Can I go with You? (oneshoot)

Gambar

Tittle :  Can I go with you?

Author : Intansparkddict

Genre : Sad, angst

Length :

PG : 13+

Cast : Lee Donghae

         Jessica Jung

          Ok Taecyeon

 

Telah banyak waktu ku curahkan demi mesin ini..

Bisakah membawa ku bertemu dengannya kembali?

Menjadi bagian dari hidupnya..

Memiliki  hatinya..

Membuatnya bahagia….

walaupun hanya 7 hari

Hingga ia meninggalkanku…

Untuk selamanya ,,

***

 

February 5_2012

“Noona, jadilah pacarku..”

Yeoja itu menghentikan langkahnya, ia berbalik ke arah anak kecil itu. Lalu  tersenyum.

“Donghae, kau masih kecil. Belum cocok dengan  noona”

“Tapi noona, aku bisa membahagiakanmu. Aku akan mentraktirmu es krim, mengajakmu bermain setiap harinya, Lalu–..”

Yeoja itu membungkukkan badannya, menjajarkan tubuhnya dengan anak itu.

Ia tersenyum sedangkan tangannya mengacak rambut bocah laki-laki yang dipanggilnya Donghae.

“Donghae ah, kau masih harus belajar dan sekolah. Lalu menunggu 15 tahun lagi untuk menjadi pacar Noona..  Arraso!..”

Yeoja itu kembali tersenyum lalu kembali berdiri.

“Noona harus menungguku hingga waktu itu.. Aku pasti  akan bertemu dengan Noona lagi dan menjadikan Noona pacarku.. Noona janji akan menungguku kan?”

Yeoja itu tidak menjawab pertanyaan Donghae. Ia memejamkan mata nya, seperti berpikir sesuatu. Sedetik kemudian Ia membuka matanya, membuat Donghae lebih penasaran. Tapi  Lagi-lagi ia hanya tersenyum. Lalu perlahan berjalan meninggalkan Donghae.

 

 

***

 

Maret 20_2030

“Bagaimana?”

“Sepertinya sudah..”

“Apa kau yakin itu akan berfungsi?”

“Mudah-mudahan..”

Sebuah mesin yang diharapkannya dulu, akhirnya telah berhasil ia ciptakan. Hampir 20 tahun. Waktu yang ia habiskan untuk membuatnya. Walaupun ia juga masih belum tahu apa mesin itu akan berfungsi sebagaimana yang ia inginkan, atau sebaliknya. Tapi ia sangat yakin. Kerja kerasnya selama 20 tahun ini akan membuahkan hasil.

Donghae mengelap bagian-bagian mesin yang telah selesai ia ciptakan. Meniupnya sesekali untuk menghilangkan debu-debu yang menempel.

Ia membuang nafas lega nya. Tersenyum memandang mesin nya itu.

Aku akan segera bertemu denganya ,,,

“Jadi, apa nama ciptaanmu ini?” Tanya Eunhyuk yang tiba-tiba berdiri di samping Donghae

“Last Hope..”

“Mwo? Nama apa itu? Judul lagu?… Tidak ada keren-kerennya” komen Eunhyuk yang langsung mendapat jitakan dari Donghae.

“Yaaa.. Itu ada maknanya.”

“Harapan terakhir? Itu maknanya?” Tanya Eunhyuk.

Donghae menganggukan kepala nya

“Mesin ini, seperti satu-satunya harapan terakhir ku untuk menepati janjiku dulu bahwa aku akan bertemu dengannya kembali. Jadi, nama ini menandakan kalau mesin ini bagaikan harapan ku, harapan terakhirku.” Jelas Donghae.

Eunhyuk menganggukan kepala nya. Mengerti maksud perkataan Donghae. Ia mendekati mesin itu, mengamatinya dan sesekali mengelusnya.

“Apa ini akan benar-benar bisa membawamu kesana?”

“Semoga saja..”

Mendengar itu Eunhyuk langsung memandang Donghae,

“Yaa Lee Donghae. Jika kau kurang yakin begitu bagaimana kau bisa bertemu dengannya” ucap Eunhyuk

Walaupun mesin harapannya ini telah tercipta,   memutar  waktu untuk bertemu dengannya kembali. Perasaan ragu dan bimbangnya belum sepenuhnya hilang.

Mesin ini, belum sekalipun dicobanya. Dan Kadang perasaan takut juga menghantuinya.

Bagaimana jika mesin ini tidak membawa ku kesana?

Atau tidak, aku akan pergi ke waktu yang salah dan tak akan kembali lagi?

“Hei teman. Bukan kah semua ini hasil kerja kerasmu selama 20 tahun? Percayalah, jika kau mempercayai dengan hati yang tulus mesin ini pasti bisa membawa mu kesana”

Eunhyuk merangkul bahu Donghae dengan tangannya. Tersenyum. Lalu sama-sama menatap mesin Donghae tersebut.

Sejenak mereka sama-sama terdiam dan memandang mesin Last Hope Donghae.

“Jadi, kapan kau akan menggunakannya?”

“Mungkin besok,,”

“Mwo? Secepat itu?” Kaget Eunhyuk. Mata nya membulat menatap Donghae.

“Yaa, bukannya kau tadi yang menyemangatiku. Dan giliran aku telah membulatkan hatiku kau malah yang tidak mempercayaiku”

“Bukannya begitu. Hanya saja apa secepat itu.? Mesin ini baru diselesaikan, belum lagi ada hal yang perlu disiapkan untuk berangkat ke masa itu. Apa sempat menyiapkannya untuk besok?” Tanya Eunhyuk.

“Itu, Aku telah menyiapkannya jauh-jauh hari”

Donghae menunjuk 2 tas yang berisi perlengkapannya untuk pergi ke masa itu. Beberapa makanan yang berbentuk pil vitamin, pakaian-pakaiannya , dan alat-alat mesin itu. Untuk jaga-jaga  kalau-kalau mesin itu macet di tengah perjalanannya.

Eunhyuk mengangguk mengerti maksud Donghae.

“Kuharap, kau akan bisa menemuinya secepatnya”

“Gomawo Eunhyuk ah..”

***

March 21_2030

2012… Click

Seoul … Click

Donghae menutup kedua matanya. Menarik nafas dalam-dalam. Setelah meyakinkan hatinya bahwa ini lah pilihannya dan ini lah yang dilakukannya. ia membuka mata nya.

START!!!…  Click

Ia menekan tombol utama mesin tersebut. Dan mulai saat itu Mesin nya  mulai beroperasi, mendeteksi arah tujuan yang telah ditulis Donghae. Mesin itu mulai bergetar, membuat seluruh badan Donghae juga ikut tergetar. Mata Donghae tak henti nya memandang seluruh layar monitor yang menggambarkan beberapa code acak yang hanya ia tahu jawabannya. Tetapi kemudian gambar itu makin bergerak cepat sehingga membuat Donghae sedikit panik.

Dalam hitungan mundur, mesin ini akan memulai perjalanannya.

5.. 4.. 3.. 2.. 1

Jlebb..

###

 

March, 28_2012

Perlahan Donghae membuka matanya. Semburat cahaya matahari yang menembus sela-sela jendela ruangan itu berhasil mengguggah kedua mata nya.

