FOOL TO LOVE YOU PART 2 (the fact is..)

Gambar

 

 

 

FOOL TO LOVE YOU PART 2

Cast : Im Yoona

          Cho Kyuhyun

           Others

 

 

Back again yeyyy .. part ke dua datang ..

Disini semuanya akan terbongkar,

Dan disini hanya Kyuhyun yang menjadi heeheheheh baca aja sendiri,,

The story is mine, not the cast…. And don’t copy this right.

 

 

The fact is…..

 

 

“KYUHYUN SSI”

“ne”

BUGH….

Sebuah tonjokan berhasil mendarat di pipi Kyuhyun.

Kyuhyun hanya bisa meringis, mengelap darah yang sedikit keluar dari celah bibirnya,, ia tidak membalas pukulan tersebut ,sepertinya ia tahu akan arti pukulan itu.

“TEMAN MACAM APA KAU HAH?  BERANINYA KAU MEMACARI YOONA..!!”  namja itu menarik napas seakan menahan amarahnya

“PADAHAL JELAS-JELAS KAU SUDAH MENGETAHUI BAHWA AKU MENYUKAI YOONA” namja itu menarik kerah baju Kyuhyun . Kyuhyun berusaha melepaskan cengkraman tangan sahabatnya dari kerah bajunya

“Hyung, dengarkan aku dulu aku—–” Kyuhyun berusaha meyakinkan

“AIISH TIDAK PERLU KAU JELASKAN AKU SUDAH MENGERTI, KAU MENYUKAI YOONA, PADAHAL KAU TAHU AKU MENYUKAI YOONA” Changmin membentak Kyuhyun kembali, Kyuhyun hanya bisa terdiam. melihat itu        Changmin melonggarkan cengkraman tangannya dari kerah Kyuhyun, ia mundur lalu membelakangi Kyuhyun.  Sebenarnya ia sangat sangat ingin memukul namja itu berulang kali,                tapi sayangnya   namja itu adalah sahabat nya sendiri, ia tidak tega..

“aku sangaat menyukai Yoona, tetapi kenapa kau Kyuhyun?               Kenapa kau?  ”  suara Changmin tiba-tiba melemah

“Mianhe. “  ucap Kyuhyun

“Aku rela jika Yoona berpacaran dengan yang lain, tetapi kenapa kau?”

“kau tahu betapa frustasinya aku saat ditolak Yoona, kau tahu kan?” tiba-tiba Changmin tertawa, bukan tertawa karena lucu, tetapi ia ingat dulu,     saat Yoona menolaknya, hatinya benar-benar hancur,  sampai ia berhari-hari tidak pulang ke rumah,   ia menginap di klub malam,  meminum alcohol untuk  menghilangkan rasa kegalauannya.          Ia tertawa karena heran,    mengapa karena hanya Yoona ia bisa melakukan semua hal itu, mengapa hanya karena Yoona hubungan persahabatan mereka menjadi begini.

“hahah tetapi kau datang disaat hancurnya hatiku, kau datang sebagai semangatku, kau bagaikan pahlawan yang menjemputku dari alam kegalauan yang gelap, hahahaha tetapi ternyata semua itu hanya palsu,      kau membuat aku bahagia kembali lalu melupakan Yoona agar kau bisa memacari nya tanpa menjadi beban untukku! Iya kan?          Hahaha kau benar-benar pintar Cho Kyuhyun,      pantas saja kau pernah memenangkan Olimpiade Fisika,   ehh kenapa aku bisa melupakan hal itu? Jika saja aku telah mengingatnya dari awal mungkin aku tahu rencana mu yang licik itu hahahah Babo Changmin”  Changmin mulai berbicara, tertawa tidak jelas, ia memukul kepala nya sendiri berulang kali.

“Mianhe, tetapi aku mencintainya hyung, sangat sangat mencintainya” Kyuhyun mencoba membela dirinya sendiri

“Cinta? Aku juga mencintai Yoona, tetapi kenapa aku tidak bisa memilikinya sedangkan kau iya Kyu? Ini tidak adil untuk ku Kyu!!  Kenapa Kyu??  Jawab aku?” Changmin menggoyang-goyangkan bahu kyu

“…”

“…”

“Kyu putuskan Yoona”

“a..apa?”

