H-1

Gambar

Tittle : H-1

Author : Intansparkddict

Genre : Romance, Friendship

PG : 15+

Main cast : Yoona

Kyuhyun

Seohyun

And the other cast will be out later

 

***

I always remember. The person who made me cry.

 Only to see him. I can feel too many memories ago.

Take a breath. And let the wind bring the hates to the sky.

i always knew. that a mistake i did in the past.

wil be never change.

Never..

 

***

Kyuhyun berjalan seorang diri mengitari sebuah toko yang terlihat menjual pernak-pernik wanita. Orang-orang yang berada ditoko tersebut kadang heran melihatnya yang sebagai pria memasuki toko wanita itu seorang diri. Mungkin mereka menganggapnya ia tidak normal. Tapi Kyuhyun tidak pernah menghiraukan itu semua, its Kyu, who always calm and cool. Ia berpegang teguh pada motto hidupnya.

Tangannya terus menyentuh, memegang benda yang menurutnya menarik karena kali ini ia ingin memberikan hadiah yang sangat berkesan untuk..yeojachingu nya.

tiba-tiba ponsel yang berada disaku celana nya berdering, yang memberhentikan aktifitas mencari nya, ia merogoh saku nya dan mengambil ponsel nya.

Appa

Sebentar ia membaca nama kontak yang memanggil nya tersebut. Heran, karena  tumben ayah nya tiba-tiba menelfon.  Ia tahu ayahnya adalah orang yang sangat sibuk, ia saja telah 5 bulan tidak menemui ayahnya diakhir kesarjanaan nya yang ia sekolahi. Ia mengerdikan bahu.

“Yeoboseoyo?”

(Ah anakku.. Apa kau merindukanku?)

“Ada apa? Tumben appa menelpon” jawab Kyuhyun langsung to the point

(Aku hanya mau mengingatkan mu. Apa kau lupa dengan hari ini?)

Kyuhyun tertegun. Ia mulai berpikir, berupaya keras untuk mengingat apa yang harusnya terjadi pada hari ini. Tapi nihil, ia benar-benar tidak menemukan jawabannya.

“Hari ini? Memang apa yang terjadi hari ini?”

( (Tertawa) aku sangat menyayangkanmu. Kau lebih muda dari ku tapi ingatanmu lebih jelek dariku)

Kyuhyun tertawa sebentar lalu berdeham kecil. Ia merasakan sesuatu yang tidak baik akan terjadi. Entahlah. Ayahnya bukanlah orang yang mudah ditebak.

( Jika kau ingin tahu, datanglah keruanganku )

Tak lama nada telepon putus terdengar ditelinga Kyuhyun. Ia menjauhkan ponselnya dari telinga nya. Menatap layar ponselnya. Ia tidak tahu, kenapa perasaanya kali ini ada sesuatu yang salah kepada ayahnya. Sebenarnya bukan kali ini saja, ia selalu merasa tidak enak saat tiba-tiba ayahnya mengajaknya bertemu.

Ia menaruh kembali ponsel nya kedalam saku nya. Lalu mengedarkan mata nya ke sekitar. Tak lama ia kembali dalam posisi semula. Dan menghela nafas.

***

Selama berjalan menyusuri gedung tempat ayahnya bekerja. Ia selalu mendapat perhatian, dari para karyawan disana yang selalu membungkuk memberi hormat kepada nya. Mereka tahu kalau Kyuhyun adalah anak dari pemimpin perusahaan tempat mereka bekerja. Dan mungkin tak lama lagi anak dari Direktur Cho itu akan menggantikan posisi ayah nya.

Kyuhyun yang bukan sekali mendapat perlakuan seperti itu, ia tampak biasa. Tak terlalu mengacuhkan mereka yang selalu sopan terhadapnya.

Ia mulai membuka pintu ruangan ayahnya. Terlihat ayahnya sedang duduk dimeja kerja nya sambil fokus membaca lembaran file yang terletak di meja nya.

Tuan Cho mendongak setelah ia mendengar suara ketukan pintu dan langsung terlihat anak lelaki nya muncul berdiri disana. Ia tersenyum.

“Ada apa?”

Tanya Kyuhyun langsung seketika ia berjalan mendekati meja ayahnya. Ia berhenti tidak terlalu dekat dengan meja tsb.

