New Love Part 5

Tittle.         : New Love part 5
Author.     : Intansparkddict
Genre.        : Comedy, Romance
Main Cast : I’m Yoona
Cho Kyuhyun
Lee Donghae

 

“sebenarnya aku… sedang menyukai seseorang” ia menundukan kepala nya terlihat seperti malu, aku tersenyum geli melihat nya saat ini
“Jinjja? Dengan siapa Oppa” aku merasakan pipi ku yang memanas,
“aku menyukai ……”

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

 

“Jessica”
Deg, jantung Yoona terasa seperti berhenti berdetak. Nama yeoja tersebut bukanlah nama yang ia harapkan untuk diucapkan Donghae. Ia sangat berharap jika nama itu adalah namanya, Im Yoona.
Yoona masih duduk mematung menatap Donghae. Donghae pun kelihatan bingung melihat reaksi Yoona yang tiba-tiba menjadi diam.

“Yoona?”
Jessica? Yeoja itu?

“Yoona ah?”
Kenapa bukan aku?

“Yoona, gwenchana?”
Donghae melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Yoona

“Ah ne, wae Oppa?”
Yoona berhasil terbangun dari lamunannya karena melihat lambaian tangan Donghae. Ia tersenyum gugup kepada Donghae

“Ya, aku menyukai Jessica. Bagaimana tanggapanmu?”

“Tanggapanku?”Donghae menganggukan kepalanya, mengiyakan pertanyaan Yoona

“Errr tanggapanku. Ya bagus”
Yoona tersenyum palsu kepada Donghae. Mendengar itu Donghae tersenyum senang ke arah Yoona, ternyata ia tidak salah memilih Jessica sebagai yeoja idamannya. Karena sahabatnya Yoona juga mendukungnya.
Sedangkan Yoona, ia sangat ingin cepat pergi dan tidak mau lagi mendengar curhatan Donghae tentang Jessica. Telinga nya memanas.Hatinya benar-benar bergemuruh. Namja yang telah lama disukainya ternyata malah menyukai yeoja lain.

“Jessica itu yeoja yang ma—”

“Oppa?”
Ucapan Donghae terpotong karena panggilan Yoona

“Ne?”

“Aku ini, siapa untukmu?”
Donghae terdiam sebentar, lalu ia terkekeh geli memandang Yoona. Tangannya pun mengacak-ngacak rambut Yoona

“Kenapa kau tanyakan hal itu padaku? Kau itu, pastinya Dongsaeng kesayanganku”
Dongsaeng? Hanya Dongsaeng?

Yoona kembali tersenyum palsu menatap kearah lain. Rasanya ia sangat ingin marah kepada Donghae, tetapi itu tak mungkin dilakukannya. Karena Donghae belum menjadi miliknya, ia hanya teman masa kecilnya hingga sekarang.
Wajar saja jika Yoona memiliki rasa terhadap Donghae, karena selama ini Donghae sangat memperhatikannya dan menjaga nya. Dan yang Yoona kira selama ini, kasih sayang Donghae terhadapnya adalah kasih sayang Namja terhadap Yeoja, bukannya kasih sayang Oppa terhadap Dongsaengnya.
Donghae terus berbicara tentang Jessica kepada Yoona. Donghae tidak tahu kalau sebenarnya Yoona sama sekali tidak mendengarkannya. Yoona hanya sibuk dengan pikirannya sendiri mencari cara agar ia bisa cepat pergi dari tempat itu.

Trring..

Suara bel pintu cafe tersebut berbunyi menandakan jika ada orang yang baru memasuki cafe tersebut. Beberapa pasang mata pun kadang menoleh karena sedikit terkaget mendengar deringan bel tersebut. Begitu juga Yoona dan Donghae. Donghae melihatnya sekilas karena ia rasa orang yang baru datang itu sama dengan orang-orang yang berada di cafe ini. Ya, tidak dikenalinya.
Lain halnya dengan Yoona, Mata Yoona terus memperhatikan orang itu, karena sampai saat ini pun ia masih sedikit terkejut melihat orang itu. Entah apa yang dipikirkan Yoona, tiba-tiba sebuah senyum terpampang dibibirnya. Ia pun kembali menatap Donghae.

“Oppa!”