“PUTUSKAN DIA”

“mianhe,   aku tidak bisa”

“PUTUSKAN DIA ATAU AKU YANG PERGI”

“Hyung,   aku tidak bisa..”

“Kyuhyun dengarkan aku, apa kau tidak berpikir hanya karena Yoona kita bisa begini?” Changmin memegang bahu Kyuhyun, agar ia bisa menatap Kyuhyun

“Tidak kah kau merasa kau benar-benar egois Kyu?” Kyuhyun mendirikan kepala nya yang tadi menunduk.

“Hyung, tidak adakah cara lain menyelesaikan ini tanpa memutuskan Yoona?”

“Kau harus memutuskannya Kyu, harus..”

“aku tidak bisa terus melihat kau denganya Kyu, itu terlalu menyakitkan”

“tapi hyung aku tidak bisa begitu saja memutuskannya, aku mencintainya Hyung”

“pikirkan dengan caramu sendiri Kyu,  sahabat mu atau yeojachingumu” Changmin memukul pelan bahu Kyu bermaksud memberi selamat, tapi bagi Kyu itu bukanlah selamat melainkan ujian yang berat. Changmin kemudian pergi meninggalkan Kyuhyun.

 

 

———————————–\\\\\\\\\\\\\\\

 

 

Aku merebahkan badanku di kasur. Aku sangat gusar saat ini, aku terus menelaah kata-kata yang dikatakan hyung kemarin, ‘sahabatmu atau yeojachingumu?’    “Arrggggh” aku benar benar bingung, semuanya sangat penting bagiku, aku tidak bisa memilih satu diantara mereka. Sesaat aku melihat foto ku dengan hyung, aku benar-benar merasa bersalah  padanya, bisa-bisanya aku memacari yeoja yang disukai nya. Tetapi aku tidak bisa memendam perasaan itu, aku mencintai Yoona,    sangat.

~~ohh..ohh..oh~~~~~

Tiba-tiba nada dering hp ku berbunyi, aku melihat layar screen ku ternyata dari Yoona

“yeoboseyo”

“oppa ayo kita pergi ke toko buku”

“Mianhe Yoona, oppa tidak bisa” aku berbohong, saat ini aku sedang ingin sendiri

“yah Oppa padahal ada novel baru, memang ada apa Oppa?”

“mmh,,,, oppa hanya tidak enak badan”  aku berbohong lagi

“Oppa sakit??haruskah aku kesana Oppa?” Terdengar suara panic dari Yoona, aku tersenyum membayangkan wajahnya sekarang

“tidak usah Yoona, Oppa hanya perlu istirahat saja”

“mmh baiklah, istirahatlah Oppa jangan lupa makan sayuran dan minum obatmu”

“ara.. bye Yoona”

“bye Oppa aku mencintaimu”

“…”   aku bingung, kali ini rasanya lidah ini tidak mau mengikuti kata hatiku.

“oppa?” yoona membuyarkan lamunanku.

“ah ne,, aku juga mencintaimu  Tiiiit”

 

 

—————————————\\\\\\\\\\\\\\\

 

 

@class

Sudah 3 minggu ini aku menjauhi Yoona, ia terlihat gusar melihat tingkahku yang tiba-tiba berubah. Saat ia mengajakku pergi selalu saja kutolak hanya dengan satu alasan “maaf Yoong oppa lagi sibuk”  setelah itu ia pergi dengan wajah cemberut dan terus begitu, tetapi ia tidak pernah menanyakan padaku “sibuk kenapa?” “kok tidak bisa terus sih?” kurasa ia hanya memendamnya sendiri.

Maaf Yoong, sebenarnya aku juga tidak tahan terus seperti ini, menjauhimu sama saja menyakiti hatiku sendiri, tetapi…. Aku juga tidak mau menyakiti perasaan hyung lagi aku tidak mau kehilangan sahabatku Yoong, Maafkan aku, aku memang namja terbodoh yang pernah kau kenal.

