Fool To Love You 3 end

Author        : Intansparkddict
Main cast    : Im Yoona
                          Cho Kyuhyun
Others
Genre            : Friendship, Romance
Length          : 4361 words
PG                   : 13+

p.s                  : kata yang bercetak miring (flashback) dan juga (kata hati)

Mata Yoona menatap foto sesosok orang yang dirindukannya, tak ada senyum yang biasa ia tampilkan kala ia melihat sosok itu. Bingung. Rasa bahagia karena melihat sosok itu tertutupi dengan rasa sakit, bukan benci. Tetapi cinta. Bukan, tapi cinta yang masih membekas dihatinya. Cairan bening tertahan di kedua pelupuk mata indahnya, menahan, berharap cairan itu kembali masuk ke balik kedua matanya. Tegar. Ya, ia sangat ingin menjadi wanita yang tegar. Sekeras apapun ia mencoba tetap bertahan, akan berakhir sia-sia. Berhari-hari, Tak ada air mata yang tidak jatuh. bibirnya selalu tertutup, hanya dengan orang tertentu saja ia mau berbicara. Memandang kosong, mungkin telah menjadi kegiatan sehari-harinya.

Tes.. setetes air matanya akhirnya jatuh, memimpin pasukan airmata lainnya yang akan segera ikut menjatuhi pipi Yoona. Tak ada isakan, tak ada kata-kata, dan tak ada ada gerakan, hanya air mata yang menunjukan aksinya.
Kenapa?. Kata-kata itu kembali terngiang dikepalanya, bukan hanya sekali. Tetapi ribuan kali, kenapa, kenapa,dan kenapa. Tak ada yang terjawab. Adakah orang lain yang juga merasakan ini? Adakah orang lain yang bernasib sama dengannya? Ck.. tidak mungkin, tidak ada orang sebodoh dirinya, terlarut-larut dalam kesedihan hanya karena cinta, tidak ada orang yang mau menjadi seperti dirinya yang sangat memuja-muja cinta, berpikir kalau cinta yang dimilikinya adalah cinta sejati. Ck.. Dongeng, ingin akhir yang selalu bahagia, menikah dan hidup bahagia bersama pangerannya. Bodoh, telah menetapkan Kyuhyun menjadi pangeran hidupnya, menjadikan Kyuhyun separuh hidupnya, sangat yakin untuk mencintai Kyuhyun sepenuh hatinya, tetapi sama sekali tidak mengetahui penuh perasaan Kyuhyun, entah iya ataupun tidak. Yoona tetap menganggap Kyuhyun sangat mencintai dirinya .

Dan ternyata semua perasaan itu kini hanya seperti daun-daun yang telah layu dan rontok, karena tidak lagi diberi Sinar Matahari dan Klorofil. Seperti perasaan nya kini, tidak lagi dihiasi oleh Sinar Matahari dan Kyuhyun. Matahari. Hembusan angin meniupkan rambutnya yang tergerai rapi, mencoba menyadarkannya dari kesedihan yang terus menghinggapi dirinya. Kenangan. Hembusan angin itu hanya semakin membuat dirinya terbuai oleh kenangan nya bersama Kyuhyun dan Matahari.

