New Love part 6

Gambar,

New Love part 6

 

Title : New Love part 6

Author : Intansparkddict

Genre : Comedy, Romance

Main Cast :

Cho Kyuhyun

I’m Yoona

Find your self..

 

 

***

 

“Jadi bagaimana sekarang?”

“Bagaimana apanya?”

“Donghae..”

Yoona berhenti melanjutkan membaca novelnya. Ia memandang Kyuhyun dari sudut mata nya. Ia menghela nafas. Kesinambungan cerita yang telah ia baca dari novelnya itu menjadi tidak menarik lagi setelah mendengar nama itu.

“Entahlah..”

Dahi Kyuhyun mengerut. Ia bingung dengan jawaban Yoona. Satu tangannya menurunkan novel yang dibaca Yoona agar ia bisa melihat wajah Yoona dengan utuh. Yoona pun langsung membalas pandangan Kyuhyun setelah novelnya sudah tidak lagi tegak berdiri didepan matanya,. mengerti arti dari tatapan Kyuhyun yang meminta penjelasan.

Aku tidak tertarik lagi”

Yoona mengalihkan perhatiannya kini dengan mengaduk-adukkan jus strawberry menggunakan pipetnya. Meminumnya sesekali tanpa ekspresi.

Dilain sisi Kyuhyun terus memerhatikan Yoona. Sebuah senyuman kemenangan muncul disudut bibirnya, Donghae tidak lagi menjadi namja yang disukai Yoona. Donghae telah kalah telak sekarang. Mungkin setelah kejadian ini perasaan benci yang ditujukan kepada Donghae agak berkurang. Alasan apa yang akan digunakannya lagi untuk membencinya. Tidak ada. Yoona sudah merasa tidak tertarik lagi pada dirinya. Jadi, untuk apa berperang secara konfesional seperti yang lalu.

Kyuhyun terkekeh kecil, hingga Yoona tidak menyadari kekehan Kyuhyun yang sangat mengartikan sesuatu yang aneh itu. Kyuhyun pun berhenti mengkekeh, ia berdehem singkat lalu kembali memasang wajah cool nya.

 

“Kenapa?” Tanya Kyuhyun lagi.

Yoona berhenti meneguk jus nya. Ia kembali memandang Kyuhyun dengan sudut matanya. Menatapnya seakan berbicara tidak-usah-aku-katakan-kau-pasti-sudah-tahu-alasannya. Kyuhyun pun terkekeh geli menatap tatapan Yoona. Ia mengangguk-ngangguk kepala nya menuruti apa kata tatapan Yoona. Hingga ia merasakan ponselnya bergetar dicelana nya. Ternyata ada pesan masuk. Ia pun mulai membaca nya dan membalas pesan tersebut.

“Kyu, sepertinya tidak lama lagi aku akan pergi”  Yoona memecah keheningan. Ia memandang Kyuhyun menunggu seperti apa reaksi Kyuhyun setelah mendengar pernyataannya. Ternyata tidak ada. Sepertinya Kyuhyun tidak mendengar perkataan Yoona, ia masih sibuk dengan pesan singkat yang masuk ke ponselnya tersebut.

Yoona menghela nafasnya. Ternyata Kyuhyun tidak mendengarkannya. Ia mengerdikkan bahu nya. Lalu melanjutkan aktifitasnya meminum jusnya kembali.

 

Yoona baru mendapat pesan beberapa hari yang lalu dari tetangga rumah nya di Busan dulu. Ayah nya sedang sakit. Memang penyakit itu tidak parah. Tapi ia takut akan menjadi tambah parah. Ia memutuskan untuk menemani Ayah nya dan menjaga nya agar ia bisa sembuh. Mungkin dalam waktu dekat ia akan berangkat ke Busan. Ia juga sudah meminta izin kepada ayah dan Ibu Kyuhyun untuk ke Busan, mereka menyetujuinya, malah menyertakan doa kesembuhan untuk Ayahnya. Ahra pun juga telah mengetahuinya, ia juga menitipkan pesan untuk Ayahnya dan dirinya untuk berhati-hati dijalan. Yoona tersenyum didalam hatinya. Keluarga Kyuhyun benar-benar seperti keluarga kandungnya kini. Mereka sangat baik dan memperlakukan Yoona seakan anggota keluarga mereka sendiri. Dan sekarang hanya Kyuhyun yang belum mengetahuinya. Ia tadi hendak menceritakan semua, tapi karena tadi Kyuhyun tidak mendengarnya. Yoona menjadi malas untuk mengulangnya.

Ia juga nantinya akan tahu sendiri. Batinnya.

***

Kyuhyun melangkah kakinya ringan masuk kedalam rumah nya. Dengan wajah yang berseri-seri ia memasuki halaman rumahnya. Menandakan kalau ia sangat semangat hari ini. Benar. Ia memang sangat senang. Karena malam nanti ia hendak mengajak Yoona pergi berdua untuk nonton film dan makan disebuah restoran. Dua tiket yang baru dibeli nya tadi ia pegang dengan hati-hati karena takut jika akan rusak. Sesuatu yang memang telah ia rencanakan sebelumnya. Sebuah langkah untuk lebih dekat dengan Yoona.  Ia tersenyum dengan rencana nya ini.

Kyuhyun mengetuk kamar pintu Yoona.  Tak ada jawaban. Ia ulangi lagi, ternyata tak ada jawaban. Ia pun membuka gagang pintu kamar Yoona.

“Yoona..”

Mata nya mulai memandang sekitar kamar Yoona. Melihat tempat tidurnya yang ternyata kosong.

“Yoona..”