“Sabar anakku.  Kenapa kau terlalu terburu-buru?. Harusnya kau ingat tentang perjanjian itu”

Kyuhyun terus memandang ayah nya dengan curiga. Ia benar-benar tidak bisa menebak apa yang sedang difikirkan ayah nya kali. Perasaan tidak enak selalu menghantuinya.

Jujur saja, ia selalu takut dengan ayah nya ini.

“Ternyata kau benar-benar lupa..”

Tuan Cho tertawa  lalu berdehem kecil.

Yang makin menambah kekalutan Kyuhyun.

Tuan Cho mengambil satu lembaran kertas berwarna putih yang berada di laci nya, lalu meletakkannya disisi depan meja nya untuk diperlihatkan kepada anak nya.

“Lihat ini. Apa kau bisa mengingat nya?”

Kyuhyun berjalan mendekati meja ayahnya. Dan perlahan tangannya mengambil kertas yang dimaksudkan tuan Cho.

Ia membaca nya.

Tak lama, pinggiran kertas itu tergenggam kuat oleh tangan Kyuhyun yang memegang nya. Ia menatap mata ayahnya tidak percaya yang masih menatap dirinya tersenyum.

“Appa!.  Perjanjian ini sudah tidak berlaku lagi saat ini”

Tuan Cho menindih punggungnya di kursi putar nya.

“Kapan kau mengambil keputusan itu. Kita belum membicarakannya.”

“Appa. Di perjanjian ini tertulis setelah aku memasuki perkuliahan yang kumau bukan sekarang, karena itu tidak berlaku lagi karena aku sudah lulus!”

Tuan Cho melipat tangannya di depan dada nya. Membalas semua tuntutan anak nya dengan santai.

Ia tersenyum meremehkan.

“Anakku. Kita tidak memiliki batasan waktu perjanjian itu berakhir. Dan semua sudah sesuai prosedur karena kau juga telah menanda tangani nya.”

Kyuhyun membuang pandangannya frustasi, mendecak kecil. Dan kembali menatap ayah nya.

“Lalu kenapa dulu kau tidak mengenali ku pada nya?.”

“Karena saat itu, kupikir kau masih perlu serius untuk mendalami pendidikan itu”

Kyuhyun mendecak kesal.

“Sekarang Aku telah terlanjur mencintai gadis lain!. Aku tidak bisa meninggalkan gadis itu hanya karena perjanjian bodoh yang kau buat ini!”

“Aku tidak menyuruhmu untuk mencintai gadis lain. Aku hanya menyuruhmu untuk menunggu, karena perjanjian itu tetap  masih akan berlaku!”

“Appa!!”

Kyuhyun memejamkan mata nya. Sedikit menggeram, ia menahan seluruh luapan amarahnya.

“5 tahun Appa! Ini sudah berjalan 5 tahun. Aku kini sudah menjadi pria dewasa. Bukan anak kecil yang masih bisa kau atur!”

Kyuhyun berteriak membentak ayah nya. Ia tidak terima. Bagaimana bisa ia masih diperlakukan ayahnya sebagai mainan.  Yang bisa diaturnya semaunya. Ia punya kehidupan sendiri. Ia telah dewasa.

“Aku tidak mengaturmu. Tapi itu memang sudah seharusnya terjadi. Karena kau adalah penerus pemimpin perusahaan ini. Penggantiku. Kau harus bisa mempersiapkannya dari awal. Dan ingat, kau lah yang pertama membangkang nya lalu menandatanganinya. Berpikirlah lebih dewasa,  karena ini untuk masa depanmu!”

Kyuhyun kembali menggeram.

Ia menatap Ayahnya kesal, lalu melirik surat perjanjian yang berada ditangannya. Tiba-tiba tangan nya merobek kertas perjanjian itu menjadi beberapa bagian. Lalu membuangnya hingga terletak dibawah. Tuan Cho hanya menatap kertas itu terjatuh dengan santai, lalu kembali memandang anaknya yang kini lebih tampak frustasi.

“Aku tidak mau melakukan perjanjian ini!”

Tuan Cho tersenyum remeh memandang Kyuhyun yang telah jalan menghilang dari ruangannya tersebut.