“indahkan Yoong?” Kyuhyun menatap geli kearah yeojachingunya. Yoona. Ia terus membuka bibirnya terperangah dengan pemandangan yang telah tersaji didepan kedua matanya. Matanya jarang berkedip karena takut kehilangan sedetikpun objek yang dilihatnya, menganggukan kepala nya senang ke arah Kyuhyun. Cahaya orange berpadukan cahaya merah perlahan akan menghilangkan tubuhnya dari permukaan bumi. Matahari tenggelam. Sungguh fenomena alam yang indah, walaupun bukan fenomena yang unik karena tiap hari siapapun bisa melihatnya. Tetap, Bagi Yoona matahari tenggelam dan Kyuhyun adalah keajaiban Tuhan yang sangat indah, ia bersyukur hidupnya dihiasi oleh mereka berdua. Kyuhyun dan juga Matahari
Tangan Kyuhyun menggapai wajah Yoona, jemarinya menyusuri lekuk wajahnya, membersihkan walaupun hanya beberapa helai rambut yang menutupi wajah cantik Yoona. Sinar yang akan hilang itu masih berbekas, memantulkan cahaya nya. Membuat Wajah Yoona terlihat lebih indah. Yoona memejamkan kedua matanya, merasakan sentuhan jemari Kyuhyun yang membelai wajahnya. Deru nafas yang teratur saling terdengar di telinga mereka. Degup jantung berdetak cepat mengartikan rasa gugup menyelimuti tubuh mereka. Tangan Kyuhyun menyentuh kelopak mata Yoona yang tertutup membuat kelopak mata itu terbuka dan langsung melihat kearahnya.
“I Love You…”
Hanya tiga kata itu, berhasil mencakup semua perasaan Kyuhyun. Cinta. Suka, Sayang, Rindu, semua yang menggambarkan perasaan hati nya terhadap Yoona telah diucapkannya. Singkat, Padat dan Tepat. Singkat karena hanya tiga kata. Padat karena memiliki arti yang mendalam. Tepat karena tiga kata itu memang benar adanya. Benarkah? Tak pernah terlintas kata itu dibenak Yoona. Ia sangat mempercayai Kyuhyun, terlalu mempercayai Kyuhyun malah. Membiarkan hati nya terbuka lebar hanya untuk Kyuhyun, tidak ada kata ragu dalam hati Yoona. Kyuhyun mencintainya, Kyuhyun benar-benar mencintainya. Kata-kata itu seakan menjadi tiang yang menyangga hati nya, membuat hati nya lebih kuat dan bahagia. Jika tiang itu rapuh dan roboh bagaimana dengan hatinya? Pernahkan Yoona mempertanyakan pertanyaan itu kepada dirinya sendiri? Jawabannya tidak. Kyuhyun mencintainya. Itu adalah harga mati bagi Yoona.karena ia Buta. Yoona telah dibutakan oleh cinta
“I Lov—–“
Salah satu jari Kyuhyun berhasil membuat bibir Yoona tertutup sehingga Yoona tidak sampai melanjutkan kata-katanya. Mata Yoona membulat saat melihat wajah Kyuhyun semakin dekat dengan wajahnya.Tanpa melepasakan jari nya, Kyuhyun memandang intens kea rah mata Yoona.
“Ssshh.. kau tak perlu menjawabnya. Aku sudah mengetahuinya kalau kau juga sangat mencintaiku”
Semburat berwarna merah menghiasi kedua pipi Yoona. Suara lembut Kyuhyun tadi benar-benar berhasil membuat dirinya sangat gugup dan malu. Sangat benar. Yoona memang sangat sangat sangat mencintai Kyuhyun dan itu sangat tidak bisa ia pungkiri lagi. Kyuhyun tersenyum evil kearah Yoona. Benar, ia memang merusak suasana. Suasana romantis dan manis yang berhasil ia perlihatkan kepada Yoona malah ia sendiri yang mengakhirinya, walaupun begitu kalau tidak ada si EvilKyu didunia ini mungkin tidak pernah ada cerita Yoona mencintai seorang Kyuhyun. Karena evil adalah salah satu bagian favorit Yoona
Tangan Yoona mendorong dada Kyuhyun agar menjauhi wajahnya dari wajah Yoona. Hanya wajah, tidak tubuh mereka. Posisi mereka sama seperti tadi sangat dekat sehingga tangan Yoona masih bisa menggapai dada Kyuhyun. Tangan Yoona memukul pelan dada Kyuhun menunjukan kekesalannya terhadap Kyuhyun. Kyuhyun tertawa geli melihat sikap Yoona, ia sangat senang menggoda Yoona hingga membuat pipi nya memerah, karena menurutnya Yoona lebih terlihat cute dengan polesan merah alami yang menghiasi kedua pipi Yoona. Kedua tangan Kyuhyun berhasil menangkap kedua tangan Yoona yang memukul dada nya. Tidak ia tarik, malah ia tekankan kedua tangan Yoona kearah dadanya.
Deg..
Kedua tangan Yoona merasakan detak jantung Kyuhyun, ia melihat kearah kedua tangannya yang masih erat dipegang tangan Kyuhyun. Perlahan arah matanya bergerak keatas hingga kea rah wajah Kyuhyun. Ia mendapati Kyuhyun memandanginya dengan tatapan mendalam.
“bisa kau rasakan Yoona? Ini semua karena mu. Jantung ini, terus bergerak cepat hanya karena dekat denganmu. Tapi aku bahagia. dan ingin selalu berdua denganmu seperti ini. Selamanya..”
Selamanya.. kata terakhir itu terus terngiang-ngiang dikepala Yoona. Selamanya, sama-sama saling mencintai. Selamanya, saling mengisi. Dan selamanya, hidup berdua dan bahagia.. bersama Kyuhyun. Harapan itu seakan sangat mudah digapai oleh Yoona. Melihat kesungguhan Kyuhyun, ia yakin Kyuhyun mencintainya.
“Kyu..”
“Hmm..”
“Bisakah aku meminta sesuatu hal padamu?”
“Apapun itu Yoona.”
“Jangan pernah tinggalkan aku..”
“Tidak akan pernah Yoona..”
Kyuhyun memeluk tubuh Yoona. Mata nya terpejam, sangat indah.. harum wangi rambut Yoona bisa jelas masuk ke hidungnya, membuat nya semakin menyembunyikan kepalanya pada rambut Yoona. Sehingga deru nafasnya bisa membuat beberapa helai rambut Yoona bergerak. Senyuman lembut terus tampil dibibir nya, menambah ketampanan garis wajahnya. Tangannya membelai halus rambut Yoona. Sinar yang akan hilang itu menyinari mereka berdua, terlihat hanya mereka berdua, sebagai objek utama yang paling terang dan bersinar. Indah…
“Tidak akan pernah..”

