H-3

Gambar

* H Hate or Hurt

* H-1

* H-2

Tittle : H-3

Author : Intansparkddict

Genre : Romance, Friendship, Engaged

PG : 15 +

Length : 3.220 w

Main Cast : I’m Yoona

Cho Kyuhyun

Seo Joohyun

And the other cast will come out, later

 

* * *

 

And the end.

I knew that she’ll be know.

And then..

I’m right. Definitely right.

Not afraid. But okay,, little

In this condition!

Bussines.. Can beating all thing.

Including..

Love

 

 

 

It is not story.

That I can bring her to hiding with me.

Its life!! I am life! Life like a mature one.

To choose the right one.

For me..

My Company..

And then..

 

For My Wife..

* * *

Dinginnya malam tak bisa terelakan oleh Kyuhyun. Ia memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana casual yang memang biasa ia pakai jika berada dirumah. Bibirnya berdesis. Akibat udara nakal yang terlalu mudah menggapai tubuh hangatnya. Mungkin menyelimuti nya.

“Aku tidak memaksa mu untuk mengantarku. Kau tahu”

Kyuhyun menoleh kan kepala nya kearah seseorang yang berperawakan lebih pendek. Berjalan disamping nya. Kedua alisnya terangkat. Lalu kembali kedalam posisi semula, dan terus berjalan.

“Hanya melakukan apa yang harus Pria lakukan.”

Bibir Yoona membentuk simbol O ketika mendengar ucapan Kyuhyun yang sedikit terdengar aneh ditelinga nya. Dalam keadaan berjalan,  entah keberapa kalinya ia mendapati bibir Kyuhyun kembali berdesis, tak jarang berusaha menutupi nya. Tapi Yoona bukan orang yang mudah terbodohi.

“Tak perlu memaksakan diri Tuan Cho..”

Yoona mengeratkan swetear yang menyelimuti tubuh nya. Hanya ingin menunjukan betapa dinginnya malam di kota Seoul. Mungkin, juga ingin menunjukan betapa hangat dan nyamannya dirinya sekarang karena terselimuti oleh sweater tebal yang memang telah ia persiapkan dari awal. Ia tidak melirik Kyuhyun, sesaat mendengar decakan remeh yang berasal dari samping tubuhnya.

“Tak perlu terlalu mengkhawatirkan ku Nona Im..”

Bibir Yoona ikut mendecak seraya membentuk sebuah senyuman satu sudut. Menggelengkan kepala.  Benak nya mengucapkan beberapa kata di dalam hati nya.

Betapa bodohnya laki-laki ini

Mereka lanjut berjalan tanpa ada lagi kata-kata yang keluar dari satu bibir atau bibir lainnya. Hanya terfokuskan menatap depan, dan terkadang menatap sebentar lampu-lampu jalan yang tak terlalu terang. Atau apapun yang sedikit menarik perhatian mereka.

Kyuhyun tidak mempercayai ini.

Seseorang yang seharusnya ia benci, ia jauhi. Sekarang sedang berjalan beriringan disamping tubuhnya. Belum dapat menjelaskan alasan kepada dirinya sendiri kenapa ia bisa berdiri disini. Ia hanya menawarkan diri untuk menemani seorang wanita sendirian berjalan, setelah mengetahui kalau Supir sang wanita tidak bisa menjemput sang majikan. Ia juga mengumpat, kenapa taksi-taksi yang biasa berlalu-lalang di area apartemennya mendadak menjadi tidak ada. Membuat dirinya semakin sulit. Harus mengantar Yoona berjalan hingga ke stasiun.

Bukan harus. Tapi penawaran.

Ia menyadari Yoona tidak memintanya untuk menemani nya, atau memaksa nya. Hanya saja tubuhnya tiba-tiba terdorong untuk ikut berjalan menemani nya.

Mungkin hormon lelaki yang selalu ingin melindungi wanita yang lemah.

Awalnya Yoona juga sedikit shock tiba-tiba melihat Kyuhyun berjalan disisi kiri nya saat ia hendak melangkahkan kaki menuju lift. Tapi Yoona hanya memutuskan untuk diam. Tidak ingin menanyai nya lebih lanjut tentang alasan ia menemani dirinya. Yoona hanya mengerdikan bahu nya dan terus berjalan.

Toh bukan dia yang meminta nya.