Ia kembali memanggil nama Yoona, melihat ke kamar mandi yang ternyata kosong. Ia pun menggaruk kepala nya bingung dimana keberadaan Yoona. Ia pun turun dari kamar Yoona menuju ruang keluarga dan ruang makan mungkin saja Yoona sedang berada disana.

Ahra yang sedang duduk menikmati acara televisi menjadi terganggu dengan adiknya yang sibuk berjalan mondar mandir dari dapur ke ruang keluarga. Ia tahu, siapa yang sedang dicarinya. Pasti Yoona. Mungkin Kyuhyun tidak mengetahui kepergian Yoona.  Ia yang mulai terasa risih dengan kelakuan pun memanggilnya.

“Kyuhyun”

Kyuhyun menghentikan langkahnya lalu menatap noona nya.

“Mencari Yoona?”

Kyuhyun sedikit bingung bagaimana noona nya langsung bisa mengetahui apa yang sedang dicarinya. Tapi ia elakkan hal itu. Mungkin noona nya akan mengatakan keberadaan Yoona. Karena ia tidak mau rencana awalnya gagal.

“Ne..”

Kyuhyun mulai mendekati Ahra

“Yoona pulang ke Busan..” Ucap Ahra santai sambil melanjutkan tontonanya.

Kyuhyun tersentak. Ia pun langsung duduk disebelah Ahra. Ia menatap Ahra dengan terkejut. Ahra yang mendapat tatapan aneh Kyuhyun melirik Kyuhyun dengan ngeri.

“MWOYA?” Tanya Kyuhyun kaget.

“Ah Kyu, kau tidak tuli kan? Ne, Yoona pulang ke Busan tempat tinggal orang tua nya.” Jawab Ahra malas. Ia menekan-nekan tombol remot televisi mengganti channel tv yang bagus.

“Tapi dia tidak berbicara tentang hal itu kepadaku”

Walaupun suara channel televisi berganti terdengar jelas ditelinga nya. Ia tetap memfokuskan mata nya ke Ahra.

“Mungkin karena ia terlalu terburu-buru jadi ia lupa memberitahumu. Nyatanya kami diberitahu, kau itu yang sering pergi entah kemana jadi berita yang ada dirumah kau tidak mengetahuinya” jelas Ahra, ia tidak membalas tatapan adiknya . Tetap menonton acara televisi.

Kyuhyun yang mendengar ucapan Ahra sedikit merasa kesal yang sedikit menyinggung dirinya. Tapi ia kembali memikirkan Yoona.

“Memang terjadi sesuatu?”

“Ayah Yoona sedang sakit parah, dan Yoona ingin sekali merawatnya” ucap Ahra

Kyuhyun yang mendengar itu langsung berjalan meninggalkan noona nya. Meninggalkan noona nya yang sibuk berceloteh kesal karena sikap adiknya.  Kyuhyun masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya ditempat tidurnya.

Ia mengeluarkan 2 tiket film yang tadi dibelinya. Membuka nya lalu menatapnya lekat. Ia menghela nafas.

 

Rencana nya gagal.

“Kenapa kau tak memberitahuku dulu Yoona?”

***

 

Kyuhyun  berbaring memandang langit-langit kamarnya. Kedua lengannya saling mengapit untuk tempat menopangkan kepala nya. Bosan. Tidak ada suatu kegiatan yang membuat dirinya senang, sangat membosankan. PSP yang sering menjadi pegangannya dulu terbaring diam di sofa kamar nya. Entahlah, ia bosan karena harus memainkan game itu itu terus kemudian memenangkannya dengan mudah. Ia menghela nafas panjang. Sejak kepergian Yoona ke Busan, ia merasa sangat-sangat bosan. Tidak ada yang bisa ia goda, ia kerjai setiap hari nya.

 

Tidak ada yang membuat dirinya selalu menang dan tertawa.

 

Kyuhyun bangkit dari tidurnya, berjalan menuju pintu tepat disebelah kamar nya. Masuk kedalam kamar tersebut, ia melihat kesekeliling ruangan, semuanya dihiasi oleh barang-barang wanita. Terdapat foto-foto yang berjejer rapi di atas meja sang penghuni kamar. Dari foto dirinya kecil, menengah dan hingga kini. Ia mengamati satu-satu foto tersebut. Tersenyum kecil. Ia membayangkan betapa manisnya Im Yoona dulu.

Mata nya berhenti pada sebuah foto Yoona dan seorang lelaki. Ia kembali menghela nafas panjang.

“Ck,, Lee Donghae”

Di foto itu, terlihat bahu Yoona dirangkul oleh Donghae saat masih memakai seragam sekolah. Ekspresi mereka memancarkan aura kebahagiaan. Membuat Kyuhyun makin malas melihatnya. Ia beralih pada sebuah foto yang ukurannya lebih besar daripada foto-foto sebelumnya. Terlihat Yoona sedang menggandeng tangan pria yang usia nya mungkin sudah lanjut. Bisa ditebak bahwa pria itu adalah ayah nya Yoona.

Kyuhyun membanting kasar tubuhnya diranjang Yoona. menghela nafas panjang. Sekedar mengingat saat detik-detik kamar itu masih menjadi miliknya. Tidak. Bukan hal itu yang teringat, melainkan wajah Yoona yang selalu muncul di ingatannya. Mencoba mengedip-ngedipkan mata nya agar pandangan nya tidak lagi hanya mengingat Yoona. Tidak berhasil. Akhirnya ia mengakuinya. Betapa ia sangat merindukan sosok penghuni kamar ini. Yeoja yang baru dikenalnya beberapa bulan. Yeoja yang tiba-tiba merebut hak milik kamar nya. Ya, yeoja itu adalah Im Yoona. Disaat ia ingin merubah sikapnya agar Yoona mau menganggapnya. Yoona malah pergi. Kecewa. Memang, tapi ini bukan salah siapa-siapa. Yoona sangat menyayangi ayahnya, dan semua anak memang harus melakukannya. Ia sangat ingin menyusul Yoona ke Busan. Tapi Ia tidak tahu mesti kemana. Ia tidak pernah ke Busan, bagaimana ia bisa tahu letak rumah ayah Yoona.

