjut ke H-6 . Aku masih penasaran cowo yg bikin yoona sampe depresi. Jgn lama2 ya thor kebal

  14. Anindya berkata:

    2 jempol deh buat author
    aku bener-bener ga nyangka ffnya bakalan kayak gini
    deg-degan bacanya dan sempet ketipu dikit. aku kira changmin yang jadi masa lalunya yoona.
    cepet di post ya.
    ga sabar nunggu surprise berikutnya.

  15. rindafishy berkata:

    aslii thor ceritanya makin seru ..
    kereen 🙂 apa itu tanda2 kyuhyun suka yoona thor ?
    satuin mereka ya thor , ditunggu pokoknya ..
    penasaran lho sama yang bikin yoona sampek shock gitu , he …

  16. Ping-balik: H-7 | intansparkddict
  17. dias puspita berkata:

    Tytaaa yoona bner2 terluka dg perpisahan terdahulunyaa..sampe trauma and depresi,,dg berpura2 kuat,kasiaan..neextt..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s