“Boo!!”
Yoona terhentak kaget saat seseorang mengejutkannya dari belakang. Kenangan itu seakan berhenti berputar dikepalanya seperti kaset yang berhenti berputar menayangkan drama kisah cinta. Ia menolehkan kepalanya kearah belakang dan mendapatkan sesosok sahabatnya yang sedang tersenyum lebar kearahnya. Ia memegang kedua pipinya memastikan tidak ada lagi cairan yang membekas di kedua pipinya. Kering dan dingin. Tak disangka Air mata itu telah mongering dan membuat kulit pipinya menjadi dingin, entahlah. Ia mulai berpikir, berapa lama ia telah memandangi foto itu tadi. Ia baru menyadari, kenangan itu lah penyebabnya.
“Wae Yoona?” mata Sooyoung langsung tertuju pada sebuah foto yang digenggam erat tangan Yoona, seketika wajah ceria Sooyoung langsung muram. Entahlah, ia sangat kesal jika melihat foto orang itu. orang yang telah membuat kehidupan sahabatnya hancur.
“ berhentilah memikirkan namja itu. Berhentilah menyakiti dirimu sendiri Yoona ah” mata Yoona tetap tidak berpindah dari foto itu, meskipun Sooyoung memperingatkannya ia tetap tidak melakukan perubahan apa-apa.
Karena kesal Sooyoung langsung merebut foto Kyuhyun dari tangan Yoona lalu ia membuangnya asal. Yoona terhentak kaget, matanya terus mengikuti gerakan foto yang dilempar Sooyoung tadi. Saat Yoona mulai berdiri untuk mengambilnya kembali tapi tangan Sooyoung memberhentikannya.
“untuk apa Yoona?” Sooyoung memegang pundak Yoona memberi perintah agar Yoona duduk kembali. Yoona hanya menunduk, ia tidak berani menunjukan wajah tangis nya kepada Sooyoung
“jangan lagi sakiti dirimu Yoona. Masih banyak namja lain yang lebih mencintaimu dan bisa membuatmu lebih bahagia dibandingkan dia!”
“untuk apa membuang tenaga mu hanya karena dia? Dia sudah tidak lagi bersamamu Yoona, dia sudah tidak lagi mencintaimu. !!..”
Kalimat terakhir itu sukses membuat Yoona mengangkat kepalanya, ia merasa tidak terima dengan ulasan kata-kata itu. Kyuhyun masih mencintainya, ia sangat yakin hal itu.
“Yoona ah, lupakan dia.. aku tidak tahan melihat keadaanmu yang semakin menurun hanya karena nya” suara Sooyoung mulai melembut, ia mengusap air mata Yoona dengan kedua tangannya. Perlahan Yoona menganggukan kepala nya kepada Sooyoung. Ia mengiyakannya walaupun itu sangat mustahil baginya. Ia sangat mencintai Kyuhyun, sangat mustahil untuk menghilang kan Kyuhyun dari hatinya dan pikirannya dalam waktu yang singkat.
Sooyoung memandang prihatin kea rah Yoona. Sesungguhnya ia juga tidak ingin semua ini terjadi terhadap sahabatnya, Kyuhyun dan juga.. Changmin. ia menyuruh Yoona agar Yoona melupakan Kyuhyun, tetapi itu hanya terpaksa dilakukannya ia tidak ingin melihat kehidupan Yoona makin memburuk. Ia tahu bagaimana rasanya, tetapi hati Yoona lebih lemah dari hatinya. Yoona tidak sekuat dirinya. Selama ini Sooyoung terus memendam sesuatu. dan semua ini berawal dari Changmin.
‘kurasa aku harus melakukan ini’

333

“Changmin! Kau terlalu egois..”
“Egois? Kau bilang aku egois? Aku hanya membuat semua ini tetap terasa adil!”
“Adil? Kau bilang ini adil? Adil ini hanya untukmu, sedangkan yang lainya harus tersakiti karena ‘keadilan’ mu itu”
Pria yang disebut Changmin itu mengepalkan kedua tanganya, ia sangat geram karena perkataan yeoja yang berada dihadapannya
“Apa urusanmu hah? Kau tidak berhak untuk menyampuri urusanku”
“Kau.. kau memang namja yang egois. ”
Mendengar itu, emosi Changmin langsung naik. Tangannya langsung mengambil ancang-ancang untuk menampar pipi yeoja tersebut. Tetapi ia mengurungkan niatnya, ia melihat mata yeoja itu memandangnya dengan tatapan menantang, bukan karena hal itu saja. ia melihat mata yeoja itu berkilau menandakan adanya cairan yang tertahan dikedua bola matanya.
“Soo—Sooyoung”
“Kenapa? Kenapa tidak jadi menamparku? Ayo tampar”
Sooyoung makin memajukan dirinya ia makin menantang Changmin yang berada didepannya. Ia tidak menghiraukan air matanya yang perlahan jatuh dari kedua matanya. Ia merasa sesak didadanya. Pria itu, bahkan berani ingin menamparnya
“Aku mencintainya Sooyoung”
Suara Changmin melemah ,Sooyoung tersenyum palsu kearah Changmin. kalimat itu malah tambah menyesakkan dadanya, walaupun ia telah mengetahuinya dari awal tapi tetap, perasaan sesak ini tidak pernah tertepiskan
“Cinta? Apakah kau merasakan hal yang sama saat kita bersama dulu?”