“Ne?” Donghae menjawab Yoona sambil menyuapi makanan di mulutnya

“Aku rasa sekarang aku harus menemui namjachinguku”

“Nam-namjachingu?” Donghae berhenti mengunyah makanan yang ada dimulutnya. Lalu ia menatap Yoona.
Tanpa menjawab apapun Yoona berdiri dari tempat duduknya lalu ia menunduk sebentar untuk pamit kepada Donghae. Mata Donghae terus mengikuti gerakan Yoona. Donghae pun melihat Yoona menghampiri namja yang berdiri didekat pintu cafe tersebut. Ya, namja itu adalah orang yang ia lihat sekilas tadi beberapa waktu lalu. Ia melihat Yoona bergelayut mesra di lengan namja itu, karena jarak mereka tidak dekat Donghae tidak terlalu jelas mendengar percakapan yang mereka katakan. Hingga akhirnya Donghae melihat Yoona dan namja itu meninggalkan cafe tersebut.

“Namja itu, sepertinya aku pernah melihatnya. Tapi siapa?”

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kyuhyun pov

“Yaa, kau dimana? aku sudah didepan cafe yang kau bilang”
(Aku sudah didalam, dimeja nomor 25. Cepatlah kau masuk)
Aku mematikan ponselku setelah mengetahui posisi temanku. Aku pun mulai berjalan mendekati pintu cafe tersebut lalu membuka nya perlahan.

Trring..

Aiish bel ini. Kenapa disetiap cafe yang ku kunjungi pasti memiliki bel pintu. Sangat Membuatku risih. Lihat saja, beberapa pasang mata pun langsung melihat ke arahku setelah bel ini berbunyi.
Aku pun mengedarkan mataku mencari meja yang bernomor 25. Teman-temanku pasti sudah lama menungguku, jika aku terlambat kali ini mungkin saja aku tidak jadi ditraktir makan lagi.
Aiiissh kenapa disini begitu ramai, hingga begitu sulitnya aku menemukan teman-temanku.

“13, 21, 5”
Aku pun menghitung meja-meja yang berada di cafe ini. Saat aku mulai berjalan mencari meja bernomor 25 itu. Tiba-tiba saja ada yang memeluk lenganku. Aku pun terhentak dan langsung melihat orang yang memeluk lenganku

“Yoona?” Aku sangat terkejut melihat Yoona yang memeluk lenganku. Dan ia tersenyum manja padaku

“Chagi..”

“Chagi?” Aku mengernyitkan dahiku melihat tingkahnya saat ini. Dan apa yang kudengar. Chagi? Dia memanggilku chagi?

“Yaa apa yang kau lakukan!” Aku sedikit membentak ke arahnya. Tanganku pun terus berusaha melepaskan tangannya dari lenganku. Tapi ia kembali mengaitkan lagi tangannya di lenganku

“Chagi, ayo kita kencan ditempat lain” Yoona menyeretku mendekati pintu keluar cafe tersebut. Tetapi aku berusaha berhenti, menahan agar ia tidak bisa menyeretku lagi. Dan berhasil, ia tidak menyeretku lagi. Dengan cepat kuhempaskan tangannya dari lenganku

“Yaa, apa-apaan kau ini. Datang-dat—-”
Deg..
Ucapanku terhenti karena tiba-tiba Yoona memelukku. Ia memelukku sangat erat, entahlah mungkin ia takut jika aku memberontak lagi padanya. Sebenarnya apa yang ia lakukan saat ini?

“Kyu, kumohon.. bantu aku kali ini”
Yoona berbisik lembut ditelingaku.

“Ma-maksudmu?”
Ia kembali mengeratkan pelukannya. Bibirnya pun hampir menyentuh telingaku.

“Ikuti saja apa yang kulakukan”
Ia lebih berbisik kecil di telingaku. Hingga yang lebih terasa hanyalah deru nafasnya menerpa telingaku. Serius, kenapa hawa disini menjadi panas, apakah cafe sebagus ini tidak memiliki pendingin udara?

Dengan ragu aku pun menganggukan kepalaku.
Yoona melepaskan pelukannya lalu tersenyum kepadaku. Ia menggandeng tanganku dan membawa ku pergi dari cafe tersebut.
Ia pun terus menarikku menjauhi cafe tersebut. Sesekali aku melihat tanganku yang digandeng olehnya. Haaa jantung ku terus berdegup cepat. Apakah ini efek karena Yoona, atau karena aku terlalu lapar?. Makanan.. Oh ya teman-temanku?

Aku pun memberhentikan langkahku dan berhasil membuatnya berhenti menarikku. Ia pun langsung melepaskan tangannya dari tanganku saat melihatku menatapnya dengan tatapan tajamku.

