New Love Part 4 (Why I Feel Like This…)

Gambar

Cast  :  Cho Kyuhyun

            Im Yoona

            Others

 

 

Why I feel like this…

—————————————-00000000000000000000000000

Yoona Pov

“Yoona ssi” aku pun menoleh kearah suara yang memanggil namaku. Winkk,, aku menelan air ludah ku dan langsung menoleh kearah semula, aku langsung menutup mukaku

“ arghhh ani Yoong dia itu gila” aku menggeleng-gelengkan kepalaku , frustasi setelah apa yang kulihat tadi. Cho Kyuhyun mengedipkan mata nya kepada ku. Tiba-tiba saja pipiku memanas, akupun mengelus-ngelus pipiku berharap agar cepat kembali seperti semula

“hahahaha” terdengar suara evil namja tersebut, akupun meremas-remaskan tanganku

“dasar Kyuhyun gilaa” aku berteriak dan memukulkan buku ke arahnya, sayangnya ia telah berhasil menghilang duluan.

Setelah kejadian ciuman itu ia sangat sering menggoda ku, pergi sekolah, pulang sekolah, mungkin tiap ia lewat depan kamarku, ia selalu melakukan hal-hal yang bisa membuat pipiku memerah. Itulah yang membuatku bingung, jika harusnya sikap kita biasa-biasa saja jika ia sering melakukannya tetapi kenapa aku begini? Kenapa pipiku langsung memerah? Aiishh

Gee~~~gee~~~baby~~~baby

Tiba-tiba suara handphoneku berbunyi, aku langsung mengambilnya. Aku pun tersenyum lebar saat melihat nama yang ada di layar hp ku..

“yeoboseoyo”

“OPPA…!!”

End Yoona pov

 

——————————–00000000000000000000000000000000000000000

 

Kyuhyun Pov

Aku tertawa saat berhasil menggodanya, kulihat ia salah tingkah dan….pipinya ikut memerah. Aku masih tertawa didepan pintu kamarnya sampai aku melihat ia mulai mencari benda untuk melemparkannya kearah ku, lantas aku langsung berlari keluar dan berdiri di samping dinding kamarnya.

Gee~~~gee~~~baby~~~baby

Kudengar suara ringtone hp seseorang berbunyi aku pun langsung bisa menebak bahwa itu berasal dari hp Yoona, aku berniat untuk melangkahkan kakiku pergi karena aku diajari untuk tidak boleh menguping pembicaraan orang. Tetapi tiba tiba aku merasa tertarik saat kumelihat Yoona sangat bahagia memandangi hp nya.  Aku pun sedikit mengintip dari sudut pintu yang terbuka menajamkan telinga ku agar semua yang dikatakan Yoona bisa terdengar jelas olehku.

“yeoboseoyo” kulihat Yoona sangat bahagia, ia tersenyum sangat lebar.

“OPPA…!”  Oppa? Aku baru sekali ini mendengar Yoona memanggil orang dengan sebutan Oppa, apa itu namjachingu nya? Tapi bisa saja itu kakaknya? Aiishh,,, aku melanjutkan kegiatan mengintip dan mengupingku

“ne nado bogoshipoyo Oppa..!!” kulihat Yoona berguling-guling di kasurnya sambil memeluk gulingnya, sampe segitu bahagianya? Ck dasar aneh …

“ne aku baik-baik saja Oppa,  tinggal disini sangat menyenangkan,  walaupun ada—–“  tiba-tiba ekspresi Yoona cemberut, ia juga tidak melanjutkan kata-katanya. Aku pun lebih mendekatkan telingaku

“ssh ada seorang namja yang sangat menyebalkan disini, aku selalu diganggunya oppa”  Yoona berbisik dibalik gulingnya, tetapi untungnya aku masih bisa mendengarnya . Eh namja? Maksudnya aku? Namja yang berada dirumah ini kan hanya 2 orang, aku dan appa. Eh Mana mungkin Appa yang selalu menganggunya, jelas-jelas aku! Aku menggertakan gigi ku, berani nya ia mengadukan pada orang yang tidak jelas itu. Aisssh Yoona awas saja

“Mwo Oppa akan pindah kesini?” aku terkaget dan langsung menyembunyikan kepalaku saat melihat Yoona tiba-tiba berdiri diatas kasurnya, huft….. aku kira ia melihat ku, ternyata tidak.  sepertinya ia juga kaget karena obrolan dari telponnya. Perlahan aku mengintipnya kembali, ya pada posisi semula.