Kyuhyun dan Yoona telah sampai di gerbang salah satu stasiun Seoul yang mempunyai jurusan satu arah menuju rumah Yoona. Tak lama Kyuhyun memberhentikan langkahnya ketika mereka telah sampai tepat di gerbang salah satu gerbong kereta api yang baru saja berhenti. Yoona yang tadi terus berjalan, baru menyadari Kyuhyun telah berhenti beberapa langkah dibelakang. Ia membalikan tubuhnya. Menundukkan kepala sebentar memberi salam, lalu tersenyum.

“Gomawo Kyuhyun ssi”

Alis Kyuhyun terangkat, seraya menganggukan kepala nya. Ia tidak lanjut bergerak. Mungkin menunggu Yoona untuk menaiki pintu kereta api yang terbuka. Yoona ikut diam berdiri diposisi sebelumnya, ia ingin menunggu Kyuhyun untuk meninggalkan stasiun itu, tapi ternyata ia telah mendapat gelagat bahwa Kyuhyun yang lebih ingin melihat dirinya untuk masuk kedalam pintu itu, terlebih dahulu.

Yoona mengangkat bahu nya. Lalu berbalik, mulai berjalan ke arah pintu gerbong yang terbuka. Setelah itu, ia tidak lagi memperhatikan Kyuhyun yang mulai beranjak pergi. Ia duduk diam dan mulai memakai earphone nya untuk mendengarkan beberapa lagu di daftar playlist nya.

Setelah menunggu hingga 15 menit,  kereta api yang dinaiki nya mulai berjalan pelan. Yoona melemparkan pandangannya keluar jendela, menatap stasiun yang masih diisi beberapa orang yang hilir mudik. Tapi tiba-tiba Yoona menegakkan tubuhnya dari sandaran kursi. Ia menangkap sosok wanita dengan tangan yang membawa sebuah bingkisan berjalan berlawanan dengan gerak kereta api yang dinaikinya. Mata Yoona terus mengikuti wanita itu hingga ia harus terus menatap ke belakang.

Wanita itu mengarah ke jalan apartemen Kyuhyun.

* * *

Tak butuh waktu lama Kyuhyun telah sampai di lift apartemen nya. Beruntung ditengah perjalanannya saat berjalan, ia mendapatkan taksi yang berhasil melindungi dirinya dari dingin yang menusuki tubuhnya  malam ini. Kini ia harus menempuh beberapa pintu kamar apartemen lain untuk mencapai kamar apartemennya sendiri. Dan ketika ia hendak menekan beberapa kode yang telah ia hapal diluar kepala. Tiba-tiba ponsel nya berdering.

“Yeoboseyo”

(Kyuhyun ssi Aku tadi melihat Seohyun sedang berjalan menuju apartemen mu.”

“Mwo?”

Jari tangan Kyuhyun turun kembali mendengar ucapan Yoona tentang Seohyun yang tiba-tiba akan mengunjungi nya

(Kau tentu tahu apa yang harus kau lakukan..)

Pikiran Kyuhyun langsung bekerja. Mengulang kejadian beberapa waktu lalu yang dialami nya. Dan ingatan nya langsung berhenti ketika Ia menemukan apa yang dimaksudkan Yoona.

Undangan itu.

Dengan segera Kyuhyun menekan angka kode yang di milikinya. Dan ketika pintu terbuka,

Ia benar-benar terlambat.

“Seohyun?!”

Bingkisan yang tadi berada ditangan Seohyun telah tergeletak tak berdaya di lantai. Kyuhyun memejamkan mata nya, menarik nafas nya. Panjang.

“Seohyun ah, dengarkan penjelasan ku..”

Tubuh Seohyun tergetar. Tak berbalik. Tampak jelas kini ia menahan tangis. Kyuhyun menatap punggung Seohyun, nanar. Menyesalkan, kenapa ia terlalu lamban untuk menyembunyikan semua benda tersebut. Ia melangkahkan kaki mendekati tubuh Seohyun. Menggenggam satu tangannya. Berharap ia akan berbalik dan melihatnya.

“Seohyun-ah…”

Undangan itu tergenggam erat ditelapak tangan Seohyun. Kyuhyun meliriknya. Miris. Ingin segera mengambil dan membuang sejauh-jauhnya. Tapi ia hanya menarik nafas panjang. Dan tak lama, ia bergerak menggapai tubuh Seohyun. Dipeluknya erat. Kini ia lebih merasakan getaran isak tangis Seohyun yang bertumpu ditubuhnya. Tubuh Seohyun terasa kaku, tak membalas pelukannya.