 

***

Lima hari kemudian ternyata Yoona belum juga pulang. Kyuhyun pun makin resah. Ia kira tidak lama lagi Yoona akan pulang, ternyata tidak. Sejurus itu, ia memutuskan untuk menyusul Yoona tanpa memikirkan resiko yang mungkin terjadi jika ia pergi kesana.

Ia pun pergi tanpa memberi tahu ke keluarganya yang sebenarnya bahwa ia akan menyusul Yoona. Ia mengatakan kalau ia pergi ke Busan karena ada acara camping yang diselenggarakan dari sekolah nya.

Padahal sebenarnya. Orang tua nya telah mengetahuinya, hanya saja mereka tidak mengatakannya kepada Kyuhyun.

***

Setelah mendengar himbauan pemberitahuan bahwa kota tujuan yang mereka kunjungi telah sampai. Kyuhyun mulai menyiapkan tas yang telah dibawanya untuk turun dari kereta yang telah membawanya berjam-jam hingga sampai di Busan.

Ia membungkuk dan tersenyum kepada masinis yang berdiri dipintu keluar kereta yang tadi dinaikinya. Lalu berjalan keluar dari stasiun Busan.

Ia menghirup nafas segar yang  jarang ditemuinya saat berada di Seoul. Di Busan benar-benar sejuk, masih banyak pepohonan hijau yang mengiringi perjalananya di sana. Mata nya tak henti memandang keadaan kota Busan. Bibirnya pun terus dihiaskan oleh senyuman keterpukauan oleh suasana yang damai dikota Busan. Tidak ada bangunan-bangunan tinggi yang biasa berderet tersusun rapi saat di Seoul, hanya beberapa bangunan toko dan rumah-rumah warga yang berderet disepanjang jalan.

Kyuhyun mengambil secarik kertas dari saku celananya. Kertas yang telah dilipat-lipatnya hingga ukurannya kecil. Ia pun membacanya.

“Kira-kira dimana letak rumah Yoona”

Ia kembali memandang sekitar. Mencari orang untuk bertanya, mana tahu orang itu mau menunjukan tempatnya. Pencarian mata nya berhenti saat melihat seorang laki-laki yang telah agak berumur berjalan mendekatinya. Ia mulai menggunakan kesempatannya untuk bertanya kepada laki-laki tersebut.

“Jogyeo, agashi apakah kau tahu dimana alamat rumah ini ?”

Kyuhyun menunjukan secarik kertas tadi kepada laki-laki tersebut. Menunggu nya agar laki-laki itu bersuara.

“Ah kebetulan alamat ini didekat rumah saya. Kalau mau kita berangkat bersama-sama”

Sepertinya dewi fortuna sedang memihak kepada Kyuhyun sekarang. Tanpa perlu sibuk mencari alamat itu ternyata ada orang yang kebetulan tinggal dekat dengan rumah Yoona.  Ditambah dengan tumpangan gratis. Kyuhyun menyunggingkan senyumnya lalu mengangguk mengiya kan tawaran laki-laki tersebut.

Ternyata laki-laki atau yang biasa dipanggil tuan Park itu adalah tetangga tuan Im atau ayahnya Yoona. Ia pun telah mengetahui maksud kedatangan Kyuhyun yang datang jauh-jauh dari Seoul yang ternyata ingin menemui Yoona, anak perempuan dari tuan Im, tetangganya.

 

Ck, dasar anak muda. Baru ditinggal pasangannya sebentar saja sudah tidak bisa menahan rindu untuk bertemu.

Tuan Park terkekeh geli didalam hatinya.

 

“Kyuhyun ssi kita sudah sampai”

Tuan Park mematikan mesin mobil pick up nya lalu memandang Kyuhyun yang dari tadi hanya memandang keluar jalanan lewat jendela mobilnya.

“Ah ne” Kyuhyun yang baru menyadari kalau dirinya telah sampai di tempat tujuannya tersenyum dan menganggukkan kepalanya kepada Tuan Park. Ia kemudian turun sambil mengaitkan tas punggung ke bahunya. “Gomawo Tuan Park. Sekali lagi Gomawo untuk tumpangannya” Kyuhyun membungkukkan tubuhnya untuk memberi salam kepada Tuan Park.

Tuan Park tersenyum “Ne, cheonmanayo” tangannya menepuk pelan bahu Kyuhyun. “Oh ya, itu rumah tuan Im. Dan dua rumah setelahnya adalah rumah saya. Kapan-kapan mampir ne?” Tuan Park menunjuk rumah Tuan Im dan juga rumahnya. Ia kembali menepuk bahu Kyuhyun pelan sekedar pamit untuk pulang kerumahnya. Kyuhyun membalas senyuman Tuan Park dan kembali membungkukkan badannya.

Kyuhyun masih berdiri menunggu Tuan Park masuk kedalam rumahnya. Setelah dikirannya sudah, ia mulai berjalan menuju rumah yang tadinya ditunjuk Tuan Park. Ia berhenti didepan pintu rumah tersebut. Menarik nafas panjang untuk mengurangi kegugupannya. Satu tangannya sudah disiapkannya untuk mengetuk pintu tersebut.

Ia kembali menarik nafas panjang.