“Anda sudah bangun?..”

Samar-samar terlihat yeoja memakai pakaian jas berwarna putih tersenyum ke arahnya. Dari pakaian yang dikenakannya, bisa ditebak kalau yeoja itu salah satu Dokter atau perawat.

Mata Donghae masih mulai membiasakan untuk melihat wajah yeoja tersebut.

“Agashi.”

Saat mata nya berkedip untuk ketiga kalinya. Donghae langsung duduk dari tidurnya. Dengan mata yang tidak percaya ia menatap yeoja itu. tatapan penuh perasaan rindu yang sangat mendalam.

“Noona..”

Yeoja itu sedikit terkaget mendengar pasien nya memanggil dirinya dengan sebutan noona. Dalam pandangannya, wajah  pasien namja ini mengingatkan ia pada seseorang yang dikenalnya tapi ia belum ingat siapa orang yang ia maksud.  Yeoja itu hanya tersenyum membalasnya.

“Agashi, bagaimana keadaanmu sekarang? Apa lebih baikan?”

Tanpa menjawab pertanyaan dari sang Dokter. Donghae langsung memeluk Dokter itu sangat erat. Sangat erat, seakan tidak mau membiarkan yeoja yang dipelukknya pergi lagi.

“Errr, agashi..”

Donghae memendamkan kepala nya di bahu dokter.

“Noona, aku sangat rindu padamu. Sangat. Sangat merindukanmu…”

Beberapa tetes air mata Donghae mulai berjatuhan, sedikit membasahi jas yang dipakai dokter tsb. Sang dokter masih terkejut. Pasien yang baru ia temui hari ini tiba-tiba memeluknya sangat erat.

Apakah aku begitu mirip dengan orang yang sangat ia rindukan?

Sang Dokter melepaskan pelukan Donghae. Ia mundur beberapa langkah. Memandang Donghae dengan tatapan yang bertanya-tanya. Tapi kembali ia tepiskan pikiran itu, ia mencoba untuk lebih profesional dalam pekerjaan nya ini.

“Agashi, ini waktunya kau minum obat” sang Dokter mengalihkan pembicaraan dengan mengambil beberapa obat yang terletak dimeja sebelah tempat tidur pasien.

Mata basah Donghae tak pernah terlepas dari Sang Dokter. Seakan ia tidak mau jika tidak bisa melihat yeoja itu dari pandangannya kini.

Tangan Donghae tiba-tiba mengenggam tangan Sang Dokter yang memegang obat Donghae. Mata sang Dokter segera melihat tangannya yang digenggam oleh pasiennya. Lalu kembali menatap mata sang Pasien.

“Agashi–“

Donghae mengunci mata nya hanya untuk memandang mata sang Dokter seakan memaksa nya untuk memandangnya balik.

“Noona,, Jessica Noona. Apa kau tidak merindukanku? Apa kau lupa dengan janjimu ?”

Dokter yang dipanggil Jessica itu seketika mematung memandang Donghae. Bagaimana pasien yang tidak dikenalnya itu mengetahui namanya. Selama ini Ia tidak pernah merasa ada hubungan dengan namja ini. Melihat wajahnya saja baru sekali ini. Bagiamana ia bisa menanyakan kalau ia merindukannya? Ingat janjinya?

“Agashi, apa maksud perkataanmu?”

Jessica mengerutkan keningnya memandang pasiennya ini. Ia benar-benar tidak mengerti apa yang dikatakan oleh nya.

“Noona, kau tidak mengenaliku?”

Jessica menggelengkan kepala nya. Bagaimana ia bisa mengenalinya, baru kali ini mereka bertemu. Jessica benar-benar yakin tidak mengenali pasiennya tersebut.

“Aku Lee Donghae noona. Donghae..”

Jessica kembali memandang Donghae, memutar kepala nya untuk mencari nama Donghae yang dikenalnya. Tapi ia menggeleng.

“Donghae? Aku tidak pernah mengenali seorang namja dengan nama Donghae, tapi–” Jessica tampak mulai berpikir “aku mengenali seorang anak laki-laki kecil bernama Donghae, Lee Donghae. Persis seperti namamu” lanjut Jessica.

Donghae tersentak. Kenapa baru sekarang ia menyadarinya. Masa mereka berbeda. Bagaimana bisa Jessica mengenalinya dengan wajah dan tubuh yang sudah tumbuh dewasa. Kenapa ia bisa melupakan hal itu.

“Noona, aku lah anak lelaki itu. Bocah kecil bernama Lee Donghae yang dulu pernah kau rawat dan ajak bermain. Akulah anak laki-laki itu Noona, aku lah Si Lee Donghae kecil..” Terang Donghae.

Jessica sama sekali tidak mengerti dengan ucapan Donghae. Sangat tidak masuk akal. Bagaimana bisa Si bocah kecil Donghae yang baru 1 minggu kemarin ia temui datang kembali padanya dengan tubuh yang dewasa dan  ..tampan. Apakah itu bisa dimasukan dalam logika?.

“Agashi, kurasa sebaiknya anda beristirahat dulu. Untuk menenangkan semua pikiranmu..”

Tangan Jessica membantu merebahkan badan Donghae untuk berbaring. Tapi tangan Donghae menahan tangannya. Kembali mengenggamnya erat. Jessica berusaha melepaskan genggaman Donghae, tapi sia-sia. Tenaga Donghae lebih kuat dari nya.

Hening..

Saling menatap.

Jessica berusaha mencari kebohongan dikedua mata Donghae. Tapi Nihil, tidak ada kebohongan yang terpancar dimata Donghae. Setelah ia perhatikan, memang banyak terdapat kemiripan di wajah Donghae ini dengan Lee Donghae kecil. Tapi ia kembali berfikir logis, tidak mungkin ada manusia kecil berubah menjadi besar dengan tiba-tiba.  Obat yang tadi digenggamnya terlepas dari tangannya.

“Tidak mungkin. Kau pasti orang lain..” Cergah Jessica. Ia kembali berusaha melepaskan tangannya sekuat tenaga. Dan akhirnya berhasil.  ia berlari keluar ruangan Donghae.

Apa aku menakutinya? Datang tiba-tiba dan langsung mengatakan kalau aku si Donghae kecil. Apa tidak bisa ia melihat kesamaan yang ada didiriku sekarang dengan si Donghae kecil..

Aku orang yang sama Noona. Lee Donghae. Namja yang dari kecil selalu mengaggumimu dan menyukaimu. Rela menghabiskan waktu selama 20 tahun hanya ingin bertemu denganmu kembali noona. Karena namja ini sangat merindukanmu. Sangat. Ia bisa melakukan apa saja hanya untuk berada disisi mu. Menepati janji yang telah ia tetapkan untuk membahagiakanmu. Ya, ia telah berjanji. Dan kini, ia menepatinya.

Sepertinya saat ini ia memang harus berbohong dahulu.

***

“Chagi..”

Taecyeon memeluk tubuh tunangannya, sesampainya ia menghampiri yeoja nya dirumah sakit. Tempatnya bekerja.

“Kemana saja kau pergi hmm..” Taecyeon menghirup wangi rambut tunangannya. ” Aku ingin mengajakmu untuk memilih gaun pengantinmu..”   Dilepaskan pelukannnya untuk menatap yeoja nya.