“ahh, aku kira kau akan menemaniku tinggal disini Oppa” nada suara Yoona menjadi turun, dan perlahan-lahan ia duduk kembali dikasurnya

“Mwo? Oppa akan Pindah ke sekolah ku?” aku langsung mundur dan terduduk lagi saat melihat Yoona tiba-tiba berdiri lagi, beda nya ini di lantai. Aisssh lagi lagi aku tertipu karena nya. Karena merasa tanggung untuk mendengarkannya sampai habis aku pun kembali mengintipnya.

“yaak Kyu, kau sedang ngapain?” tiba-tiba Ahra Noona memanggilku spontan aku langsung berdiri tegap sedikit melangkah menjauhi pintu kamar Yoona

“Ani Noona, aku hanya……” aku memutarkan bola mataku mencari ide yang tepat untuk membungkam mulut noona ini

“hanya apa?…. ah Kyu kau mengintip Yoona yah?” Noona memberikam senyuman evilnya padaku sementara alis mata nya bergerak turun keatas turun keatas

“a-aniiyaa, aku tadi hanya mencari barang yang jatuh disekitar sini” aku pun berpura-pura melihat-lihat kebawah seperti orang sibuk menyari sesuatu

“Eonni…? Kyuhyun?” aku pun mendongakan kepalaku stelah mendengar suara tadi.

“Yoo—Yoona?” aku mundur beberapa langkah menjauhinya, terkaget akan kedatanganya yang tiba-tiba.

“Kyu tadi….” Tatapan evil dari noonaku membuyarkan lamunanku, ia mendekati Yoona dan masih memberikan senyum evilnya padaku. Aku pun bergegas menghampirinya dan membekap mulut noona ku ini. Yoona memberikan kami tatapan bingungnya, ia bingung karena perilaku kami tadi, terakhir ia menatap mataku dengan bingung seperti menjelaskan  ada-apa-ini .

“emmmh aku tadi sedang………” aku masih bingung untuk menjawabnya, aku masih berpikir jawaban yang pas dan masuk akal . sementara noona ku berusaha melepaskan diri dari ku, aku menahannya sekuat mungkin.

“aww” refleks aku melepaskan tanganku dari mulut noona ku, aku mengelus-elus kan tangan ku merasakan sakit akibat gigitan dari noona ku.  ia langsung berlari ke dekat Yoona

“mengintipmu” noona menjawabnya langsung, ia tersenyum senyum menghadap yoona dan sesekali kearah ku.

“maksud noona? Yoona menjawabnya dengan tatapan bingung, syukurlah ia belum menyadarinya

“iya Kyuhyun mengintipmu tadi, aku melihatnya” ia menunjuk-nunjuk ku dan memberitahu ke yoona kalau aku tadi mengintipnya.

“yaaa noona” aku langsung mengejar noona yang sudah mulai ikut berlari. Saat melewatinya, aku tidak menghiraukanya, aku tidak melihatnya karena aku tidak berani, aku malu menatapnya.  tetapi sepertinya ia melihat kearah ku. Ya, masih dengan tatapan bingungnya. Aku pun terus berlari menjauhinya, tetapi Setelah agak jauh aku menolehkan kepalaku kebelakang memastikan masih adakah Yoona disana.

DEG….

Ia tersenyum, tersenyum malu, , pipinya pun ikut memerah, Ia memeluk sebuah boneka dan tersenyum kearah nya, Sesekali rambutnya tergerak karena dihembuskan angin. Ia terlihat sangaaaat Lucu.

“Cantik..” gumam ku  Aku terhenti saat melihatnya begini, jantungku berdegup lebih keras lagi, aku memegangi dada ku berusaha menenangkan gerakan jantungku ini. Ada apa denganku ini? Jantungku tidak mengikuti apa mauku, apa yang kurasakan saat ini? Apa aku….