***

Kyuhyun memasuki mobil nya lalu menutup pintu nya dengan kasar.  ia menelungkupkan kepalanya di tangan yang ia tindihkan di stir kemudi nya, ia baru merasakan ada sesuatu yang menganjal di tangannya. Ternyata robekkan perjanjian itu. Ia membuka potongan kertas yang sudah kusut karena genggamannya tadi.

Sebenarnya Ia tahu, merobek kertas itu bukan lah menjadi akhir perjanjian tsb. Karena ia tahu, ayahnya pintar. Ia pasti memiliki salinan perjanjian itu di tempat penyimpanannya. Kyuhyun hanya melampiaskan kemarahannya pada kertas itu.

Ia kembali menatap robekan kertas itu. Sebenarnya ia tadi tidak membaca sepenuhnya kertas perjanjian tersebut. Ia hanya melihat sekilas setelah tahu isi kertas tersebut adalah perjanjiannya dulu. Robekkan kertas tersebut Terdapat tulisan kata ‘Im Yoona’. Ia kembali ingat. 5 tahun yang lalu nama yeoja yang akan dijodohkan oleh ayahnya tersebut belum tergantikan oleh yang lain. Penasaran dengan maksud ayahnya tetap memilih gadis itu. Nama yang tidak ia hiraukan dulu karena keras kepala nya untuk tetap melanjutkan studi nya di Seoul, saat dimana ia membuat perjanjian dengan ayahnya. Perjanjian yang berisi tentang syarat untuk membolehkan ia tetap melanjutkan studi nya di Seoul. Ia menarik nafas dalam. Nama itu terngiang-ngiang dikepala nya. Berhasrat untuk cepat menemukannya dan membayarnya untuk juga membatalkan perjodohan ini.

“apa yang harus kulakukan Seohyun ah?”

***

“Oppa, ayo!”

Yoona menolehkan kepalanya setelah ia mendengarkan suara sahabatnya mulai mendekat. Ia diminta menunggu dicafe itu karena sahabatnya ingin mengenalkan seseorang yang spesial kepadanya. Dan sesaat Seohyun telah tiba didepannya dengan menggandeng seorang namja.

“Aah, mian aku membuatmu lama menunggu.” Yoona hanya tersenyum dan menggeleng mengatakan tidak apa kepada Seohyun.

“Dan Unnie,, ini namja yang sangat ingin ku kenalkan padamu. Nama nya Cho Kyuhyun”

Pandangan Yoona teralihkan dengan seorang namja yang sedang tersenyum berdiri dibelakang Seohyun. Yoona mulai bangkit dari duduknya, tanpa mata nya terlepas dari wajah namja tersebut. Ia terus memerhatikannya.

“Kau!!”

One month ago~~

Jam telah menunjukan jam 3 sore. Yoona bergegas merapikan semua barang yang terletak dimeja. Ia terlihat sangat terburu-buru. Sesekali ia terus menengok ke arah berputarnya jam. Terus menghitung, berapa waktu yang telah habis terbuang sia-sia.

Tak lama ia telah berdiri. Menyandang tas sampingnya dan memegang suatu benda. Benda yang terbuat dari kaca, dan berbentuk rillakuma. Menyerupai kristal cantik, menurutnya. benda yang tak pernah lepas dari tangannya. Kemanapun ia berada ia terus membawanya. Karena ia percaya dengan janji orang yang telah memberikannya boneka kristal cantik tersebut.

“Jam 3. Namsan tower.”

Yoona terus mengingat perkataan itu. Pesan yang baru ia terima siang tadi. Betapa bodohnya ia bisa melupakan pertemuan penting itu. Karena begitu sibuk mengerjakan tugas kuliah nya. Sehingga bisa melupakan janji itu.  Ia terus mempercepat langkahnya, mengetahui universitas yang ia sekolahi lumayan besar tempatnya.  Ia terus berdoa agar ia tidak terlambat, walaupun ia tahu itu tidak mungkin, tetapi ia masih berharap akan ada keajaiban.

BRAAK

Sesuatu menabrak Yoona. Hingga membuat dirinya jatuh terduduk. Tetapi sepertinya lawannya tidak terjatuh, tetap berdiri hanya sedikit terhuyung. Karena sepertinya Yoona yang menabrak karena ia sangat terburu-buru tidak melihat jalan.  ia yang meminta maaf.

“Ah mian..”