“Maafkan aku Seohyun..”

Tangisan Seohyun pecah. Ia mulai memberontak didekapan tubuh Kyuhyun. Tangannya kerap kali berusaha melepaskan lingkaran tangan Kyuhyun yang mengelilingi tubuhnya. Tapi Kyuhyun terus menahannya, mendekapnya. Ia lebih menenggelamkan kepala di bahu Seohyun. Walaupun beberapa pukulan keras terus menghantam dada nya. Giginya beradu keras. Masih berusaha mempertahankan posisi Seohyun agar terus tetap berada didekapannya. Kyuhyun memejamkan mata, telinga nya mendengar jelas isak tangis Seohyun yang sangat menyayat hati nya. Merasa tak sanggup. Tapi ia masih berusaha.

Seohyun menyerah. Pukulan dan isakkan kerasnya tak mampu memberhentikan Kyuhyun yang terus mendekapnya. Akhirnya kedua tangannya jatuh. Tapi perlahan merayap menaiki bahu Kyuhyun. Menarik, agar kepala nya bisa melebihi bahu Kyuhyun untuk disangga nya. Nafas nya masih terisak.

“Kau jahat Cho Kyuhyun..”

Tangan Kyuhyun lebih mengeratkan pelukkannya. Kepala nya terus menggeleng. Mengartikan sesuatu untuk menenangkan Seohyun yang masih menangis. Terisak.

“Kau Jahat Oppa..”

* * *

Satu bulan berselang. Cho Kyuhyun resmi menjadi seorang Direktur dari salah satu Perusahaan terbesar milik Tuan Cho. Ia bangga akan jabatannya itu. Menjadi salah satu peranan termuda yang bisa memimpin salah satu perusahaan sukses seantero Seoul. Kedua tangannya menarik pertemuan jas nya, untuk lebih dirapikan. Para karyawan-nya kini lebih dan sangat terlihat sopan terhadapnya. Yang kadang hingga mereka tidak berani menatap langsung kedua mata nya. Ia kini masih dikawal oleh beberapa pimpinan yang masih berstatus di bawahnya untuk menunjukan ruang kerja yang akan menjadi ruang kendali perusahaan-miliknya. Berbincang, dan berjabat tangan mengucapkan terima kasih, berbasa-basi, dengan harapan mereka bisa segera meninggalkannya sendiri di ruangan baru nya tersebut.

Ia membanting tubuhnya di kursi putar baru yang tepat berada didepan meja. Tangannya melonggarkan dasi nya. Menghela nafas panjang. Membuang semua kelelahan yang ia rasakan hari ini. Menjadi seorang Direktur, layaknya ia kini. Bukan persoalan yang mudah. Orang-orang boleh berpendapat ia bisa mudah mendapatkannya karena pemberian sang Ayah. Tapi Itu salah.

Benar-benar salah.

Selama hidupnya ia selalu bekerja keras untuk mengikuti apa yang Ayah nya suruh. Belajar, bekerja keras, dan hidup mandiri adalah pelajaran seumur hidupnya. Menjadi orang kaya tidak selalu menyenangkan. Terbukti Kyuhyun. Ia mengakui kalau ia menjalani hidup dengan keras walaupun dirinya kaya. Ia bisa saja meminta apapun dari sang Ayah, karena Ayahnya adalah pemilik beberapa perusahaan terkenal di Seoul. Tapi nasib nya tak selalu bahagia seperti diceritakan orang-orang. Ia tidak terlalu dekat dengan Ayahnya, karena sang Ayah sangat jarang berlaku lembut kepada nya.  Ketika ayahnya mendekat. Ia terpaksa. Selalu menuruti apa permintaan sang Ayah, alasannya karena ia takut.

Kini ditahun ke 26 masa hidupnya. Ia benar-benar berharap kekangan dari Ayahnya telah menghilang. Tapi apa yang terjadi. Ia malah terikat dengan seorang wanita yang tidak dikenalnya untuk menjadi pendamping hidupnya. Dan penyesalan sangat lebih terasa ketika ia mengetahui kalau ia lah yang telah menyetujui perjodohan itu di 5 tahun yang lalu. Apapun yang akan terjadi, kini ia telah menjadi pria Dewasa. Cara berfikir dan tingkah nya mesti juga Dewasa. Dengan jabatan yang ia pegang kini. Ia tidak bisa lagi bermain-main. Tanggung jawab berada ditangannya.