———————–00000000000000000000000000000000000000000

 

“mau kemana?” aku melihatnya terburu-buru membereskan buku nya.

“aku ingin menemui seseorang” jawabnya tanpa melihat kearahku.

“oh..” aku membentukan bibirku menjadi o dan meneruskan game yang sempat tertunda tadi, aku masih bisa mendengar langkah kakinya menjauhi tempat duduk kami. Aku tidak terlalu menghiraukan ia akan bertemu dengan seseorang, jadi untuk apa aku—–

“Mwo? Seseorang?” aku langsung berdiri, pikiranku langsung teringat kejadian kemarin. ‘apa kah orang itu..?’ aku  mengaitkan jaket dan tasku, lalu bergegas mengejar Yoona. Sambil berlari mata ku tak henti nya menatap sekeliling mencari sosok nya tersebut. Berharap ia belum terlalu jauh dari sini. Ternyata ia baru berjalan keluar gerbang sekolah, aku melambatkan langkah ku agar bisa menjaga jarak darinya.

‘Sunday’s Café‘

Aku membaca papan tulisan yang berada diatas bangunan tersebut.  Yoona pun memasuki kafe tersebut, Karena takut ketahuan ku putuskan untuk hanya melihatnya dari kaca luar. Kulihat ia menghampiri seorang namja, bibirnya tidak pernah lepas membuat senyuman yang lebar, ia memeluk namja itu dan berbicara dengan namja itu. Hatiku bergejolak, hatiku memanas, hatiku sakit, hatiku…  aku belum mengerti jelas  dengan pertanda yang kurasakan pada hatiku saat  ini….                                    Aku berusaha mendengar percakapan mereka, tetapi sama sekali tidak terdengar, . Karena tidak ingin menghasilkan hasil yang sia-sia aku berusaha memikirkan cara agar bisa masuk kesana tanpa menyadari Yoona kehadiranku.    Seakan menyalakan lampu pada otakku, aku menghampiri seorang yeoja yang baru saja lewat dihadapanku.

“Victoria ssi, maukah kau menemaniku ke kafe itu” aku langsung to the point saat memberhentikan langkah kaki Victoria dan teman-temannya. Kulihat ia mengangguk dan tersenyum malu. Aku langsung menarik tangannya dan memasuki pintu kafe tersebut.

Aku pun memilih duduk di meja nomor 6, setelah mengetahui  Yoona dan namja itu duduk di meja nomor 5. Aku duduk membelakangi Yoona, begitupula dengannya ia membelakangi ku.

“Oppa pesan apa” aku mendongak melihat Victoria menyodorkan buku menu kepada ku, aku langsung mengambilnya dan meletakkan menu itu di depan mukaku hampir menutupi seluruh muka ku, agar terlihat seperti orang yang sedang membaca, tetapi itu hanya ku lakukan karena aku tidak ingin diketahui Yoona kalau aku mengikutinya Lagi..

“hahahaha, Oppa kenapa pindah sekolah kesini”  konsentrasiku memang tidak teralihkan dari percakapan mereka. Sepertinya yoona sangat senang bertemu dengan namja ini

“karena aku merindukan mu hahaha” kudengar suara namja itu sambil tertawa, aku mendengus kesal.

“oppa bisa saja” kudengar Yoona menjawabnya dengan malu-malu. Huft.. apakah namja ini namjachingu nya Yoona? Dari tadi itu saja pertanyaan yang melintas di otakku. Berharap agar jawabannya adalah tidak..

Eh .. tiba-tiba aku meletakkan buku menu itu di meja, aku sedang berpikir, apa yang sedang kulakukan saat ini, kenapa aku mengikutinya sejauh ini,  Kenapa aku sangat penasaran dengan namja ini, Kenapa aku sangat berharap kalau namja itu bukan namjachingu Yoona. Dan Kenapa akhir-akhir ini hatiku sering begini?.. aku mengacak rambutku dan langsung berdiri.