Jessica tak menjawab. Mata nya hanya memandang lurus kedepan.

“Jessica”

“Ah.. Ne Tacyeon ah.”

“Chagi ya. Apa yang sedang kau pikirkan?”

Taecyeon membelai rambut Jessica

“Ani. Aku tidak memikirkan apapun” jessica menggelengkan kepalanya. Memasang senyum untuk lebih meyakinkan tunangannya.

“Hmm. Kalau begitu ayo sekarang kita berangkat” Taecyeon mengaitkan satu lengannya ke pinggang Jessica. Mengajaknya pergi dari tempat kerja nya itu.

Dua minggu lagi, Jessica akan dipersunting oleh Taecyeon. Sebuah pertemuan yang diawali oleh kencan buta yang di rencanakan oleh orang tua mereka. Akhirnya akan berakhir di sebuah altar. Para orang tua pun sangat bahagia mendengar berita membahagiakan dari putra putri mereka. Walaupun hati dari sang mempelai wanita belum yakin penuh akan hidup bersama dengan Taecyeon kelak. Ia menerima semua nya hanya karena ingin orang tua nya bahagia, ia tidak mau mengecewakan kedua orang tua yang disayanginya, meskipun hati nya selalu ingin bertindak lain.

Taecyeon memang sangat memperlakukan Jessica dengan baik dan penuh kasih sayang, sudah tersirat bahwa Taecyeon sangat menyayangi Jessica. Cinta memang telah tumbuh dihati Taecyeon, tapi cinta belum tumbuh dihati Jessica. Ia menyukai kebaikan Taecyeon dan ketulusan Taecyeon, tapi ia belum merasakan suatu hal yang membuat ia jatuh cinta pada pesona Taecyeon. Ia telah mencobanya, dan hasilnya tetap sama. Hati nya terus berkata, kalau ia harus menunggu . Karena nanti seseorang  akan datang dan berhasil memiliki hatinya. Awalnya ia mempercayai kata hati nya, tapi sepertinya waktu dan takdir telah berkata lain. Taecyeon adalah namja yang telah dipilih oleh orang tua nya untuk dirinya, dan sepertinya itu pilihan terbaik bagi dirinya.

Mereka berjalan memasuki lift rumah sakit tersebut. Tangan Taecyeon menekan tombol lift yang menunjukan lantai paling dasar rumah sakit itu. Lalu mereka berdiri menunggu hingga lift itu selesai mengantarkan mereka kebawah. Senyuman tak pernah lepas dari bibirnya, apalagi saat yeoja nya mulai menatapnya, senyuman itu makin mengembang dibuatnya.

“Jadi, negara mana yang ingin kau kunjungi?”

Dieratkan tangan Taecyeon ke bahu Jessica agar yeoja nya lebih dekat dengannya.

“Ah, itu..” Jessica menghindari tatapan Taecyeon “aku belum memikirkan tentang hal itu..” Lanjutnya sambil memasangkan senyum  dibibirnya.

Bukannya belum.  Jessica memang tidak pernah berpikiran tentang honeymoon mereka. Ia hanya menerima pernikahan ini, dan itu semua dirasanya sudah cukup. Sebuah pernikahan tidak perlu diselenggarakan hingga berlebihan atau pergi honeymoon ke beberapa negara di eropa. Hanya dengan berdiri disebuah altar dengan namja yang dicintainya itu sudah cukup. Cukup membuatnya bahagia. Walaupun keinginannya itu sudah tidak mungkin lagi terkabulkan, tapi ia mencoba untuk mensyukurinya.

 

Ting

 

Pintu lift mulai terbuka. Tiba-tiba ekspresi Jessica berubah terkejut melihat seseorang yang tiba-tiba muncul seketika pintu lift terbuka. Taecyeon yang belum menyadari hal itu mengajak Jessica keluar dari lift.

“Jessica Noona” Namja itu tersenyum memanggil Jessica. Ia menggelengkan kepala nya. Lupa untuk bertingkah seperti namja yang berasal dari masa ini. “Jessica ssi..” Panggilnya lagi.

Taecyeon menghentikan langkah nya lalu menatap Jessica dengan mata nya, menanyakan siapa namja yang sedang berdiri didepan mereka.

“Ah dia, salah satu pasien dirumah sakit ini” ucap Jessica sambil terus memasang senyum memandang Taecyeon.

Taecyeon kembali menatap namja itu. Dari atas hingga ujung kaki ia perhatikan. Sebuah senyum terukir dibibir Taecyeon. Ia menawarkan salah satu tangannya untuk mengajak namja itu bersalaman.

“kenalkan aku Taecyeon. Tunangan Dokter Jessica Jung”

Donghae hanya menatap tangan Taecyeon yang masih bertahan untuk menunggu dibalasnya. Saat ia mendengar kata ‘Tunangan’ keluar dari bibir Taecyeon mata nya langsung beralih ke Jessica yang berdiri disamping Taecyeon. Ia menatap Jessica dengan tidak percaya. Setahunya dulu Jessica tidak pernah dekat dengan seorang pria atau mempunyai pacar, dan sekarang ia mendengar sendiri kalau ia telah bertunangan dengan namja ini.   Jessica yang menyadari tatapan dari Donghae tersebut langsung dialihkannya ke Taecyeon.

“Taecyeon ah ayo kita segera kesana. Nanti toko nya keburu tutup” alih Jessica. Ia menarik lengan Taecyeon agar keluar dari lift tadi. Taecyeon menuruti kata Jessica, ia mulai berjalan keluar meninggalkan Donghae yang masih setia menatap kepergian mereka.

Donghae menarik nafasnya dalam. Lift yang tadi ingin ia tapaki tidak jadi ia tempati. Ia hanya diam berdiri menatap  kedua pasangan ‘yang baru diketahuinya itu’ pergi menggunakan mobil BMW berwarna hitam yang sudah diketahui pasti milik Taecyeon ‘Tunangan Jessica’.  Ia kembali menghela nafas. Ia benar-benar tidak mempercayai apa yang didengar nya dari bibir Taecyeon tadi.

Tunangan.

Elakkan itu berhenti saat ingatan yang baru ia lihat beberapa menit yang lalu kembali tampil dikepala nya.

Mereka, memang  bertunangan.

Tak sengaja Donghae tadi melihat jari manis ditangan kiri Jessica dipautkan oleh sebuah cincin indah yang berhiaskan mata berlian ditengahnya. Begitu juga yang ia liat di jari manis kiri Taecyeon, terdapat cincin yang sama dengan yang dikenakan Jessica.  

Donghae merasakan lemas diseluruh tubuhnya. Kenapa semua kenyataan ini baru diketahuinya. Jessica telah menemukan namja hidupnya, namja yang akan menemani hidupnya. Selama ini ia hanya tahu bahwa Jessica seorang diri, karena itu ia sangat ingin menemaninya, membuatnya bahagia, menjadi bagian dari hidupnya. Walaupun saat-saat itu akan berlangsung sebentar sebelum sebuah kecelakaan merenggut nyawa nya.

