New Love 7

Gambar

Title : New Love part 7

Author : Intansparkddict

Genre : , Romance

Main Cast :

Cho Kyuhyun

I’m Yoona

Find your self..

 

 

***

Pemandangan gelap yang sedikit diterangi oleh lampu jalan menjadi pemandangan menarik bagi Yoona. Karena mau tak mau hanya itu yang bisa dilihatnya.

Sesekali ia tersenyum. Kadang bersedih.

Pergi meninggalkan Ayahnya kali ini terasa jauh lebih sulit daripada awal. Entah kenapa kepergiannya kali ini bisa membuat dada nya terasa sesak. Padahal sebelumnya tidak. Ia takut terjadi suatu hal pada ayahnya selama ia tidak ada. Tidak disampingnya.

Ia menghela nafas.

Kyuhyun yang berada disampingnya pun ikut merasakan keresahan Yoona selama di perjalanan. Walaupun Yoona tidak berbicara tentang keresahan yang sangat menyesakkan dadanya, tapi mata Yoona mengatakan semua kegelisahannya.

“Kyuhyun”

Kyuhyun menoleh ke arah Yoona yang sekarang memandang kearah depan.

“Ne..”

Yoona menghela nafas.

“Apa Appa-ku akan baik-baik saja disana?”

Kyuhyun langsung menatap Yoona. Nanar. Pertanyaan itu sungguh tidak ia perkirakan. Apakah ia harus berkata jujur atau tidak ia masih bimbang.

Jika saja ia jujur, ia akan mengecewakan tuan Im, karena keputusan tuan Im bukan hanya untuk kebahagiaan dirinya agar bersama Yoona. Itu semata hanya karena tidak ingin membuat Yoona sangat bersedih, apalagi jika Yoona melihat tuan Im pergi dengan mata nya sendiri. Itu sungguh bukan yang dinginkan tuan Im. Ia tidak ingin mati didepan mata anaknya sendiri.

Kyuhyun mengenggam tangan Yoona yang masih terbebas dipangkuan kaki nya. Menatap matanya, sayu. Tapi, Tersenyum.

Dan jika saja bohong..

“Appa-mu akan baik-baik saja Yoona. Aku yakin.”

Lewat genggaman hangat Kyuhyun, Yoona dapat merasakan suatu dorongan darinya. Tetapi ia juga merasakan suatu keanehan,

seperti kebohongan.

Mungkin.

Perlahan ia mulai menatap mata  Kyuhyun.

“Tapi aku takut Kyu. Walaupun aku tak terlalu mengetahui tentang penyakit Appa. Aku bisa merasakan kalau itu sangat parah. A-ku hanya takut-” mata Yoona mulai dipenuhi cairan bening. Kyuhyun baru menyadarinya ketika mata Yoona menatap mata nya. Ikut merasakan betapa sedih dirinya karena appa-nya. Kyuhyun melihat kearah genggaman tangannya. Terasa tangan Yoona yang kini berbalik mengenggam tangannya.

Erat. Hanya saja dingin. “A-aku hanya takut..  Takut kalau Appa akan meninggalkanku, Kyu” Kini, cairan bening itu mulai mengalir dipipi Yoona. Perlahan Yoona terisak. Kyuhyun merasa tambah bersalah. Ia sangat ingin mengatakan hal yang sejujur-jujurnya kepada Yoona. Tapi kebohongan itu telah terlanjur keluar dari bibirnya. Tidak ada pilihan,

ia tetap membohonginya

Kyuhyun mengubah posisi duduknya menghadap Yoona.

“Yoona, dengarkan aku. Tuan Im adalah orang yang kuat. Ia tidak akan mudah menyerah melawan penyakitnya, separah apapun penyakitnya. Ia tidak akan rela meninggalkan putri yang sangat dicintainya sendiri. Ia akan bertahan untukmu Yoona-ah. Jadi berusahalah! Dan tunjukan padanya keberhasilanmu nanti.”

Yoona terdiam dipegangan Kyuhyun. Air mata nya kini mulai berhenti mengalir. Kata-kata Kyuhyun benar-benar berhasil menggoyahkan kegelisahannya. Ia terus menatap Kyuhyun.

Kyuhyun membalas tatapan mata Yoona.

Sebagian mengartikan menenangkan, sebagian mengartikan kebohongan.

Kyuhyun tersenyum.

Maaf, Aku membohongimu..

Tak lama, sepertinya kegelisahan Yoona benar-benar kembali dikuatkan oleh kata-kata Kyuhyun. Ia mengelap air mata yang membekas dipipi nya. Kemudian senyuman muncul disudut bibirnya.