“Sooyoung”
yeoja yang dipanggil Sooyoung itu mengadahkan wajahnya kearah namja yang memanggilnya
“Hmmm?”
“Aku mencintaimu”
“Aku sudah tahu hal itu” Sooyoung menarik hidung Changmin lalu tertawa geli ke arahnya
“Jadi kau tidak ingin mendengarnya lagi?”
“Ani, aku ingin mendengarnya hingga ribuan kali dari bibirmu” Sooyoung tidur dipangkuan Changmin, ia memegang tangan Changmin dengan kedua tangannya. Dan Tangan Changmin yang lainnya membelai rambut Sooyoung
“Jadi, biarkan aku melakukannya hingga bisa membuatmu bosan mendengarnya”
Sooyoung tertawa geli mendengarnya
“Janji?”
“Janji..” Changmin mencubit geram hidung Sooyoung sehingga membuat mereka berdua tertawa.

Changmin menatap Sooyoung, seberkas rasa bersalah tertampilkan di kedua mata Changmin
“Ne, aku mencintaimu Sooyoung. Tapi, itu semua sudah berlalu.”
Kemana pergi janji itu?
“Lalu, jika akhirnya kau bersama Yoona apakah kau akan mencampakkan nya sama seperti kau mencampakkanku dulu?”
Changmin terdiam, Perkataan mantan kekasihnya itu benar-benar berhasil membuatnya kehilangan kata-kata. Memang benar ia sangat mencintai Sooyoung tapi entahlah kenapa ia bisa jatuh hati kepada Yoona yang berstatus sebagai sahabat Sooyoung sendiri. Ia tidak tahu kenapa ia bisa menjadi sejahat ini
Sooyoung menatap Changmin, sepertinya ia bisa melihat raut wajah Changmin yang sangat gelisah, terlebih karena mendengar kalimat terakhir yang diucapkannya. Air matanya terus membasahi pipinya, jauh didalam hati terdalamnya ia masih sangat mencintai Changmin, walaupun Changmin telah mencampakkannya dan mencintai sahabatnya sendiri. Perasaan sooyoung tidak pernah berubah.
“maaf, maafkan aku Sooyoung ah”
kalimat Changmin sungguh tulus. Ia merasa sangat bersalah melihat yeoja ini menangis.
Tetapi sooyoung tetap tidak berhenti menangis, ia malah membalikkan tubuhnya membelakangi Changmin. lalu ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, membekap agar isakan tangisnya tidak terdengar oleh Changmin.
Siapapun, bisakah memberhentikan air mataku yang terus turun karena namja ini?
Sooyoung merasakan ada tangan yang memutarkan tubuhnya, ia tersentak karena tangan itu tiba-tiba memeluknya
“Cha-Changmin”
Suara parau Sooyoung terdengar saat ia memanggil Changmin. ia sangat merindukan pelukan ini, hangat dekapan Changmin, dan aroma tubuh Changmin yang terasa manis dihirupnya
Bisakah waktu berhenti sebentar?
“maafkan aku Sooyoung, aku memang namja yang egois. Aku tidak ber maksud ingin mencampakkanmu. Tapi perasaanku—“
“Aku mencintaimu Changmin, aku masih sangat mencintaimu. Tak bisakah kau melihatnya selama ini?” Sooyoung memukul dada Changmin berulang kali. ia terus menangis. Dan hingga tangannya lelah memukul Changmin ia menangis didada Changmin, kepalanya ia sembunyikan didada Changmin menahan isakannya yang makin membesar. Sebenarnya ia sangat ingin membenci namja ini tapi entah hati nya idak pernah memunculkan perasaan itu.
Kau sungguh bodoh Changmin
“Sooyoung”
“cukup Changmin, tidak perlu kau mengatakannya. Kau tidak mencintaiku. Itukan yang ingin kau katakan? Aku mengerti”
Dadaku terasa sesak
Sooyoung menjauhkan tubuhnya dari Changmin
“Soo—“
“ biarkan mereka bahagia Changmin. Mereka berdua sama sama saling mencintai. Kau menyakiti mereka Changmin. Apakah kau setega ini menyakiti Kyuhyun, sahabatmu sendiri ?”
Sooyoung menatap Changmin dengan tatapan memohon, ia memegang dada Changmin dengan kedua tangannya.
“dan Yoona. Jika memang kau mencintainya harusnya kau bisa merelakannya bahagia walaupun bukan denganmu. Hidupnya kini menyedihkan setelah kau memisahkannya dengan Kyuhyun. “