Sayang, aku tidak berani mengungkapkan kepadanya yang sejujurnya, aku hanya bisa diam    , pasrah menunggu yang akan terjadi berikutnya.

“Kyu itu yeojachingumu lewat” tiba-tiba Sungmin menepuk bahuku dan menunjuk-nunjuk tangannya kearah yeoja, aku pun menoleh dan sudah kutebak itu benar Yoona. Kulihat sekarang Yoona benar-benar berbeda tidak seceria dulu, apa ia berubah? Aisssh hanya pikiranku saja, tetapi saat aku melihatnya lagi perubahan itu memang sangat terlihat, ia lebih sering menunduk, padahal dulu ia selalu memberi sapaan terhadap orang-orang yang disekitarnya.    ‘Yoona….. benarkah?’

“hei Kyu kok akhir-akhir ini kulihat kau jarang bersama dengan Yoona” Tiba-tiba Sungmin duduk dihadapanku

“eh mmmh  itu aku hanya sedang sibuk” jawabku sambil membuka sebuah buku yang belum aku lihat judulnya, sebagai eksyen agar tidak terlalu terlihat mencurigakan. Aku menunggu jawaban dari Sungmin tetapi  ia hanya diam, karena penasaran aku mengintipnya dari celah-celah buku

“yaaak” aku pun kaget melihat muka Sungmin yang sangat dekat padaku, reflex aku mundur dan melemparkan buku-ku tadi asal, ternyata buku ku berhasil menampar pipi Sungmin.

“yaa Kyu appo, aku hanya ingin melihat judul buku yang kau baca, reaksi mu terlalu berlebihan” kata Sungmin sambil terus mengelus-ngelus pipi nya tadi. Aku hanya meringis kecil “heheh Mian Sungmin, aku kira kau mau melakukan sesuatu padaku”  .     “huuu dasar”

 

 

—————————————-\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\

 

 

 

“yeoboseoyo”

“Mwo kau dimana sekarang?” aku melirik jamku, Aigo jam 1? aku bergegas mengambil jaketku dan langsung berlari keluar rumah berjalan tanpa melepaskan telepon dari telingaku, terus berjalan mengikuti panduan dari suara yang sedang meneleponku.

“Yoona ah” aku berhenti  saat melihat seorang yeoja sedang berdiri di sebuah lapangan yang luas dan dekat dengan rumahku. Aku pun mematikan sambungan teleponku, menurunkannya perlahan sambil berjalan mendekatinya, aku menajamkan mata ku agar aku dapat memastikan bahwa yang kulihat itu benar Yoona.

“Oppa? Maaf mengganggumu malam ini, aku hanya meminta waktumu sebentar saja” Yoona tersenyum pada ku. Aku mengangguk tanpa mengeluarkan kata-kata.

Hening… suasana malam ini begitu sunyi, tidak ada yang mau mengeluarkan kata-kata terlebih dahulu, kami berdua sibuk dengan perang batin masing-masing.

“Oppa” tiba-tiba Yoona yang memecahkan keheningan duluan, aku pun mendongak dan menatap mata nya, tetapi sepertinya ia tampak begitu ragu dan nervous sampai ia kadang mengalihkan pandangannya kearah lain

“apakah akan terus berjalan seperti ini?” ia menatapku kembali, matanya kini mulai berkaca-kaca. Aku sangat bisa melihat kesedihan yang begitu mendalam dibalik matanya. Aku tahu apa maksud Yoona tetapi aku tidak mungkin begitu saja mengatakan TIDAK dan mengatakan sejujurnya kepada Yoona, aku juga tidak bisa mengatakan IYA karena itu sangat membohongi diriku sendiri. Akhirnya hanya perang batin inilah yang bisa kulakukan, sedangkan mulutku   seakan terkunci seperti tidak bisa mengucapkan kata-kata lagi

Keheningan kembali terjadi, hanya terdengar desiran angin malam yang berbunyi jelas ditelingaku, kulihat Yoona hanya menunduk, meremas kedua tangannya. Beberapa detik kemudian ia mendongak lagi, berusaha memunculkan ketegaran dihadapanku.