Tiba-tiba ia teringat tujuan awal ia kembali ke masa ini. Semua sakit hati nya tiba-tiba lenyap. Sepertinya ingatan masa lalu itu lebih sakit dari perih nya yang ia rasakan kali ini. Sesaat ia menoleh kesekitar, mata nya menatap satu-satu orang yang lewat disekitarnya. Tanpa ada pemberitahuan dahulu, tangannya memberhentikan seorang laki-laki yang sedang lewat didepannya. Laki-laki itu hanya menatap Donghae bingung, karena Donghae melihatnya dengan ekspresi yang sangat khawatir. Dibenaknya pun muncul dugaan-dugaan aneh terhadap Donghae. Lelah menunggu Dongae tidak kunjung buka suara, laki-laki itu agak bergeser sedikit untuk berjalan kembali.

“Agashi.”

Laki-laki itu lantas menolehkan kepala nya melihat Donghae.

“Sekarang..”

Donghae menarik nafasnya. Berbicara dengan nada yang agak serak. Seperti ada yang terganjal dibibirnya.

“Sekarang, tanggal berapa?” Tanya Donghae lebih jelas. Ia menarik nafas dengan hati-hati. Sesaat mungkin terdengar suara desiran nafas bergetar yang dipaksakan keluar..

Jantung Donghae berdegup sangat cepat menunggu jawaban itu yang sangat menegangkan bagi dirinya.

Jangan..

Kumohon jangan katakan kalau hari ini saatnya.

“28 maret”

Deg

Tubuh Donghae menegang tiba-tiba. Mata nya pun tidak bergerak, seakan tidak kuat untuk berkedip.  Lelaki itu pun sontak menjadi sedikit cemas dengan perubahan Donghae yang seperti mayat hidup  sedang berdiri didepannya karena hanya mendengar tanggal yang ia sebutkan.

“Agashi..” Ucap lelaki itu.

Donghae menggelengkan kepala nya. Tanpa menghiraukan lelaki itu, ia berlari sekuat tenaga  keluar dari rumah sakit. Sekilas, ia terlihat seperti orang yang berlari tak tentu arah. Salah. Ia ingat semua.

 Semua!

 Saat hal itu telah terjadi.

Ia terus berlari.

Maret, 28 2012

“Hae..”

“Hmm?”

“Jessica Noona.”

“Kenapa dengan Jessica Noona?”

“Ia..ia”

“Ia apa hyuk?”

“Ia meninggal Hae”

“Haha kau ada-ada saja Hyuk. Mau membuatku takut Hah? Aku tidak sebodoh itu”

“Hae aku tidak bercanda! Jessica Noona meninggal! Ia baru kecelakaan didekat Restoran pusat Seoul. Ia meninggal ditempat Hae!”

Donghae kecil langsung terdiam menatap sahabat nya Eunhyuk yang menangis didepannya. Ia mengedip-ngedipkan mata nya masih kaget karena sahabatnya itu tiba-tiba muncul dan berteriak-teriak sambil menangis didepannya dengan mengatakan kalau Jessica Noona meninggal. Ia masih tidak mempercayai apa yang dikatakan Eunhyuk. Bagaimana bisa Eunhyuk membuat lelucon yang sangat jahat seperti itu.

 Eunhyuk terus menangis terisak memandang Donghae yang ternyata masih belum mempercayai apa yang ia katakan. Ia mengelap pipinya yang basah. Tangannya menarik paksa lengan Donghae, mengajaknya berlari bersama nya. Menuju tempat yang pasti akan menyadarkan Hae seketika.

“Yaa Hyuk kita mau kemana?”

Eunhyuk tidak menjawab pertanyaan Donghae. Ia terus berlari dan tangannya juga menarik Donghae agar ia terus berlari bersamanya.

Beberapa menit kemudian Donghae melihat banyak kerumunan orang sedang mengelilingi sesuatu. Ia yang bingung lantas menoleh ke arah Eunhyuk yang mungkin tahu ada apa dikerumunan itu. Tak ada jawaban. Tapi Donghae terus diajak berlari mendekati kerumunan orang itu Hingga Eunhyuk tiba-tiba berhenti berlari tepat di belakang kerumunan itu begitu juga Donghae.

 

Donghae masih mengatur nafasnya lelah setelah berlari tadi. Ia memandang sekitar. Terdapat beberapa ambulan dan para perawatnya yang sedang sibuk melakukan sesuatu. Tak jauh dari situ ada 1 mobil BMW berwarna hitam yang sudah tidak terbentuk lagi dengan bagian depannya sangat hancur, hingga mungkin orang yang melihatnya tidak mengenal mobil itu sebuah mobil dgn merek yang mahal dan mewah.

 

“Kenapa kau ajak aku kesini?” Donghae menoleh menatap Eunhyuk. Menatap eunhyuk bingung. Sepertinya ia lupa apa yang telah Eunhyuk katakan sebelumnya tadi.

Eunhyuk kembali tak menjawab, ia menunduk. Terus menangis terisak. Donghae mengernyitkan dahi nya melihat sahabatnya itu. Ia kembali melihat kedepan, kearah perawat-perawat yang sedang sibuk mengangkat seorang korban pria yang penuh darah dikepala nya. Korban pria itu ditutup oleh kain hijau yang menandakan kalau orang itu sudah tak bernyawa lagi. Ternyata bukan 1 korban. Dua orang perawat lain mengangkat seorang korban perempuan dengan darah juga penuh dikepala dan telinganya. Donghae memperjelas penglihatannya.

 

“Jessica noona..”

 

Eunhyuk sontak menatap Donghae sesaat Hae menyebut nama Jessica Noona. Tiba-tiba Donghae berlari kearah perawat-perawat itu. Ia terus menyelip ke orang-orang yang mengerumuni korban tersebut. Eunhyuk ikut mengejar Donghae yang sudah agak jauh darinya.

 

“Hae!” Panggil Eunhyuk

 

“Jangan bawa pergi dia  Dokter! Jangan bawa pergi Jessica Noona!!”

 Donghae berteriak disela lari nya. Air mata pun kini telah membanjiri pipinya membuat pipi nya yang tadi kering menjadi basah. Perawat-perawat yang tadi sudah siap menutup tubuh Jessica dengan kain hijau ditangannya lantas berhenti dan menatap ke anak kecil yang berteriak tadi.

 

“Jangan bawa pergi Jessica Noona Dokter! Ia masih hidup!!” Donghae memeluk tubuh Jessica yang sudah terbujur kaku tak bernafas lagi. Seakan tidak boleh jika perawat-perawat itu membawa pergi Jessica.  Beberapa perawat lain terus membujuk Donghae kecil memberitahu nya bahwa noona nya sudah meninggal.

 

“TIDAK! JESSICA NOONA BELUM MENINGGAL!!”

Donghae memberontak melepaskan tangannya yang dipegang oleh perawat tadi. Ia menarik kain hijau yang dipegang sang perawat yang ingin menutupi semua tubuh noona nya, agar kain tsb tidak jadi menutup tubuh Jessica. Perawat lain terpaksa memegang tubuh Donghae, menahan tubuh kecilnya  agar tidak menganggu jalan nya pengambilan korban dari kecelakaan tersebut. Akhirnya kain hijau yang digenggam erat oleh Donghae berhasil diambil oleh perawat. Beberapa detik kemudian, seperti slow motion. Donghae melihat sendiri Noona nya ditutupi oleh kain hijau itu.