333

“Eonni, kau dimana? Aku sudah sampai”
(Nah, sekarang pergi lah ke meja no 3. Tunggu lah disana, sepertinya eonni akan terlambat. Arasso?)
“Ara, tapi jangan terlalu lama eonni. “
(ne, sekarang mulailah mecari meja itu. dan Bye..)—Tiiit
Yoona memasukan ponselnya kedalam tasnya. Kakinya mulai melangkah dan mencari meja nomor 3. Ia pergi ke restoran ini karena diminta Sooyoung untuk menemaninya makan. Dan mungkin Sooyoung juga ingin membicarakan sesuatu hal kepadanya.
Langkah kaki Yoona terhenti karena matanya telah menemukan papan meja bernomor 3 tidak jauh dihadapannya, ia mulai mendekati meja tersebut tetapi terhenti lagi karena ia menemukan seorang namja yang menduduki kursi dari meja tersebut. Ia tidak bisa melihat wajah namja itu karena ia duduk membelakangi Yoona.
“apa Eonni lupa memesan meja itu terlebih dahulu?” batin Yoona
Ia mencari ponselnya kembali dan memanggil kontak Sooyoung.
(wae Yoona?)
“Eonni, apa kau lupa memesan meja tersebut? Meja itu sudah ditempati orang lain.”
(ah jinjja? Tapi eonni telah memesan tempat itu jauh jauh hari, bagaimana bisa ada orang yang menempati tempat tersebut)
“Eonni apa mungkin kau lupa dengan nomor meja nya? Mungkin tempat yang kau pesan bernomor lain”
(Ani yoong. Aku bukan tipe orang yang pelupa. Meja yang sudah kupesan itu memang meja bernomor 3)
Yoona menghela nafas
“lalu eonni sekarang dimana”
(aku masih terjebak macet Yoong, disini sangat padat.)
“lalu bagaimana denganku eonni? Apa aku pulang saja?”
(Andwe.. kau tetap pergi ke meja itu, dan perlahan suruh pergi orang yang menduduki tempat itu)
“tapi kalau ia tidak mau?”
(Yoona,)
Terdengar suara memohon dari balik ponsel Yoona. Yoona menghela nafas lagi
“ah arra arra.. sudah dulu eonni” —Tiiit
Yoona kembali memasukkan ponselnya dan mulai berjalan mendekati namja tersebut.
“Maaf, sebenarnya meja ini—“
Yoona tidak melanjutkan kata-katanya. Ia tersentak saat mulai mengetahui namja itu.
“Yoona, kau disini?”
Yoona menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia masih kaget dengan namja yang berada didepannya.
Namja yang duduk itu mulai berdiri menghampiri Yoona
“Gwenchanayo? Sedang apa kesini? Ingin bertemu dengan seseorang?”
Perlahan Yoona menurunkan kedua tangannya, ia berusaha untuk menatap mata namja itu
“Nan gwenchana. Ne aku ada janji dengan Sooyoung eonni. Dan di meja ini kami telah memesannya, bagaimana kau bisa mendudukinya? Apa kau tidak diberi tahu oleh pelayan disini?”
Yoona berusaha agar bersikap seperti biasa. Walaupun dihatinya sedang terjadi kegemuruhan akibat bertemu namja ini
“Jinjja? Sooyoung? Aku juga diminta sooyoung agar kesini dan juga dimeja ini. Meja nomor 3”
Namja itu mengambil papan nomor yang berada di meja itu lalu ia menunjukannya kepada Yoona.
Yoona tidak mempercayai ini, ia mulai sibuk mencari ponsel ditasnya. Kegugupannya pun mulai terlihat saat ia mulai menekan-nekan tombol diponselnya. Saat ia mulai menelpon nomor Sooyoung ternyata ada pesan yang masuk. Ia sedikit tersentak karena melihat pengirim pesan itu adalah eonni nya

From : Eonni Sooyoung
Sepertinya kau telah berada di meja itu. ^^
Mianhe yoong, ternyata disini macetnya tidak selesai-selesai. Karena lelah menunggu akhirnya Eonni memutuskan pulang. Mianhe jeongmal Mianhe, kuharap kau tidak semarah itu padaku 😀 . jangan sedih, eonni telah mengirimkan orang kesana agar kau tidak kesepian dan ada yang menemanimu makan. Berbagi cerita lah kepadanya karena ia orang yang sangat asyik untuk diajak bebicara. Jebal, jangan marah padaku arraso.. ^^
Your Eonni 

“aissh Jinjja”
Yoona menghela nafasnya lalu menatap namja yang ada dihadapannya itu
“eonni telah merencanakan ini semua” terang Yoona
“Mwo? Rencana? Maksudmu kita berdua?”
Yoona menganggukan kepalanya, mengiyakan pertanyaan namja itu tadi, helaan nafas kembali dilakukan Yoona
“Aku tidak ada keperluan denganmu, jadi lebih baik aku pulang saja”
Kenapa kau muncul lagi dihadapanku
Yoona lebih mengeratkan tali tas yang dipakainya, ia menundukan badannya untuk berpamitan kepada namja itu
“apa kau akan pulang begitu saja? Paling tidak biarkan aku mentraktir mu makan Yoona. Janji awalmu pergi kesini hanya untuk makan kan? Jadi biarkan aku yang menggantikan memenuhi janjimu itu”
Hatiku bahkan perlahan belajar untuk melupakanmu
Langkah Yoona terhenti mendengar perkataan namja itu. ia membalikkan badannya dan menatap kembali namja itu
“sebenarnya aku tidak terlalu lapar. Dan Janji ku bukan hanya untuk makan disini tapi juga ingin membicarakan sesuatu dengan eonni. lalu sekarang karena ia tidak datang jadi tidak ada lagi keperluanku untuk berada disini”
Namja itu tidak membalas perkataan Yoona.
“Kalau begitu aku pulang Kyuhyun ssi.. annyeong”
“Tapi aku ada keperluan denganmu!”
Yoona mendongakkan kepalanya, ia tersentak karena tangannya langsung digenggam oleh Kyuhyun.
Bisakah kau berhenti?