Tanpa disangka ia memeluk Kyuhyun. Menenggelamkan kepala nya di dada Kyuhyun. Kyuhyun yang belum mendapat perkiraan spontan sedikit terkejut.

“Gomawo Kyu..”

Wajah Kyuhyun menjadi sedih. Ia hanya agak menyesalkan. Mengatakan semua kebohongan yang ia buat. Ia tahu, dan tuan Im juga tahu. Tuan Im takkan bisa disembuhkan. Malah lebih dari itu. Ia akan pergi, entah kapan itu waktunya. Didalam waktu dekat ini.

Kyuhyun membalas pelukan Yoona. Ia terus memandang ke lain arah. Mengedipkan matanya. Mengatupkan rahang nya. Hanya untuk menahan semua gejolak hatinya.

Maafkan aku Yoona..

***

Semua kembali seperti biasa. Yoona kembali bersekolah bersama Kyuhyun. Ujian akhir sekolah telah rampung mereka ikuti. Hanya menunggu waktu beberapa minggu untuk pemberitahuan kelulusan mereka di sekolah.

Tidak juga terlalu biasa. Karena setelah itu hubungan Yoona dan Kyuhyun makin mendekat. Kyuhyun yang dulu dijuluki Evil Kyu. Mendapat panggilan baru. Yaitu Angel Kyu. Itulah yang sekarang diberikan teman-temannya. Karena sekarang ia tidak senakal dulu. Ia berubah. Menjadi agak baik. Walaupun tidak terlalu baik, tapi masih diapresiasi dengan teman-temannya.  Mereka pun sering berterima kasih  kepada Yoona. Karena mereka anggap Yoona lah yang membawa Kyuhyun ke jalan yang benar. Hingga tidak se evil dulu.

Semua bahagia. Tetapi tidak untuk dua orang. Yap, Eunhyuk dan Sungmin. Yang katanya sohib semati Kyuhyun. Mereka kadang kesal, karena Kyuhyun sekarang jarang mau untuk keluar malam dengan mereka. Selalu menasihati jika Eunhyuk mengajaknya menjahili orang. Dan itu selalu membuat Eunhyuk menggerutu. Sungmin sebenarnya tidak terlalu kesal, hanya saja ia selalu dipengaruhi Eunhyuk, dan terpaksa menemani kegerutuan Eunhyuk terhadap Kyuhyun. Sungmin masih dalam tipe orang yang memahami. Dan ia memahami sohibnya itu.

Sohibnya telah menemui cinta nya.

Ia tidak ingin menganggu. Ia bahagia dengan Kyuhyun sekarang. Bahagia melihat sohib nya telah mengetahui arti cinta dan juga menemui cinta nya. Sepertinya Yoona telah benar-benar menyihirnya hingga begitu.  Walaupun Kyuhyun sudah jarang keluar dengannya dan Eunhyuk, lagi-lagi ia mengerti.

Eunhyuk saja yang menganggapnya berlebihan. Ucapnya berkali-kali ketika Eunhyuk selesai menggerutu.

Yoona pun juga merasakannya semua. Kyuhyun benar-benar berubah. Ia menjadi lebih dewasa.

Kadang aneh.

Kyuhyun sekarang sangat perhatian kepada nya. Selalu disamping nya disaat ia membutuhkan. Selalu baik kepadanya. Tidak pernah mengejek-ngejek dirinya seperti dulu.

Jika ia tanya kenapa, ia menjawab.

“Aku hanya ingin melindungimu..”

Hanya itu, lalu ia tersenyum.

Kembali, ia teringat kejadian yang sangat memalukan dirinya. Saat dimana Kyuhyun berkunjung kerumahnya di Busan. Dimana Kyuhyun yang telah membuat dirinya malu sekaligus..tenang. Tak disangka Kyuhyun berubah menjadi pria yang gentle disana. Membuat Yoona terpana saat kejadian itu berlangsung.

Kyuhyun. Adalah orang yang sangat sering dipertanyakan oleh orang-orang disekitarnya. Hanya terkekeh lucu mendengar komentar orang-orang dekatnya. Memang ia merasakan perubahan mendadaknya. Karena sepertinya sekarang ia sadar. Ia akan menginjakan tahap dewasa. Dan ia sadar. Ia harus melaksanakan amanat yang diberikan padanya.

Menjaga Yoona.