Lalu Mulai mengetuk pintu berbahan kayu. Tiga kali ketukan tidak ada jawaban. Ia ulangi kembali. Kembali tidak ada jawaban. Mulai muncul keraguan dibenaknya kalau rumah itu adalah rumah Yoona.  Ia pun mengintip dari jendela rumah tersebut. Memang kosong. Tetapi muncul ide di otaknya untuk menghubungi nomor Yoona. Sayup-sayup suara dering ponsel yang masih ingat dibenaknya sedikit terdengar ditelinganya. Ia lebih mendekatkan telinganya ke jendela rumah tersebut, dering ponsel tersebut makin jelas terdengar. Ia pun kembali meyakini bahwa rumah itu adalah rumah Yoona.

Ia mengetuk kembali pintu rumah itu.

“Yoona..”

Panggilnya, menambah suara agar Yoona bisa mendengarnya. Tapi tetap tidak ada jawaban. Ia pun mengacak rambutnya frustasi karena sang pemilik rumah yang ditunggu-tunggu tak kunjung keluar. Ia menghentakkan tangan nya dan tak sengaja mendorong gagang pintu tsb. Bunyi pintu terbuka pun mengaggetkan Kyuhyun, menatap bingung pintu tersebut. Ia memandang sekitar, memastikan ada keberadaan orangkah disana, ternyata tidak ada.

Beberapa dugaan buruk mulai muncul, dari mulai pencuri atau penjahat yang mungkin masuk diam-diam untuk menyergap orang yang didalam. Kepanikkan mulai muncul diwajahnya.

Perlahan ia mulai membuka pintu rumah itu, melangkahkan kakinya perlahan. Tak lupa memasang ancang-ancang mana tahu penjahat yang masuk itu akan menyerangnya. Matanya terus sigap memerhatikan semua sudut rumah Yoona. Bibirnya juga tak berhenti memanggil nama Yoona pelan. Hingga ia berhenti berjalan, berdiri menyender didinding untuk mengintip keadaan dikamar pertama yang pertama ia lihat dan hendak ia masuki.

Kosong.

Ia pun memasuki kamar tersebut. Memandang sekitar. Terdapat pernak-pernik yang sama saat ia memasuki kamar Yoona yang berada dirumahnya. Bisa ditebak mungkin kamar yang ia masuki adalah kamar Yoona.

 

Sepertinya sang pemilik kamar tidak ada dirumah. Batinnya.

 

Ia pun berjalan mengelilingi kamar Yoona, memerhatikan satu-satu apa saja yang berada disana. Ia pun melihat ponsel Yoona tergeletak di meja belajar Yoona. Ia pun mengambilnya.

“Ponselnya disini, tapi dimana pemiliknya?” Ucap Kyuhyun pelan.

 

Please Baby, baby, baby.. Geudaega nae aneh..

 

Lantunan suara perempuan tiba-tiba terdengar jelas ditelinga Kyuhyun. Membuat Kyuhyun menoleh. Matanya kembali bekerja  memandang sekitar.

 

Neomudo gipi deureohwa, bo ilga ironnae sujubeun geobaek..

 

Ia berjalan, mulai mendekati suara itu.

 

Please Baby, baby, baby… salm yeoshi dahgahgah

 

Suara gemuruh air pun juga tak luput dari pendengarannya. Ia tidak melihat kemana ia berjalan, hanya telinga dan kakinya saja yang bergerak mengikuti suara itu.

 

Jageun mokssoriro gakka-i,, neo man deulligeh malhae julge..

 

Kakinya pun mulai berhenti berjalan saat ia merasa suara itu sudah cukup jelas didengarnya. Ia mulai menatap kedepan.

 

Sebuah pintu.

 

Suara gemercik air berdesir terdengar. Hingga beberapa detik kemudian terdapat decitan suara keran air yang diputar untuk memberhentikan air mengalir.

 

Kamar mandi.

 

Itulah yang biasa disebut orang-orang untuk menyebut bagian terpenting dari rumah. Tubuh Kyuhyun menjadi merinding, bukan takut. Hanya saja ia merasakan ada sesuatu yang akan terjadi.

Ia masih berdiri didepan pintu kamar mandi tersebut, malah sangat dekat. Lebih kurang berjarak 15 senti dari tubuhnya.

 

Nanana.. Nanana..

 

Suara itu ternyata belum menghilang, malah makin dekat terdengar. Keringat dingin mulai menetes dari dahi Kyuhyun. Ia telah mengetahui, mungkin ada sesuatu didalam kamar mandi Yoona ini. Seseorang, yang mungkin saja bukan Yoona.

Langkah kaki ringan mulai mendekati pintu tersebut. Hingga suara decitan pintu terbuka.

 

Ternyata seorang wanita.

 

Wanita itu terus menyenandungkan lagu nya. Tanpa fokus dengan apa yang didepannya. Rambut yang basah, dan memakai handuk yang hanya menutupi bagian dada hingga paha nya. Yang bisa disebut, ia selesai membersihkan diri atau mandi. Setelah ia selesai menutup pintu kamar mandinya. Matanya terbelalak melihat apa yang sedang berada didepannya.

 

“KYAAAAA!!!!”

Wanita itu berteriak histeris. Teriakan itu berlangsung cukup lama, karena ternyata orang yang didepannya itu tidak bereaksi apa-apa.

Orang itu hanya memandang wajah dan menuju tubuhnya. Wajah keterkejutan pun muncul di wajahnya. Membuat sang wanita ikut penasaran apa yang dilihatnya. Ia pun ikut memerhatikan apa yang diperhatikan olehnya.

 

Dan ternyata.

 

Handuk yang ia pakai telah merosot hingga kebawah.

 

“KYAAAAAAAAA!!!!”