Pikirannya tiba-tiba terhenti pada suatu benda. Sebuah kalender duduk yang terletak disudut meja nya. Menatap ke arah nya.

30 maret..

Telah tercetak tulisan kata The Wedding.  Cho Kyuhyun and Im Yoona berwarna merah di angka tanggal tersebut.. Mata nya lalu mundur kebelakang melihat tanggal sebelum tulisan tersebut tercetak. Menghitung, hanya tersisa dua minggu lagi sebelum Pernikahan itu benar-benar dilaksanakan. Ia menghela nafas panjang. Walaupun sosok gadis cantik yang menjadi yeojachingunya terus membebani pikirannya. Seohyun telah mengetahuinya, dan itu membuat Kyuhyun menjadi cukup frustasi. Ia mencintai gadis ini. Tapi Im Yoona , gadis itu tidak bisa ia singkirkan begitu saja. Terlebih lagi ketika ia mengingat sebuah alasan yang terlontarkan dari mulut sang Ayah. Ia harus menikah dengan gadis bernama I’m Yoona hanya karena keluarga Yoona merupakan pemilik saham terbesar yang akan bersedia menyumbangkan beberapa saham yang mereka miliki untuk perusahaanya kini. Dan perusahaanya sangat membutuhkan saham tersebut.

Karena itu.

Ia benar-benar terpaksa harus menerima nya.

* * *

Setelah ia melihat Seohyun berjalan menuju rumah Kyuhyun beberapa waktu lalu. Yoona telah menduga apa yang akan terjadi. Bagaimana perubahan Seohyun kepada nya, tingkah nya.

Dan terbukti.

Hari ini, ketika ia bertemu, berpapasan dengan Seohyun kembali. Sangat terlihat Seohyun selalu berusaha terus menjauhi dirinya, menundukan wajah nya. Tapi ia tidak berusaha  mengejar Seohyun untuk memberi alasan. Terdiam dan hanya menarik nafas cukup panjang.

Untuk apa..

Untuk apa memberi penjelasan panjang lebar, hingga ia mengerti. Toh akhirnya pernikahan dirinya dengan namja bernama Cho Kyuhyun juga tetap akan terlaksana. Pengaruh seorang Seohyun yang meskipun berstatus sebagai yeojachingu Kyuhyun tak akan mampu untuk membatalkan semua. Ia tahu, orang tua Kyuhyun sangat berada dipihak nya. Benar-benar ingin ia menikahi anak laki-lakinya, Kyuhyun.

Sekilas terlihat jahat. Memang.

Seorang sahabat yang yang telah berada disampingnya bertahun-tahun. Menemaninya dalam suka maupun duka. Akan ia khianati. Tapi sekali lagi, ia bukan menerima ini tanpa memikirkan sedikitpun tentang Seohyun. Itu salah.

Benar-benar salah.

Malah 75 persen beban pemikiran nya tentang pernikahannya dengan Kyuhyun adalah dirinya. Seohyun. Walaupun begitu. Ada sebuah alasan yang cukup kuat ia pegang untuk menerima pernikahan itu. Yang masih ia pendam.

Ia Rahasiakan sendiri.

* * *

Pintu terbuka. Menampilkan sepasang pria wanita berjalan memasuki toko yang bisa dibilang cukup mewah tersebut. Tak berpegangan tangan, tak layaknya seperti pasangan lain. Terlebih lagi jika telah memasuki toko ini. Harusnya pasangan yang saling bertautan tangan sudah sangat tak lazim bagi para karyawan toko tsb. Tapi sepertinya  memang terlalu berbeda melihat pasangan ini. Berjalan bersebelahan. Tapi arah mata nya tak pernah terlihat sama. Objek yang dilihat selalu berbeda-beda. Pancaran sinar mata dari masing-masing pemilik kedua orang itu juga terlihat aneh. Dingin. Tidak tertarik.

Terpaksa. Lebih tepat nya.

Tapi para karyawan tidak terlalu memusingkan hal itu. Kedua orang itu pergi ke toko mereka, pasti tujuannya hanya satu. Mencari barang itu. Kemudian meninggalkan uang lalu pergi. Mereka hanya bekerja, sebagaimana mestinya.