“Mianhe Kyu, Jeongmal Mianhe..” Yoona terus menundukkan kepala nya berulang kali meminta maaf kepada ku

“Yaa apa yang sebenarnya kau lakukan hah!?”
Aku membentak ke arahnya. Ia menutupi kedua telinganya dengan tangannya agar tidak mendengarku . Aku berkacak pinggang melihatnya, menunggu penjelasan darinya.

“Aku tadi.. aku hanya ingin pergi secepatnya dari cafe itu” ia menundukan kepala nya tidak berani menatapku.

“Lalu kenapa kau harus mengajak aku hah!” Aku kembali membentak ke arahnya. Sudah kutebak ia kembali menutupi telinga nya dengan tangannya.

” Dan apa maksudmu memanggilku Chagi ditempat ramai hah?”

“Kalau itu—-”

“Lalu, seenaknya memelukku ditempat umum. Apa yang kau rencanakan padaku hah? Jelaskan!”
Yoona terlihat beberapa kali terhuyung kebelakang karena teriakanku. Aku menghela nafas panjangku. Aku membuang pandanganku dari nya ke arah lain. Ck, dia ini benar-benar..
Saat aku kembali menatapnya kulihat Yoona sudah tidak berada didepanku. Dan saat mata ku menjelajah ke bawah apa yang kudapat, ia sedang berlutut padaku.

“Yaa apa yang kau lakukan? Cepat berdiri!”
Apa-apaan dia ini, berlutut padaku di tempat umum. Lihat saja, beberapa pasang mata melihat ke arahku. Benar-benar memalukan

“Aku tidak mau berdiri sebelum kau memaafkanku”

“Iya iya aku akan memaafkanmu tapi cepat berdiri”
Kau mendapat pengecualian Im Yoona. Jika saja kau tidak begini, aku akan….

“Arraso!”
Aku menghela nafasku melihat nya. Lihat saja, senyum kemenangan terpampang di wajahnya.
Aku sangat kesal, tetapi melihatnya begini.. Itu sudah cukup buat hatiku.

Yaa–yaaa apa-apaan ini, apa nya yang cukup buat hatiku? Yeoja seperti dia, Ck..
Tapi dia sangat manis..

Krrusuk….

Apa? Suara itu?
Yaaa kenapa disaat begini perutku ikut berbunyi. Haaah jika aku tidak terpaksa mengikuti rencana konyol Yoona, mungkin aku sudah pulang dengan perut kenyang.
Dan lihat sekarang, Yoona melihat ku dengan senyuman evil nya.

“Apa kau lihat-lihat!”

“Ani, aku tidak melihatmu”
Ia menjawab dengan polosnya. Lalu ia terkekeh geli memandang ke arah lain. Dia ini memang, benar-benar, sangat…

“Kalau kau lapar Kyu jangan di tahan. Kasihan cacing-cacing perutmu juga jadi kelaparan”

“Siapa yang menahannya!! Aku tidak jadi makan karena semua rencana konyol mu ini!”
Yeoja ini benar-benar.. Menguras tenaga ku. Bisa-bisa nya ia bilang aku diet atau menahan agar tidak makan. Jelas-jelas ia tadi yang menarikku keluar dari cafe itu dengan alasan yang tidak bisa dipandang dengan logika. Aiih bahasaku..

“Hehehe, maaf”
Yaaaa… Aku sangat ingin berteriak kali ini. Kalau saja dia bukan Yoona, mungkin dia ini sudah habis kugoreng, ku cincang-cincang lalu ku sulap menjadi makanan ku. Aaah bahasa ku, terlalu kejam. Tapi saat ini, yeoja ini benar-benar sangat menyebalkan.
Aku menarik tangannya dan kembali menuntunnya berjalan menuju cafe itu, memastikan apakah teman-temanku masih berada disana atau sudah meninggalkanku.

“Mau kemana Kyu?”

“Ke cafe tadi”
Ia pun menarik tangannya dan memberhentikan langkahnya

“Wae?”

“Bagaimana jika Donghae belum pergi dari cafe itu?”

“Mwo? Donghae? Jadi rencana ini, semua ini hanya karena namja itu?!”
Yoona menganggukan kepala nya, mengiyakan pernyataanku.
Apa ini? Donghae? Yoona menarikku hanya karena Donghae? Hingga aku menahan laparku hanya karena Donghae?.
Tidak bisakah orang lain, Jangan Donghae?
Kenapa dunia ini begitu sempit.. Kenapa harus namja itu? Namja itu adalah orang yang sangat bisa menyebabkan mood ku turun dengan drastis.