“Aiiissh” aku pun langsung meniggalkan kafe itu, dan juga Victoria. Aku bisa mendengar dengan jelas kalau ia memanggi-manggilku dengan sebutan oppa, tetapi Aku tidak peduli dengannya saat ini, sampai-sampai aku tidak merasa bersalah karena meninggalkannya di kafe itu. Aku hanya peduli dengan hatiku saat ini, mencari jawaban atas tingkah hatiku saat ini karena Yoona.

“Aiish” Yoona langsung menoleh kearah sumber suara tadi, ia sedikit kaget karena suara itu berasal dari namja yang duduk tepat di belakangnya. Mata nya masih mengikuti gerakan namja itu tadi. Ia memperhatikan namja itu dan sepertinya ia mengenal sosok namja itu. Walaupun hanya melihatnya dari belakang terlihat jelas kalau   Namja yang tinggi, kulitnya putih pucat, rambut  keriting, dan memakai jaket biru itu adalah jaket yang sangat mirip dengan jaket yang dikenakan oleh ..

“Kyuhyun?”

————————–00000000000000000000000000000000

“Selamat Pagi murid-murid saya ingin mengenalkan murid baru yang pindah kesini. Silahkan tuan Lee”

“Annyeonghaseo naneun Lee Donghae, mohon bimbingannya”  kulihat seorang namja baru memasuki kelas kami, aku hanya melihatnya sekilas tidak peduli.  tetapi saat aku melihatnya lagi sepertinya namja itu pernah kulihat , dengan cepat pikiranku langsung tertuju kejadian di kafe. Namja itu …

Ia berjalan menuju tempat duduknya yang ternyata berada di belakang kami,  ia melewati jalan yang melewati tempat duduk Yoona.

“Yoona” namja itu tersenyum dan menggerakan rambut Yoona saat melewati Yoona

“Oppa” Yoona memanggilnya malu mendapatkan perlakuan seperti itu dan tersenyum kearah namja yang bernama Donghae itu.

Aku menghela nafas panjang saat melihat kejadian itu di depanku secara langsung. Yoona menoleh kearah belakang saat Donghae memanggilnya terdengar mereka sedang berbicara sambil bercanda. Sesekali ku lirik kearah Yoona terlihat  pipi nya sering memerah akibat perkataan dari Donghae. Aku pun beranjak dari tempat dudukku lalu berjalan menuju pintu kelas.

“Yaa Cho Kyuhyun mau kemana?”

“mau ke kamar kecil songsaenim, tugasmu sudah kuselesaikan dan kuletakkan dimeja”

Entah kenapa aku merasa tidak nyaman berada di kelas setelah kedatangan Donghae, apalagi melihat tingkah nya bila didekat Yoona. Rasanya aku tidak tahan melihat kedekatan mereka seperti itu.

Donghae  terlihat sangat dekat dengan Yoona dan sangat mengenal Yoona. Ku dengar ia pindah kesini hanya ingin dekat dengan Yoona, mungkinkah Donghae menyukai Yoona?                                                                          Yoona, terlihat sangat berharap bertemu Donghae, ia sangat sering tersenyum saat bersama Donghae, kulihat, pipinya juga sering memerah karena Donghae. Bisakah kutarik kesimpulan tentang ini, kalau Mereka sama-sama saling menyukai? Haruskah aku…. Aiiiiissssh’

End Kyuhyun pov

————————————————000000000000000000000000000000000000

 

Yoona Pov

Kulihat beberapa akhir ini ada yang berbeda dengan Kyuhyun. Ia terlihat lebih diam, hanya berinteraksi dengan PSP nya, tidak seperti sebelumnya yang sering memamerkan senyuman evil nya keseluruh orang ani mungkin seluruh orang di muka bumi ini. Di kelas pun ia lebih memilih mendiamkanku, kulihat ia tidak pernah menoleh kearah ku, setiap ku perhatikan ia pasti sedang sibuk membaca buku, atau dengan PSP nya, padahal sebelumnya ia sering memaksa ku agar aku membuatkan Pr nya, sebenarnya itu bisa dikatakan sebagai keberuntunganku karena ia tidak menambah bebanku lagi untuk mengerjakan Pr nya, tapi aku merasa…