Sang wanita terlihat sedikit ramah, tampak ketika salah satu karyawan memberi nya salam dan menawarkan barang yang mereka jual dengan intonasi sopan lembut, sang wanita sedikit terkejut tapi dilanjutkan memberi senyum. Walaupun karyawan bisa sedikit menebak kalau dipikirannya tidak terlalu memerhatikan apa yang mereka katakan sebelumnya. Tapi setidaknya mereka masih berusaha.

Langkah kaki mereka berhenti pada sebuah meja kaca terbesar yang mungkin merupakan tempat pusat dari barang-barang yang mereka jual. Ketika berhenti. Mata mereka mulai menyebar melihat satu-satu produk yang tepampang cantik didalam meja kaca transparan tersebut. Dan benar.

Sama-sama tidak tertarik.

Terlalu lama menunggu kedua orang tersebut yang masih melihati satu-satu cincin yang jumlahnya sangat banyak didalam meja kaca tersebut. Sang karyawan memutuskan untuk menawarkan satu model cincin terbaru yang diimpor dari Perancis kepada para pasangan ini.

Pasangan itu kompak melihat kearah cincin itu bersamaan. Dan tak lama membuat keputusan singkat, dan juga kembali kompak.

“Baiklah, ini saja”

Jawaban kedua orang itu benar-benar mematahkan harapan sang karyawan tersebut. Ia mengharapkan suatu pendapat/ jawaban yang berisi kata lebih memuji atau apapun karena melihat barang yang mereka tawarkan merupakan produk terbatas, yang mungkin hanya ada 1 hingga 5 di dunia ini. Tapi ketika melihat ekspresi mereka.

Harapan itu benar-benar kosong.

Cincin yang telah terbeli kini tengah berada di tangan kiri Kyuhyun. Sedangkan dirinya kini dan Yoona masih berjalan bersebelahan, masih dalam rangka menyelesaikan tugas  sebagaimana calon pengantin harus menyelesaikannya. Ya. Mencari benda-benda pernikahannya nanti.

“Satu minggu lagi.”

Tiba-tiba Yoona berbicara ditengah-tengah kesunyian malam perjalanan mereka. Kedua telinga Kyuhyun spontan dapat mendengar dengan jelas. Sedangkan otaknya  langsung bisa mengartikan apa yang sedang Yoona bicarakan.

“Ya aku tahu..”

“Menurutmu?”

Kini Kyuhyun menoleh menatap Yoona karena pertanyaan membingungkan yang baru saja dilontarkan bibir nya. Sebentar. Lalu kembali menatap kedepan.

“Kuharap akan ada sesuatu yang terjadi.”

“Jika takkan ada sesuatu yang terjadi?”

Kyuhyun menghela nafas.

“Maka kau benar-benar akan menjadi istri ku..”

Mata Yoona memandang kebawah. Dimana tampak kaki mereka yang terayunkan kompak kedepan. Pertanyaan nya benar-benar aneh. Ia sadar. Tapi apa salahnya untuk mempertanyakannya. Ia hanya ingin tahu jawabannya.

“Ouch..”

Tiba-tiba Yoona jatuh terduduk. Tertinggal beberapa langkah dari langkah Kyuhyun didepan. Sedikit mengerang kesakitan. Dan setelah ia mengecek. Ternyata salah satu hak sepatu yang ia pakai terpatah.

Kyuhyun yang menyadari Yoona terjatuh dibelakangnya segera menghampiri Yoona yang telah duduk dengan memegang satu sepatu  yang hak nya kini sudah tak utuh lagi. Ia menjongkokkan tubuhnya, mensejajarkan tubuhnya dengan Yoona.

Sedangkan mata Yoona menatap mata Kyuhyun, berbinar. Seperti mengatakan bagaimana-ini?. Kyuhyun yang mengerti tatapan Yoona itu hanya menghela nafas.

“Mobilku terparkir jauh. Aku tak mungkin menggendongmu hingga kesana.”

Ucapan Kyuhyun benar-benar seperti pria yang sangat tidak berdaya. Pasrah. Tidak berusaha. Yoona hanya menghembuskan nafasnya panjang mendengar ucapan Kyuhyun. Tapi tiba-tiba satu tangan Kyuhyun bergerak mengambil sepatu rusak Yoona dengan satu tangannya lalu  ia lemparkan sepatu tsb ke tempat sampah yang berdiri tak jauh dari posisi mereka. Kemudian ia melanjutkan lagi melepaskan sepatu yang masih terpakai dikaki kiri Yoona dan melakukan hal sama  seperti sepatu yang sebelumnya.