Sejauh ini. Ia telah melakukannya dengan baik. Ia telah menjaga Yoona dengan baik. Dan karena itu ia bisa menjadi lebih dekat dengan Yoona.

Sejauh ini semua terlihat baik. Semua berjalan dengan baik.

Hingga..

Yang ia takutkan terjadi.

“AKU BENCI KAU KYUHYUN!!”

“Yoona..”

“LEPASKAN AKU!!”

Malam itu. Tawa riang masih menyertai mereka. Bersenda gurau, menceritakan hal-hal lucu. Hanya saja karena suara itu. Deringan ringtone ponsel yang tiba-tiba berdering dan sukses membuyarkan gelak tawa mereka. Membuat tawa itu perlahan menghilang. Sekedar menunggu pemilik empu menjawab panggilan di ponselnya.

Tetapi karena itu. Membuat semuanya berubah.

Tit.

“Yeoboseyo..”

“Mwo?..”

“Tidak mungkin.. Itu tidak mungkin terjadi. Kau pasti bercanda kan Ahjussi? Lelucon mu sangat tak bagus!”

“Keluarga Cho? Tidak.. Kau pasti salah mendengarnya..”

“…”

Ponsel itu tiba-tiba terlepas dari genggaman Yoona. Meninggalkan panggilan yang masih tersambung dari sana. Ia berdiri kaku. Menghadap kedepan. Bibirnya kadang bergetar. Menahan seluruh nafas sesaknya.

“Yoona?..”

Ia tidak menyahut. Masih dalam posisi sebelumnya.

Kyuhyun yang bingung mengambil ponsel Yoona yang tergeletak dibawah dekat kaki Yoona yang masih berdiri.

“Yeoboseyo?”

“Ne?”

Kyuhyun langsung menatap Yoona. Sedih. Belum sempat ia mendekati Yoona. Yoona telah berlari mendahuluinya menuju kamarnya. Sambil menangis.

Ia pun mengejarnya.

Seketika Yoona melangkahkan kaki nya kedalam kamarnya. Tangannya tiba-tiba ditarik Kyuhyun.

“Yoona,..”

Yoona sontak menoleh menghadap Kyuhyun. Dengan wajah yang penuh air mata, dan isakkan yang cukup terdengar. Ia memandang Kyuhyun dengan benci.

“AKU BENCI KAU KYUHYUN!!”

Ia berusaha melepaskan tangannya dari Kyuhyun. Tidak berhasil. Malah kedua tangannya kini sukses di pegang oleh Kyuhyun.

“Yoona, dengarkan aku..”

Yoona terus berburu nafas karena isakkannya terasa sungguh menyesakkan. Ia masih terus menyentak-nyentakkan tangan nya agar terlepas dari Kyuhyun.

“APA LAGI YANG HARUS AKU DENGARKAN DARIMU HAH?”

Kembali ia menyentakkan tangannya. Berteriak dengan isak tangis nya.

“KAU PEMBOHONG!!”

Kyuhyun terhentak. Tapi ia tetap memegang tangan Yoona yang masih menangis. Ia terus mencoba menjelaskan semuanya pada Yoona.

“Yoona. Kau tidak tahu cerita yang sebenarnya..”

Yoona kembali menatap Kyuhyun.

“Cerita apa?! Cerita apa lagi yang mau kau karang? Mengatakan kalau appa ku akan menjemputku sekarang dengan tubuh yang sehat dan bugar?”

Yoona menatap sinis ke arah Kyuhyun.

“Kau salah paham Yoona..”

Yoona berburu udara untuk mengisi dada nya yang sesak. Ia memejamkan mata nya.

“Lepaskan aku Kyuhyun..”

“Tidak! Sebelum kau mendengarkan semuanya.”

Yoona mengatupkan rahangnya.

“LEPASKAN AKU KYUHYUN!!”

Kyuhyun terdorong kebelakang karena hentakan tangan Yoona yang cukup keras.

Dan

BLAMM

***

Dua hari setelah itu. Hubungan Kyuhyun dan Yoona makin menjauh. Begitu juga dengan keluarga Cho, walaupun Yoona tidak terlalu menunjukan kemarahannya seperti ia menunjukannya kepada Kyuhyun, tetapi kekecewaannya iya.

Kadang ia belum mempercayai bagaimana bisa keluarga Cho juga ikut dari rencana Kyuhyun. Diam-diam tidak memberitahuinya, dan malah menariknya kesini. Untuk menjauhkan nya dari ayahnya yang sakit.

Lagi-lagi ia menangis.