“Oppa?” ia memanggilku lagi, kulihat ia mengiggit bibir bawahnya

“Ne?” aku hanya bersiap menajamkan telingaku, karena kutahu Yoona sedang ingin membicarakan hal serius kepadaku.

Ia menarik napas dalam-dalam membuangnya

“Kalau begitu…., “ ia memauskan perkataanya dan menarik napas kembali

“ kurasa cukup sampai disini..”  DEG.. jantungku kini berdetak lebih keras, seakan ingin mengeluarkan diri dari tubuhku. Bibirku terus berusaha bergerak untuk mengeluarkan kata TIDAK  tetapi lidahku lagi-lagi teras kelu untuk mengucapkannya

“y-yoona” aku hanya bisa tergagap memanggil namanya, meminta agar ia menjelaskannya lagi agar aku bisa menyalahkan pikiran ku yang selalu menyalahkanku karena kebodohanku. Jangan Yoona jangan katakan kumohon..

“Oppa,, aku ingin kita berakhir sampai disini” JTARRRR seperti kilat yang menyambar hatiku. Rasanya paru-paru ku sudah berhenti bekerja lagi Karena oksigen yang kutarik tidak terlalu menyanggupi seluruh badanku,  Sudah berakhir sudah.

Ia menundukan kepalanya dan menutup mulutnya terdengar suara napas yang berat, seperti suara isakan tangis . Yoona kumohon jangan menangis itu sama saja melukai hatiku.    Kuharap aku bisa mengeluarkan isi hatiku saat ini, sayangnya si BABO CHO KYUHYUN tidak bisa melakukan hal itu. Arrghhh aku bergejolak didalam hati. Tetapi tiba-tiba keberanianku muncul, aku ingin mengatakan sebenarnya kepada Yoona bahwa aku sangat-sangat mencintainya, tetapi sepertinya aku terlambat, sangat sangat terlambat. Aku melihat Yoona berlari meninggalkanku, terdengar jelas suara isakan tangisnya. Aku pun berusaha memanggilnya kembali

“Yoona….Yoona………………..YOONA” aku mengejar nya tetapi sudah terlambat, ia telah menghilang ditelan kegelapan malam. Aku pun terduduk meratapi nasibku. Tibatiba saja air mata berjatuhan di kakiku, aku tidak bisa menahannya lagi, aku tidak bisa membendungnya lagi,,,hiks

“ARRRGGGHHH KYUHYUN BABO”  aku mengerang terus menangisi nya, disebuah lapangan luas aku terduduk sendiri ditengahnya, ditemani malam yang gelap dan angin yang dingin, disitulah semuanya berakhir “SEMUANYA BERAKHIR”

 

 

————————————————\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\

 

 

 

Hari ini aku harus tetap bersekolah, sesaat aku melihat dicermin, tampilanku benar-benar berantakan, karena kejadian semalam aku benar-benar tidak bisa tidur. Kulihat mataku sangat jelas terlihat sembab aku pun mengambil kaca mata yang ada dilemari utuk menutupi sembabnya mataku.

 

@school

 

Aku berjalan menyusuri koridor yang menuju perpustakaan, ya aku hanya ingin menyegarkan otakku. Saat mulai menyusuri rak-rak buku aku dipanggil seseorang.

“Oppa?” kulihat Seohyun melambai-lambaikan tangannya kea rah ku, ia tersenyum dan menghampiriku

“ne Seohyun ah?”

“Oppa bisa menolongku hari ini? Ada pelajaran yang tidak aku mengerti, tolong ajari aku ya Oppa? Ia menggerak-gerakan lenganku dan memasang wajah cute kepadaku.

“ah ne baiklah” ia pun menarik tanganku dan dengan pasrah aku mengikutinya.