Yoona hanya terperangah tidak percaya melihat sepatu kesayangannya terbuang begitu saja oleh tangan Kyuhyun. Tapi apa boleh buat, melihat keadaan mereka sekarang, sepatu itu tak berguna lagi. Dan sekarang yang  membuat ia lebih frustasi  adalah.

Bagaimana ia bisa pulang dengan kedua kaki tanpa alas seperti ini?

Kyuhyun mulai berdiri dari posisi sebelumnya. Menghela nafas, lalu menoleh kebawah menatap Yoona.

“Ayo kita pergi..”

Alis mata Yoona terangkat menatap Kyuhyun yang sangat -tidak terbebani- mengatakan hal itu kepadanya. Entah mungkin ia lupa karena kondisi nya yang sekarang sudah bertelanjang kaki. Dengan mudahnya ia mengajak dirinya melanjutkan perjalanan mereka dengan berjalan kaki seperti tadi. Kembali, Yoona menarik nafas panjang. Tak ingin membuang energi nya mengingat suhu malam ini begitu dingin ia rasakan. Perlahan ia mulai berdiri. Dengan kedua kaki tanpa alas apapun ia mulai berjalan mengikuti langkah Kyuhyun yang sudah mulai bergerak.

Mungkin baru terhitung 15 langkah. Kaki Yoona kini lebih terlihat pucat dari sebelumnya. Kyuhyun yang dari tadi terus berjalan, tak disangka ia sering melirik ke arah kaki Yoona yang kini berwarna putih pucat, sedikit bergetar, karena dingin. Dan hanya tiga langkah selanjutnya, Kyuhyun menarik tangan Yoona. Mengisyaratkan untuk berhenti. Yoona yang mendapat perlakuan tiba-tiba tersebut hanya terdiam menurut, dan memperhatikan pekerjaan Kyuhyun yang sekarang sedang melepaskan kedua sepatu nya. Lalu Kyuhyun menggeser kedua sepatu kosong nya tepat didepan kedua kaki Yoona. Mata Yoona hanya menatap lurus sepatu Kyuhyun tersebut, lalu teralih menatap kaki Kyuhyun yang sekarang hanya terbalut oleh kaus kaki yang menurutnya mungkin tidak mampu bertahan lama berhadapan suhu dingin malam ini. Masih meragukan.

“Untukku?”

Kyuhyun memasukkan satu tangannya di saku jas nya. Sedangkan tangan lainnya masih bebas terayun membawa bungkusan berisi cincin mereka berdua.

Hormon laki-laki nya kembali muncul.

“Menurutmu?”

Yoona kembali melirik sepatu Kyuhyun yang masih terpampang kosong dihadapannya.

“Baiklah..”

Yoona mulai memasukkan satu-satu kaki nya kedalam sepatu Kyuhyun. Longgar memang. Tapi kehangatan sepatu tersebut, benar-benar tidak bisa terbohongi bagi kedua kaki nya. Merasa telah nyaman. Mereka kembali hanyut dalam perjalanan berjalan mereka. Sepertinya malam ini sudah cukup. Walaupun hanya sepasang cincin yang terbeli. Perjalanan mereka sungguh lama terasa. Mungkin juga karena perasaan mereka

Yang sama-sama berbeda.

* * *

“Aku hanya mempertanyakan ini sekali. Dan aku tidak akan mengulanginya lagi!”

“Seo..”

“Kau memilihku atau Unnie?”

“Seohyun-ah..”

“Aku bertanya padamu Oppa! Kau memilihku atau Unnie?!!”

Kyuhyun terdiam. Menatap wajah gadisnya yang kini menangis. Sesenggukan. Bibirnya ingin mengatakan, meneriakan nama dirinya. Tapi kembali terbeku karena suatu hal. Ia tidak bisa.

Benar-benar tidak bisa.

“Oppa! Kau harus menjawabnya!!!”

Tangan Kyuhyun mengepal. Ketika ia terus dipaksa oleh Seohyun untuk menjawabnya. Batinnya terjadi perang yang sangat menyiksa perasaannya. Ia sekarang benar-benar mengakui bahwa besarnya perasaan cinta bisa terkalahkan dengan sebuah bisnis. Karena itulah dirinya sekarang. Keadaan yang benar-benar membuatnya frustasi. Memilih bukan suatu hal mudah didunia ini. Dan mungkin akan lebih teringani jika kau memiliki perasaan lebih terhadap satu orang.