333

“Jadi kau mau pesan apa?”
Kyuhyun menutup buku menu dengan tangannya. Lalu ia berhenti untuk menatap Yoona
“sudah kubilang aku tidak terlalu lapar”
“baiklah, biar aku yang pesankan untukmu.”
Kyuhyun kembali membuka buku menu tersebut
“Yoona tidak menyukai makanan pedas , jadi…”
Kyuhyun bergumam sendiri sambil terus mencari makanan yang cocok untuk dipesankan untuk Yoona. Yoona membulatkan matanya saat mendengar gumaman Kyuhyun.

“Yoong”
“Apa makananya tidak enak?” Kata Kyuhyun masih dengan mengunyah makanan yang ada dimulutnya
“Ani” balas Yoona yang terus mengaduk-ngadukkan makanan yang ada di atas piringnya
“Jadi kenapa tidak dimakan?”
“Karena..”
“Karena apa?” Kyuhyun meletakkan garpu dipiring nya lalu ia menatap Yoona
“Err, Aku tidak suka makanan pedas”. Yoona tersenyum malu kearah Kyuhyun tangannya menggosok gosokkan tengkuknya yang tak gatal.
Kyuhyun tersenyum geli melihat tingkah yeojachingunya , badannya ia condongkan kedepan agar bisa lebih dekat dengan Yoona walaupun tertahan oleh meja. Ia menggapai rambut Yoona lalu mengacak-ngacaknya sambil tersenyum.
“Im Yoona, sejak kapan kau merahasiakan ini dari Cho Kyuhyun?”
Yoona mengerucutkan bibirnya, tangannya pun sibuk merapikan kembali rambutnya
“Selama aku mengenal seorang Cho Kyuhyun” jawab Yoona
“Kenapa kau merahasiakannya?” Kyuhyun meletakkan kedua tangannya untuk menopang dagu nya sambil menatap Yoona
“Entahlah, aku hanya ingin beradaptasi denganmu.” Mendengar itu Kyuhyun menegakkan duduknya kembali
“Im Yoona jangan menyakiti dirimu demi beradaptasi denganku. Aku jadi lebih merasa bersalah”. Kyuhyun memandang sendu ke arah Yoona, sedangkan Yoona menaikkan alisnya
“Yaa Cho Kyuhyun kau sok romantis”
senyum evil terpampang diwajah Kyuhyun. Melihat itu Yoona mencubiti lengan Kyuhyun
“aku serius Yoona” Yoona berhenti mencubiti tangan Kyuhyun. Kyuhyun mengenggam salah satu tangan Yoona di atas meja
“Mulai sekarang katakan saja sejujurnya, aku bukan orang lain buatmu. Aku namjachingumu. Apa pun yang membuatmu resah, tidak suka, katakan saja. Walaupun itu hal yang sangat kecil,. Namja ini akan setia mendengarkanmu. Apa kau lupa? Namja ini akan berjanji akan membahagiakanmu, dan namja ini juga tidak akan pernah menyakitimu”
Mata Yoona berbinar memandang Kyuhyun, sehingga ia tidak mampu membalas perkataan romantis namjachingunya
“Yoona, apa kau terlalu tersentuh?”
Yoona mengenggam kuat tangannya yang digenggam Kyuhyun. Kyuhyun tertawa sedikit meringis karena genggaman kuat Yoona
“Ara ara, ayo kita pesan ulang makanan yang tidak pedas untuk mu dan juga untukku”
Tidak terlihat jelas kalau Yoona sedang tersenyum menatap Kyuhyun. Kyuhyun belum menyadari kalau sedari tadi yoona terus menatapnya.
“yang ini bagaimana?”
Kyuhyun menunjukan gambar makanan yang ia pilih kepada Yoona. Lamunan Yoona terbuyarkan karena pertanyaan Kyuhyun
“terserah kau saja”
Kyuhyun tersenyum lalu memberikan buku menu tersebut kearah pelayan
“bagaimana kabarmu Yoona?” Tanya Kyuhyun.
Yoona yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri dikagetkan oleh pertanyaan Kyuhyun
“hah?”
“aku Tanya bagaimana keadaanmu” Kyuhyun tersenyum lalu tangannya mengacak pelan rambut Yoona
“keadaanku? Baik. Aku Baik-baik saja”
aku tidak baik Kyuhyun.
Yoona tersenyum palsu kearah Kyuhyun. Setelah itu ia hanya menundukan kepalanya
“Bagus kalau begitu.” Kata Kyuhyun. Ia pun terus menatap Yoona yang berada didepannya, sedangkan Yoona nyalinya tidak cukup untuk terlalu lama menatap Kyuhyun.
Bisakah kau jangan menatapku?