——.

“ah oppa akhirnya selesai juga, Gomawo Oppa kau sangat-sangat membantuku”  Seohyun menggerakkan lehernya kekiri kanan untuk meregangkan ototnya. Aku hanya tersenyum dan mengangguk mengiyakan terimakasihnya

“wah Oppa apa itu?” tiba tiba Seohyun menunjuk sesuatu gambar padaku.

“hahaha Oppa itu lucu” ia menggerak-gerakan lenganku dan menunjukan gambar itu padaku, ia tertawa lalu bersembunyi dilenganku

“Yang mana? Yang itu?……hahahaha iya” aku pun ikut menunjuk nunjuk gambar tersebut dan ikut tertawa bersamanya

“lihat yang ini oppa,, benar benar lucu hahahaha” Seohyun menunjuk gambar-gambar lainnya dan spontan aku ikut tertawa bersamanya

“hahahahaha”

BRUKK—

Tawa ku terhenti saat terdengar suara seperti hantaman yang  kuat terjatuh didekatku. Ternyata benar ada seorang yeoja menabrak sudut rak buku saat akan membelok, tapi tunggu yeoja itu….!!!

“Yoona” spontan aku memanggilnya lalu aku menghampirinya dengan segera.

“ne?” ia menoleh kearahku

“kau tidak apa-apa?” aku sangat mengkhawatirkannya

“gwenchana” aku menatapnya dari ujung kepala sampai kaki, memastikan tidak ada yang luka karena hantaman tadi, tapi tiba-tiba aku melihat tetesan darah dari sikutnya. Aku mengernyitkan dahi

“apa ini terlihat baik-baik saja?” aku mengangkat sikutnya yang berdarah lalu menunjukan padanya

“hanya luka sedikit, tidak terasa sakit” ia tersenyum getir, berusaha menarik lengannya kembali, tetapi aku tetap menahannya, aku tidak ingin Yoona kenapa-napa

“omo… tanganmu berdarah” tiba-tiba Seohyun menghampiri kami dan menjajarkan tubuhnya dengan tubuhku. Aku tidak menoleh kearah nya aku hanya masih terfokus kearah Yoona. Karena kulihat darah yang menetes di sikut Yoona semakin banyak aku pun memutuskan agar aku yang mengobatinya.

“Seohyun ah aku akan mengobati Yoona dulu, kau kekelas duluan saja” aku menoleh kearah Seohyun menyuruhnya pergi duluan, kulihat sedikit ekspresi tidak ikhlas dari wajah Seohyun, tetapi aku tidak mempedulikannya, aku masih saja khawatir dengan Yoona.

Setelah melihat Seohyun pergi aku langsung menarik Yoona ke sudut perpustakaan, mendudukinya di kursi, aku pun mengambil kursi untuk tempat duduku juga. Aku menarik kursiku  mendekatinya agar bisa menjangkau tangan Yoona lebih jelas. Aku merogoh saku ku dan mengambil sapu tangan ku. Aku mulai menyentuhkan sapu tanganku ke sikutnya.

“aw…aw” terdengar suara rintihannya, aku pun memperlambat gerakanku agar tidak lagi melukainya

“kau ini….   Selalu ceroboh” kata-kata itu keluar dari mulutku begitu saja, aku tidak berani menatapnya karena sekarang ku yakin dia sedang menatap kearahku aku hanya terus sibuk mengobati lukanya

Sampai akhirnya aku mengikatkan saputanganku ke sikutnya agar lukanya bisa terhindar dari segala jenis kuman “ ini..   sudah selesai” aku pun menjauhi tubuhku dari jarak tadi yang sangat sangat dekat. Ia melihat ikatan saputanganku, mungkin ia bingung lalu ia putar-putar sikutnya agar ia bisa melihat semua bagian saputanganku

“aw” ia merintih kembali, segera aku perbaiki ikatan sapu tangan itu

“jangan digerakkan dulu,   luka mu masih belum kering” aku terus menghembus-hembuskan angin kea rah luka nya berharap dapat menghilangkan rasa sakitnya.