Basi!

Semua tak berarti lagi bagi Kyuhyun. Walaupun mungkin, sebenarnya ia bisa berteriak sekencang-kencangnya, menggapai tubuh gadis didepannya hanya untuk mengatakan ia sungguh-sungguh mencintainya. Semua bukan seperti akhir sebuah cerita. Dimana ia bisa kabur, berlari bersama Seohyun mengelilingi dunia dimana orang-orang tidak bisa mengenalinya. Sayangnya cerita hanya cerita. Ini kehidupan nyata nya. Ia adalah seorang Cho Kyuhyun. Direktur Perusahaan Topz Magazine yang terkenal seantero Seoul. Telah menjadi dewasa. Ia telah 26 tahun. Ia harus segera mengambil keputusan yang tepat. Tepat bagi masa depannya.

Bagi dirinya.

Perusahaan..

Dan juga

Istrinya..

 

 

Isakkan tangis Seohyun. Membawa Kyuhyun kembali menyadari seseorang yang masih, sangat menunggu jawabannya. Ia menarik nafas sedalam-dalamnya. Sebelum mengatakan …

“Maafkan aku Seo.. Aku pilih Yoona..”

Sesaat Seohyun hendak pergi meninggalkan Kyuhyun. Tangan Kyu menarik tangannya. Menahannya pergi.

“Tapi–”

***

 

TBC

 

***

 

 

Wah, ternyata bisa juga, ngupdate secepat ini. (Maklum, orang sibuk XD)

Sebelumnya. Aku lumayan mendapat banyak banget (anggap aja iya) yang mengeluh karena Seohyun. Aku tahu, kebanyakan kalian pada nggak suka dia ini atau mungkin lebih full nya S**Kyu.  Tapi memasukkan nya kedalam fic ini merupakan ketertarikan tersendiri, karena selain dia termasuk (ehm) rival Yoona sifat nya dia juga mendukung difanfic ini. Jadi, kalo emosi kalian terangkat-angkat, terbakar-bakar saat membaca fanfic ini (:D) berarti kalian udah masuk kedalam fanfic ini. Dan kalo kalian pingin tahu, sebenarnya itu yang aku pingin. Bwahahah (tawa evil). Tapi juga, (ehm) ini sekedar informasi saja, kalau saya ini, juga sperti anda semua (ehhm) tidak menyukai *****. Ada juga yang menyarankan OC. Maaf, aku benar-benar nggak bisa nulis/baca yang namanya OC. Imajinasi nya nggak bisa terbayang dikepala ku (;))

.

Oke sekalian dulu bacotannya. Tentang ini. I know this is boring. But you know, the conflict isn’t I take out  yet ;). Tetep tinggalkan jejak yah!! Pendapat/ kritik. No prob..

 

Gomawo 🙂

 

Intansparkddict 😉

Iklan

52 thoughts on “H-3

  1. aisarang_clouds berkata:

    gini dong eon gak lama2 bgt kayak waktu itu/pout/ jgn lama2 lanjutnya 😀 oh iya eon drabblenya jangan lupa ya fighting!!!

  2. syalsabila juwita berkata:

    ado seo ganggu moment aj. saking menghayati thor ak sampe ngelempar barang berantakin kamar haaah kesel

    tapi daebak kok lanjut ya and keep writing

  3. rindafishy berkata:

    Suka moment kyuna nya .. 🙂 tapi bener lah ikut emosi kalau uda menyangkut seo ,
    Makin seru ni , bagusss thor ..
    Ditunggu kelanjutan nya

  4. yee agak cepetan 😀
    gpp dehh cingu klo ga bisa OC, kan itu terserah cingu juga. saya pembaca juga fine-fine aja asal main castnya kyuna 😀

  5. aiiunda moe-moe berkata:

    Eonnie ship……… kyak aku juga mulai terbawa suasana , gak rela juga sich lihat kyu kayak nya sayang banget sama s** tapi aku sabar liat tanggal main nya kyuna moment oh ya eon banyakin moment kyuna yach buat eonnie nya semangat plus jangan lama lama next chapter nya yaaa

  6. cho hyun jae berkata:

    nah.. akhirnya chapter 3.
    gini dong, jangan lama banget kaya yg kemaren.
    penasaran sama endingnya. please endingnya kyuna yah..
    ok, lanjutin ff lainnya yakk?
    keep writing!