 

Kali ini sepertinya teriakan wanita itu lebih meninggi. Tangannya sudah terlambat untuk menutupi seluruh bagian tubuhnya. Dan yang hanya bisa ia lakukan adalah berteriak sekencang-kencangnya.

 

Tapi ia berhenti berteriak, karena ada sebuah tubuh yang

 

Memeluknya..

 

Wanita yang ternyata pemilik kamar itu hanya berdiri membeku dipelukan hangat Kyuhyun. Air mata yang ternyata telah muncul dipelupuk mata nya menjadi jatuh. Meluapkan perasaan takut dan

malu.

 

Satu detik.

Dua detik.

Tiga detik.

 

Yoona berusaha mendorong tangannya dari tubuh Kyuhyun yang memeluknya. Tapi ditahan oleh Kyuhyun. Ia tak menyerah, didorongnya lagi tubuh Kyuhyun dan akhirnya terlepas. Sesaat kemudian terjadi kontak mata antar keduanya. Yoona yang menyadari kalau tidak ada sehelai benang pun menutupi tubuhnya, kemudian menatap tubuhnya sendiri.

 

Dan ia menangis.

Merasa malu,

Dan terkejut.

 

Kyuhyun pun kembali memeluknya.

 

Kali ini menggunakan dua tangannya agar Yoona bisa lebih leluasa menangis dibahu nya.

 

“Tetap lah seperti ini. Agar aku tidak bisa melihatmu”

 

Yoona menuruti apa kata Kyuhyun. Ia hanya bisa diam dan menangis. Sejenak, terasa hangat merasuki tubuh dinginnya. Membuat dirinya merasa nyaman. Isakan tangisnya tak berhenti. Dan itu membuat Kyuhyun melakukan sesuatu gerakan tiba-tiba.

Kyuhyun melangkahkan beberapa langkah kakinya sedikit kedepan. Membuat Yoona refleks termundur mengikuti langkah Kyuhyun. Jantung Yoona pun mulai berdegup kencang, menunggu apa yang akan Kyuhyun lakukan padanya.

 

Yoona memejamkan matanya.

 

Sedetik kemudian.

Tidak terjadi sesuatu.

 

Ia merasakan sebuah kain hangat mulai menyelimuti tubuhnya.

Ia pun membuka mata.

 

Terlihat Kyuhyun sedang menutupi tubuhnya dengan handuk yang sebelumnya terjatuh dari tubuhnya.

 

Terakhir.

Ia menjatuhkan tas ranselnya.

Membuka jaket yang dipakainya hingga memperlihatkan kaus biru casual yang dipakainya. Dikaitkannya jaket itu dibahu Yoona. Agar bisa menutupi bagian depan Yoona. Ia menyatukan bagian depan jaketnya itu dengan tangannya. Matanya mengisyaratkan agar tangannya ikut menggantikan tangannya memegang bagian jaket yang disatukannya itu untuk menutupi bagian dada nya. Yoona melakukannya. Sebentar ia menunduk. melihat jaket yang dipakaikan oleh Kyuhyun. Lalu mendongak lagi menatap Kyuhyun yang tersenyum simpul padanya.

 

Kejadian itu membuat Yoona berhenti menangis. Tetapi masih jelas beberapa air mata belum kering dipipinya. Kyuhyun yang mengetahui hal itu. Diangkat jari nya untuk mengelap bagian pipi yang masih basah oleh air mata Yoona.

 

Yoona tak bergeming. Menatap Kyuhyun lekat.

 

“Maaf,  Aku telah melihatmu. Tapi aku memang benar-benar tidak bermaksud-” jari Kyuhyun masih  lekat pada pipi Yoona. Dan membelainya sedikit. “Aku tidak bermaksud melihatmu seperti ini” jarinya kini berjalan menyusuri bibir Yoona, yang ikut dibasahi oleh air mata Yoona. “Aku,  tidak tahu..” Tak terasa kini tangannya sampai didagu Yoona. Kaki nya melangkah mendekati Yoona. makin mendekat. Tepatnya diwajah Yoona.

 

Sekarang benar-benar dekat. Membuat Yoona refleks memejamkan mata nya. Dan tak bergerak sama sekali.

 

Semakin mendekat. Hingga hanya terjarak 2 senti dari bibirnya.

 

Tapi tiba-tiba Kyuhyun

 

Berhenti.

 

“Euhm.. Maaf”

 

Yoona membuka mata nya.

 

Tersirat kekecewaan dibalik mata indahnya.

 

Kyuhyun kembali bergerak mundur keposisinya semula. Mengusap tengkuknya. Ia lalu mengambil ransel yang tadi terletak dibawah. Mengaitkan dibahunya seperti diawal. Ia belum berani menatap Yoona. Hanya menatap kearah lain.

“Euhm.. Aku, akan menunggu diluar.”

 

Kyuhyun berjalan meninggalkan Yoona yang tetap berdiri terus memandangnya. Hingga ia hendak menutup pintu. Melemparkan sebuah tatapan yang belum terlihat artinya.

 

Dan ia menutup pintu.

***

 

“Kyuhyun.”

Kyuhyun menoleh. Segera berdiri melihat Yoona yang telah rapi berdiri didepannya. Memakai sweater biru dan celana putih selutut, dipadu dengan syal putih yang sepadan dengan warna celana nya. Dengan tas selempangan sederhana, bergambar boneka rilakuma yang mengesankan keimutan di permukaan depan tasnya. Rambut nya dijalin satu kebelakang. Membuat Yoona terlihat lebih manis.

Kyuhyun sedikit terpana melihat penampilan Yoona yang sederhana tapi dapat menggetarkan hatinya.

Yoona tersenyum malu mendapati Kyuhyun yang terus memandanginya.