“emmh…..mmmh Gomawo Oppa.. eh maksud ku Kyuhyun ssi” ia menundukkan kepalanya seperti memberi hormat kepada ku. Kyuhyun ssi? Apakah secepat itu ia merubahnya?

Aku hanya tersenyum geli memandang tingkah anehnya lalu mengusap lembut kepalanya

“sama-sama” aku pun tersenyum pada nya dan kulihat dia membalas senyum ku. Ia pun segera berbalik dan ingin pergi dari hadapanku, tiba-tiba aku menarik tangannya. Ia menoleh dan menatapku

“hati-hati Yoong… jangan ceroboh lagi” ia memberiku senyuman, aku pun melepaskan tangannya dan perlahan-lahan ia menghilang dari hadapanku. Yoona…

 

 

———————\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\

Ckleekk

“yaaa Kyu” aku menoleh tiba-tiba saat mendengar suara bunyi pintu terbuka bersamaan dengan suara namja yang memanggilku

“hyung?” Changmin menemui ku? Setelah sebulan ini ia tidak pernah menunjukan batang hindungnya padaku, tiba-tiba ia datang padaku. Syukurlah.. hyung

“Kyu aku rindu padamu” ia memelukku sampai-sampai aku tidak bisa bernapas. Penyakitnya kambuh lagi, ani memang inilah ciri-ciri dia..

“ahh hyung, a—ku ti—dak bis—a ber—napas—sh” ia pun buru-buru melepaskan pelukannya, aku memanfaatkan nya untuk menghirup napas sedalam-dalamnya.

“hehe mian Kyu, aku hanya terlalu bahagia”

“huuuu” aku hanya bisa menyorakinya

“Kyu kudengar kau berhasil?” tiba-tiba hyung bertanya padaku yang sukses membuatku bingung

“berhasil apanya?” aku memutarkan mata ku

“memutuskan Yoona” DEG jantungku berdetak cepat lagi, lidah ku tiba-tiba kelu. Aku pun sukses dibuat bengong hanya dengan kata-kata itu

“Kyu,? Selamat kau berhasil!! Kau benar-benar sahabat sejatiku” ia memelukku kembali, aku hanya dalam posisi tadi, ya mematung.

“hyung….?”

 

 

 

 

TBC————————-]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]

 

Hua hua, akhirnya part ini di post, gimana ?? tell me??? Baguskah?? Jelekkah? Katakan disini…

Tuh kan semuanya terbongkar disini… ini edisi Kyuhyun… Limited edition loh hehehe

Sepertinya ini akan mendekati endingnya, kekeke makanya stay tune..

Mian author gak pandai berkata-kata jadi kalo kurang mendapat feelnya tolong dimaklumkan suaja,, hehee.

Membaca komen2 yg kemarin membuat author pingin terbang bersama readers (?) ..

Dan untuk Typho seperti biasa dimaklumkan saja..

Noh poster diatas gimana*nunjuk atas* udah kerenan kan? Ya iyalah yg bikin bukan aku hehe,, ini dari temen aku..

Okehhh ditunggu komenmu temann,, 

Iklan

18 thoughts on “FOOL TO LOVE YOU PART 2 (the fact is..)

  1. kyaa .. tadii dii aku laa koment kok dk masuk .. laa panjang” nulisny .. haha . bgus thor .. ditunggu chap selanjutnya .. tapi jangan teerlalu thor entar reders bosan . ngebayangi kyu pake kacamoto kayak budak” di wtc kemarin

  2. wahahaha, changmin kaya ngga punya dosa banget ya bilang kaya gitu ke kyu ._.
    lanjut thor, yang new love juga, wihihihihi.
    saya jatuh cinta banget sama yang new love, bwakakaka 😀
    chapter 3 nya jangan lama-lama ya~

  3. zubaidah berkata:

    Oh.. ternyata changmin yang bikin kyuhyun menjauhi yoona
    Changmin kok tega sih
    Nmanya cinta jgn dipaksa dong.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s