“Apa peduliku?”
Aku kembali menarik tangan Yoona agar dia mengikutiku.
Benar, apa peduliku? Ini urusan Yoona, jadi aku tidak akan terlibat.

Trrring..

Bel ini kembali berbunyi. Dan bisa ditebak beberapa pasang mata itu pun melihat kami.

“Mana Donghae?”
Tanya ku, Aku menoleh kepalaku agar melihat Yoona, ia pun mendongakkan kepalanya setelah menunduk dari perjalanan tadi. Lalu Yoona mengedarkan mata nya sekelilingku, mungkin mencari Donghae.

“Dia tidak ada” jawabnya sekena nya

“Dia sudah pergi Kyu, dia sudah pergi!!” Lalu ia menjawab lagi dengan kegirangan
Aku pun melihat beberapa mata melihat ke arah kami. Aiissh dia ini, benar-benar yeoja yang memalukan.
Aku pun langsung menarik tangannya dari tempat itu dan kembali mencari meja bernomor 25 itu.

“Kyu, itu!”
Yoona menunjuk ke arah meja bernomor 25 itu, kami pun menghampiri nya.

“Kosong Kyu?”
Tempat ini sudah kosong? Yaaa teman-temanku kenapa pergi terlalu cepat. Traktiranku menjadi terbuang sia-sia

“Ya sudahlah, kita makan disini”

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kenapa hari begitu cepat gelap. Aku memandang ke jalanan dari dalam mobilku. Sesekali aku melihat Yoona yang duduk di samping bangku stir ku. Ia sedang menatap jalanan luar.

“Kyu..”

“Ne..”
Jawabku tanpa menoleh ke arahnya

“Apakah aku tidak cantik?”
Deg,
Kenapa ia tiba-tiba menanyakan hal itu kepadaku.

“Kau tidak cantik, tetapi kau aneh”
Aku terkekeh geli, mencoba bercanda kepadanya. Tetapi sepertinya candaanku tidak dalam waktu yang tepat. Aku mendengar ia menghela nafas panjangnya

“Apakah aku terlalu aneh?” Tanya nya lagi.

“Yoona”
Aku mencoba menjelaskan sesuatu kepadanya tetapi tidak jadi setelah ia menatap ke arahku yang masih fokus menatap jalan

“Apakah aku terlalu aneh hingga tidak ada namja yang menyukaiku?”
Aku pun menepikan mobilku dipinggir jalan, agar bisa leluasa berbicara dengannya.

“Ani Yoona”

“Apa karena aku kurang feminin?”

“Yoona..”

“Apa karena sifatku yang benar-benar memalukan?”

“Yoona..”

“Kenapa dia tidak menyukaiku Kyu? Kenapa dia tidak menyukaiku?”
Aku melihat Yoona meneteskan air mata nya, ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Aku segera memeluknya. Lalu membelai lembut rambutnya. Berharap aku bisa lebih menenangkannya. Yoona juga membalas pelukanku, ia menangis dipundakku.

“Apa kurangnya aku dengan Jessica?”
Jessica?
“Aku telah bersama nya dari kecil hingga sekarang hiks tetapi kenapa Jessica yang memiliki hatinya, hiks kenapa bukan aku Kyu?”
Aku bisa merasakan pundakku yang basah karena air mata nya. Sebenarnya apa yang ia katakan padaku? Aku tidak mengerti apa maksud dari perkataannya. Dan siapa Jessica itu?

“Aku kira ia kesini karena aku, hiks tapi ternyata karena yeoja itu”

“Selama ini—–”
Sebelum ia melanjutkan perkataannya lagi aku melepaskan pelukanku hingga membuatnya sedikit terkaget.

“Yoona, berhentilah menyalahkan dirimu sendiri. Yang kau maksudkan siapa? Jessica, yeoja itu, siapa?”
Aku seperti orang yang tidak sabar ingin mengetahui apa yang sebenarnya Yoona katakan.

“Donghae”
Donghae? Hanya nama itu. Sudah menjawab semua pertanyaanku.
Yoona kembali menangis.
Hanya karena namja itu Yoona, kau menangis?
.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Selama diperjalanan aku terus memikirkan tentang namja itu. Donghae. Haaaah kenapa harus namja itu lagi, apakah didunia ini stok lelaki sudah berkurang?.