 

“TIDAAAK!!”

 

Donghae kembali memberontak dan akhirnya ia berhasil melepaskan diri dari perawat tersebut.

 

Tapi terlambat.

 

Jessica sudah dibawa pergi oleh ambulan yang mulai berjalan menjauh dari nya.

 

Donghae berlari. Berusaha mengejar ambulan tersebut.

 

“JESSICA NOONA!!”

Ia berlari sambil menangis. Ambulan itu berjalan terlalu cepat. Membuat Donghae kehilangan benda berjalan yang membawa noona nya itu pergi. Donghae memperlambat lari nya. Sia-sia. Tidak akan bisa dengan dirinya yang masih bocah kecil mengejar sebuah ambulan. Kaki nya tidak kuat lagi, hingga ia berlutut ditengah jalanan besar.

 

“Jessica Noona..”

 

Eunhyuk akhirnya berhasil menemukan Donghae. Ia memperlambat lari nya. Menatap nanar kearah sahabat karibnya itu.

 

 

 

 

“Aaaarrggh!!!”

Donghae berteriak disela larinya. Beberapa kenangan dimasa lalu lebih mengingatkan dirinya.. Disaat-saat ia melihat sendiri noona yang dicintai nya dibawa pergi oleh perawat-perawat itu. Ia terus mempercepat lari nya, berusaha mengejar mobil BMW itu untuk menghindari agar kecelakaan maut itu tidak terjadi.

Ia terus berharap kalau ia belum terlambat untuk menghalangi agar semua itu tidak terjadi. Dan Akhirnya Mata nya pun menangkap mobil BMW yang dicari-carinya itu tak jauh dari dirinya. Tapi tak jauh dari situ, ia juga melihat Restoran Pusat Seoul yang jaraknya sudah tidak jauh lagi dengan Mobil BMW yang membawa Jessica dan Taecyeon.

Donghae lebih mempercepat larinya dari sebelum-sebelumnya. Untung saja mobil itu tidak dibawa oleh Taecyeon dengan kecepatan tinggi, hingga Donghae masih bisa mengejarnya.

“BERHENTI!!”

Donghae berteriak kearah mobil tersebut, berusaha agar mereka melihatnya dan langsung menepikan mobilnya. Karena jika mobil itu terus berjalan, akan ada mobil lain oleng lalu menabrak mobil yang membawa Jessica dan Taecyeon itu.

“JESSICA! BERHENTI!!”

Ia terus berteriak membuat orang-orang menatap nya aneh. Tapi ia tidak memperdulikannya. Ia terus berlari dan berteriak hingga membuat mobil itu berhenti.

“Jessica, apa kau mendengar sesuatu?”

“Ne Oppa. Seperti ada orang berteriak-teriak dibelakang.”

Taecyeon terus memandang sekitar tanpa meninggalkan fokus untuk menyetir mobilnya. Ia menatap kedepan, kiri, kanan. Tidak ada orang yang sedang berteriak-teriak. Tapi teriakan itu masih jelas ia dengar. Hingga ia melihat kaca spionnya. Ia melihat pasien Jessica yang ditemuinya tadi mengejar mobil nya dengan terengah-engah. Dan ternyata dialah orang yang berteriak-teriak yg berkata berhenti tadi.

Donghae bertemu mata dengan Taecyeon yang sedang menatapnya lewat kaca spion mobilnya. Ia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.

“TAECYEON SSI KUMOHON BERHENTIKAN MOBILNYA!”

Taecyeon yang dapat mendengar jelas teriakan Donghae langsung menginjak rem nya. Ia lantas membuka kaca nya lalu menoleh kebelakang untuk melihat Donghae.

“Wae?” Tanya Taecyeon setengah berteriak

Donghae yang melihat mobil Taecyeon berhenti berjalan lantas tersenyum. Mengucapkan terima kasih berulang kali didalam hati nya kepada pria ini karena mau mendengarkannya. Ia memperlambat lari nya, berjalan mendekati mobil Taecyeon.

Tapi tiba-tiba mata nya menangkap sebuah mobil yang melaju cepat dari arah kanan perempatan tempat mobil Taecyeon berhenti. Senyuman diwajah Donghae menghilang. Seperti slow motion. Ia kembali bersiap berlari menuju mobil Taecyeon.

“TIDAK! PERGII!!!”

Teriak Donghae memperingatkan Taecyeon agar segera menancap gas nya untuk meninggalkan tempat tersebut. Taecyeon mendengarnya, lalu mengernyitkan dahi nya. Aneh, melihat salah satu pasien Jessica ini. Tadi menyuruhnya berhenti, sekarang menyuruhnya pergi. Ia pun kembali duduk dan menghadap depan. Ia menjelaskan sedikit ke arah Jessica yang bertanya apa yang sedang  terjadi. Sedangkan Donghae masih sibuk berteriak menyuruh mereka agar segera pergi dari tempat itu.

TIN.. TIN..

Suara klakson dari sebuah mobil menganggetkan Taecyeon, yang lantas menengokkan kepala nya ke arah kanan dimana suara klakson itu memperingatkannya.

BRAAAK..

“TIDAAAAK..”

Donghae berhenti berlari. Peristiwa yang sudah diramalkannya telah terjadi dan sesaat ia berhasil menghalaunya agar kecelakaan masa lalu itu tidak terjadi. Tetapi tetap terjadi. sepertinya memang  takdir lah yang lebih berhak memutuskan. Ini memang bukan kejadian yang kedua kalinya, pertama kali. Hanya saja diputar kembali olehnya. , karena sebelumnya ia telah datang terlambat untuk menyelamatkan noona-nya. Dan sekarang, kejadian yang sama walaupun terdapat perbedaan ditempatnya. Tetap saja judulnya SAMA.  Ia gagal.

Ia gagal kembali menyelamatkan Jessica.

***

Maret 30_2012

Jessica mulai membuka mata nya. Mata nya menatap sesosok pria. Belum jelas dilihatnya. Kedipan pertama, kedua, ketiga.. Dan ternyata pria itu bukan Taecyeon, tunangannya. Ia memandang sekitar, ternyata ia dirumah sakit. Ia memegang kepalanya yang masih terasa pusing. Memandang pria itu yang sedang tersenyum menatapnya. Ia melirik kearah tangan kanannya yang digenggam oleh tangan pria itu.

“Je-Jessica?”

“Dimana Taecyeon?” Tanya Jessica. Ia benar-benar ingat bahwa ia kecelakaan didalam mobil Taecyeon. Dan  pasti kalau Taecyeon ada bersamanya waktu itu. Bersamanya. Ia sangat ingin tahu bagaimana keadaanya sekarang.

Jessica mendengar semuanya. Tunangannya telah meninggal ditempat dan itu bersamanya saat kecelakaan itu terjadi. Jessica menangis. Ia merasa sangat bersalah, jika saja saat itu ia tidak mengajak Taecyeon untuk makan di Restoran pusat Seoul, semuanya tidak akan begini. Ia memang tidak mencintai Taecyeon, walaupun begitu ia adalah tunangannya. Taecyeon yang selama ini selalu ada untuknya, selalu ada disampingnya, selalu berusaha membuatnya dapat melihat dia. Dapat mencintainya!. Kini telah tiada. Kadang ia memohon  kepada Tuhan, dengan tetap, tanpa ada jawaban dari Yang bersangkutan.