Dirumah, setelah ia pulang sekolah ia langsung masuk ke kamarnya dan jarang untuk keluar, mungkin hanya saat makan malam ia keluar dari kamarnya. Ahra eonni juga sering menanyakan perubahan sikap nya tersebut, aku hanya menjawabnya dengan gelengan kepalaku. Saat kulihat eonni berusaha berbicara kepada Kyuhyun, ia hanya menjawab ‘Gwenchana’ atau ‘aku hanya lelah noona aku ingin sendiri’ setelah itu ia kembali mengurung diri dikamarnya lagi dan setelah itu mungkin eonni mengerti keadaanya dan tidak lagi menganggu Kyuhyun.…

Yang  paling ku herankan, ia tidak pernah mengangguku lagi, ia tidak pernah memasuki kamarku lagi, ia tidak pernah merebut makanan ku lagi, dan ia tidak pernah menggoda ku lagi, tiba-tiba saja bayangan saat ia mencium bibirku terlintas lagi dibenakku, aku menutup muka dengan bantalku, kenapa  muka ku jadi panas jika mengingat hal itu lagi. Padahal ini bukan pertama kalinya aku memikirkan ciuman ‘itu’, bahkan tiap melihat wajah Kyuhyun ciuman ‘itu’ yang langsung muncul dipikiranku.

Tok…Tok

Saat lagi asyik memikirkan ciuman ‘itu’ suara ketukan pintu membuyarkan pikiranku. Aku pun berjalan menuju pintu dan membukanya

“Kyu—Kyuhyun”  langkahku termundur kaget saat melihat Kyuhyun yang mengetuk pintu kamarku tadi, sesaat pipi ku sepertinya kembali memerah, mungkin karena aku berpikiran tentang Kyuhyun tadi.

“Maaf aku menganggumu Yoona, aku hanya ingin melihat tugas makalah yang diberikan Songsaenim”

“baiklah tunggu sebentar” aku berjalan menuju meja belajarku mencari tugas makalah yang  baru aku selesaikan kemarin. Semua buku ku periksa satu-satu, tapi aku tidak kunjung menemukan makalah  itu, akhirnya kucari ulang, kuperiksa lagi semua buku ku satu-satu, tapi lagi-lagi makalah itu belum juga kutemukan. Betapa bodohnya aku bisa lupa meletakan tugas itu, padahal jelas-jelas kemarin aku baru menyelesaikannya. Aku pun tidak menyerah, aku mencari keseluruh sudut kamar. Mungkin karena aku tidak kunjung keluar kamar Tiba-tiba Kyuhyun masuk ke kamarku dan menghampiriku

“wae Yoona?”

“Mian Kyu, aku tidak menemukan Makalah ku, padahal aku baru menyelesaikannya kemarin. Babbo Yoona” aku menoleh kearah Kyuhyun, tetapi aku tidak berani menatap mata nya. Ia pun berjalan menuju meja belajarku, ikut membantu mencari makalah ku itu.

“bagaimana bisa hilang? Kau sangat ceroboh sekali”  mendengar itu kulirik ia, ia masih sibuk memeriksa semua buku ku, aku berdiri disampingnya dan mencari lagi makalah ku

“aku lupa meletakannya dimana, saat setelah menyelesaikannya aku langsung tertidur” aku menjawabnya tanpa menoleh ke arahnya tanganku masih sibuk dengan semua buku ku.

“sudah kutebak kau memang bukan orang yang tepat untuk aku andalkan” tanganku berhenti mencari, aku pun langsung menatap ke arahnya, tapi sepertinya Ia pura-pura tidak tahu karena kulihat ia masih sibuk sendiri

“ begitulah..” jawaban itu yang aku lontarkan, walaupun aku merasa sakit hati karena ucapannya tadi tetapi ia benar, aku memang tidak bisa diandalkan.