333

Kyuhyun dan Yoona berjalan beriringan di pinggir sungai Han. Sepertinya hubungan mereka hampir membaik, hanya saja Yoona yang masih terlihat ragu-ragu dan kurang yakin. Sedangkan Kyuhyun, ia terus berusaha mendekati Yoona kembali dan membuat hubungan mereka seperti dulu lagi.
Mata mereka berulang kali mencuri kesempatan untuk saling melihat. Tangan mereka berdua yang bebas bergelantungan kadang saling bersentuhan membuat mereka kembali saling menatap. Sepanjang perjalanan hanya keheningan yang terjadi.
Mereka berdua terus berjalan hingga langkah Kyuhyun terhenti karena melihat seseorang didepannya
“Hyung”
Orang yang dipanggil hyung itu memposisikan tubuhnya dari menghadap sungai Han ke arah orang yang memanggilnya itu. Orang itu tersenyum
“Hyung, aku bisa jelaskan ini” perlahan Kyuhyun mendekati orang itu, sedangkan Yoona hanya bingung melihat Kyuhyun yang berlagak seperti orang yang memohon kearah Changmin
“Kyu, kau mengenal Changmin?” Yoona menghampiri Kyuhyun. Kyuhyun menoleh sebentar ke arah Yoona tetapi ia tidak memberi jawaban apapun kepada Yoona
Yoona memang belum mengetahui kalau Kyuhyun dan Changmin telah bersahabat lama, karena selama Kyuhyun menjadi namjachingunya, ia tidak pernah melihat mereka berdua dekat. Hal itu terjadi karena Changmin tidak satu sekolah dengan mereka. Apalagi sebelum nya Changmin pernah mengungkapkan perasaan kepada dirinya sebelum ia menjadi kekasih Kyuhyun. Yoona belum memberitahu hal itu kepada Kyuhyun.
“Hyung ini semua bukan seperti yang kau pikirkan” kata Kyuhyun.
Yoona semakin dibuat bingung dengan 2 namja yang berada didepannya ini
“Sudah lah Kyuhyun”
Perkataan namja itu sukses membuat Yoona dan Kyuhyun langsung menatap ke arahnya
“H-hyung?”
Changmin memegang kedua bahu Kyuhyun dengan kedua tangannya
“Lupakan semua yang dulu pernah aku katakan padamu Kyu. Dan sekarang kembalilah kepada Yoona” Changmin tersenyum ke arah Kyuhyun
Kyuhyun masih bingung melihat Changmin
“Maaf, selama ini aku menjadi sahabatmu yang tidak baik, aku terlalu egois untuk mementingkan diri sendiri. padahal kau, sangat tersakiti dengan keegoisanku ini” Changmin melihat ke arah Yoona sebentar lalu kembali menatap Kyuhyun
“Kau, kembali lah padanya. Aku tahu kau masih mencintainya.” Changmin menepuk pundak Kyuhyun, lalu ia berjalan kea rah Yoona.
“Yoona, maafkan aku” Changmin tersenyum ke arah Yoona, lalu ia berjalan menjauh. Mereka berdua menatap kepergian Changmin.
“Hyung!”
Kyuhyun sedikit berlari mengejar Changmin, tetapi terlambat. Changmin telah pergi.
Yoona menghampiri Kyuhyun.
“Kyu..”
Kyuhyun berbalik menghadap Yoona , ia tersenyum kearahnya.
“Changmin..” Yoona menatap Kyuhyun seperti meminta penjelasan.
“Dia, adalah sahabatku” terang Kyuhyun. Yoona sedikit merasa kaget, lalu ia menatap kearah lain
“Dia, menyukaimu” Yoona langsung menatap Kyuhyun. Tangannya mengeratkan tali tas yang dibawanya. Yoona mengigit bibir bawahnya. Ia tidak mengira kalau Kyuhyun juga mengetahui kalau Changmin dulu menyukainya. Kyuhyun masih belum menatap Yoona, ia mengadahkan kepalanya menghadap langit.
“Ani, dia mencintaimu. Tapi aku telah merebut mu darinya” Kyuhyun menutup matanya. Perasaan bersalah masih terasa didirinya. Tapi apa daya, cinta telah mengubah semuanya
“Kyu..” Yoona memanggil Kyuhyun, ia masih menatap Kyuhyun.
Kyuhyun membuka matanya lalu melihat kearah Yoona,
“Jadi semua ini..” Yoona tidak melanjutkan kata-katanya. Kyuhyun menganggukan kepalanya, ia sepeti mengerti apa yang akan Yoona katakan. tetapi ia tidak menatap mata Yoona.
Yoona menyadarinya. Semua ini terjadi bukan seperti yang ia kira. Kyuhyun berubah, Kyuhyun menjauhinya itu semua demi persahabatan mereka. Ia menyadari, bahwa bukan hanya dia yang tersakiti. Tetapi Kyuhyun, ia lebih tersakiti. Memilih antara sahabat atau pacar, bukan pilihan yang mudah.
Kenapa aku baru menyadarinya
“aku ini. Jahat ya Yoong” Kyuhyun tersenyum kepada dirinya sendiri. Meremehkan diri sendiri. Walaupun begitu Yoona masih bisa melihat kesedihan terpancar dari kedua matanya.
Yoona memeluk Kyuhyun, gerakan tiba-tiba itu membuat Kyuhyun sedikit terhuyung tetapi tidak jatuh. Kyuhyun memandang kea rah Yoona, walaupun saat ini hanya rambut Yoona yang bisa ia lihat. Karena Yoona memendamkan wajahnya kedada Kyuhyun. Ia merasakan Tangan Yoona memeluk pundaknya erat.
Hiks..Hiks
Kyuhyun merasakan dada nya mendingin. Dingin karena air mata Yoona yang jatuh di baju nya. Ia terus memandangi Yoona, perlahan tangannya ikut memeluk Yoona. Sekedar menenangkan Yoona yang sedang menangis
“Maafkan aku Kyu”
Suara lembut Yoona belum bisa menutupi suara paraunya. Ia lebih mengeratkan pelukkannya. Ia sangat merasa bersalah terhadap Kyuhyun. Kenapa dulu ia memutuskan Kyuhyun, ia sangat-sangat menyesal. Ia merasa kalau ia yang paling disakiti padahal kenyataanya. Ia lah yang menyakiti orang lain, bukan hanya Kyuhyun tetapi juga Changmin.
Kyuhyun melonggarkan pelukannya. Ia menggeleng. tangannya mengadahkan muka Yoona. Jari nya menyentuh matanya, pipinya untuk menyeka air matanya. Ia mengeluskan jarinya ke pipi Yoona.
“semua ini. Salahku.”
Yoona kembali memeluk Kyuhyun erat, dan ia kembali menangis. kali ini tangisannya lebih kuat.
“jika aku tahu ini dari awal. Hiks, semua ini tidak akan terjadi.”
Kyuhyun kembali menggelengkan kepalanya, tidak membenarkan pernyataan Yoona. Ia mengecup dahi Yoona singkat membuat Yoona mengadahkan kepala nya ke arah Kyuhyun. Kyuhyun menyentuh bibir Yoona, melarangnya untuk mengucapkan kata-kata yang menyalahkan dirinya lagi.
“Aku mencintaimu Yoona”
Aku lebih mencintai mu Kyu
Perlahan Kyuhyun mendekati Yoona. Dan Yoona memejamkan matanya seperti tahu apa yang akan Kyuhyun lakukan padanya. Saat hidung mereka berdekatan Kyuhyun berhenti bergerak.
“Yoona buka matamu”
Yoona membuka kedua matanya, ia mengerjap-ngerjapkan kedua matanya. Pipinya seketika merona kembali melihat wajah Kyuhyun yang sangat dekat dengan wajahnya
Pemandangan ini, sangat kurindukan
Kyuhyun menarik tangan Yoona agar mendekatinya. Ia langsung mencium bibir Yoona, dengan mata terbuka Yoona bisa melihat dengan jelas wajah kyuhyun saat menciumnya. Dan itu juga yang dirasakan Kyuhyun.
Kyuhyun melepaskan ciumannya. Deru nafas Yoona terasa di wajahnya. Ia memegang kedua pipi Yoona yang merona merah. Ia kembali mengecup bibir Yoona singkat.
“Perasaanku, tidak pernah berubah. Apapun yang terjadi, perasaan ku terhadapmu tak pernah berubah. Jika aku mulai mencintai seseorang, maka aku berjanji akan berusaha membuatmu bahagia. Dan Aku telah menetapkannya pada satu orang, dan itu kau Im Yoona.”
Yoona kembali meneteskan air matanya. Ia terharu mendengar kata-kata Kyuhyun. Kyuhyun masih mencintainya, dan semua perasaan ini ternyata tidak salah. Ia sungguh beruntung bertemu dan mencintai Kyuhyun
“Yoona, bisa kau memaafkan aku dan, kita kembali lagi?”
Entah ini yang keberapa kalinya Yoona kembali memeluk Kyuhyun, tangisannya pun malah tambah menjadi
“Ne Kyu hiks aku mau hiks, aku mau”
Kyuhyun terkekeh geli memandang Yoona