Setidaknya aku juga harus pergi, agar semuanya tetap adil….

Karena tanpa ada Taecyeon. Hidupnya sepi. Tak ada lagi yang selalu bertingkah romantis saat bertemu dengannya. Tidak ada setangkai mawar merah yang biasa ia berikan setiap malam jika ia datang kerumahnya. Tak ada kata-kata romantis yang selalu mengiringi malamnya sebelum mata nya pergi untuk tertidur. Sebenarnya apa yang kurang dari Taecyeon. Mungkin orang lain jika melihat bagaimana Jessica yang selama ini diperlakukan oleh Taecyeon dengan sangat baik akan merasa sangat iri kepada Jessica. Karena mempunyai tunangan Taecyeon yang dimata wanita adalah pria idaman yang dicari-cari.

Jessica menarik nafas dalam.

Perasaan menyesal tumbuh dihatinya mengingat kalau ia tidak pernah menganggap Taecyeon sebagaimana mestinya. Tidak pernah melihatnya sebagai orang yang dicintainya. Memutar banyak kenangan romantis yang berhasil Taecyeon berikan kepadanya malah menambah rasa sesak didadanya. Kenapa perasaan menyesal selalu muncul belakangan? Sudah banyak orang yang menanyakan hal itu, tapi tetap jawaban yang tak pasti didapat. Itu memang sudah takdir. Itu adalah karma untuk manusia yang menyia-nyiakan hidupnya. Itulah yang biasa mereka katakan.  Dan begitu juga yang dialami Jessica.

Ruang rumah sakit itu,  menemani dirinya menangis. Menyesalkan diri bahwa dulu ia telah menyia-nyiakan orang yang sangat berharga seperti Taecyeon.

 Ia malu, tempat dimana dirinya bekerja, kini malah menjadi tempat berduka nya.

Donghae menarik nafas nya dalam. Menatap nanar dari potongan jendela pintu yang bisa membuat nya melihat jelas keadaan Jessica. Pedih. Melihat orang yang dicintainya kini terus disesaki dengan perasaan menyesal dicampur kehilangan orang yang dicintainya. Perasaan pedih antara bukan dirinya yang ditangisi atau pedih melihat keadaan Jessica bercampur padu membuat dirinya tidak terlalu bisa membedakannya.

Ia belum menjelaskannya. Tidak mungkin ia datang kepada nya lalu memaksa nya untuk mempercayainya kalau dia adalah Donghae kecil, anak laki-laki yang mejadi anak asuhannya dulu saat di taman kanak-kanak. Jessica, sebelum ia benar-benar menjadi seorang Dokter yang berkerja dirumah sakit. Dulu berkerja sebagai seorang guru tidak tetap yang mengajar ditaman kanak-kanak. Selama itu ia berinteraksi dengan Donghae, menganggapnya bahwa ia adalah dongsaeng kesayangannya. Membuat Donghae juga ikut merasakan kalau ia tidak ingin jauh dari noona guru nya itu.

Sebaiknya biarkan jalan seperti ini dulu.

Tunggu kondisi nya memulih. Perlahan ia akan memberitahu tentang dirinya.

***

April 30_2012

Sudah sebulan semenjak kecelakaan itu kondisi Jessica telah pulih sepenuhnya. Hubungan dirinya dengan Donghae yang masih membuat dirinya penasaran dengan asal usulnya perlahan makin membesar. Ia merasa nyaman didekatnya. Donghae sangat mengerti dan perhatian kepadanya. Membuat dirinya tertawa dan kadang merasa kehilangan jika Donghae tidak berada disampingnya.

Ia sedang duduk di bangku panjang sebuah taman di Seoul. Menatap hamparan bunga beraneka warna tertanam rapi dengan suguhan air mancur ditengahnya. Dibagian kanan terdapat sebuah tempat bermain anak dengan beraneka macam permainan anak-anak. Suara riuh tawa pun paling terdengar dari arah sana. Membuat Jessica kadang terkekeh geli melihat kelucuan anak-anak yang bermain disana. Dari segelintir anak-anak yang bermain disana ada seorang anak lelaki menarik perhatian Jessica. Rambut blonde lurus yang khas  sangat teringat dikepala nya.  Saat seketika anak lelaki itu melintasinya ia memanggilnya.

“Lee Hyukjae!”

Bocah berambut blonde itupun melihat seorang perempuan memanggilnya. Ia pun tersenyum.

“Jessica Noona?”

Perlahan Hyuk kecil mendekati bangku Jessica.

“Kenapa tidak bersama Donghae?”

Tiba-tiba saja pikiran Jessica terlintas oleh Donghae. Seorang bocah laki-laki yang sangat dekat dengannya, dan sahabat karib dari Lee Hyukjae ini. Tumben sekali ia melihat Hyuk tidak bersama Hae, biasanya mereka selalu berdua.

Hyuk kecil menatap Jessica bingung.

“Donghae? Nugu?”

Jessica mengernyitkan dahi nya.

“Donghae. Lee Donghae temanmu, yang selalu berdua denganmu. Dan kalian berdua juga sering bermain dengan noona”

Hyuk kecil menggaruk-garuk kepalanya, ia melihat ke atas mengingat sesuatu. Lalu ia menggelengkan kepala nya.

“Aku tidak mempunyai teman yang bernama Donghae..”

Kembali Hyuk berpikir sesuatu. Tetapi sesaat teman-teman yang sedang tak jauh dari nya memanggil-manggil nama nya untuk bermain bersama-sama. Pikiran tentang Donghae pun telah terbuyar dikepalanya

“Noona, aku sudah dipanggil teman-temanku. Aku kesana dulu yaa..”

Hyuk kecil berlari girang menuju teman-temannya diikuti pandangan Jessica yang menatapnya bingung.

Tidak ada Lee Donghae?

Bagaimana bisa anak lelaki itu menghilang?

Jelas-jelas beberapa bulan yang lalu ia bertemu dengannya. Yang diakhiri oleh kalimat-kalimat yang tidak masuk akal dari mulut Donghae kecil.

Ia hendak memberhentikan Hyuk, tetapi ia urungkan niat nya. Hyuk masih terlalu kecil untuk ditanya macam-macam begitu. Ia menghela nafas.

“Yaa!”

Jessica sontak bergidik kaget saat seseorang memegang bahu nya tiba-tiba.

“Donghae?”

Yang dipanggil itu tersebut mulai duduk disebelah Jessica. Menyodorkan es krim yang tadi dibelinya cukup lama melihat antrian yang tadinya sangat panjang.

 Jessica menerima nya. Ia menatap es krim itu.

Menghela nafas, lalu kembali melihat mata Donghae.

“Jadi..”

 Donghae berhenti memakan es krimnya, perkataan yang keluar dari bibir Jessica langsung membuat ia menoleh kearah Jessica.

 “Kau, benar-benar Donghae?”