Karena kupikir makalah itu benar-benar hilang ditambah kami berdua tak kunjung menemukannya, aku merapikan semua buku-buku  dan isi tasku yang berserakan  di lantai. Kulihat ke arahnya,  Kyuhyun masih juga mencari, aku hanya  membiarkannya biar ia yang mengetahuinya sendiri. Aku membawa banyak buku ditanganku untuk meletakannya kembali di meja belajarku. Tiba-tiba aku menginjak sesuatu, sepertinya itu pena. Bodohnya aku setelah mengetahui itu pena aku tidak segera melangkahkan kaki ku, aku malah menyeret kakiku bersamaan dengan pena tadi  dan akhirnya aku terpeleset karena pena tadi,  karena Kyuhyun berada didepanku aku pun langsung terjatuh kearahnya, tidak aku jatuh diatas  tubuhnya.

“aww” aku mendengar ia meringis, karena itu  aku segera membuka mataku

DEG..

Kepalaku tertidur diatas dada nya sedangkan tanganku memegang pinggangnya. Tanganku langsung kupindahkan kearah dadanya mejauhkan kepala ku agar tidak dekat lagi dengan dada nya. Aku mengerjap-ngerjapkan mata ku, semuanya sangat dekat aku bisa melihat seluruh lekuk wajahnya saat ini.  Tidak ada yang berani mengatakannya duluan, kami berdua hanya sibuk mengerjap-ngerjapkan mata kami dan memikirkan sesuatu di otak kami. Sedangkan aku, memohon kepada Tuhan agar Kyuhyun tidak bisa mendengar degupan jantungku yang bergemuruh dari tadi.

Gee~~~~~Gee~~~~Gee~~~~Baby~~~~~Baby

Suara ringtone dari hp ku membuat dunia kami kembali berputar lagi. Aku pun segera berdiri dari tubuhnya, masih dengan menundukan mukaku menutupi jika saat ini pipiku benar-benar memerah, aku berjalan menuju arah hp ku, dan kulihat nama pemanggil di layar hp ku ternyata Donghae oppa. Senyuman terukir kembali diwajahku saat ku melihat nama itu.

“Yeoboseoyo”

“Yoona, bisa kah kau menemani Oppa sekarang”

“Mianhe Oppa aku sedang mengerjakan makalah ku, apa yang ingin kau bicarakan Oppa”

“, aku tidak bisa membicarakan ini hanya melalui telepon, terlalu pribadi. ”

“ne Oppa, tapi Mian aku tidak bisa kali ini”

“ baiklah Yoona, aku tutup dulu bye”

“bye Oppa”

Aku meletakan hp ku diatas meja, lalu menghampiri kyuhyun untuk menyelesaikan merapikan buku ku kembali, terlihat ia masih terpaku melihatku, aku hanya menundukan kepalaku

“dari siapa?” aku menolehkan kepalaku ke arahnya, tetapi ia tidak memandangku lagi

“Donghae Oppa”

“oh.. sepertinya kalian sangat dekat” aku menolehkan wajahku kembali, aku pun tersenyum

“ne, dia itu teman kecil ku”

“sepertinya ia menyukai mu” kali ini aku langsung menghadap pada nya

“Jinjja?” aku merasakan kalau kali ini pipi ku memerah lagi

“ah mana mungkin,ia hanya teman dekatku saja” jawabku langsung

“sepertinya juga kau menyukai nya” aku menatapnya kembali

“ani—aniyo aku tidak menyukainya” aku kembali menyusun buku ku, ingin menutupi kegagapanku. Setelah mendengar jawabanku tadi Kyuhyun tidak menanyakan pertanyaan tentang Donghae lagi

“Kyuhyun”

“ne” ia menjawabku tanpa menatap mataku

“apa saat beberapa hari yang lalu kau pergi ke Sunday’s Café?”

“emmmh ani,  memangnya kenapa” aku menghela nafasku, ternyata bukan dia

“saat aku sedang disana, aku seperti melihat mu. Aku pikir dia dirimu, ternyata bukan” tanpa kusadari ia sedang terlihat berpikir. Ia tidak menjawabnya akhirnya aku putuskan memanggilnya kembali

“Kyuhyun”

“ne”

“kenapa kau sedikit berubah akhir-akhir ini?” ragu-ragu aku menanyakannya, aku sangat penasaran dengan jawabanya jadi kuputuskan untuk menatapnya

“huh,, apa yang berubah? Kenapa noona dan kau bisa mengatakan aku berubah? Aku rasa aku sama seperti biasa” ia menatapku kembali, entah jujur atau tidak tetapi ia sangat pede dengan jawabannya itu

“Ani,, aku hanya merasa kau berubah, tidak seperti dulu lagi” aku menggelengkan kepala ku, masih menatapnya

“perasaan mu saja” ia kembali membereskan buku ku lagi. Melihat itu aku juga kembali membereskan buku buku ku. Aku tidak ingin menanyakan pertanyaan lagi, karena kurasa jawabannya tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan ku tadi. Keheningan inilah yang menemani kami sampai ia kembali ke kamarnya sendiri.