Terus berbicara kepada sebuah foto ayahnya. meminta maaf karena dulu ia dengan bodohnya dapat meninggalkannya sendiri dalam keadaan sakit yang sangat parah.

“Yoona..”

Bunyi ketukan pintu memecah lamunanya. Ia melirik ke arah pintu sebentar. Lalu perlahan berjalan menuju pintu tersebut. Sebelum ia membuka pintu, ia mengelap pipi nya agar tidak terkesan ia habis menangis.

“Yoona ah..”

“Eonni”

Yoona tidak menampakan senyum yang biasa ia tampilkan. Hanya mendatarkan wajahnya saat Ahra tersenyum sayu kepada nya. Ia tidak mempersilahkannya masuk, tetapi ia tetap membiarkan pintu kamarnya terbuka. Ia mulai berjalan kembali menuju tempat tidurnya, dan dibelakang ia diikuti oleh  Ahra.

“Yoona, belum kah kau memaafkan kami?”

Yoona tidak menjawab, ia membalikan badannya membelakangi Ahra. Berpura-pura membaca majalah yang berada ditangannya.

Ahra mulai duduk ditepi ranjang Yoona.

“Semua ini, bukan seperti yang kau pikirkan..”

Tanpa Ahra tahu, dalam tunduk Yoona meneteskan air mata nya. Entahlah, jika sudah mulai membicarakan tentang ini. Ia akan lebih sensitif. Kadang tanpa kontrol, air mata nya tiba-tiba jatuh.

“Kami semua menyayangimu Yoona. Appa, Umma, Kyu, dan eonni. Kami semua menyayangimu, walaupun appa mu telah pergi, masih ada kami Yoona.”

Yoona membuka lembar majalah lainnya. Untuk mengelabui tangisannya. Ia sama sekali tidak menggubris Ahra. Tapi ia tetap mendengarkannya.

“Yoona tolong mengerti..”

Yoona tidak menjawab.

Ahra memegang pundak Yoona, mengelusnya pelan. Berusaha agar Yoona melihatnya, dan mendengarkannya.

“Kami bukan seperti yang kau pikirkan.”

Hanya bunyi lembaran majalah dibalik yang menjawab ucapan Ahra.

“Yoona kumohon..”

Yoona mulai gelisah. Ia tidak tega memperlakukan Ahra seperti itu. Memohon-mohon kepadanya seperti itu. Ia telah menganggap Ahra seperti kakak nya sendiri. Yoona mulai menggoyahkan hatinya, ia mencoba untuk membalikan badannya agar ia bisa mendengarkan semua penjelasan Ahra.

Dan memang ia lakukan.

Yoona mulai membalikan tubuhnya kemudian duduk menghadap Ahra. Ia masih menundukan wajahnya. Ahra sedikit terkejut saat ia melihat wajah Yoona yang ternyata menangis

Tetapi Ahra terus tersenyum. Saat ia mulai menjelaskan semua. Tiba-tiba Kyuhyun datang dan masuk ke kamar Yoona.

“Kyuhyun?”

“Biarkan aku yang menjelaskan semua kepada Yoona”

Kyuhyun menatap Ahra sebentar lalu kembali ke Yoona. Yoona pun membuang pandangannya ke arah lain. Menyembunyikan wajahnya.

“Tapi Kyu..”

“Sudahlah Noona, aku yang mempertanggung jawabkan semuanya”

Ahra menelan ludah. Ia benar-benar tidak yakin jika hal ini ia serahkan kepada Kyuhyun. Karena sebelumnya Kyuhyun tak pernah berhasil menjelaskan kepada Yoona. Tetapi sepertinya kali ini, ia melihat kesungguhan Kyuhyun, dan ia menurutinya.

Ahra berjalan menuju pintu, saat ia berpapasan dengan Kyuhyun. Ia berbisik.

“Aku mempercayakan padamu. Jangan membuatnya menangis lagi”

Kyuhyun mengangguk seraya terus memandang Yoona yang sekarang duduk membelakanginya.

Saat Ahra benar-benar sudah menutup pintu. Kyuhyun mulai berjalan menuju tepi ranjang Yoona.

Ia menarik nafas panjang.

“Yoona..”

“Aku tak mau melihatmu!!”

“Tidak apa, asal kau mendengarkanku.”

Yoona menutup kedua telinganya menggunakan tangannya.

“Aku tak mau mendengarkanmu!!”

Sesaat, Kyuhyun mulai duduk diranjang Yoona. Mendekatinya untuk menurunkan tangannya dari telinganya.

“Jangan sentuh aku!!”