Namja itu langsung melihat kearah Yoona yang meminta maaf kepada nya. Ia mengangguk sebentar. Tetapi kembali gusar.

Yoona mulai berdiri, merapikan buku yang terlepas dari tas nya. Setelah itu ia baru mengingat sesuatu. Ia melihat kearah tangan kanannya. Kosong. Ia tidak memegang lagi benda itu. Mata nya mulai berkeliling mencari, tapi nihil. Tidak ditemukan. Yoona menjadi takut. Mungkin ia sangat ingin menangis sekarang karena kehilangan benda itu. Tetapi ia tidak mau menyia-nyiakan waktu untuk menangis, ia terus mencari.

Namja itu tidak terlalu mementingkan kebingungan Yoona. Karena sepertinya ia juga sangat terburu-buru sekarang. Ia pun juga sama. Menatap kesekeliling daerah univertas tersebut seraya mengeluarkan keringat dingin. Seperti ada yang dipikirkannya membuat dirinya sangat cemas. Sebenarnya ia ingin menunggu yeoja didepannya ini untuk mengucapkan pamit duluan. Karena ia harus cepat-cepat pergi dari sana. Tetapi ternyata yeoja itu tidak mengeluarkan kata-kata, hanya terus menatap kebawah, mungkin mencari sesuatu. Tapi kembali ia tidak memperdulikannya.

Ia mendecak.

“Jogyeo, aku masih mempunyai urusan penting. Dan aku harus pergi kesana sekarang. Aku permisi.”

Yoona mengangguk, tanpa melihat namja itu. Ia terus melihat lantai, mencari benda itu. Namja yang mendapat anggukan dari Yoona, langsung berjalan disamping Yoona.

Dan langkah kaki pertama yang baru diinjakkan namja itu. Membuat Yoona shock.

Kristal itu pecah. Itu terlihat jelas saat namja itu mulai melangkahkan kakinya. Kristal itu tepat berada di bawah kaki namja itu. Tetapi namja itu tidak menyadari kalau ia telah menginjak kristal Yoona. Ia terus berjalan cepat, meninggalkan Yoona. Yoona terduduk lemas. Mengambil pelan rillakuma yang telah hancur tersebut. Matanya mulai berair melihat benda kesayangannya hancur.

Ba-bagaimana bisa? Kristal ku hancur. Ini semua karena dia! Dia yang menghancurkannya!

Dan dia harus mempertanggung jawabkannya!

“HEY!!”

Yoona menoleh ke belakang, dimana namja tadi melewatinya. Ternyata namja itu sudah berjalan jauh dariya. Sepertinya ia tidak mendengar teriakan Yoona memanggilnya. Terus berjalan cepat karena terburu-buru. Yoona menjadi kesal. Air mata nya tiba-tiba jatuh. Ia sangat tidak terima. Benda itu. Benda itu sangat berharga bagi dirinya. Begitu mudahnya, hancur begitu saja. Karena jika tidak ada kristal itu. Akan membuat dirinya kehilangan.

Yoona kembali menyadari sesuatu.

Pertemuan itu.

Ia kembali berdiri, kemudian berlari secepat-cepatnya dari universitasnya itu menuju tempat pertemuan yang sudah dijanjikan oleh orang lain. Kristal hancur itu, masih tergenggam ditangan kanannya.

Nafas Yoona masih tersengal-sengal. Ia telah sampai ditempat itu. Namsan tower. Tepat dikursi panjang berwarna putih. Tempat biasa ia bertemu laki-laki itu. Tetapi ternyata laki-laki itu tidak berada disana. Mata nya memandang sekeliling, mencari lelaki itu.

Dan ketemu.

Yoona pun tersenyum. Ia berlari ke arah lelaki yang sedang berdiri didekat taman.

“Oppa..”

Yoona merangkul leher namja itu dengan manja. Tetapi Namja itu, perlahan melepaskan tangan Yoona dari lehernya. Ia berbalik menghadap Yoona. Wajahnya kali ini, tidak tersenyum. Sama sekali bukan yang Yoona harapkan.

“Kau darimana saja Yoona? Aku sudah menunggumu selama setengah jam disini, kau tahu!”

Tiba-tiba namja itu membentak Yoona. Yoona terkejut. Ia tidak pernah mendapat bentakan seperti itu kepadanya. Ia menunduk

“Maaf Oppa. Aku tadi masih mengerjakan tugas kuliahku..”