———————————–000000000000000000000000000000

“Oppa”  aku melambaikan tanganku saat melihat Donghae Oppa di meja itu, ia tersenyum ke arahku dan aku pun menghampiri nya.

“Mian lama menunggu,” kataku dan langsung duduk dihadapannya

“ah tidak juga Yoona aku baru sampai disini” jawabnya

“apa yang Oppa ingin bicarakan padaku?” aku langsung menanyakan apa yang donghae katakan saat di telepon

“sebenarnya aku… sedang menyukai seseorang” ia menundukan kepala nya terlihat seperti malu, aku tersenyum geli melihat nya saat ini

“Jinjja? Dengan siapa Oppa” aku merasakan pipi ku yang memanas,

“aku menyukai ……”

TBC——————————————[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[

Annyeong New Love part 4 hadir..

Mian, nih ff kayaknya nggak ngena banget, ff pertama selalu saja——– aiiish… hehehehe

paling tidak tinggalkan jejak, 

akhir-akhir ini saya sering kehilangan ide, mungkin kritikan kalian bisa menjadikanku acuan 😀

Gamsahamnida 😉

 

 

 

Iklan

17 thoughts on “New Love Part 4 (Why I Feel Like This…)

  1. My Twins Yoongie2 berkata:

    Bagus kok thor tapi
    Hhhh kependekan thor
    jangan2 Donghae suka ama Yoong unnie lagi gimana nasipnya si evil eh!maksud saya Kyuppa,
    thor bikin kyuppa ngerasa suka ama yoong unnie nah pokoknya jngan bikin keduannya terlalu sakit hati#kasian oppa&unnie ak thor
    itu aj mungkin kebanyakkan#hehehe
    ditunggu kelanjutannya jangan lama2 publishnya y thor!!!
    Hwaiting!!!
    ^_^

  2. Bgs thor tpi krng panjang..
    Thor jgn bkn hae oppa sampai ska ma yoong unni, hae oppa ma sica eonni, yoong eonni i2 miliknya kyuppa nanti hae oppa di bunuh evil loh klau ngambil grandmadeer.a kyuppa * lama” jdi ngawur koment.a*
    next part thor jgn kelamaan

  3. marwaa berkata:

    yaa eon ak coment telat 😦

    eon kependekan 😐 tapi gk papa tetep bgs kok hae oppa suka yoong eon ?
    si bang evil nantik cemburu loh eon 🙂

    next !;-)

  4. Kaithlyn Jung berkata:

    next min, bikin penasaran tau! plis nanti endingnya happy ya..
    kyuhyun sama yoona! harus!
    dan donghae, buat mimin lah, asal jgn sama yoona..!
    daaannn… postan nya terlalu pendek min, makin pendek makin penasaran, klo panjang sampe 4000 kata, aku baru tenang… hahaha..

    terus terus.. (bnyk bacot)
    lanjutannya jgn lama lama yah.. 😀

  5. Eonnie, kenapa aku nyari yang part1 nya gakada-_- !! Eh jadi aku langsung baca yang part 3nya!! Bagus eonnie kira2 donghae oppa suka sma siapa yaa??
    Penasaran tingkat tinggu nih hehe:D

  6. Eonnie, kenapa aku nyari yang part1 nya gakada-_- !! Eh jadi aku langsung baca yang part 3nya!! Bagus eonnie kira2 donghae oppa suka sma siapa yaa??

  7. Eonnie, kenapa aku nyari yang part1 nya gakada-_- !! Eh jadi aku langsung baca yang part 3nya!! Keren eonnie kira2 donghae oppa suka sma siapa yaa??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s