“Aku akan melihat appa dirumah sakit. Jadi apa kau, mau ikut?”

***

 

Kecanggungan disiang hari itu pun menghinggapi mereka berdua. Dari berjalan menuju halte, menunggu bus dihalte  hingga berada didalam bus. Tidak ada yang berani mengeluarkan suara terlebih dahulu. Mungkin karena setelah kejadian itu.

Kini, mereka sedang berada didalam bus. Duduk dipojok kanan belakang.

Memang pengunjung bus sangat sepi, hanya terlihat beberapa orang duduk terpisah-pisah didepan mereka.

Yoona melihat kearah luar jendela. Terus tersenyum seketika angin menerpa wajah manis nya. Kyuhyun yang berada disebelahnya hanya menatap Yoona dengan seksama. Kadang tersenyum diam-diam hanya karena melihat wajah Yoona.

Kadang Yoona memergoki Kyuhyun sedang menatap dirinya. Tapi Kyuhyun cukup cerdas. Ia cepat-cepat mengalihkan pandangannya keluar jendela atau ke depan. Membuat Yoona menjadi sempat ragu.

Dan kembali itulah yang terjadi.

Hening.

Hingga bus yang mereka naiki berhenti tepat dihalte rumah sakit tempat ayah Yoona dirawat.

“Appa!”

Yoona berlari kecil girang seketika pintu ruangan ayahnya terbuka. Berhambur pelukan ke tubuh ayahnya yang sedang duduk ditempat tidurnya.

“Ada apa Putri Yoona ku yang cantik..?”

Yoona melepas pelukkan dari Ayahnya. Menatap ayahnya seakan-akan berbicara melarangnya untuk memanggil dirinya seperti itu. Karena ia malu jika panggilan itu didengar Kyuhyun. Ayah Yoona terkekeh geli melihat tatapan Yoona. Tapi ia pasti akan menurutinya.

Karena apapun untuk Yoona,

Ia akan melakukannya.

 

“Aku membawa seseorang untukmu..”

Ayah Yoona langsung menoleh kearah pintu. Dan terlihatlah Kyuhyun yang memakai kaus casual biru memasuki ruang inap ayah Yoona. Tak lupa dengan senyum simpul nya.

Tak lama Kyuhyun telah sampai didekat tempat tidur ayah Yoona. Berdiri tepat disamping Yoona. Mereka saling mengumbarkan senyum. Belum mengatakan apapun. Hingga Yoona yang memecahkan keheningan antara ayahnya, dirinya, dan juga Kyuhyun.

 

“Sepertinya obat appa telah habis” Ucap Yoona seraya memegang obat-obatan ayahnya yang terletak pas disamping ranjang ayahnya. “Aku akan meminta lagi kepada Suster. Sementara kalian mengobrol dulu sambil menunggu ku kembali.” Yoona yang tadi duduk di sebelah ranjang ayahnya .menatap sebentar Kyuhyun, setelah mendapat anggukan dari Kyuhyun, ia pun tersenyum.

Yoona melangkahkan kakinya pergi meninggalkan ruangan ayahnya. Kyuhyun dan ayah Yoona atau yang biasa dipanggil tuan Im  terus memerhatikan Yoona hingga ia menghilang dari ruang ayah Yoona.

 

“Kyuhyun.”

 

Kyuhyun yang mendapat panggilan pelan itu sontak menoleh ke sumber suara. Yang ternyata adalah ayah Yoona.

 

“Tolong..”

Ayah Yoona membaringkan tubuhnya ke ranjangnya.

 

“Tolong jaga Yoona..” Ia menatap Kyuhyun memohon. Wajah pucat dan tua lebih terlihat sekarang. Menyiratkan kesedihan yang mendalam. Kyuhyun ikut memandang tuan Im, memegang salah satu tangannya seraya mengangguk.

 

Ayah Yoona memang telah menyimpan rahasia ini sangat lama. Tentang penyakitnya. Ia telah mengidap penyakit ginjal kronis selama 5 tahun. Salah satu alasan dirinya mengirim Yoona ke Seoul, adalah agar Yoona bisa tinggal mandiri disana dibantu dengan keluarga Cho jika nanti dirinya telah tiada. Ia telah memikirkan lama hal itu. Tuan Cho dan istrinya juga telah mengetahui tentang ini, tapi karena ia dilarang untuk memberitahu Yoona yang sebenarnya jadi mereka tetap tutup mulut. Walaupun kadang perasaan bersalah menghinggapi mereka.

Mendapat berita kalau tuan Im sakit bukan lagi hal yang mengejutkan bagi mereka. Hanya doa dan semangat yang mereka berikan melalui sambungan telepon. Sekedar memberi tahu keadaan Yoona baik-baik saja bersama mereka di Seoul. Adalah salah satu permintaan tuan Im kepada tuan Cho dan istrinya. Karena hal itu sudah membuat dirinya lega. Dan bisa menikmati masa-masa terakhirnya dengan tenang.

Sebenarnya ia menyesalkan ada yang telah memberitahukan kepada Yoona tentang penyakitnya. Memang ia sangat merindukan putri satu-satunya yang sangat disayanginya itu. Tapi ia tidak mau Yoona melihatnya pergi meninggalkan dirinya. Pergi dari dunia ini. Ia tidak ingin Yoona mempunyai beban karena selalu memikirkannya. Ia ingin Yoona hidup dengan bahagia, dengan dirinya atau

 

Tanpa dirinya..

 

Kyuhyun mendengar semuanya. Perasaan terkejut dan Terharu bercampur adu  mendengar semua cerita dari ayah Yoona. Mempercayakan dirinya untuk menjaga Yoona membuat Kyuhyun seketika bahagia. Tapi juga ia merasa sedih. Ia tidak pernah membayangkan bagaimana jika Yoona nanti mengetahui ayah nya meninggal.