Apa bagusnya namja itu? Hingga membuat Yoona jatuh cinta padanya. Kalau aku menjadi yeoja, Donghae jelas jauuh dari tipeku..
Aku menolehkan ke arah sampingku Yoona. Sepertinya ia sudah tertidur. Anak ini, habis menangis langsung tertidur, tidak mau membuang tenaganya habis.

Aku membuka sabuk pengamanku lalu membuka sabuk pengaman Yoona

Clikk

“Kyu”
Yah apakah aku membuat suara sabuk pengaman ini begitu besar hingga membuatnya bangun?

“Kita sudah sampai”
Kataku sambil mengembalikan posisi ku seperti semula. Aaah hawa disini kembali menjadi panas. Ia masih terlihat seperti orang linglung yang baru mengenali rumahnya sendiri. Ck benar-benar lucu
Aku melihat Yoona yang masih terlihat mengantuk perlahan keluar dari mobilku dan masuk ke rumah.

“Aiiish gagal”
Aku memukul dashboard mobilku.

Kenapa ia harus bangun?
Jika ia tidak bangun, aku kan bisa menggendongnya.

“Yaaaa apa yang kupikirkan ini..”
Aku membuka pintu mobilku dan berjalan menuju rumahku.
.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
;

Cklekk..
Aku membuka pintu kamarku. Tanpa melakukan apa-apa lagi aku langsung berbaring di tempat tidurku.

“Benar-benar hari yang melelahk— aaaahh”
Saat aku hendak menoleh ke sisi kiriku. Aku hampir berteriak karena melihat sesuatu. Aku pun megubah posisi ku menjadi duduk.

“Kenapa ia tidur di kamarku?”
Aku menatap Yoona yang tertidur pulas di ranjangku. Dia ini.. Tidur seperti tidak berdosa saja. Di kamarku, di ranjangku pula.

“Eeeeh apa aku yang salah kamar?”
Aku pun bergegas keluar dari kamar ini dan mulai memperhatikan pintu kamarku dan pintu kamar Yoona yang bersebelahan.

“Ani, aku masuk ke kamar ku sendiri”
Aku kembali masuk ke kamarku dan mataku langsung terlihat Yoona yang sedang tertidur nyenyak di ranjangku.
Aku berjalan mendekati Yoona, lalu duduk di tepi ranjangku.

“Yoona”
Aku mencoba membangunkannya. Tetapi ia tidak bergerak

“Yoona!”
Suara ku agak meninggi, tetapi percuma ia masih tidak bergerak.

“Aiiish kenapa dia tidak bangun”
Aku tidak bisa membiarkan dia tidur disini, bisa-bisa aku tidak bisa tidur semalaman karena tidur seranjang dengannya.
Perlahan aku memposisikan tanganku untuk menggendongnya.

“Yaaaaa”
Tangan Yoona menarikku hingga Aku tersungkur jatuh ke ranjangku. Tepat berada di samping Yoona. Kulihat ke lenganku, dipeluk oleh Yoona. Aku berusaha melepaskan tangannya dari lenganku. Haaah kejadian ini persis seperti di cafe tadi.

“Kuat sekali dia ini”
Aku menyerah, aku sudah lelah.
Aku pun terbaring di sebelah Yoona, dengan lenganku masih dipeluknya.
Perlahan mataku saling menutup dengan tenang. Walaupun jantungku terus berdegup dengan kencang.

End Kyuhyun pov

.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
.
                                                                                                                  Yoona pov

Aku perlahan membuka kedua mataku. Hawa disini lebih terasa hangat daripada biasanya. Kenapa disini lebih terlihat gelap. Seperti ada yang memelukku.
Perlahan mataku melihat ke atas, dan apa yang kulihat.

“Kyu-kyuhyun”
Aku menelan air ludahku. Keringat dingin pun mulai menjalar diseluruh tubuhku. Perlahan aku melepaskan diri dari pelukkanya

“Apa yang terjadi?”
Aku memeriksa semua pakaian ku. Huh, Lengkap. Lalu Aku kembali menatap Kyuhyun.

“Kenapa aku bisa tertidur disini?”
Kenapa aku bisa salah kamar dan tertidur disini? Kenapa Kyuhyun tidak membangunkanku? Dan memelukku..
Kenapa rasa nya tidak ingin pergi dari sini. Melihatnya tidur begini tidak sama seperti kelakuannya diluar. Sangat tenang dan damai. Tidak kubayangkan jika dia bangun nanti, mungkin ia langsung berubah menjadi jelmaan devil.

Diluar kontrolku, tanganku mulai mencapai kepala nya membelai rambutnya. Sangat lembut. Entah kenapa senyuman terus terpampang di wajahku melihatnya begini.