Kyuhyun menghentikan gerakannya. Ia menurunkan tangannya.

Kembali, menarik nafas panjang.

“Im Yoona..”

“Jangan panggil nama ku!!”

Kyuhyun memejamkan matanya sebentar. Menggigit bibir bawahnya.

“Aku hanya ingin mengatakan kalau aku–”

“Keluar!!”

“Kalau aku–”

“Sudah kubilang KELUAR!!”

Tiba-tiba Yoona mendorong tubuh Kyuhyun hingga Kyuhyun sedikit terpental dari ranjang Yoona. Yoona terus memandang Kyuhyun yang masih tergeletak dilantai sambil melihat nya. Kadang perasaan tidak tega terus menghinggapi nya, tapi ia terlanjur sakit hati karena dibohongi.

Dorongan itu, entah keberapa kali ia lakukan kepada Kyuhyun. Itu terpaksa!. Ia tidak mau terlalu lama melihat Kyuhyun. Karena ia tidak mau kadar kebenciannya kepada Kyuhyun terus bertambah saat ia melihatnya.

Kyuhyun hanya melihat Yoona sayu. Perlahan ia berdiri. Memandang Yoona sebentar, lalu pergi berjalan keluar dari kamar Yoona.

Saat ia hendak menutup pintu, ia masih bisa melihat wajah Yoona yang menangis disela-sela pintu tertutup.

“Aku hanya ingin mengatakan kalau aku mencintaimu..”

***

“Kyuhyun!”

“Waeyo noona?”

“Yoona pergi Kyu.. Yoona pergi ke Busan. Ia membawa seluruh pakaiannya kesana. Mungkin ia akan kembali tinggal disana.”

Kyuhyun langsung memutar stir mobilnya dari tempat tujuannya. Ia mengaktifkan GPS yang berada dimobilnya. Mencari jalan ke arah Busan, karena hanya itu patokannya agar ia bisa sampai keisana. Ia mengemudikan dengan kecepatan tinggi.

Yoona

 

Aku menggeret koperku seusai dikeluarkan oleh supir taksi. Mengucapkan terima kasih kepada sang supir taksi. Aku berdiri tepat dijalan didepan rumahku seraya menatapnya. Mungkin memutar memori indah saat aku masih bersama ayah dulu. Setetes air mata tertahan di pelupuk mataku. Tersenyum. Aku mengelap sudut mata ku dengan jariku, membersihkan tetesan air mata tadi.

Aku mulai berjalan seraya menggeret koperku menuju pintu rumah. Kembali menatapnya sayu. Aku teringat kembali. Saat aku membuka pintu, ayah selalu tersenyum menyapa ku. Kini, mungkin aku tak lagi merasakan itu semua.

Tanganku mulai memegang knop pintu. Memandangnya sebentar. Dan perlahan ku buka.

“Yoona..”

Aku  mendongak kaget setelah mendengar ada yang memanggil nama ku, sayu.

“K-Kyu.”

“Apa yang kau lakukan?”

“Aku ingin menemuimu.”

Aku menghela nafas.  Bibirku ingin kembali berteriak untuk mengusirnya, tidak mau melihat wajahnya, Karena itu, Membuat hati ku semakin sakit.

Aku lelah.. Dan hanya diam.

“Yoona, kali ini. Kumohon, biarkan aku menjelaskan semua kesalahpahaman ini.”

Aku mendongak menatap Kyuhyun. Bosan, telah berapa kali mendengar Kyuhyun mengucapkan hal itu.

“Bisa kau percaya padaku?”

Aku membuang pandanganku ke arah lain. Aku sangat ingin.. Sangat ingin mempercayainya, tapi karena itu, karena kejadian itu. Aku tidak bisa mempercayainya lagi.

“Aku bukan ingin merebutmu dari ayah mu. Aku bukan ingin menjauhkan mu dari ayahmu saat kepergiannya..”

Aku menutup mata, tanganku mengepal. Masih menoleh ke arah lain. Tapi telingaku masih aktif untuk mendengarkan semua kata yang terucap dari bibir Kyuhyun.

Tak lama, Setelah siap. Menahan rasa sesak yang ada. Aku mendongak menatapnya.

“Lalu untuk apa?”

“Itu semua kulakukan agar kau tidak menangis Yoona..”

Berbendung-bendung air mata yang kutahan akhirnya jatuh juga. Aku meringis tersenyum. Menatap ke arah lain. Kata-kata nya sungguh tidak bertanggung jawab. Ia baru mengatakan hal itu, tapi apa yang terjadi? Air mata ku jatuh.. Apa bisa dikatakan aku tidak menangis karena perbuatannya?