Namja itu mendecak kesal. Ia berkacak pinggang lalu membuang pandangannya. Kemudian kembali menatap Yoona malas. Tak sengaja ia melihat pecahan kristal tergenggam ditangan Yoona. Terlihat benda pecah itu  sangat familiar dimatanya. Ia menarik tangan Yoona untuk melihat dengan jelas benda tersebut. Sebelumnya Yoona telah menahannya. Tetapi terlambat, tangan namja itu terlalu cepat untuk menarik tangannya.

“Yoona.. Kau apakan benda pemberianku ini?”

“Oppa. Maafkan aku… Ta-tadi aku tidak sengaja menjatuhkannya lalu–”

“Ahh sudahlah!!. Kau memang tidak pernah menghargai benda pemberianku!” ia membuang pandangannya ke arah lain. Menghela nafas. Lalu kembali menatap mata Yoona yang mulai berair.

“Aku kecewa denganmu!”

Yoona tersentak. Ia menatap namja itu. Ia tidak mau. Ia tidak mau berpisah dengan namja itu. Ia mencintainya.

Ia memegang tangan namja itu

“Oppa.. Maafkan aku, aku benar-benar tidak sengaja.. Tolong jangan..”

Namja itu menghempaskan tangannya kasar.

“Ini sudah yang keberapa kalinya Yoona? Kau membuatku menunggu keberapa kali?” Yoona terdiam.

“Aku selalu sabar dan terus bersikap manis untuk mempertahankan hubungan denganmu. Ku kira kau berubah, Ternyata tidak!. Kau tetap tidak terlalu memperdulikanku. Lalu lihat itu! Pemberianku kau hancurkan begitu saja. Aku memberimu karena kau orang yang spesial Yoona. Kenapa kau tega padaku!”

Yoona mulai menangis. Menggelengkan kepalanya. Ia bukan tidak memperdulikannya. Hanya saja..

“Tapi Oppa. Aku mencintaimu..”

“Aku juga mencintaimu Yoona. Tapi bukan begini! Aku lelah bersamamu. Aku bosan..”

Sakit.

Itu yang dirasakan Yoona.

Perkataan itu seperti duri-duri yang menusuk hati nya.

Ia terus terisak, tidak berani menatap namjachingu nya.

Namja itu menghela nafas. Menahan amarahnya yang kini masih meluap-luap. Ia menatap Yoona yang masih menangis dalam diam. Ia menunggu hingga Yoona menatapnya. Setelah sudah.

“Aku ingin.. Kita berakhir.”

~~

Yoona tersenyum sinis.

“Ternyata kau..”

Kyuhyun yang bingung dengan maksud perkataan Yoona beralih menatap Seohyun, bertanya. Tapi Seohyun hanya mengerdikan bahu nya tidak tahu. Ia kembali menatap Yoona. Dan kembali tersenyum

“Annyeong..”

Kyuhyun tetap berlagak formal didepan orang yang baru dikenalnya. Terlebih lagi ia adalah teman pacarnya, ia harus juga mengenal dekat dengannya.

Yoona tidak menjawab. Ia hanya menatap Kyuhyun dengan kesal.

Keadaan menjadi hening.

Seohyun pun memainkan mata ke arah Yoona menanyakan kenapa ia tiba-tiba berlagak seperti itu didepan orang spesialnya, Kyuhyun, tapi Yoona hanya menatapnya kosong. Dan tak lama ia  kembali menatap Kyuhyun lagi.

Seohyun yang mengetahui keadaan menjadi dingin,  mulai mencairkan suasana.

“Oppa, ayo duduk”

Seohyun menarik tangan Kyuhyun untuk duduk didepan kursi yang Yoona duduki tadi. Kyuhyun hanya menurut, sedangkan Yoona hanya memperhatikan mereka saja.

Seohyun yang telah duduk disamping Kyuhyun kembali melihat Yoona. Ia menarik nafas. Kenapa sahabatnya ini tiba-tiba berkelakuan seperti itu. Ia pun belum tahu jawabannya.

“Unnie, apa yang kau tunggu? Ayo duduk, kita pesan makanannya..”

Tatapan lama Yoona ke Kyuhyun beralih kearah Seohyun sesaat ia berbicara pada nya.