 

Ia juga tidak tahu.

 

Sementara ini, ia hanya bersiap-siap.

 

“Apa yang telah kalian bicarakan tanpa ada aku?”

Seketika pintu terbuka. Memunculkan Yoona dengan sebuah kantong berisi obat-obatan ditangan kirinya. Ia membuat senyuman penasaran kepada ayah nya dan Kyuhyun. Tuan Im dan Kyuhyun pun juga tersenyum melihatnya. Sebuah senyuman yang penuh arti, tapi tidak diketahui oleh Yoona

Tapi tidak lama, ia kemudian berbaur dengan mereka.

***

 

Hari pun semakin malam. Kyuhyun telah membuat jadwal kalau malam ini ia harus pulang ke Seoul. Tetapi tidak sendiri. Karena ia kesini untuk menjemput Yoona.

Bahkan sebelum ia meminta untuk Yoona kembali dengan dirinya ke Seoul kepada tuan Im. Tuan Im malah yang meminta duluan, menyuruh Kyuhyun untuk membawa Yoona pulang ke Seoul bersamanya. Karena mungkin tak lama lagi, waktu nya telah habis.

Dua minggu bersama dengan Yoona telah cukup dirasakan Tuan Im. Bahkan sangat membahagiakan. Yoona adalah anak yang baik. Tidak pernah membuat dirinya kecewa sekalipun. Membuat dirinya merasakan beruntungnya dia mempunyai Yoona. Dan sekarang sepertinya waktunya sebagai ayah Yoona sudah cukup. Ia harus pergi, menyusul istrinya yang sudah duluan pergi meninggalkan mereka.

 

Kyuhyun teringat lagi cerita tuan Im. Membuat ia terus memandangi Yoona yang sedang bersenda gurau dengan ayahnya. Tidak sengaja ia terlihat tuan Im menganggukan kepala nya, memberi tahunya bahwa inilah saatnya. Kyuhyun pun ikut mengangguk, lalu berdiri dan berjalan ke arah Yoona. Ia memegang pundak Yoona. Membuat Yoona sontak menoleh kearahnya

 

“Yoona, ayo pulang..”

 

Yoona mengernyitkan dahi nya. Memandang Kyuhyun dengan bingung.

 

“Pulang kemana?”

 

Kyuhyun yang mendapat pertanyaan seperti itu langsung terdiam dan melihat tuan Im,  bertanya apakah boleh ia mengatakannya sekarang. Dan tuan Im mengangguk

 

“Seoul..” Ucap Kyuhyun lirih, tetapi masih terdengar jelas.

“Tapi aku harus menemani appa hingga sembuh”

 

Yoona memeluk bahu ayahnya menggunakan lengan kanannya. Menaruh kepala nya di pundak Ayahnya. Seakan berjanji akan terus menemani ayah nya yang sangat disayanginya hingga sembuh.

 

Kyuhyun pun makin tak tega. Pemandangan itu, tidak tega ia hancurkan. Ia ingin Yoona tetap seperti ini.

Bahagia.

 

Tapi sekali lagi, ini permintaan ayah Yoona.

Dan ia berjanji melakukannya.

 

Tetapi Kyuhyun tetap tak bersuara. Ia kembali tak menaruh hati untuk membawa Yoona, sedangkan tuan Im sendiri menunggu waktu akan habis berputar untuk menjemput dirinya dari dunia ini. Kyuhyun mengepalkan tangannya. Terus menatap Yoona dengan sayu.

Tuan Im memaklumi apa yang dirasakan Kyuhyun. Ia juga sedih. Hatinya sakit. Ia ingin terus bersama dengan putri nya. Ingin menemani Yoona dan melakukan apa yang belum bisa ia lakukan hingga sekarang. Tapi sepertinya itu harapan layu. Penyakit itu, tidak akan hilang seketika dengan mudah. Ia tidak mengeluh. Ini memang takdir. Mungkin ini memang jalan terbaik bagi dirinya dan Yoona. Ia menguatkan hatinya sekali lagi. Ia harus merelakan Yoona.

Dan itu, jangan sampai gagal.

 

“Yoona.. Appa tidak apa. Kau terpaksa meninggalkan sekolah mu lama hanya untuk merawat appa, itu sangat merugikanmu. Appa ingin kau kembali ke Seoul dan melanjutkan sekolahmu. Karena itu yang appa ingin lihat. Ingin melihat Yoona sukses di Seoul..”

Tuan Im berusaha mati-matian agar air mata nya tidak jatuh. Melihat anak nya sedekat ini. Ia tidak mau menunjukan sisi lemahnya kepada Yoona.

Kyuhyun hanya bisa mendengar. Walaupun ia baru bertemu dengan tuan Im sekarang. Tapi ia juga bisa merasakan semua. Menahan pedih bahwa kenyataannya sebentar lagi tuan Im akan pergi. Meninggalkan anak semata wayang nya.

 

“Tapi appa, Yoona bisa kembali sekolah disini. Yoona hanya ingin bersama appa. Disamping appa..”

Berbendung-bendung air sepertinya sudah memaksa untuk dikeluarkan dari mata Tuan Im. Membuat ia memejamkan mata nya. Menahan nafas sesaknya.

 

“Tapi, appa ingin kau pergi ke Seoul. Melanjutkan mimpi mu untuk bersekolah disana. Bukankah appa telah berjanji mengizinkanmu untuk bersekolah disana? Jangan terlalu pikirkan appa. Appa baik-baik saja disini”

Tangan tuan Im mengenggam tangan Yoona. Memberi senyum tulus yang membuat hati Yoona agak luruh dan mengikuti kata ayah nya. Tuan Im membelai lembut rambut anaknya

 

“Tapi appa akan sembuh kan? Janji akan cepat sembuh tanpa ada Yoona?”