Aku melihat ke arah tangannya yang sudah berada dipipi ku. Menyentuh air mataku yang jatuh.

“Bukan seperti ini. Aku tidak mau melihatmu seperti ini..” Ucapnya.

Kembali, aku tersenyum. Meremehkan. Tanganku melepaskan tangannya yang tadi memegang pipi ku.

“Itu sudah terjadi Kyu. Apa pun yang ingin kau lakukan padaku, air mata ku tetap akan terjatuh”

Tangisan ku kini bukan seperti memberontak seperti dulu karena tidak terima dengan perbuatannya hingga aku harus meninggalkan ayahku. Hanya diam. Air mata ku pun tetap akan jatuh, walaupun aku sudah menahan. Tangisan yang lebih tenang. Aku tidak ingin lagi lelah membuang tenaga ku hanya untuk menangis dan berteriak mengatainya sebagai pria yang jahat. Cukup hati ku saja yang mengetahuinya.

Aku menarik nafas dalam.

“Bisakah kau berhenti Kyu?.. Aku lelah. Aku lelah melihat wajahmu, aku lelah mendengar kata-kata mu, aku lelah mengucapkan semua kata untuk menyuruhmu berhenti mengangguku.”

Ia menatap mata ku. Ekspresinya selalu sama. Setelah kejadian itu, wajahnya selalu mengartikan. Penyesalan. Kesedihan. Aku tidak berani lagi melihatnya, membuang pandangan kearah lain dan menutup mata.

“Aku hanya ingin kau pergi.. Dan tak pernah muncul lagi dihadapan ku..”

Kalimat itu. Kalimat yang sungguh tidak ingin kukatakan. Jika aku bisa memilih, aku lebih memilih untuk berteriak mengatai semua kebencianku padanya, dari pada aku harus mengatakan ‘pergi’ dengan lembut, tenang, tapi berarti dalam kepada nya.

Sesuatu terus bergejolak dalam hati ku, ketika ia menatapku dengan mata seperti itu. Sayu, sedih.

Aku memejamkan mata ku.

“Biarkan aku sendiri..”

Aku tahu, kata-kata itu sungguh mengartikan menyuruhnya pergi dari hadapanku. Karena sungguh hanya hal itu, yang bisa membuat hatiku tenang.

Deru nafas pedih, sakit, dan penyesalan sungguh terdengar olehku tiap ia bernafas,  menatapku dalam. Mata nya terus berkata, memohon kepadaku agar aku memberinya kesempatan agar ia mengatakan semua. Tapi kembali, aku menolak dengan membuang tatapan mata ku kearah lain. Aku benar-benar tidak ingin.

Kutunggu , ternyata perkataan ku tidak dimengerti olehnya. Ia tak kunjung menghilang dari hadapanku. Aku menghela nafas.

“Ini akan bisa menjadi lebih sulit, kau tahu Kyu?. Aku sudah tidak bisa mempercayaimu”

Ia menggelengkan kepala nya, membantah semua yang ku katakan. Aku kembali tersenyum, palsu.

“Kau tahu., Tapi kau tidak mau menerima nya.”

Ia diam.

Aku tahu, ia sangat ingin membela dirinya sekarang. Tetapi ia sepertinya sudah mengerti penolakan ku tadi, ia tidak berbicara.

“Yoona..”

“Sudahlah Kyu. Sudah kukatakan aku lelah mendebatkan ini semua. Aku hanya ingin kau menghilang dariku, agar hatiku bisa kembali tenang, perlahan menerima semua yang sudah menghilang dari hidupku”

Cukup.

Kurasa perkataanku tadi cukup dimengertinya. Ia menatap mata ku sebentar, mengartikan sesuatu yang sulit kumengerti. Dan Perlahan ia berjalan melewatiku, keluar dari rumahku. Ia terus berjalan, mungkin kini tak lagi menoleh ke arahku,  tak menghampiriku lagi, ataupun

ia tidak akan muncul dihadapanku lagi.

Aku menutup mata,  menghirup udara dengan sekuat tenaga. Mengisi hati ku yang makin sesak, dan kosong. Ku biarkan kesesakkan yang kurasakan tergantikan oleh udara yang terus tersedia untuk masuk kedalam tubuhku. Aku tetap berdiri, hingga aku puas. Aku tak tahu kini ia berada dimana, masih disekitarku, ataupun telah pergi. Aku tak tahu. Aku hanya ingin menunda waktu sebentar, merasakan tiap detik ia berjalan pergi dari hidupku.