“Mian Seohyunnie, ternyata aku lupa ada janji dengan dosen ku.” Yoona menyandang tas nya ia tidak membuang waktu nya lama, menatap mereka sebentar lalu “aku pergi dulu..” Kemudian ia berjalan pergi.

Seohyun hanya melihat kepergian Yoona dengan bertanya-tanya. Menggelengkan kepala nya lalu beralih menatap daftar menu yang ada diatas meja.

“Siapa nama temanmu?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba.

Seohyun sontak menoleh menatap Kyuhyun lalu tersenyum.

“Im Yoona”

“Ne?..”

“Nama teman ku Im Yoona”

***

Yoona menyeruput moccacino nya yang masih hangat. Meletakannya lalu mengitari bibir cangkir tersebut dengan jari nya. Ia menghela nafas. Berfikiran ia adalah teman yang jahat bagaimana tidak. Ia sudah menjauhi Seohyun selama 3 hari,  tanpa Seohyun ketahui alasan yang sesungguhnya Yoona terus menghindari nya. Berfikiran salah. Tapi siapa yang bisa terima jika pacar teman adalah orang yang telah membuat hubungan Yoona dan namjachingu nya kandas. Tanpa bertanggung jawab, ataupun meminta maaf. kadang Ia heran. Apakah namja itu yang bernama Cho Kyuhyun tidak mengenali wajahnya? Padahal ia saja sangat mengingat wajah nya. Apakah Kyuhyun pura-pura tidak tahu atau memang telah lupa. Entah apa jawabnya ia tetap membenci dirinya.

Yoona melambaikan tangan melalui kaca jendela café tersebut, tersenyum dan memanggl orang yang yang berada diluar café tersebut untuk masuk kedalam.

“Mian Unnie.. lagi-lagi aku terlambat.” Seohyun membungkukkan badannya berulang kali lalu berpindah duduk dihadapan Yoona. Yoona hanya tersenyum dan memperhatikan Seohyun.

“aku sudah jarang melihat mu 3 hari ini Seo”

“Jinjja?” Seohyun mengernyitkan dahi nya “padahal aku selalu melihatmu dan selalu memanggil mu Unnie. Tapi kau tidak mendengarkannya” keluh seohyun manja. Ia menyadarkan punggungnya ke sandaran kursi.

“Jeongmal? Kau memanggilku?” Seohyun mengangguk dan Yoona hanya tertawa kecil. “Mian, mungkin saat itu aku sedang terburu-buru jadi tidak mendengar panggilanmu”

Yoona berdeham kecil. Menutupi semua kebohongannya. Ia belum siap untuk mengatakan hal sebenarnya, karena ia tahu permasalahan itu akan menjadi lebih rumit jika Seohyun mengetahuinya. Dan 3 hari itu. Adalah hari-hari dimana Yoona terus merenungkan diri apa yang baiknya ia lakukan, karena itu juga ia tidak mau bertemu Seohyun. Karena jika ada Seohyun, pasti selalu ada Kyuhyun.

“tentang Kyuhyun” tiba tiba Yoona berbicara yang sontak membuat Seohyun menatapnya. “sejak kapan kau mengenalnya?”

“mungkin 3 bulan yang lalu..”

Yoona mengangkat kedua alis matanya, kaget mendengar jawaban Seohyun, ternyata sudah cukup lama mereka berhubungan, tetapi kenapa ia tidak mengatakan pada nya dari dulu. Kalau mungkin Seohyun mengatakannya, ia masih berpeluang untuk menjauhkan Seohyun dengan Kyuhyun.  Yoona menelan ludahnya kembali menutupi rasa curiganya.

“dan sudah berapa lama kalian berpacaran?”

“euhm mungkin satu bulan.”

“mwo?” kini Yoona benar-benar tidak bisa menutupi keterkejutannya. Satu bulan yang lalu. Waktu dimana kejadian pahit Yoona juga berlangsung. Bagaimana bisa saat kejadian itu Seohyun dan Kyuhyun berpacaran. Bagaimana bisa.

“kenapa kau tidak memberitahukan padaku Seo?”

“Mian Unnie, setelah mendengar kau putus dengan pacarmu aku tidak ingin mengatakan tentang kebahagiaanku diatas kesedihan.”