Donghae mengangkat alis mata nya. Belum benar-benar mengerti pertanyaan Jessica. Karena gugup,  Mata Jessica menatap kearah lain

“Euhm, maksudku kau benar-benar Donghae kecil?”

Tiba-tiba sebuah senyuman terbentuk dibibir Donghae.

***

Oktober 5_2012

Kedekatan mereka sudah berjalan lima bulan. Dekat. Tetapi belum mempunyai status khusus seperti layaknya orang-orang lainnya. Mereka mengakuinya hanya sebagai teman, sahabat.

Jessica kini benar-benar merasakah hidup yang sesungguhnya. Ia bahagia, benar-benar bahagia. Sekarang ini  Ia selalu menunggu Donghae menelfonnya, meminta Donghae mengantarnya. Atau apa saja. Karena itu bisa membuat Donghae selalu berada disampingnya.

Kali ini Jessica bukan yang seperti dulu.

Dingin, tidak ramah, tidak perhatian. Tapi tidak untuk anak kecil, karena ia suka sekali dengan anak kecil

Tetapi sekarang..

Ia lebih Ceria, sering tersenyum, perhatian. Kepada banyak orang.

Mungkin memang pengaruh Donghae, semenjak Donghae memasuki kehidupannya. Donghae benar-benar membuat hidupnya berwarna. Tak ada paksaan, tetapi hanyalah keinginan dirinya.

Perasaan berdebar-debar yang belum pernah ia rasakan sebelumnya kini malah sering ia rasakan. Malah seperti akan meledak. Sangka nya. Alasannya ya karena Donghae.

Malam ini, ia memakai dress berwarna hitam selutut, dipadukan sepatu berwarna merah yang sama dengan warna tasnya.  Dengan rambut blonde nya digerai bergelombang. Membuat dirinya makin menawan. Senyuman terus terpampang dibibirnya. Menambah kesan bahwa ia sangat bahagia malam itu.

Bagaimana tidak bahagia.

Ia diajak Donghae ke restoran bintang lima untuk dinner berdua dengannya. Sungguh. Itu benar-benar membuat dirinya bahagia. Memang ini bukan ke sekalinya ia makan berdua dengan Donghae. Tapi ini berbeda. Dinner malam bagi para pasangan adalah suatu tanda bagi para pasangan untuk memulai hubungan serius, dimana pasti banyak momen keromantisan yang terciptakan disana.

Lagi-lagi ia teringat Taecyeon.

Taecyeon dulu pernah mengajaknya, malah tiap minggu. Hanya saja dulu hati Jessica masih sepi. Belum terciptakan suatu perasaan disana. Dan ia menganggap semua itu hanya lah permainan, dan ia harus menaati peraturan permainan tsb.

Ia menghela nafas.

Ia harus melupakan semua nya.

Jessica mulai memasuki pintu masuk Restauran tersebut. Suasana musik slow merambat keseluruh ruangan, menambah kesan kenyamanan dan..keromantisan. Kadang ia mendapat perhatian dari para pengunjung, mungkin karena kecantikannya. Apalagi senyuman itu terus terpampang diwajah cantiknya. Ia mulai duduk di meja yang telah dipesan oleh Donghae, yang sebelum itu Donghae telah memberitahuinya.

Hanya ternyata orang yang ditunggu itu belum datang.

Tapi ia tetap tersenyum. Tetap setia menunggu lelaki itu.

Tiba-tiba lelaki yang ditunggu itu muncul. Seperti biasa, Tampan. Memakai setelan jas berwarna hitam, dengan sebuket bunga mawar manis digenggam tangannya. Senyuman bahagia pun tak lupa ia umbarkan.  Hanya saja ada yang berbeda. Nafasnya terdengar tersengal-sengal, tak seperti biasanya. Keringat pun mengucur didahi hingga lehernya. Seperti habis berolahraga. Sekilas Jessica dibuat penasaran, tapi kembali terbuyarkan dengan Donghae menyodorkan dirinya buket bunga yang dipegangnya tadi.

“Maaf aku terlambat..”

Masih disela nafasnya Donghae duduk dihadapan Jessica.

Donghae masih seperti berburu dengan nafasnya. Keringatpun belum berhenti mengalir, membuat sebagian wajahnya basah. Karena panas yang merambat keseluruh tubuhnya. Bagaimana bisa restauran bintang lima itu tidak memiliki AC. Atau mungkin, Seoul akan memasuki musim panas,? Pikirnya.

 Jessica yang melihat keanehan tingkah Donghae memandangnya bingung.

“Wae hae-ah?”

Donghae yang merasakan kalau Jessica mulai memerhatikannya mulai tersenyum.

“Ani, hanya saja.. kenapa disini sangat panas?”

Jessica mengernyitkan dahi, ia masih melihat Donghae yang sibuk mengipas kepalanya dan sesekali mengelap keringatnya. Jessica mengangkat kedua alis matanya.

“Panas? Kurasa ini sudah cukup dingin Hae-ah.”

Donghae berhenti mengelap keringatnya. Ia memandang sekitar. Memang banyak terdapat AC yang berada tiap sudut restauran tersebut. Ia pun juga bingung, kenapa tubuhnya tiba-tiba merasakan panas yang menjalar seperti ini? Tempat ini ber-AC, kenapa juga hanya ia yang merasakan panas itu.

“Euhm. Hae-ah, apa hal penting yang ingin kau bicarakan padaku?”

Tanya Jessica memecahkan keheningan. Ia sangat penasaran dengan apa yang ingin Donghae ingin bicarakan kepada dirinya. ‘Itu hal penting’ katanya, sehingga ia tidak mau membicarakannya di tempat biasa.

Kegiatan Donghae tiba-tiba berhenti karena ucapan Jessica. Ia menjadi diam. Mengusap tengkuknya untuk mengurangi kegugupan.

“Erm, itu.” Jessica mulai menatap serius Donghae yang memulai berbicara. Donghae yang mendapat tatapan itu malah makin gugup

“aku hanya ingin mengatakan kalau aku-“

 Donghae menghindari tatapan Jessica, tapi tak lama. Ia kembali menatapnya. Dengan Tatapan tulus.

“Aku mencintai- ARRRGGH..!”

“Hae-ah?”

Jessica langsung berdiri, memegang tangan Donghae dengan tangannya. Ia sangat terkejut. Tiba-tiba saja Donghae berteriak. Layaknya orang kesakitan.

“AARRGGH..”

“Hae-ah Gwenchana?”

Kini wajah Jessica makin memucat. Melihat tubuh Donghae yang sangat terasa kaku dipegangnya. Tangan Donghae terus memegang kepala nya. Seperti menahan sakit yang amat dikepalanya.

“ARRGGH..”

“Donghae!”

Kali ini Donghae terjatuh dari kursinya. Para pengunjung pun spontan mengerumuni mereka karena penasaran apa yang sedang terjadi.

“Donghae Yaa! Kau kenapa!”

Jessica menopang kepala Donghae di pangkuannya. Tangannya menggoyang-goyangkan kepala nya berharap Donghae bisa sadar dan berhenti berteriak kesakitan.

“AAARGGG.”

“DONGHAE KAU KENAPA HAH? Jangan bercanda denganku! Ayo bangun!”