“Jika itu yang bisa membuatmu bahagia, aku akan melakukannya. Aku tidak akan muncul dihadapanmu, lagi.”

Aku membuka mata. Seketika ia tiba-tiba berbicara. Aku  Tidak menoleh kebelakang kearahnya yang mungkin sudah berdiri agak jauh dari ku. Kurasa ia juga berdiri berhenti, tidak berjalan menghampiriku ataupun menjauh.

Air mata ku terjatuh, sedikit terisak. aku Mengepalkan tanganku, menahan agar isakkan ku tak terdengar olehnya. Hanya saja, kutemukan penyesalan yang kurasakan saat ia mengatakan hal itu.

“Kau tahu,, aku juga tidak ingin itu terjadi. Aku tidak ingin tuan Im meninggalkanmu, lalu menyuruhmu untuk tetap berada disampingku. Aku hanya–”

Aku menggigit bibir bawahku. Aku benar-benar tidak kuat mendengar semua ucapannya. Ingin sekali, aku menoleh kepadanya. Tapi sudah kukatakan, aku lelah. Tidak mau melanjutkan ini semua.

“Aku hanya berusaha melaksanakan permintaan terakhir tuan Im.”

Aku hanya berpikir, memperkirakan. Ia berbohong. Tapi tega kah ia membawa ayahku dalam hal ini.

“Ia mengatakan itu sebelumnya.. Dan tanpa sepengetahuanmu..”

Aku terus mendengarkannya.

Walaupun air mata terus jatuh dipipi ku.

“Ia memintaku, untuk membawa mu pergi secepat mungkin dari nya karena ia tidak tahu kapan ia akan pergi.”

Tubuhku bergetar mendengar ucapannya. “Ia tidak ingin kau melihatnya pergi selamanya dari dirimu, ia tidak ingin membuatmu sedih karena kehilangannya.”

Dan cukup.

Aku rasa cukup, kurasakan lemas menjalar diseluruh tubuhku, termasuk kedua kaki ku. Kata-katanya. Semua kata-kata nya. Mungkin Meluluhkan hati ku, sebagian hatiku mulai mempercayainya, tapi sebagian lainnya masih tidak mempercayainya. Semua tahu. Kyuhyun pandai berkata-kata.

“Kadang, aku merasakan kalau semua itu salah. Tapi tuan Im tetap menguatkan hatinya dan terus memintaku untuk melakukannya. Dan malam itu aku sudah membuat keputusan, aku menyetujuinya.”

Aku merasakan kalau ia sedang menatapku dari jauh. Aku bisa merasakannya. Tapi itu tetap tidak menggoyahkan hati ku. Aku tetap berdiri membelakangi nya, menangis terisak dalam diam.

“Kukira, rencana tuan Im akan berhasil tidak membuatmu menangis. Ternyata salah, kau benar-benar menangis. Tidak, kau terus menangis karena kesalahanku dulu menyetujui rencananya itu.”

Kini, aku benar-benar terisak. Tak peduli ia mendengar atau tidak aku benar-benar tidak bisa menahannya.

“Tujuanku sama seperti tuan Im, ingin membuatmu bahagia. Tapi sepertinya kini aku yang gagal. Aku tidak bisa mengikuti cara tuan Im hingga ia bisa membesarkanmu menjadi gadis baik, dan ceria..”

Ia berhenti sebentar. Aku bisa mendengar ia menarik nafas.

“Kau tak bisa melihat perasaanku Yoona. Kau tidak bisa melihat betapa pedihnya hatiku saat kau terus menangis, dan yang paling sakit adalah, mengetahui kalau orang yang membuat mu menangis adalah aku..”

Aku mendongak. Isakkan ku makin menjadi. Aku menutup mulutku dengan tanganku, agar isakkan ku tidak tedengar olehnya.

“Kau pun tidak juga mengerti hingga sekarang, tentang perasaanku.”

Aku menarik nafas dalam.

“Tapi, biarkan aku mengatakannya untuk yang terakhir. Walaupun aku tahu kau tidak akan  menanggapinya ataupun akan melupakannya. Aku tidak peduli..”

Aku tak tahu, apakah kali ini ia sudah pergi atau tidak. Karena ia membiarkan sunyi menghampiri kami berdua, lama.

“Semua yang kulakukan, semua pandangan mata ku, dan semua hati ku. Hanya terisi dirimu Yoona, karena selama ini aku–”

Terdengar deruan nafas berat disela-sela ucapannya. Kembali, kudengar ia menarik nafas dalam.