‘ya tapi kau berpacaran dengan namja yang membuat hubunganku dulu putus’ batin Yoona. Tak tega ia mengatakan hal itu kepada Seohyun. Seohyun  bukanlah peran yang berbuat salah, tapi mungkin ia juga akan menjadi korban melihat sikap Kyuhyun yang sangat tidak bertanggung jawab saat kejadian itu.

Yoona hanya tersenyum seraya mengangguk. Mengartikan kalau ia mengerti dengan pikiran Seohyun.

***

Kyuhyun memandang dari balik kaca mobilnya kearah 2 orang gadis yang tampak bersenda gurau dibalik kaca bening café. Kedua gadis ini mungkin akan mulai mempengaruhi hidupnya. Entah siapa yang memulai ia masih ragu. Yang jelas ia mencintai gadis yang berambut bergelombang cantik dengan perilaku yang lembut yang selalu melelehkan hati nya. Dan gadis yang duduk dihadapan gadis yang ia cintai itu adalah seorang.. Im Yoona. Ia tidak mengenalnya, dan ia rasa ia baru mengenali dirinya beberapa hari lalu saat Seohyun mengenalkan padanya. Cukup mengetahui nama nya. Ia sudah ingin memberhentikan semua.

Kyuhyun memijit pelipis mata nya untuk mengurangi beban berpikirnya. Bagaimana bisa calon istri nya adalah seorang sahabat dari Seohyun yang berstatus kekasihnya. Ia benar-benar terlalu bingung untuk melakukan sesuatu. Tak satu ide pun terlintas untuk mengatakannya kepada Seohyun. Ia tidak mau kehilangan Seohyun. Mereka baru berjalan 1 bulan dan ia merasa sangat cocok dengan Seohyun. Mungkin sekarang ia benar-benar mencintainya. Jika saja ia mengatakannya kepada Seohyun kalau perjodohan itu tidak akan terjadi apakah kebohongan itu akan bertahan lama? Ia menghela nafas. Seorang Direktur Cho adalah orang yang sangat konsisten dengan pilihanya. Tidak akan pernah berubah. Dan ia yakin ayahnya akan melakukan apa saja untuk tetap membiarkan pernikahan itu terjadi

Tampak kini Seohyun keluar dari café tersebut. Meninggalkan Yoona yan masih duduk didalam. Kyuhyun ingin menyusul Seohyun, tapi kembali ia menatap Yoona. Dan tak lama ia membuka pintu mobilnnya. Berjalan menuju café tersebut.

“Im Yoona, bisa kita bicara?”

“Mwo?”

***

TBC

***

H-1 keluar. Mian pada yang nunggu lama, ternyata saya sudah 1 bulan tidak update-update. Hehe.

Maafkan saya kalau masih banyak typho dimana-mana karena sya ngetik nya buru-buru kagak enak sama yang punya laptop *nunjuk kakak*.

Oke oke. Sampai disini dulu.

Jangan lupa Komen 😉

 

Gomawo

Intanspakddict 😉

 

Iklan

34 thoughts on “H-1

  1. Idha_Sparkyu berkata:

    wwwaaahhh Keren Thor …
    Nextnya jngan Lma” yha Thor …. 🙂

    oh yha FF New Love jga di tnggu yha and jngan Lma” !!!!! 🙂 🙂 🙂

  2. Ping-balik: H-2 | intansparkddict
  3. Ping-balik: H-3 | intansparkddict
  4. Desbbuing berkata:

    Huaaaa seru, aku pikir disini pacarnya kyuhyun yoona, eh ternyata yoona yg jadi dijodohin ama kyuhyun.. Seru thor

  5. annyeong.. aq reader baru disini sebab baru nemu blognya hehehe…
    ceritanya bagus, tapi jangan sampai terlalu complicated yaa…
    ntar yang baca pada galau lagi…
    sekarang yg jadi pikiran fokus couple nya yg mana nih… KyuNa or SeoKyu…
    yuk mari lihat kelanjutannya…

  6. Ping-balik: H-7 | intansparkddict
  7. Daebak….setelah sekian tahun aku baru nemu link ini karena aku juga dapet info dari saengku, setelah di buka n di baca ternyata keren isi ceritanya thor, ijin baca kelanjutannya ya thor gomawo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s