Aku menarik tanganku kembali saat melihatnya meringkuh kecil di tidurnya. Perlahan aku turun dari ranjang nya dan berlari kecil keluar dari kamarnya.

Deg..Deg..
Aku berdiri membelakangi pintu kamar Kyuhyun, mengontrol jantung ku agar berdetak seperti biasa.

“Yoona ah, apa yang kau lakukan disana?”

“Ah-ahjumma?”
Jawabku dengan gugup

“Kau tidak bersiap-siap pergi ke sekolah? Nanti kau terlambat..”

“Ah ne ajumma”

“Setelah selesai tolong bangunkan Kyuhyun ya..”
Eomma Kyuhyun pun mulai berjalan meninggalkanku.
Aku menghela nafas legaku. Untung saja aku cepat keluar dari kamar Kyuhyun. kalau terlambat mungkin saja Eomma Kyuhyun melihat ku dan Kyuhyun tidur bersama.

Aku pun bergegas menuju kamarku dan bersiap siap untuk pergi ke sekolah.
.

—————————————————————————–

Setelah bersiap-siap aku pun berjalan menuju kamar Kyuhyun untuk membangunkannya.

Tok..Tok

Aku mulai mengetuk pintu kamarnya. Tetapi tidak ada jawaban. Aku pun membuka knop pintu nya. Kubuka sedikit, tetapi kulihat tidak ada Kyuhyun. Perlahan aku membuka pintu nya dan mulai masuk ke dalam kamar Kyuhyun.

Deg..Deg

“Kyuhyun”
Cklek
Saat aku mulai berjalan mendekati ranjangnya aku mendengar suara pintu terbuka. Kutolehkan kepalaku ke arah sampingku dan terlihat Kyuhyun dengan rambut basah dan celana boxer nya yang baru keluar dari kamar mandi. Dengan segera aku menolehkan badanku dan menutup muka ku.

“Errr Kyu. Aku cu-cuma ingin mem-bangunkanmu saja”
Kataku gugup.. Haaaah mukaku memanas.

“Baiklah, tapi apa kau hanya tetap berdiri disitu terus?”
Aku mendengar suara langkah kakinya seperti mendekatiku

“Ani-aniya. Aku tunggu dibawah”
Aku pun segera berlari dan keluar dari pintu kamarnya.
Jantungku terus berpacu cepat melihat Kyuhyun begitu. Penampilannya tadi sangat… Seksi..

“Huuaaa Yoona apa yang kau pikirkan”

End Yoona pov
.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
.

Kyuhyun pov

Aku terkekeh geli melihat tingkah Yoona saat berlari keluar dari kamarku. Kejadian semalam masih teringat di otakku. Dan juga, kejadian tadi pagi.
Perlahan aku membuka mataku. Dan apa ini, bagaimana bisa aku tertidur dalam posisi begini. Aku melihat Yoona yang tertidur nyenyak dipelukanku. Deru nafasnya bisa ku dengar, dan polos wajah Yoona jika tertidur begini. Apakah aku namja pertama yang melihatnya begini.

Perlahan aku melepaskan dekapanku dari tubuh Yoona. Tapi langsung ku urungkan niatku saat melihat mata Yoona yang mulai mengedip-ngedipkan matanya berulang kali. Aku pun kembali dalam posisi awal, ya berpura-pura tidur.

“Kyu-kyuhyun”
Terdengar suara gugupnya, aku terkekeh geli dalam hatiku. Membayangkan betapa kagetnya Yoona saat melihatku memeluk tubuhnya

“Apa yang terjadi?”
Kutebak, betapa bingungnya ia saat ini.

“Kenapa aku bisa tertidur disini?”
Bodoh, jelas-jelas kau yang salah masuk ke kamarku. Dan langsung tertidur pulas diranjangku.
Entah apa yang ia lakukan saat ini, kenapa tidak terdengar suara-suara nya lagi. Tetapi, perlahan aku merasakan deru nafas yang hangat. Apakah ini milik Yoona.

Aku ingin membuka mata ku sekarang, melihat apa yang ia lakukan sekarang. Saat aku ingin membuka mataku, aku merasakan sebuah tangan membelai lembut rambutku.

Ya Tuhan, jangan sampai Yoona mendengar degupan jantungku ini ..
Entah apa yang kulakukan, tiba-tiba aku menggerakan kakiku sedikit. Dengan cepat belaian tangan yang berada di rambutku telah menghilang.