“Mencintaimu Yoona..”

Tiba-tiba aku berlari masuk kedalam rumahku, menutup pintu dengan kuat. Berdiri membelakangi pintu, memegang nya dengan kedua tangan yang berada dibelakang ku.

Kini aku menangis. Menumpahkan semua yang sudah tak kuat kutahan. Isakkan ku cukup keras, membuat seluruh ruang rumahku bisa mendengarkan suara tangisanku. Mungkin juga diluar.

Makin menjadi. Perih yang ku rasakan makin menyesakkan dadaku. Aku benar-benar ingin menganggap semua hanya kebohongan belaka. Tapi aku tidak bisa.. Aku merasakan semua dari suara sayu nya. Penyesalan dan kehilangan. Aku bisa merasakannya.

“Aku tidak mencintaimu..”

Kepura-puraan yang sungguh aku sadari  tidak berhenti aku lakukan.

“Aku tidak mungkin mencintaimu..” Mustahil.

Aku terus mengucapkan kepura-puraan, berharap bisa menepiskan semua perasaanku sekarang. Bibirku tak mengikuti hatiku, ia mengikuti ego ku.

Tapi tak berhasil. Sesak nya kini makin menjadi. Lebih sakit, lebih pedih. Semua penyesalan kini tertampung dan bekerja sama menyalahkan semua kepada ku.

Aku menekan dada ku dengan tangan ku. Menyuruhnya berhenti menabur sesak dalam dada ku. Kini diriku kacau. Aku tidak bisa melihat dengan jelas karena air mata yang memburamkan mata ku. Aku tidak bisa mendengar karena tiap kata yang keluar dari bibir Kyuhyun terus terngiang ditelinga ku. Aku merosot menjadi duduk, tidak kuat menahan beban dalam diriku.

“Jangan. Aku tidak mau mencintainya. Ini sudah cukup.”

Aku membisikkannya pada perasaanku, menyuruhnya agar berhenti bergejolak. Aku tidak tahan menahannya.

Dan Akhirnya.

Kelelahan yang memberhentikan semua. Tangisanku, pedihku seakan menghilang karena tak ku sadari ternyata aku sudah jatuh terlelap.

***

 

TBC

 

***

 

Tada..

NL 7 udah keluar. Mian pada yang udah nunggu lama.

Dan juga, maafkan kalau cerita nya makin jelek.

 

Oke, ditunggu komennya 🙂

 

 

Gomawo 🙂

 

Intansparkddict 😉

Iklan

36 thoughts on “New Love 7

  1. rindafishy berkata:

    So sad ya mpun 😦 kata2’nya kyu itu bikin ikut hanyut .. Satuin KyuNa ya thor , nggak tega sama kyu ..
    Kasihan dia 😦
    Ff makin seruuu , kereeeen dah 😀
    ditunggu lanjutannya ..

  2. Lanjut.. Lanjut.. Lanjut.. Kkkkk keren thor.. Part in sedih bgt.. Nyesek bacanya,,, semoga Yoona bsa maafin Kyuppa. . A-Yo oppa jangan nyerah dpetin hati’y Yoona eonni,, Buat author, Daebak deh.. Tp pnjangin lg dooong..??D tunggu lnjutannx n ff lainny ya.. Inget thor.. Jangan lama! *nada ngancem* .. Hehehe Hwaiting….. Chuu~

  3. Rifdah_Musketeers berkata:

    fighting kyu !!1 tetep perjuangkan cintamu untuk yoona, karena dia mencintaimu ^^ next thor >< jangan lama lama thor 😀

  4. Anindya berkata:

    nyesek banget 😥
    feelnya bener-bener dapet*mungkin karena lagi galau*
    eonnie,cepet post ffnya ya.
    aku lagi galau nie,gara-gara momen seokyu di rs#curcol

  5. jdi ikut sedih:'(
    cpt d lanjut dong thor…
    udah gk sabar mau lnjut bcax… chapterx di bnyakin yaaaa…klo bsa smpe 20, smpe mreka kawin dan punya anak… hehehe=D
    d jamin deh peminatnya banyak….:)ok????

  6. Syifa kyuNa berkata:

    Lanjut loh tor jgan llama2.. Ceritanya seru aku seneng sma FF ini.. Kyk nonton Drama bener.. Pdhal mah baca.. Wkwkwk.. DAEBAK BWAT AUTHOR YG BKIN.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s