333

“ehm.. ehm. Pelukkan jangan di tempat umum dong.” Suara Sooyoung mengaggetkan pasangan yang sedang dimabuk cinta itu
“yee sirik aja eonni”
“huu, awas aja kalo Changmin udah pulang, kami kalahkan kemesraan kalian.”
“setahuku Hyung bukan tipe romantis”
“siapa bilang, aku lebih tahu darimu Kyu.”
“Ani, Kyuhyun adalah namja paling romantisss sedunia” Yoona tiba-tiba memotong lalu Yoona memeluk lengan Kyuhyun dengan manja. Kyuhyun terkekeh geli melihatnya.
“Lebai” sambung Sooyoung
“biarin..” kata Yoona
Kehidupan mereka pun kembali seperti semua, Kyuhyun dan Yoona kembali berpacaran lagi. dan Changmin, ia pergi ke luar negeri untuk sekolah. Tapi ia berjanji kepada Sooyoung kalau ia akan kembali. Sooyoung juga bersedia menunggu Changmin untuk kembali ke Korea dan kembali ke sisinya lagi.

____END____

Berakhir….
Huaaaa seneng banget ff chapter pertama yang aku selesaiin.
Dan kayaknya endingnya ini maksa banget ya, hehehe mian ..
Tapi author masih berharap reader puas..
Okeh ditunggu yah tanggapannya.. 😉

Iklan

13 thoughts on “Fool To Love You 3 end

  1. Cho Jihyun berkata:

    first?wah aku jadi yang pertama nie#senyum-senyum gaje
    eonnie,ffnya bagus banget.akhirnya happy ending
    lanjutin ff yang lainnya ya..
    aku tunggu lo eonnie.awas aja ga dilanjutin.jangan lama-lama ya.oh ya,umurku 13.aku harus manggil eonnie/intan
    hehehehe,maaf kalo banyak permintaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s