Tuan Im mengecup dahi Yoona singkat

 

“Iya, appa akan sembuh untuk Yoona”

Bohong.

Semuanya bohong. Ucapan itu memang doa yang sangat ia harapkan terkabulkan. Tapi sepertinya memang tidak akan terjadi. Kembali, ia menahan air mata nya agar tidak jatuh.

Tuan Im mengambil sebuah kotak yang berada dilaci meja kamar rumah sakit tsb. Sebuah kotak segi empat. Seperti tempat perhiasan yang biasa dijumpai di toko-toko perhiasan, hanya saja ini agak besar.

Ia membuka kotak itu. Mengambil isi didalamnya. Yang ternyata adalah sebuah kalung.

Ia mengisyaratkan agar Yoona duduk berbalik membelakanginya. Setelah sudah ia memasangkan kalung berliontinkan hati dileher Yoona.

Yoona pun kembali berbalik menghadap ayahnya. Memegang kalung itu dan menatapnya seksama.

 

Sangat indah.

 

“Itu, peninggalan Umma- dulu. Sepertinya dipakai olehmu kalung itu terlihat lebih berkilau. Kau cantik Yoona..”

Tuan Im membelai lembut pipi Yoona membuat Yoona tersenyum. Yoona memeluk ayahnya. Berterima kasih tanpa ucapan. Tapi sepertinya ayahnya menerima nya dengan baik.

 

“Yoona.. Ini sudah waktunya”

Tiba-tiba Kyuhyun memecah keheningan. Membuat Yoona melepaskan pelukkannya dan memandang Kyuhyun. Ia mengangguk mengerti dengan peringatan Kyuhyun kalau waktunya sudah datang untuk pergi ke Seoul, meninggalkan Busan. Meninggalkan ayahnya.  Lalu ia kembali  menatap ayahnya.

Yoona kembali memeluk ayahnya. Kali ini jauh lebih erat. Air mata nya pun kini terjatuh.

 

“Aku menyayangimu appa. Sangat menyayangimu.. Segeralah sembuh agar bisa melihatku sukses di Seoul..” Ucap Yoona hampir terisak. Ia benar-benar tidak ingin meninggalkan ayahnya seperti ini. Ia ingin merawat ayahnya hingga sembuh. Tapi ia juga ingin menuruti kata ayahnya agar ia bahagia.

Kalimat terakhir itu sangat tidak mungkin untuk dikabulkan oleh tuan Im. Karena saat itu, mungkin ia tidak berada lagi dibumi ini. Mungkin memang bisa melihatnya, tapi dengan penglihatan berbeda. Sebagaimana orang yang telah mati sedang melihat keadaan bumi setelah dirinya tidak ada

Tanpa Yoona tahu, tuan Im meneteskan air mata dibahu Yoona. Tersenyum bahagia karena rencana nya berhasil. Tangannya mengelap cepat air matanya agar Yoona tidak memergoki dirinya menangis. Ia menumpahkan semuanya dengan pelukan. Hanya mengeratkannya.

 

Karena ia tahu.

 

Pelukkan ini akan menjadi terakhir.

 

Salam perpisahan terakhir  dari dirinya.

 

Yoona melepaskan pelukannya. Mengelap air mata nya yang jatuh lalu mencium pipi kanan ayah nya. Ia pun berdiri. Senyum bahagia terus terpampang di wajah cantiknya. Membuat tuan Im tidak menyesalkan apa yang telah ia perbuat. Ia ingin senyuman itu akan terus terpampang diwajah Yoona. Walaupun ia tidak bisa melihatnya secara langsung. Tapi ia bisa memantaunya dari dunia lain, tempat dimana ia telah pergi dari dunia itu.

 

“Kalau begitu. Jaga diri appa baik-baik. Makan yang teratur dan jangan lupa minum obat mu..”

 

Tuan Im mengangguk seraya tersenyum mengiyakan permintaan Yoona.

 

Yoona menjajarkan dirinya dengan Kyuhyun, menatapnya sebentar mengisyaratkannya kalau dirinya telah siap untuk pulang ke Seoul. Karena sekarang sepertinya ayah nya tidak apa-apa. Ia yakin kalau sebentar lagi ayahnya akan sembuh. Tetapi tetap ada suatu hal yang terus mengganjal hati nya.

 

Melarangnya untuk pergi…

 

Kyuhyun berjalan mendekati tuan Im. Memandangnya sebentar lalu memeluknya.

 

“Tolong jaga dia..”

 

Bisik tuan Im yang terdengar lirih di telinga Kyuhyun.

 

Kyuhyun mengangguk. Lalu melepaskan pelukannya dari tubuh tuan Im.

 

Dan itu yang terakhir.

 

Pelukan terakhir dari tuan Im sekaligus pertama kali bagi dirinya.

***

TBC

***

Uh mian baru nge post. Belum sempet nulis, ketunda karena belajarnya terlalu diforsir untuk ujian 😀 *pinter juga kagak*hehehe

Kayaknya makin membosankan ya cerita nya. Tolong dimaafkan saja. Dan euhm, sepertinya New Love sebentar lagi akan berakhir. Jadi tunggu aja 🙂 ..

 

Gomawo 😉

 

Intansparkddict

18 thoughts on “New Love part 6

  1. Rifdah_Musketeers berkata:

    next thor… kalau bisa bikin ayahnya yoona gak meninggal biar bisa lihat yoona sukses… over all semuanya daebak (y) (y)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s