Bodoh Kyu..

Aku menyesalkan perbuatanku tadi, padahal aku ingin merasakannya sebentar lagi. Belaian tadi sangat membuatku nyaman.
Aku mendengar suara langkah kaki menuruni lantai, kupastikan itu Yoona. Lalu langkah itu berlari kecil menuju pintu dan menutupnya.
Aku langsung merubah posisiku menjadi duduk, dan aku menatap pintu yang tertutup itu.
Aku terkekeh geli memandang pintu itu.
.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

.

“Yoona!”
Aku memandang sedikit ke arah Donghae yang berada di depan meja Yoona, lalu aku kembali terpaku dengan PSP ku

“Kajja kita ke kantin Yoona”
Ku intip sedikit, Donghae memegang tangan Yoona dan mengajaknya ke kantin tetapi Yoona menghempaskannya. Kekeke aku ingin tertawa melihatnya

“Anio, aku tidak lapar”
Mmmb.. Kyuhyun tahan tawa mu. Aku berusaha ocus kembali memainkan games ku

“Tapi Yoona”

“Kyu, temani aku ke perpustakaan”
Tiba-tiba Yoona mengaitkan tangannya di lenganku. Aku hanya memandangnya bingung. Tetapi matanya seolah-olah meminta bantuan ku lagi.

Baiklah, aku penuhi permainanmu ini Yoona.

Aku pun menganggukan kepalaku menerima ajakannya.
Sebelum pergi aku memandang Donghae dengan tatapan menyindirku.

“Kau?”
Tanya nya, sudah ku tebak. Ia pasti baru menyadari kalau aku lah orang yang di café kemarin. Aku terkekeh geli memikirkannya.
.

—————————————————————————-

.

“Kau, kau namjachingu Yoona?”
Aku mendongakkan kepalaku saat Donghae berada didepanku

“Ne?”

“Kutanya, apa kau namjachingu Yoona”
Aku? Namjachingu Yoona? Sejak kapan? Atau jangan-jangan Yoona yang mengatakan kalau aku namjachingu nya

“Ani— ah Ne aku namjachingu nya . Wae?”
Aku lupa kalau aku sedang terlibat dalam permainan Yoona.

Yoona, kau harus membalas budi karena ini

“Yoona tidak pernah mengatakan sebelumnya kalau kau namjachingu nya”

“Memang harus mengatakannya padamu?”
Dia terdiam. Yeah bagus Kyuhyun.

“Apa kau mencintai Yoona?”

“Ah ne.. Aku sangat mencintainya”
Cinta? Bodoh Kyuhyun, kenapa aku harus menjawabnya begitu. Tetapi apakah aku harus berbohong begini?
Bohong? Apa perasaanku ini semuanya bohong?

“Kau, harus menjaganya lebih baik”

“Pasti, aku akan menjaga nya sepenuh hati ku. Lebih dari teman kecilnya dulu”

Hoho.. aku sangat hebat. Kubuat wajahnya menjadi seperti ini, bingung. Hahahah hebat Kyuhyun..
Aku melihatnya menghilang dari hadapanku.

Ck.. Lee Donghae..

End Kyuhyun pov
.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
.

“Yoona”

“Ne?”

“Boleh aku menanyakan sesuatu?”
Yoona menganggukan kepala nya lalu kembali memakan es krim nya.

“Apa yang membuatmu menyukai Donghae?”
Yoona berhenti menjilati es nya lalu menolehkan kepalanya dan langsung menatap Kyuhyun

“Apa maksud pertanyaanmu itu?”

“Ani, aku hanya ingin tahu saja”
Yoona menghela nafasnya lalu menatap ke depan, ke arah tempat anak-anak bermain.
Setelah pulang sekolah Kyuhyun mengajak Yoona untuk berjalan-jalan sebentar, dan disinilah tempat yang dipikirkan Kyuhyun, tempat permainan anak-anak.

“Donghae, namja yang baik”
Kyuhyun mulai menatap Yoona dengan serius saat Yoona mulai berbicara

“Perhatian, penyayang, dan juga sabar”

“Kadang ia juga lucu, bisa membuatku tertawa”
Yoona tersenyum sendiri kala menyebutkan kalimat terakhir tsb. Ia seperti teringat sesuatu.

“Disaat aku dulu dijauhi teman-temanku, hanya Donghae lah yang mendekatiku”

“Disaat dulu aku terjatuh, hanya Donghae yang selalu membantuku”

“Di masa itu, Donghae selalu ada disampingku”
Kyuhyun terus menatap Yoona, ia tidak pernah melepaskan pandangannya dari gadis tersebut.
.