“AARGH..”

Jessica mulai menangis. Ia tidak tahan melihat namja yang dicintainya mengerang kesakitan. Memeluknya. Terus berteriak menanyakan dirinya kenapa. Tetapi jawaban yang ia dapatkan hanya erangan teriakan Donghae. Membuat hatinya tambah pedih.

Jessica terus memeluknya. Menenggelamkan kepala nya dengan Donghae. Tanpa berhenti menanyakan ‘kenapa’. Dan lagi-lagi hanya teriakan yang didapat. Ia berusaha mulai menatap Donghae. Tapi entah karena air mata yang memudarkan penglihatan mata nya atau apa. Tiba-tiba tubuh Donghae agak memudar. Seperti akan menghilang.

Ia mengelap air mata nya. Berusaha memperjelas penglihatannya, tapi lagi-lagi tetap. Tubuh Donghae kini terlihat samar-samar. Kadang jelas, kadang tidak. Seperti tampilan tv yang rusak. Tubuh Donghae yang penuh berada dipegangannya juga terasa sama. Kadang menjadi ringan, kadang menjadi berat.

“DONGHAE!”

Jessica hanya bisa menangis. Tidak tahu apa yang sedang terjadi dalam tubuh namja yang ia cintai. Ia tak berhenti menggoyang-goyangkan tubuh Donghae. Walaupun sekarang, tubuh Donghae seperti benar-benar akan menghilang.

“DONGHAE!”

Dan tak lama.

Perkiraan itu benar-benar terjadi

Tubuh itu menghilang.

Membuat Jessica hanya menopang angin.

Yang tidak berarti apa-apa.

“Donghae..”

Jessica menangis bersimpuh di restauran tersebut. Terus memandang dimana tubuh Donghae menghilang dengan tiba-tiba. Tanpa meninggalkan jejak. Tanpa meninggalkan suatu jawaban yang membuat Jessica tidak bertanya-tanya.

Para pengunjung yang masih mengerumuni itu juga memandang terkejut. Terus bertanya-tanya. Kemana lelaki itu pergi. Menghilang secara tiba-tiba.  Tapi tak lama , karena mereka tidak kunjung mendapat jawabanya. Perlahan-lahan menjauh. Meninggalkan Jessica yang masih terisak nangis duduk dilantai. Para pegawai Restauran tersebut terus mencoba menenangkan Jessica, menawarkan untuk menggantarkannya pulang kerumah.

Tapi ia tidak mau.

“Kemana perginya dia? KEMANA PERGINYA DONGHAE HAH!”

Jessica berteriak. Ia berteriak keseluruh pegawai yang menenangkannya.

 Pikirannya benar-benar kacau. Kencan yang sudah ia perkirakan agar berakhir indah. Kenapa menjadi begini. Kemana perginya orang itu. Kemana pergi Donghae?.

“Noona..”

Air mata yang memenuhi mata nya memudarkan pandangannya. Sayup-sayup suara yang dikenalnya yang sudah tidak terdengar lama kini kembali terdengar.

“Noona..”

Sebuah tangan yang ukurannya lebih kecil dari orang dewasa menyentuh pundaknya. Membuat ia langsung melihat.

“D-Donghae-ah?”

Anak laki-laki itu tersenyum. Dan mengangguk pelan.

“Euhm Noona. Ia hanya memberiku ini untuk diberikan padamu”

Jessica menerima sebuah boneka beruang dari Donghae kecil. Ia amati dengan seksama boneka itu. Sejenak ia terbuai. Tetapi saat ia ingin bertanya lagi pada Donghae kecil. Ternyata ia telah menghilang dari pandangan Jessica.

Lagi.

 Tanpa ada satu jejak tertinggal.

“Donghae-ah”

Ia kembali menatap boneka pemberian Donghae lekat. Dan tak sadar ia memeluknya..kembali menangis.

I love you

 

Jessica melepas pelukaannya. Kembali menatap heran boneka yang tadi mengeluarkan suara yang sangat dikenalnya. Ia kembali menekan perut boneka itu dengan tangannya.

I love you..

Jessica noona.

Maaf aku tidak bisa menemanimu lama. Karena waktu ku sudah berakhir untuk berada dizamanmu.

 

Tapi terima kasih.

Karena aku bisa kembali melihatmu, melihat senyummu, mengenggam tanganmu.

 

Maaf..

Aku mencintaimu tapi aku tidak bisa mempertanggungjawabkannya.

 

Maaf..

Aku menghilang tanpa memberi suatu kabar agar tidak mencemaskanmu seperti sekarang.

 

Semua yang hanya ingin aku katakan hanya.

Aku mencintaimu..

 

Hiduplah dengan bahagia noona,

Karena masih banyak orang yang mencintaimu.

 

Bukalah hatimu pada orang yang tulus padamu, agar kau bisa menjalani hidup bahagia dengannya.

 

Saranghae Jessica jung

Lee Donghae..

 

Jessica memeluk erat boneka beruang itu. Menangis, entah keberapa kali nya.

“Nado Saranghae Lee Donghae.. Nado–hiks”

“Bisakah aku pergi bersamamu?..”

***

END

***

*narik nafaas*

Akhirnya selesai juga!

Project bersama dengan ide awal yang disuguhkan  Oleh Yulia O dan dirangkai kembali yang mungkin tidak nyambung oleh Intan BNA membuahkan hasil (?).

🙂

Mian kalau fanfic ini membingungkan..

Karena alur cerita nya bener-bener menguras otak. Hehe..

🙂

Makasih ya yang mau baca. Apalagi yang komen 😉 ..

Dan terakhir pesan untuk sahabatku..

Ini teman, fanfic  untuk mu..

Maaf jika tak bagus..

Dan jangan terlalu jujur untuk mengatakan kalau fanfic ini membingungkan karena saya sudah mengetahui hal itu -_-” hehe..

Karena selama ini saya nulisnya merem melek sih* hehe ..

Oke Gomawo 🙂

 

Intansparkddict 😉

Iklan

9 thoughts on “Can I go with You? (oneshoot)

  1. Yulia Oktaviani berkata:

    hahaha 😀 saya sudaaah membacanyaaa .. memang sedikit membinggungkan . terutama yang memberikan cerita . hahha . memalukan .. akuuu suka kata-katany tan . dalaam niaan -__- . mianhae baru komeeent . hoho

    • Hahah,, sudah kutebak..
      Wktu kubaca ulang pun kadang aku juga bingung. Toh aku yang bikin, jadi gak terlalu pening muahaha *tertawa bersama Yoona.

      Iyakah? Ah ternyata berhasil. Pake hati tuh aku nulisnya..
      Makasih ya udah baca n komen 🙂 😉

  2. annyong^^ salam kenal, aku reader baru 🙂

    alur nya menarik chingu. inget doraemon jadi nya 😀 hihihi

    keep writing (y)

    ohiya, kalo ad waktu kunjungi wp ku sideofardeliaini.wordpress.com :p hehe,

  3. Aliah berkata:

    T.T KEREEEEEEEEEEEENNN……..PAKE BANGEEEEEEEEEEEEETTTT…….. thor sumpah d 😀 b q kasih 100 jempol buat author 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s