  7. Berlian Kirana berkata:

    lanjut ya thor~~ ga sabar nunggu H-4 nyaa btw ini mau sampek chapter brp yah? hwaaaa cepetan dong publish next partnya…
    iyaa nyesek abis ni baca ada seo disini :””( makanya banyakin moment kyuna dong dipart2 selanjutnya thor*eeh
    hehehe pokonya seru lanjuuuut!!

  8. Wiiih.. Part 3’x muncul.. Bener2.. Q jg klo bca fanfic OC jg ga bs berimajinasi orngx yg mna g2.. Jd kurang suka jg fanfic yg OC. Q jg ga suka S**kyu.tp q ga benci Seohyun..yaa.. Emng klo karaktrx dsni emng sdkt mngancam hbngan KyuNa kdepanx. Semoga aj Kyu konsisten sm kputusannx..bwt milih Yoona. Tp q yakin seiring berjalan waktu.. Dy pasti bakal jth cinta sma YoonA. ”writing tresno jalaran songko kulino”.#plaaaak.. Cinta dtang krna terbiasa kn..? Ah ga sabar lihat part 4’x.. Update Soon.. Please… Chingu Hwaiting!

  9. Rifdah_Musketeers berkata:

    wesss author tumben ngepost ff kilat. Aku udah merasa masuk ke ff ini, Yoona keliatannya emang agak egois tapi pasti ada alasan kenapa Yoona kayak gini. di lanjut thor ff ini sama yang New Love ^^

  10. titakyu haeppa berkata:

    Daebak thor!! Next part jangan lama” yaahh.. Please *pasaangmukamelas*
    Tapii klo bisaa next part nya agak panjangan thor.. Hhehe

  11. thor..
    new lovenya cpt lanjut dong..:(
    udh pnasaran klas kakap sumpah!!!
    saking pnasaranx aq byangin sndri gmn lnjutangx…
    please thor cpt lanjut dong:'(

  12. rizhandika yulia berkata:

    daebak (y). Aku suka ff ini dilanjut ya thor jgn lama2,lanjutin juga ff new love nya,hehe.,gomawo KyuNa jjang

  13. Anindya berkata:

    ah,aku ga bisa ngomong apa-apa lagi eon
    ffnya keren banget.
    menurut aku,kyuhyun oppa bakal bilang bla bla bla
    hahahaha,kenapa aku yg nentuin jalan ceritanya?
    lanjut ya.aku suka bahasanya sama jalan ceritanya,bikin deg-degan

  14. Tresita berkata:

    Daebak buat author
    Thor ak baca chap 3 ini sampai hampir banting HP #eh?
    pokoknya FF ini paling oke dehh..

    Next chap jgn lama lama ya thor..

    FIGHTING..!!

  15. Chingu, dapat Sekali Feelnya. Aku rasa aku Harus belajar darimu 🙂
    Untuk masalah cast aku tidak peduli. Asalkan bahasa yang bagus Dan feel dapat.
    Kalau typo ? Aku sedari tadi baca seperti Nya tidak ada typo 🙂
    Ah.. Kurasa aku Harus menambahkam author ke dalam author favorite ku. ><

    Btw, I am 02 line O_o so can I call you eonnie ??

  16. Yoona – Kyuhyun – Seohyun… mereka mah emang dah sering banget masuk FF, jadi cast..
    tergantung si penulis mau berakhir pada kisah cinta siapa…
    yang jelas aku yakin disini pada musketeers semua kan??? tentunya semua pembaca berharap lebih pada KyuNa, tidak hanya terombang ambing dalam kisah SeoKyu…

    Oke deh … lanjut …..

  17. Ping-balik: H-7 | intansparkddict
  18. Kim Kyu Na ( Warda ) berkata:

    Suka pas scene romantisnya KyuNa ❤
    Aku sehati sm author,, imajinasi buntu kalo baca OC 🙂
    Lanjutkan chingu~ Hwaiting^^

  19. dias puspita berkata:

    Aaaahhh tapi apa ituu?? Penasaraaann,, ╔╗╔═╦═╗╔╦╦╦══╗
    ║║║║║║║║║║╠╗╔╝
    ║╚╣╦║║╠╝║║║║║
    ╚═╩╩╩╩╩═╩═╝╚╝ baca chapt slnjutnyaa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s