—————————————————————————–
.

Kyuhyun Pov

“Yoona, jangan lupa pasang nama mu didepan pintu kamarmu agar kau tidak salah masuk kamar lagi!”
Aku sedikit berteriak saat menggoda Yoona, terlihat Yoona mendengus kesal terhadap Ku lalu ia masuk kekamarnya dan membanting pintu kamarnya. Aku masih terkekeh geli melihatnya. Kenapa aku senang sekali jika menggoda nya..
Aku membaringkan tubuhku di atas ranjangku. Pernyataan Yoona beberapa hari yang lalu kembali teringat di kepalaku

“Donghae namja yang baik”
Aku juga namja yang baik, terbukti eomma dan ahra noona sering memujiku dengan kata-kata itu jika aku selalu menuruti omongan mereka. ‘Kyu, kau baik sekali’ . Tapi entahlah saat dewasa kini, omongan itu terasa jarang terdengar ditelingaku

“Perhatian, penyayang, dan juga sabar”

Perhatian? Aku orang yang perhatian. Saat masih mempunyai anjing, aku sangat perhatian padanya, memberi nya makan, minum. Tetapi aku tak tahu kenapa ia bisa mati?
Ah lupakan

Penyayang? Aku sangat menyayangi eomma, appa, ahra noona. Itu termasuk dalam golongan penyayang kan? Iyakan?

Sabar? Aku, cukup sabar

‘Yaaaa… Aku sangat ingin berteriak kali ini. Kalau saja dia bukan Yoona, mungkin dia ini sudah habis kugoreng, ku cincang-cincang lalu ku sulap menjadi makanan ku. ‘

Oke oke, cukup dengan bukti itu. Ku akui aku memang bukan orang yang cukup sabar. Tapi jika aku mau, aku bisa merubahnya kan?

“Kadang ia juga lucu, bisa membuatku tertawa”

Lucu? Wah wah, jangan panggil aku Cho Kyuhyun jika aku tidak bisa membuat orang tertawa. Tanya teman se genk ku. Sungmin, eunhyuk, tanyakan kepada mereka seberapa lucu nya aku.

Aku bisa menjadi seperti dirinya, Yoona hanya menyukai itu kan? Aku bisa merubahnya.
Donghae, namja itu? Ck, tidak ada apa-apanya denganku.

End Kyuhyun pov
.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

.

“Mwo? Yoona pulang ke Busan”

“Ah Kyu, kau tidak tuli kan? Ne, Yoona pulang ke Busan tempat tinggal orang tua nya.”

“Tapi dia tidak berbicara tentang hal itu kepadaku”

“Ne, karena dia sangat terburu-buru jadi ia langsung berangkat sebelum kau pulang kerumah”

“Memang terjadi sesuatu?”

“Ayah Yoona sedang sakit parah, dan Yoona ingin sekali merawatnya”
Kyuhyun langsung berjalan meninggalkan noona nya. Ia masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya.

“Kenapa kau tak memberitahuku dulu Yoona?”
.
.
TBC
.

Part 5 hadir,, okeh bagaimana readers?
Ditunggu ya komen nya
Gansamhamnida 😉

Iklan

16 thoughts on “New Love Part 5

  1. My Twins Yoongie2 berkata:

    Daebak thor
    akhirnya dipublish juga
    Udah mulai tumbuh benih-benih cinta nih…..
    Ditunggu kelanjutannya…..
    Hwaiting!

  2. Cho Jihyun berkata:

    eonnie,debak!!!
    pokoknya harus kyuna jangan yang lain
    wah,kenapa yoong unnie ninggalin kyuppa?
    penasaran… cepet ya eon

  3. ayunda berkata:

    sumpe dech keren apa lagie pas momentnya yoona kyuhyun ,next partnya ditunggu eonnie
    salam kenal aku reader baru, bersyukur bangeth bisa nemu blog inie

  4. nisa berkata:

    Daebak daebak daebak
    authir kece ({}) ….
    Kyuna cium kyuna. Thor lanjut2 authorrrrrrrr lanjut ya… Semangat 45!! Sumpah pas baca part ini… Deg2 an aku nya…. Ahhhh keceeeeee

  5. rindafishy berkata:

    Wuahh kenapa yoona pergi thor , kyu pasti bakal sedih banget .. Tp ntar yoona balik kan 🙂 ditunggu part slnjutnya ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s